Title : "DREAM TO EAT YOU UP"
Cast : Lee Sungmin X Cho Kyuhyun as MAIN CAST; Choi Siwon X Kim Kibum; Etc…
Genre : General, Romance, Hurt, etc… - tentukan sendiri genre-nya XD
Rating : T+
Disclaimer : Casts belongs to GOD, theirselves, and their family! But the story absolutely MINE!
Summary : -
Warning : OOC, Many TYPO(s), Cerita makin ngawur, de-el-el~~
...
Akhirnya setelah hampir setengah tahun ini epep saya anggurin, terbit juga ya chapter tiganya~~~ saya takut jadi makin aneh dan sinetron banget T^T
Saya ikhlas kalo ada yang kehilangan mood dan feel'nya sama fanfic ini, karena waktu setengah tahun emang teramat lama *amat aja gak lama #plakk!*
Oh iya, saya memutuskan untuk fokus dua couple aja, yang lain sebagai slight.. gak apa kan? Hehehe xDD
Ya sudah tanpa banyak bacot, silakan dibaca ^^
...
PREVIOUS CHAPTER
Kibum langsung membalikan tubuhnya membelakangi Siwon dan membereskan seragamnya yang agak berantakan akibat 'ulah' Siwon beberapa menit yang lalu, ia meraih kacamata frame tebalnya dari saku kemeja dan memakainya lagi. Kembali ia merapikan tatanan rambutnya yang kini menjuntai disekitar poni, setelah dirasanya telah rapi ia langsung melangkah menuju pintu UKS.
"Maaf ketua, aku harus masuk kelas sekarang. Yang tadi… aku mohon lupakan saja, aku tau ketua pun juga tidak sengaja bukan?" Kibum memutar kenop pintunya, ia berbicara tanpa memandang Siwon sama sekali.
CEKLEK~
"Aku tau kalau ketua sebenarnya menyukai Lee Sungmin ssi…" Kibum mengakhiri perkataannya masih tanpa menghadap Siwon.
BLAM!
Pintu berwarna putih itu tertutup sempurna, meninggalkan seorang namja tampan yang mendadak terdiam mendengar perkataan Kibum barusan. Ia menggenggam erat dada sebelah kirinya, dirasakannya degupan jantung yang berdetak tak berirama.
'Aku… sebenarnya ada apa denganku?' hatinya membatin penuh tanya.
.
.
Don't copy without permission ^^
ooOOooOOooOOoo
HAPPY READING
OoooOOooOOooOO
CHAPTER 3
Aneh dan gelisah. Mungkin itulah yang sedang dirasakan namja imut berkedok Lee Sungmin itu, entah sejak kapan perasaan aneh dan gelisah terus-terusan melingkupi sekujur tubuhnya. Pandangannya tidak fokus pada pelajaran yang sedang berlangsung saat itu, pelajaran Sejarah yang diajarkan Jung seonsaengnim didepan kelas seperti sebuah siluet tanpa suara bagi Sungmin. Perlahan ia menyentuh belahan bawah bibirnya.
"Basah.." ucapnya pelan. 'Jadi yang namanya ciuman itu selalu terasa basah ya? Apa tadi itu Kyunnie benar-benar menciumku?' lanjutnya dalam hati.
Masih membekas diingatan Sungmin apa yang terjadi kira-kira satu setengah jam yang lalu diatap, sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan akan terjadi jika bukan didalam mimpi. Seorang Cho Kyuhyun mencumbunya! Rasanya Sungmin masih belum percaya itu adalah hal yang nyata, sebagian pikirannya menganggap hal tersebut hanyalah sebagian dari fantasinya mengenai Kyuhyun. Mimpi. Ya.. hanya mimpi belaka.
'Aaaaaahhh! Minnie pusing memikirkannya! Minnie benar-benar bingung tadi itu sungguhan atau bukan?' Sungmin menggeleng cepat, mulutnya menggumamkan kata seperti "ani, ani, ani" secara terus menerus.
Salahkanlah si evil tampan itu yang seenaknya meninggalkan Sungmin diatap waktu itu, saat Sungmin masih berada diambang pikiran dengan cepat Kyuhyun langsung melenggang masuk kembali kedalam sekolah. Jadilah Sungmin merasa seperti ia sedang berada dimimpi, begitu ia menetralkan deru nafasnya dan membuka mata…tak didapatinya seorangpun disana. Seperti mimpi belaka kan?
'Oh, apa Minnie harus memberitahu Wonnie mengenai hal itu?' seakan lampu pijar menyala diatas kepalanya, Sungmin mendongak dengan senyum yang lebar. Terdengar jentikan pelan ditangan kanannya. "Won—" baru saja ia ingin menoleh pada Siwon yang memang duduk disebelahnya, namun…
Kosong.
"Eh? Wonnie belum kembali dari ruang OSIS? Apa pekerjaan OSIS sedang ada banyak?" matanya mengerjap bingung sampai akhirnya ia mengangguk-ngangguk paham, "Aah Minnie lupa, sebentar lagi sekolah kita akan mengadakan festival tahunan. Pantas saja Wonnie sering keruangan OSIS, ya ya ya benar~"
"Lee Sungmin ssi? Ada apa dengan bangku disebelahmu?"
Glek~
Sungmin menelan salivanya dengan takut, ia tahu itu suara siapa.. dengan segenap kekuatan ia pun menoleh kedepan, "A-ah, a-anieyo seonsaengnim.. tidak ada apa-apa, hehehe~" senyumya memang terbuka lebar, tapi dadanya berdegup takut melihat tampang Jung seonsaengnim sekarang. Jung seonsaengnim memang bukan tipikal guru galak, tapi cara guru itu menghukum siswa yang tidak memperhatikannya yaitu…
"Baiklah, kurasa mengerjakan soal esai 25 nomor cukup untukmu Sungmin ssi."
Dengan tersenyum ramah Jung seonsaengnim kembali menghadap kearah papan tulis dan melanjutkan bahan ajarnya.
Kali ini Sungmin hanya bisa meringis dan merutuk dirinya habis-habisan.
'Pabboya, Lee Sungmin!'
.
.
_SKIP TIME_
*PULANG SEKOLAH*
"Apa Wonnie benar masih ada diruang OSIS? Aneh sekali Wonnie sampai melewatkan tiga mata pelajaran, seingat Minnie ia tidak pernah bolos sebanyak itu. Pasti tugas OSIS benar-benar menguras waktunya ya?" Sungmin sibuk bergumam sendiri, langkahnya kian mendekat pada ruangan berlabel 'RUANG OSIS' tersebut.
Eung? Tunggu! Apa tadi aku mengetik kata PULANG SEKOLAH? Tidak salah kan?
Kalau menurut jadwal sekolah ini memang sudah waktunya pelajaran berakhir, tapi kenapa Sungmin malah dengan santainya berjalan menuju ruang OSIS? Rasa-rasanya ia melupakan janji penting…entah apa itu..
Well yaaa, biarkan saja kelinci polos plus pelupa ini bertindak sesuka hatinya, toh pada akhirnya nanti akan ada yang memegang konsekuensinya. Just wait for it~
Tok tok tok!
Ceklek~
"Wonnie!"
Sungmin berjingit senang setelah didapatinya namja tampan bertag-name Choi Siwon itu ada dihadapannya, terlihat tumpukan map dan berelembar-lembar kertas berada dimejanya.
"Wonnie?" dipanggilnya sekali lagi namja tampan tersebut setelah panggilan pertama tak mendapat sahutan sama sekali.
Hening..
Sekali lagi panggilan Sungmin hanya berbuah kebisuan. Tumben-tumbenan Siwon tidak terkaget mendengar lengkingan suara Sungmin yang terkadang suka tiba-tiba itu, disana terlihat Siwon yang masih terfokus dengan lembaran-entah-apa ditangannya. Tangan kanannya yang menggenggam bolpoin hitam dengan lincah terus bergerak dikertas itu, menggoreskan kalimat-kalimat yang tentu berhubungan dengan OSIS.
Jengah karena terus dicueki, Sungmin pun mengambil napas perlahan dan.. "YA, SIWONNIE!" memanggil dengan menaikan beberapa oktaf suaranya. Beruntung sekarang sudah jam pulang, jadi keadaan diluar ruangan itu tentulah sudah sepi.
Siwon terlonjak dari kegiatannya, tangannya berhenti bergerak dan matanya melotot kaget. Ia pun mendongakkan kepalanya, "Ooh, Minnie-ah.. rupanya kau? Apa apa?" sahutnya pelan, jangan lupakan senyum segaris yang dikeluarkannya.
Sungmin mengerjap bingung, reaksi Siwon agak aneh sekarang. Biasanya ia pasti langsung membentak –walaupun tidak serius– dan mengomeli Sungmin dengan berkata: "suaramu bisa membuat gendang telingaku pensiun dari pekerjaannya!".. tapi sekarang reaksi Siwon hanya berupa pertanyaan singkat dan terkesan, eng…lesu?
Sadar dari rasa herannya Sungmin pun berjalan mendekati meja Siwon, "Kenapa kau tidak kembali kekelas sampai tiga mata pelajaran lamanya, Wonnie?"
"Aah, tugasku bertambah Minnie. Entah kenapa aku ingin menyelesaikan tugasku secepatnya, ada apa mencariku?" kembali tersenyum Siwon menanggapi pertanyaan Sungmin, Siwon pun melanjutkan guratan pena yang ia pegang pada lembaran-yang-masih-entah-apa tersebut.
Sungmin menimbang-nimbang sebentar, "Eung…itu, eung…sebenarnya Minnie ingin cerita sesuatu.." Sungmin menunduk pelan dan menyembunyikan rona-rona yang menjalar disekujur wajahnya saat ini, rasanya Sungmin sungguh ingin menenggelamkan dirinya di sungai Han.. ini memalukan!
Siwon kembali menghentikan gerakan penanya dan beralih menatap wajah menunduk Sungmin didepannya, menggeleng pelan.. ia pun menumpukan tumpukan lembaran tersebut disalah satu map dan memasukkan map itu kedalam laci atas meja, setelah menguncinya Siwon langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Sungmin.
Puk!
"Waeyo? Tumben sekali kau gugup begitu Minnie, ada apa? Kau ingin cerita sesuatu?" Siwon menepuk kedua pundak Sungmin dan menyamakan tingginya dengan Sungmin, dalam pandangannya terlihat Sungmin yang seperti menahan untuk mengucapkan sesuatu.
"…itu Wonnie, sebenarnya aku ingin cerita…eung tentang, eung…" masih gumaman tidak jelas yang dikeluarkan Sungmin, belum lagi posisi kepalanya yang menunduk membuat suaranya kian teredam.
Jengah melihat Sungmin, Siwon pun langsung menarik kedua pipi Sungmin keatas. Tatapan mereka berdua pun bertemu, membuat kedua bola mata mereka menjadi saling berhadapan. Entah kenapa Siwon merasa seperti ada sesuatu yang berbeda saat ini, rasanya menatap wajah Sungmin tidak membuat hatinya berdebar kencang.. berbeda saat—
Ceklek~
Mendengar suara pintu bergerak, secara refleks Sungmin serta Siwon pun menoleh pada asal suara. Sayangnya tautan tangan Siwon pada kedua belah pipi Sungmin belum terlepas, dilihat dari sisi manapun Siwon dan Sungmin sekilas seperti orang yang ingin berciuman. Apalagi jika dilihat dari posisi..
"A-aah, mianhae.. j-jeo-jeongmal mianhamnida ketua, Lee Sungmin ssi.. aku tidak tahu disini ada kalian berdua, aku hanya ingin mengambil map-ku yang tertinggal.. sekali lagi maaf telah mengganggu kegiatan kalian berdua, permisi.."
Blam!
Kim Kibum pun menutup kembali pintu ruang OSIS itu. Tepat, bendahara OSIS bernama Kibum lah yang tadi membuka pintu..
Selepas Kibum menutup pintu, terlihatlah raut wajah bingung dari Sungmin. Ia mengerjap pelan hingga akhirnya bergumam, "Perasaan Minnie saja atau memang mata namja tadi sedikit berair, tapi kok dia tahu nama Minnie ya? Won—"
"SHIT!"
Belum selesai Sungmin berbicara, Siwon langsung melepas genggaman tangannya pada kedua pipi Sungmin dan bergegas keluar dari ruangan OSIS. Mata Sungmin menangkap raut wajah Siwon barusan tampak gusar dan panik…bersalah mungkin kata yang tepat.
BLAM!
Rasanya seperti sepersekian detik saja sampai pintu OSIS kembali ditutup, kali ini dengan kasar dan kencang.
Sungmin memandang kepergian Siwon setelah umpatan yang jarang ia dengar dari bibir Siwon. Seingat Sungmin, Siwon adalah orang yang menjaga tata perkataannya. Rasanya aneh sekali mendengar Siwon si Buku Alkitab Berjalan mengumpat kata kasar.
"Apa Wonnie mengejar namja tadi? Kalau tidak salah namja itu namanya Kim Kibum, si bendahara OSIS kan?"
Kembali Sungmin merengut imut dan memajukan bibirnya.
"Ck sudahlah, lebih baik Minnie pulang sekarang sebelum semakin sore~" Sungmin mengindikan kedua bahunya masih dengan bibirnya yang maju, "Eung, sepertinya Minnie melupakan sesuatu.. tapi apa ya? Aish, Minnie malah tambah pusing~~"
.
.
KYUMIN SIDE
SUNGMIN POV
Aku melangkahkan kakiku disepanjang lorong lantai satu ini, jujur saja, sejak tadi kepalaku sudah mumet. Rasanya seperti ada yang mengganjal, tapi aku tidak tahu apa itu. Selama perjalanan kepalaku terus kupaksa bekerja, mengingat sesuatu yang sungguh aku lupakan. Ayolah Lee Sungmin, berpikir lebih keras, berpikir lebih keras, berpikir le—
"Asal Minnie mau bersabar sampai pulang nanti… Minnie pasti bisa menuntaskannya denganku. Minnie mau kan menunggu sampai pulang nanti? Minnie mau kan jadi anak baik dan menungguku dikelasmu?"
Sekejap kedua bola mata Sungmin terbuka lebar, mulutnya membentuk bulatan penuh.
"OMO! Kenapa Minnie bisa lupa sama hal itu? Eottohkaeyo? Aduh, apa Minnie harus kembali kekelas Minnie dilantai dua atau—"
GREB!
"Atau aku harus memberimu hukuman, nae Minnie~?"
Aku tersentak kaget saat sepasang lengan melingkar dengan nyaman dipinggangku, belum lagi suara bass yang mengalun lembut ditelinga kananku..
Cup!
Jangan lupakan kecupan kecil dicuping telingaku.
Deg deg deg~
"K-kyunnie.." dapat kurasakan debaran jantungku yang memompa menggila, berdegup kencang tak tentu. Aku berani bertaruh suara jantungku bisa didengar oleh Kyuhyun.
"Kau benar-benar minta dihukum, hem?" masih mempertahankan posisinya, Kyuhyun malah mengeratkan kungkungan kedua lengannya dipinggangku. Rasanya seperti dipeluk posesif..
"Eeh? Jangan, t-tolong jangan hukum Minnie~ mianhae Minnie lupa sama janji Minnie, jeongmal mianhae Kyunnie~ jangan benci Minnie, Kyun…hiks~" seluruh tubuhku bergetar, dapat kurasa kedua mataku agak buram karena air mata. Dalam benakku, aku berpikir Kyuhyun akan membenci serta menjauhiku karena aku telah ingkar janji.
Terdengar nada suara tawa yang tertahan dari belakangku, eh? Tertawa?
"Hahaha aku tidak akan membencimu Minnie, sekaipun aku marah padamu aku yakin aku tidak akan bisa membencimu chagiya~ lagipula hukumanku itu…"
Dapat kurasakan tangan Kyuhyun kini menjalar keatas tubuhku dan berhenti tepat didada kananku.
"Aaaahh~~~"
Tiba-tiba ia mencubit nipple-ku dari luar, menimbulkan efek sengatan listrik yang tidak kentara. Desahan halus serta merta keluar dari kedua belah bibirku, sungguh aku bersyukur saat ini lorong bawah benar-benar telah sepi dari siapapun.
"…lagipula hukumanku ini justru akan membuatmu senang, Sungminnie chagiya~~" Kyuhyun meniupkan hembusan napasnya disekitar telingaku, geli rasanya.
"K-kyuuh~ geliiihh~~" kutolehkan kepalaku menjauhinya, tapi dalam sekejap ia langsung melepas kungkungan lengannya dan membalik tubuhku menghadapnya.
DEG!
Dari jarak sedekat ini rupa Kyuhyun benar-benar kelihatan tampan. Ani, dia memang tampan dilihat dari sisi manapun.. tapi yang ini jauh lebih tampan. Belum lagi tatapan matanya yang seakan menelanjangiku, tubuhku seperti mati rasa hanya karena tatapannya itu.
"Wae? Apa aku begitu tampan sampai kau terdiam begitu?" senyumnya tampak menawan saat ini.
Aku mengangguk refleks. Aku menggigit bibir bawahku kuat-kuat, dalam benakku masih terbayang kejadian diatap saat itu.
"Sudah kubilang jangan menggigit bibirmu, Minnie~" ia mengarahkan pandangan matanya pada bibirku, sedikit demi sedikit ia mendekatkan wajahnya kearahku.
CHUP~
Ciuman singkat Kyuhyun dibibir bawah pun kudapatkan, eeung…tidak, ini bukan ciuman singkat. Ciumannya memang berhenti, tapi hanya berhenti dibibir.. dengan seenaknya ia memindahkan ciumannya itu pada pucuk hidungku.
"Aah~"
Belum lagi lidahnya meninggalkan jejak saliva disana.
"Hem.. kau benar-benar manis Minnie, kulit wajahmu terasa seperti permen kapas.. lembut dan manis. Boleh aku memakanmu sekarang juga?" seringai kecil tampak terlihat dibibir Kyuhyun.
Aku berjengit kaget, 'Makan? Kyunnie mau memakan Minnie? Bagaimana caranya?' tanyaku dalam hati.
"Memakan Minnie? Bag—eeemmph!"
SUNGMIN POV END
"Memakan Minnie? Bag—eeemmph!"
Untuk kedua kalinya omongan Sungmin harus terpotong, kalau tadi pertama dengan Siwon kali ini dengan Kyuhyun. Kedua mata Sungmin mengerjap-ngerjap penuh tanda tanya, sementara kedua belah bibir bershape-M miliknya kini telah dilumat halus oleh Kyuhyun. Sungmin masih dalam keadaan kaget, tak satupun gerakan dilakukannya kecuali mengerjap.
Kyuhyun pun melepas sapuan halus bibir tebalnya pada bibir Sungmin, jaraknya hanya ia jauhkan sekitar satu setengah senti dari depan wajah Sungmin. Mereka berdua dapat merasakan deru napas teratur satu sama lain, kedua bola mata mereka bahkan masih saling menatap seolah enggan untuk beralih. Sekali lagi lengkungan senyum Kyuhyun lakukan.
"Kau tahu Minnie? Rasanya bibirmu itu seperti candu tersendiri untukku." Ucap Kyuhyun perlahan, napasnya menyentuh lembut kedua pipi chubby Sungmin.
Sekejap Sungmin terdiam,
"Minnie juga, malah candu Kyunnie lebih besar untuk Minnie. Hanya melihat Kyunnie dari jauh saja pikiran Minnie suka melayang, dan pasti akhirnya selalu Minnie yang memimpikan Kyunnie~ Minnie tidak tahu sejak kapan, tapi Kyunnie selalu hadir dimimpi Minnie dan melakukan hal…eng, melakukan hal i-'itu' sama Minnie.. mianhae Kyuh~" Sungmin menunduk sedih setelah berkata panjang-lebar, saat menundukkan kepalanya bibir Kyuhyun menabrak pelan kening Sungmin.
"-chup- Sudah kubilang aku tidak marah padamu, sayang.." Kyuhyun mengecup pelan kening itu lalu menarik dagu Sungmin keatas, menatapnya.
'Oh God! Wajahnya manis sekali, tatapan sayunya benar-benar menggairahkan! Bersabarlah Cho Kyuhyun, jangan terburu-buru.. kau harus membuatnya tenang terlebih dahulu, baru membuatnya jatuh ketanganmu!' dalam hati Kyuhyun berdebat, apakah langsung menarik Sungmin menuju 'permainan inti' atau membuat ini menjadi sedikit lebih lamban namun aman…slow but sure.
"Gomawo Kyunnie~" Sungmin menahan air matanya, ia tidak mau menangis dua kali dihadapan Kyuhyun. "Ini.. pasti bagian mimpi Minnie kan? Rasanya tidak mungkin Kyunnie sekarang memeluk makhluk kotor macam Minnie."
"Sudah kubilang kau itu tidak kotor Minnie, bukankah sudah kukatakan cara supaya kau itu 'bersih' hem?" Kyuhyun masih menyunggingkan senyum pada Sungmin, 'Makhluk imut ini sungguh sangat polos, entah darimana kepolosan ini berasal tapi aku benar-benar menyukainya…' batin Kyuhyun.
Sungmin mengangguk lucu, pipinya kian memerah. "Minnie tidak boleh memimpikan hal 'itu' dengan Kyunnie, tapi harus mendatangi Kyunnie dan melakukannya secara langsung kan?" senyumnya saat ini menampakkan kedua baris gigi kelinci yang membuatnya kian menggemaskan.
Dengan tidak sabar Kyuhyun langsung menubrukkan Sungmin pada tembok disampingnya, kedua tangannya bergerak seolah memenjarakan Sungmin.
"Entah aku yang bodoh atau apa, kenapa bisa aku tidak menyadari ada namja semanis kau sejak awal chagi~" Kyuhyun menggesekan kedua hidung mereka dan…
"Eeeeemmph~~ nnhh~ nnggh!"
…menciumnya dengan cepat.
"Eemmmhh… Eummmmhh…"
Kyuhyun membuka mulutnya saat berciuman, ia menghembuskan sedikit angin melalui mulutnya kemulut Sungmin. Terdengar lenguhan tertahan dari bibir Sungmin, dan pejaman mata Sungmin menunjukkan betapa ia menikmati ciuman Kyuhyun saat ini. Terasa sangat lembut kalau kau mau tahu…
"Uuuhhn~~"
Kyuhyun mengulum bibir Sungmin pelan, menikmati bibir Sungmin bagaikan menikmati permen kapas yang manis. Tidak lama, lidah Kyuhyun langsung melesak masuk kedalam mulut Sungmin. Benda tak bertulang itu bermain dan menari indah di langit-langit rongga mulut Sungmin. Kyuhyun kembali menghisap bibir Sungmin penuh nafsu, setelah itu ia juga menggigit pelan bibir Sungmin dan menimbulkan sengatan bergejolak pada seluruh tubuh Sungmin.
Meski belum puas Kyuhyun menyudahi ciuman lembut penuh nafsunya. Dapat dilihat Sungmin yang berjengit kaget saat menyadari bibir tebal Kyuhyun menghilang dari bibirnya, Sungmin memandang Kyuhyun dengan mulut yang sedikit terbuka. Saliva mereka berdua bercampur dengan rata disekitar mulut Sungmin, sekarang Sungmin terlihat sangat menggoda dan bibirnya tampak mengkilap dengan jejak-jejak saliva tersebut.
"Aish! Kau benar-benar membuatku kecanduan Minnie~" Kyuhyun merutuk sambil mendekap dan mengangkat Sungmin ala bridal style, Sungmin berjingkat kaget setengah mati.
"Kyunnie~ t-turunkan Minnie, kenapa menggendong Minnie~?" Sungmin langsung melingkarkan kedua lengannya pada leher Kyuhyun, napasnya semakin memburu saat ia berpapasan langsung dengan leher jenjang Kyuhyun.
"Chagi.. kau mau menginap dirumahku malam ini?"
Sungmin langsung mendongak dan melihat obsidian yang menatapnya intents, tak bisa dipungkiri…sekarang jantung Sungmin berdetak seribu kali lebih cepat!
Menginap?
Menginap dirumah Kyuhyun?
Menginap dirumah Kyuhyun yang ia sukai?
Mimpi juga tidak apa, tawaran ini benar-benar menggiurkan untuk seorang Lee Sungmin.
"Kalau Kyunnie bisa meminta izin pada eomma, Minnie tidak keberatan.."
Dan akhirnya sang iblis pun tersenyum penuh kemenangan~~
.
.
SIBUM SIDE
KIBUM POV
Aah.. sudah bel pulang rupanya, aku tidak sadar sudah mengikuti jam pelajaran sampai akhir. Sungguh, pikiranku sedang tidak terlalu bagus untuk mengikuti mata pelajaran sedari tadi. Sejak kejadian diruang UKS pikiranku melayang jauh, tubuhku memang disini tapi rasanya seperti bukan disini. Tch, kenapa aku berubah jadi melankolis? Seingatku aku bukan namja yang mudah menangis, bahkan saat eomma dan appa memutuskan untuk bercerai pun aku tidak menangis.. sedih memang, tapi aku tidak mau menambah masalah dengan cara menangis saat itu.
Tapi sekarang?
Liquid dimataku dengan mudahnya meluncur keluar, dasar Kim Kibum namja aneh. Pantas saja temanmu satu-satunya cuma Changmin saja, haaah aku jadi merindukan si Monster Food itu. Gara-gara dia aku jadi seorang diri saat ini, hahaha benar-benar aneh.. aku malah menyalahkan Changmin.
Aku menggelengkan kepalaku kasar, "Ah sudahlah, aku bisa tambah aneh kalau seperti ini." aku pun memasukkan buku pelajaran yang tadi kusimpan dilaci mejaku, sedetik kemudian aku menyerngit. "Aish, kenapa map sekertaris lupa kubawa!"
Kukancing kembali tasku dan kusampirkan kepunggung, niatku aku ingin menyelesaikan tugas sekertaris hari ini juga. Sial sekali aku sampai lupa membawanya, berarti aku harus kembali keruang OSIS? Haah.. ya kelihatannya begitu.
Tap.
Langkahku terhenti. Tunggu, bagaimana kalau nanti disana ada 'dia'? Apa yang harus kulakukan kalau bertemu dengannya, setelah apa yang terjadi di UKS?
Kembali aku menggelengkan kepala, "Ck, biarlah.. mau bertemu atau tidak itu urusan nanti, pikirkan saat itu saja." Kataku sambil melanjutkan perjalanan menuju ruang OSIS, sebenarnya jantungku sungguh berdegup tidak menentu tapi aku berusaha menahannya.
"Waktu jam pelajaran ketujuh aku bertemu Siwon oppa, entah kenapa dia berada dilantai dua bagian barat padahal area kelas tiga kan dibagian timur~"
"Jinjja? Apa yang dia lakukan disini? Apa oppa ingin bertemu denganku?"
"Jangan besar kepala, Tiff, mana mungkin ia ingin menemuimu! Kau itu sudah ditolak berkali-kali dengannya hahaha~"
"Ya, Im Yoona! Tutup mulutmu atau kulempar sepatu hak sepuluh senti milikku kemulutmu itu!"
Kuhiraukan hiruk pikuk kedua gadis paling cerewet dikelasku tersebut, kupingku memang mencoba menulikan tapi setiap kalimat mereka dengan lancar melewati indera pendengaranku. Satu yang kutangkap, Choi Siwon menolak yeoja paling cantik seangkatan kelas dua.
Ya, Hwang Miyoung atau Stephani Hwang adalah yeoja paling cantik diangkatanku, semua anak lebih sering memanggilnya Tiffany. Yeoja itu memiliki darah campuran, ayahnya orang Amerika dan ibunya orang Korea, jadilah ia memiliki postur tubuh serta wajah yang diidam-idamkan seluruh yeoja.
Tapi…Choi Siwon menolak gadis secantik ini?
Aku tersenyum samar.
"Cintanya pada Lee Sungmin benar-benar sudah sebesar itu."
Memandang miris pada jalanan didepanku, akupun melanjutkan langkah menuju ruang OSIS.
.
.
RUANG OSIS
Kuperhatikan pintu kayu didepanku ini, aku tahu mau kupandangi sampai kapanpun pintu ini tidak akan terbuka dengan sendirinya. Lagi-lagi kau berbuat hal yang aneh Kim Kibum, dasar..
"Baiklah, aku hanya ingin mengambil map Changminnie.. jangan membuatnya menjadi rumit, Kim." Aku mengangguk pelan. Kuraih kenop pintu dihadapanku ini, dadaku berdegup kian cepat, 'Kau bisa, Kibum!' semangatku dalam hati.
Ceklek~
"Permisi, ak—"
DEGG!
Mataku membulat maksimal, apa yang kulihat dihadapanku membuat aliran napasku menjadi tertahan. Rasanya seluruh jalur nadiku tersumbat dan semua sendiku seolah lumpuh seketika, apa aku berlebihan? Sungguh, memang itu yang kini kurasakan. Bibirku seperti kelu untuk berucap…
Choi Siwon dan Lee Sungmin sedang –atau hampir– berciuman. Itulah yang kutangkap dari indera penglihatanku.
Tes~
Deg!
Buru-buru kuhapus air mataku yang jatuh dengan entengnya. Kuusap kasar mataku, tak perduli jika mataku akan memerah nantinya.
"A-aah, mianhae.." aku langsung membungkuk cepat begitu kedua orang tersebut menemukan diriku didepan pintu masuk.
DEG!
"J-jeo-jeongmal mianhamnida ketua, Lee Sungmin ssi.. aku tidak tahu disini ada kalian berdua, aku hanya ingin mengambil map-ku yang tertinggal.." berkali-kali kubungkukkan badanku pada mereka.
DEG!
"Sekali lagi maaf telah mengganggu kegiatan kalian berdua," aku menahan sekuat tenaga air mataku, jangan sampai aku memandang mereka. Kalau tidak air mataku akan…
DEG!
"Permisi.." dengan cepat aku langsung mengalihkan wajahku dan berjalan keluar, segera kututup pintu kayu itu. Aku tidak tahu bagaimana wajah mereka sekarang, aku benar-benar tidak ingin mereka melihatku yang sedang menangis.
Blam!
"Hiks, hiks, hiks! Eng.. huks, huks, huks!" tangisanku berubah menjadi isakan, aku harus segera pergi dari sini kalau tidak suaraku akan terdengar oleh mereka.
Aku pun berlari sekuat tenaga, kemana saja kaki ini akan membawaku. Asal bukan disini…
.
.
SIWON POV
Sial! Kemana kau, Kim Kibum!
"Hhh~ hhh~" kubungkukkan badanku, berlari hampir tiga perempat jam benar-benar menguras tenagaku.
Seluruh areal kelas satu sudah kucari, areal kelas dua sudah kuperiksa, areal kelas tiga juga sudah.. tapi belum juga kutemukan! Kau itu ada dimana, Kim Kibum?!
"Aaaaaaaaaaarrrrggh!" aku mengacak rambutku frustasi, terserah penampilanku saat ini akan terlihat acak-acakan atau menjatuhkan image-ku.. aku tidak perduli, sekarang yang ku perdulikan adalah keberadaan Kibummie!
Sejenak aku berpikir, sepertinya aku belum memeriksa areal laboratorium.. apa jangan-jangan…
"Tch, biar langsung kuperiksa saja!"
Tanpa memperdulikan kakiku yang terasa teramat pegal, aku pun berlari sekuat tenaga ke areal laboratorium dilantai satu.
.
.
Kedua kakiku semakin lelah, sudah satu jam aku terus-terusan berlari mengitari seluruh sekolahan.. tapi Kibummie belum juga kutemui, sebenarnya kau dimana Kibummie?
"Hiks, hi-hiks, hiks!"
Eh? Itu, bukankah itu suara isakan? Isakan siapa?
"Hi-hiks, hiks, hiks! Haisssks, berhent–hiks-berhentilah menangis Kim Kibum! Hikss!"
DEG!
Itu suara Kibummie? Dia ada di…UKS?
Haah bodoh sekali kau Choi Siwon, kenapa kamu bisa lupa dengan ruangan ini.
Greeek~
Kubuka dengan pelan ruang UKS yang menyala redup. Terang saja ruangan ini redup.. hey, ini memang sudah lewat hampir dua jam dari jam pulang sekolah.
"Hiks, hiks, hikkss! Haiiiissh! Kapan air mata ini—hiks- berhenti? Aku—hiks- lelah~ hiks!"
Tampaknya suara pintu yang bergeser tidak terdengar olehnya. Aku pun berjalan dengan pelan menuju bilik kasur yang tirainya tidak tertutup, aku berjalan sampai langkahku terhenti disamping kasur tersebut.
"Pabbo, sudah tahu dia menyukai Lee Sungmin, kenapa kau masih keras kepala sekali Kim Kibum! Hiks, uhuk! Bahkan, bahkan yeoja secantik Tiffany Hwang saja tidak bisa menggoyahkannya.. apalagi dirimu Kim Kibum! Pabbo, hiks! Jeongmal pabbonikka! Hiks!"
Kudengar isakannya semakin berkurang. Kembali kulanjutkan langkahku sampai benar-benar dekat dengannya, ia menunduk dengan melingkarkan kedua tangannya dikedua kakinya yang ditekuk sampai menyentuh dada. Rasanya aku benci pada diriku sendiri karena melihatnya menangis, terlebih…
"Tapi aku menyukainya, hiks, aku mencintainya.. aku mencintai Choi Siwon! Hiks!"
NYUT~
…ia menangis karena aku.
"Kibummie.."
DEG!
Ia mendongakkan kepalanya dengan cepat, kedua bola matanya menatapku gusar. Sungguh perasaanku seperti tercabik-cabik melihatnya menangis seperti ini.. berhentilah menangis Kim Kibum.
"Aah.. ke-ketua, k-kau sedang apa disini? Hiks—ah!" buru-buru ia mengusap kasar mata kirinya setelah setitik air jatuh dari sana, usapannya langsung berubah kasar demi menghilangkan jejak-jejak air mata disekitar wajahnya.
"Stop! Berhenti menyakiti wajahmu, Kim Kibum!" aku meraih kedua tangannya yang tadi mengusap kasar wajahnya, ia terlonjak kaget mendengar bentakanku. Matanya menyiratkan ketakutan. Berhenti menatapku pilu seperti itu Kibummie..
"Ah! Ket-ketua, aku.." ia menarik kedua tangannya dari cengkeramanku, ia pun langsung berdiri dan meremas kencang ujung blazer seragamnya. "Aku, aku harus segera pulang. Mianhae.. per-permisi.."
Greb!
Sebelum ia meraih tas punggungnya, tangannya yang terjulur langsung kugenggam erat. Cengkraman tanganku menimbulkan ringisan pelan, dengan cepat ia kembali menyentak cengkraman tanganku dan segera mengambil tas punggungnya.
GREB!
BRUSH~
Tas punggung miliknya terhentak kelantai dengan kencang, begitu pun dirinya yang kuhempaskan kekasur UKS. Ia meringis saat punggungnya bertubrukan dengan kasur tersebut. Sebelum dia kabur lagi, aku menaruh kedua tanganku disetiap sisinya, memenjaranya dengan kungkungan yang kubuat sendiri.
"Ket—eeennngh!"
Bagai hewan buas aku langsung menubrukan kedua bibirnya pada kedua bibir jokerku, aku menciumnya kembali. Menciumnya untuk kedua kalinya.
SIWON POV END
.
.
ToBeContinue
A/N :
Oke, saya terima protes tapi gak terima flames.. jadi, bagaimana? Feel-nya mulai luntur kan? Maafkan saya yang mood-mood'an dalam membuat fanfict, apalagi nih ff udah nganggur hampir 6 bulan ^.^"
Oia, niatnya saya mau buat dua chapter khusus buat NC KyuMin dan SiBum! Jadi adegan NC mereka bakalan kupisah, biar bacanya bisa lebih fokus.. word'nya gak banyak gapapa kan? Yang penting KyuMin dan SiBum terpuaskan~~ #lho?
Permintaanku:
Tolong buatin dialog 'this and that' dong~~~ saya kurang ahli bikin fanfic yang ada NC-nya, kalo yang ringan dikit saya masih bisa berusaha.. tapi kalo udah tahap 'memasukan' saya mah angkat tangan aja \(_ _)/ Please, jebal, bantu sayaaaaaaa~~~~~~~~~~~~~ ToT
.
.
Jeongmal gamsahamnida buat semua readers yang sempetsempetnya baca nih fanfict T^T #terharu
Mianhae saya gak bisa sebutin semua namanya, pokoknya kalian yang terbaikkkkk! ^O^
Jja, wanna RnR? b^^d
