Kina: Maaf minna! Saya lupa meng-update fic-fic saya ini.
Lizzy: Jangan dengarkan dia, dia memang author tak bertanggung jawab.
Kina: Hiks.. * pundung * Lizzy gitu deh.. * nangis di pojokan *
Lizzy: Langsung saja ke Disclaimer, WARNING, dan balasan review.
Balasan review:
Rikkagii Fujiyama: Ara~ Rikkagii-san, ja-jangan panggil saya senpai, panggil saja Kina- denagan embel-embel chan atau san. Hmm, untuk penyitaan cincin dan senjata agar dua mahluk yang suka seenaknya sendiri itu, mau ikut. Yep, saya sudah update~ silahkan menikmati chapter tiga ini. Terimakasih atas review anda.
Suzuno Akaya: Konichiwa Suzu-san! XD Serasa tiap kali saya update atau lihat review dari anda, anda ganti Pen-name deh. Sayakan memang membenci ntu bayi satu yang kata orang-orang lucu nan menggemaskan. ==" * di bom sama Lambo * waaah, kalau kamarnya, entahlah.. Mungkin karena memang sudah nasib. Hmmm, untuk itu agar sisi seme Hibari kelihatan, dan saya tidak atau belum ingin membuat fic ber-rated M. Dan Ryohei ikut agar menjaga keamanan rated. Thank's for the review, enjoy the chapter.
Yuki Nuvuola: Waaah, Yuki-chan ganti pen-name juga :D. Hmmm, kenapa cuma pesan satu kata? Hehe, by the way, thank's for the review. Enjoy the story.
Disclaimer: KHR milik Akira Amano!
WARNING: OOC, OC, typo, dan lain-lain yang author lupa atau tidak diketahui.
Sebelumnya:
"Hooo~ kau dapat mengetahui keberadaanku. Maju!" kata bayi yang memakai helm dengan stiker yang ada gambar gurita dan memakai baju berwarna ungu dan memiliki pacifier.
Serangan dari si gurita besar menuju Hibari. Dengan mudahnya Hibari menghindar. Lalu Mukuro membuat ilusinya tanpa menggunakan trident-nya melainkan memakai mata merahnya. Tiba-tiba, "RYOHEI! RYO...HEI... RY...O...HEI..." Ada suara teriakan seorang perempuan yang memakai baju suster dan mengesot di bawah dan memegang kaki Ryohei.
Chapter 2: Vongola Family Part Two
"TO THE EXTREME! Ada suster ngesot!" teriak Ryohei melihat hantu yang sudah tak asing bagi para warga Indonesia. Ryohei hanya menginjak suster ngesot itu, suster ngesot itu hanya tergeltak dibawah setelah diinjak Ryohei, ia memang mempunyai tenaga dalam yang dahsyat! Setelah itu giliran Hibari melawan sang bayi ber-pacifier ungu itu. Ia hanya melancarkan satu serangan yang mengenai kepalanya, Skull dikalahkan hanya dengan cara itu, setelah kena ia mental dengan begitu saja, "Hibari! Awas kau!" teriaknya dan mental kelangit hingga terbentuk bintang yang menyilaukan disana. Lalu dari langit jatuh box weapon berwarna ungu, sepasang tonfa, dan cincinnya.
"Kufufufu~ terlalu cepat, tapi baguslah." Kata Mukuro yang ternyata mengkhawatirkan keadaan sang pacar tercintanya. * trident-ed * "Rambut.. Rambut.." kata setan jepang yang biasanya menginginkan rambut seseorang. Setan itu berhasil memegang rambut Mukuro.
Hibari memukul perut setan tersebut yang membuatnya tersungkur ditanah dan tak dapat berbuat apa-apa lagi, alias pingsan hanya beberapa saat, "Hmp, awas kau herbivore." kata Hibari men-deathglare setan oyang pingsan itu.
"Kufufufu~ aku bisa menjaga diriku sendiri, Hibari Kyouya." kata Mukuro yang mungkin dalam hatinya berkata, 'Oh, Thank you my darling.' * author di tusuk trident * Mukuro berjalan menuju sebuah kotak hitam yang memiliki lambang Vongola. Ia membukanya dan menemukan secarik kertas, cincin-nya, dan tridentnya yang dilipat-lipat atau tongkatnya yang dipendekan.
Hibari berjalan mencari jalan keluar dari kabut itu, saat sudah menemukan jalan keluar ada drakula yang mendekat kea rah Hibari, namun entah kenapa HIbari tidak mengetahuinya.
"Hibari! Awas dibelakangmu!" teriak Ryohei yang kini baru mendapatkan dialog dan berhasil menjatuhkan beberapa setan yang mendekat ke arahnya.
"Kufufufu~ mau mati ya?" kata Mukuro yang sudah menusuk kepala drakula itu dengan trident kesayangannya. Hibari hanya melihatnya dengan muka datar. " Kufufufu~Jadi, semua mahluk lain itu sudah ditaklukan?"
Hibari hanya diam dan melihat secarik kertas yang ia dapatkan. Ia akan membukanya dan isinya…
-Kelompok dua bersambung…-
-Kelompok satu-
"Hahaha, bagaimana decimo vongola? Apakah kau dapat melawannya?" tanya Verde dengan seringaian khas-nya. Tsuna yang sekarang sedang berpanik-panik ria. Gokudera melindungi Tsuna di depannya, Yamamoto melindungi Tsuna dari belakang. Sedangkan di Ahoshi itu sedang? Entahlah apa yang dilakukannya tampaknya ia hanya berlari-lari gak jelas karena kaget melihat boneka mayat yang dibuat untuk menakut-nakuti orang yang masuk ke sana.
Gokudera dan Yamamoto berhasil menaklukan musuh-musuh yang ada. Gokudera dengan bom kecil cadangannya dan Yamamoto dengan boneka tulang-tulangan yang ia temukan. Tsuna tidak dapat berbuat apa-apa kecuali berlari menghindari serangan musuh. Tanpa sengaja Tsuna tersandung batu kerikil, dan di depannya terdapat, secarik kertas, cincin, sarung tangan bermotif 27 dan box weapon-nya.
"Itatatata, E-eh? Vo-Vongola ring?" teriak Tsuna terkejut melihat box weapon, cincin, sarung tangan bermotif 27 dan secarik kertas yang mungkin adalah petunjuk selanjutnya.
~tempat lain yang tersembunyi~
"Hmmm, apa ini?" tanya Kina sambil merogoh kantong sakunya, "Oiya! Lupa!" lanjutnya setelah melihat benda yang ada di kantong sakunya.
"Ada apa Bakaneko-Kina?" tanya Reborn yang duduk santai di kursi untuk berjemur di pantai sambil meminum ice lemon tea. Dan tumbennya bukan kopi dan berbagai jenis minuman lainnya.
"Saya lupa menjatuhkan Pill Dying Will Tsuna." jawab Kina sambil menepuk keningnya dengan tangan kanan.
~kembali ke tempat Tsuna dkk~
Tsuna memakai sarung tangannya dan mencari-cari dimana pill dying will-nya. "E-Eh, di-dimana pill-nya? Kenapa tidak ada di sini."
" Anda sudah tidak sudah tidak memerlukan Pill-nya Jyuudaime!" kata Gokudera dengan senyum kemenangan melihat tumpukan mayat hewan yang meleleh ditempat.
"Ahahaha, sungguh sangat menyenangkan memainkan game ini." kata Yamamoto dengan tulang yang ia taruh ujungnya di pundaknya, dan tertawa riang ciri khasnya.
"Mi-Minna.." Tsuna tidak dapat berbicara apapun dan hanya cengo melihat semua yang telah dilakukan para guardiannya.
"Tch, dasar anggota Vongola. Baiklah aku mengakui kalian menang, dan ini box weapon, cincin kiminari, bazzoka, dan tanduk milik bayi itu." kata Verde sambil melempar semua benda-benda yang menjadi taruhan. "dan sampai bertemu di final nanti." kata Verde dengan seringaiannya lagi, karena Verde asal melempar ia menjatuhkan TYL Bazzoka ke arah Lambo. Dan Lambo pun masuk kedalam TYL Bazzoka itu. Dan seperti biasa muncul asap berwarna pink.
"A-Adult Lambo!" teriak Tsuna kaget melihat Lambo sudah masuk kedalam Bazzokanya.
"My.. My.. kenapa harus kemari dan memainkan permainan menakutkan ini?" tanya Adult Lambo yang memakai pakaiannya seperti biasa, kemeja bermotif sapi.
"Permainan menakutkan?" tanya Tsuna bingung dengan apa yang dikatakan Lambo.
"Jyuudaime, apakah anda sudah mendapatkan secarik kertas?" tanya Gokudera sambil mencari-cari keberadaan secarik kertas.
"Ah, itu. Ya, sudah berada di tanganku Gokudera-kun." kata Tsuna sambil mengeluarkan secarik kertas dari saku celananya.
Lalu Tsuna membuka secarik kertas tersebut dan apa isi surat tersebut?
-kelompok satu bersambung_
Kina: Minna sampai sini dulu yaa.. nanti saya coba lanjutkan sebisa mungkin.. maaf jika garing karena saya mengetiknya nge-but… nja.. matta ne.
