.

[episode 3]

Jeon Jeongguk—Kim Taehyung—Jung Hoseok

From BTS.

.

Typo(s), Boys Love, AU, etc. etc.

.

.


.

Taehyung tidak pernah membayangkan akan bertemu Jeongguk lagi secepat ini.

Dan disinilah ia sekarang, di sebuah coffee shop yang setiap minggu selalu ia kunjungi dengan satu cup caramel macchiato kesukaannya.

Jeongguk tersenyum lebar dengan tangan kanan yang melambai kearahnya—masih sama seperti dulu. Tidak mempunyai cukup waktu untuk berdebat dengan pikiran dan perasaannya, Taehyung menemukan dirinya sudah duduk di depan lelaki yang dua tahun lebih muda darinya.

"Hyung! Apa kabar?"

Tiga tahun tidak bertemu secara langsung, dan Jeongguk terlihat lebih baik dari yang sebelumnya—jauh lebih baik dari apa yang ia lihat di layar komputernya.

Taehyung masih ingat bagaimana lelaki itu selalu menempel padanya setiap waktu, bagaimana Taehyung harus menunggu Jeongguk yang selalu terlambat bangun saat pagi hari, bagaimana lelaki itu selalu mementingkan Taehyung dibanding teman-temannya waktu sekolah menengah dulu, bagaimana Jeongguk selalu memeluknya ketika ia mengantuk—dan bagaimana jantungnya berpacu ketika Jeongguk menatap matanya.

Taehyung masih ingat semua, semua kenangan dan perasaan yang tak pernah terucap ketika ia bersama Jeongguk dulu.

"Hyung!"

Taehyung tersentak, "Hah? Apa?"

"Jangan bengong, dong, Hyung. Udah lama gak ketemu masa aku di cuekkin?"

Taehyung tertawa dengan kemanjaan lelaki didepannya, sudah tiga tahun berlalu dan Jeongguk masih marah dengan Taehyung yang suka sibuk dengan dunianya sendiri, "Iya, iya. Tadi ngomong apa emangnya?"

Jeongguk mulai meceritakan pengalamannya di Jepang selama tiga tahun, dan Taehyung kembali larut dengan dunianya sendiri—dengan Jeongguk yang berada dihadapannya.

Tiga tahun, dan Jeongguk sudah berubah banyak. Jeongguk sudah bukan bocah kecil yang selalu Taehyung gendong ketika mereka lelah bermain di taman. Jeongguk sudah berubah banyak—menjadi lelaki yang pantas dipuja banyak orang.

Taehyung memperhatikan bagaimana bibir Jeongguk mengeluarkan suara yang selama ini ia rindukan—suara yang telah berubah, tetapi mempunyai efek yang hampir sama seperti dahulu ia mendengarnya. Taehyung memperhatikan bagaimana garis rahang yang kini tercetak jelas, tangan yang semakin berotot, dan dada yang menjadi bidang—Jeongguk telah berubah, dan Taehyung kembali merasakan getaran-getaran yang sudah lama tidak ia rasakan.

Getaran yang sebenarnya tidak boleh ia rasakan lagi sekarang. Perasaan yang seharusnya terus ia simpan tanpa Jeongguk perlu mengetahuinya—perasaan yang seharusnya sudah hilang.

Sebuah tepukan di bahunya membuat Taehyung kembali ke dunia dan mendongak, perasaan bersalah langsung menyebar diseluruh tubuhnya bersama aliran darah.

"Oh? Hoseok-hyung, ya? Pacarnya Taehyung-hyung?"

Dan senyuman Hoseok membuat Taehyung seperti orang terjahat di dunia.

.

.

Jeongguk dan Hoseok berbicara seperti teman lama yang tidak bertemu. Tidak ada kecanggungan, tidak ada rasa tidak saling menyukai, semuanya terasa seperti seharusnya—karena memang begitulah seharusnya.

Jeongguk berpamitan setelah ia protes kepada Taehyung kenapa Taehyung jadi aneh dan jarang berbicara—ia berpamitan dengan alasan ingin bertemu pacarnya, yang ia janjikan untuk ia kenalkan nanti pada Taehyung dan Hoseok.

"Berat, ya?"

Taehyung menatap Hoseok yang tersenyum padanya, rasa bersalahnya datang kembali, "Hyung, aku minta maaf—"

Hoseok mengelus kepalanya dengan lembut, rasanya Taehyung ingin menangis saja, "Aku udah bilang bakal bantu kamu 'kan? Kenapa harus minta maaf?"

Taehyung memeluk Hoseok erat. Pacarnya ini tahu kalau Taehyung punya cinta yang lama untuk Jeongguk, dan Hoseok tidak pernah melangkah mundur sedikitpun. Hoseok mengerti Taehyung lebih dari apa yang Taehyung minta, dan sama sekali tidak memaksa Taehyung untuk melenyapkan seluruh perasaanya pada Jeongguk sesegera mungkin.

Pacarnya yang terlalu pengertian, yang terlalu baik, yang terlalu mencintainya—dan Taehyung tidak bisa untuk tidak merasa lebih buruk daripada siapapun di dunia ini—dan juga merasa menjadi manusia paling beruntung di dunia, karena Hoseok tidak pernah meninggalkannya.

Hoseok mengusap kepala Taehyung dan membawa lelaki itu semakin dalam pada pelukkannya. Jika Jeongguk dapat membuat jantungnya berpacu dengan cepat, maka Hoseok adalah orang yang dapat membuat seluruh tubuhnya berhenti bekerja.

Pertemuan dengan Jeongguk untuk pertama kalinya setelah tiga tahun berpisah adalah hal yang cukup berat bagi Taehyung—dan Hoseok membuat Taehyung dapat menghadapinya.

"Hyung,"

Hoseok yang sedari tadi menciumi pucuk kepala Taehyung hanya bergumam, "Hm?"

"Aku sayang sama Hyung. Banget, banget, banget!"

Hoseok tertawa dan mencubit kedua pipi Taehyung gemas, "Aku juga. Banget, banget!"

.

.

.

.

.

.


(a/n)

Hi! sorry it took longer than it should. and because some of you asked for vkook and some of you asked for vhope, i decided to write both in one fic lol. though it's one-sided vkook, i hope you like it, tho. wehehehe.

ANDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDD THEY FINALLY ARE COMEBACK! out of my expectation tbh, but the MV's still dope. Man, their dance was sick. ngeliat dance mereka aja udah capek sendiri, dan gak sabar liat mereka tampil live HUHUHU. and i hope they will win, tho, even if just once. hehehe. jadi ayo terus bantu dan vote! (((promosi ini tidak berbayar))

terus, kalo mau ada yang kasih prompt ku terima dengan hati gembira. terus kalo waktu kalian masih banyak kosong bole bole mampir ke blog-ku uwo wkwkwk.

TERUS, aku bukan thor :( jadi jangan panggil aku thor, okay? aku berasa macho banget di panggil thor.

lub lub.

-yas.