Bangku Taman
.
.
.
.
Genre: Romance & Drama
Pairing: Sakura & Sasuke
Disclamer: Masashi Kishimoto
By: LovelyMina
Bertemu dengan Rin Sensei
.
.
"Bagus sekali Sakura! kau cepat belajar," puji Zitsu (si Zetsu putih) melihat perkembangan Sakura yang tengah menghias kue dengan teliti, seharian di toko kue akatsuki membuat Sakura merasa nyaman dan begitu bersemangat.
"Tolong gantikan aku, aku mau ganti baju Sakura," pinta Konan segera berjalan menuju Toilet, Sakura segera berjalan ke arah Kasir membantu Kazuku hingga seorang pemuda yang ia kenali datang untuk membayar kue yang ia beli.
"Aku baru tau kau berkerja disini," ujar Sasuke sambil menyerahkan beberapa potong kue kepada Sakura, sambil membungkus kue tersebut Sakura menjawab pertanyaan Sasuke.
"Baru beberapa hari." Sakura memasukan semua bungkusan kuenya kedalam plastik khusus
"Kau rapih sekali, mau ketemu pacar?" tanya Sakura, semburat merah tipis muncul di kedua pipi Sasuke
"Itu bukan urusanmu." Sasuke memalingkan mukanya setelah menerima kembalian ia segera keluar, Konan keluar dari Toilet dengan baju biasa ia menghampiri Sakura.
"Apa Konan Nee tidak ada shif lagi?" tanya Sakura, Konan mengangguk sambil tersenyum melambaikan tanganya, ia berjalan keluar.
Setelah ia tidak ada shif lagi, Sakura segera pergi pulang kerumah dan handphone miliknya bergetar tepat saat ia memasuki ruang tamu
Saki, tolong kau bawakan paket yang ada di meja ruang tamu itu kepada bibi Mikoto sekarang juga, maaf ayah merepotkanmu Saki.
Ayah
'Baru pulang tapi harus pergi lagi?' pikir Sakura heran tapi tetap saja ia turuti permintaan dari sang ayah.
Mikoto Uchiha terlihat kesal lantaran anak bungsunya belum juga pulang ke rumah, padahal ia tadi sudah memesan sesuatu kepada Sasuke sebelum pergi.
'Tok–Tok–Tok' terdengar suara ketukan dari pintu, Mikoto berlari kecil untuk membuka pintu tampaklah sosok gadis berambut merah muda, siapa lagi jika bukan Sakura Haruno.
"Eh, Sakura chan ada perlu apa? Ayo masuk." Mikoto tampak gembira segera menarik tangan Sakura ke dalam ruang tamu.
Setelah mereka berdua duduk nyaman di sofa ruang tamu Sakura mulai menjelaskan maksud kedatanganya ke Rumah keluarga Uchiha
"Ayah memintaku membawakan paket ini kepada Bibi Mikoto." Sakura menyodorkan paket tersebut kepada Mikoto, sebenarnya Mikoto mengetahui isi paket tersebut karna ia yang meminta Kizashi membawan paket tersebut.
"Karna sudah repot datang kemari, bagaimana jika kita minum teh bersama, aku juga baru saja membuat membuat beberapa kue, Sakura chan harus mencobanya," ujar Mikoto membimbing Sakura menuju dapur di sana mereka berdua berbincang mengenai kota Suna dan Konoha sambil sesekali memakan kue bikinan Mikoto.
"Aku pulang Ibu." Terdengar suara dari arah pintu lalu derap kaki menuju Dapur, tampaklah seorang lelaki dari garis wajahnya hampir mirip dengan Fugaku Uchiha tapi versi lebih suka tersenyum.
"Sakura chan apa kabar?" tanya Itachi sambil memeluk Sakura, sedang yang dipeluk balas memeluk Itachi dengan senang.
"Ah aku ingat, Itachi sering mengantarku dan ikut ke Suna, pantas kalian akrab dan saling kenal," ujar Mikoto, Itachi duduk di sebelah Sakura
"Yang tidak kenal dengan Sakura chan hanya si Sasu chan saja," ujar Itachi sambil mencomot sepotong kue bikinan Mikoto.
"Sasuke ya?" tanya Sakura sambil menatap Itachi dan Mikoto bergantian, buru–buru Mikoto kembali memusatkan seluruh perhatianya kepada Sakura
"Kau sudah kenal dengan Sasuke?" tanya Mikoto, Sakura mengangguk kecil mendengar fakta baru itu membuat Itachi tersedak
"Kau sudah kenal Sasu chan, lalu bagaimana menurutmu dia itu?" tanya Itachi, Mikoto mengiyakan pertanyaan Itachi, Sakura memasang pose berpikir
"Biasa saja rambut mirip pantat ayam, ia juga terlihat bingung saat aku bertemu dan berkenalan dengan dirinya," cerita Sakura
"Bingung seperti apa Sakura chan?" tanya Mikoto dengan heran
"Sasuke cerita kepadaku, bahwa ibunya menjodohkan Sasuke dengan gadis lain padahal ia sudah punya pacar, memang bibi menjodohkanya dengan siapa?" tanya Sakura, Itachi mengangguk mengiyakaan mereka berdua kompak memandang Mikoto dengan intens
Mikoto tampak berpikir dan menimbang semua resiko yang ia ambil
"Kalau masalah Perjodohan kalian nanti juga tau, yang pasti itu sudah menjadi janji ibu dan teman ibu saat kecil," jawab Mikoto masih dengan senyuman elegan yang ia miliki.
"Teman ibukan banyak sekali," protes Itachi, Sakura mengangguk setuju dengan protesan Itachi
"Di Konoha ada, di Suna juga ada bahkan di Ame dan Oto pun ada," tambah Itachi sambil menghitung jumlah teman sang ibu dengan jari.
"Aku pulang." Terdengar Suara Sasuke dari kejauhan kini makin mendekat dan tampaklah Sasuke masuk kedalam, ia berdiri di dekat pintu dapur memandang heran Sakura yang ada dirumahnya sedang berbincang dengan Itachi dan Mikoto dengan akrab.
"Sasu kau sudah pulang," sapa Itachi sambil melambaikan tanganya
"Kenapa kau ada dirumahku Sakura?" tanya Sasuke bingung, Itachi mengedipkan sebelah matanya kepada sang ibu memberikan kode peringatan
"Sakura chan ini, dulu tinggal di Suna dan kini pindah ke Konoha, Ia anak yang ibu sering ceritakan kepadamu dan Itachi dulu," ujar Mikoto halus, Sasuke mengangguk paham dan langsung pergi menuju kamarnya untuk mandi dan berganti baju.
Sakura melirik jam dinding yang ada di Ruangan tersebut.
"Em… , Bibi Mikoto sebentar lagi malam sebaiknya aku pulang dulu," Sakura pamit pulang
"Tunggu dulu Sakura chan, sebaiknya kau pulang di antar seseorang, Ah Sasuke…. Tolong antarkan Sakura pulang kerumahnya," ujar Mikoto yang saat itu sedang membereskan meja makan.
"Tidak perlu bibi, aku bisa pulang sendirian," tolak Sakura halus
"Diluar Hujan dan ini juga sudah gelap, ayo cepat." Sasuke mengambil kunci mobil miliknya serta jaket, Sakura hanya bisa mengembungkan pipinya dengan kesal bagaimana tidak kini ia terjebak macet bersama Sasuke di dalam mobil apalagi Hujan kembali turun dengan semakin deras.
"Sudah kubilang aku bisa pulang sendirian, kalau jam segini pasti macet seperti di Suna," kata Sakura sambil melempar pandangan sinis kepada Sasuke, sedang yang ditatap sinis cuek sambil menyalakan pemutar music.
"Hey jangan diganti!" kata Sakura cepat, membuat Sasuke memutar bola matanya karna bosan
Dalam diam mereka berdua mendengarkan lagu tersebut hingga sampai di kediaman Haruno, Kizashi memaksa Sasuke untuk menginap karna hujan semakin deras. Sasuke tidur di kamar tamu bersebelahan dengan kamar Sakura sekarang ia sedang duduk menatap handphone miliknya yang sedari tadi tidak ada tanda pesan masuk.
Tok–tok–tok, terdengar suara ketukan pintu lalu terlihatlah Sakura membawa nampan
"Apa aku mengganggu?" tanya Sakura, Sasuke menoleh dan menggeleng kecil, Sakura menaruh nampan yang ia bawa
"Ayah menyuruhku membawakanmu teh dan beberapa biskuit untuk menghangatkan badan," ujar Sakura, Sasuke mengangguk tatapan matanya kembali ke layar handphone.
"Ku tebak kau menunggu panggilan atau sms masuk dari pacarmu," ujar Sakura
"Kau ini, ingin tau saja kegiatan orang!" ucapan Sasuke membuat Sakura menjulurkan lidahnya dengan kesal lalu terkikik geli
"Habis kau ini harus sedikit bisa diajak bercanda Sasuke, jangan terlalu serius," ucap Sakura sambil bertolak pinggang
"Semua orangkan itu berbeda," bantah Sasuke
"Berbeda bukan hal buruk, tapi sekali–sekali kau juga harus bercanda Sasuke Uchiha, jangan pelit memberikan ekspresi." Sakura melangkah menuju pintu kamar
"Aku ke kamar dulu, Bye Sasu chan." Sakura berhasil keluar dengan mulus karna panggilan terakhirnya kepada Sasuke, membuat pemuda itu kesal dan akhirnya mulai melemparkan bantal dan guling kepada Sakura.
Paginya Sasuke bingung karna ia baru sadar bahwa ia tidak bawa pakaian maka ia putuskan untuk ke kamar Sakura, karna sudah terlanjur kesal beberapa kali ia ketuk tapi tidak ada sahutan dari sang penghuni kamar tersebut.
'Kriett…' Sasuke membuka pelan pintu kamar Sakura yang ternyata tidak terkunci.
"Dasar tukang tidur," gumam Sasuke pelan lalu menarik selimut Sakura, terlihatlah wajah cantik Sakura yang sedang tertidur nyenyak, Sasuke menoleh melihat berbagai tumpukan buku di meja belajar Sakura.
"Hey Sakura bangun, aku tidak ada baju," bisik Sasuke tepat ditelinga Sakura, alhasil membuat Sakura mengeliat pelan, membuka matanya dan
"AAAA…." Jeritan Sakura membuat Kizashi yang sedang minum ocha di teras tersedak mendengar jeritan Sakura yang bisa dibilang hampir menyamai jeritan Yamanaka Ino.
"Kau ini pakai saja yang ini, lalu yang ini." Sakura memilihkan Sasuke pakaian dari lemari tamu tersebut.
"Sebenarnya ini kamar siapa? Kenapa bisa ada baju lelaki disini?" tanya Sasuke heran
"Kamar ini dulunya ditempati oleh Sasori…" ucapan Sakura terhenti karna handphone miliknya bergetar. Sasuke cuek saja mendengar nama lelaki di sebut–sebut oleh Sakura, walau dalam hatinya ia agak bertanya siapa itu Sasori?.
Setelah mereka bertiga sarapan dengan nikmat.
"Kalian berdua akan langsung ke kampus?" tanya Kizashi sambil menatap Sakura dan Sasuke bersamaan, mereka mengangguk bersamaan
"Hati–hati dijalan, jangan lupa bawa payung Sakura!" Kizashi mengingatkan putri semata wayangnya yang suka sekali melupakan payung ataupun jaket.
"Ayo masuk." Sasuke mengedikan matanya kearah mobil miliknya
Selepas kepergian Sasuke dan Sakura, Kizashi berguman pelan
"Mereka cocok"
Mereka kembali duduk di mobil dengan Sasuke yang mengemudikan mobil tersebut. Selama perjalanan mereka berdua diam tidak tau harus berbicara apa bahkan biasanya Sakura punya bahan obrolan kini diam matanya terpaku pada layar Handphone miliknya.
"Hey kau kenapa? Ayo turun kita sudah sampai." Suara berat Sasuke menyadarkan lamuman Sakura sejak tadi.
"Ah gomen aku tadi melamun, oh ya terima kasih sudah mengantarku." Sakura segera berjalan menjauhi Sasuke yang masih diam terpaku melihat Sakura entah kenapa menjadi sedikit murung.
"Kau ini kenapa sih Sakura?" tanya Ino dengan heran, mereka (Sakura, Ino, Temari Hinata)kini tengah berkumpul di taman kampus karna sedang tidak ada jam
"Mungkin terlalu senang, tadi pagi aku melihatmu Saku turun dari mobil Uchiha." Penuturan Tenten membuat mulut Ino terbuka dan matanya melotot seperti ingin keluar
"WHAT? Kau sudah dekat dengan Sasuke sekarang malah punya hubungan dengan kakaknya si Itachi Uchiha itu?" tanya Ino tidak percaya, Tenten malah sibuk menyumbat kedua telinganya dengan headset miliknya lalu memasang volume paling besar yang bisa ia peroleh.
"Um…, Ino chan sebenarnya tadi pagi Sakura chan datang bersama Sasuke san," jelas Hinata dengan terbata–bata, Mulut Ino langsung mengatup mendengar penjelasan dari Hinata melihat hal tersebut Sakura memutar bola matanya dengan bosan.
Ino dan Tenten pergi lebih dulu karna mereka berdua harus bertemu salah satu dosen.
"Kenapa Sakura chan diam saja?" tanya Hinata membuat Sakura tersentak kaget hampir saja melemparkan Handphone yang sedang ada di dalam genggamanya untungnya Hinata cepat menyadarkan Sakura.
"Dia bilang, ia akan kesini minggu depan," ucap Sakura simple namun malah membuat kepala Hinata dipenuhi dengan kebingungan
"Um…, Etto… memang siapa yang mau kesini Sakura chan?" tanya Hinata, Sakura bangun rambutnya sedikit berkibar terkena terpaan angin
"Nanti kau juga tau bersama Ino dan Tenten, aku pergi dulu Hinata lihat Naruto mencarimu," ucap Sakura segera menghilang dari pandangan Hinata sebagai gantinya Naruto datang entah dari mana.
"Hinata chan aku mencarimu dari tadi, mencarimu di kelas kau tidak ada lalu kenapa kau ada disini?" omongan Naruto tanpa jeda tidak memberikan Hinata kesempatan menjelaskan sesuatu hal dan Hinata kemudian menghela nafas pelan menyadari Sakura sudah hilang dari pandanganya.
"Kau maukan temani aku makan ramen Hinata?" tanya Naruto
"Naruto Kun MAKAN SENDIRI SAJA," ucap Hinata kencang lalu pergi mencari semua sahabatnya yang telah berpencar ke segela arah.
Sakura berjalan sendirian saja tatapan matanya kosong ia bingung kenapa 'DIA' harus datang ke Konoha saat Sakura ingin merasakan sesuatu yang baru.
'Bruk' semua buku yang ada didekapan Sakura jatuh dengan gampangnya, Sakura segera membereskan semua buku miliknya dan meminta maaf kepada yang telah ia tabrak.
"Sakura, kau pindah ke Konoha?" tanya seorang gadis berambut coklat sebahu
"Rin Sensei, aku merindukanmu." Sakura segera memeluk Rin dengan sayang, sedang yang dipeluk hanya tersenyum lembut.
"Jadi kau akan menetap disini Sakura?" tanya Rin, Sakura mengangguk bersemangat kini
"Bagaimana dengan Kakashi dan Sasori? Apa mereka berdua juga ikut pindah?" tanya Rin
"Aku pindah ke Konoha bersama Kakashi Sensei, Sasori Nii masih betah di Suna," ujar Sakura sambil menunjukan cengiranya, raut wajah Rin berubah menjadi datar mendengar Kakashi pindah ke Konoha bersama Sakura
"Tenanglah cepat atau lambat, Kakashi Sensei pasti akan menyadari perasaanmu Sensei." Rin tersenyum mendengar ucapan mantan muridnya dulu, Rin dan Kakashi sebenarnya sudah saling kenal sejak kecil, sebab rumah mereka bertetangga dan mereka juga selalu satu Tk hingga Kuliah, Rin memutuskan untuk menjadi guru kesehatan di salah satu smp sedang Kakashi yang sebenarnya bisa dibilang ahli dalam segala hal memutuskan untuk membuka sebuah klub Karate dan sejenisnya tapi karna suatu alasan Kakashi memutuskan untuk menjadi guru di Smp juga dan tidak sengaja mereka mengajar di Smp yang sama.
Akhirnya karna sudah siang Rin dan Sakura memutuskan untuk makan, mereka membeli makanan dan memakanya di taman sambil mengobrol ria
"Kau makin terlihat manis Sakura, dan apa kau sudah punya pacar?" tanya Rin, Sakura tersenyum tipis dan menggeleng pelan
"Aku tidak berminat untuk pacaran," jawab Sakura sambil memakan makanan miliknya
"Ayolah Sakura lalu kedekatanmu dengan Gaara itu apa coba?" tanya Rin dengan nada jahil
"Kami hanya bersahabat tidak lebih," jawab Sakura disertai rona merah dikedua pipinya karna Rin tidak berhenti mengoda dirinya
"kapan-kapan kita bertemu lagi ya Sakura, aku masih mengajar di smp yang sama seperti dulu," Rin Sensei bangkit dari bangku lalu memandangku
"Kau harus mulai mencoba mencintai seseorang Sakura," ucap Rin lalu melambaikan tanganya pergi, sementara Sakura yang ditinggalkan oleh Rin sensei tersenyum tipis
"Akan kucoba hal itu sensei" gumam Sakura
Note:
Haayyyy, LovelyMina balik lagi nih
Seneng banget bisa balik lagi
bales Review yang kemarin dulu (CH 2)
Maaf ya yang review di ch 1 ngga bisa bales,Maaf banget ya :
Uchiha Ratih: Ini sudah kucoba untuk panjangin
marukochan: Makasih, UCUNnya juga dah beres Nilai Ucun nya agak 'WAW' & Ini sudah kucoba banyakin interaksinya
Dhezthy UchihAruno: Ok... ini kucoba panjangin dan semoga chap 3 ini lebih memuaskann dari yang chap yang kemarin
Febri Feven: ini udah lanjut dan kalau boleh tau 'Sughoi' itu apa ya artinya?
25Junigartsu: Maaf jika tulisan ya aneh semoga Ch 3 lebih bagus dan tidak aneh tulisannya
Udah itu aja deh
Review?
Salam
.
.
.
LovelyMina
