Getting closer
Cast:
Rating: M *Evil laugh*
Pairing: Namjin
Genre: Romance
Chapter: 3(END)
Summary:"kau tahu apa yang tidak bisa di prediksi si peramal cuaca?"
"apa itu namjoon-ah?"
"dirimu yang datang di kehidupan ku jinseok-ah, and you make me fucking crazy"
.
Warn: banyak bahasa non baku dan non EYD, ff gaje, BxB, yaoi, BoyxBoy, 18+, NSFW content, NC, Yang merasa masih polos silahkan tekan tombol back,
Don't like Don't read
Disclaimer: The character is belong to their agency, parents and god, FF ini murni bikinan author, DO NOT COPY PASTE.
.
.
.
.
Satu kata yang ada dipikiran namjoon saat ini 'fuck'
Namjoon mengerang frustasi karena ia baru saja terjatuh dari sofa dan ternyata seokjin yang berada di rumah nya hanya mimpi semata ha ha ha..
Merasa ada yang tidak nyaman, namjoon melihat ke bawah celananya 'shit' umpat namjoon, celana kesayangan nya basah karena menampung sperma bekas mimpi indah nya bersama seokjin.
Oh tentu saja kan namjoon baru saja bermimpi 'panas' dimana seokjin memberinya service terbaik dan aarrghh ingin sekali ia berteriak karena hal tersebut Cuma mimpi. Yang sabar ya namjoon kkk…
Namjoon pun segera pergi ke kamar mandi dan segera menyelesaikan urusannya.
.
.
.
Malam minggu adalah malam dimana orang-orang merayakan kebebasan mereka dari yang namanya pekerjaan, sekolah, bahkan aktivitas lain-lainnya. Dan mereka pun melepaskan penat dari aktivitas non-stop itu dengan cara menghabiskan waktu dengan keluarga, teman atau pacar. tapi satu pertanyaan di benak author.
Kenapa nungguin hari minggu itu lebih lama dari pada nungguin hari senin :').
Oke abaikan.
Namun tidak berlaku bagi seorang kim namjoon, okay memang dia sedang tidak lembur dikantor dan menghabiskan satnite nya untuk membuat deretan nada, namun semenjak ia datang dari kantor namjoon pun langsung melesatkan diri nya kedalam studio pribadi di rumah nya.
Hingga jam 8 malam ia masih berkutat dengan perlatan nya, namun kali ini ia tidak melepas iphone itu dari tangannya, berharap jika seseorang ingat dengan janjinya.
Hingga pekerjaan yang ia kerjakan itu rampung, dan pria itu sekarang masih saja harap harap cemas dengan kedatangan seseorang yang sedang ia tunggu.
Tidak terhitung berapa kali namjoon menyalakan dan mematikan layar hp tersebut.
Hingga terdengar bunyi bell khas apartemen namjoon, dengan tidak sabaran ia membuka pintu studio hingga menimbulkan suara yang cukup keras mungkin,
Sebelum ia membuka pintu tersebut namjoon menaikan celana boxer nya tak lupa meengacak-acak rambut nya agar terlihat lebih rapi, ia pun menarik nafas dan menghembuskann nya sampai tiga kali.
Okay, merasa hati dan mental sudah siap ia pun membuka pintu apartemen nya, dan tampak lah sosok dimuka pintu tersebut yang tengah membawa sekotak pizza dan juga memakai topi baseball nya.
.
.
"eeh.. atas nama kim namjoon?"
.
.
Ah…. Damn*…
Sh*t…
Tai*…
E*q…
Apalah itu, dan itulah umpatan yang berada di otak seorang kim namjoon sekarang.
Yapp namjoon baru saja ingat ia memesan pizza sebelum nya karena memasak bukan keahlian nya. Masih dengan tampang oon nya (bayangin aja namjoon muka nya senyum-senyum gaje) dan sang delivery boy itu memasang wajah bingung karena sedari tadi pria yang memesan pizza tersebut sempat tidak bergeming dari tempat nya.
"eeh.. kim namjoon-ssi? Kan?" ulang si delivery boy tersebut.
dan namjoon tersadar dari umpatan nya,tanpa mengeluarkan sepatah kata, ia segera masuk kedalam untuk mengambil uang secepat nya dan segera mengambil pizza yang berada di tangan si delivery boy, dengan gerakan cepat masih dengan wajah tersenyum gaje nya namjoon menyerahkan uang dan segera menutup pintu agak keras.
Dan kesekian kali nya si delivery boy lagi-lagi dibuat bingung karena uang yang berada di tangannya berlebihan, mungkin uang tips mungkin yaa sabodo lah rezeki mana bisa ditolak kan, dan sang delivery boy itu mengendikan bahu nya dan segera pergi dari sana.
.
.
.
'BBRRAKK'
Bunyi pintu studio yang baru saja namjoon tutup dengan tidak berkepripintuan/?,
"aaargghhh bodoh nya dirimu namjoooonnn!" teriak namjoon dengan frustasi dan melakukan gerakan aneh seperti meloncat-loncat/? di ruangan kedap suara tersebut, sungguh ia tidak akan mengingat kejadian tadi dimana ia tersenyum aneh di muka orang asing alias si pengantar makanan tadi.
Ia mendudukan dirinya di kursi kerja nya dan menghentak-hentakaan kaki nya kesal, ditambah malu karena tadi.
"astaga, benar-benar memalukan".desah namjoon sambil mengusap wajah nya kasar, hingga kali Ini terdengar lagi suara bell khas apartemen namjoon.
"aarghh sungguh malam ini aku tidak ingin menerima tamu dulu".
Namjoon pun beranjak dari tempat duduk nya ogah ogahan dan membuka malas pintu studio nya.
Kali ini ia tidak peduli dengan penampilan nya yang acak-acakan, dan ia pun membuka malas pintu apartemen nya, Kali ini namjoon hanya memasang wajah datar dan voila.
Itu kim seokjin bungg!.
.
.
.
"m-mian namjoon aku tidak tahu jika aku mengganggu waktu istirahat mu, maafkan aku, aku segera pulang." Mungkin itu yang pertama kali seokjin pikirkan dibenak nya saat melihat penampilan namjoon yang acak-acakan.
Dan tak kalah unik, namjoon yang awal nya memasang wajah ogah-ogahan nya pun menampar diri nya sendiri karena takut jika hal kemaren terulang lagi
(read: mimpi).
Seokjin pun mengerjap bingung karena sedari tadi namjoon hanya mengeluarkan gelagat aneh dan tidak mengucapkan sepatah kata apapun.
Sadar jika ini bukan mimpi dan namjoon pun tersadar dari lamunan nya,
"a-anu ah silahkan masuk saja seokjin ah"
"benar jika tidak mengganggu?" tanya seokjin mengkonfirmasi. Dan namjoon pun hanya mengangguk sebagai balasannya.
.
.
.
.
.
Disinilah mereka sekarang, Duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut.
Namjoon yang memegang gitar, dan seokjin yang tengah menyesuaikan nada lagu hasil buatan kim namjoon hanya untuk kim seokjin seorang.
Tak jarang namjoon memberikan koreksi saat seokjin menyanyikan lagu dengan nada yang salah.
"tidak tidak, coba dengan nada yang lebih rendah lagi" ujar namjoon sambil memetikan gitar yang berada di tangannya.
"tapi aku sudah berapa kali mengulang part itu namjoon, aah.. sepertinya aku memang tidak berbakat jadi penyanyi kkkk…" hibur seokjin pada diri nya sendiri.
"siapa bilang dirimu tidak berbakat seokjin ah, mungkin kau kurang berlatih untuk mengatur nafas dan suaramu, mungkin lain kali sering-sering lah kemari untuk berlatih." Ujar namjoon memberi saran atau lebih ke modus/?, namjoon pun meletakan gitar nya di atas meja. "hhh… mianhae namjoon ah, kali ini aku merepotkan mu lagi." Seokjin menghela nafas nya, manik mata itu meredup hendak mengeluarkan liquid yang kapan saja bisa terjatuh dari pelupuk matanya.
"hey hey, aku tidak merasa direpotkan sungguh, eh bagaimana jika kita menonton film saja, kebetulan tadi aku memesan pizza". Hibur namjoon pada seokjin, ia tidak bermaksud seperti itu pada seokjin sebenarnya, dan entah kenapa hal itu membuat seokjin sedikit sensitive sekarang.
Seokjin pun masih menunduk dan tidak bergeming di tempat nya, laki-laki manis tersebut hanya tersenyum kecut entah karena perkataan namjoon tadi atau karena memang dari awal ada hal yang mengolah dirinya tidak enak.
.
.
"hyung!?" entah dorongan dari mana namjoon berani meletakan tangannya diatas tangan seorang kim seokjin yang tersadar dari lamunan nya.
"a-ah nde?" dengan memberanikan diri ia menatap namjoon hingga kedua manik mata itu saling bertemu.
"what's wrong with you?" tanya namjoon yang mungkin lebih seperti bisikan.
"n-nothing, i-it's just.. a.." kedua manik seokjin nampak kesana kemari, hendak mencari alasan yang tepat untuk orang yang berada dihadapannya ini.
"hhh…. Aku hanya kelelahan maaf" ujar seokjin dengan senyum palsu dan wajah menahan tangis nya.
"but your eyes not tell me that, it's okay I'm a good listener hyung" dengan perlahan ia melepaskan genggaman nya entah sejak kapan dari tangan seokjin.
"okay…" sebelum bercerita ia pun menghembuskan nafas nya beberapa kali.
"Mantan kekasih ku.., saat aku hendak pulang dari mall tadi.. aku.. aku..".
"sstt… hyung bisa berhenti." Ujar namjoon saat melihat seokjin yang mulai tak kuat dengan omongannya sendiri.
"anni, aku bisa lanjut!" cegah seokjin cepat sedikit antusias.
"oke hyung, tapi tolong jangan terlalu paksakan dirimu." Ujar namjoon dengan tampang khawatir nya.
"hhh… saat aku pulang dari mall bersama adikku tadi… akumelihatjaehwan bersamaseoranggadisdanmerekakeluardaritokoperhiasan." Ucap seokjin tanpa jeda
"A-apa!?" Tanya namjoon memastikan
"dia bersama seorang gadis namjoon-ah.." ulang seokjin dengan suaranya yang mulai bergetar, namun ia kembali menghembuskan nafas nya, dan seokjin menceritakan bagaimana kronologi saat ia melihat sosok mantan nya bersama seorang wanita saat ia berada di mall bersama adik nya.
Namjoon yang mendengarkannya pun berubah geram, tak cukup kah untuk jaehwan yang sudah menelantarkan seorang kim seokjin dan kembali membuat nya sakit hati, maksudnya walaupun itu tidak sengaja, tapi tuhan benar-benar adil, ia memperlihatkan seokjin bagaimana busuk nya hati namja yang sudah pernah ia cintai bahkan sampai sekarang pun ia tidak tahu bagaimana cara melupakannya.
.
.
"hiks… entah lah namjoon ah, dilain sisi aku benar benar membencinya, tapi hiks.. bagaimana bisa aku melupakannya jika ia memberi ku terlalu banyak namjoon ah". Kini tangis seorang kim seokjin karena ia sudah tidak tahan lagi, sudah banyak hari ini dia mendapatkan tekanan, mulai dari ayah nya, dosen hingga jaehwan pun ikut juga.
.
'cupp'
.
Tanpa aba-aba namjoon segera membungkam mulut itu dengan bibir berisi nya.
Dan iris mata si cantik yang awal nya terbelalak kaget kini perlahan menutup, kedua bibir yang tengah menyatu itu pun masih tidak bergerak sama sekali, masih menyatu dengan sempurna, ciuman itu kini berubah menjadi lumatan yang kian intensif, dengan pelan namjoon menghisap bibir plum tersebut, yang tentu di balas oleh sang empu, entah sejak kapan kini tangan namjoon berada di tengkuk seokjin, mencoba membuat ciuman mereka lebih dalam.
Hingga namjoon menyudahi tautan bibir mereka dan dibalas oleh raut kecewa nan sayu seokjin, masih dengan nafas tersengal-sengal namjoon pun menatap mata sayu itu dan mengusap pipi merona seorang kim seokjin
"boleh kah?"
Seokjin hanya tersenyum dan mengangguk pasrah, tidak lama kemudian tubuh nya digendong ala bridal dan seokjin sempat memekik kaget saat namjoon mengankat tubuh nya, namjoon membuka kamar tidurnya dan ia melangkahkan kaki nya menuju ranjang king size nya, hingga akhirnya namjoon merebahkan seokjin diatas kasur nan empuk tersebut dan namjoon pun menindih tubuh tersebut.
"kau yakin?" Tanya namjoon memastikan orang yang sedang terbaring pasrah dibawah nya. Dan seokjin kembali menganggukan kepalanya tanda ia setuju "lakukan, lakukanlah sesukamu namjoon ah" seokjin memandang namjoon sayu persis seperti apa yang pernah ia lihat di mimpinya.
"kalau begitu jangan suruh aku untuk berhenti jinseok ah".
Namjoon pun kembali menyerang bibir plum berisi tersebut.
.
.
.
.
.
Tak terasa tubuh mereka berdua sudah sama-sama polos, tanpa ada sehelai benang yang menutupi tubuh mereka.
"Anngg-hh namjoo-nnhh.. hhh aahh" desah seokjin erotis saat namjoon menghisap kejantanannya, tubuh seokjin tak karuan saat milik nya berada di mulut seorang kim namjoon, tangannya meremas bantal frustasi tanda jika ia tidak bisa menahan nikmat yang telah diberikan, padahal ia masih berada di tahap ini bagaimana jika kejantanan besar yang tengah mengacung tegak itu berada di dalam nya? Bisa bisa ia mati karena keenakan pikir seokjin.
Namjoon semakin memperkuat hisapannya hingga kejantanan yang tak terlalu besar itu berkedut di dalam mulut nya.
"AA-aaakkkkhhhaa Namjooonhh" teriak seokjin setelah mendapatkan orgasme pertamanya yang sangat hebat hingga air mata keluar dari ujung mata nya. Lahar itu keluar di dalam mulut namjoon, dan namjoon tanpa jijik menelan sebagian cairan itu dan membagi sisanya di mulut seokjin, tentu saja seokjin langsung terbatuk dan menumpahkan cairan tersebut dari mulut nya saat merasakan rasa yang sangat asing berada di mulut nya.
sungguh pemandangan di muka nya saat ini membuat kejantanan namjoon yang sedari tadi tegang makin tegang dibuat nya.
Bagaimana tidak wajah kemerahan seokjin, keringat yang berjatuhan di wajah nya menampilkan kesan yang sangat seksi menurut nya jangan lupakan sperma yang mengalir dari mulut nya.
"I will prepare this for you babe, aku jamin kau akan menyukai nya" namjoon menampakkan smirk di wajah nya dan tentu hal itu membuat ketampanan nya semakin bertambah.
Namjoon mengangkat kedua kaki seokjin dan meletakan kedua kaki jenjang itu di atas bahu nya yang kokoh.
"T-tunggu namjoon kumohon jangan di aahhhhhh" terlambat sudah seokjin, kini ia menutupi wajahnya dengan lengannya lantaran ia malu karena saat ini namjoon tengah menjilati pintu anal nya dengan gerakan slow, dan tentu saja hal itu membuat tubuh pria di bawah nya menggelinjang keenakan apalagi saat lidah nakal itu kini menerobos masuk kedalam man hole nya "OH TUHAN!" pekik seokjin saat lidah itu menggelitik pintu anal nya dan tentu saja membuat dirinya mendesah nikmat.
Namjoon pun beralih ke tahap selanjut nya ia mengulum ketiga jari nya, hingga merasa cukup ia mengeluarkan jari yang sudah basah itu dari mulut nya.
Dan tanpa babibu ia memasukan kedua jarinya langsung kedalam hole seokjin yang mulai basah. "S-sakittthh nngh" seokjin menggigit bibir bawah nya menahan rasa panas yang berada di bawah nya, padahal ia mengira jika namjoon hanya akan memasukan satu persatu jari panjang nya, namun kini yang ia dapatkan malah dua kali lipat dari apa yang ia bayangkan.
Jari itu perlahan bergerak di dalam sana, perlahan ia mengelus langit-langit hole namja tersebut, perlahan rintihan kesakitan itu berubah menjadi desahan keenakan. Dan namjoon merasakan sesuatu saat jari nya berada di titik terdalam dan ia pun terkekeh dibuat nya "I see huh.. what if I touch this!" namjoon sengaja menekan jarinya saat ia menemukan sweetspot namja tersebut "aaaaahhhh a-apa itu hhhaaaa aaa.. aaAAAKKHH NAMJOON!" teriak namja itu histeris saat ia merasakan satu lagi jari namjoon yang ikut masuk, tak peduli dengan teriakan namja di bawahnya, namjoon malah semakin gencar mengeluar masukan ketiga jarinya di dalam hole sempit seokjin.
"aaaakkkhh hhahh.. hiks… kumohonhhh hentikannn aaaaaa…". Tangis seokjin disela-sela desahan nya, sungguh baru kali ini seokjin merasakan kenikmatan tiada tara, setahun pacaran dengan jaehwan namun baru kali ini ia merasakan apa itu sex, ya Karena sebelum nya yang pernah ia lakukan dengan lelaki itu hanya sekedar, pegangan tangan, berpelukan dan ciuman pun hanya sekedar kecupan saja, pernah sekali seokjin meminta jaehwan untuk berhubungan badan namun yang terjadi malah sebuah penolakan keras yang diberikan oleh jaehwan dan tentu saja hal itu membuat ia kecewa.
Namjoon pun mengeluarkan ketiga jari nya dari hole sempit namja tersebut dan terdengar desahan kecewa karena tentu saja dirinya belum puas dengan perlakuan namjoon tadi, yah walaupun ia juga sempat menyuruh namjoon untuk berhenti.
Namjoon mengambil secarik kondom yang berada di dalam nakas nya, entah untuk apa ia membeli benda tersebut namun menurut nya hanya jaga-jaga jika sesuatu akan terjadi, dan inilah sesuatu yang sebenarnya terjadi namjoon ah.
Ia merobek bungkus kondom tersebut dengan gigi nya, seokjin yang berada di bawah nya pun merona saat ia melihat namjoon tengah melakukan atraksi yang secara tidak langsung tersebut. Ia membungkus adik kecil nya dengan kondom dan ia mengocok batang yang sudah sangat keras tersebut agar lebih tegang.
Ia kembali mengangkat kaki seokjin namun kali ini satunya ia letakan di pinggang nya dan satunya lagi berada di bahu nya.
"okay… aku akan mulai babe, kumohon gigit bahuku jika rasanya sakit ara" namjoon mengecup dahi pria yang berada di bawah nya tanda jika ia akan mulai.
"namjoon ah" "hm?" namjoon sempat memberhentikan pergerakan tangannya. "kumohon kali ini pelan-pelan" seokjin menatap mata seokjin dengan pandangan memohonnya "tentu, apapun untuk mu jinseok" dan seokjin pun tersenyum saat ia mendengar nama panggilan yang menurut nya cukup imut.
"I'm i-in akkh" dan senyum itu berganti menjadi rintihan kesakitan saat benda tumpul tersebut mulai menerobos masuk kedalam dirinya. Sungguh kali ini benar-benar berbeda dari sebelumnya, kuku nya yang agak tajam itu kini menempel di punggung namjoon, bahkan rasa sakit yang ia terima membuat dirinya tidak bisa lagi berteriak, seokjin hanya bisa menangis saat benda itu perlahan-lahan masuk bahkan tidak sampai setengah nya, nafas seokjin tersengal-sengal saat namjoon memaksakan kejantanan besar nya masuk. Sambil membisikan kata-kata penenang untuk seokjin namjoon mengocok kejantanan seokjin sebagai pengalih rasa sakit, namun hal itu tentu saja tetap membuat pria dibawah nya tetap kesakitan. Sungguh ia tak tega melihat seokjin yang menderita dibawah nya , meneriakan nama pria diatasnya menyuruh untuk berhenti, seolah olah menulikan pendengarannya ia mau tidak mau harus melakukan hal ini.
"maafkan aku seokjinah…"
.
.
'JLLEBB'
.
.
"AAAKKKKHHHH APPHHAAYYO AAAAAAGGH… hiks hiks…" Seokjin berteriak histeris saat kejantanan namjoon tertanam sempurna di dalam dirinya, sungguh rasanya sangat sangat sakit bahkan berkali-kali lebih sakit dari pada jari-jari yang sebelum nya masuk. "hiks… nnnnggh hhh"
manik mata itu tak henti-hentinya mengeluarkan air matanya, namjoon tak hent-hentinya kembali mengucapkan kata penenang untuk seokjin.
seolah-olah mantra sihir tangisan pria itu mereda perlahan.
"ssstt mianhae mianhae kumohon tenanglah sayang,kumohon buka saja mata mu tidak apa-apa, "
Seokjin pun menatap namjoon, perlahan-lahan ia mulai terbiasa dengan benda asing yang berada di tubuhnya.
"n-namjoonhh… bergeraklah…" pinta seokjin pada pria yang berada diatas nya. "jinseok ah… sekali lagi apa kau yakin" Tanya namjoon sambil mengusap helaian rambut seokjin sayang. Dan seokjin pun mengangguk mantap.
Dan namjoon pun mulai menggerakan pinggul nya, perlahan tapi pasti kejantanan itu keluar masuk di dalam hole ketat seokjin.
"ssshh aah goddamn!" "aaaakkhh terus namjoon ahh mmngghh…."
.
.
.
.
Dan begitulah malam minggu panjang yang mereka lewati bersama, seokjin yang tidak henti-henti nya meneriakan nama namjoon, dan juga namjoon yang tidak henti-hentinya menumbukan kejantanannya sekaligus menuntaskan hasrat yang sudah berusaha ia tahan.
Sinar rembulan yang menembus kaca itu kini menjadi saksi pergerumulan mereka, diikuti oleh bunyi deritan ranjang yang semakin liar menandakan pergerumulan dua orang itu semakin memanas, Hingga mereka berhasil mencapai puncak kenikmatan bersama-sama dan mereka meneriakan nama pasangannya masing-masing dengan sekeras-kerasnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
'ddrrtt.. drrrtt..'
Namjoon menggapai benda persegi yang berada di nakas nya, masih dengan mata terpejam ia mematikan hp nya tersebut agar acara tidur nya tidak terganggu, ia pun kembali memeluk sosok yang sedang melingkar di dekapannya, ah tentu saja, namjoon teringat kejadian tadi malam dimana ia berhasil menaklukan hati sekaligus 'first sex' nya kim seokjin, pria yang akhir-akhir ini membuat nya tidak normal.
Saat sesudah kegiatan mereka malam tadi namjoon pun tidak tanggung-tanggung menyatakan cinta nya kepada seokjin dan dengan senang hati seokjin menerima nya.
Ya, bagaimapun seokjin juga harus melupakan masa lalu nya dan segera menemukan seseorang yang akan menjadi masa depannya, dan mungkin seokjin mendapatkan orang yang sudah tepat yaitu orang yang baru saja menggagahi nya tadi malam. Tidak tidak, bukan karena ia menyukai sentuhan namjoon, tentu saja seokjin masih punya harga diri, tapi karena ia menyukai sifat terbuka namjoon saat ia merasa terpuruk dan juga namjoon bukan orang yang suka ingkar janji dan juga sifat nya yang terlalu jujur, inilah yang membuat nya menyukai namjoon, padahal ia tidak tahu jika namjoon adalah penguntit rahasianya.
"Aku tahu jika sedari tadi kau sudah bangun jinseok ah"
Suara berat namjoon menginterupsi seokjin yang berpura-pura menutup matanya, dan seokjin bukanlah orang yang pandai berpura-pura jika sudah seperti ini.
"ngantuk…"
"kalau begitu tidur saja jinseok"
Dan akhirnya mereka berdua kembali tertidur dengan tangan namjoon sebagai tumpuan kepala seokjin, dan seokjin yang menenggelamkan kepalanya di dada bidang namjoon.
.
.
.
.
.
.
.
.
Epilogue
"Mwoya igeo!, aishh kenapa orang ini susah sekali ditelpon sih" kim taehyung kembali mendial kontak yang bertuliskan 'Namjoon Hyung' , terkadang ia juga menggerutu sebal lantaran telponnya tidak juga diangkat.
"sudah lah, bukannya hyung tau sandi apartemennya?, apa salah nya? tinggal masuk saja kan?" ujar jungkook memberi saran yang sedari tadi lelah mendengar kekasih nya menggerutu.
"astaga! Kenapa tidak dari tadi kook" taehyung menepuk jidat nya dan jungkook yang melihat nya hanya ber-sweatdrop ria melihat kekasih nya yang entah namanya bodoh atau idiot.
.
.
"woww tumben sepi, yasudah lah palingan dia ada urusan, ayo chagy kita pulang saja, eh? Kuki ya?" taehyung mengedarkan pandangan kesekeliling ruangan hingga ia tidak sadar kekasih nya sudah tidak ada di belakang nya. Namun taehyung melihat kekasih nya yang tercengang di muka kamar namjoon dan taehyung pun segera berlari kea rah ke kasih nya
"H-h..hyung.." lirih jungkook masih dengan ekspresi Jungshook/? Nya
"Yya wae geure chagy.. WHAT THE FUCCKK"
Ya, kini jungkook hanya bisa terdiam melihat kakak nya tidur bersama kakak sepupu kekasih nya, bagaimana tidak mereka naked guy dan juga jungkook tidak bodoh bodoh amet setelah ia mencium bau khas sperma yang agak menusuk, dan bukannya menenangkan kekasih nya taehyung malah memotret kedua laki-laki yang sedang tidur bersama dan dirinya pun dihadiahi tabokan sayang dari kekasih nya.
.
.
.
Dan END
.
.
.
.
Balasan review:
LittleOoh: Iyaaa ini udah kok
Youta Mo: Ena ya? Ena mana sama makan pecel/?, ini udh author bikini kok yang gak lebih hot xD
Iruyori: Nggak sih, tapi kok author pas nulis NC nya pada bersin mulu ya :v
NithanyaKYu: Iyaaa mkaasih baebbb, ini udh kelar kok lepi nya, dan monggo silahkan nikmati nc yang kurang pedes/?
Monday Kid: iya ada kok kemajuannya, silahkan cari tau disini ehehehehe
Jewika: terkadang hal-hal yang tanggung itu menyenangkan loh~ ehehehe
Welachoi: pokok nya ken udh sama orang lain dan wwwuuuusshhhh tinggal njun nya aja lagi deh yang harus semangat 69 ngejar seokjin, menurut wela mimpi nya njun jadi nyata gak? Wkwkwk
10113K: iya sayang udh di next ni, NADO SARANGEEKKKK AI LAFYUH :V
.
.
.
.
.
.
A/N: Ahh akhirnya ff ini complete, gimana nc nya? kurang pedes apa kurang greget :VVVV, kalo kurang pedes pake koyo cave aja, btw author seneng banget sama reader nim yang udh nge ripiu sumpah author senang pake banget, yang pastinya ff ini bakalan end, dan ff MBS masih otw and author juga mau publish ff baru *jreng jreng jreng* ah lupakan -_-, oke see you in next ff daaahh :*
7/31/2017
