Chapter 3
Two Love Story
a Naruto fanfic (just for fun) by Neko Darkblue
Neruto and all chara is Masashi Kishimoto's mine
SasuSaku, NaruHina, slight SasoSaku, etc.
OOC/AU/Typo(s)/minim deskrip/abal/no bashing/etc/DLDR!
Happy Reading!
Chapter 3: Am I Fall In Love With Her?
Selasa, 7 Juli 2019, 09.00 AM
TEET... TEET... TEET...
Bel berbunyi di Konoha Academy, menandakan saatnya istirahat. Tak terkecuali ruang kelas 1B yang telah di isi pelajaran sains oleh Sakura-sensei. "Baiklah, saatnya istirahat. Dan jangan lupa mengerjakan tugas kelompok kalian." ujar Sakura.
Sakura berjalan meninggalkan ruang kelas 1B. Tangan kirinya memegang beberapa buku tebal, tas merah marun miliknya ia sampirkan pada bahu kanannya. Senyum ramah terkembang di wajahnya. Ia sangat bahagia hari ini. Hal itu dikarenakan, saat akan membagi kelompok untuk membuat kliping tentang adaptasi hewan ia sengaja mengelompokkan Naruto dan Hinata dalam satu kelompok. Dan karena jumlah murid di kelas 1B ada dua puluh sembilan anak, jadi ia (sengaja) membagi tiap kelompok berisi tiga orang. Sehingga kelompok terakhir hanya berisikan dua orang, yaitu Naruto dan Hinata. Ia berasa jadi mak comblang untuk putrinya.
Sesampainya di ruang guru, Sakura menaruh buku-buku yang ia bawa ke atas meja milikjnya. Ia mendapat tepukan pelan di bahunya yang ternyata pelakunya adalah Kakashi -seorang guru matematika yang mengajar di Konoha Academy-.
"Seorang pria berambut merah mencarimu." beritahu Kakashi.
"Siapa namanya?" tanya Sakura.
"Aa, gomen. Ia menyuruhku untuk tak mengatakan namanya. Namanya aneh, seperti hewan berbisa. Ia menunggumu di gerbang sekolah."
"Seperti hewan berbisa? Jangan-jangan... Arigatou Kakashi-san. Oh ya, namamu lebih aneh tahu!" Sakura lalu meninggalkan ruang guru secepat mungkin untuk menemui seseorang yang diberitahukan Kakashi.
Napas Sakura memburu sehabis berlari. Orang yang menunggunya bersandar pada gerbang samping pos satpam sambil menatap langit. Tentu saja 'orang itu' sudah mendapat izin dari satpam sekolah agar dapat masuk. Merasa orang yang di tunggunya sudah datang pemuda yang berambut merah tersebut menoleh ke arah Sakura sambil menyeringai.
"Saku-chan! Ohisashiburi desu ne.*" sapa pria berambut merah pada Sakura. Ia langsung memeluk Sakura tak peduli itu di saksikan oleh satpam sekolah."Sudah kuduga pasti kau Sasori. Ya, aku cukup sibuk di sini sebagai guru dan seorang single parent. Kau sendiri, apa yang kau lakukan di sini? Bukannya kau tinggal di Suna ya?" tanya Sakura penasaran.
"Yah, aku hanya mencari suasana baru semenjak Temari meninggal. Dan juga, Gaara akan bersekolah di sini. Kuharap ia bisa akrab dengan Hinata."
"Umm." angguk Sakura senang. Sudah lama -sekitar enam tahun- Sakura tak bertemu dengan sahabat baiknya.
.
.
~ O ~
.
.
Selasa, 7 Juli 2019, 12.00 AM
Sasuke's POV
Kini aku berada di depan gerbang sekolah menunggu Naruto. Sekarang adalah jam pulang sekolah. Aku mendengar suara seseorang yang terasa familiar dengan samar-samar. Semakin lama suara itu makin jelas. Aku yang biasanya selalu cuek kali ini sangat penasaran dengan obrolan 'seseorang itu'.
"Saku-chan, sudah lama kita tidak kencan bersama. Aku jadi rindu. Terakhir kali waktu kita SMA."
"Ya, Aku juga. Tapi itu bukan kencan baka!."
"Ehehe, tak apa dong. Bagaimana kalau kita ke Konoha Land?"
"Aku setuju, bolehkah aku mengajak Hinata?"
"Tentu saja."
"Apa kau akan mengajak Gaara-kun?"
"Tidak, Gaara sudah kuajak, tapi ia lebih memilih bermain PS di rumah ketimbang ikut aku ke Konoha Land."
Aku merasakan lengan kemejaku di tarik-tarik oleh seseorang. Tak menghiraukannya, aku masih asyik mendengarkan obrolan antara Sakura dan pria berambut merah. (baca: menguping).
"Teme-Touchan!"
Aku sedikit melompat kaget mendengar teriakan cempreng yang ternyata berasal dari Dobe. Rupanya, aku terlalu asyik dengan 'kegiatanku' hingga tak menyadari keberadaan Dobe.
Sejenak Dobe menoleh ke arah Sakura dan pria berambut merah tadi lalu kembali menatapku sambil menyeringai kecil.
"Sstt... sstt... Teme-Touchan. Bila tidak cepat bergerak Sakura-sensei bisa di rebut orang itu lho. Mereka akrab sekali."
"Urusai, Dobe!"
Sakura dan Hinata, serta 'pria tadi' kini berada di depanku, begitu Sakura menyadari keberadaanku ia langsung mengangguk sopan sambil tersenyum ramah. Hinata yang berdiri di samping Sakura langsung menarik-narik baju ibunya membuat Sakura berjongkok, lalu Hinata membisiki ibunya -entah tentang apa-. Sakura kembali berdiri lalu menoleh padaku.
"Kami akan ke Konoha Land, apa Uchiha-san dan Naruto-kun mau ikut?" tawar Sakura.
"Gomen, aku-"
"Aku ikut-ttebayo!" interupsi Dobe. Aku memandangnya sebal.
"Sasu-jiisan juga ikut ya?" pinta Hinata sambil menautkan kedua telunjuknya. Kali ini Dobe dan Hinata melancarkan jurus kitty-eyesnya membuatku umm... tak tega. Aku mengangguk singkat tanda menyetujui tawaran Sakura.
.
~ O ~
.
Konoha Land, 01.00 PM
Suasana di Konoha Land sangat ramai meski panas matahari yang menyengat kulit. Begitu masuk ke Konoha Land Sakura langsung mengajak kami ke kedai takoyaki di dekat pintu masuk. Kami duduk di meja nomor tujuh dengan jumlah kursi lima. Dobe dan Hinata setelah makan, langsung pergi meninggalkan kami ke arena permainan khusus anak-anak di depan kedai takoyaki.
Awalnya Dobe mengajakku ikut, aku menolaknya dengan alasan tak ingin bosan melihat anak kecil bermain. Tapi, sekarang aku menyesal tak ikut dengannya.
"Kau makin cantik saja, Saku-chan. Tak kusangka kau yang primadona KHS akhirnya menikah dengan Neji yang pendiam dan kutu buku itu." ck, Sasori merayu Sakura. Dasar duda beranak satu!
"Ahaha, arigatou. Tapi maaf saja, rayuanmu tak mempan padaku. Oh ya, tak kusangka juga kau yang playboy akhirnya menikah dengan Temari-san yang galak dan cerewet itu."
"Haha, sifat galaknya mungkin yang telah mengubahku."
"Dasar kau ini." Sakura mencubit pipi Sasori membuatku kesal. Eh, yang di cubit kan Sasori kenapa aku yang kesal?
"Aiih, sakit. Kupikir setelah menikah dengan Neji, sifat dan kekuatanmu akan berubah. Hahh, ternyata tidak."
"Grrr..."
"Ehehe, Saku-chan ingat tidak waktu terakhir kita berkencan di sini saat SMA-"
"Itu bukan kencan."
"-waktu itu aku menembakmu di kedai takoyaki ini."
"Dan aku langsung menolakmu."
"Ya, karena saat itu kau menyukai Neji."
"Dan kau langsung ngambek denganku selama sebulan."
"Ah ya, itu dulu. Tapi tahu tidak, setelah kau menolakku aku bertemu dengan Temari di taman kota."
"Ya, dan ia mengejekmu yang sedang menangis tersedu-sedu sambil memeluk lutut hanya karena di tolak seorang cewek."
"Ya. Eh kau tahu dari mana?"
"Rahasia."
"Ck Sial, rahasia terbesarku-"
"Seorang playboy menangis."
"-terbongkar."
"Hahaha."
Ck, dari tadi mereka asyik ngobrol berdua. Seolah-olah aku tak ada. Dasar Kalajengking menyebalkan. Harusnya aku ikut Dobe saja kalau tahu begini. Atau harusnya Kalajengking Sialan ini yang tak ikut, biar hanya aku dan Sakura. Eh mikir apa sih aku?
Entah mengapa, setelah mengetahui Sasori adalah sahabat Sakura, ia pernah menembak Sakura -meski di tolak- dan sekarang mereka terlihat bahagia membuatku kesal. Tanganku terkepal ingin menonjok Sasori. Aku kesal pada mereka -atau mungkin hanya pada Sasori- yang terlihat bahagia, sedangkan aku tidak bahagia. Perasaan apa ini? Apa aku cemburu? Ah, tidak mungkin.
"Uchiha-san!" Sakura menepuk bahuku pelan menyadarkanku dari lamunan.
"Daijoubuka?" iris emeraldnya menampakkan kekhawatiran.
"Hn. Hanya sedikit pusing." dustaku. Jelas-jelas aku baik-baik saja. Mungkin bila berbohong aku bisa segera pergi dari tempat ini dan membiarkan Sakura dan Sasori berduaan , ah memikirkannya saja membuatku tak rela. Ada apa denganku?
"Ah, g-gomenasai. Seharusnya aku tak memaksamu untuk ikut. Jadi saat kau mau menolak tawaranku pasti kau sedang tak enak badan kan? Sekali lagi gomenne." ujarnya menyesal. Melihatnya seperti itu membuatku tak tega. Telapak tangan kanan miliknya ia tempelkan pada keningku yang langsug membuat kepalaku memanas.
"Kau agak demam, Uchiha-san." ucap Sakura panik. Baka. Kalau saja kau tak sedekat ini dan memandangku intens aku tidak akan merasa sepanas ini.
"Gomenne, Sasori. Kita sudahi saja ya?"
"Tak apa." jawab Sasori sambil tersenyum paksa.
.
~ O ~
.
Kediaman Uchiha Sasuke, 01.30 PM
"Gomen, Sakura-san. Seharusnya aku saja yang pulang dengan Naruto biar Hinata tetap bermain." ucapku datar.
"Daijoubu. Lagipula tak seru bila Hinata hanya bermain sendiri. Yang penting anak-anak menikmatinya itu sudah cukup buatku."
"Hn."
"Jaa nee, Uchiha-san!"
"Jaa."
"Ehem... ehem..." Dobe berdehem lalu menyeringai kecil menatapku. Kunaikkan sebelah alisku bingung dengan tingkahnya.
"Ada apa?" tanyaku akhirnya. Bukannya menjawab pertanyaanku ia malah membalikkan badannya lalu berjalan menaiki tangga ke lantai dua.
"Teme-Touchan sedang jatuh cinta, Teme-Touchan sedang jatuh cinta. Aku akan punya ibu baru. Yaay!" teriak Naruto kemudian.
Jatuh cinta? Ibu baru untuk Dobe?
"Dobe! Apa maksudmu hah?!" tanyaku geram tapi kenapa pipiku memerah?
"Sudahlah, jangan mengelak lagi Sa-su-Tou-chan." kali ini Dobe mengedipkan sebelah matanya membuatku bergidik.
"Tadi waktu di kedai takoyaki muka Tou-chan jelek banget. Kayak tomat busuk yang jatuh dari lantai sepuluh." ejeknya.
Cemburu? Jatuh cinta? Apa benar?
Tomat busuk? Dobe sialan!
Apa jika aku tak suka dengan kedekatan Sakura dan Sasori itu cemburu? Apa jika tak suka Sasori menggoda Sakura itu cemburu? Apa wajahku memerah karena Sakura karena aku jatuh cinta padanya?
Aku tersenyum tipis menyadarinya. Bodohnya, bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar -apalagi masih kelas satu- bisa menyadarkan perasaanku. Apalagi itu Dobe, bocah yang tak terlalu pintar. Yah, kuakui untuk memahami perasaan tak hanya memerlukan otak jenius sepertiku.
Baiklah, sudah kuputuskan. Aku akan menjadikan Sakura sebagai ibu untuk Dobe dan istriku. Tunggu saja hari di mana hal itu aka terwujud Sakura dan Naruto. Ah ya, dan juga Hinata akan jadi anak tiriku.
.
.
~ To Be Continued ~
.
.
Neko kembali lagi dengan chapter 3! Saya leletkah? Emang! #dikeroyok
Maaf, ini aja ngetiknya sehari sehabis UN, hehe ^^v
Untuk chapter ini mengecewakankah?
*Ohisashiburi desu ne: Lama tidak bertemu (kurang lebih seperti itu)
Balesan review buat nonlogin:
Mako-chan(ch2): Pertanyaan Mako-chan dah kejawab di chapter ini ^^. Biar Sasuke yang pasif saingan sama Sasori yang aktif (?) #pendiam ama cerewet gitu #hah? sejak kapan Sasori cerewet? sejak di fic Neko XD #plak!
RnR lagi ya... (^_^v)
Sweets(ch2): Udah kejawab kan di chapter ini, RnR lagi ya ^O^
reader newby(ch1): Terima kasih atas saranmu, Neko sudah mencoba memperbaikinya, apa masih terlalu cepat? Kalo iya, ya mangap, Neko gak bisa bikin yang pas mungkin, hehe ini udah update RnR lagi ya... ^^
Guest(ch1): Makasih, ini udah update, RnR lagi ya ^.^
Chapter 4: Rival?
"Akasuna Gaara-desu, yoroshiku."
"Bwahahaha."
"Gaara, kau boleh duduk di samping Shion. Shion angkat tanganmu!"
~ O ~
"Hyuuga Hinata-desu, yoroshiku onegaishimasu!"
"Kalau ada orang mengajak berkenalan jangan diam saja dong, Panda no Baka!"
"Apa kalian tuli?"
~ O ~
"Gaara-kun mau?"
"Kalau mau punyaku saja."
.
.
Thanks to:
/E. /Wisnu Damayanti/ Akasuna /Hanarin No Himeko/Cherry Lily Blossom/Lin Narumi Rutherford/Hiruka aoi sora/armida. /Mako-chan/Sweets/reader newby/guest
for not become a silent reader
#maafbilaadapenulisannamayangsalah
Last, don't forget to Review XD
.
.
.
Sign,
Neko Darkblue
9 Mei 2013
