Declaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : NaruHina X NaruSaku

Genre : Hurt/Comfort

Chapter 3

Ke esokan harinya Hinata terbangun dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibir mungilnya. Hinata jadi bingung sendiri melihat dirinya yang rela bangun subuh - subuh hanya untuk membuat rambut indigonya ikal hari ini. Alhasil Hinata tampil sangat cantik dengan rambut ikal yang dihiasi jepitan kupu – kupu berwarna biru dipelipis kanannya. Neji pun sampai pangling dibuatnya.

"Wuuaahh..Hinaa chan kamu cantik sekali!" puji Neji sambil memeluk Hinata

"Makasih Niichan" Hinata tersipu malu mendengar pujian itu

Neji semakin gemas kala melihat semburat merah yang muncul di kedua pipi adiknya. Akan tetapi Neji terpaksa menahan diri untuk tidak mencubit pipi Hinata, karena jika tidak segera berangkat, mereka berdua sudah bisa dipastikan akan terlambat.

Di Konoha High School

"Hinaataa chan!" teriak Ino

"Hina chan! kata Tenten kemarin kamu men…" belum selesai Ino berbicara Kakashi sensei sudah berdiri didepan kelas.

Hinata buru – buru duduk di tempatnya yang berada tepat di belakang Ino, sambil memberi isyarat kepada Ino bahwa istirahat nanti dia akan cerita semuanya.

Berdiri Siaapp! Nagato memberikan komando

Beri salam kepada Sensei!

"Ohayougozaimasu Kakashi sensei" semua berkata dengan serempak

"Ohayougozaimasu. Duduk .. duduk.. duduk" balas Kakashi sambil cengar – cengir mempersilahkan murid – muridnya duduk.

Setelah semua muridnya sudah duduk manis Kakashi sensei memulai penjelasannya tentang materi yang sudah dicatat minggu sebelumnya. Selagi sensei menjelaskan sekali – sekali Hinata melirik kearah Naruto, sebuah senyuman menghiashi wajahnya tatkala memandang sosok pujaan hatinya itu.

Ten..teng..teng..!

"Baiklah anak – anak pelajaran kita berakhir sudah waktunya Istirahat" kata Kakashi sensei sambil membereskan peralatannya.

Begitu Kakashi sensei sudah keluar, Hinata segera menarik tangan Ino dan mengajaknya ke taman dekat aula untuk menceritakan dugaannya tentang sikap naruto. Sesampainya di taman Hinata memilih duduk dan bersandar dibawah sebuah pohon yang daunnya rimbun.

"Ino chan, aku punya dugaan kenapa Naruto kun bisa bersikap baik, seperti kemarin"

"ohh yaa?! Apa itu Hina chan?" Tanya Ino penasaran

"Minggu lalu, kamu ingat tidak?! Waktu aku marah – marah sama Naruto kun?"

"Iya..iya aku ingat Hina chan. Waktu itu kamu langsung pulang, sayang banget kamu nggak lihat ekspresinya Naruto waktu itu."

"Memangnya kenapa dengan ekspresi Naruto kun?"

"Dia kaget sekaligus merasa bersalah, soalnya dia juga sempat lihat air matamu sebelum kamu berlari keluar kelas" jelas Ino panjang lebar

"Benarkah itu Ino chan?" Tanya hinata memastikan

Ino hanya menganggukkan kepala.

"Uhhmm.. sepertinya dia benar - benar merasa bersalah. Soalnya begitu aku sampai di rumah, sekitar lima menitlah, dia sms aku. Ini smsnya!" kata Hinata sambil menunjukkan sms Naruto di ponselnya

"Maaf?! Hanya satu kata itu" kata Ino sedikit sinis

"Iya Ino chan,"

Ino sepertinya ingin mengatakan sesuatu lagi tapi Hinata langsung memotongnya sebelum Ino sempat mengeluarkan satu kata pun.

"Sudahlah Ino chan, aku tau apa yang kamu pikirkan. Naruto kun memang orangnya cuek dan terkadang suka semaunya. Kamu kan juga tahu dia orang yang gengsinya selangit. Jadi, "Maaf" satu kata itu sudah cukup menjelaskan kalau dia benar – benar merasa bersalah" jelas Hinata

"Iya juga sih!" ino membenarkan

"Ino chan sekarang balik ke kelas yuk"

Baru saja Ino akan berdiri tiba – tiba Hinata menyuruhnya untuk duduk kembali. Awalnya Ino ingin bertanya, namun batal karena dia sudah tahu apa penyebabnya.

"Sai senpai!"

"Eeehh.. Hinata. Ada apa?" Tanya Sai

"Uhhmm.. itu.. Ano.. hmm.. kata Neji nii, kemarin sai senpai menegurku?"

"Oohh..hehehe iya, tapi kamu diam saja"

"Gomen'nasai senpai" kata Hinata penuh penyesalan

"Iya nggak apa – apa koq Hinata"

"Uuhhmm.. kalau begitu aku masuk kelas dulu ya. Arigatou senpai"

Setelah mengucapkan terimakasih Hinata dan Ino segera kemabli ke kelas. Baru saja sampai di depan kelas Hinata tiba – tiba ditarik sama teman – temannya. Dan tiba – tiba saja semua teman – temannya sudah berada disekelilingnya membentuk setengah lingkarang.

"Hina chan kamu dari mana saja?! Dari tadi kami mencarimu" sahut Temari

"iya Hinata kami ingin bilang bahwa hari ini kamu sangat cantik" kata Tenten

"Tumben Hina chan berpenampilan seperti itu hari ini? Ada apa ayoo?!" Tanya Conan sambil tersenyum jail

Semua teman – teman Hinata memuji penampilan Hinata hari ini, sebenarnya pagi tadi pujian – pujian itu ingin dilontarkan tapi Hinata yang memang datang hampir bersamaan dengan Kakashi sensei membuat teman – temannya terutama yang cewek harus menahan diri. Belum cukup sampai disitu, wajah manis yang sudah seperti kepiting rebus itu membuat Uchiha sasuke tertarik untuk menggoda Hinata.

"Hei girls! Kalian mau tahu kenapa Hinata hari ini tampil cantik?

"Kenapa?!" Tanya para gadis, serempak

"itu karena Naruto!"

Jawab Sasuke yang berdiri diatas meja tepat ditengah ruangan. Seketika itu kelas X.A dipenuhi sorak – sorai, tepuk tangan dan suit – suitan.

"Ciiiieeee…."

Hianta benar – benar malu tapi dalam hati dia berteriak kegirangan.

Sejak hari itu Hinata dan Naruto dijadikan bahan godaan oleh teman – temannya. Bahkan nama mereka juga disingkat jadi NaruHina biar terkesan romantis. Hianata sangat bahagia, hatinya berbunga – bunga samapai suatu ketika ia tahu bahwa ada orang lain yang juga menyukai Naruto. Dia adalah Haruno Sakura.

Hinata tahu kalau Sakura memang menyukai seorang cowok diantara teman – teman mereka, tapi sungguh Hinata tak menyangka kalau orang yang disukai Sakura adalah orang yang juga ia sukai. Namikaze Naruto. Parahnya lagi! Hinata tahu hal itu dari Hikari, Hinata tidak bisa untuk tidak mempercayai perkataan Hikari karena Hikari adalah sahabat dekat Sakura. Jadi tidak mungkin Hikari berbohong.

Waktu itu Hikari menginap di rumah Hinata. Hinata memang sengaja memanggil teman – temannya untuk menginap karena ia sendiri di rumah yang terbilang sangat luas, dan yang datang malam itu lumayan banyak. Tapi yang menginap hanya Hikari. Saat mereka hanya tinggal berdua Hinata yang sudah penasaran sekali ingin tahu siapa orang yang disukai sakura akhirnya bertanya kepada Hikari.

"Hika chan! Kamu pasti tahu siapa orang yang disukai Saku chan?!"

"Iya Hinata aku tahu, tapi aku tak bisa memberitahumu"

"Hikari chan ku mohon! Beritahu aku, aku berjanji nggak akan kasih tau ke siapa pun termasuk Temari" kata hinata memohon

Mendengar itu Hikari sedikit menimbang – nimbang soalnya Temari itu kan sahabatnya Hinata jadi kalau Hinata sudah bilang begitu berarti dia bisa dipercaya.

"Baiklah Hinata chan tapi kau harus memegang kata – katamu"

"percayalah padaku Hika chan"

"Sakura menyukai Naruto"

Mendengar itu Hinata tak tahu harus berbicara apa lagi, akhirnya Hinata hanya diam. Karena tidak ada respon dari Hinata, Hikari memulai ceritanya.

"Awalnya Sakura tidak menyukai Naruto, dia menyukai Sasuke tapi karena belakangan ini Sasuke bersikap dingin dan acuh tak acuh kepadanya akhirnya dia memutuskan untuk melupakan Sasuke. Dia juga baru sadar kalau dia menyukai Naruto." Jelas Hikari

Namun penjelasan itu tidak berarti apapun bagi Hinata toh Sakura tetap menyukai Naruto. Setelah terlalu lama mereka berdua hanya diam dan Hikari juga jadi tidak enak dengan atsmosfer yang tiba – tiba berubah. Akhirnya dia memutuskan untuk tidur duluan. Hikari tahu kalau Hinata sebenarnya juga suka dengan Naruto.

Ke esokan harinya di Konoha High School tepatnya di kelas X.A saat jam istirahat.

"Hinata!"

"Ya Sakura chan, ada apa?"

"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu!"

Hinata sudah bisa menebak apa yang akan ditanyakan sakura padanya, karena itu Hinata ingin menghindar tapi tangan mungilnya ditarik oleh sakura.

"Hinata aku cuma mau memastikan apa yang dikatakan Hikari padaku itu benar"

"Apa yang dikatakan Hikari chan padamu Sakura?" entah kenpa Hinata tidak menggunakan embel – embel-chan pada Sakura.

"Jangan pura – pura bodoh Hinata!"

Cukup lama Hinata diam sebelum akhirnya dia berkata

"Ya Sakura, aku memang menyukai Naruto kun!" kata Hinata dengan wajah datar.

"Kalau begitu kita bersaing secara sehat! Seperti yang kamu ketahui Hinata! bahwa aku juga menyukai Naruto" kata sakura membuat kesepakatan dengan nada sura yang sedikit sinis.

Hinata sedikit terkejut dengan pernyataan Sakura barusan.

~ Hinata POV ~

"Bersaing….kamu salah Sakura, aku memang menyukai Naruto kun tapi begitu tahu kamu juga menyukainya tak ada sedikit pun niatku untuk bersaing denganmu. Aku tidak menyangka bahwa kau akan berkata seperti itu padaku. Jika memang kau sudah menganggapku sebagai sainganmu, lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan Sakura, tapi satu hal yang harus kamu tahu kalau aku tidak akan melakukan apapun!"

~ End Hinata POV ~

Hyuuga Hinata dan Sakura Haruno adalah teman dekat, mereka hampir saja menjadi seorang sahabat tapi sejak saat itu hubungan keduanya merenggang. Jangan pernah berpikir kalau Hinata yang menjauh sehingga hubungan mereka jadi seperti itu. Hinata justru sedih karena Sakura benar – benar menganggapnya sebagai saingan.

Hari – hari berlalu dengan cepat tanpa terasa Ulangan Semester Ganjil telah tiba. Hinata dan semua teman – temannya mulai disibukkan dengan urusan belajar. Di Konoha High School saat Ujian semester Kelas X digabung dengan Kelas XI, jadi untuk pertama kalinya Hinata dan Temari tidak berada disatu ruangan yang sama. Padahal sejak SMP mereka selalu bersama.

Hinata juga sudah tak sempat lagi memikirkan Naruto. Namun, sepertinya Naruto mulai merasakan sikap Hinata yang belakangan ini jadi dingin dan cuek terhadapnya. Sampai saat hari ke-4 semester berlangsung Hinata masih saja bersikap seperti itu, menyadari hal itu Naruto tidak mau tinggal diam dan dia mencari cara untuk menarik perhatian Hinata.

"Hinata chan, pinjam pulpen dong!" kata Naruto menghampiri Hinata

Tanpa berkata apa pun Hinata mengambil pulpen dari dalam tasnya dan memberikannya pada Naruto. Karena tak juga mendapatkan respon, Naruto mencari cara lain untuk membuat Hinata mengeluarkan suara untuknya.

"Hinata chan, bantu aku yaa kalau ada soal yang nggak bisa aku jawab!" kata Naruto sambil tersenyum.

Melihat itu mau tak mau Hinata jadi ikut tersenyum juga. Hinata sadar bahwa ia tak bisa terus – menerus berpura – pura cuek dan dingin terhadap Naruto. Sadar bahwa ia tak juga bisa melupakan Naruto membuatnya semakin nelangsa. Ia tak ingin bersaing dengan Sakura, dan dia juga takut kalau ia akan menyakiti Sakura, jika memang pada akhirnya Naruto memilih dirinya.

Naruto adalah seorang pria tampan bermata Saphire yang berasal dari Klan terkaya di Konoha setelah Uchiha, tapi jika meminjam sesuatu pasti lupa untuk mengembalikan benda itu kepada pemiliknya. Entah sengaja atau tida? Dan itulah yang terjadi, pulpen yang 2 hari lalu dipinjamnya belum juga dikembalikan sampai hari ini. Hinata juga baru menyadari kalau pulpen yang dipinjamkannya kepada naruto adalah pulpen pemberian Kiba, karena itu Hinata menghampiri Naruto

"Naruto kun, aku ingin mengambil pulpenku yang kamu pinjam"

"Nanti Hinata chan, setelah selesai aku janji akan segera mengembalikannya padamu, aku masih ingin memakainya" kata Naruto

Hari ini memang hari terakhir semester, akhirnya Hinata memutuskan untuk membiarkan Naruto memakai pulpennya sampai Ujian selesai.

"Baiklah, tapi begitu ujian selesai kembalikan pulpenku ya Naruto kun" kata Hinata yang kemudian berjalan ke tempat duduknya karena pengawas Ujian sudah masuk.

Ujian pertama di hari terakhir ini adalah sejarah. Beruntung soalnya sangat mudah bagi Hinata sehingga dia bisa menyelesaikannya dengan cepat. 15 menit terakhir Hinata menghabiskan waktunya untuk melihat ke sekelilingnya. Di antara teman – temannya, tampaknya Cuma Hinata yang sudah selesai. Saat memandang ke sekelilingnya Hinata tertegun melihat Naruto yang masih mengerjakan soalnya.

Pulpen yang digunakan Naruto bukan pulpen yang dipinjamkan Hinata melainkan pulpen berwarna kuning, entah milik siapa. Bukankah Naruto mengatakan bahwa dia masih ingin memakai pulpen Hinata samapi ujian selesai?!, tapi yang terlihat, pulpen Hinata hanya diletakkan di atas meja tepat disampingnya.

Dalam Lamunan Hinata

"Apa maksud Naruto kun dengan semua perlakuannya kepadaku? Aku yang salah mengartikan atau memang Naruto kun juga menyukaiku? Tapi bagaimana dengan Sakura? Mengapa disaat aku ingin belajar untuk melupakannya, belajar untuk tidak peduli, belajar untuk menjauh darinya, Dia datang di hadapanku dengan semua pesonanya tanpa memikirkan perasaanku juga perasaan Sakura. Apakah Naruto tidak tahu kalau aku dan Sakura menyukainya?"

"Hinata..Hinata!" Sai menegur Hinata yang duduk tepat di sebelahnya.

Hinata tersadar dari lamunannya.

"Kamu kenapa Hinata?"

"Uhmm.." Hinata bingung mau menjawab apa

Sai tahu kalau Hinata sudah selesai mengerjakan soalnya sejak tadi, dan dia juga tahu kalau Hinata sedang melamun. Sai sedikit Khawatir dengan Hinata, belakangan ini dia sering melamun, dan dari sorot matanya ada kesedihan yang terpancar.

"Kamu sudah selesaikan Hinata, Kumpul yukk!" ajak Sai sambil tersenyum

Yang diajak hanya mengangguk, ingin rasanya Sai menghibur Hinata tapi dia tak tahu bagaimana caranya. Terpaksa Sai hanya bisa diam melihat Hinata yang sepertinya memang ingin sendiri.

Begitu Ujian sejarah selesai semua siswa di Konoha High School bernafas lega! Mereka semua juga bersiap – siap untuk menikmati hari bebas itu. Bebas dalam artian tidak ada buku, tugas maupun ulangan.

"Hinata kita nggak langsung pulang ya" kata Neji

"Memangnya kita mau kemana?" Tanya Hinata sedikit tidak bersemangat.

Sama halnya dengan Sai, Hyuuga Neji juga tahu kalau adiknya ini punya masalah tapi Neji tak pernah memaksa Hinata untuk bercerita karena tanpa diminta pun Hinata akan cerita kepadanya jika ia sudah siap, jadi sebelum Hinata mau bicara yang bisa dilakukan Neji adalah menghibur adik semata wayangnya itu.

"Udah kamu ikut aja!" kata Neji sambil menarik tangan Hinata.

Kali ini Neji juga mengajak Sai. Tapi sebelum mereka bertiga keluar kelas Hinata menghentikan langkahnya, Neji yang memang dari tadi masih menggenggam tangan Hinata jadi ikut berhenti. Lalu menatap kearah Hinata dengan penuh tanya.

"Neji nii aku masih ada perlu dengan Naruto kun, lebih baik Neji nii dan Sai senpai menunggu di mobil" kata Hinata

Neji melepaskan tangan Hinata dan berjalan ke parkiran bersama Sai. Saat itu juga Hinata menghampiri Naruto. Melihat seorang Hyuuga berjalan kearahnya, Naruto sudah tau apa yang akan Hinata lakukan. Hinata ingin mengambil sebuah pulpen berwarna biru miliknya.

"Naruto kun ak…"

belum selesai Hinata berbicara Naruto berlari dan memberikan Hinata sebuah tantangan

"Hinata chan, kalau kamu ingin pulpenmu kembali. Kejar aku!"

Awalnya Hinata kaget dan ragu untuk menerima tantangan itu, pertama karena ada Sakura yang memperhatikan mereka, kedua Hinata tidak mau kalau Sakura cemburu padanya, dan yang ketiga Hinata sudah lelah dengan semua sikap naruto yang mempermainkan hati dan perasaannya dan Sakura.

Tapi karena pulpen itu adalah pulpen pemberian Kiba, mau tidak mau Hinata mengikuti permainan Naruto dan berjanji kalau itu untuk yang terakhir kalinya.

"Na..Na..Naruto kun! Kembalikan pulpenku" kata Hinata terbata – bata berusaha mengatur nafasnya yang masih kacau sehabis berlari.

Melihat Hinata yang sudah kecapean Naruto akhirnya mengakhiri permainannya lalu mengembalikan pulpen Hinata. Setelah pulpen itu sudah ada dalam genggaman sang Hyuuga Naruto menatap mata Hinata. Amethyst dan Saphire bertemu. Cukup lama mereka saling tatap sebelum akhirmya Naruto berlalu dari hadapan Hinata.

Hinata tak ingin menangis tidak di hadapan Sakura dan teman – temannya, namun Hinata yang memang sejak tadi ingin menangis akhirnya membiarkan cairan sebening Kristal itu membasahi pipinya. Sakura yang menyaksikan itu hanya menatap Hinata, Emerald itu memancarkan rasa iri dan benci terhadap Hinata.

Tidak kuat lagi, Hinata akhirnya berlari menyusul Neji dan Sai yang memang sudah menunggunya sejak tadi

Neji dan Sai yang mulai sedikit khawatir karena orang yang ditunggu tak kunjung datang, semakin cemas ketika mereka melihat Hinata yang berlari sambil berurai air mata.

"Hinata..Kam" Neji tidak jadi melanjutkan kata – katanya karena Hinata memeluknya.

"Neji nii..a..aku..mau pulang!" kata Hinata sesegukan, berusaha meredam isak tangisnya agar tidak semakin banyak orang yang melihatnya seperti itu.

Neji dan Sai saling pandang, terpaksa niat mereka untuk menghibur Hinata dibatalkan dan mereka segera menuju ke Mansion Hyuuga. Kali ini Neji tidak bisa tinggal diam, dia harus tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Hinata, begitu mereka sampai Neji segera berlari mengejar Hinata yang juga langsung turun dari mobil bahkan sebelum mobil itu benar – benar berhenti dengan sempurna.

Sai yang juga ikut berlari mengejar Hinata menghentikan langkahnya, saat Hinata tiba – tiba berhenti. Begitu juga dengan Neji. Hinata yang sudah berdiri di anak tangga kelima berbalik ke arah kakaknya juga Sai.

"Aku akan menceritakan semuanya! tapi saat ini aku benar – benar lelah, aku…" Hinata menghentikan kalimatnya, tiba – tiba dia merasa pusing.

Sai yang pertama kali tersadar, segera berlari untuk menangkap tubuh Hinata dan tepat saat itu juga Hinata jatuh pingsan. Hal yang terkahir kali dingat oleh Hinata adalah Sai yang menangkap dan memeluk tubuhnya sebelum ia sempat menyentuh bumi.

#%TBC#%

.

.

Don't Forget To Review and now aku mau balas review dulu, sekaligus curhat hehehe.. Buat readers sekalian aku mau kalian tahu, jujur sebenarnya berat banget rasanya untuk melanjutkan fanfic ini. Soalnya seperti yang kalian ketahui Fic ini 50% dari pengalaman pribadi author jadi otomatis dalam pembuatan fic ini sangat menguras tenaga, pikiran dan perasaan. Pertama author sendiri harus lebih sering – sering flashback ke masa lalu, kedua itu artinya sama saja membuka luka lama dan yang ketiga aku sampai meneteskan air mata saat mengetik dan memperbaiki fic ini hehehe lebay mode on. Tapi ini beneran, serius! Tapi ya sudahlah aku merasa fic itu sebagai sebuah kewajiban dan tanggung jawab, apabila sudah dipublish dan jika itu perchapter ya harus di selesaikan sampai tamat. Tidak peduli bagaimana pun kecuali kita memang sudah tidak ada, ngerti kan maksudku? ^_^ dan yang terakhir THANK'S FOR REVIEW, KRITIK DAN SARANNYA SANGAT MEMBANGUN. Peluk sayang dari author hehehe…

AngelzVr dan : Gimana udah cukup panjang kan? :D

blackschool : Panggilnta jangan kk thor dong! Panggil Aik-chan saja ok :)