"I HATE RAIN"
.
.
.
"I Hate Rain Chapter 3"
Disclaimer: Eyeshield 21 © Riichiro Inagaki & Yusuke Murata
Genre : Romance, Humor, Friendship
Story : I Hate Rain © Bebek L Dark Evil
.
.
.
Saya author baru disini jadi mohon bantuannya #nodong bazoka (PLAK)
Warning : Gaje, OOT, OOC, Ancur, Tak memperhatikan EYED and Etc =_="
Selamat menikmati cerita yang di buat oleh author bebek gaje ini.
.
.
.
あたたかな記憶
Atataka na kioku
"Ingatan yang hangat"
.
.
.
"Ahahaha, lupakan saja Aoi, aku cuma bercanda!" ujarnya tertawa riang.
"Hahaha sudah kuduga pasti begitu."
"Aku mau tidur dikamar Rika, sebaiknya kamu juga tidur."
Riku berjalan memasuki kamar adiknya yang tak jahu dari kamarnya.
"Huft, hampir saja." Ia menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur adiknya.
RIKU POV
"Huaaa... aku sudah gila. Kenapa aku mengatakan hal itu pada Aoi?"
"Dasar Baakkkkaaaa...!" Riku berteriak-teriak gaje sambil menjambaki rambut silvernya.
"Huh, Moon Bow. Aku merasa Aoi itu seperti Moon Bow."
"Ah, kenapa sekarang aku memikirnya? Huaaa.." Riku menutup wajahnya dengan bantal.
"Manis."
"Aku ngomong apa lagi seh ini?"
"Kenapa dengan otakku. Apa aku salah makan?"
"Sepertinya aku harus latihan agar otakku tak berfikir macam-macam kayak gini."
"Ah, nanti sore sajalah aku latihannya."
"Huh, aku. Apa aku menyukai Aoi ya?" tanyanya pada dirinya sendiri.
Riku beranjak dari tempat tidur adiknya.
"Eh apa ini?" Riku mengambil buku di bawah kakinya.
"Mungkin ini buku harian Rika. Dasar gadis kelas 3 SMP masih dalam masa puber pakek nulis diary segala, kayak anak SD aja."
Gumam Riku gak pakek pikir panjang.
Ia membuka buku dengan sampul berwarna biru itu.
"Foto." Riku terlihat heran.
Ia membuka lembar demi lembar buku itu. Ia berhenti di lembar terakhir buku itu. Dibacanya sebuah tulisan yang membuatnya tertarik.
.
.
.
"Yosshh... hari ini hari yang sama seperti biasanya tak ada yang menarik jadi aku putuskan untuk tidur. Kakak masih belum pulang jadi aku kunci saja rumah dari dalam. Lagian kakak juga punya kunci cadangannya."
"Hari ini kakak minta bantuanku, dia menyeretku kekamarnya. Dasar kakak yang menyebalkan."
"Saat aku sampai dikamarnya aku terkejut karena ada gadis yang tidur di ranjang kakak. Dia cantik. Rambutnya terlihat sangat halus dan lembut."
"Aku harap dia tak hanya cantik tapi hatinya juga baik. Dengan begitu aku akan menjodohkan kakakku yang bawel itu dengannya hahaha..."
"Okey karena sudah malam aku mau tidur, oyasumi Ri-chan"
-RIKA KAITANI-
.
.
.
"Hahaha, dia berfikir yang tidak-tidak. Dasar anak kecil." Ia tersenyum simpul dan menaruh buku itu di meja belajar adiknya.
"Kalau pun aku pacaran dengannya, Rie akan selalu mengganggu Aoi." Ia merebahkan tubuhnya di kasur Rika.
"Tapi Aoi memberiku kesan yang berbeda. Gadis anah yang menunggu seseorang di tengah hujan lebat seperti itu, membuatku tertarik." Ia menginggat-ingat saat ia pertama melihat Aoi dibawah hujan.
"Tapi siapa yang ia tunggu ya? Mungkin pacarnya."
"Kalau dia sudah punya pacar tak ada harapan lagi untukku."
"Tunggu, kenapa aku bilang seperti itu barusan, apakah aku sudah berniat untuk menjadikannya pacarku."
KAMI-Sama kenapa dengan otakku." Riku lagi-lagi menjambaki rambutnya yang tak berdosa.
END OF RIKU POV
.
.
.
-xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx-
.
.
.
AOI POV
Gadis manis yang ditemui Riku dibawah hujan itu kini sedang menutupi seluruh badannya dengan selimut, kecuali bagian mulut keatas dibiarkan terbuka.
"Riku." Ia menatap sebuah foto yang beberapa menit lalu ia pegang.
"Apa aku menyukainya. Dia begitu keren tapi mungkin dia sudah punya pacar."
"Mungkin gadis yang menelfon ke ponselnya tadi pagi itu pacarnya, tapi kalau pacarnya, kenapa Riku menghindar dan tak mau bertemu dengannya?"
"Dia memang cowok aneh."
"Ah sebaiknya aku tidur saja."
END OF AOI POV
.
.
.
NORMAL POV
-Pukul 3.30 PM-
"Kakak aku pulang." Teriak Rika.
"Selamat datang Rika." Aoi tesenyum manis.
"Loh kakak Aoi kenapa berpakaian seperti itu?" Rika heran dengan penampilan Aoi yang memakai celek memasak.
"Ah, kakak cuma bikin masakan untuk kalian." Ia tersenyum.
"Loh kak Riku mana?"
"Mungkin masih tidur di kamarmu." Jawabnya.
"Kak Aoi manis sekali, beda sekali dengan kak Rie yang kasar itu." Katanya ketus.
"Heh, kak Rie? Siapa itu?"
"Oh, dia suka dengan kak Riku tapi sepertinya kakakku tak suka dengannya. Aku sendiri tak suka dengannya."
"Loh kenapa?" tanyannya penasaran.
"Kak Rie itu jahat dan suka mencubit kedua pipiku,huhhh..." Rika mengembungkan pipinya.
"Ah, aku jadi ingin bertemu dengannya?"
"Nanti kau juga akan bertemu dengannya." Kata Riku menuruni tangga.
"Eh, kau sudah bangun." Aoi menyapa Riku.
Rika memperhatikan tingkah Riku dan Aoi.
"Kalian berdua, serasi sekali. Seperti sepasang kekasih." Ujar Rika tanpa sadar.
"Aku tak sudih pacaran dengannya." Jawab Aoi ketus. Tapi diam-diam ia tersenyum simpul.
"Duaakkk..." Riku menjitak adiknya.
"Kakak sakit tau." Ujar Rika kepada kakaknya.
Ia memeganggi kepalanya yang kenak pukul itu.
"Mangkannya jangan ngomong yang aneh-aneh." Riku menasehati adiknya.
"Huhh..." Rika hanya mengembungkan kedua pipinya.
Tokk tokk tokk...
"Rika buka pintunya, kalau Rie mencariku jangan bilang kalau aku ada dirumah. Aku mau sembunyi dulu." Riku berlari meninggalkan Aoi dan Rika yang masih bengong.
"Jangan-jangan Rie yang datang. Kak Aoi sebaiknya lanjutin masaknya, jangan keluar sampai dia pulang." Perintah Rika.
"Baiklah." Aoi berjalan cepat-cepat kearah dapur.
Rika membuka pintu dan dalam sekejap gadis berambut sebahu mencubit kedua pipi adik running back seibu itu.
"Rie, lepaskan aku." Teriaknya.
"Baiklah." Gadis yang tingginya kira-kira sama dengan Aoi itu melepaskan tangannya dari pipi Rika.
Rika yang kesakitan memeganggi pipinya yang memarah.
"Awas saja kau, ku do'akan kau tersandung."
"Mana kakakmu?" tanyanya santai.
"Dia tak ada."
"Jangan bohong."
"Aku tak bohong."
"Baiklah akan aku periksa kamarnya."
Ia melangkah menuju tangga tapi saat ia berada di depan pintu dapur ia tersandung sesuatu dan wajahnya yang putih meluncur mencium anak tangga yang di posisi pertama.
"Hahaha mangkannya kalau jalan pakak mata." Ejek Rika.
"Aduh, sakit." Ia memeganggi hidungnya yang agak memar.
"Sudah kubilang kakak tak di rumah. Sebaiknya kau pulang." Usirnya.
"Tadi pagi saat aku telfon dia, yang menjawab telfonku itu seorang gadis. Siapa dia?"
"Dia calon pacar kakakku. Aku yang menjodohkan mereka berdua. Kenapa, ada masalah denganmu?" tantang Rika.
"Err... " ia terlihat gerang dengan ucapan Rika.
"Tapi kau tahu sendirikan kalau aku tunangannya kakakmu."
"Aku tak suka denganmu." Jawabnya cuek.
"Okey. Kalau begitu aku ingin bertemu dengannya."
"Dia sudah pulang. Kakak mengantarnya pulang magkannya dia tak ada dirumah."
"Apa boleh buat. Hari ini aku menyerah tapi selanjutnya aku tak akan kalah dan aku akan menantang dia, gadis itu siapa namanya?"
"Kak Aoi dia lebih manis dan lebih bisa diandalkan dari pada kamu." Rika mengatakannya dengan bangga.
"Aku capek ngomong denganmu Rika. Aku mau pulang." Ia berjalan melewati Rika yang masih berdiri di dekat pintu dapur.
"Silakan. Aku tak suka kau ada disini."
"Errrr..." dia berjalan mendekati pintu dan membukanya dengan agak kasar.
.
.
.
-xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx-
.
.
.
"Yatta hahaha... aku puassss..." teriak Rika yang merebahkan tubuhnya dilantai.
"Rika! Apa dia sudah pulang?" tanya Riku yang pelan-pelan mengintip dari tangga atas.
"Sudah kak hahaha. Aku puas ngerjakin dia hahaha..." Rika tertawa riang.
"Eh, emang kau apa-in dia?"
"Kak Aoi keluarlah." Rika kini duduk dengan kaki bersilang.
"Bagaimana aksiku." Aoi memejamkan 1 matanya sedangkan mata satunya terbuka lebar.
"Aksi kak Aoi keren. Aku suka kakak hehehe." Rika kini berlari memeluk Aoi.
"Kalian kenapa seh?" Riku makin penasaran dengan apa yang terjadi.
"Tadi saat dia mau naik ke lantai atas kak Aoi membuat Rie jatuh dan menabrak tangga hahaha..." ujar Rika senang.
"Hidung Rie memar sedikit dan aku bilang padanya kalau kak Aoi itu calon pacar kakak." Rika melepas pelukannya dari Aoi.
"Hemm... Rika kemarilah."
Rika mendekati kakaknya yang berdiri di dekat meja makan.
PLAAKKKK...
Mata Rika terbelalak saat tangan kakaknya mengenai wajahnya.
"Kakak!"
"Seharusnya kau tak mengatakan itu. Kalau begini keadaanya bagaimana dengan papa dan mama?" tanya Riku.
Ia terlihat sangat marah.
PLAAKKK...
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Riku.
"Kau, kau jahat."Aoi menampar Riku.
"Kak Aoi!" seru Rika lirih.
"Rika, maafkan kakak kalau ada salah selama tinggal disini. Kakak senang bertemu denganmu." Aoi tersenyum tulus.
"Jangan menanggis ya. Orang yang berjiwa besar memiliki dua hati, satu hati yang menangis dan yang satu lagi hati yang bersabar." Ujarnya mengelus-elus pipi Rika yang beberapa detik lalu terkena tamparan keras dari kakaknya.
"Iya kak Aoi." Rika menundukkan kepalanya tanda mengerti.
Air mata yang sedari tadi ingin menetes di pelupuk matanya diusapnya lembut.
"Jangan menangis. Kakak pergi dulu ya." Pamitnya lirih.
Aoi berjalan menju pintu dan menutupnya pelan. ia berlari sekuat tenaga meninggalkan rumah yang bersedia merawatnya selama sehari.
Langit terlihat akan menanggis. Tapi Aoi lebih dulu menanggis di banding awan gelap itu.
Ia terus berlari.
"Riku jahat..." teriaknya masih dalam keadaan menanggis.
"Kakak bodoh!" teriak Rika pada kakaknya yang masih belum sadar dengan apa yang terjadih.
"Aku tak mau tahu, apapun yang terjadi kakak harus mengejar kak Aoi. Aku tak akan memaafkan kakak sebelum kakak membawa kak Aoi kemari." Teriak Rika.
Kini gadis berambut sebahu yang diikat dua itu berlari kekamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan keras.
"Kakak bodoh!" Teriak Rika yang kini merebahkan tubuhnya di kasur kesayangannya.
"Rika."
Riku berlari keluar dan menutup pintu dengan kasar.
"Aoi. Maaf..." Riku berlari dengan rodeo drivenya.
"Hujan." Katanya pelan.
Langit kini tak kuasa menahan tanggisnya. Riku masih berlari mencari Aoi yang entah dimana.
"Aoiiii dimana kamuuuu..." teriaknya.
"Aku, aku suka Aoi!" Riku berteriak semakin keras.
"Benarkah itu Riku?"
Serang gadis berdiri dibelangknya dan menanyakan hal yang membuat Riku menghentikan larinya.
"Kamu?" matanya kini membulat sempurnya.
"Ke-kenapa kamu ada disini?" ia mulai terlihat panik.
.
.
.
Yosshhh... sehari update 2 kali...
Capek punggung saya.. (ngelemesin otot)
Okey karena liburan akan berakhir jadi saya ngebut bikinnya dan karena besok quota modem saya habis hahaha... jadi setelah ini bakalan lama publisnya.
Pengen cepet nyelesekin fic ini dan pindah ke fic saya yang lain :D
Makasih da mau ngereview ataupun da baca... :D
By © BEBEK L DARK EVIL
.
.
.
R
E
V
I
E
W
.
.
.
