Forgive or Forget

Taeyeong x Jaehyun

slight Taeyong x '?'

Chapter 2 : It can be the last time.

Cklek~

Pintu apartemen Jaehyun terbuka nampaklah Taeyong yang hendak memasuki apartemen, sudah malam dan Taeyong baru saja pulang, kemana saja? Jaehyun sedang menunggunya di sofa ruang tamu dengan tatapan err- tajam. Setelah insiden siang tadi ia memutuskan berada di apartemen Ten. Siang tadi Ten tidak ada diapartemen karena seharusnya mereka masih ada mata kuliah sampai sore. Jadilah Taeyong sendiri diruangan yang didominasi warna tosca itu, Taeyong ingin sendiri ingin berfikir keras untuk kesehatan hatinya. Sore pun tiba dan Ten sudah pulang, setibanya di apartemen Ten menenangkan sahabatnya itu karena Ten sudah tau kalau Taeyong membolos pasti ada suatu masalah. Hingga malam hari Taeyong bisa tenang dan kembali tersenyum seperti biasanya, hebat bukan.

Baru saja meletakan sepatu di rak sepatu, kini Taeyong dihadang oleh kekasihnya dan menatapnya tajam.

"Dari mana saja kamu?" tutur Jaehyun dingin.

"Aku dari apartemen Ten, mengerjakan Tugas" Bohong, jelas bohong. Setiap ia berada di apartemen Ten yang ia lakukan bersenang-senang dan menangis.

"Kukira kamu bersama pria lain"

Mendengar itu hati milik Taeyong berdenyut sakit, Taeyong bersama pria lain? Kenyataan yang berbalik. Perkataan yang menggambarkan fakta dari si pembicara, cih.

"Kenapa kamu bisa bilang begitu Jaehyunie? Aku hanya mencin-mphhkk" belum selesai Tayong berbicara Jaehyun sudah membungkam bibirnya dengan ciuman dan memepetkan Taeyong pada pintu apartemen, punggung Taeyong terbentur cukup keras membuat Taeyong meringis disela-sela ciumannya. Tak ada ciuman lembut, melainkan lumatan kasar yang menuntut dan penuh nafsu. Taeyong hanya bisa pasrah apa yang dilakukan kekasihnya. Jaehyun menarik tengkuk sang lawan hendak meminta lebih atas ciuman tersebut. Air mata Taeyong perlahan menetes sedikit-demi sedikit. Kini ciuman ganas itu berpindah ke leher jenjang Taeyong, Jaehyun menjilat, menyesap dan menggigiti leher mulus milik Taeyong.

"Ahhkk" desah Taeyong saat lehernya dihisap kuat. Tiba-tiba Jaehyun menghentikan aksinya dan berjalan memasuki kamar. Taeyong tahu, Jaehyun ingin melanjutkan kegiatan panas ini di kamar. Tak ada gendong ala bridal style ataupun gendongan Koala. Taeyong menuju kamar dan Jaehyun sudah telentang di tempat tidurnya.

"Puaskan aku jalang" Jalang? Sudah biasa Taeyong disebut jalang oleh kekasihnya disaat adegan panas berlangsung.

Taeyong lalu bergegas menuju tempat tidur menyusul Jaehyun melepaskan baju yang dikenakan Jaehyun , Taeyong menaiki Jaehyun dan mencium bibir nya lembut, namun lawannya itu justru melumat bibirnya kasar, menghisap bibir tipis Taeyong dan tak segan menggigitnya membuat Taeyong kesakitan. Taeyong menggesekan bagian selangkangannya dengan selangkangan Jaehyun. Ciuman itu berpindah ke leher Jaehyun dan dada bidang Jaehyun. Menjilat nipple coklat itu, mengemutnya, menghisapnya Tangan kirinya bergerak memelintir nipple satunya.

"Shhh teruskan jalangh" Jaehyun mendesah menikmati permainannya dengan Taeyong.

Meraba-raba abs sexy milik jaehyun. Melakukan hal yang sama seperti yang sebelumnya, Taeyong agak sedikit lama bermain dengan bagian ataas Jahyun, mungkin saja ini menjadi kesempatan terakhirnya.

Jaehyun menjambak rambut Taeyong menariknya dan mengarahkan ke bagian selangkangannya. Waktu berain dengan abs Jaehyun sudah habis, Tangan mungil Taeyong meraba-raba selangkangan dan melepaskan celana Jaehyun. Taeyong juga melepaskan pakaiannya. Tangannya meremas-remas selangkangan Jaehyun. Menjilati junior Jaehyun yang masih terbalut celana dalam. Taeyong lalu melepaskan Celana dalam itu dan langsung mengocok junior yang berukuran besar itu, menjilatinya dan mengulum bak sedang menjilati ice cream batangan.

"Ahhh, permainanmu bagus sekali jalangh, teruskanhh" Sudah lima menit mengulum juniornya. Kini giliran Jaehyun yang mendominasi, dibalikannya posisi yang tadi menjadi Jaehyun berada diatas Taeyong. Jaehyun mengocok junior mungil Taeyong.

"Ahhh" Taeyong memejamkan matanya menikmati perlakuan Jaehyun.

Precum keluar dari junior Taeyong, membuat kocokan tangan Jaehyun semaikin cepat karena membuat licin tangan Jaehyun.

"Ahhh Jaehyunahhh, aku mau keluarhhh" Tak lama, Taeyong menyemburkan cairan lelakinya. Tangan Jaehyun sekarang berlumuran oleh cairan milik Taeyong, Jaehyun memegangi juniornya, mengolesinya dengan cairan yang berada di tangannya. Tanpa aba-aba, Jaehyun mengarahkan juniornya ke hole milik Taeyong, memaksanya memasuki lubang sempit berwarna merah muda itu.

"Ahkkk Jaehyunahh sakitttt"Keluh Taeyong, bagian bawahnya terasa nyeri walaupun sudah sering dimasuki oleh Jaehyun tapi tetap saja masih terasa nyeri.

Setelah masuk sempurna, Jaehyun menggerakkan pinggulnya tanpa aba-aba dari Taeyong. Tempo gerakan itu semakin cepat, keringat membasahi kedua tubuh yang sedang bersenggama. Taeyong hanya bisa mendesah pasrah, melihati manik mata lawannya.

"Mendesahlah jalangghhh" Jaehyun mengeluarkan juniornya dan menghentakkan lagi ke lubang Taeyong, membuat Taeyong gila. Titik itu tertumbuk sempurnah oleh junior Jaehyun. Nikmat luar biasa memang Taeyong tak bisa pungkiri fakta itu.

"Mhh Jaehhh, terushh jaeeh lebih cepathh" kini Taeyong mengocok juniornya yang tegang kembali. Tak dimintapun Jaehyun mempercepat gerakannya.

Waktu berlalu cepat, kini sudah ronde ketiga untuk malam ini beberapa gaya pun digunakan untuk memuaskan hasrat kedua makhluk hidup ini, tubuh Taeyong seperti mati rasa. Jaehyun sudah terlelap dalam mimpinya, namun Taeyong masih terjaga. Melihati bagaimana sempurnanya wajah dan tubuh kekasihnya, kelak Taeyong akan merindukannya.

Taeyong bangkit dari tempat tidurnya, berjalan tertatih menuju almari pakaian, mengambil semua pakaiannya dan juga barang-barangnya, memasukkannya kedalam koper yang cukup besar.

Sudah hampir pagi, setelah mengemasi barang-barangnya, Taeyong memilih untuk mandi terlebih dahulu membersihkan sisa-sisa cairan dan keringat yang menempel ditubuhnya. Keputusannya sudah bulat, ia sudah memikirkan ini matang-matang. Menyesal? Urusan nanti, yang terpenting ntuk saat ini ialah menyelamatkan hatinya walaupun juga sakit.

Sedari tadi Taeyong terus memandangi wajah damai Jaehyun yang sedang tertidur. Pekerjaannya sudah selesai, membereskan kamar yang berantakan ini, mencuci piring bekas semalam, dan menyiapkan sarapan, mana ada orang bodoh yang seperti Taeyong? .

Jaehyun menggerakkan tbuhnya, hendak bangun dari tidurnya. Perlahan iris coklat itu terbuka, mengerjap-ngerjapkan memfokuskan pandangannya ke satu objek, yaitu Taeyong.

"Cepat bangun Jehyun, Mandilah dahulu, ada yang ingin aku bicarakan denganmu."

Jaehyun menurut saja perkataan Taeyong, tak seperti biasanya. Taeyong beranjak dari duduknya untuk menyiapkan perlengkapan mandi Jaehyun. Jaehun berjalan menuju kamar mandi dan melihat koper berwarna merah, kenapa ada koper? Pikir Jaehyun, tak mau ambil pusing lebih memlih mengabaikannya saja.

.

.

Hening, hanya ada suara sendok daan piring yang bersentuhan. Taeyong bingung mau mulai dari mana. Sedangkan Jaehyun tetap fokus pada hidangan yang terpapar dihadapannya.

"Jaehyun –ah, aku mau biacara sesuatu" Sekarang atau tidak sama sekali. Toh jarang sekali Taeyong mmempunyai keberanian seperti ini.

Jaehyun mengalihkan pandangan, menatap Taeyong. Gulp, Taeyong menelan salivanya ia merasa gugup.

"E-eh a-aku ingin putus" ucap Taeyong tergagap, yang diajak bicara hanya menaikan satu alisnya. Jaehyun menghentikan kegiatannya dan tersenyum miring.

"Kenapa tiba-tiba? Selingkuh? Sudah kuduga"

Taeyong yang mendengarnya kaget, amarah Taeyong meluap. Bisa-bisanya menuduhnya berselingkuh. Tidak masuk akal sama sekali.

"A-apa? Apa maksudmu? Apa aku salah dengar?" alis Taeyong bertautan seperti akan bersentuhan, bertanda ia sedang heran, heran kenapa Jaehyun bisa berkata sejahat itu.

"Tidak, aku bilang kamu selingkuh jalang" Jaehyun berucap santai.

Bola mata Taeyong memerah, mengeluarkan air mata. Kenapa Jaehyun bisa berkata sesantai itu? Dan apa? Selingkuh? Siapa yang selingkuh? Siapa yang main belakang?

"Aku selingkuh?! Perkataanmu bagus sekali tuan Jung!"

"Kenapa? Memang seperti itukan? Kemarin aku melihatmu berduan dengan pria yang lebih tinggi dariku, dasar jalang. Apa dia lebih kaya dariku? Cih. Berbohong dan menghabiskan waktu dengan pria lain, Siapa targetmu selanjutnya?"

Taeyong tak kuat lagi, ia ingin menyumpahi pasangannya itu. Kemungkinan saat Taeyong bersama Johnny-pria yang baru ia kenal-

"Siapa yang berselingkuh?! Bukannya dirimu hah?! Aku sudah tidak kuat lagi Jung!" Mereka saling adu tatap, wajah Taeyong sedang marah ternyata berbeda jauh dari biasnya, wajahnya mengerikan dan tatapannya itu tak kalah menakutkan dari Jaehyun.

"Oh jadi kamu mengetahuinya. Aku hanya main-main dengan mereka begitu juga denganmu"

"Bermain-main dengan mereka? Bermain katamu?!aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kamu sering berduaan melakukan hal yang tak wajar. Dan apa bermain-main denganku? Busuk kamu ternyata Jung! Mana janji yang dulu kau ucap?! Seharusnya dulu aku tak menerimamu! Bodoh sekali aku!" Marah, sedih, menyesal itu lah yang Taeyong rasakan. Untunglah apartemen itu kedap suara jadilah tetangga tak mendengar Taeyong berteriak-teriak.

"Dasar brengsek!" Taeyong berdiri dan menggebrak meja maka, mengambil segelas teh hagat yang ia siapkan dan menyiramnya kepada mantan kekasinya.

"Apa kau sudah gila?!" Jaehyun beranjak dari duduknya,melihati bajunya yang basah dan wajahnya terasa panas.

Plakk

Jaehyun menampar Taeyong, cukup keras. Taeyong memegangi pipinya, memerah dan sakit. Taeyong tak percaya Jaehyun melakukan ini terhadapnya. Tangisnya pecah.

"Dasar brengsek!" Taeyong mengambil kopernya dan beranjak pergi dari apartemen itu sambil menangis. Ingatan-ingatan manis yang ia lalui dengan jaehyun kini malah terbayang olehnya. Menambah saskit hatinya. Sakit sekali, Taeyong memegangi dadanya. Meremasa baju yang ia kenakan. Ingin rasanya ia menghilang dari dunia ini. Beruntung karena Taeyong tak ada jadwal kuliah pagi.

Ia harus bagaimana sekarang?

.

.

.

TBC

Yahh akhirnya update juga, ragu mau di update kapan, soalnya lagi puasa. Apa lagi ada nc nya walaupun ga hot wkwkwk, maapin :'D

Jangan benci Jaehyun yah :') sebenernya mau ku buat selingkuh sama teman Taeyong sendiri. Tapi kutak tega. Terlalu sakit/?

Aku pengen buat ff baru nih/gananya, rencananya sih ex-pd101. Tapi masih bingung juga.

Anyway thanks to gitakanyah, Seung yeon Kang, JaeMinhyung, armybana, strawberriescake, 6194, ulil, sffnnaaa07, Deen, LDHLTY151, guest dan para rider yang udah membaca, ngefav. Ngefollow ff ini. Makasih sangat sangat sangat 3