Telah berlansung selama dua minggu sejak hari dimana lahir putra pertama pasangan Uchiha Itachi dan Uchiha Kyuubi. Banyak perubahan yang terjadi semenjak itu, salah satu yang menonjol adalah sifat Kyuubi yang semakin diluar dugaan semua orang. Kyuubi bertindak sesuka hatinya dalam menjalani harinya. Kyuubi terlihat semakin menyebalkan dimata semua kelurga besar Namikaze dan Uchiha. Kyuubi bertindak seakan tidak ada kehidupan baru yang berhasil ia perjuangkan, Kyuubi sama sekali tidak menunjukan kasih sayangnya pada putranya sendiri. Tidak jarang bahkan Kyuubi pergi keluar rumah dan pulang ketika menjelang tengah malam.

Pada awalnya pasangan hidupnya, Itachi mengangap sikap Kyuubi adalah sesuatu yang normal. Itachi pernah mendengar sindrom baby blues yang dapat terjadi setelah melahirkan. Terlebih Itachi sangat memahami bahwa rubah merahnya telah melewati masa sulit ketika dirinya harus melahirkan secara normal di tempat yang sangat tidak terduga. Itachi selalu mencoba mengerti dengan kondisi psikis Kyuubi yang terguncang. Tidak seperti keluarga besarnya yang selalu menyalahkan dan geram dengan sifat Kyuubi, Itachi adalah sosok pelindung yang mengerti Kyuubi dengan kelemahan yang coba Kyuubi tutupi. Itachi menganggap sifat Kyuubi tidak lain dan tidak bukan karena dirinyaa telah kehilangan kasih sayang yang selama ini dirinya selalu dapatkan selama masa kehamilan. Kasih sayang berlimpah yang dirinya dan keluarga besar selalu berikan untuk kesehatan dan keselamatan Kyuubi beserta bayi yang dikandungnya. Lalu saat ini kondisinya tidak lagi sama, Itachi memahami pasti Kyuubi merasa saat ini keluarganya tidak lagi menyayangi dirinya dan lebih sayang pada sosok kecil yang selama ini tumbuh dalam uterus miliknya. Bagi dirinya, Kyuubi hanyalah seekor rubah merah manja yang tsundere dan merindukan semua kasih sayang dari orang-orang terdekatnya. Itachi sangat memahami itu, terlebih dirinya adalah seorang yang bergelut dalam bidang kesehatan. Ya Itachi sangat memahami suami tercintanya itu.

Namun Itachi tidak lagi mengerti pasangan hidupnya itu saat ini. Saat dimana sudah dua minggu sikap Kyuubi tidaklah menunjukkan perubahan yang semestinya. Bahkan Itachi seperti tidak mengenal Kyuubi saat ini. Kyuubi yang dulu ia kenal sebagai makhluk liar tsundere yang menyembunyikan hati malaikatnya dari semua pandangan orang lain, sekarang ini bertrasformasi sebagai makhluk liar menyebalkan yang tidak mempunyai hati bahkan untuk darah dagingnya sendiri. Tidak, Itachi sudah berkomitmen tidak akan pernah menyerah pada makhluk liar macam Kyuubi, dan dirinyalah yang akan menjinakkan kembali rubah liar itu menjadi manja. Camkan itu!


Baby Blues

Disclamer : Mashashi Kishimoto

Rate : T+

By : MargritFlow

Pair : Kyuubi, Itachi, Sasuke

Warning : BL, Typos, M-Preg, gak masuk akal, dll


Penulis tidak memiliki maksud sedikitpun untuk memperburuk character dalam cerita serta tidak juga memperoleh dan mengharapkan keuntungan dengan penulisan fic ini, kecuali apabila ekspresi kebahagiaan dan kesenangan pribadi dapat dikategorikan sebagai salah satunya. ^^

Chapter 3 : Asing


Kyuubi sedang berada tempat favorit yang sering ia kunjungi dua minggu belakangan ini, pegunungan Humizu di Iwagakure (jujur yang ini ngasal). Ya sejak dirinya melahirkan, Kyuubi sangat suka berada di pegunungan ini berlama-lama. Kyuubi seakan kembali diman dirinya masih sendiri dan terobessi sebagai pembalab motor. Kyuubi sangat suka dari sekian banyak track yang pernah ia cicipi untuk berlatih maupun bertanding, akhirnya dirinya menempatkan pegunungan Humizu sebagai track pertama dan favoritnya untuk menantang adrenalinnya terpacu. Di tempat ini pulalah dirinya bertemu amoeba keriput dan pertama kali dipecundangi pertama kali oleh lawan mainnya itu. Ketika mengingat masa-masa itu Kyuubi selalu dapat terseyum kecil dan kembali mengingat siapa dirinya saat ini.

Kyuubi tidak pernah menyesali segala keputusan yang pernah ia ambil untuk jalan hidupnya, begitu juga ketika dirinya menerima perasaan mantan rival yang saat ini menjadi pasangan hidupnya. Itachi adalah sosok ambisius yang arogan serta berpikiran matang yang bisa membuat dirinya bertekuk lutut dibawah kendalinya. Bahkan setelah dirinya menikah, Itachi tetap mengizinkannya mengendarai motor dan melakukan beberapa balapan liar tentunya dengan dirinya yang menjadi salah satu lawan main juga. Kyuubi sebelumnya tidak pernah berharap ada yang dapat "dekat" bahkan bisa sampai menikahi dirinya, karen menurut Kyuubi hidup adalah waktunya untuk memacu optimal adrenalin dan menerima euforia sebagai pemain terbaik yang mampu memenangi berbagai macam pertandingan. Kyuubi saat itu hanya menganggap desiran angin adalah teman sekaligus sahabat yang benar-benar mengerti dan memahami tujuan hidupnya. Namun itu tidak lagi berlaku ketika Kyuubi mengenal sosok Uchiha Itachi.

Saat ini Kyuubi sebenarnya juga merasa ada yang aneh dengan dirinya. Kyuubi bahkan sempat tidak mengeanal dirinya sendiri. Dirinya tahu bahwa selama ini dirinya adalah sosok yang menyebalkan, bahkan untuk keluarganya sendiri, namun kali ini Kyuubi merasa dirinya berbeda. Kyuubi menyadari sejak dua minggu lalu telah lahir makhluk yang selama ini berada dalam perutnya dan sejak dua minggu pula Kyuubi tidak pernah melihat sosok kecil itu. Selama seminggu bayinya dirawat di ruan NICU, Kyuubi tidak pernah mengunjunginya. Dan sejak seminggu yang lalu bayi itu datang kerumahnya, Kyuubi hanya mendengar suara tangisnya ketika malam hari. Lalu keesokan harinya dirinya memaksa Itachi untuk menjauhkan bayi itu dari tempat tinggalnya atau Kyuubi memaksa dirinya sendiri yang akan pergi dari rumah. Ternyata ketika malam hari sampai dirumah, Kyuubi menyadari permintaannya telah dipenuhi Itachi. Baru dua hari lalu Kyuubi mengetahui bahwa bayinya tengah dirawat oleh dua orang tuanya. Namun Kyuubi tetap tidak peduli, tidak peduli!

Terkait keinginannya untuk menjambak rambut Itachi telah terlaksana sehari setelah dirinya sadar dari pingsan.

Flash back

Jam di dinding menunjukan jam 12.03 am waktu Konohagakure, ketika sosok berambut merah menggeliat kecil dalam tidur malamnya.

"Uhg", suara kecil terdengar di ruangan yang berawarana dominan putih itu.

Mendengar ada suara dari seseorang dari tempat tidur, sosok lain yang berada di ruangan yang sama itu berjalan mendekat setelah sebelumnya beranjak dari sofa merah tempat dirinya sempat terbawa mimpi. Ketika sudah sampai disamping sosok yang menggeliat itu, tangan pria yang baru saja berjalan menyentuh kening dan surai rambut pria untuk memberi kenyamanan untuk sosok yang disayanginya itu.

Tidak lama terbukalah manik crimson yang sempat tertutup kelopak mata. Lalu tersorot pandangan bingung dan tajam ketika melihat manik oniks didepannya.

Plak! "Jangan sentuh-sentuh keriput", Kyuubi langsung menepis tangan pria yang telah menyentuh surai merahnya.

Mendengar suara ketus dari Kyuubi, pria bermata oniks itu tidak ambil pusing. "Hn. Kenapa kau bangun ? Apa kau bermimpi buruk", pria bernama Itachi itu menunjukan kekhawatirannya.

"...", tidak ada balasan dari pria di depannya.

"Apa ada yang kau inginkan?", Itachi tidak menyerah untuk menunjukan perhatiannya.

"...", tetap tidak ada tanggapan

Selama beberapa saat tidak ada dari keduanya yan membuka suara.

"Uhg", itu suara Kyuubi yang tiba-tiba terdengar. "Preeeeeet", lalu tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing dari tubuh Kyuubi yang langsung menimbulkan bau tidak sedap diruangan tersebut. Kyuubi tidak mampu mengangkat mukanya saat itu juga, dirinya langsung tertunduk untuk melihat sprei polos dibawah tempatnya tertidur dan tidak lupa memegang perutnya yang terasa tidak nyaman. Entah dirinya harus bersyukur saat ini penerangan diruangan itu agak redup, atau merutuki nasibnya yang telah mempermalukan dirinya sendiri depan manusia aneh dihadapannya.

"Hmmmm," segera setelah itu terdengar suara yang sepertinya ditahan-tahan oleh orang didepan Kyuubi lalu tibul suara. " Hahahahahaha", itu suara Itachi yang tidak dapat ditahan setelah mendengar suara memalukan dari Kyuubi. Menurut Itachi kejadian ini adalah kejadian yang langka dimana rubah manisnya mempermalukan dirinya sendiri yang membuang flatus dihadapannya. Itachi mengira pasti saat ini wajah Kyuubi yang sedang tertutup malu itu sedang mengeluarkan warna pink manis, semanis buah apel kesukaan Kyuubi. "Hahahahaha"

"Diam bodoh! Berhenti tertawa. Aku bilang berhenti tertawa", ucap Kyuubi kesal

"Hahahahaha", Itachi tetap tertawa keras dan tidak mempedulikan dirinya sedang berada. "Kau itu, manis sekali sayang", tidak cukup, lalu Itachi menggoda Kyuubi dengan menyentuh ujung dagu milik pasangan hidupnya itu.

"Ck!, keriput aku bilang DIAM!", sahut Kyuubi tidak suka dengan prilaku aneh Itachi. Lalu

"Preeeeeeet", terdengar lagi suara nista itu

"Hahahahahaha", Itachi terus saja tertawa

Jengah dengan suara tawa Itachi, Kyuubi langsung saja berdiri dan berlari menuju kamar mandi yang terletak disebelah kanan tempat tidurnya.

"DUK", suara benturan lantai dan manusia tiba-tiba terdengar. Suara yang tidak lain tidak bukan adalah suara Kyuubi yan terjatuh. Emosi Kyuubi yang tidak stabil saat itu menyebabkan diirnya lupa bahwa terdapat selang infus yang terpasang pada metakarpal kanan punggung tangannya. Lalu seperti yang diduga bahwa selang infus itu terlepas dan seketika mengeluarkan cairan berbau karat dalam jumlah yang cukup menejutkan.

Melihat kejadian itu, Itachi tidak lagi tertawa dan langsung menolong Kyuubi untuk berdiri. Tentu Itachi sangat khawatir melihat kondisi Kyuubi terlebih keluar darah segar pada bekas selang infus Kyuubi.

Namun lain halnya yang dirasakan Kyuubi, baginya rasa sakit yang barusan terjadi padanya tidaklah ada rasanya dibandingkan rasa sakit dua hari lalu ketika dirinya melahirkan. Merasa ada kulit lain yang menyapa kulitnya, yang diketahui adalah tangan Itachi Kyuubi dengan cepat menepis tangan berwarna alabaster tersebut. Dan segera saja dirinya menarik helai panjang berwarna raven milik suaminya.

"Yaaaaa, yaaaa, yaaa! Lepaskan rambutku Kyuu. Kau tau rambut ini aset berhargaku", Itachi meronta meminta jambakan kuat dirambutnya dilepaskan"

"Tidak peduli. Kau dari tadi berisik keriput mesum", jawab Kyuubi kesal

"Lihat tanganmu semakin berdarah. Cepat lepas rambutku", melihat tangan Kyuubi yang semakin mengeluarkan banyak darah Itachi makin cemas.

"MASA BODO! RASAKAN JAMBAKANKU INI HAH", wajah psikopat Kyuubi muncul malam itu. Wajah yang terakhir muncul ketika Kyuubi mendengar dari baacannya Itachi membawa perempuan cantik ke dalam kantor. "RAMBUTMU INI MEMANG PANTAS UNTUKKU JAMBAK, HAHAHAHAHA", mengingat kelakuan Itachi membuat tenaga Kyuubi semakin besar.

Melihat tawa lepas dari Kyuubi membuat Itachi terpana dalam. Rasanya sudah sejak lama Kyuubi tidak tertawa lepas seperti itu. Kyuubi yang Itachi kenal beberapa hari lalu sampai beberapa saat lalu adalah sosok sangar yang tsundere dan sangat menyebalkan. Ingat untuk menambahkan kata sifat tidak punya hati. Ya sosok seperti itulah yang Itachi ingat tentan Kyuubi beberapa saat lalu. Tapi lihatnya saat ini entah kenapa tawa Kyuubi yang terdengar sengau itu adalah hiburan terindah yang benar-benar Itachi butuhkan saat ini. Ketahuilah cengkraman pada helai ravennya adalah bukan cengkraman yang main-main. Tenaga Kyuubi yang seperti sepuluh tenaga kuda itu mencengkram secara sepenuh hati dengan seperti kadar energi 2.000.000 N (Newton). Tapi melihat bonus tawa manis dari rubah nakalnya, cengkraman ini seolah tidak terlalu dipedulikannya. Rasanya Itachi ingin sedikit bermain-main dengan rubah merahnya. Dasar Itachi sinting!

Itachi berpura-pura membuat perlawanan pada cengkraman Kyuubi denga ikut menjambang rambut Kyuubi yang sama panjang seperti punyanya. Agar tidak terlihat berpura-pura, Itachi menjambak rambut Kyuubi dengan kekuatan yang menyamai kekuatan Kyuubi tentunya dengan pengendalian super yang dimiliki klan Uchiha. Melihat ada perlawanan dari itachi, Kyuubi menambah kekuatannya untuk menjambak rambut Itachi. Kyuubi tidak peduli jika rambut yang ia ketahui sangat dirawat oleh keriput mesum didepannya akan rombok bahkan menyisakan kepala yang plontos sekalipun. Kyuubi juga tidak peduli cairan merah yang terus keluar dari tangannya dan mengotori lantai dan baju yang dikenakannya, yang ada dipikirannya adalah terus menjambak rambut ini dan membuat perhitungan dengan sikap mesum suaminya.

"SIALAN ! Lepaskan tanganmu keriput"

"Hn", jawab Itachi cuek

"AKU BILANG LEPAS! Kalau tidak, liat apa yang akan aku lakukan padamu keriput"

"...", Itachi bergeming mendengar kicauan Kyuubi

Karena tidak ada respon berarti dari pemuda keriput di depannya, Kyuubi membuat perlawanan tambahan pada Uchiha sulung itu. Kyuubi bergulat sepenuh hati untuk dapat melepaskan genggaman Itachi pada rambutnya. Mereka berdua terus bergulat dan berguling-guling diatas lantai keramik yang dingin. Setelah adu gulat berlangsung beberapa saat, tidak ada yang terlihat akan mengalah dari kedua pemuda berambut panjang tersebut.

"SIALAN KAU KERIPUT, RASAKAN INI", setelah mengucapkan kata tersebut Kyuubi secara tiba-tiba menggigit leher Itachi dengan gigi taring terawatnya. Tidak tanggung-tanggung, gigitan cinta dari Kyuubi tersebut sampai mengeluarkan darah yang cukup banyak. Puas melihat hasil karyanya, Kyuubi kembali tertawa puas. "HAHAHAHAHA,. Rasakan itu keriput mesum menyebalkan. Rasakan gigitanku", secara tidak sadar Kyuubi mengeluarkan lidahnya untuk memberikan jilatan kecil pada darah segar didepan matanya.

Mimpi apa Itachi semalam, betapa Kami-sama begitu baik pada dirinya. Itachi kembali diizinkan untuk melihat tawa lepas itu lagi, lalu dirinya terpana dengan kadar beribu-ribu kali lipat lebi besar dibandingkan sebelumnya. Menurutnya selain tawa menawan itu yang mampu menggetarkan relung hatinya, namun gigitan cinta yang barusan Kyuubi berikan berarti banyak bagi Itachi. Itachi menganggap gigitan itu adalah tanda kepemilikan Kyuubi atas dirinya yang berarti dirinya adalah milik Kyuubi seorang, bahwa Kyuubi adalah pemilik hati dan tubuhnya, bahwa dirinya harus patuh pada semua keinginan Kyuubi, dan bahwa Kyuubi begitu bernafsu menjadikan dirinya miliknya seorang. 'Hanya dirinya,hanya diri. Hahahaha', inner Itachi tertawa setan membayangkan dirinya menjadi budak Kyuubi. Itachi sinting!

Melihat pemuda didepannya tersenyum kecil membuat Kyuubi bergidik kaget. Bagaimana bisa setelah dirinya menggigit dengan sekuat tenaga dan menciptakan sungai merah kecil, makhluk halus didepannya malah terseyum setan seperti itu. 'Dasar aneh!', pikir Kyuubi. Kyuubi merasakan permainannya (?) sudah tidak menarik lagi. Lalu dilepaskannyalah cengkaraman tangannya di rambut Itachi.

"Lah sudah selesai Kyuu?", tanya Itachi bingung dengan gerakan tiba-tiba Kyuubi

"Hn", jawab Kyuubi singkat. Kyuubi segera membereskan bajunya yang beratakan akibat adu gulat aneh yang baru saja ia lakukan. Didepannya Kyuubi melihat wajah Itachi yang menampilkan wajah bodoh, dengan mata bulatnya dan mulut yang terbuka Itachi terlihat begitu bodoh dan...

Lucu

Tidak sadar senyum samar, Kyuubi tunjukan ketika itu 'Keriput bodoh'

Sungguh Kyuubi benar-benar melupakan kondisi perutnya ketika bergulat. Dan kembali terdengar...

"Preeeeeeeet", suara nista itu genap tiga kali terdengar malam itu. Tanpa pikir panjang Kyuubi langsung menuju kamar mandi untuk menyelesaikan urusan daruratnya. Begitu pintu kamar mandi tertutup terdengar suara "Preeet" dan "Preeeet" dengan intensitas besar untuk didengar Itachi di luar kamar mandi untuk yang ke empat kelima dan ke ke ke selanjutnya.

Flash back end

-Beautiful White-

Selama perang dingin dirinya dengan Kyuubi tidak ada pekerjaan Itachi yang diselesaikan dengan sempurna. Pekerjaan yang biasanya dapat dirinya eksekusi dengan tepat, selama dua minggu kebelakang terasa begitu sulit diselesaikan. Itachi baru menyadari bahwa pengaruh Kyuubi dalam kehidupannya memang begitu luar biasa. Meskipun dirinya sudah mengenal Kyuubi dengan baik,-menurut versinya- Itachi kali ini kehilangan arah untuk mengenal Kyuubi. Itachi mencitai Kyuubi,- sudah pasti itu- tapi apakah dirinya akan tetap mencintainya dengan kadar yang sama ketika dirinya dihadapkan pada kenyataan sikap Kyuubi yang sangat acuh pada dirinya bahkan pada buah hatinya sendiri. Entah kenapa, saat ini Itachi menjadi melankolis ketika menghadapi Kyuubi.

Pukul delapan malam, adalah waktu yang biasa diperlukan Itachi untuk sampai pada apartemen tercintanya. Jika biasanya ada sosok moster merah yang menyambut kedatangannya, namun tidak kali itu. Itachi sudah menjadi terbiasa disambut dengan gelapnya suasana apartemen yang sepi tanpa penghuni. Itachi merasa begitu lelah dan enggan untuk menghangatkan makan malam yang biasa sudah disiapkan pengurus rumah tangganya sebelum pulan pukul lima sore, mengabaikan perutnya yang belum diisi makanan sejak tadi siang. Hanya satu tujuan yang ingin Itachi tuju, yaitu kamar tidur.

Sesampainya di kamar tidurnya, Itachi segera melesat ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuh dan pikirannya yang begitu kacau. Setelah lima belas menit membersihkan diri, Itaci keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk putih yang melingkari pinggang putihnya kebawah. Mendekati lemari pakaian, Itachi mulai memilih baju yang nyaman digunakannya untuk tidur.

'lagi-lagi sendiri', inner Itachi prihatin dengan kehidupan rumah tangganya yang tidak menunjukan tanda-tanda perbaikan. Itachi melihat untuk kesekian kalinya dirinya harus mengisi tempat tidur itu sendiri ketika awaal malam. Tanpa Kyuubi yang menemani.

Sempat Itachi berpikir untuk mengisi waktu malamnya untuk mendatangi pub langganan yang sudah lama tidak dikunjunginya setelah menikah. Menurrutnya tidak ada gunannya berdiam diri sendiri di rumahnya yang kosong bagai tanpa penghuni ini. Sejujurnya Itachi tidak memiliki rasa takut untuk menghuni rumah itu sendiri, namun kehadiran Kyuubi selama ini membuat dirinya terbiasa dengan kebiasaan yang tercipta atas eksistensinya sebagai pendamping hidupnya. Selain itu rasanya Itachi tidak ingin melewatkan saat-saat dimana rubah merahnya pulang ketika malam hari lalu menyapa sisi ranjang kosong yang sengaja Itachi persiapkan untuk Kyuubi. Dan juga Itachi tidak ingin kebodohannya itu membuat suasana rumit dalam rumah tangganya semakin rumit karena Itachi sangat tahu bahwa Kyuubi sangat tidak menyukai tempat hiburan itu.

Melihat figura kecil diatas nakas tempat tidurnya Itachi menjadi mengingat kebersamaannya yang sangat berkurang dengan Kyuubi akhir-akhir ini. "Kyuubi"

Flash back

Setelah kelahiran Uchiha kecil

Hari I

Semua keluarga besar bergembira dengan kelahiran bayi tampan di tengah-tengah keluarga Uchiha dan Namikaze. Namun tidak semuanya bergembira karena sosok yang seharusnya paling bahagia ternyata menjadi orang yang paling merutuk kehadirannya, yaitu Uchiha Kyuubi, pemuda tangguh yang telah melahirkan jiwa kecil ditengah-tengah dunia.

"BERISIIIIIIIIIIIK! SEKALI TIDAK MAU YA TIDAK MAU, SEMUA PERGI DARI SINI ! AKU MAU TIDUR "

"Kau juga, keriput !" (Chapter 2)

.

.

.

.

Hari II

"Apa yang kau rasakan Kyuu?", ujar Itachi begitu sampai diruang rawat pasangan hidupnya setelah selesai dengan urusan pekerjaannya.

"Diam keriput, aku sedang tidak ingin bicara denganmu", jawab dingin Kyuubi begitu melihat Itachi memasuki ruang rawatnya. Mengabaikan perhatian yang Itachi tunjukan, Kyuubi merasa dirinya begitu kesal dengan sesuatu yang tidak ia mengerti

"Apa kau ingin melihat putra kita Kyuu? Dia pasti merindukan dirimu", kembali perhatian tulus Itachi tunjukan pada satu-satunya orang yang dirinya cintai di dunia ini.

"Hn", trend mark keluarga Uchiha Kyuubi gunakan untuk membalas kalimat Itachi.

"Kau yakin tidak ingin melihatnya?", kembali Itachi membujuk Kyuubi untuk melihat buah hati mereka

"Brengsek kau Uchiha, aku bilang tidak ya TIDAAK", amarah Kyuubi meledak saat itu juga

.

.

.

.

Hari III

Sinar matahari pagi menyapa dunia, tidak terkecuali pada sosok pemuda berambut merah yang bergelung nyaman pada bed ruang rawatnya. Mendengar cicit burung dipagi hari serta terpaan sinar mentari membuat dirinya mengeliat kecil merasa terganggu. Lalu terbukalah iris crimson yang selama lima jam kebelakang tertutup rapat.

"Hei, cantik. Selamat pagi", sapa Itachi segera setelah melihat Kyuubi telah bangun dari tidur nyamannya. Tidak lupa kecupan kecil, Itachi berikan pada kening rubah manisnya. Mengingat semalam mereka beradu gulat membuat perasaan Itachi lebih cerah secerah cuaca pagi hari ini.

"Ichhh, dasar keriput mesum. Jangan sembarangan cium-cium orang", sepertinya mood Kyuubi tidak sebaik mood Uchiha bungsu begitu teringat kejadian nista semalam.

"Tentu Kyuu-chan aku tidak akan sembarangan cium orang karena satu-satunya yang akan aku cium hanya rubah manisku", Itachi menggombal dengan apiknya. "Pegang janjiku itu", ucap Itachi sambil mengusap helai rambut Kyuubi. Bertambahnya kadar kegenitan Itachi yang membuat Kyuubi merinding tiba-tiba.

"BUK", suara bantal yang bersentuhan dengan kepala Itachi menjadi jawaban kegombalan Itachi. "DASAR KERIPUT MESUM, PERGI JAUH-JAUH DARIKU"

.

.

.

.

Hari IV

"Keriput cepat bawa aku pulang, aku sudah muak berada disini", Kyuubi mengutarakan keinginannya pada Itachi

"Tidak mungkin Kyuu-chan, tubuhmu masih lemah. Apalagi kau belum bertemu dengan buah hati kita", Itachi membujuk Kyuubi untuk tetap berada diruang rawat.

"Aku sungguh tidak peduli dengan bocah itu. Satu-satunya yang aku inginkan adalah pulang. PULANG", kembali Kyuubi menunjukan ketidak peduliannya dengan anaknya sendiri.

"Itu tidak mungkin. Lihat bahkan kau tidak pernah menghabiskan makananmu. Dan kau yakin tidak ingin menemuinya ?", Itachi kembali membujuk Kyuubi.

"AKU BILANG TIDAK YA TIDAK. Kau itu bodoh atau tuli sih. Pokoknya aku ingin pulang. TITIK", Kyuubi yang keras kepala menunjukan taringnya.

"TIDAK"

"IYA"

"TIDAK"

"IYA"

"TIDAK"

"IYAAAAAAA"

"BUG", kembali suara bantal mengenai kepala Uchiha sulung.

.

.

.

.

Hari V

"Ingat kau harus memenuhi janjimu. Setelah ini kau harus mau bertemu dengan buah hati kita", ucap Itachi sambil merapikan pakaian Kyuubi untuk kembali dimasukan dalam lemari.

"Hn", Kyuubi menjawab tidak peduli dengan ucapan Itachi

"Jawab yang benar Kyuu. Aku tau kau bukan rubah yang aka menjilat ludahmu sendiri", Itachi meminta kesungguhan Kyuubi atas perjanjian yang telah mereka sepakati bersama.

"Iya keriput jelek, aku akan menemuinya besok", ucap Kyuubi sambil menyamankan posisi tidurnya pada bed king size milik merek berdua.

.

.

.

.

Hari VI

Hari itu Kyuubi datang bersama suaminya, Itachi. Sesuai dengan perbincangannya kemarin, saat ini Kyuubi dan Itachi telah berada di ruang NICU tempat buah hati mereka dirawat. Tidak ada yang istimewa yang dilakukan Kyuubi disana. Dan tidak ada pula perubahan sikap yang berarti dari Kyuubi, Kyuubi masih tetap menjadi orang tua yang tidak peduli bahkan pada buah hatinya sendiri.

Ketika itu setelah mereka berdua memakai pakaian khusus dan mencuci tangan dengan hand rub, mereka diizinkan memasuki ruangan NICU lalu mendekat pada inkubator tempat Uchiha kecil berada. Kyuubu tetap menunjukan mimik yang dingin ketika melihat makhluk kecil yang memakai kain bedong berwarna merah. Makhluk kecil yang Kyuubi lihat berambut hitam lebat dan memiliki kulit putih bersih itu sedang memejamkan matanya. Kyuubi hanya mampu berdiri kaku 1 meter dekat inkubator tersebut. Tidak ada kata yang terucap ketika waktu itu berlangsung, Kyuubi bahkan tidak merubah sedikitpun raut wajahnya. Tidak ada yang mampu menebak apa yang ada diperasaan dan pikiran Kyuubi saat itu, sekalipun itu pasangan hidupnya Itachi.

Melihat Kyuubi tidak menunjukan perubahan positif ketika melihat buah hati mereka. Itachi mencoba membawa Kyuubi mendekat dengan inkubator tempat buah hati mereka tertidur, namun Kyuubi tetap bergeming tidak merubah posisinya sedikitpun. Apa yang Itachi lihat saat itu sangat berbeda dengan bayangan dan harapannya. Itachi tidak melihat wajah terharu bahagia, Itachi tidak mendengar kata manis dari bibirnya, Itachi tidak merasakan cinta baru untuk buah hatinya. Itachi tidak merasakan itu semua. "Ada yang ingin kau katakan, Kyuu?", Itachi berusaha mengubah suasana kelam yang tercipta.

.

"Tidak", jawab Kyuubi cepat

.

.

.

.

Hari VIII

Setelah perawatan intensif di ruang NICU, Uchiha kecil telah hadir ditengah-tengah kediaman Itachi dan Kyuubi. Meskipun Kyuubi tidak menjemput dan mengantar buah hatinya, Itachi tetap percaya Kyuubi akan menyayanginya cepat atau lambat. Selama seharian hanya keluarga besar Uchiha dan Namikaze yang menemani Uchiha kecil di tempat tinggal mereka. Dan Kyuubi baru datang tepat pukul 23 di hari penting itu. Lalu tetap tidak ada "penyambutan manis" dari Kyuubi untuk buah hatinya. Bahkan...

"SIALAN BERISIK! AKU MAU TIDUR. JAUHI BOCAH ITU DARI SINI ATAU AKU YANG AKAN PERGI"

.

.

.

.

Hari IX-XV

Semua berjalan lambat bagi Itachi. Sikap Kyuubi tidak menunjukan adanya perubahan. Kyuubi tidak lagi menjadi rubah yang mampu ia jinakkan. Kyuubi bersikap seolah dirinya tidak memiliki anak bahkan seolah dirinya belum menikah. Kyuubi yang liar dan urak-urakkan kembali Itachi lihat dalam keseharian Kyuubi saat ini. Kembali dirinya bersikap arogan, dingin dan tidak mampu diraih oleh banyak orang. Bahkan Itachi meras dirinya telah kehilangan kemampuannya untuk memanipulasi keadaan. Keadaan dimana Kyuubi dapat kembali menjadi rubah jinak baginya. Dan melihat perkembangan yang ada Itachi menjadi ragu apakah dirinya memang sudah benar-benar melakukan sesuatu dua minggu kebelakang ini?

Yang dirinya sadari, selama dua minggu ini dirinya mencoba mengerti perubahan yang terjadi pada Kyuubi sebagaimana teori yang ia telah ketahui tentang sindrom baby blues. Kehadiran dan dukungan dirinyalah yang paling dibutuhkan Kyuubi untuk melewati fase menyulitkan ini. Dirinya menjadi orang pertama yang akan mendukung Kyuubi dan mengerti Kyuubi ketika semua orang termasuk keluarganya telah jengah dengan kelakuan Kyuubi. Meskipun tidak dipungkiri ada bumbu pertengkaran yang terjadi selama dua minggu ini dengan Kyuubi, namun menurut Itachi kondisi itu wajar ketika rasa pengertian yang jauh lebih besar Itachi curahkan pada Kyuubi. Bahkan ketika Kyuubi dengan mudahnya mengancamnya untuk menjauhkan Uchiha kecil dari kediamannnya sendiri dan Itachi kembali menuruti kemauan tidak masuk akal Kyuubi. Lalu lihat apa yang terjadi detik ini?

.

.

.

Nothing

.

.

.

Kyuubi yang tidak pernah absen untuk pulang malam. Kyuubi yang tidak mau mendengar pendapat orang lain. Kyuubi yang begitu egois meninggalkan Itachi sendiri dalam apartemen besar ini. Kyuubi yang jarang membalas pesan singkatnya. Kyuubi yang masa bodo dengan dunia dan orang-orang sekitar. Kyuubi yang bermulut tajam ketika keinginannya bertentangan dengan orang lain. Kyuubi yang tidak menyapa buah hatinya. Kyuubi yang mengabaikan kehadiran darah dagingnya. Kyuubi yang tidak dimengerti orang lain. Kyuubi yang begitu asing.

Flash back end

Diletakkannnya kembali figura photo tersebut. Dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, hari ini Itachi merasa begitu lelah. Terlalu banyak yang dipikirkannya dan terlalu banyak peristiwa yang telah berlangsung selama dua minggu kebelakang. Iya, Itachi lelah. Lelah

"BRAAK"

TBC


Hallo minna apa kabar? Ketemu lagi kita.. *sok akrab

Apakah ada yang ingat fic ini? Gomen gomen gomen gomen ini sangat telaaaaaaaaaatupdetnya. WB mang nyebelin banget dan mood nulis yang susah muncul. #Plak bilang aja males Xb

Hayo ada suara apa itu dibelakang? Ada yang bisa tebak suara apa itu...Hehehe

Sekali lagi gomen dan terima kasih pada semua yang udah dukung fic ini.

Salam

margrit

Mind to riview?