Frozen hearts thaw

By dyoshiki uchiha

Disclamer: Masashi kishimoto

Pairing: sasunaru

Note: saya tekankan di kata ini "DON'T LIKE DON'T READ"

"Namaku adalah Sasuke. Sasuke Uchiha," Ucap Sasuke memperkenalkan diri, sambi mata melihat ke seluruh penghuni kelas. Dan akhirnya tepat saat di bola mata biru safir Mata onyx itu bertemu, akhirnya terjadi saling tatap, namun

"Ehem… ehem. Nah Sasuke kau boleh duduk dengan errr…" Ujar guru kakashi sambil mencari-cari tempat kosong, "Naruto. Kau boleh duduk disana, dengan Naruto,"

"Hn baiklah, sensei" ucap Sasuke menuju tempat Naruto.

Chapter3: awal

"APPAA? Tapi, sensei…. Ini kan tempatnya Gaara. Kenapa aku harus duduk dengannya," Bantah Naruto yang tidak setuju akan keputusan sepihak dari senseinya.

"Ya, untuk sementara biarkan Uchiha duduk disana," Ucap Kakashi pada Naruto yang keras kepala.

"Huh," keluh Naruto kesal. Sasuke yang melihat kejadian antara Sensei dan murid tak mau ambil pusing dan langsung segera duduk disebelah Naruto.

Saat pelajaran sedang berlangsung Sasuke sedari tadi hanya memperhatikan Naruto yang sedang melihat ke luar jendela.

Sebenarnya Naruto sangat sadar kalau dirinya sedang diperhatikan dengan seseorang, namun dia tak ambil pusing dan justru terbawa dengan dunianya sendiri. SasuNaru sama sekali tidak memperhatikan pelajaran.

Naruto's Pov

Sebenarnya kemana Gaara, uhh kemana dia sebenarnya? Kenapa hari ini dia tidak sekolah? Apakah sakit? Ah tidak mungkin, orang seperti itu masa sakit. Dia kan kuat. Dan kenapa pula aku harus duduk dengan orang seperti dia, membuat risih saja. Dan kenapa pula dia selalu melihat ke arahku? Cih kuso, memang hari ini penuh kesialan.

Eh tapi setelah dipikir-pikir Sasuke tampan juga, aish apa sih yang aku pikirkan. Pikiran aneh. Mungkin besok aku ingin mengerjai dia ah. Ingin coba-coba, siapa tahu menarik khukhukhu.

"Hai, apakah kita bisa berkenalan?" Tanya Sasuke padaku membuyarkan pikiran jahilku itu.

Ah apa yang dia tanyakan tadi? Kenalan? Wah kesempatan emas, tak boleh terlewat nih.

"Ah iya, tentu saja. Kita kan sudah sebangku seperti ini, masa tidak kenal," jawabku dengan sedikit senyum ke arahnya.

BLUSH

Eh apa itu? Apakah wajahnya baru saja memerah? Wah menarik sekali. Ternyata dia tipe yang sangat pemalu ahahaha menarik. Sepertinya setelah ini hari-hariku tak kan bosan.

Eh? Tapi bagaimana dengan Gaara ya? Ah biarkan saja deh, tinggal suruh saja dia duduk dengan yang lain seperti chouji, dia kan duduk sendirian.

"Hei, kau melamun?" aduh hampir saja aku terkena Sasuke. Mengagetkanku saja. Tapi lucu juga sih anak ini ahaha.

"Eh? Iya. Aduh maaf ya Sasuke. Tadi ada hal yang ku pikirkan," jawabku asal saja.

"Benarkah? Apa itu? Kalau boleh aku mengetahuinya," tanyanya padaku yang ingin tahu. Waduh aku harus jawab apa nih.

"Bukan apa-apa kok, hanya memikirkan bagaimana cara agar mendapatkan cintamu," aduh kenapa malah jadi menggombalinya seperti ini. Dasar mulut besar ini.

"Ahahaha dasar kau Naruto, ada-ada saja," tawanya yang menutupi rasa malunya itu.

"Biasa saja," seketika obrolan kami terhenti karena sensei memerhatikan tingkah kami berdua, dan aku hanya diam lalu pura-pura melihat ke arahnya dan memperhatikan pelajarannya. Hari ini tidak jadi sial deh, tapi hari yang menarik.

Usai pelajaran, waktunya aku pulang menuju rumah. Tapi agak sedikit terlambat sih, karena aku piket terlebih dahulu huh merepotkan.

Ah akhirnya selesai juga. Huh kelas pun sudah kosong sekali. Aku harus segera pulang.

Aku berlari, namun ketika hampir mencapai gerbang, aku melihat seseorang sedang berdiri disana, siapa itu? Seperti sedang menunggu seseorang. Aku berjalan dengan perlahan, dan orang itu menengok. Ternyata itu Sasuke. Sedang apa dia disini. Bukankah dia sudah pulang sejak tadi bel berbunyi? Ah sudahlah lebih baik pulang saja.

Kektika aku hampir melewatinya, dia berkata, "Hn, lama sekali kau. Aku sedari tadi menunggumu. Dasar Dobe," ucapnya sambil mengataiku dobe. What? Do-dobe katanya? Dasar kurang ajar.

"Aduh, maaf yah, sayang." Balasku dengan sebutan seperti itu. Khukhu biar tahu rasa kalau aku kerjai ahaha. Aku ingin melihat wajahnya yang memerah seperti tadi saat pelajarab tadi.

BLUSH

Wahahaha benar saja, wajah iotu muncul lagi.

"Huh, a-apa maksudmu?" tanyanya sambil melihat arah lain.

"Tidak. Hanya mencoba ramah untuk teman baru ehehe," jawabku sambil tertawa kecil.

"Ayo, mau pulang atau tidak?" Tanyanya. Wow romantis sekali. Seperti seorang pacar yang sedang menunggui kekasihnya untuk diajak pulang bersama. Wah romantisnya ahahah. Ini membuatku semakin senang saja untuk mengerjainya.

"Memang rumahmu searah ya dengan rumahku? Kalau iya, dari mana kau tahu, Sasuke? Wahh jangan-jangan kau penggemarku yah?" candaku kepadanya.

"Su-sudah diam, aku punya keahlian khusus," Jawabnya sambil memalingkan wajahnya ahaha lucu sekali. Benar-benar mainan baru yang menarik. Lucu sekali, sepertinya hari-hariku akan terasa sangat menyenangkan.

End Naruto's pov

"Ya. Ayo kita pulang, baby." Ajak Naruto dengan panggilan yang sedari tadi membuat Sasuke blushing.

Keesokan harinya…

Naruto memasuki kelas dan segera menghampiri Sasuke yang memang duduk bersebelahan dengannya. Kemana Gaara? Ya seperti yang dipikirkan Naruto, Gaara pasti akan pindah tempat. Dia memang orang yang suka mengalah.

"Sasuke," panggil Naruto yang dengan tampang takut.

"Hm… ada apa? Cerita saja kalau kau mau," Tawar Sasuke pada Naruto yang sepertinya memang ingin bercerita. Meski baru kenal sehari, namun itu sudah cukup untuk Naruto.

"Kejadiannya sudah lama sekali, sampai sekarang pun aku belom bisa mengatasinya. Sempat terhenti sejenak, namun kemarin terjadi lagi. Aku takut sekali. Ini mengerikan," cerita Naruto membuat Sasuke bingung, karena apa yang dibicarakan Naruto itu sangat tidak jelas.

"Dobe, apa maksudmu? Ceritamu sungguh tidak jelas, kalau cerita itu yang benar. Bikin bingung saja," omel Sasuke yang kesal karena bisa-bisanya dia yang biasanya jeius ini terlihat bodoh karena tidak mengerti akan cerita yang Naruto maksud.

"Huh, aku kan belom selesai, dasar Teme sialan. Makanya dengar dulu." Bantah Naruto yang tak mau kalah.

"Ya apa yang terjadi? Memang ada apa?" Tanya Sasuke kemudian.

"Ya jadi, sudah sejak lama, ada orang yang selalu menerorku lewat ponsel. Menelponku. Ya kalau menelpon sesekali sih tidak apa-apa, tapi ini berkali-kali bahkan hampir setiap jam. Ku matikan, lalu orang itu telpon lagi. Dan selalu seperti itu, aku kan tidak suka. Katanya dia melakukan itu karena dia mencintaiku atau apa lah. Dia akan berhenti setelah aku menjadi pacarnya. Hweee Sasukeeee aku tidak mau," keluh Naruto.

"Ya kenapa kau tidak punya pacar saja, Naruto? Itu kan akan membuatnya menjauh." Saran Sasuke.

"Itu dia. Walau sudah dibilang seperti itu, tetap saja orang itu mengangguku. Aku risih, harus ada yang memarahinya dan mengaku sebagai pacarku baru dia percaya," Jawab Naruto.

"Hmm, kenapa tidak me3ncari orang untuk berpura-pura menjadi pacarmu?" Sasuke memberi saran lagi.

"Iya, tapi siapa? Apa kau mau membantuku?" Tanya Naruto.

"Tentu saja. Kau kan temanku. Akan ku carikan orang yang mau berpura-pura jadi pacarmu,"

"Uhh itu kelamaan, aku tidak tahan. Bagaimana denganmu saja? Kau saja yang berpura-pura jadi pacarku," Kata Naruto membuat mata Sasuke terbelak mendengar usul Naruto yang sangat blak-blakan tanpa basa-babsi itu.

"A-ap, apa? Uhh boleh juga. Baiklah, aku setuju," Jawab Sasuke menyetujui tawaran Naruto yang cukup mengejutkan hatinya dan membuat Sasuke merasa berdebar.

"Eh? Benarkah?" Tanya Naruto ragu, karena kenapa bisa-bisanya Sasuke menyetujui itu tanpa berpikir panjang.

"I-iya," jawab Sasuke dengan malu.

'Eh? Kenapa Sasuke berwajah seperti itu. Kenapa seolah-olah aku beneran menembaknya? Aneh sekali' pikir Naruto, namun Naruto tak ambil pusing karena tanpa sadar Naruto mengucapkan hal itu, aneh memang.

"Baiklah, mulai sekarang, aku adallah pacarmu, Sasuke." Ujar Naruto keras hingga seluruh penghuni kelas dapat mendengarnya dan menengok kea rah Sasu Naru. Dan Kakashi yang baru memasuki ruang kelas tersebut saja dapat mendengar apa yang diucapkan Naruto.

"Ya Uzumaki, pacarannya dilanjut nanti saja. Sekarang mulai pelajaran dulu," Celetuk Kakashhi tiba-tiba.

"Eh? Sudah masuk ya? Sejak kapan?" Tanya Naruto bingung.

"Ya keluarkan buku pelajarannya," Ucap Kakashi.

"Baik sensei," Sahut semua murid.

Sasuke hanya diam saja sedari tadi, karena merasa malu plus senang juga sih, karena selain pemalu Sasuke juga memang suka pada Naruto. Ya biasalah cinta pada pandangan pertama. Bagaimana dengan Naruto? Ya mungkin Naruto belum memiliki perasaan yang sama untuk saat ini. Bagaimana dengan nanti? Entahlah, baca terus kelanjutannya.

To be continue

Maaf yah, kalau sedikit bikin bingung. Saya juga bingung kok #plak

Ehehe pokoknya saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Alur mungkin, memang kecepetan. Maaf. Kalau bikin kalian kecewa. Typo mungkin ada. Jadi mohon maaf untuk kekurangannya.

Mind to review?

I need rewiew :3

Thanks yang udah review di chap sebelumnya ^^V maaf yah

h h merepotkan.

erlebih aku piket terlebih dahulu.