Di salah satu pusat perbelanjaan Seoul...

"Heenim hyung, kenapa kita pergi ke sini? Di sini, kan, tidak ada bahan-bahan untuk memasak selengkap yang ada di toko langgananku?" dengus Sungmin.

"Ada yang lebih penting dari hidangan-hidangan pesta, Minimi! Ayo, kau harus mencoba lipstik merah ini!" Heechul menyeret Sungmin untuk mencoba sampel lipstik.

"Andwaee! Aku namja, hyung! Aku ogah pakai alat-alat yeoja yang norak itu! Lagipula bibirku sudah sexy!" protes Sungmin. Tentu saja sambil memonyong-monyongkan bibirnya.

"Yaa! Dongsaengku ini kok imut, siih?" Heechul mencubit pipi Sungmin, gemas.

Eunhyuk dkk. Yang ditelantarkan, langsung pura-pura batuk.

"Halian hehapa? Hahiit?" tanya Sungmin cemas sambil berusaha melepaskan pipinya yang chubby dari jari-jemari Mak Lampir. *duaagh

"Nggak, hyung. Hyung, kira-kira gimana reaksi Kyu dan Hankyung hyung ya, kalau melihat uke-nya saling berselingkuh? Di tempat umum pula" tanya Kibum, tenang tapi sukses membuat Heechul dan Sungmin pucat.

"KIBUUUMM~! Kami nggak berselingkuh tahuu!" bentak mereka berdua.

"Selingkuh kok sesama uke, sih, hyung?" suara berat nan menggoda itu mengganggu alat pendengaran Sungmin.

"Apa yang kau..." Sungmin segera berbalik dan bersiap marah. Tapi..

"Kyuhyun..?"

-0-

"Kyuhyun..?" panggil Sungmin ragu. Seorang Cho Kyuhyun berdiri di hadapannya. Dan menyeringai setan.

'Kyunnie aneh..' pikir Sungmin. Tubuhnya merinding.

Kyuhyun dengan perlahan mendekati Sungmin dan membisikkan sesuatu di telinga MinnyBunny-nya.

"Kau nakal, hyung. Kau harus menerima 'hukuman'ku nanti malam.." sesudah itu, Evil Magnae Super Junior ini meniup daun telinga Sungmin.

"Gyaaa! Hentikan, Kyuuh!" desah Sungmin. Berupaya menghindar.

"Kyuuhyuunn..! Sungmiiin! Plis, deh! Jangan NC-an di sini! Kalian mau mengubah rated fic ini, heh?" seru Heechul. Padahal dirinya sendiri juga sudah membayangkan yang tidak-tidak.

"Ini masih semi NC, hyung. Hyung, tuh, yang yadong." Balas Kyuhyun.

"Apa? Ulang sekali lagi, Kyu maniss..!" Heechul menggulung baju lengannya. Tangannya yang putih mulus mengepal hingga terlihat urat-uratnya.

"..." Bahkan pengunjung lain pun merasakan adanya aura iblis di sekitar pemuda cantik itu.

"A, ani, Chullie hyung..." Kyuhyun mengkerut.

"By the way numpak busway... Ada apa ke sini, Kyu?" tanya Ryeowook. Kyuhyun langsung lega karena telah diselamatkan.

"Aku disuruh Leeteuk hyung untuk membawa kalian pulang." Jawab Kyuhyun.

"Pulang..? Cepat sekali..?" dahi Kibum mengernyit.

"Soalnya Siwon hyung juga menyuruh pelayan-pelayannya membantu. Jadinya cepat selesai, deh.. Henry, Zhoumi, SHINee sama DBSK sudah sampai, lho..!" jelas Kyuhyun.

"Tunggu, aku mau beli sesuatu dulu..." sahut Heechul. Lalu menghilang.

'Semoga lu ngilang selamanya, mak lampiir...~' batin Kyuhyun. Dia berjanji akan melakukan tarian hula-hula selama 3 hari 3 malam plus cuma pakai rok dari daun-daunan dan dia akan menutupi dadanya dengan batok kelapa di hadapan presiden kalau itu benar-benar terjadi. *buakk

"Kyu, Kyu.. Jangan senyum-senyum! Heechul hyung sudah kembali, tuh. Sadar, wooi...!" panggil Eunhyuk sambil menepuk pipi Kyuhyun.

"Hah? Apa, Nyuk?"

"HEECHUL HYUNG UDAH KEMBALI, BUDEEEG!" teriak Eunhyuk, keki.

"Eh, ohh.. Hehee" Kyuhyun menggaruk kepalanya. Sungmin hanya memandang Kyuhyun dengan tatapan kayaknya-aku-harus-cari-seme-baru-nih.

"Ngomong-ngomong, kau beli apa, hyung?" tanya Ryeowook dan Kibum yang eneg melihat tas plastik pink tergantung di tangan kiri Heechul.

"Rahasiaa. Yuk, pulang..!"

-0-

"Kangin hyung, mereka sudah datang!" lapor Changmin layaknya mata-mata pada Kangin.

"Bagus. Semua, siap di tempaat!" komando Kangin. Di kepala namja besar itu terdapat panci yang miring. Begitu juga Changmin. Semua selambu ditutup biar tidak ada yang bisa mengintip.

"Tapi sebelumnya, taruh panci itu di dapur, Kim Young Woon! Bisa-bisa aku digigit Ryeowook kalau dia tahu alat masaknya rusak semua gara-gara kau!" tukas Leeteuk, frustrasi.

"Nee, Teukkiee..."

"Kau juga Changmin! Kalau nggak, ku do'akan kau cepat Wamil!" perintah Leeteuk. Yang tahu betapa beratnya wajib militer dari cerita Kangin.

"Okeeh, hyung. Tapi, TRAX kok belum datang ya?" pertanyaan polos Changmin sontak membuat gerakan di dalam dorm berhenti. Bahkan lagu Belah Duren nya Julia Peres langsung terhenti dengan dramatis dari playlist mp3 Yoochun.

"Waeyo, hyungdeul...?"

"YAA! BENAR JUGA!" teriak Leeteuk dkk.

Bagaimana bisa band legendaris seperti TRAX mereka lupakan kehadirannya?

"Minho, cepat hubung...!"

BRAKK

"Annyeong!" seru Kyuhyun. Membuka pintu dorm dengan kasar. Membuat seme SuJu, semua member SHINee dan DBSK terlonjak kaget.

"Lho, Kyu? Mana Heechul, Sungmin, Eunhyuk, Ryeowook sama Kibum?" tanya Donghae dari balik sofa. Bersiap-siap sembunyi.

"Aku suruh tunggu di luar dan baru masuk kalau ada SMS dariku." Jawab Kyuhyun.

"Karena aku yakin, hyungdeul pasti belum siap" lanjut Kyuhyun, pede. Menusuk tapi benar..

"Huh, ayo, dongsaeng! Cepat bersembunyi! Kyu, setelah mengirim SMS, matikan lampu dan sembunyi di samping Donghae, sono!" suruh Leeteuk. Semua langsung bersembunyi di balik sofa, lemari, meja, bahkan ada yang bersembunyi di balik bantal, alias tidur *plaak. Kyuhyun dengan santainya mengeluarkan HP. Tapi sedetik kemudian menjerit keras.

"AAAAAAHHHH~!"

"BEEEEEEEEEEE~!"

"CEEEEEEEEEEE~!"

"Yaa, hyung! Kok malah ngeja alfabet, sih? Nggak lulus PAUD, ya?" seru Kyuhyun, kesal.

"Bukannya kamu yang mulai, Kyu? Pakai jejerit segala, gue nikahin loe sama dedemit!" balas Yesung, diam-diam senang ada orang yang lebih pabbo darinya.

"Ngapain teriak, Kyu?"

"Ini, pulsaku habiss..." Kyuhyun nyengir.

PLAAK!

DUAAGH!

BUUKK!

"Aduuuh..." rintih Kyuhyun setelah pipinya ditampar Key, pantatnya ditendang Junsu dan kepalanya kena timpuk panci Kangin.

"Ya sudah, nih pakai HPku! Cepeet~!" Jaejoong melemparkan I-Phonenya pada Kyuhyun.

Kyuhyun dengan cepat menulis SMS untuk dikirim ke HP Heechul.

From : BooJae

To : Heechulrella

Hyung. Ini aku Kyuhyun. Kau dan yang lainnya bisa masuk sekarang. Cepaat! Yunho menatapku dengan pandangan ingin menelanku dengan bulat-bulat, nih, karena make I-Phone 'istri'nya!

SEND

.

.

10 detik kemudian...

CKLEK.

"HAPPY NEW YEAR~!" lampu-lampu segera menyala dan aneka pernak-pernik pesta terhampar di seluruh penjuru dorm Super Junior. Semua kecuali Sungmin, terlihat bahagia dan senang.

"I.. Inii..? Pesta... Untuk Tahun baru...?" Sungmin bingung. Dia tadi mengira ini hanya lelucon dan benar-benar pesta bulanan. Dilihatnya kalender. Dan GOTCHA!

Hari ini tanggal 1 Januari.

"Hyuung! Ayo bergabung! Kita mulai gamesnya, hyuung!" Jonghyun menarik Sungmin dan berseru semangat.

"G, games apa..?"

"Pertama, games memindahkan karet gelang dengan sedotan yang ditaruh di mulut!"

Leeteuk mencontohkan. Mulutnya yang menjepit sedotan pendek dengan karet di tengahnya mendekat ke arah mulut Key yang juga menjepit sedotan. Karet itu harus berpindah. Tidak boleh jatuh. Dan karet itu harus terus disalurkan sampai ada yang menjatuhkannya. Dan orang yang menjatuhkan akan mendapat hukuman dari seme/ukenya.

"Siap? Kita mulai dari Onew!"

Onew segera mendekatkan sedotannya ke sedotan Taemin yang berada di sebelahnya. Taemin hendak memberikan karet pada Changmin tapi Changmin malah mundur.

"Taeehmiin, Hahaan behhnaafass hehas-hehas hi hahahhu! Ahuu hehii, hahuu! (Taemin, jangan bernafas keras-keras di wajahku! Aku geli, tahu!)" seru Changmin. Minho yang di sebelahnya jadi cemburu.

"Aissh, hyung! Ini Cuma games!" gumam Taemin. Susah payah menjaga agar karetnya tidak jatuh dan menghampiri Changmin yang tetap mundur-mundur.

HAPP!

Minho menyambar karet dari sedotan Taemin dan dengan santai dia mencentil kening Taemin dengan sedotannya dan menoleh untuk menyalurkan karet pada Hankyung.

Pipi Taemin memerah.

"Yaa, kodok hijau mesuum~!" sahut Taemin. Kemudian memalingkan muka.

'Mesuman siapa, sih? Dia atau Minho? Masa' cuma disentil aja pikirannya langsung pervert?' tanya Shin Dong dalam hati.

Games itu berjalan selama 43 menit dan berakhir di Henry karena Zhoumi tadi memberikan karetnya sambil mengecup pipi tembem Henry sekilas. Otomatis, Mochi satu ini menjatuhkan karet dan sedotannya seraya melotot pada Zhoumi.

"Oke, karena Henry yang menjatuhkannya, sang Koala Merah yang berhak menghukumnya!" ucapan Kyuhyun disambut death glare dari Zhoumi.

"Ma, mana bisa! Mimi-ge menggodaku! Jadi, yang seharusnya dihukum itu Mimi-ge!" elak Henry.

"Sama-sama pasangan saja.. Kalian tetap bisa memberikan hukuman yang aneh-aneh, kan?" Heechul mengedipkan matanya. Membuat Henry menunduk malu dan Zhoumi menyeringai koala. *buuggh

"Jadi, apa hukumannya, Mii...?" tanya Eunhyuk dan Yoochun semangat. Perpaduan antara yadong dan playboy... *plaakk

"Hukumannya..."

Henry berdebar-debar.

"Adalah..."

Semua ikut berdebar-debar.

"Menirukan suara kambing sambil memanjat pohon Kelapa!" Zhoumi menjentikkan jarinya.

BRUAAK!

Henry dkk. Jatuh dengan pose kaki di atas. Sweatdrop.

"Taelaaah, dikira apaan! Yang elit dikitlah..!" seru Donghae. Mengelus-elus kepalanya yang kini ditumbuhi tonjolan merah.

"Siapa suruh saking penasarannya sampai jinjit-jinjit segala? Akui sajalah kalau kalian memang tak bisa menjangkau tinggi badanku!" pernyataan Zhoumi yang 100% narsis akut membuat Donghae, Sungmin, Kibum, Taemin, dan yang lainnya segera menyumpahi Zhoumi dalam hati.

"Cukup! Hukumannya bisa dilakukan nanti. Nanti aku kasih, deh, sepatu guritanya Usopp dari One Piece biar kamu nggak susah manjatnya.." ujar Leeteuk berbaik hati pada Henry.

"Hwaaa.. Hyung baik, deh..."

"Tapi 1 menit 1000 won" sela Leeteuk. Henry berhenti memuji Leeteuk dan ganti mengerucutkan bibir.

"...!"

Yang lemah iman bergegas mengalihkan pandangan dari si Mochi.

"Sip, games kedua adalah...!"

-Continued-

Akita mengucapkan terima kasih kepada para readers yang meninggalkan reviewnya.

Mind to review..?