Secret Admirer

Summary

Menjadi secret admirer bukan hal yang buruk, walaupun cukup menyakitkan. Berkali kali mencoba berpindah hati, tetap saja tidak ada yang sesuai di puzzle hati, selain dia. Kyungsoo! Let's move on! Huh... i can't.

Rate : M

Cast : KAISOO

Genre : Romance, Humor, Hurt

YAOI, Boys Love

Don't Like, Don't Read

Happy Reading

Chapter 3

.

.

.

.

.

.

.

.

[PREVIOUS]

Malam itu, untuk pertama kalinya, Kyungsoo menggoreskan lagi tinta diatas buku diarynya.

Dear Kim Jongin,

Sesuatu yang mustahil menuliskan namamu diatas kertas berharga ini.

Apakah ini cinta?

Aku pernah mengatakan pada diriku sendiri untuk berhenti mencintai seseorang.

Menggantungkan harapan pada yang tak pasti, itu menyakitkan bukan?

Aku mengenalmu dalam jarak dan waktu yang tak bisa pernah aku tebak.

Aku sendiri tidak tahu, apa aku bisa menyebut ini sebagai cinta?

Aku takut menjatuhkan hatiku pada orang yang salah.

Jadi, bisakah aku menyembunyikan perasaan ini sebentar untuk mengenali maksud dan inginnya?

.

.

.

.

.

.

Secret Admirer

.

.

.

.

.

.

.

.

Pagi itu, Kyungsoo sudah merasakan hal yang berbeda pada dirinya. Apakah jantungnya berdegup kencang saat bertemu dengan Jongin? huh, entahlah. Kyungsoo benar benar merasa canggung dan grogi, padahal sepertinya Jongin biasa saja.

"Kyung, besok jangan lupa datang ke rumahku." pintanya dari kursi tempatnya duduk, Kyungsoo ingin menoleh, tapi ia benar benar gugup.

Junmyeon pun tak lama kemudian maju ke depan kelas dan mengumumkan acara ulang tahun Jongin, berbeda dengan Kyungsoo yang hanya mengundang orang orang terdekatnya, Jongin justru mengundang teman teman sekelasnya, bahkan Chanyeol bilang, ia juga mengundang teman teman satu ekskulnya.

"eoh Kai? bukannya kemarin ulang tahun Kyungsoo? Kenapa kalian tidak sekalian mengadakan ulang tahun kalian bersama hari ini?" ejek Junmyeon membuat seluruh teman sekelas mereka membully Jongin dan Kyungsoo habis habisan. Kyungsoo tersenyum malu, begitu pula dengan Jongin.

Moment seperti itu akan menjadi moment keseharian untuk Jongin dan Kyungsoo. Tiada hentinya teman teman sekelas mereka mengejek, dan Jongin pun tidak pernah sedikitpun mengelak mengenai hubungannya dengan Kyungsoo. Mungkin hanya Chanyeol dan Baekhyun yang mengerti bagaimana keduanya, walaupun orang orang menilai bahwa Jongin dan Kyungsoo pasti mempunyai perasaan yang sama, atau mungkin mereka sudah menjalani hubungan spesial secara diam diam.

"kita hari ini belajar kelompok tidak, Kyung?" tanya Baekhyun saat jam pelajaran sudah mau berakhir, Jongin dan Chanyeol pun menoleh ke arah Kyungsoo, Kyungsoo dengan cepat mengatakan 'tidak', Kyungsoo bilang ia ingin menemani eommanya pergi, Jongin dan Chanyeol pun mengiyakan, karena mereka berdua juga sudah berencana mau main game bersama di rumah Jongin. Padahal, entah bisikan darimana, Kyungsoo berencana pergi membeli kado untuk Jongin, bukan membeli, lebih tepatnya sih membuat. Kyungsoo ingin memberikan Jongin sebuah bantal dan gantungan yang berisi foto foto pria berkulit tan itu, karena hampir setiap hari, appanya Jongin menandai Kyungsoo pada foto Jongin di facebook. Awalnya Kyungsoo risih, tapi lama kelamaan Kyungsoo merasakan sesuatu yang spesial setiap kali appanya Jongin menandai foto Jongin padanya di facebook, atau sesekali mengirim pesan menanyakan kabar.

Kyungsoo bahkan sudah mulai sibuk memilih pakaian untuk sekedar datang ke ulang tahun Jongin, Kyungsoo berdecih pada dirinya sendiri, kenapa ia harus repot repot seperti ini? Membuatkan hadiah dan bolak balik mengganti pakaian hanya untuk bertemu dengan Jongin? Kyungsoo membuka jendela kamarnya dan mendapati Jongin sudah didepan rumahnya. Lagi lagi Kyungsoo berteori, 'padahal kan ini ulangtahunnya, kenapa dia harus menjemputku datang ke rumahnya? ya, kan?' batinnya.

Kyungsoo setengah mati menahan degup jantungnya, melihat Jongin dengan tatapan datarnya, Kyungsoo tak berani menegur, apalagi mengucapkan selamat ulang tahun. Tapi syukurlah, Kyungsoo dan Jongin sudah pandai berbincang ringan sekarang, sekedar membahas ulangan tadi pagi, atau hasil remedial kemarin, setidaknya mencairkan suasana canggung mereka setiap kali mereka hanya berdua.

"KYUNGSOO HYUNGGGGG!" Taeoh menghamburkan tubuhnya kedalam pelukan Kyungsoo saat Kyungsoo baru saja turun dari motor Jongin, Kyungsoo tersenyum, dan tentunya tersentak kaget saat menoleh mendapati orang orang menatapnya dari rumah Jongin. Jongin berjalan masuk duluan ke rumahnya, Kyungsoo dan Taeoh mengikutinya. Kyungsoo tak habis pikir, yang Jongin undang terlalu banyak, bahkan banyak wajah asing yang tak dia kenal sampai wajah wajah sinis senior Jongin. Halaman rumah Jongin yang luas pun sudah di sulap menjadi taman pesta yang klasik, dengan alas rumput hijau, orang orang asik berbincang satu sama lain. Satu persatu dari mereka berteriak memanggil Jongin untuk sekedar mengucapkan selamat ulang tahun, Jongin sesekali mampir ke beberapa orang terdekatnya sebelum akhirnya memulai acara ulang tahunnya sendiri. Sementara Kyungsoo panik mencari Baekhyun dengan Taeoh yang terus menempel padanya, mengikuti Kyungsoo kemana mana walaupun beberapa kali para wanita memanggil manggil Taeoh. Taeoh tampak takut dan malu didepan orang banyak, ia bahkan meminta Kyungsoo menggendongnya, Kyungsoo pun mengiyakan, tentu saja, hal itu membuat orang orang berpikir lebih pada dirinya.

"Baekhyun-aah..." rengek Kyungsoo setelah berhasil menemukan sahabat sematinya itu. Baekhyun tertawa melihat Kyungsoo yang...

"jinjja kau tidak seperti biasanya Kyungsoo-aah!" Baekhyun benar benar terkejut mendapati Kyungsoo dengan setelan kemeja berwarna pink dan celana putih yang membentuk indah kaki dan bootnya yang semok itu, lengan bajunya pun ia gulung sampai sesiku membuat tangan putih mulusnya terekspos.

"ah mwoya~~~ ini penampilan biasa ahBaek"

"jinjja?" ejek Baekhyun pada Kyungsoo yang raut wajahnya sudah memerah dengan Taeoh yang tiba tiba mencium pipinya kemudian memainkan pipi Kyungsoo, Baekhyun dan Chanyeol tersenyum mengejek melihat keakraban Kyungsoo dan Taeoh.

Untuk pertama kalinya Kyungsoo melihat eommanya Jongin setelah menampakkan diri bersama appanya dan memulai acara. Kalau dipikir pikir, acaranya ini sungguh bukan seperti stylenya Jongin, menurut Kyungsoo, Jongin adalah pria yang sederhana dan cuek, ia pasti lebih suka acara ulangtahun yang biasa biasa saja.

"Ah! Aku seperti gadis yang merayakan sweet seventeen" rengek Jongin menghampiri Chanyeol, Baekhyun, Kyungsoo, dan tentunya Taeoh yang masih setia dipelukan Kyungsoo. Baru beberapa menit yang lalu orang orang menyanyikan lagu selamat ulang tahun, dan eommanya memberi kata sambutan kepada teman temannya, Jongin langsung berlari ke arah tiga sahabatnya itu.

"yasudah nikmati saja~" jawab Chanyeol.

"untung saja mereka tidak memintaku menyuapi mereka didepan banyak orang seperti ini." ketiga sahabatnya itu hanya tertawa dan terus mengejek Jongin, tentu saja, reputasinya sebagai pria keren dan super dingin langsung menghilang begitu saja malam itu, Jongin tampak seperti anak mami yang masih merengek minta susu pada eommanya.

"Jongin hyung kan masih sering disuapi eomma, hyung. Kalah sama Taeoh, Taeoh aja udah bisa makan sendiri" ucap Taeoh tiba tiba mengadu didepan wajah Kyungsoo, Kyungsoo menanggapi,

"JINJJAA?! eissh payah sekali yah hyungmu~~"

"ANIEYOOO! Hyung tidak pernah disuapi lagi oleh eomma kecuali kalau hyung sakit" Jongin membantah dan mengajak Taeoh bertengkar, tapi Taeoh tidak mau kalah, Taeoh terus menjawab membuat Jongin akhirnya gemas pada adiknya sendiri itu, Jongin mencoba menarik Taeoh dari pelukan Kyungsoo tapi Taeoh menolak, ia terus memeluk Kyungsoo dengan erat, Jongin bahkan menggelitiki Taeoh membuat Kyungsoo susah payah menahan tubuh Taeoh yang terus menggeliat. Kyungsoo akhirnya mencoba kabur dan berlari menjauhi Jongin, tapi Jongin terus mengejar mereka, mereka terus berlari larian saling mengejar walau acara belum selesai.

Taeoh yang terus menggeliat tidak bisa diam membuat Kyungsoo tidak sengaja hampir terjatuh saat berlari hingga membuatnya terkejut dan berusaha menahan tubuh Taeoh, tapi Jongin buru buru menahan dan merangkul kedua tubuh mungil itu. Kyungsoo terdiam dan tersentak kaget, jantungnya berdegup kencang, Jongin menahan tubuh Kyungsoo dengan lengannya, Jongin pun sepertinya salah tingkah.

"oho~~ hasil fotonya bagus bagus baekhie-aah" ucap Chanyeol sambil menunjukkan hasil jepretannya barusan pada Baekhyun, mereka sama sama melihat foto Jongin dan Kyungsoo yang sedari tadi bercanda bersama hingga mereka berlari larian saling mengejar, dan yang terakhir, adegan Kyungsoo yang hampir jatuh dan ditahan tubuhnya oleh Jongin, "AH! KYEPOTA! SAVE SAVE!" pinta Baekhyun dengan gemas.

Jongin dan Kyungsoo benar benar mengalami awkward moment sampai Taeoh tiba tiba tertawa membuyarkan tatapan mereka berdua. Kyungsoo membangunkan tubuhnya dan Jongin menggaruk garuk lehernya, mereka menatap ke sembarang arah.

"eum... Taeoh-aaah, sudah jangan manja terus begitu pada Kyungsoo hyung, kasihan Kyungsoo hyungnya lelah menggendongmu" Jongin mencairkan suasana, Taeoh memanyunkan bibirnya.

"anii... gwaenchanaaa" Kyungsoo menjawab terbata bata,

"mianhae, karena Taeoh tadi kau hampir jatuh"

"a..ha..haa... tidak apa apa... lupakan saja kejadian tadi ehe..hee..hee.." Kyungsoo cengengesan kemudian berjalan pergi meninggalkan Jongin.

Mereka bahkan tidak sadar bahwa mereka sudah jadi perbincangan teman teman mereka sendiri yang datang ke ulang tahun Jongin, senior senior ekskul Jongin pun sudah memandang Kyungsoo dengan tatapan sinis. Kyungsoo mencoba tidak peduli, ia tetap berjalan menuju Baekhyun dan Chanyeol yang kini sedang berbincang dengan eomma dan appanya Jongin.

"Taeoh? sini sama eomma" pinta eommanya pada Taeoh sambil membuka kedua tangannya untuk segera menggendong Taeoh, tapi Taeoh tetap tidak mau beranjak dari pelukan Kyungsoo, padahal lelaki mungil itu sudah menggaruk-garukan kepalanya pertanda mengantuk. Kyungsoo hanya tersenyum saat eommanya bilang maaf karena telah membuatnya repot. Sementara Jongin sibuk menanggapi teman temannya yang berpamitan pulang, appanya Jongin mengajak Kyungsoo berbincang dan entah kenapa ia selalu menanyakan tentang Jongin pada Kyungsoo, seperti, bagaimana Jongin dikelas, apa dia makan dengan baik, mengerjakan tugas dengan baik, bergaul dengan baik, dan bahkan bagaimana kedekatannya dengan Jongin. Kyungsoo menjawab seadanya, memangnya Kyungsoo siapanya Jongin, kenapa appanya terus menyerang Kyungsoo mengenai pertanyaan seputar Jongin, Kyungsoo hanya cengengesan.

"Jongin-aah, kau mengantar Kyungsoo pulang, kan?" teriak appanya pada Jongin yang sedang berbincang dengan beberapa teman ekskulnya yang hendak pulang,Jongin mengiyakan. Baekhyun dan Chanyeol mendahului Kyungsoo yang masih menunggu Jongin, Taeoh bahkan sudah tertidur didalam pelukan Kyungsoo dan akhirnya dibawa masuk oleh eommanya.

"Kajja!" ajak Jongin setelah Kyungsoo berpamitan dengan kedua orang tuanya, Jongin mendahului Kyungsoo menuju motornya, Kyungsoo bahkan berjalan dengan canggung dibelakang Jongin.

"ambillah..." Kyungsoo tiba tiba menyodorkan sebuah kado pada Jongin saat Jongin hendak menyalakan motornya, pria itu menoleh dan tersenyum tipis.

"Apa ini?" tanyanya kemudian langsung membuka kadonya didepan Kyungsoo tanpa menunggu Kyungsoo menjawab pertanyaannya. Jongin tersenyum saat mengambil sebuah gantungan yang berisi beberapa fotonya, dan sebuah bantal kepala yang terdapat wajah Jongin. Jongin tertawa,

"eoh? kenapa ini lucu sekali?" Jongin terus melebarkan senyumnya mendapati dua hadiah tersebut, Kyungsoo tersenyum malu.

"its not really your style, aku tahu itu, kau tidak mungkin senarsis itu untuk memakai gantungan yang berisi fotomu, setidaknya kau bisa menyimpannya."

"heheheh.. gomawo... dan... bantal ini? apa ada toko yang menjual bantal dengan wajahku?"

"ani, tentu saja tidak, aku menjahitnya, kau bisa liat kan bahwa ini bahan printing? aku menempelkannya kemudian menjahitnya"

"jinjja?! Kau bisa menjahit?!"

"hmm... tenang saja, itu hobiku"

Jongin tiada hentinya tersenyum dan tertawa bahagia, ia bahkan tidak mampu menutupi perasaannya kali ini. Kyungsoo tersenyum malu, sebelum akhinya mereka berdua diteriaki Jongin appa dari kejauhan,

"YAA JONGIN-AAHH! Jangan memulangkan Kyungsoo larut malam! pali antar dia pulang!" Kyungsoo dan Jongin sama sama menoleh, sedari tadi appanya belum masuk ke dalam rumah rupanya, Kyungsoo terkekeh melihat wajah Jongin yang mulai merengek dan bergumam "ah appa bawel sekali!"

Itulah sebabnya, mengapa aku tidak mau lagi ke rumah Jongin.

Aku takut merasa nyaman oleh keluarganya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Keesokan harinya disekolah

"Kyung! banyak sekali sih perlengkapan yang dibawa untuk excamp. Ah! aku malas!" rengek Baekhyun setelah baru saja mereka mengikuti rapat ekskul.

"Yaa... mau gimana lagi Baek, kita kan hanya junior, mau tidak mau ikuti aturan saja." Kyungsoo menjinjing tas ranselnya kemudian menarik tangan Baekhyun.

"Ngomong ngomong, untuk slayer yang berwarna hitam itu dimana kita harus mencarinya, Kyung?"

"ah molla~ cari yang gampang saja dulu Baek, kajja!"

"jamkkaman! aku ingin meminta Chanyeol mencarikannya.."

"eish kau manja sekali sih, sudah ayo cari sendiri saja!"

"no way! Kau pikir ini day minus berapa? kita harus istirahat, jangan terlalu sibuk mencari perlengkapan yang susah susah ah!"

Kyungsoo menghela nafasnya menuruti kemauan sahabatnya itu, " biar aku titip juga untukmu, tenang saja, Kyung!" ucap Baekhyun menenangkan Kyungsoo yang tampak jengah.

Mungkin Baekhyun bisa bersantai, tapi tidak sama halnya dengan Kyungsoo, day minus satu berangkat excamp, ia bahkan harus dispen dan mengikuti kompetisi menyanyi setelah diajukan oleh senior ekskulnya secara mendadak. Jika Baekhyun langsung pulang setelah mencari perlengkapan excamp, maka Kyungsoo harus kembali lagi ke sekolah untuk latihan vocal di ruang ekskulnya. Untuk pertama kalinya Kyungsoo menghabiskan waktu disekolah sampai malam selama empat hari berturut turut, dan selama itu juga ia baru menyadari, bahwa Jongin juga melakukan latihan fisik beberapa hari ini bersama teman ekskulnya. Setiap sore, para wanita dan para pria pengagumnyanya banyak yang masih setia menunggu disekolah untuk sekedar melihat Jongin, dan tentu saja meneriaki nama pria berkulit tan tersebut. Kyungsoo tidak tahu apakah ini sebuah kebetulan, tapi setidaknya, ada yang selalu menjadi semangatnya untuk terus berlatih hingga malam. Kyungsoo tersenyum setiap kali melihat Jongin berlatih dengan kemeja hitam khas ekskulnya, dan slayer hijau di lehernya. Memang, Jongin tak pernah melihat Kyungsoo yang selalu memperhatikannya di lapangan dari lantai atas, tapi bagi Kyungsoo, itu tidak mengapa, lebih baik Jongin tidak mengetahuinya, pikirnya.

Dear Kim Jongin,

Entah apa yang terus terjadi padaku

Aku semakin merasakan jantungku berdegup setiap kali melihatmu

Apa benar aku menyukaimu? Atau sekedar mengagumimu?

Aku memperhatikanmu dari jauh, meneriaki namamu dalam hatiku

Apakah itu sesuatu yang bodoh? Aku pikir iya

Menatapmu lekat lekat tanpa kau tahu, sungguh sudah menjadi candu bagiku

Aku bahkan tak mau menghentikan rutinitas bodohku ini

Melihatmu tak pernah menanggapi para pengagummu, itu cukup melegakan bagiku.

Aku bahkan membiarkanmu membuka pintu ini,

Masuk dan menguncinya.

Bersarang tepat pada bagian yang selalu berdegup menyebut namamu.

Yaitu, pintu hatiku.

.

.

.

.

Kyungsoo menutup buku diarynya, kemudian tersenyum sebelum akhirnya merebahkan tubuhnya diatas kasur hijau polosnya.

.

.

.

.

.

.

.

Pagi pagi sekali Kyungsoo sudah sampai di depan sekolahnya yang penuh dengan jejeran bis yang akan mengangkut para siswa dan siswi pergi excamp. Kyungsoo hanya menemukan beberapa orang saja disana, dan tentunya para senior ekskul yang sudah standby di masing masing bis, Kyungsoo pikir ia kepagian. Kyungsoo menunggu kehadiran Baekhyun didepan bisnya, tapi Baekhyun tak kunjung datang, Baekhyun pasti datang paling akhir seperti biasa, batinnya.

Tiba tiba, Jongin datang dan menghampiri Kyungsoo, Kyungsoo terkejut dan heran. Jongin menyodorkan sebuah sapu tangan dan slayer hitam pada Kyungsoo.

"eoh? kau yang membeli slayernya? dan.. bagaimana bisa saputanganku ada padamu?"

"ani, Chanyeol menitipkan padaku slayer ini. Dan... sapu tanganmu ini terjatuh dihalaman rumahku" Kyungsoo sempat diam sebelum akhirnya menjawab,

"aaahh~~~ ne sepertinya terjatuh saat menggendong Taeoh waktu itu, aku sudah mencarinya dari kemarin, pantas saja tidak ketemu. By the way, thank you untuk slayernya, apa Chanyeol menitipkan punya Baekhyun juga?"

"Tentu saja tidak, dia pasti memberikan langsung pada kekasihnya, mereka kan berangkat bersama" Kyungsoo mengangguk mengiyakan perkataan Jongin,

"aah ne.. yasudah kalau begitu... kau tidak kembali ke bismu?"

"a..haha..ha..haa... iyaa aku harus kembali ke bis ku, ne kalau begitu.." Jongin dan Kyungsoo sama sama canggung entah apa alasannya, mereka hendak melangkahkan kaki, tapi selalu bertabrakan dan dengan arah yang sama. Kyungsoo melangkahkan kakinya ke arah Kanan, Jongin juga, Kyungsoo ke arah kiri, Jongin juga sama. Sampai akhirnya mereka menengok satu sama lain dan cengengesan bersama,

"aaa...haa...haa...haa..." mereka tertawa memaksa sambil menggaruk leher mereka masing masing,

"ne, kalau begitu kau duluan yang jalan..." pinta Jongin pada Kyungsoo untuk menuju bis yang ada di belakang tubuhnya sebelum akhirnya Jongin berjalan menuju bis yang ada di belakang Kyungsoo, bis mereka depan depanan rupanya. Setelahnya, Kyungsoo masuk ke dalam bisnya, dan benar saja, Baekhyun baru mendudukkan dirinya dikursi bis samping Kyungsoo di detik detik terakhir saat senior sedang mengabsen nama nama peserta excampnya. Kyungsoo berdecih, ia sudah tahu kalau Baekhyun memang selalu seperti itu, berbeda jauh sekali dengan dirinya yang terlalu disiplin. Tapi tetap saja, Baekhyun selalu menjadi teman terbaiknya untuk melepas penat. Walaupun terus menerus mengoceh di samping Kyungsoo, tapi Baekhyun selalu berhasil membuat Kyungsoo tertawa, dan mereka benar benar menikmati perjalanan mereka, belum lagi acara menyanyi bersama didalam bis, berhubung satu bis isinya anak seni semua, jadi wajar saja kalau tidak sedikitpun sepi didalam bis selama perjalanan berlangsung. Sesama satu ekskul, mereka semua akhirnya menjadi dekat satu sama lain, begitu juga dengan Kyungsoo yang akhirnya bisa membuka diri dan membuat teman teman ekskulnya itu tahu bagaimana sifat Kyungsoo yang sebenarnya.

"kau pokoknya tidak boleh jauh jauh dariku, aku benci kegiatan seperti ini, hanya melelahkan saja~~" rengek Baekhyun saat dua namja cantik itu berjalan menuju tenda mereka. Kyungsoo hanya mengiyakan saja rengekkan sahabatnya itu sebelum akhirnya mereka semua dipersilahkan istirahat sebentar untuk setelahnya mengikuti agenda acara excamp tersebut. Baekhyun bahkan benar benar tak sedikitpun jauh jauh dari Kyungsoo, padahal disetiap permainan yang diadakan, Kyungsoo dan Baekhyun berbeda kelompok, tapi Baekhyun akan langsung buru buru mendekati tubuh Kyungsoo setiap kali permainan berakhir.

"ah apa apaan.. melelahkan! bermain games, berlari lari mencari clue, mendatangi markas senior kemudian dibully dan disiksa, sungguh menjengkelkan!"

Kyungsoo tertawa mendengar rengekkan Baekhyun saat mereka sedang asik berselonjor ria diatas rumput setelah permainan benar benar berakhir, tentu saja Baekhyun kesal, setelah mengikuti beberapa kegiatan bermain, mereka semua harus mengikuti beberapa clue untuk mendatangi beberapa pos, kemudian di tiap tiap pos mereka diminta untuk menunjukkan bakat mereka dari berbagai divisi, seperti menyanyi, menari, kemudian berakting. Dan diakhir pos yang mereka kunjungi, mereka akan menemui senior yang akan mentatar mereka, dengan meneriaki, membully, menendang, bahkan menyiramkan air pada mereka yang sedang ditatar. Baekhyun paling benci hal hal seperti itu, begitu juga dengan Kyungsoo, tapi Kyungsoo lebih pandai menyesuaikan keadaan, jika memang seharusnya diperlakukan seperti itu, Kyungsoo akan tetap menerimanya, Kyungsoo pikir di tahun selanjutnya dia yang akan bertindak seperti itu untuk juniornya nanti.

"waahh jinjja Kai benar benar tampan ya kalau dilihat dari dekat"

Begitu kira kira yang baru saja Baekhyun dan Kyungsoo dengar saat mereka sedang asik menselonjorkan kaki mereka diatas rumput, Baekhyun dan Kyungsoo saling menoleh, kemudian mereka terkekeh bersama. Tentu saja, mereka bersahabat berempat dan sudah mengetahui sifat satu sama lain, jadi sekarang, jika mereka mendengar ada yang memuji Jongin, mereka akan tertawa, karena pada kenyataannya, Jongin tidaklah selayaknya pria yang patut di idam idamkan walau kenyataannya memang Jongin itu tampan, terlebih lagi sih, mereka sebenarnya menertawakan para fans fans Jongin itu yang tiada hentinya mengagumi Jongin, tapi Jongin tak pernah sedikitpun menanggapi mereka.

"ngomong ngomong kok pacarku belum lewat ya Kyung? Kenapa Jongin berlari sendirian?" tanya Baekhyun heran, Kyungsoo hanya menggelengkan kepalanya. Setelahnya, Kyungsoo dan Baekhyun mengikuti teman teman mereka kembali ke tenda karena langit sudah mulai gelap, itu artinya, mereka akan segera mengikuti acara api unggun.

Seperti para uke yang lain, Baekhyun dan Kyungsoo menggunakan kamar mandi bersama, karena disaat saat seperti ini memang sulit sekali untuk mandi dengan khusyu. Mereka pun buru buru mandi dan saling menggosokkan punggung mereka satu sama lain. Tidak sama halnya dengan Jongin dan Chanyeol, mereka masih terlihat melakukan kegiatan ekskul mereka.

"hish! ekskul mereka benar benar kejam Kyung!" Baekhyun mengoceh lagi melihat kekasihnya masih berlari larian dengan kaos putih yang kotor terkena tanah.

"makanya mereka tidak pernah akur ya dengan kita, ekskul mereka menerapkan disiplin yang tinggi, sementara kita malah sibuk bermain" Kyungsoo berdecih menyadari betapa lemahnya ekskulnya tersebut.

"ya~~ aku pikir itu penyiksaan bukan pelatihan. Lagipula untuk apa susah payah, kita kan mau mengembangkan bakat kita di ekskul, bukan mau disiksa..."

"yang mereka lakukan adalah bentuk dari pengembangan bakat mereka Baek, mereka kan pecinta alam, mereka harus tahan fisik, mereka naik gunung, mendaki mendayung, panjat tebing, ya, kan?"

"iya sih... tapi kenapa kau jadi membela mereka begitu?"

Kyungsoo terus menatapi Jongin yang terlihat semakin seksi saat berlari dengan kaos putih yang basah dan penuh dengan tanah. Wajahnya pun berlumuran tanah sampai ke rambutnya, tapi baginya, Jongin benar benar mempesona.

"YA!~~" Baekhyun menyenggol lengan Kyungsoo karena sahabat mungilnya itu tidak menjawab pertanyaannya.

"eoh? iya.. begitu baek"

"apanya yang begitu sih? Kajja! anak anak sudah berkumpul!" Baekhyun menarik tangan Kyungsoo dengan cepat membuat Kyungsoo tersadar sepenuhnya.

Kyungsoo dan baekhyun masuk dalam barisan ekskul mereka, dan ekskul yang lain pun sudah siap siap untu mengikuti acara selanjutnya, kecuali, ekskulnya Jongin. Disaat ekskul yang lain sudah membentuk barisan masing masing, justru ekskulnya Jongin baru selesai melakukan kegiatan mereka, Kyungsoo menoleh pada Jongin yang sedang berjalan menuju tendanya dengan pakaian yang super kotor. Kyungsoo tersenyum karena melihat Jongin tertawa bersama temannya, sepertinya ia benar benar menyukai ekskulnya, batin Kyungsoo.

Setelah acara api unggun selesai, Baekhyun buru buru menarik Kyungsoo kembali ke tendanya, bukan karena mengantuk, tapi Baekhyun ingin segera menelepon Chanyeol. Kyungsoo menghela nafasnya menemani Baekhyun bertelepon ria bersama Chanyeol, padahal teman temannya sedang berkumpul bernyanyi bersama di luar tenda, jujur saja, Kyungsoo ingin sekali menghabiskan free time yang telah disediakan untuk bergabung dengan teman satu ekskulnya, tapi Baekhyun menghalanginya. Hingga tak terasa waktu semakin larut, satu persatu temannya mulai memasuki tenda mereka dan mau tidak mau Baekhyun harus menghentikan kegiatannya itu. Kyungsoo dan Baekhyun bergegas tidur mengambil selimut dengan jas super tebal yang sudah mereka gunakan sedari tadi untuk menghilangkan rasa dingin malam itu. Kyungsoo bahkan tidak bisa tidur sama sekali sampai waktu menunjukkan pukul setengah dua belas malam, udaranya benar benar dingin, dan Kyungsoo tidak kuat akan hal itu. Kyungsoo terus memaksa matanya terpejam, tapi tetap saja ia tidak tertidur juga, Kyungsoo bahkan membolak balikkan badannya dengan resah.

From: Jongin

kau kehilangan slayermu?

Kyungsoo membuka kembali matanya saat handphonenya bergetar, Kyungsoo membelalakkan matanya sebelum akhirnya bangun dan mencari cari slayer ditasnya. Kyungsoo mulai terlihat panik, ia bahkan baru menyadari bahwa slayernya hilang setelah membaca pesan dari Jongin, padahal slayer itu akan digunakan untuk pelantikan besok pagi,

To: Jongin

bagaimana kau bisa tahu?

From: Jongin

Temui aku di belakang tendamu.

Kyungsoo menoleh melirik teman temannya untuk memastikan bahwa semuanya benar benar sudah tertidur. Kyungsoo keluar dari tendanya dan melirik kanan kiri, berharap tak ada seorangpun yang melihatnya, Kyungsoo berjalan menuju belakang tendanya.

"eoh? Jongin?" Kyungsoo melambai lambaikan tangan didepan wajah Jongin karena sedari tadi Jongin menunduk dengan jas yang menutupi tubuh sampai bibirnya, Jongin mengangkat kepalanya,

"Jongin-aah? Kau belum tidur?" bisik Kyungsoo membuat Jongin menggelengkan kepalanya, ia kemudian menyodorkan slayer hitam yang ada digenggamannya pada Kyungsoo.

"ah! gomawoo!" Kyungsoo kegirangan bukan main walaupun harus berteriak sambil berbisik, "kau menemukan dimana?" tanyanya lagi.

"entahlah, aku lupa" jawab Jongin terbata bata, sepertinya Jongin kedinginan, "sudah kau masuk ke tenda lagi sana, jangan sampai senior melihat kita" Jongin membalikkan tubuh Kyungsoo dan mendorongnya untuk kembali ke tenda, Kyungoo pasrah menuruti Jongin sebelum akhirnya ikut membalas senyuman dari Jongin.

.

.

.

.

.

Pukul empat pagi

Baekhyun dan Kyungsoo terbangun karena senior sudah ribut meneriaki mereka untuk bangun, maka dengan cepat mereka bergegas keluar dan berkumpul dengan teman teman yang lainnya. Tapi Kyungsoo heran, hanya ada dua ekskul yang berkumpul pagi itu, dan satunya lagi, ekskul Jongin. Mungkin yang lain tidak heran kenapa ekskul pecinta alam bangun sepagi itu, sementara ekskul seni? sepertinya itu semua di luar rundown, dan tak ada ekskul lagi yang mengikuti ekskul mereka.

"apa disini ada yang masih terbangun dan keluar tenda lebih dari waktu yang di tentukan semalam? kemudian bertemu dengan anggota ekskul pecinta alam?" tanya ketua pelaksana didepan para juniornya. Kyungsoo mulai gugup, ia memejamkan matanya dan menarik nafas dengan dalam, pasti semalam ada yang melihat dia, batinnya. Semuanya terdiam dan menoleh noleh siapa yang tunjuk tangan, maka tanpa perlu menunggu senior bertanya lagi, Kyungsoo mengangkat tangannya,

"MAJU!" jantung Kyungsoo berdetak kencang saat melihat senior seniornya menatapnya dengan tajam, begitu pula teman temannya yang mulai meliriknya, termasuk Baekhyun yang cukup terkejut.

"kau tahu bahwa ekskul kita itu tidak mempunyai hubungan yang baik dengan ekskul pecinta alam?" tanya seniornya membuat Kyungsoo mengangguk mengiyakan.

"Itu adalah rule yang tidak pernah boleh dilanggar. Dan yang kedua, kau keluar tenda dari batas yang sudah ditentukan"

"ne, aku salah." Kyungsoo meminta maaf.

Setelahnya, Kyungsoo dibawa pergi oleh para senior disaat yang sama anggota lain boleh kembali ke tenda mereka masing masing, Baekhyun mulai panik dan bingung sendirian, ia juga khawatir dengan keadaan Kyungsoo sekarang.

"kau harus naik keatas bukit itu, kemudian turun lagi selambat lambatnya pukul lima kurang lima belas"

Kyungsoo menarik nafas dalam dalam, ia sudah tahu pasti bahwa dia harus menerima resikonya, tapi apa hukumannya tidak cukup keterlaluan? Memang bukan seperti mendaki gunung yang tinggi, tapi bukit yang biasa disebut kebun teh ini cukup tinggi juga dari tempatnya berdiri sekarang, dan jalannya berliku liku, Kyungsoo pikir akan cukup memusingkan. Dan pukul lima kurang lima belas? Ayolah, ini sudah jam empat lewat lima belas, itu artinya ia harus naik dan turun dalam waktu tiga puluh menit? Itu berarti Kyungsoo harus berlari, berjalan saja pasti sungguh melelahkan, apalagi kalau harus berlari? Kyungsoo ingin marah, tapi ia bisa apa?

Dengan langkah pasti, Kyungsoo memulai perjalanannya dengan berlari, ia tidak tahu lagi apa tiga puluh menit cukup untuk mengitari kebun teh itu?

.

.

.

.

.

.

Disisi lain, Jongin juga dicaci maki, bahkan lebih parah. ia bahkan ditarik paksa oleh seniornya menghadap senior Kyungsoo untuk menyelesaikan masalah mereka. Jongin memohon pada Jongdae dan Minseok untuk memahami maksudnya semalam, berhubung mereka sudah saling kenal dekat. Jongdae akhirnya memutuskan untuk menemani langsung Jongin menghadap senior Kyungsoo tersebut,

"YA! Ini salahku! Bukan salah pria itu!" Jongin membentak senior Kyungsoo, tetapi para senior itu malah menatap tajam Jongin yang notabene hanyalah seorang junior.

"Apa begini caramu mendidik juniormu? membentak senior lain, begitu?" tanya senior Kyungsoo pada Jongdae yang berdiri disampin Jongin.

"tapi kau terlalu berlebihan menghukum juniormu, ekskulmu tidak seharusnya memberi hukuman begitu" jawab Jongdae dengan santai.

"Ya! Kau mengajak bertengkar?"

Jongdae hanya berdecih, sebelum akhirnya Jongin mengoceh lagi karena sudah pukul lima pagi tapi Kyungsoo tak kembali juga, bahkan sudah lebih lima belas menit dari waktu yang di tentukan, Kyungsoo pun sudah tak tampak lagi dari pandangan mereka.

"Apa kalian menjamin kesehatan Kyungsoo?" tanya Jongin lagi dengan panik, tapi para senior itu diam saja tak menjawab, raut mereka pun sudah mulai ikut panik.

"YA! Kalian benar benar sudah gila!" teriak Jongin,

Setelah menatap tajam para seniornya Kyungsoo, Jongin buru buru berlari ke atas bukit untuk menyusul Kyungsoo.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To be continued.

Hai.

aku

bingung

banget

ngelanjutinnya

apa masih ada yang tertarik sama school life?

hehehe