LOVE BUS

.

.

Present by December28

.

Cast: Jung Daehyun – Choi Junhong

BAP Members

.

Genre: Romance, other

.

Warning: YAOI, BOYXBOY, Not EYD, Typo, Don't like don't read.

This is Daelo Fanfiction

.

Lets Start

.

Happy Reading ^^

Chapter 3: Memory.

.

.

'Jung…aku ingin jujur'

'Aku dan Yongguk hyung…'

Deg.

Deg.

Deg.

Daehyun terbangun dari mimpinya, berkeringat, pucat dan raut wajahnya tampak lelah. Mengusap keringat di pelipis matanya sambil berdesah terdengar kacau. Melirik jam di samping ranjangnya, masih pukul tiga pagi.

Daehyun bangkit dan melangkah menuju dapur, hhh~ mimpi buruk…Ia lelah, ingin melanjutkan tidur, tapi pasti tak akan bisa, biasanya ia akan mengantuk lagi saat melihat cahaya matahari masuk lewat sisi jendela kamarnya. Mengambil sebotol air mineral dan menenggaknya hingga kosong, melemparnya ke tempat sampah dan berjalan menuju ruang tamu.

Ruang tamunya gelap.

Sepi.

Melirik telepon kabel di samping sofa yang Ia duduki, setelah menimang akhirnya memutuskan bahwa dirinya butuh berbincang dengan seseorang. Memencet nomor telepon yang ia ingat diluar kepala.

Tuutt..

"Hallo"

Suara khas seseorang bangun tidur langsung terdengar

Daehyun terkekeh gemas.

Lelaki di seberang telepon berdecak malas.

"Jung..kau kah itu?"

Daehyun bergumam sebagai jawaban.

"Kau tau ini pukul berapa? Apa jam di apartemenmu mati semua?!"

Pemarah khas Yoo Youngjae.

"Youngjae-ya"

"apa!"

Si ketus Youngjae.

"Youngjae-yaaaa"

Suara Daehyun yang terkekeh menyusul setelahnya. Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Youngjae mencoba menajamkan pendengarannya.

"Ada apa? Kau baik-baik saja kan?"

Ada nada khawatir disana, Sahabat baiknya tengah khawatir sekarang.

"Aku bermimpi…."

"lagi? ….Jung kau-"

"Youngjae-ya"

"Itu cuma mimpi okay? Kembalilah tidur"

"Semua akan baik-baik saja kan?"

Youngjae terdiam, mendesah berat mendengar pertanyaan Daehyun yang seperti sugesti untuk diri Daehyun sendiri. Youngjae masih terdiam, air mata sudah akan keluar saat suara bodoh Daehyun kembali terdengar.

"Jangan menangis cengeng! Ini tengah malam, suara tangismu menyeramkan!"

"Maaf Jung, Aku minta ma-"

"Aku berterimakasih.."

Suara lembut Daehyun, walau samar tapi Youngjae tahu Daehyun sahabatnya tengah menenangkan dirinya yang sibuk terisak.

"Apa aku perlu kesana Jung?"

"tidak! Kau berisik dan…"

Youngjae terdengar membuang cairan hidungnya.

"Eisshhh! Dasar jorok. Aku tutup!"

Youngjae tertawa renyah disela isakan kecilnya.

"Kau akan tidur kan?"

"Yayaya, aku tidur! Selamat malam buncit!"

"Mati saja ka-"

Tut..tut..tut..

Jung Daehyun kurang ajar!

Daehyun tertawa membayangkan raut wajah Youngjae yang pasti sedang mengamuk.

Di kamar, Daehyun mengambil handphone yang tergeletak di samping meja belajar.

Memtouch ikon bergambar video dan menemukan beberapa video disana, membuka salah satu video yang diambilnya kemarin.

Terlihat pemuda pirang mengenakan jaket hitam tebal dan seragam kuning di dalamnya. Tas ranselnya ia peluk erat, memajukan bibir melihat ke arah mesin dance revolution yang sedang dimainkan orang lain.

"Ingin bermain juga eoh?"

Suara Daehyun terdengar di dalam video tersebut.

Tak lama kemudian pemuda itu tersenyum lebar, sambil menggerak-gerakkan tubuhnya tak sabar.

Melempar tas ransel dan membuka jaket tebalnya.

"Kau senang? Sekarang giliranmu bermain, cepat-cepat!"

Suara Daehyun kembali terdengar ditambah kekehan kecil khas Jung Daehyun di akhir kalimatnya.

Selanjutnya video itu hanya berisi pemuda pirang yang dengan lihai menggerakan kaki kanan dan kirinya di atas mesin permainan. Menyibak rambut pirangnya kebelakang karena menggangu penglihatannya. Begitu seterusnya sampai terpampang kata 'You Win!' pada layar besar di depan.

Dia tersenyum.

Berkeringat.

Pipinya memerah karena kelelahan.

Melompat-lompat kecil saat melihat skor pada permainan itu tidak mengecewakan.

Kali ini tawa lebar pemuda itu yang terlihat di layar handphone Daehyun.

'Pause'

Daehyun tersenyum, mengusap layar handphonenya.

"Semua…akan baik-baik saja kan? Junhong-ah?"

Daehyun berbaring, menatap langit-langit kamarnya yang tampak polos dalam remang.

"Semua akan baik-baik saja"

Menutup matanya dengan lengan kanannya sambil terus bergumam.

"Semuanya akan baik-baik saja.."

.

"hhuuuum~ huu huum~ huum~ hum~"

Bersenandung.

Melirik dua orang yang sudah tertidur pulas di sampingnya.

Menghembuskan nafasnya pelan, melirik sahabatnya JongUp yang tengah meringkuk kesempitan di ujung ranjang, Junhong tertawa mengingat kejadian tadi saat pembagian posisi tidur.

JongUp yang mendapat posisi di ujung kanan terus digeser Himchan agar memberikan ruang lebih agar Junhong dapat tidur nyaman diposisi kiri ranjang. Himchan Hyungnya memang sangat menyayangi yang termuda diantara mereka. Tak jarang JongUp merasa di adik tirikan atas perlakuan Himchan tersebut. Tapi JongUp tak pernah sekalipun marah, dia tau, dia juga memiliki tanggung jawab atas Junhong, yang termuda diantara ketiganya.

Kembali bersenandung saat suara bunyi pesan handphone mengagetkannya.

'Malam ini dingin sekali, apa peri sudah tidur?'

Junhong menggaruk rambut pirangnya yang tampak berantakan. Apa Daehyun belum tidur? Ini sudah menjelang pukul 4 dini hari.

'Kau belum tidur Daehyun shi?'

'Belum, Peri belum tidur?'

'Aku tidak tau, aku tidak satu kamar tidur dengan peri'

'HAHAHA..kau menggemaskan :D '

Junhong semakin bingung, tadi bertanya peri kenapa sekarang jadi dirinya yang menggemaskan.

'Kau..tidak sedang mabukkan?'

Junhong menggigit kuku jari tangannya, tak sabar menunggu balasan pesan dari Daehyun.

Fikiran-fikiran aneh mulai masuk ke kepalanya sampai balasan pesan datang.

'Ya, aku mabuk. Mabuk akan pesonamu'

Demi Tuhan Jung Daehyun.

Gombalan kuno.

Tapi walau gombalan kuno, Junhong menyukainya, lihat saja pipi Junhong yang terlihat memerah samar. Junhong sibuk berfikir, bingung ingin membalas apa, sekaligus malu.

Karena tak kunjung menjawab balasan pesan untuk Daehyun, tiba-tiba ada pesan baru dari Daehyun lagi.

Dasar tak sabaran Jung Daehyun, ck!

'Kenapa tak dibalas? Sudah tidur? Kau tidak mual kan karna membaca pesanku tadi?'

Faktanya Junhong tak sekejam Youngjae dan Yongguk yang langsung mual jika mendengar Daehyun yang mulai puitis tak jelas.

Junhong menggeleng, maksudnya menjawab pesan yang baru saja ia terima.

'Tidak, tentu saja. Aku sehat tidak mual-mual. Aku bukan orang yang mudah sakit Daehyun shi ^^'

Salah pengertian.

Junhong memang menggemaskan.

'Sekarang sudah pukul 4, kita bisa bertemu sekarang! Kkkk'

Junhong tertawa, dasar Daehyun bodoh.

Mereka kan bertemu pukul 4 sore bukan pukul 4 dinihari.

'Tunggu 12 jam lagi ^^'

'Haah..Lama sekali.. aku merindukanmu'

Kembali pipi Junhong memerah, detak jantungnya pun semakin cepat.

'Terima kasih~ aku juga sedikit merindukanmu'

Junhong membekap wajahnya pada bantal, malu..malu..malu!

Demi Tuhan Junhong malu!

'REALLY?'

'hng~'

'kalau begitu cepatlah tidur, saat kau bangun nanti, 12 jam akan berkurang dengan cepat'

'Aku akan tidur, kau juga akan tidurkan?'

'ya, kita tidur bersama. Selamat tidur'

Dada junhong menghangat.

Ia biasa diperhatikan orang disekitarnya, orang tua, sepupunya Himchan, sahabatnya JongUp, teman-teman sekolah dan klub, tapi Daehyun…Entahlah.

Rasanya berbeda.

Mengetik balasan pesan terakhir untuk Daehyun, tersenyum saat membayangkan senyum Daehyun kemarin.

'Selamat tidur juga, Daehyun shi'

..

"Kau belum tidur?"

Himchan terbangun, menatap Junhong yang tengah menggenggam handphonenya erat.

Junhong menggeleng.

"Letakkan handphone mu dan tidurlah, apa kau kedinginan? Pipi dan hidungmu memerah"

Himchan bangkit dan meraup pipi Junhong.

Membelai pipi Junhong yang tersenyum menatap Himchan.

"Kau tidak bisa tidur? Berbaringlah.. akan ku peluk sampai kau tertidur"

Junhong menurut, dengan cepat berbaring menyamping dan memeluk Himchan erat, mendekatkan kepalanya pada dada Himchan dan mendengar degup jantung Himchan yang terdengar samar ditelinganya.

"Hyung.."

"hm~"

"Aku menyayangimu.."

"Ya, aku juga…tidurlah"

Membelai rambut halus Junhong, terus membelai sampai terdengar hembusan nafas halus Junhong yang teratur.

Junhong tertidur.

Himchan hendak menutup matanya saat suara serak menggangunya.

"Geser sedikit…Aku kesempitan"

Itu JongUp.

Himchan hendak bergeser sedikit, merasa bersalah mengingat tadi ia memaksa JongUp membagi ruang untuk dirinya dan Junhong tidur. Sampai…

"Himchan Hyung, gigi besar"

Dahi Himchan berkerut.

"hehehe..hehehe"

Mengigau?

Awas saja besok kau Moon JongUp.

Tendang.

'Bruukk!

JongUp jatuh kelantai.

Rasakan!

Himchan menutup matanya dan melanjutkan tidur.

Poor Moon JongUp….

To be continue~

Tolong reviewnya ya yang baca..

Aku datang lagi bawa Chapter 3, yang minta dilanjut ini lanjutannya..

mudah-mudahan ga bosen hohoho~

Makasih bangeeeeet buat yang udah baca dan mau review..

Segala macam saran, kritik yang membangun dan keluhan aku terima^^

Thanks for : Junjows, NathalieVernanda, LevesqueXavier, miniseokie01 dan Jimae407203, DiraLeeXiOh, NAP217, LayChen Love Love 2, Guest, Kim Rae Sun, dae, linkz, dedezelo, DAELOves B.A.P, ichizenkaze, daehana, bininye daehyun, Kimberlycloudy

-Pitain Junhong, kirim ke rumah kalian-

Semoga suka wahahaha