A/N: Hah… nih FF gua buatnya agak ngebut juga yah… sudah chapter 3… Makasih karena kalian masih membaca FF ini n' sudah review!! Sori di chapter lalu belum saia balas Review anda semua… T.T Jadi sekalian aja ya

Chapter 1

-Crazy-AneH-GirL

nape? Aneh ya??? Hehehe…

Nicegirl

SeANEH itu kah? Namanya Cuma ngambil secara random kok huehehehe……. Nulis yang bener! Lain kali males baca lagi :p pesenanmu terlalu banyak, minta yang lain sono T T'

Sasunaruislove

Makacih! Hehehe… pecinta Itachi ya? Nanti kalo mati aku bakal diapain neh??? -ditendang mental sampe Eropa. Ga bisa lanjutin penpik ni dong wkakakak…..- (ngakak guling2)

No prob, ga bakal gua buat mati, hanya disiksa… muahahahahaha!!!!!! -ditimpuk-

inuzuka aufa

Kadang aku juga setuju… Itachi keriputan seh –ngakak guling, dilemparin sendal sama fans Itachi-

Cinnamon Cherry

Neji ce tulen di penpik ini… Itachi? Funky toh –ngakak guling2- Sori karena Saso-chan kagak muncul di chapter 2 T.T Di sini gua munculin koq, hehehe……. (btw, Sasori ga punya Istri kalee…)

Andrew-kun

Nggak ah… lagi pengen menjadikan dia cewe hehehe… :p

Chapter 2

EnMA-chan

Kuusahakan!!! Thanks! XD

inuzuka aufa

Sekali lagi, setuju –ngakak guling2-

Naix

Dasar! Situ ini! Penpik anda sendiri mana nyyoo??? Sekali lagi (n' lagi, n' lagi, n' lagi n'…… -lemes, ga kuat ngetik-) minta ma yang laen!!! -.-

Thanks for the reviews!!!! XD Onto the story!

Desclaimer : Masashi Kishimoto


Complicated Way To Be With You

Chapter 3: Beginning to the Truth

DRAP…. DRAP…. DRAP….

"Wah… Waktu tinggal di sekolah dan latihan shuriken, tak terasa hari sudah gelap" ujar Sasuke sambil berlari ke arah rumahnya

Seseorang yang tak terlihat bagai bayangan tampak mengawasi Sasuke dengan tajam dari atas tiang listrik. Sasuke tiba-tiba berhenti saat ia merasakan sesuatu yang tidak nyaman di sekitarnya

"… Apa? Barusan… aku merasa ada sesuatu…" batin Sasuke. Ia meneruskan perjalanannya

"!!!" Sasuke terkejut saat ia melihat orang-orang yang memakai baju ber-icon klan Uchiha di belakangnya semuanya terbaring tak bernyawa di tanah

"Ada apa sebenarnya?!" batin Sasuke panik, sambil berlari ke arah rumahnya

"AYAH!!! IBU!!!!"

"Sasuke jangan masuk!!!" Teriakan Ibu-nya terdengar dari dalam rumahnya

Sasuke kaget, tapi ia tetap saja membuka pintu rumahnya, dengan takut-takut…

"AYAH?!!! IBU?!!!"

Seseorang terlihat dari kegelapan… Orang yang telah membunuh kedua orang tuanya…

"Kakak!!! Ayah dan ibu kenapa?! Siapa yang sebenarnya yang—"

TAK!!!!

Belum selesai kata-kata Sasuke, sebuah shuriken menancap di pintu, menggores lengan Sasuke "Ukh…"

"Adikku yang bodoh…"

"….!!!!"


"Sa…su… Sa… su…kee!!!! SASUKEEEE-TEMEEE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" teriak Naruto

"Glek!!!!! Ap… Apa…?"

Sasuke terbangun dari mimpi buruknya

"Mi… mimpi…" gumamnya

"Woi! Sasuke, kau kenapa? Mimpi?" tanya Naruto khawatir karena daritadi Sasuke terus-terusan mengigau

"… tapi… begitu nyata… Orang itu… kakakku? Siapa… dia? Aku tidak ingat…"

NYUT!

"Ukh… kepalaku…"

"Hei! Sasuke!!! Serius!!! KAU KENAPA?!!!!!!!"

"Tidak… aku tidak apa-apa…" kata Sasuke lemah

"Jangan buat orang khawatir tahu!!!! Dasar! Merep—"

Sasuke tiba-tiba memeluk Naruto

"GLEK!!! Ap…a?!!!! TEMEE!!!! Ngapain kamu!" kata Naruto kaget

"Maaf… Naruto… tapi… sebentar saja…"

"Ho… hoi! Kau kenapa?!"

"Aku… takut! Benar-benar takut mengingat kejadian dulu!!!!!" seru Sasuke mengeratkan pelukannya. Air matanya menetes

"Sasuke… jangan takut… itu Cuma mimpi…" kata Naruto sambil mengelus-elus rambut Sasuke

"… ma…af…"

"… Sasu… ternyata… bisa semanis… ini?" batin Naruto –hehehehe…-

Author : Waaa!!!! Yaoi!!! Yaoi!!! –lari ditimpukkin pembaca-

Mereka saling memandang satu sama lain daan…………………….. (!!!!!!!!)

GRUUU…….

"wah… laper nih…" kata Sasuke sambil memegangi perutnya yang berbunyi

GUBRAK!!!! JEDER!!!!! GLUNDUNG!!!!!!! BRRUAAAKK!!!!! BRUKKKK!!!!!!

"La…per? Be… Begitu ya…" batin Naru kecewa dikit… -padahal dia sendiri pernah mau bilang si Sasu ntu kagak normal… alias gay (chapter 2) wkakakaka……-

Mood ancur deh…:p

Author : Sejak kapan aku bilang ini jadi fict yaoi?! -dihajar pembaca-

"Oh iya… Katanya mau ke rumah Koyuki… Kapan, dobe?" tanya Sasu

"Jangan panggil DOBE!!!!!!!!!"

"Kalau begitu kapan?!" tanya Sasu mulai ga sabaran

"Setahun lagi…"

"…" Sasu merengut

"…" Naru nyengir

"DOBEEE!!!!!!!!!!!!"

"TEMEEEE!!!!!!!!!!!"

GUBRAK!!!!! JEDERR!!!!! CHIDORIII!!!!!! GYAAAA!!!!!!!!!!!! RASENGAN!!!!!!!!!!!!!!!!! GUBRAAAKKK!!!!!!!!!!! JEDUAKKK!!!!!!!!! CKIIITTT!!!!!!!!! AWWW!!!!!!! GELEEGAAAAR!!!!!!!!!!!!! HUACHIM!!!!!!!!!!!!

GUBRAK

Begitulah akhirnya… setelah selesai…

"… sial… kau ini… hh… mau… hh.. hh… membunuhku apa?" tanya Naruto terengah-engah

"Bukannya… hh… kamu, Dobe?" tanya Sasuke balik

"Sial… kalo ga selaper ini bisa kukalahkan dengan mudah dia… huhh…" batin Sasuke

"Hmph! Kamu tahu! Teme!!!"

"Baka… sudahlah… mau kapan ke sana?" tanya Sasuke –back to topic awal-

" … Ini hari Sabtu… besok kau ada kerjaan Sasu?" tanya Naruto

"Bisa kuliburkan…" kata Sasuke dengan santainya

"Eeh? Jangan!!!! Tetap kerja saja! Nanti kita cari waktu lain saja!!!" ujar Naruto

"Huhuhu… kau ini memang benar-benar gampang dibodohi…" kata Sasuke nyengir

"GLEP… Sa… Sasuke?! Kau bohong lagi, ya?!!!!!" seru Naruto kesal

"Salahmu sendiri tertipu…"

"Ugh!!!!!!!!! Setelah ini, kau akan kucarikan kerja berlipat ganda!!!!" seru Naruto

"Jangan bohong, dobe!"

"Yay!!!! Sasu akan bekerja seminggu penuh!!!!" –Naruto chibi menari-nari-

"Enak saja!!!!!! Kalau beneran, Nanti aku berhenti sekalian baru tahu!!!"

"Iya… iya… Bohong… bohong… huahahahaha!!!!"

"Dasar DOBE!"

"Sudah… sudah… habis ini kau ada kerjaan toh? Nanti malem aja kita telepon Koyu-chan!"

"hn…" itulah jawaban Sasuke, entah ya atau tidak… yee!!! Mana ekspresinya???


"I…….TA…….CHIIIIIIIIIIIIIII!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

"WUAAHH!!!! GOMEEENNN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

"SIALAAANN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

"GYYYYAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

"ITACHIIIIIIII!!!!!!!!!!! SINI LOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

"MAMIIII!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

Ada apa gerangan yang terjadi??? Begini lho…

10 menit lalu…

"Neji… kamu di mana?" panggil Itachi

"…" Rumahnya bagaikan kuburan… sangat sepi n' tidak bersuara

"Sunyi senyaapp……. Malam ku— HEI?! Siapa bilang ini malam Natal?!" ujar Itachi, sendiri nyanyi, sendiri yang kesel… -yare-yare-

"tumben… apa karena ini hari Sabtu semuanya meliburkan diri?" batinnya –masa seh?-

"hhhmm… -narik nafas kuat-kuat- NNNNNNNEEEEEEEEEEEEJJJJIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" teriak Itachi

"NEEEEEEEJIIIIIII……….. NEEEEEEEEJIIIIIIIII………… NEEEEEEEEEEE………… JIIIIIIIII……….. neeee…… jiiiiiii……… jiiiiii…….. jiii……..iii……." begitulah gema-nya

"HHUH!!!! Mana orang-orang di rumah ini?!!!!!!" seru Itachi kesal

Lalu Itachi yang kesal berjalan menuju kamar Neji. Dia memang pernah diperingatkan untuk tidak memasuki kamar Neji. Pernah ia mencoba sekali… tapi yang ia dapat adalah sandal, sisir, handuk, DLL; semuanya dilempar.Tapi kali ini ia saking kesalnya menuju kamarnya dan berniat untuk masuk. Saat sampai di depan ruangannya ia sudah melihat beberapa papan peringatan agar tidak ada seorang pun masuk kecuali yang berkepentingan… Itachi hanya menghela nafas dan menghiraukan peringatan itu; walau sudah memakai topi proyek pembangunan, 'utamakan keselamatan' –wehehehehe…… sejak kapan dia punya?!- Ia memutar pegangan pintunya, pintu terbuka dan ia berjalan masuk

"Neji… kau Di dalam?"

"….."

Tidak ada jawaban. Itachi tetap berusaha mencarinya. Ia berjalan melihat-lihat kamarnya

"Waah… mewah bener… sapa dulu… 'my angel' sih… huehehehehe……" batin Itachi nyengir

Lalu akhirnya ia mencapai pintu di kamar Neji yang terlihat paling… mewah,paling keren, paling TOP, paling Hebat, Paling gede… paling… paling… -semaput ga kuat nulis- (yang pasti paling bagus) dari pintu-pintu yang lain

"Seperti dilapisi emas murni aje…" gumam Itachi

CKREEEK……

"Ne—"

"GYAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

"WHAT?!!!!!!!" –Itachi mimisan-

"WHAT?! Tempat sepertin ini adalah kamar mandi?!!!! Mewah bangeeet!!!!!!!!!!!! Kyaaaa!!!!!! Ada Nejiiii ……. Seksi bo…" batin Itachi kaget sambi menutupi muka n' matanya juga hidungnya, walo masih curi-curi lihat, membisikkan kata 'lucky…' dengan pelan

"KELUARRRRR KAU!!! PERVERT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

KLONTAANG!!!!!!!!!!!!!!! JEDEEENG!!!!!!!!

Sebuah, 2 buah… Ember melayang di kepala Itachi

"AWWW!!!!!! …………….. KABUR DULU COY!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

"AWAASSS KAMU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" –pake baju secepat kilat-

Begitulah kejadiannya… membuat Neji mengejar-ngejar Itachi… padahal sudah hampir 3 jam lari-lari tapi masih kuat… -hoh…-

KRING!!! KRIING!!!!

"Ah! Telepon?" gumam Neji sambil berjalan dengan tenang ke arah telepon

"WHAT?!!!!! Masyaaa alaaahhh!!!!!!!!! OMFG!!! Demi jantungku yang udah mau berhenti gara-gara lari-lari tadi….! Cuma telepon aja dia berhenti?!!!! Padahal aku daritadi sudah teriak-teriak, memintanya untuk berhenti… tapi dia tidak menghiraukannya!!!!!!!!" batin Itachi luar biasa kesal

"Selamat… siang… Siapa ini?" tanya Neji

Perasaan sudah malam deh… hehehe…

"Oh… iya ya… sudah selama itukah aku mengejar si pervert itu?" batin Neji

Ingat siapa aku?

"Suara ini… Naruto-san?!"

Senang kau masih mengingatku… hehehe...

(Naruto! Cepatlah! Jangan buang waktu!!!)

"Hem… Samar-samar aku mendengar suara Sasuke-san…" gumam Neji

"Siapa sih itu?" tanya Itachi

"Ssst!!!"

Btw Koyu-chan… kapan-kapan aku mau main ke rumahmu boleh???

"Main ke rumah? Bo—"

"WHAT?!!!!!! SIAPA YANG MAU MAIN KE SINI?!!!! GUE HAJAR AJA TU ORANG!!!! BAKAL KUTIKAM, KUHAJAR SAMPE BABAK BELUR, BAKAR, TENDANG…..blah… blah… blah…" seru Itachi

Cuaca Hari ini : Sore hari ini…, maksud saya, malam hari ini… diperkirakan 100 akan terjadi hujan lokal… -dikejar Itachi-

Eh? Tidak boleh?

Suara sapa ntu, ya? (Batin Naruto)

BUAKK!!!!!!!!!

"DIEM!!!!"

"Iya deh… hiks…"

Anoo??? Apa kau baik-baik saja?

"Eh, tidak apa-apa kok!!! Kapan?" tanya Neji

Hem… besok Minggu bagaimana?

"Besok? Bisa… datang saja!" seru Neji

OK! Besok Minggu ya!!!!

"Ya…"

Daghhh…

CKREK…... TUT……... TUT……… TUT………

"..."

"…"

"HUAA!!!!!!! ITU SIAPA Angel-chan?!!!!" tanya Itachi sebel daritadi dikacangin

"Angel-chan?!!!! HEI!!!!!! JANGAN UBAH-UBAH NAMAKU TAHU!!!!!!!" seru Neji

"Kyyaaa!!!! Takuuut" –sejak kapan Itachi jadi kaya gini???-

"ITACHI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

Lalu mereka meneruskan kejar-kejarannya… setelah 'urusan' mereka selesai. Barulah Neji menceritakan telepon yang tadi diterimanya. Itachi sempat mau ngamuk, tapi karena 'Angel-chan' (Neji : Dasar Author gila!!!!!!) dia ga jadi ngamuk. Bersiap-siap untuk hari esok… begitu juga Naruto n' Sasuke

"Saso-chan!!!!" panggil Itachi

"Heh?"

"Kau bisa membuat ini?" tanya Itachi sambil menunjukkan sebuah gambar di sebuah majalah

"… bisa saja sih…" jawab Sasori sambil membaca korannya

"ajarin dunk…"

"… buat apaan?"

"Plissss!!!!!!"

"-sigh…- yawdah… sini… mana 'alat'-nya?" tanya Sasori

"Yay! Thanks Saso-chan!!!" seru Itachi senang "btw…"

"Hn?"

"Jangan kasih taw Neji-chan ya!"

"…terserahlah…"

"kalo ngomong bisa-bisa gua yang diketawain lagi…" batin Sasori sambil menghela nafas

TBC
A/N: Wew… FF saia tambah ancur… -ngakak- Ternyata Sasori juga muncul dikit koq -ditimpuk Cherry- Apa yang dibuat Itachi? RHS! Baca FF berikutnya dee!!! Hehehe… Maap atas ketidakmampuan saia... T.T Tapi Chapter yang kali ini memang belum begitu menjelaskan yang terjadi ya? T T' Janji chapter berikutnya aja deeeh…. Hehehe…… Review pliisss!!! Ja mata!!!!!