Hai nama gue mella, cukup panggil mella-chan #plak. Ini ff pertama gue yang gue harap bisa gue publish hahaha,pairing yang gue ambil ini dramione .

Hemm ini ceritanya tahun ketujuh sebelum perang harpot dkk di hogwarts,dumbledore belum mati dan dramione jadi kepala murid.

Kayaknya gue udah terlalu banyak ngomong, so lets go to the story.

Disclaimer : harry potter punya tante JK Rowling ,saya cuma pinjem karakter nya

Warning : cerita gaje,EYD ancur ,dont like dont read,summary gak mutu, disini masih rate T XD

Summary : hermione dan draco menjadi ketua murid, bagaimana kehidupan mereka,apakah mereka bisa saling menghargai kehadiran masing-masing?

Sadness of love

Draco terbangun dari tidurnya, dengan langkah yang malas Draco beranjak ke kamar mandi tetapi saat di kamar mandi terdengar suara gemericik air , menandakan ada orang lain yang sedang memakai kamar mandi tersebut.

'Ah sial aku didahului si Granger' , Draco mengumpat dalam hati sebelum akhirnya memilih menunggu Hermione selesai mandi sambil sarapan di ruang rekreasi.

15 menit

30 menit

45 menit

"oh shit Granger, kau mandi atau berkubang" Draco berteriak sambil menendang-nendang pintu kamar mandi dengan kesal. "Hei Granger jika kau tidak membuka pintu ini, aku akan membombardanya"

Draco bertambah kesal saat ancamannya tidak digubris sama sekali 'cih cari mati' batin Draco.

"Bombarda!"

Dengan sekali ayunan tongkat, Draco berhasil menghancurkan pintu kamar mandi , dan betapa kesalnya dia saat mengetahui Hermione jalang itu tidak ada di dalam. Draco merutuki Hermione sialan itu yang telah berhasil mengerjai dirinya

"Darah lumpur brengsek,sialan, kau akan membayar ini semua" desis Draco.

Sepanjang perjalanan menuju aula , diri Draco diselimuti oleh aura menyeramkan. Semua orang yang bertemu dengannya terkena amukan emosi nya, bahkan dia memotong poin gryfindorr hanya karena dua anak gryfindorr menatapnya.

Brukkk

Tanpa sengaja Draco menabrak siswi asrama ravenclaw , buku-buku yang dipegang gadis itu terjatuh ke lantai. Sang gadis langsung memungutnya dan menundukkan kepalanya dalam, dia tidak berani menatap mata sinis sang pangeran slytherin.

"maaaaaf~" gadis itu meminta maaf dengan masih menundukkan kepalanya.

"cih enak saja kau, kau sudah menabrakku, tidak segampang itu kau meminta maaf, potong 40 poin dari ravenclaw" ucap

Draco dengan seringaian khasnya, sedangkan gadis ravenclaw itu hanya tertunduk lesu. Draco meneruskan jalannya menuju aula tanpa perduli tatapan menyedihkan dari gadis ravenclaw itu.

Dimeja gryfindor tampak trio emas gryfindorr sedang bercengkrama sambil menikmati sarapannya. Tapi pagi ini ada yang berbeda, Hermione tidak ikut kedalam obrolan mereka. Dia sibuk dengan pikiran nya lalu tersenyum bahkan tertawa sendiri , membuat teman-temannya khawatir dengan kesehatan mentalnya.

'Pasti tadi si pirang albino itu kesal setengah mati dengan tipuan kamar mandiku hahaha '

"Hermione"

'dengan begitu aku impas dengannya, siapa suruh berurusan dengan ku'

"Mione"

'Malfoy belum datang, kurasa dia terlambat haha rasakan itu kau ferret'

" HERMIONEEE" Ron menaikkan dua oktaf suaranya berharap Hermione mendengarnya kali ini.

"Ada apa Ron? kenapa harus pakai teriak-teriak segala sih? memalukan" omel Hermione, suara Ron benar benar kencang, bahkan saking kencangmya sampai terdengar kemeja para slytherin, sungguh memalukan.

"sweharrusnya kammi yuang bertanya padammu" ucap Ron sambil melahap pie apel yang ada di mulutnya, Hermione hanya mendengus melihat tingkah laku Ron yang tidak pernah berubah untuk bicara saat makan.

"Telan dulu makananmu Ron, apasih maksudmu aku tidak mengerti"

Harry menghela nafas mendengar jawaban Hermione , "maksudku dan Ron apa yang terjadi pada mu mione? kau tahu sejak tadi pagi kau suka tertawa dan tersenyum sendiri".

Hermione mengkerutkan keningnya, benarkah ia tadi seperti itu?, ternyata berhasil mengerjai Malfoy membuatnya sesenang itu.

"Aku tidak apa-apa, hanya sedang mengingat hal yang lucu saja, dan hei apakah kalian mengira aku sudah gila?" Hermione mengerucutkan bibirnya saat mengingat perkataan Harry tadi yang seolah-olah dirinya sudah yang ditanya hanya memberikan senyuman yang lebar sebagai jawabannya.

"damn, aku lupa pr ramuanku belum selesai, Harry kau sudah?"

"arghh aku juga belum Ron" Harry dan Ron berteriak frustasi, hingga akhirnya mereka menatap Hermione dengan tatapan 'izinkan kami melihat pr mu' . Hermione memutar bola matanya bosan 'selalu saja begini' batinnya

"ya ya baiklah, tapi ini yang terakhir"

"kami tidak janji hehe" jawab Ron dengan tanpa dosa dan anggukan kepala dari Harry.

Kelas ramuan mulai ramai, kali ini kelas prof. Slughorn itu diisi oleh para ular dan singa kelas 7. Tetapi ada yang beda kali ini, para slytherin mengisi bangku-bangku yang ada depan, membuat para Gryfindor berfikiran 'apa mereka salah makan?'

"kalian lihat, para slytherin duduk di depan , padahalkan biasanya mereka duduk dibelakang" Lavender mulai bergosip dengan Parvatti , "apa mereka merencanakan sesuatu?" kini Parvatti yang mulai berbicara. Hermione mendengus kesal mendengar pembicaraan kedua temannya itu. Menurutnya itu hanya menambah kesal karena si musang albino itu telah mengambil bangkunya dan menyerobot pertanyaan dari .

"Ada yang tahu apa kegunaan dari tanduk unicorn?" baru saja Hermione ingin mengangkat tanggannya untuk menjawab pertanyaan ,tapi Draco sudah mendahuluinya untuk yang ke tiga kalinya.

"tanduk unicorn digunakan sebagai penawar racun ataupun penambah stamina, tergantung pada takaran yang kita buat" Draco menjawab dengan mantap, membuat semuanya sadar bahwa sang pangeran slytherin memiliki otak yang seimbang dengan nona-yang-mengetahui-segalanya.

"Drake , muka Granger memerah kesal saat kau menjawab pertanyaan ketiga kalinya" bisik Blaise saat Draco selesai menjawab pertanyaan , "bagus berarti rencana kita menyuruh mereka duduk di depan berhasil" jawab Draco sambil menyeringai penuh kemenangan kearah Hermione yang sedang menahan kesal.

"tambah 20 poin untuk slytherin, dan untuk minggu depan aku minta kalian untuk membuat ramuan penawar racun dari tanduk unicorn" seketika kelas berubah ricuh saat mendengar tugas dari .

"aku akan menyebutkan pasangan kerja kalian, jika sudah disebutkan segera pindah tempat bersama dengan pasangan kalian, jadi dengarkan baik-baik"

Semua murid berharap dengan cemas,semoga pasangan yang mereka dapat tidak membawa sial.

" Neville dengan Pansy, Ron dengan Crabe, Harry dengan Daphne, Lavender dengan Theodore, Blaise dengan Parvatti" dan bla bla bla masih menyebutkan nama-nama kelompok, Draco sama sekali tidak tertarik dengan siapa yang akan menjadi teman kelompoknya nanti.

" ah iya tadi mengatakan padaku, bahwa ketua murid harus menjadi pasangan disetiap tugas, jika tidak maka akan datang kesialan selama setahun, jadi Mr Malfoy dan Mrs Granger kalian tahu apa yang harus kalian lakukan"

Perkataan terdengar seperti petir di telinga, siapapun yang ada dikelas ini tolong katakan padanya bahwa ini hanya lelucon, lelucon yang tidak lucu. Draco menatap Hermione penuh sorot kebencian, dengan pandangan matanya bisa terlihat bahwa dia sangat tidak ingin satu kelompok lagi dengan Hermione.

Hermione berjalan gontai ke arah bangku Draco dan langsung menduduki bangku yang kosong dengan kasar.

" Shit Granger, kenapa aku harus menjadi partner mu terus , kau membawa sial"

" seharusnya aku yang mengatakan itu"

"kau beruntung mendapat partner tampan dan pintar sepertiku, sedangkan aku? Aku mempunyai partner darah lumpur idiot sepertimu"

" ferret sialan yang idiot itu kau".

"EHEEMM" suara mengintrupsi kegiatan saling cela mereka,seketika itu juga berhenti melempar ejekan. " aku minta kalian membuat ramuan berbahan tanduk unicorn ini, aku akan memberikannya satu kelompok satu, kalian boleh latihan terlebih dahulu, dua hari yang akan datang kita praktek, dan jika kalian menghilangkan bubuk tanduk unicorn yang kuberikan, maka kalian tidak akan mendapatkannya lagi dariku " melanjutkan kata-katanya tegas.

"Kau dengar itu Draco? Untuk kali ini saja kita harus bekerja sama, aku tidak mau nilai ku jelek hanya gara-gara kau!, sekarang aku membagi tugasnya,aku yang menakar bahan-bahan dan kau yang membuatnya di kuali" Seperti kebiasaan Hermione, ia selalu berbicara dalam satu tarikan nafas membuat Draco heran 'apakah dia tidak bernafas saat bicara? Orang aneh' pikir Draco.

"Tidak mau" jawab Draco enteng, "kau itu mau nya apasih?" Hermione meninggikan suaranya, "aku tidak mau kau jadi partnerku selama setahun"

"kau pikir aku mau? Salahkan Mrs. Trawlaney yang mengatakan ramalan omong kosong, kalau kita akan sial jika tidak menjadi partner! Dan satu lagi Malfoy biasakanlah dirimu menerima darah lumpur idiot ini , aku tidak akan membuat hidup mu tenang" Hermione tidak mengendalikan emosi nya, ia sudah terlalu kesal hari ini terhadap kelakuan Malfoy, ia tidak peduli seisi kelas menoleh kearahnya dan tanpa sadar Hermione menggebrak meja dan menumpahkan bubuk tanduk unicorn itu kelantai.

" Bodoh lihat akibat perbuatanmu itu, sekarang kita tidak punya bahan untuk praktek lusa" Draco emosi melihat kecerobohan Hermione yang menumpahkan bubuk tanduk unicorn mereka, Wajah Hermione terlihat terkejut dengan kesalahan yang baru saja dia buat."Ini juga salah mu Ferret kalau saja kau tidak membuatku kesal maka ini tidak akan terjadi" elak Hermione, dia tidak mau jika dirinya saja yang disalahkan, toh ini juga salah Malfoy yang membuatnya naik darah, jadi dia pun bersalah, batin Hermione.

"Cukup, kelas bubar!" berteriak, terlihat sekali dia sedang menahan emosinya, anak-anak pun segera keluar kelas sebelum tambah murka. Ya berterimakasihlah kepada pasangan ketua murid kita yang telah membuat guru ramuan itu kesal . "Dan untuk kalian, Mr. Malfoy dan Mrs. Granger kalian harus mendapatkan bubuk itu, bagaimana pun caranya, atau kalian tidak akan ku izinkan untuk praktek" ancam , yang diancam pun hanya menangguk lesu dan kembali saling ejek di lorong sekolah. Benar benar partner yang serasi bukan?.

Hermione menghempaskan tubuhnya di sofa asrama ketua murid, hari ini dia benar-benar sial , Ferret albino itu selalu saja membuatnya sial, terkadang Hermione berfikir apakah Malfoy itu benar-benar manusia? Dia baru pertama kali bertemu manusia sangat menyebalkan seperti Malfoy. Hermione memijat kepalanya yang terasa pusing, tadi dia sudah membaca setumpuk buku tentang bagaimana mendapatkan bubuk tanduk unicorn dan dia benar-benar pusing memikirkan bagaimana caranya membujuk Draco bekerja sama. Tidak mungkin jika hanya dia saja yang bekerja, itu terlalu sulit.

"ARGHHHH Ferret sialan"

"Merindukanku eh Granger?" Hermione terlonjak kaget melihat Draco yang tiba-tiba sudah ada di depannya. Draco ikut menghempaskan tubuhnya ke sofa di sebrang sofa Hermione dan menaikkan kakinya di meja.

"apakah itu kelakuan para bangsawan eh Malfoy"

" terserah aku , rambut semak" Jawab Draco sambil memamerkan seringaian andalannya, Hermione mendengus melihat kelakuan Malfoy. Draco menutup matanya dengan lengannya, kelihatan sekali dia lelah, dari nafasnya dia sudah tersenggal-senggal seperti habis berolahraga, tapi hanya orang gila saja yang mau berolahraga ketika angin sedang berhembus kencang dan dingin, tapi bukanlah menurutnya Draco itu memang gila? Jadi yah mungkin saja dia memang habis berolahraga, tapi apapun hal yang dilakukan Draco, Hermione tidak akan pernah perduli.

Hermione berjalan ke dapur untuk membuat susu coklat untuk dirinya sendiri dan ketika kembali ke sofa Draco sudah tampak duduk tegak di sofanya.

"mana coklat untukku?" Hermione hanya mengkerutkan kening heran mendengar pertanyaan Draco , "kau ini tuli ya?" Draco bertanya kembali dengan sinis, "Buat saja sana sendiri" jawab Hermione tak kalah sinisnya, "aku tidak bisa bodoh" .

"hahaha hanya membuat coklat panas saja kau tidak bisa, dasar bodoh" Hermione tertawa mendengar pengakuan bodoh Draco, yang benar saja hal sepele seperti itu tidak bisa dilakukannya.

"berisik kau, dirumahku sudah ada peri rumah, jadi untuk apa aku melakukannya sendiri"

"ah iya aku lupa kau tuan muda Malfoy yang manja"

"nah itu kau tau" seringai Draco "ah sudahlah aku suruh peri rumah membuatkannya untukku"

Draco baru saja hendak memanggil peri rumah, tetapi Hermione mencegahnya.

" kau ini , sudah buat sendiri , jangan menyuruh peri rumah"

" dasar idiot, aku sudah bilang aku tidak bisa"

" tapi kau tidak bisa menyuruh peri rumah begitu saja"

"kalau begitu kau saja yang buatkan untukku"

" tapi..." belum selesai Hermione menyelesaikan kata katanya, Draco sudah membuka mulutnya lagi untuk menyuruh peri rumah.

" ya sudah kalau kau tidak mau, aku akan menyuruh peri rumah"

"baik aku akan membuatkannya untuk mu" jawab Hermione pasrah. "bagus, gadis pintar

" Draco menyeringai puas atas negosiasi nya yang berjalan lancar dengan Hermione 'dasar bodoh' batin Draco.

"hei berang-berang buatkan aku sandwich , aku lapar"

"oh fuck you Malfoy" Hermione berteriak dari dapur. Draco menyeringai puas telah berhasil membuat Hermione kesal.

Hermione datang dari dapur membawa pesanan Draco dengan wajah ditekuk. " ini pesanan mu tuan muda Malfoy" desis

Hermione , "oh terimakasih kau baik " sindir Draco sambil meminum coklat panasnya.

"hemm Malfoy tadi aku sudah membaca buku dan bertanya pada Hagrid tentang unicorn, kita harus mendapatkannya di hutan terlarang, untuk praktek lusa"

"lalu?" Draco acuh tak acuh pada perkataan Hermione dan sukses membuat Hermione naik darah.

"lalu katamu? ya kita harus kesana untuk mendapatkan tanduknya dan membuatnya menjadi bubuk lalu praktek membuat ramuan sialan itu" Hermione benar benar kesal pada Draco, bagaimana bisa dia tidak perduli pada praktek ramuan mereka.

"kau saja sendiri, itu salah mu sendiri menumpahkan bubuk itu" Draco mengeluarkan argumennya untuk menentang Hermione

"itu semua karena kau membuatku kesal !"

" pokoknya aku tidak mau, besok libur, aku ingin beristirahat"

Draco lelah sekaligus kesal mendengar ocehan Hermione, dia bangkit dari sofanya dan segera memasuki kamarnya, meninggalkan Hermione yang masih mengomel.

"aku belum selesai bicara Malfoy, besok kau harus tetap ikut ke hutan terlarang!"

Hermione berteriak-teriak kesal, berharap sang Malfoy mendengarnya, ya walaupun tanpa harus berteriak Draco pasti sudah mendengarnya.

"kau akan ikut ke hutan terlarang Malfoy, kau harus bertanggung jawab, akan kupastikan itu" gumam Hermione sebelum masuk ke kamarnya, dan tidur, dia sudah benar benar lelah hari ini. Semoga kau beruntung besok Hermione.

A/N :

neisyamalfoy : makasih atas kritiknya, masih kecepetan gak alurnya di chap ini? #plak , ya semoga chap ini bisa menghibur kamu deh hehehe , mohon review kembali

driccha : kyaaa makasih dibilang keren hehe, ada dong bahkan masih panjang banget ceritanya hehehe , mohon review kembali XD

Hayamamiharu : terimakasih udah baca, ini udah update kok, haha maaf te lat, mohon review kembali XD

ochan malfoy : kyaaa makasih dibilang keren hehehe, maaf yak update nya telat XD ,ini udah seru belum? Semoga udah semoga udah hahaha, gak kok gak akan dibunuh,soalnya aku juga gak tega hehe. Makasih udah review ,mohon review kembali

Nb author : yey chap tiga datang haha ,agak sedikit telat updatenya hehe Semoga chap ini bisa memuasakan para reader . Untuk membangkitkan semangat saya sangat mengharap kan review dari readers, oh iya thanks buat temen Toge-chan yang baik hati udah mau bantu bikin nih ff.

SO REVIEW PLEASE XD