Note: karena banyak yang protes umur Baekhyun terlalu kecil, akhirnya Seulla putuskan agar merubah umur Baekhyun menjadi delapan tahun. Semoga pada bisa terima ya~
…
…
…
Baekhyun terpekik senang saat sang ayah meniup lilin dengan angka 33 yang menyala didepannya. Senyuman terus terlukis diwajah manisnya, namun seketika senyuman itu menghilang saat manik beningnya menangkap momen sang ibu dan ayah yang mempertemukan bibir mereka.
"Selamat ulang tahun yang ke 33 sayang," Yejin tersenyum dan mengelus rahang sang suami dengan lembut.
Chanyeol tersenyum kecil kemudian mengecup kening sang istri dengan mesra. "Terima kasih sayang," tanpa diketahui oleh keduanya, sang anak berumur delapan tahun tengah mengerucutkan bibirnya, tidak senang dengan pemandangan yang dilihatnya.
"Ayah! Baekki juga ingin dicium!" ia langsung terpekik senang saat sang ayah menyuruhnya agar duduk diatas pangkuannya. Dengan cepat, Baekhyun duduk diatas pangkuan sang ayah kemudian memeluk erat leher sang ayah.
"Kemari, biar ayah cium."
Baekhyun mengangguk kemudian memejamkan matanya, menunggu sang ayah menempelkan bibirnya. Tapi... ia dibuat kecewa saat merasakan bibir sang ayah menempel pada pipi gembilnya.
"Kenapa ayah tidak mencium bibir Baekki?"
Pertanyaan yang keluar dari bibir si kecil membuat kedua orang tuanya tertawa. Sedangkan si kecil hanya menatap kearah sang ayah penuh harap.
"Baekki, ciuman di bibir itu hanya untuk orang yang saling mencintai."
"Tapi Baekki mencintai ayah, ibu!" Si kecil berteriak marah kearah sang ibu. Tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh ibunya. Dia berpikir, kenapa sang ibu boleh mencium ayahnya, sedangkan ia tidak boleh? Kenapa ibunya tidak adil?!
"Sudahlah, sebaiknya kita makan. Ayah sudah lapar."
Si gadi kecil melompat kecil kemudian duduk di kursinya, mata sipitnya menatap makanan yang tersaji diatas meja dengan penuh binar.
"Ayo kita makan!"
Kedua orang tuanya tertawa kemudian sang ibu mengambil piring dan menyendokkan nasi beserta lauk untuk dirinya.
Setelah berdoa, Baekhyun menyuapkan satu sendok makanan kedalam mulutnya. Dia tersenyum senang saat lidahnya merasakan nikmat ketika makanan itu tercampur air liurnya. "Masakan ibu memang paling nikmat!"
Sang ibu tersenyum bangga kemudian mengelus surai anaknya dengan sayang. "Kalau begitu Baekki habiskan makanannya," dan wanita itu hanya tersenyum saat melihat anggukan dari sang anak.
Tanpa disadari mereka, Chanyeol yang terus menaruh tatapannya pada tubuh sang anak. Dan senyum kecil terlihat di bibirnya.
.
Kang Seulla Present
MY FATHER, MY OBSESSION
Byun –Park- Baekhyun (Child)
X
Park Chanyeol (Baekhyun's Father)
Other:
Kim –Park- Yejin (Baekhyun's Mom)
Semi-INCEST. GENDERSWITCH. MATURE CONTENT. PEDO.
Happy Reading~
.
.
.
.
Sudah tengah malam, Chanyeol mengendap memasuki kamar sang anak. Mata bulatnya menatap binar kearah tubuh Baekhyun yang tengah tertidur pulas. Dengan langkah yang dibuat sepelan mungkin, dia berjalan mendekati ranjang Baekhyun kemudian merebahkan tubuhnya disamping sang anak.
Tangannya melingkar pada tubuh mungil Baekhyun, kemudian hidungnya menghirup dalam aroma yang menguar dari tubuh mungil itu. Matanya menatap wajah cantik Baekhyun, sedangkan tangannya merayap menangkup bongkahan bokong berisi sang anak dan meremasnya pelan. Pinggulnya maju kedepan, menempelkan penisnya pada vagina Baekhyun yang masih tertutup rapi celananya. Beda dengan penisnya yang telah bebas dari kurungan, sejak dirinya mengunci pintu kamar anaknya ini.
Dengan napsu yang telah berada diubun-ubun, Chanyeol mengangkat tangan Baekhyun kemudian meletakkannya pada penis tegangnya. Pinggulnya bergerak maju-munduk melecehkan tangan berjari lentik itu.
Sejak kejadian di mobil seminggu yang lalu, Chanyeol memang sering datang diam-diam kekamar anaknya saat tengah malam. Kegiatan yang lakukannya dihari pertam hanya memandangi wajah cantik Baekhyun kemudian mencium tiap sudut wajah cantik itu. Dihari kedua, dengan berani dia mencium tiap jengkal tubuh gadis itu. Mulai dari wajah, leher, dada -tepatnya bagian puting- perutnya hingga menghujani vagina gadis itu dengan ciumannya.
Kemudian di hari ketiga, dia mulai berani menyingkap keatas gaun tidur yang dikenakan Baekhyun, membuat matanya termanjakan dengan pemandangan yang sangat meningkatkan libidonya. Dan tidak akan Chanyeol sia-siakan puting kemerahan Baekhyun mencuat indah agar dapat dirasakan oleh lidahnya. Dihari keempat, Chanyeol mulai berani menarik turun celana dalam yang dikenakan Baekhyun. Jari-jemarinya sibuk membelai putting dan klitoris Baekhyun, beruntung anak itu tidak terbangun dari tidurnya.
Lalu dihari kelima, karena tidak tahan dengan penisnya yang memberontak, Chanyeol menurunkan celananya hingga penis besarnya dapat bernafas dengan bebas. Sambil menatap tubuh –setengah- telangjang Baekhyun, lelaki itu mengurut penisnya dengan desis-desis nikmat yang dikeluarkannya. Dihari keenam, dengan berdiri disamping tempat tidur Baekhyun, Chanyeol meraba putting dan vagina Baekhyun dengan ujung penisnya. Yang berdampak dengan dirinya yang menumpahkan spermanya ditubuh Baekhyun yang segera dibersihkannya dengan tissue basah yang dibawanya.
Dan hari ini dia menginginkan tangan Baekhyun memegang penisnya. Walaupun kondisi anak tersebut sedang tidak sadar, itu tidak dapat mengurangi kenikmatan yang dirasakan Chanyeol. Yang terpenting, itu adalah tangan Baekhyun dan Chanyeol hanya berkhayal lebih tinggi seakan-akan Baekhyun melakukannya karena keinginannya. Seperti malam-malam sebelumnya.
Tapi sepertinya, mala mini harus berbeda dengan malam sebelumnya. Karena manik sipit Baekhyun yang terpejam mulai terbuka dan memandang bingung kearah sang ayah.
"Ayah?"
Mata Chanyeol yang sudah besar semakin besar saat lelaki itu melotot mendengar suara seark sang anak. Karena tidak ingin mendapatkan teriakan ataupun penolakan, Chanyeol menindih tubuh mungil Baekhyun kemudian menempelkan bibirnya pada bibir Baekhyun. Menyesap dan menjilati bibir tersebut.
Dirinya sudah siap mendapatkan penolakan dari Baekhyun, tapi kenyataannya yang dia dapatkan adalah Baekhyun yang memeluk lehernya dan membalas setiap lumatan yang diberikannya. Bibirnya membuat sebuah seringai tipis. Dia baru ingin kalau seminggu yang lalu, Baekhyun meminta dirinya memasukkan penisnya kedalam vaginanya. Kalian dapat menyebut Chanyeol bejat. Tapi, lelaki ini benar-benar menginginkan anaknya ini.
"Baekkie…" ia melepas pagutannya kemudian menatap lembut kearah manik sipit Baekhyun. Tangannya terangkat untuk mengelus pipi gembil sang anak. "Baekki mau menolong ayah?"
Dengan polos, bocah itu mengangguk senang dengan senyuman yang terlukis diwajahnya. "Tentu, ayah!"
Dan Chanyeol tidak dapat menahan rasa gembira sehingga dia langsung tersenyum lebar sebelum kembali mempertemukan bibir mereka dengan mesra.
.
.
.
Baekhyun menatap bingung dengan wajah yang bersemu merah pada batang penis yang terdapat didepannya. Dia melirik kearah sang ayah yang menatapnya dengan lembut. "Ayah? Apa yang harus Baekki lakukan?"
"Terserah Baekki ingin melakukan apa. Memijat atau mengulum, yang terpenting Baekki harus membantu ayah," dengan tidak sabaran, Chanyeol memajukan pinggulnya. Membenturkan penisnya pada pipi dan bibir Baekhyun.
Masih bingung, Baekhyun memegang penis sang ayah kemudian mendekatkan mendekatkannya pada mulutnya yang terbuka dan memasukkan penis –yang menurutnya benar-benar besar- lebih besar dari hotdog yang pernah dia makan.
"Aahh Baekki~"
Desis yang dikeluarkan oleh sang ayah, membuat dirinya takut. Maka dari itu, Baekhyun kembali mengeluarkan penis sang ayah dari mulutnya, kemudian mengelusnya dengan hati-hati. Matanya melirik kearah sang ayah yang tengah memejamkan matanya. "Ayah? Apa Baekki menyakiti ayah?"
Chanyeol membuka matanya kemudian menatap lembut kearah sang anak. Dia tersenyum tampan, menenangkan sang anak agar tidak perlu khawatir. Tangannya terjulur kebawah untuk mengelus surai lembut Baekhyun. "Tidak apa-apa, Baekki. Itu tidak menyakiti ayah, bahkan itu sangat membuat ayah senang dan nikmat. Jadi, sekarang lanjutkan okay?"
Mendengar perkataan sang ayah, membuat Baekhyun kembali bersemangat. Maka dari itu, ia kembali memasukkan penis sang ayah hingga pangkal mulutnya. Lidahnya bermain menyelimuti batang penis sang ayah, dan dengan menggunakan instingnya Baekhyun menggerakkan kepalanya keatas-kebawah. Dia jadi mengingat lollipop yang dimakannya lusa kemarin.
Sedangkan Chanyeol yang berada dibawah tubuh mungil Baekhyun hanya dapat mendesah pelan. Tidak mau kalah dengan sang anak, Chanyeol menjulurkan lidahnya agar dirinya dapat menyecap rasa lubang sempit Baekhyun. Memasukkan ujung lidahnya yang lunak pada lubang Baekhyun yang masih rapat.
"Aahh apwa yawng aywah lawkukawn nghh?"(apa yang ayah lakukan?)
Chanyeol mendesis nikmat saat merasakan getaran akibat Baekhyun berbicara saat penisnya tenggelam indah didalam mulut kecilnya. Tangannya meremas bokong polos Baekhyun dan mulutnya menyesap kuat lubang vagina Baekhyun.
"Enak hh?"
Kepala si bocah mengangguk lucu. Mulutnya masih asik memainkan 'mainan' barunya. Sesekali dia mengeluarkan suara 'aneh' saat merasakan rasa menggelitik disekitar vagina, bokong hingga pahanya. Tapi tidak lama setelah itu, dia melepaskan kulumannya pada penis sang ayah, kemudian menjauhkan tubuhnya dan duduk disamping ayahnya yang merebahkan tubuhnya.
"Baekki? Ada apa?"
Tanpa mengindahkan suara serak sang ayah, Baekhyun memperhatikan dadanya. "Ayah… kenapa dada Baekki rasanya seperti kesetrum?"
Chanyeol tersenyum miring kemudian duduk didepan sang anak. Dengan telaten, Chanyeol mengangkat tubuh polos Baekhyun kemudian menaruhnya diatas pangkuannya. Dia mendesis nikmat saat penisnya bergesekkan dengan vagina Baekhyun.
"Itu tandanya Baekki menikmati apa yang ayah lakukan. Bukannya rasanya enak?" anggukan antusias Baekhyun membuat Chanyeol tersenyum semakin tampan. "Apa kalau seperti ini," lelaki itu menundukkan kepalanya kemudian menjilat putting Baekhyun. "Semakin enak?"
"Aaahhh ayah~ lagihhh uuhh~"
Dengan semangat –dan napsu- yang berada diubun-ubun, Chanyeol menyesap putting Baekhyun. Sedangkan satu tangannya bergerak untuk memilin putting yang satunya. "Jangan bersuara terlalu kencang sayang. Baekki tidak mau ibu terbangun bukan?"
Baekhyun mengangguk dengan tangan yang membekap mulutnya. Matanya melirik pada kepala sang ayah yang tengah menyusu padanya. Untuk meredam suara 'aneh'nya, Baekhyun memutuskan untuk menggigit bibir bawahnya, sedangkan tubuhnya menggeliat nikmat didalam pelukan sang ayah.
"Aahh! Ayah… itu uuhh enak anhh~"
Baekhyun menggerakkan pinggulnya, menggesekkan bibir vagina dengan penis besar sang ayah. Dia melakukan hal tersebut terus-menerus, karena tanpa sengaja tubuhnya yang menggeliat sehingga pinggulnya bergerak. Membuat vaginanya bergesekkan dengan penis sang ayah. Mengantarkan berjuta-juta kenikmatan dari sana. dan memutuskan untuk mengulangi kejadian yang sama, tanpa mengetahui dampak yang terjadi pada ayahnya.
"Baekki hhh…" suara Chanyeol semakin serak saat mendapatkan perlakuan sang anak. Napsunya benar-benar sudah diujug tanduk. Dia butuh pelampiasan sekarang. Dan dengan pelan dia kembali merebahkan tubuh mungil Baekhyun dan menopang tubuhnya diatas tubuh Baekhyun.
Bibirnya mengecup sayang kening sang anak dan ibu jarinya mengelus pipi gembil Baekhyun. Mata bulatnya menatap penuh kasih sayang kearah wajah Baekhyun yang tengah menatapnya polos. Tangannya menjalar hingga menyentuh vagina Baekhyun dan mengelusnya.
"Baekki jangan berteriak ne…"
Dan tidak ada satupun yang membuat dirinya bahagia saat melihat senyuman beserta anggukan dari anak ini.
Chanyeol rasa dirinya benar-benar sudah gila! Tapi kegilaan ini benar-benar membuat dirinya bahagia. Dan dia sangat suka.
Jari tengahnya membelai lubang sempit Baekhyun. Hanya baru merabanya, Chanyeol sudah dapat membayangkan betapa nikmat dan ketatnya lubang tersebut. Bagaimana jika penisnya yang diremas oleh lubang ini. Bagaimana jika…
"AKH! Ayah sakit! Hiks…"
Matanya menatap terkejut kearah wajah Baekhyun yang penuh dengan air mata. Tanpa sadar –karena asik memikirkan nikmatnya lubang Baekhyun- dirinya memasukkan satu jarinya hingga tenggelam sempurna pada lubang Baekhyun.
Bodoh! Apa yang dia lakukan!
Dengan cepat tapi lembut, Chanyeol melepaskan jarinya kemudian membawa wajahnya didepan vagina Baekhyun. Dia meringis saat melihat lubang sempit Baekhyun yang terkoyak –walaupun hanya dengan satu jarinya- dan dia semakin membesarkan diameter matanya saat melihat darah yang mengalir dari vagina Baekhyun.
"Hiks… ayah… sakit…"
Sial! Apa yang dilakukannya! Dia sudah merobek selaput dara anak gadisnya! Libido brengsek! Kenapa dia tidak dapat berpikir jernih!
Chanyeol kembali mensejajarkan wajahnya pada wajah Baekhyun kemudian mengecup setiap jengkal wajah Baekhyun. Tangannya menghapus airmata yang terus membasahi pipi gembil Baekhyun.
"Sstt sayang, jangan menangis…" Chanyeol memeluk lembut tubuh Baekhyun. "Jangan menangis, Baekki. Itu membuat ayah ingin menangis juga."
Baekhyun yang mendengar ucapan sang ayah segara menghapus airmatanya. Tangannya memeluk erat leher sang ayah dan menenggelamkan wajahnya pada perpotongan leher ayahnya. "Maafkan Baekki, ayah. Baekki membuat ayah menangis."
Chanyeol tersenyum lembut kemudian mengelus surai sang anak. Pikirannya kacau saat ini. Apa yang telah dia lakukan.
"Baekki, ayo pakai bajumu. Ayah akan menemani Baekki hingga tertidur."
Baekhyun mengangguk kemudian duduk bersila untuk memakai pakaiannya. Sesekali bibirnya meringis kecil. Chanyeol yang melihat itu tidak tinggal diam, dia langsung membantu Baekhyun kemudian menarik tubuh mungil itu kedalam pelukannya.
"Maafkan ayah, Baekki…"
Sang anak menggeleng kemudian memegang pipi ayahnya. Tersenyum manis hingga matanya tertutup. "Tidak apa-apa, ayah… sebenarnya Baekki senang." Semu merah dipipi Baekhyun membuat Chanyeol menunjukkan senyum tipisnya. Dia memajukan wajahnya kemudian mengecup kening Baekhyun dengan mesra. "Seharusnya tadi Baekki tidak menangis. Benar 'kan ayah?"
Si bocah mengerucutkan bibirnya. Chanyeol yang melihat itu gemas sendiri. Jadi, Chanyeol mengecup bibir manis itu kemudian menempelkan kening mereka. Mata bulatnya menatap manik sipit Baekhyun dalam. "Baekki menangis karena kesalahan ayah, seharusnya ayah yang meminta maaf."
Baekhyun hanya menatap ayahnya tanpa berkedip. Ayahnya sungguh sangat tampan dari jarak sedekat ini. Dan dia juga bingung… apa salah ayahnya?
"Tapi ayah, Baekki bingung apa salah ayah…" Chanyeol menantikan ucapan yang akan keluar dari celah bibir Baekhyun. "Bukankah semua salah Baekki? Baekki menangis saat ayah memasukkan jari ayah kedalam vagina Baekkie. Harusnya Baekki bisa lebih kuat. Bagaimana nanti jika vagina Baekki dimasuki penis ayah yang lebih besar? Kenapa hanya dengan jari ayah saja, Baekki sudah memangis…"
Oh…
Chanyeol bahkan tidak mengerti kenapa anaknya dapat berpikir seperti ini…
Ya Tuhan… berikan Chanyeol iman yang lebih agar dapat bertahan dari godaan malaikat kecil yang polos ini. Malaikat yang sewaktu-waktu dapat membuat penisnya berdiri tegang hanya karena ucapannya.
"Sebaiknya Baekki tidur, besok sekolah bukan?"
Yah… itu memang jalan terbaik. Menyuruh sang anak tidur karena Chanyeol dapat merasakan penisnya kembali berkedut saat ini. Dan anggukan sang anak membuat dia diam-diam menghela nafas lega.
"Tapi ayah harus mencium Baekki!"
Uh-oh…
Chanyeol bisa apa saat penisnya kembali tegang…
Yang bisa dia lakukan hanya menempelkan bibirnya pada bibir Baekhyun. Menyesapnya, melumatkan, menjilatnya.
Dengan tangan yang mengurut penisnya sendiri –dengan bantuan tangan Baekhyun-
.
.
TBC
.
.
Hm… gimana ya… disini aku ganti umur Baekhyun menjadi umur delapan tahun. Semoga gak ada yang protes lagi. Aku gamau ngomog banyak-banyak. Cuma mau bilang, kalau ff ini akan tamat dua chapter lagi~ dan maaf kalau Chapter ini gak sesuai dengan apa yang kalian harapkan. Tapi aku udah ngasih yang terbaik buat ff ini. Jadi, tolong hargai saya. Saya menerima kritik, tapi saya tidak menerima bash atau semacamnya. Tapi jika kalian memberi saran dengan bahasa yang 'kurang' sopan, saya juga tidak terima.
Sejujurnya saya tau konsekuensi apa yang saya dapatkan dengan memposting ff ini. Ini ff PEDO so, disini percintaan dengan umur yang berbeda jauh. Bahkan umur ChanBaek disini terpaut 25 tahun. Dan lagi ini mungkin Semi-INCEST, karena Chan bukan ayah kandung Baek.
Di chapter awal (prolog) saya sudah memberi tau, kalau hadirnya ff ini karena terinspirasi dari bahan materi kuliah yang saya pelajari. Disini memang membicarakan teori (saya lupa nama tokohnya-_-) bahwa anak sekitar umur 3-4 tahun memiliki ketertarikan pada penis ayahnya. Ingin memiliki ayahnya, dan iri dengan ibunya (jika memang salah, bisa diperbaiki. Mungkin telinga saya yang bermasalah). Yah… disitu saya langsung 'nyambung' ke ChanBaek. Saya berpikir, saya membuat sebuah fanfiction. Semua yang terjadi fiksi. Tapi perkiraan saya melenceng, banyak yang menolak dan bilang ff ini tidak layak.
Untuk itu saya meminta maaf sedalam-dalamnya untuk kesalahan saya yang tidak memikirkan ulang membuat cerita ini. Saya memang tidak pernah menyuruh kalian untuk tidak membaca cerita saya jika tidak suka. Silahkan kalian baca, jika tidak berkenan dengan cerita yang saya buat silahkan pm saya. Dengan bahasa yang baik dan sopan.
Saya orang yang mudah terpengaruh (jujur) dan mudah down. Beberapa dari kalian ada yang meminta cerita ini dilanjut. Saya tau, saya sangat bersalah karena sudah menelantarkan cerita ini. Tapi saya mohon kalian mengerti dengan hal ini. Untuk itu saya minta maaf sebesar-besarnya.
Okay… niatnya gak mau ngomong banyak tapi keterusan begini… last, mind to review?
