"Sasuke-teme, kami akan ke bar nanti malam. Kau mau ikut?" tanya Naruto pada Sasuke yang sekarang sibuk dengan gitarnya.

"Sasuke-teme, kau dengar aku tidak?" Naruto memanggil Sasuke lagi. Masih tidak dijawab. "Uchiha Sasuke-temm"

"Berisik, Dode." Belum sempat Naruto menyelesaikan teriakannya akhirnya Sasuke menyahut.

"Makanya jangan acuhkan aku teme. Huh,. Jadi bagaimana progres lagu baru yang akan kau ciptakan?" tanya Naruto lagi kepada Sasuke seolah tidak mengedahkan bahwa Sasuke sekarang sedang sibuk berkonsentrasi dengan gitarnya.

"Hn" jawab Sasuke singkat pertanda 'Ya' dia ikut. "Ck.." Naruto mendecak kesal, inilah dia jika Sasuke sibuk dengan gitar berbicara dengannya sama saja dengan berbicara dengan tembok.

.

.

Naruto © Masashi Kishimoto

Just a man® Hikari Kireina

Uchiha Sasuke & Uzumaki Naruto

Yaoi, BxB

.

.

Don't Like Don't Read

.

.

Chapter 3 : You'll never know I love you, even now

Bising. Musik. Alkohol. Pasangan bertebaran dimana-mana, Yup itulah suasana Bar. Dan disinilah Sasuke beserta Naruto dan Sakura tentu saja, memandang bosan pada kerumunan orang yang menari dilantai dansa. Dia tidak menyukai keramaian, dia meng-iya kan ajakan Naruto kesini hanya untuk membuang penat, ya membuang penat. Tapi sepertinya tujuannya mengikuti pasangan didepannya ini salah besar.

Lihat saja mereka, Naruto dan Sakura, mereka bahkan sudah mulai berciuman terang-terangan didepan Sasuke. OK, keputusannya untuk kesini benar-benar salah. Sasuke bahkan berpura-pura tidak menyadari saat tangan Naruto sudah masuk melalui belahan rok Sakura. Tertutupi meja memang, tapi tidak luput dari pandangan jika dekat. Sial, semakin lama dia disini maka semakin lama mood nya akan semakin buruk.

"Aku harus pergi." Sasuke berbicara singkat kepada duo sejoli yang sibuk mengulum lidah satu sama lain itu. "Dan carilah kamar" tambah Sasuke sebelum dia beranjak pergi.

"Tunggu teme, kami juga akan pergi." Naruto menarik Sakura yang kelihatan mabuk cukup berat.

"Hn" Sasuke menjawab pelan, yang tentunya tidak bisa didengar oleh Naruto.

.

.

"Naruto.. Narutoooo... apa kau pernah berpikir kenapa bulan itu selalu mengikuti kita saat berjalan... hhh, coba lihat bulan itu Naru." Oceh Sakura tiada hentinya sejak mereka keluar dari Bar.

"Hmmm.. mungkin karena kita pasangan yang ditakdirkan, Sakura-chan." Yup, jawaban yang tidak masuk akal oleh orang mabuk lainnya yang tidak lain adalah Naruto.

OK. Kalau Sasuke tidak memikirkan Naruto yang saat ini dia bopong di bahu kirinya dengan Sakura di bahu kiri Naruto, dia pasti akan meninggalkan mereka. Ocehan orang mabuk memang menyebalkan, dan itu tidak pernah berubah. Dan inilah mereka didepan apartement Naruto, apartement yang cukup sederhana sebenarnya. Sangat nyaman, apalagi untuk satu orang. Sasuke yang melihat Naruto kesusahan membuka pintu apartement pun menolongnya.

.

.

Satu jam. Dua jam. Tiga jam. Dia bahkan tidak tahu sudah berapa lama dia berdiri disini, didepan apartement Naruto, sejak Naruto dan Sakura masuk kedalam dan menutup pintu didepan wajahnya. Seperti orang bodoh menunggu Naruto membukakan pintu untuknya. Dia memang tidak memberi tahu Naruto, tapi jika saja si Dobe itu mengerti. Hujan bahkan sudah mulai turun, heh, bahkan langitpun menangisi dirinya. Benar-benar menyedihkan.

Naruto, Sasuke yakin dia bahkan tidak tahu jika Sasuke menunggu disini, dibawah guyuran hujan. Sasuke yakin Naruto bahkan tidak tau dan tidak pernah menyadari ritme hujan turun atau bagaimana malam habis. Dia sudah pernah merasakan semuanya, dia bahkan menyimpan keindahan ritme turunnya hujan dalam kepalanya dia juga menyimpan keindahan malam yang berlalu begitu lambat. Waktu seakan berjalan lambat saat seperti ini. Ini bukan yang pertama kalinya tentu saja. Tapi mungkin ini akan menjadi yang terakhir kalinya.

Benar. Dia sudah cukup lelah menunggu, menanti, menjadi pelampiasan. Bersiap dan meninggalkan semuanya kupikir itulah yang harus kulakukan, pergi sejauh mungkin, sejauh yang dia bisa untuk melupakan semua. Selama ini saat aku selalu ingin pergi dia akan menahan ku, memegang tanganku dan tidak membiarkan aku untuk pergi. Aku tidak bodoh untuk terus membiarkan semuanya begini, aku tetap berharap suatu saat nanti entah kapanpun saat itu akan datang, aku ingin kau menyadarinya bahwa aku mencintaimu, meski sudah sepuluh tahun lamanya aku menanti tapi saat itu tidak pernah datang. You'll never know I love you, even now.

.

.

Sasuke yang memutuskan untuk pergi dan Naruto yang tidak menyadari semuanya. Aku akhirnya melihat sebuah akhir, sama seperti cinta tak berujung ini, aku akhirnya mengakhirinya.

.

.

THE END

.

.

Hahaha... Drama banget, ya gak sih?. Well, mind to review guys?

With love,

Hikari Kireina