:: GiverColorEyes ::
Chapter 3
Na ©Present
Donghwa melihat Donghae yang akhir-akhir ini selalu nampak ceria, walau Donghae memang memiliki sifat yang ceria tapi kali ini berbeda dan Donghwa bingung dengan adiknya itu.
Donghwa mulai mendekati Donghae yang asik sendiri dengan ponselnya, tak berniat mengejutkan Donghae ia duduk di sebelahnya tapi reaksi Donghae malah kaget sampai ponselnya akan terjatuh jika saja ia tak memegangnya erat.
"Ya Hyung, Kau ingin menbuatku jantungan…" Donghae menatap kesal Hyungnya yang masih menaikkan sebelah alisnya.
"Apa yang aku lakukan? Aku hanya duduk" kata Donghwa tapi Donghae tetap melayangkan tatapan kesalnya itu sampai Donghwa bingung sendiri, apa adiknya sedang dalam masa pubertas? Sadar Donghwa, adikmu itu namja…
"Kau kenapa jadi orang siaga sih" Donghwa akhirnya mengeluarkan pertanyaan yang sudah ditahannya beberapa hari lamanya hanya melihat sikap Donghae. Mereka baru saja pindah dari Thailand dan Donghae sudah berubah walau itu membuat hati Donghwa maupun orang tua mereka senang melihatnya.
Donghwa mengernyitkan dahinya melihat Donghae yang malah memperlihatkan giginya yang sudah diketahui Donghwa sangat rapi melebihi dirinya, menyengir dihadapan Donghwa dan menyembunyikan ponselnya dari Hyungnya itu…
"Ada Apa dengan ponselmu?" Donghae menggeleng.. "Tidak ada apa-apa…"
Kalau tidak ada apa-apa kenapa harus disembunyikan? Donghwa menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik yang sangat disayanginya ini. Tau sekali kalau Donghae bersikap seperti itu berarti ada sesuatu yang disembunyikannya dari sang Hyung.
"Ada rahasia disini eoh?" Donghwa mulai menggoda Donghae yang tak mau terus terang padanya tentang apa yang terjadi padanya belakangan ini.
"Rahasia? Hyung punya rahasia dariku? Apa Hyung? Cerita pada adikmu ini" Donghae dengan semangat malah membalas perkataan Hyungnya dengan pertanyaan yang seharusnya Donghwa ucapkan pada adiknya itu.
Donghwa tertawa geli, "Kenapa bukan kau saja yang menceritakan sesuatu padaku"
"Cerita? Aku tidak mempunyai sesuatu untuk aku keluarkan saat ini Hyung" balas Donghae merasa yakin.
"Tentang Hyukjae, tetangga 2 rumah dari rumah kita?" Donghwa mulai memancing Donghae, ia sebenarnya sedikit tau pasti sikapnya ini berhubungan dengan tetangga mereka yang selalu terlihat pulang sekolah bersama dengan adiknya ini.
"Hyung kenal Hyukkie?" Donghae mngubah posisi duduknya menghadap Hyungnya itu dengan mata berbinar ia menatap.
"Oh, Kau memiliki panggilan sayang padanya eoh?"
Seketika pipi Donghae memerah, melihat itu Donghwa muncubitnya sampai Donghae mengaduh.
"Adik Hyung sudah punya kekasih" Donghwa melepas cubitannya dari pipi Donghae saat Donghae menggelengkan kepalanya.
Donghae jujur, ia memang belum mempunyai kekasih, Hyukjae yang awal secara tidak langsung mengatakan suka padanya belum menjadikannya kekasih dan Donghae juga tak mau memaksa untuk menarik Hyukjae berkencan dengannya. Sikap Hyukjaepun tak jauh berbeda dengan pertama mereka dekat. Mereka hanya sebatas tau perasaan masing-masing.
"Lalu?" Donghwa menatap Donghae yang menundukkan kepalanya.
"Aku tak tau, tapi dia mengatakan tertarik padaku dan Kyuhyun…."
"Kyuhyun?" tanya Donghwa yang tak mengetahui nama itu dari beberapa hari ini…
"Adik sepupu Hyukjae… dia mengatakan kalau dulu Hyukjae mengatakan jatuh cinta padaku diawal kita bertemu"
Donghwa menganggukkan kepalanya mengerti dengan apa yang dikatakan adiknya yang sedang jatuh cinta ini. Ia usak rambut Donghae dan tersenyum padanya. Sempat terperangah saat mendengar adiknya bisa mengatakan hal yang nampak seperti orang dewasa saja.
"Katakan saja padanya, mungkin saja dia sudah menganggapmu sebagai kekasih tapi hanya kau yang tidak"
Donghae mengangguk dan ikut tersenyum, "Aku mau ke kantor ayah yang baru Hyung, apa Hyung hari ini tidak kesana?"
Donghwa melihat jam yang tertempel didinding rumah mereka, "Tumben, biasanya kau sama sekali tak mau mengunjungi kantor ayah atau butik ibu"
Ayah mereka adalah Direktur salah satu perusahaan di Korea dan ibu mereka yang tak ikut pulang ke Korea adalah designer di Thailand, Tentu saja Donghwa mengatakan pada Donghae 'tumben'.. adiknya itu dari dulu seperti anti untuk mengunjungi tempat orang tuanya bekerja untuk dirinya.
"Hari ini sekolah diliburkan dan aku tak mau mengganggu Hyukjae hari ini, jadi aku boleh ikut kan"
Donghwa mengangguk kemudian menyuruh Donghae untuk berganti di kamarnya.
Na ©Present
"Ya! Min… Kau curang!" Kyuhyun berteriak menunjuk-nunjuk layar datar yang menampilkan skornya dan Changmin yang tertinggal jauh dengan Changmin yang memimpin.
"Akui saja jika kau kalah Kyu"
Kyuhyun yang tak mau kalah melempari Changmin dengan toples cemilan yang baru saja mereka habiskan.
Changmin mengaduk sakit karena itu, ia ambil toples itu lalu akan melemparnya lagi pada Kyuhyun..
"Hei, hei… kanapa bertengkar…" suara dari bibi Kyuhyun terdengar ditelinga mereka membuat Changmin urung membalas perbuatan Kyuhyun padanya.
"Kenapa berhenti Min, aku tau pukulan Kyu pasti sakit" Kali ini suara Hyukjae yang sedari tadi hanya duduk disofa melihat mereka mengeluarkan suaranya untuk membuat panas Changmin.
"Changmin, jangan dengarkan dia… Imo, kenapa kau punya anak seperti Hyukjae Hyung…"
Bibi Kyuhyun yang adalah ibu Hyukjae tersenyum dan mengambil toples yang masih digenggam Changmin… "Mianhae Changminnie.. Kyuhyun memang kurang ajar"
"Imo…" Kyuhyun merengek mendengar bibinya malah menjelekkan ia…
"Kenapa? Memang begitukan, ibu itu memang selalu sehati dengan anaknya" sahut Hyukjae tapi mendapat sambutan ibunya yang mencubit tangannya..
"Kau kurang kerjaan yah, kenapa mengurusi mereka.." tanya ibunya dan Hyukjae memutar bolanya…tapi belum sempat Hyukjae menyahut Changmin menyerobot bicara…
"Kenapa tidak kau ajak kekasihmu itu kerumah, pasti akan bertambah ramai Hyung" celetukan Changmin berhasil membuat Hyukjae mendelik…
Hyukjae beralih menatap Kyuhyun yang bertingkah seperti tak mendengar apa yang dikatakan Changmin… Hei, darimana anak ingusan macam mereka mengatakan hal itu atau setidaknya mengapa mereka mengatakan kalau ia punya kekasih.
"Siapa yang punya kekasih?!" Hyukjae membantah perkataan itu.
"Siapa Minnie?" ibu Hyukjae yang memang tak tau ikut menyahut dan bertanya pada Changmin..
"Hyukjae Hyung" jawab Changmin dengan santai…
"Ibu aku benar-benar tak punya kekasih, mereka bohong…" kata Hyukjae lalu dengan cepat beranjak dan berjalan menuju kamarnya…
Sebelum ia benar-benar masuk ke dalam kamarnya, Hyukjae sempat mendengar Kyuhyun yang berteriak…
"Apa maksudmu dengan mereka? Aku hanya diam saja daritadi Hyung!"
Hyukjae menggerutu tak jelas… Dia mempunyai kekasih? Apa benar?
Ia langkahkan kakinya menuju jendela samping ranjangnya, melihat kearah luar kamarnya dan itu bertepatan dengan matanya yang melihat Donghae.
Walau rumah mereka berjarak lumayan jauh tapi karena halaman rumah tetangga sebelah rumahnya membuat halaman luas dan tak ada pagar tembok yang membatasi membuat Hyukjae dapat melihat rumah Donghae.
Ia terus diam melihat Donghae yang memakai baju yang terlihat rapi berjalan menuju mobil yang sudah terparkir disebelah rumahnya… Dibelakangnya terdapat Laki-laki yang sedikit mirip dengan Donghae dan ia mengenalnya..
Donghwa hyung ia memanggilnya, mereka sudah kenal karena kemarin tak sengaja bertemu disebuah jalan dengan Hyukjae yang mau pergi ke toko perbelanjaan dan Donghwa yang baru saja pulang dari waktu bekerjanya.
Sedikit berbincang dan salah satu dari mereka meminta pamit karena ada yang harus dikerjakan secepatnya..
Hyukjae memperhatikan Donghae yang menepuk dahinya kemudian berbalik masuk kembali kerumahnya, tak berapa lama Donghae sudah keluar dengan tangan yang mengangkat sebuah ponsel kalau Hyukjae tak salah lihat.
Hyukjae menggelengkan kepalanya, kebiasaan… Donghae juga pernah meninggalkan ponselnya di mejanya dan berlalu begitu saja bersama Sungmin entah kemana… dan tentu saja ia yang mengembalikannya.
Mobil yang sedang ditumpangi Donghae dan Donghwa kemudian mulai berjalan meninggalkan pelataran rumahnya dan mata Hyukjae masih saja mengikuti arah mobil itu berjalan sampai mobil itu akhirnya tak terlihat kembali meninggalkan senyum kecil dibibirnya..
"Apa kau benar-benar suka padaku? Dan akan masih sampai kau mengetahui sesuatu dariku? Hae…hhhh" Hyukjae mendesah kemudian membanting tubuhnya diranjangnya. Langit-langit kamarnya sekarang menjadi arah pandang Hyukjae…
Kerutan muncul didahi Hyukjae dan menggumamkan sesuatu yang membuat ia bingung sedari dulu…
"Sebenarnya kau berwarna apa langit?"
Na ©Present
Hyukkie…
Hyukkiee…
Donghae membuka mulutnya seperti akan berucap memanggil Hyukjae yang sedang duduk bersebelahan dengannya sekarang.
Melihat Hyukjae yang matanya hanya tertuju pada buku didepannya membuat Donghae ragu untuk mengeluarkan suaranya, ia tak mau mengganggu Hyukjae lagi sekarang setelah kemarin-kemarin ia terus saja meributi Hyukjae…
Hyukjae memang tak pernah marah tapi Donghae tau kalau Hyukjae juga kesal dengan yang ia lakukan.
"Ada yang ingin kau katakan?" Hyukjae bertanya pada Donghae tanpa melihat kearah wajah Donghae,, Donghae mengatupkan bibirnya dan beralih menggigit bawah bibirnya dan tangannya menggenggam bajunya.
"Ada apa?" Hyukjae bertanya kembali kali ini menurunkan bukunya dan memandang Donghae dengan datar.
...
"Sebenarnya kita sedang apa Kyu?"
Disudut tempat yang sedikit jauh dari tempat Donghae duduk Kyuhyun dan Changmin sedang berada dengan Kyuhyun yang sedari tadi melihat Donghae dan Hyukjae dan Changmin yang hanya diam dan pasrah saat tadi ditarik paksa oleh Kyuhyun untuk mengikutinya..
Kyuhyun mendengus ketika melihat Hyukjae yang meninggalkan Donghae, ia menoleh pada Changmin yang diam disampingnya… "Hyukjae Hyung memperlakukan kekasihnya dengan tidak baik"
"Mwo? Kau daritadi mengajakku duduk disini hanya untuk mengamati mereka yang tadi duduk disana?" tanya Changmin sambil menunjuk dimana Donghae yang masih berada ditempatnya walau Hyukjae sudah pergi.
"Kau pikir apa? Aku disuruh oleh Imo kalau kau ingin tau" jawab Kyuhyun lalu menunjuk Donghae yang mulai meninggalkan tempat duduknya… "Imo penasaran dengan Donghae Hyung"
"Ya ampun Kyu, kau tak ingat ada ujian setelah ini? Kau mengajakku hanya untuk ini? Lebih baik aku tadi diam dikelas dan membuat sebuah kesimpulan di kertas kecil untuk ujian.."
Kyuhyun memandang cibir Changmin yang dipikirnya terlalu berlebihan dan apa… kesimpulan?
"Bilang saja kalau kau ingin membuat kertas jawaban! Setelah ini kau harus belajar padaku kalau ingin pintar dan berhenti menbuat hal-hal seperti itu, temanku harus pintar sama denganku" ucap Kyuhyun dengan bangga…
"Ucapanmu sangat membuatku terhina Kyu"
Changmin memasang muka datar yang sudah dipelajarinya dari Hyukjae setelah beberapa hari melihat ekspresi yang ditunjukkan Hyukjae.
Na ©Present
Hyukjae POV
Hari ini tanpa diduga terdapat pelajaran malam sebagai tambahan di kelasku dan sekarang hari mulai petang, bus yang akan melewati blok rumahku adalah yang terakhir jika jam telah menunjukkan angka 7.. Jadi semoga saja bus terakhir belum lewat.
Kumasukkan semua barangku ke dalam tas yang kubawa kemudian aku sampirkan dibalik punggungku. Tanpa buang waktu langsung keluar dari kelas..
Jangan tanya apakah aku harus pulang dengan Donghae, sepertinya hatiku belum yakin untuk menjawab pertanyaannya tadi… Aku bukan menghindar! Dia bertanya dengan hubungan kita, bukan aku saja disini yang masih ragu apa kita sepasang kekasih atau bukan. Donghae juga.
Benar aku memang sudah menyukainya, sikapnya kadang membuatku ingin tersenyum dan tertawa. Tapi mungkin akan aneh jika ada yang melihat aku tertawa hanya karena Donghae, dilihat oleh banyak orang yang mengenalku pendiam.
Aku terus berjalan tanpa berhenti di halte yang biasa menjadi tempat untukku dan Donghae menunggu bus, tentu saja aku tak menunggu bus kembali karena baru saja bus terakhir telah berjalan meninggalkan halte… do'aku tak terkabul malam ini.
Tetap berjalan, sebenarnya aku sudah mengetahui jalan tercepat menuju rumah dengan berjalan kaki. Yah, seperti jalan pintasku dulu sebelum lebih memilih untuk naik bus.
Aku menghentikan langkahku saat didepanku terdapat beberapa orang dewasa yang seperti tengah mabuk berjalan sempoyongan menuju kearah jalan tempatku berdiri sekarang…
Lupa jika tempat ini sangat sepi juga lupa bahwa tempat ini rawan akan kejahatan jika malam datang harusnya aku menyuruh Kyuhyun menjemputku dengan mobil appa yang mungkin sudah pulang sekarang.
"Wah,, ada bocah berkeliaran eoh…"
Aku diam tak menyahuti mereka, harapanku saat ini hanya Donghae yang sepertinya sembunyi dibalik tembok rumah seseorang tak akan keluar. Aku tau kalau dia sejak keluar dari gerbang sekolah berada dibelakangku, kebiasaannya jika tak ingin membuatku terasa terganggu. Setelah ini aku harus memperingatinya untuk merubah sikap buruknya itu..
"Hei, anak muda… apa kau punya uang"
Aku mengeleng pelan, tentu saja aku berbohong.. uang yang seharusnya aku gunakan untuk naik bus masih tetap tinggal dalam kantung celanaku.
"Benarkah?" aku menganggukkan kepalaku..
"Ya! Anak muda. Apa kau bisu?" seorang diantara mereka maju, sepertinya ia saja yang tidak dalam keadaan mabuk, terbukti dengan jalannya yang seperti orang biasanya.
Aku kembali menggelengkan kepalaku tak berniat benar-benar menyahuti perkataan itu, oh ayolah aku tau maksud mereka apa..
"Berikan tasmu, Maka kami akan mempersilahkan kau untuk lewat" Uangku masih disaku, tak masalah juga jika mereka menyita tasku tapi perlu diketahui aku bukan seperti seorang pecundang yang dengan mudah menyerahkan barangnya pada manusia seperti mereka..
"Biarkan aku lewat" aku berhenti tepat didepan mereka saat mereka malah menghalangi jalanku, untuk apa mengurusi mereka yang bahkan ada yang berada di alam mabuknya..
Aku terkekeh saat mereka malah mengajakku berkelahi. Astaga, tak taukah mereka jika aku masih sekolah.. baju yang kupakai saja masih menunjukkan dimana aku bersekolah.
"Kalian beraninya dengan anak kecil ternyata" kataku dengan santai, aku tau mereka akan terbawa emosi dengan perkataanku barusan. Sepertinya aku pernah mendengar jika orang mabuk bahkan sangat cepat terbawa emosi, dan sekarang aku berkata dengan mereka yang mabuk dan hanya satu diantaranya tidak benar-benar mabuk.
"Beraninya kau!"
Hyukjae POV END
Hyukjae melempar tasnya kearah sembarangan dan memberi ancang-ancang untuk bertarung dengan mereka yang menghalangi jalan menuju rumahnya,
1 lawan 5 apa yang kalian pikirkan dengan perbandingan itu dengan Hyukjae yang masih duduk dibangku sekolah dengan mereka yang memiliki badan besar dan sebagian yang berotot.. sudah dipastikan kemungkinan terbesar Hyukjae lah yang akan kalah.
Donghae yang sedari tadi bersembunyi dibalik tembok rumah orang meremas ujung pakaiannya mencoba menghilangkan rasa khawatirnya pada Hyukjae yang mulai menghindar dari pukulan orang berotot itu..
Hyukjae mengelak saat lelaki bertubuh lebih tinggi darinya melayangkan pukulan ke wajahnya, balik ia pukul perut orang itu sampai orang itu tersungkur ke tanah…
"Nyalimu tinggi juga bocah"
Hyukjae memandang sengit lelaki kekar didepannya, tak ada ketakutan sama sekali dalam diri Hyukjae jika sudah seperti ini, Ia juga ingin melindungi Donghae yang secara tidak langsung tengah pulang bersamanya, jika ia tak bisa menyelamatkan diri bagaimana dengan Donghae nanti.
Bukk…
"Ughh" Hyukjae membungkuk saat perutnya mendapat serangan dari mereka, ia melirik kearah belakang dan melihat Donghae yang tengah melihatnya dengan wajah khawatir.
Dan tanpa diduga sebelumnya Hyukjae mengernyitkan dahinya menahan sakit diperutnya juga melihat Donghae yang malah dengan cepat keluar dari balik tembok menuju kearahnya.
"ANDWEEEE!"
Hyukjae terkesiap mendengar Donghae berteriak juga saat Donghae berdiri didepannya, dapat Hyukjae lihat jika salah satu dari mereka yang menyerangnya tengah membulatkan matanya tepat berada didepan Donghae.
"Do-.. Dong.. Dong…"
Belum sempat Hyukjae memanggil Donghae, ia dikejutkan dengan Donghae yang menubrukkan badannya kearah belakang tepat pada dada Hyukjae…
"Apa yang kau lakukan bodoh"
"Kau ingin membunuhnya?"
"Ayo kita pergi!"
Hyukjae mendengar suara dari mereka dan ia juga tau kalau mereka yang menyerangnya tadi telah melarikan diri tapi suara itu malah terdengar samar karena sekarang ia hanya terfokus pada Donghae yang sudah berada dipangkuannya tengah mengatur nafasnya dengan keringat yang keluar dari pelipisnya.
"Hae-ya…" Mata Hyukjae mengerjap saat menangkap sebuah cairan yang berasal dari perut Donghae, perasaan bingung mulai menyergapnya.. Hyukjae menggerakkan tangannya menuju asal keluarnya cairan itu dan menutupnya mencoba membuat cairan itu agar tak terlalu banyak keluar. Hyukjae mulai menggumamkan sesuatu yang membuat Donghae yang tengah menahan sakit diperutnya mengernyit bingung tapi hanya ekspresi sakitnya lah yang terlihat oleh Hyukjae.
"Katakan… katakan sesuatu, jangan diam"
"Kumohon, katakan kalau ini bukan darah"
"Donghae! Ini bukan darah kan?"
Gumaman itu berubah menjadi teriakan seakan menuntut Donghae untuk menjawabnya…
.
"Ya Tuhan! Hyung!"
*TBC*
Maafkan saya T.T saya telah menelantarkan FF satu ini…
Saya cukup berterima kasih masih ada yang menunggu FF ini lanjut…
Tapi saya yakin bahwa cerita ini satu FF makin membingungkan dan gak nyambung… *gak peduli, POV Hyuk juga nyempil di atas.. :D
Pokoknya saya akan tetap melanjutkan sampai End walau jangka updatenya sangat panjang… :P juga cerita murahan…
"Terima kasih"
…rani . gaem . 1, Ranti Fishy, Guest, Gihae Lee…
Telah menyempatkan review FF abal ini ;)
Review lagi oke, chapter selanjutnya akan datang secepatnya mungkin.. :D
05092014
