TITLE : Cool & Tsundere
DISCLAIMER : Naruto milik Masashi kishimoto
AUTHOR : ^JeWon^
PAIRING : NaruHina
GENRE : Romance
RATED : T
WARNING : OOC , TYPO , EYD , DLL
SUMMARY : Seorang laki-laki yang terkenal dengan sifat nya yang cool diam-diam menaruh hati ke gadis Tsundere di sekolahnya
Bad Sumarry _
Chapter 3
#AUTHOR POV
Hinata memandang keluar jendela mobil, suasana malam di konoha sangat ramai, banyak mobil berlalu lalang di samping nya.
"Dimana rumahmu?"
Hinata mengalihkan pandangan nya.
"Masion Hyuuga. Kau tau kan?" Ucap Hinata
"Ngomong-ngomong, duren..-"
"Namaku Naruto, Namikaze Naruto."
"Tsk! Itu terserah ku mau memanggil mu apa, dasar." Ucap Hinata ketus
Naruto tersenyum kecil.
"Terserahlah, dasar cerewet."
Skip~
Naruto memandangi Rumah yang hampir menyerupai istana itu, kebun yang luas dan asri menambah keindahan masion Hyuuga, ya walau masih kalah jauh dari kemegahan masion Namikaze-Uzumaki milik orang tuanya.
Naruto terkekeh melihat gadis yang baru saja mengoceh tak jelas itu sekarang tertidur pulas dengan nyaman.
"Haah~"
Naruto menghela napas.
walau secara fisik 'mereka' tidak mirip tapi sifat dan kelakuan mereka sangat mirip, gadis kuat dan cerewet.
"Sarah-chan~" Gumam Naruto
"Eugh.. Sudah sampai ya." Hinata mengucek mata nya pelan.
"Ada apa? duren?" Hinata memiringkan mukanya bingung, kenapa laki-laki duren ini menatapnya seperti itu.
"Tak ada, cepat keluar."
"tsk! tanpa kau suruh, aku akan keluar, dasar duren-baka."
BRUMM BRUMM
Hinata kembali mengeluarkan sumpah serapah nya melihat mobil berwarna biru langit itu menghilang tanpa mengantarkan nya kedalam. Hei, tidak mungkin kan dia berjalan ke rumah nya dengan berjalan kaki melewati kebun YANG SANGAT LUAS itu dengan kaki yang terluka.
"Dasar tidak punya hati. tsk.. aww.. I-ttai.."
Hinata berjalan tertatih-tatih ke arah pagar yang tinggi itu, memencet bel yang tersedia di sudut pagar.
"Kyaaa... Hinata-sama. Kenapa kaki anda?"
"Hinata-samaaa.."
"Urusai"
COOL & TSUNDERE
"Yo, Naruto. Kemana saja kau?"
Naruto tak menjawab, dia menyandarkan tubuhnya ke sofa, Memenjamkan mata biru itu.
"Kau pasti masih ke pikiran sarah kan?"
Naruto tak menjawab.
"Relakan dia Naruto, aku nyakin di atas sana, Sarah tidak akan senang jika kau begini."
Naruto membuka matanya, memandangi langit-langit atap. Kata-kata Kiba barusan masih terngiang di kepalanya.
"Relakan dia"
Naruto menutup matanya dengan tangan, bayangan gadis berambut merah yang tersenyum selalu ada di pikiran nya.
"Yokatta, kau selamat, Naruto-kun"
Kejadian yang sangat ingin dilupakan nya terus ada di pikiran nya laksana kaset yang terus menerus di putar di otak nya, kejadian yang membuat dia kehilangan sang gadis.
Naruto meringis, di saat sang gadis akan di antarkan ke peristirahatan terakhirnya, dia malah tertidur tak sadarkan diri di rumah sakit. Sejak kejadian itu, dia tertidur selama 2 minggu.
"Oy, Duren..-"
Naruto terbelalak kaget, kenapa bayangan gadis cerewet itu bisa masuk kepikiran nya.
"SINI KAU, DUREN-BAKA. AKU AKAN MEMBUNUHMU"
Naruto tertawa, gadis itu sangat lucu menurutnya. Seorang gadis yang mampu membangkitkan kebiasaan dulunya walaupun sedikit.
"Naruto kenapa, dia terlihat aneh sekali. Senyum-senyum sendiri." Tanya Kiba.
"Entahlah"
Shikamaru mengindikkan bahunya
COOL & TSUNDERE
Di sebuah kamar yang bernuansa lavender, seorang gadis duduk di sisi kasur. Di samping nya ada sebuah kotak P3, handuk, dan air bersih.
"Hinata-hime, bagaimana kaki anda. ini saya bawakan susu cokelat kesukaan anda." Seorang perempuan berpakaian pelayan membawa nampan berisi susu cokelat panas.
"Hn, letakkan di sana dan juga bawa semua ini" Hinata sibuk memperban kembali kakinya
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu. Selamat malam." Pelayan wanita itu pergi.
BLAM
"Cih."
Hinata merebahkah badanya ke kasur queen size miliknya.
"Namikaze Naruto ya.. hm.."
"laki-laki yang malang, masih terjebak dengan cinta pertamanya."
Hinata memainkan tangan nya di udara, layaknya seperti menulis di udara.
"Cih, kenapa aku jadi mikirin duren-baka itu, sebaiknya aku tidur..." Hinata menarik selimut bewarna lavender nya sampai menutup pinggang nya.
"Selamat malam, Kaa-chan." Gumam Hinata pelan.
Skip~
APARTEMEN NARUTO
02.00 AM
Terlihat seseorang laki-laki yang gelisah dalam tidurnya, keringat dingin bercucuran dari kulit tan nya, laki-laki itu juga sering merubah posisi tidur nya.
"Sarah" Gumam Laki-laki itu aka Naruto
#NARUTO POV
Darah, Kobaran api, teriakan, suara tembakan dan Bom.
Semua mejadi satu disini, sebuah peristiwa yang merubah hidupku.
"Yokatta, Kau selamat Naruto-kun."
Gadis itu, dia tersenyum manis padaku tanpa memperdulikan luka tembakan yang bersarang di dada nya.
"S-sarah chan.." Aku memangku kepalanya.
"TOLONG KAMI... TOLONG.."
"percuma Naruto-kun. Tak ada yang bisa menolong kita. Lihatlah mereka semua juga membutuhkan pertolongan."
Kualihkan pandangan ku ke sekitar, benar mereka semua tergelatak tak berdaya.
"Naruto-kun"
Aku kembali mengalihkan pandanganku ke gadis ini, seorang gadis yang mampu membuat hidupku lebih bewarna .
Dia memegang pipi ku yang sudah basah dengan air mata, tersenyum walau keadaan nya sudah terluka parah.
"Aishiteru.."
Aku terbelalak saat dia menutup mata nya.
"T-tidak.. TIDAK.. JANGAN PERGI."
#AUTHOR POV
Naruto terbangun dari tidurnya dengan napas tersenggal-senggal.
"Kuso, mimpi itu lagi. Haah~" Naruto kembali membaringkan tubuhnya.
"Kau selalu menghantui ku, Sarah-chan"
Naruto menutup matanya, mencoba melupakan masa lalu kelam nya dan melanjutkan hidup untuk masa depan .
06.30 AM
"NANI? Kusooo Aku terlambat." Seorang gadis segera melompat dari kasur, menyambar handuknya sebentar dan langsung berlari ke kamar mandi
BUKK BAKK BUKK BAKK
Waktu mandi yang biasanya di habiskan 15 menit sekarang hanya 5 menit, dengan cepat gadis itu berpakaian seragam sekolah nya. Dia berlari menuruni tangga tanpa memperdulikan bagaimana bentuk wajahnya. Yang hanya dipikiran nya sekarang adalah JANGAN TERLAMBAT LAGIIII!
"Hime-sama sarapannnn..."
"Hime-sama hati-hati.."
"Hime-sama..."
Teriakan demi teriakan terdengar di mansion megah itu, para pelayan ikut gasak gusuk melihat hime mereka yang terkejar waktu.
06.45 AM
Hinata menyambar kunci mobil yang tersimpan rapi di laci meja, ya walaupun dia tidak ingin menggunakan mobil pemberian tou-san nya itu tapi ini adalah darurat, dia bisa saja di hukum oleh Anko sensei.
BRUMM BRUMM
Hinata menginjak gas mobil bewarna lavender itu dan segera pergi ke sekolah.
'15 menit lagi.. aku harus cepat..'
Hinata mengendrai mobil nya dengan cepat, dia tidak memperdulikan teriakan-teriakan dari pengendara lain.
Tiba-tiba di samping nya ada mobil bewarna biru langit tanpa harus melihat kedalam kaca mobil itu, dia sudah tau siapa pengendara nya.
"Duren-baka" Gumam Hinata kesal.
Menurutnya duren aneh ini sedang mempermainkan nya, berkali-kali mobil biru langit itu menghalangi jalan nya.
"Cih, mengajak balapan nya.. Baiklah, akan ku ladeni kau.." Hinata melirik jam tangan nya.
'10 menit, itu sudah lebih dari cukup untuk mengalahkan mu..' Gumam Hinata
Gadis berambut indigo ini semakin mempercepat mobil nya.
Naruto tersenyum simpul saat mobil laverder itu terlihat merespon ajakan nya.
'Gadis pintar.' Naruto tersenyum .
BRUMM BRUMM
Hinata menancap gas dan berhasil melewati mobil Naruto tapi Naruto tak tinggal diam, laki-laki berambut pirang ini semakin menambah kecepatan nya.. sekarang posisi mobil mereka sejajar dan jalan masuk sekolah mereka di depan mata.
Hinata semakin menambah kecepatan dan kembali berhasil melewati Naruto dan FINISH..
Hinata berhasil memasuki jalan masuk sekolah dan diikuti Naruto di belakang. gadis ini mengurangi sedikit kecepatan nya saat pintu gerbang Konoha High School terlihat, bisa mati dia kalau pihak sekolah melihat mereka balapan .
Hinata memparkirkan mobil nya begitu juga dengan Naruto. Gadis berambut indigo ini keluar dengan angkuh.
"Heh, memalukan.. kalah dari seorang gadis." Hinata memainkan kunci mobilnya.
Naruto mengalihkan pandangan nya..
"Terserah kau saja.." Naruto berjalan melewati Hinata.
"Hei kau duren-baka" Hinata berteriak.
"Kau masih mau berdiri mematung disana atau kena hukum Anko-sensei karena terlambat masuk kelas." Ucap Naruto.
"N-nani..? Oy.. Tunggu aku.." Hinata berlari mengejar Naruto.
Dan rupanya Kami-sama masih melindungi mereka, buktinya Anko-sensei belum masuk kelas mereka.
"Hinata-chan, Yokatta.." Sakura segera menghampiri gadis itu.
"Kami kira kau akan terlambat." Ucap Ino
"Ehehe..." Hinata tertawa.
Naruto berjalan menghampiri teman-teman nya dari anggota fox.
"Kau datang.." Kiba mengalihkan pandangan nya.
Naruto duduk di kursi nya dan menaruh tas biru tua itu ke atas meja berniat menjadikan nya sebagai bantal untuk tidur..
Kiba menarik satu kursi dan duduk di samping Naruto yang terlihat mau pergi ke alam tidur nya..
"Malam ini, kami akan pergi.. Kamu mau ikut?"
Naruto membuka matanya sesaat..
"Tidak. Aku capek.."
Kiba menyergit kan dahinya
"Kau yakin? kita nggak ketempat biasa lo... sie rambut merah itu mempunyai tempat baru katanya.." Ucap Kiba..
"Tidak."
Kiba menghela napas sesaat, jika seperti ini tidak ada yang bisa menentang kehendak sang ketua.
"terserahlah.." Kiba berdiri dari kursi nya dan berjalan menghampiri sasuke untuk mengabari keputusan ketua.
Naruto mengalihkan pandangan ke arah 4 orang gadis yang terlihat asik dengan cerita mereka, dengan posisi yang masih seperti semula yaitu merebahkan kepala nya di meja dengan tas sebagai bantal nya.
Naruto memandangi gadis berambut indigo itu. Dia terlihat senang, sesekali gadis itu memegangi perut nya menahan tawa. Naruto ikut tersenyum saat mendengar lolucen yang keluar dari bibir nya.
"Hei hei Hinata-chan. Kami akan pergi ke kafe Sun. Kau mau ikut tidak?" ajak Ino.
"Kafe Sun?" Hinata memiringkan kepalanya bingung, dia tidak pernah mendengar nama kafe itu sebelum nya.
Sakura tersenyum.
"Kafe itu baru buka kemarin.. katanya kafe itu membuat promo untuk pembukaan resmi kafe mereka hari ini terlebih untuk para jomblo seperti kita.." Ucap Sakura
Hinata ngangguk-ngangguk mengerti.
"Promo itu belum di beritahukan tapi nanti saat jam 5 sore ini. Bagaimana? kau mau ikut kan?" Ucap tenten.
Hinata berpikir sebentar, seingatnya hari ini dia Free tidak ada urusan apapun di rumah.
"Baiklah, aku ikut." Ucap hinata tersenyum
Sakura, Ino dan Tenten tersenyum senang.
"Kafe sun ya, hm.. menarik." Naruto tersenyum misterius.
Dia beranjak dari kursi nya dan berjalan ke arah anggota Fox.
"Ada perubahan rencana.." Ucap Naruto tersenyum misterius.
Kiba, Sasuke dan Sai menengok ke arah nya
COOL & TSUNDERE
Sasuke memainkan kunci mobil nya, mata onyx nya terus menjelajahi murid-murid yang keluar dari gerbang sekolah berniat mencari si kepala kuning dari murid-murid tersebut
"Ne ne Hinata-chan.. Hari ini kau berangkat menggunakan mobil kan? aku ikut ya.."
Sasuke menoleh ke arah 4 gadis yang berdiri di parkiran. Mata nya tertuju kepada gadis berambut pink yang terlihat memohon kepada gadis indigo di depan nya.
"Gadis memalukan.. apa dia tidak mempunyai mobil sendiri.." sindir Sasuke.
Sasuke kembali memandangi gadis-gadis itu, terlihat si rambut indigo mengangguk kan kepalanya dan si rambut pink bersorak gembira dan memeluknya.
"Dasar gadis aneh.."
"Yo.. Sasuke.." Sasuke menoleh
anggota Fox berdiri di samping nya..
'Sejak kapan mereka disini,' Batin Sasuke.
Karena terlalu asyik memperhatikan si rambut pink, Sasuke jadi tak menyadari teman-teman nya
"Jadi apa maksudmu dengan perubahan rencana? Naruto.." Tanya Gaara.
"Kita akan ke Kafe Sun." Ucap Naruto.
"K-kafe Sun? heh.. kamu ikut promo nya ya? Wah.. tak ku sangka?"Ucap Kiba tertawa .
BUKK
Naruto memukul kepala Kiba menimbulkan benjolan besar di kepalanya..
"Kalian ikut saja.. Kita akan berkumpul jam 5"Ucap Naruto datar dan pergi ke arah mobil nya.
Kiba yang telah sadar dari kepalanya berniat membalas Naruto tapi Gaara sudah memengangi badanya..
"Woy woy Teme.. itu sakit.. hey hey...-"
"Apa boleh buat, itu keputusan ketua.. Hoam.." Shikamaru menguap malas dan berjalan ke arah mobil nya.
"...-Naruto-teme jangan pergi kau.. Hey hey.." Kiba semakin memberontak.
"Ayo kita pergi.." Sasuke juga berjalan ke arah mobil nya meninggalkan Sai, Kiba, dan Gaara yang masih setia memegangi Kiba.
"Baiklah, aku pergi.. sampai bertemu di Kafe.." Sai tersenyum dan berlalu dari sana.
Gaara melepaskan Kiba dan berjalan pergi..
"Woy woy hosh,, hosh.. kalian.. hosh.. tega padaku.. hosh.. Hei Gaara tunggu aku. Aku ikut mobil mu" Kiba berlari mengejar Gaara yang sudah siap pergi dengan mobil nya.
Skip~
Hinata melilitkan handuk lavender nya dan membuka pintu kamar mandi.
"Haah~ Mandi sore memang mengasyik kan.." Hinata membuka pintu balkon nya dan menghirup udara sore .
"Kyaaaa.. Hime-sama.. kenapa anda keluar dari balkon menggunakan handuk saja.. cepatlah berpakaian.. bagaimana jika ada yang melihat." Hinata mengendarkan pandangan nya ke bawah, terlihat pelayan wanita nya berteriak histeris.
Hinata hanya mengindikkan bahu dan kembali menikmati pemandangan dari balkon rumahnya..
"Kyaaa Hime-sama.."
"Waaah... Tubuh Hime-sama memang yang terbaik.."
"Hime-sama..."
Muncul perempatan siku-siku di kening Hinata, gadis berambut indigo ini menghirup napas dalam-dalam.. Sebelum
"URUSAI ... Cepat pergi dari sana..."
Hinata menutup pintu balkon nya dan berjalan ke arah lemari pakaian.
Mata nya meneliti pakaian apa yang akan di pakai nya saat ke Kafe Sun.
"Yosh.. sudah kuputuskan.."
20 MINUTE LATER
"Wah.. rumahmu megah juga, Hinata-chan"
Sakura meminum teh yang di sediakan pelayan.
"Tidak juga.."Hinata tersenyum.
"Hm.. Kalau dilihat-lihat seperti nya rumah mu ini termasuk dalam 3 kategori Mansion termegah di Konoha."Ucap Ino.
"Benarkah? siapa yang lain..?" tanya Hinata.
"Mansion Namikaze-Uzumaki dan Mansion Uchiha." Ucap Tenten.
'Mansion Namikaze-uzumaki?' Batin Hinata.
"Oh begitu.. sudahlah ayo kita berangkat." Hinata berdiri dan mengambil kunci mobil nya.
TBC
.
.
.
.
.
Yeay.. akhirnya selesai juga...
Gimana dengan chapter ini? semakin ngebosenin ya?
Gomen ne :(
.
.
Lama banget ya publish ya? gomen :(
.
.
.
REVIEW MINNA-SAN
