-Mystic Twin-
Story © TaySky1998
Naruto © Masashi Kishimoto
.
.
.
Chapter Dua
*The Past*
-Bagian Tiga-
Edo, 1623
Kediaman Keluarga Haruno
Sudah beberapa jam berlalu, gadis itu masih asik menyulam sapu tangan yang berada ditangannya. Masih duduk ditempat yang sama yaitu, diatas batu besar yang berada dibawah pohon Sakura dihalaman rumahnya.
Dan sudah beberapa hari ini pula dia tidak pernah keluar rumah, alasannya sederhana. Karena dirinya tidak sanggup dan tidak mau bertemu dengan Putra Mahkota itu lagi. Mau dikemanakan wajahnya jika dia bertemu orang itu, mungkin dia akan mati mendadak karena malu nantinya.
Bahkan Sakura sudah berpikir berkali-kali untuk menemukan jawaban bahwa pria yang bersama nya itu bukan putra mahkota, tapi jelas itu tidak mungkin. Semua kejadian itu saling berhubungan.
Tuk!
Sebuah gulungan surat menggelinding kearah kaki nya saat dia merasa ada sesuatu yang mengenai pundaknya. "Ini? Siapa yang mengirim nya?" ucap nya sambil membuka gulungan tersebut.
Pergilah ke jembatan kecil di samping rumah mu, kau akan bertemu dengan ku disana.
Sakura masih membaca dengan teliti surat aneh itu, tidak ada nama pengirim sama sekali. Dan kenapa pula surat aneh ini harus berada dirumah nya. Tapi yang pasti orang aneh ini jelas mengenal dirinya, kalau tidak kenapa dia bisa tau tentang jembatan itu.
Gadis itu melangkah pelan-pelan keluar dari pekarangan rumah. Berusaha bersikap hati-hati, siapa tau tenyata si pengirim adalah orang yang ingin berbuat jahat kepadanya.
"Aku tau kau pasti akan datang."
Dia berbalik dan menemukan seseorang yang berusaha dihindarinya. Gadis itu langsung bersujud, "Ma-maafkan saya Yang Mulia, maafkan atas kelancangan ucapan saya saat itu. Sungguh, saya tidak bermaksud bersikap seperti itu kepada Yang Mulia." Sakura selalu mengucapkan kata maaf dengan harapan bahwa Putra Mahkota ini memaafkan nya.
Sasuke hanya terkekeh pelan, berjalan kearah Sakura. Memengangi pundak gadis itu dan membantu nya berdiri. "Kau tidak salah sama sekali, malah aku kagum dengan pemikiran mu itu, Sakura."
Sakura masih tidak sanggup menatap mata Sasuke, gadis itu masih tetap menunduk dengan menatap ujung kaki mereka yang perlahan mulai mendekat.
"Angkat kepala mu Sakura, bukankah aku sudah katakan bahwa kau tidak salah sama sekali."
Sasuke masih memerhatikan Sakura yang perlahan-lahan mengangkat kepala nya menatap Putra Mahkota itu. Dan saat mata keduanya bertemu, Sasuke menjadi yakin bahwa Sakura memang pantas menjadi Putri Mahkota-nya. Bukan hanya cantik dan menawan, tapi Sakura mempunyai sesuatu yang tidak Sasuke miliki. Dengan bersatu nya mereka, mereka akan saling melengkapi.
Mereka menatap dengan tersenyum satu sama lain. Seolah waktu mengikat mereka untuk bersama. 'kau akan menjadi putri mahkota ku Sakura, akan aku pastikan itu dan tidak ada seorang pun yang dapat merubah nya.' 'kenapa aku merasakan suatu perasaan yang aneh saat di dekat mu Yang Mulia?' ucap mereka dalam pikiran masing-masing.
Kediaman Pribadi Yang Mulia Pangeran
Tranggg...
Cringgg...
Suara pedang mereka masih tetap setia beradu sampai saat ini, kedua pria yang berusia 20 tahun saat sekarang masih sibuk mengasah kekuatan nya dengan berlatih bersama.
"Ku rasa, latihan ini cukup untuk sekarang, Itachi-sama."
"Ya, kau benar Sasori," ucap Itachi sambil berjalan menuju teras rumah nya sendiri. Meletakkan pedang yang dia pakai kesamping, dan mengambil segelas ocha yang sudah disiapkan istrinya untuk dirinya dan sahabat nya sendiri, Sasori.
"Bagaimana hidup mu, Itachi-sama?"
Itachi terkekeh menatap Sasori, "Tentu saja aku bahagia, hidup dengan orang yang aku cintai."
"Yah, sebagai sahabat mu tentu aku juga merasa bahagia Itachi-sama, tapi... apakah kau tidak keterlaluan terhadap Yang Mulia Putra Mahkota? Aku sudah mendengar kabar pernikahannya."
Tawa Itachi langsung terhenti saat itu juga, dan perasaan rasa bersalah itupun lansung menjalar ke hatinya.
Dalam silsilah keluarga, Itachi memang anak pertama Baginda Kaisar. Tapi lihat sekarang, Sasuke yang mendapat gelar Putra Mahkota. Dan itu semua karena keegoisan dirinya.
"Rasa penyesalan ku terhadap Sasuke memang akan selalu ada Sasori, dengan usia nya saat ini, dia harus belajar tata krama kerajaan, seluk beluk politik dan taktik perang, dan sekarang? Harus menerima perlakuan mendadak dari Baginda Kaisar. Tapi..." Itachi menarik napas nya perlahan. "Aku akan lebih menyesal jika aku tidak hidup selamanya dengan orang yang aku cintai."
Sasori hanya bisa terdiam, dia tidak dapat berkata apa-apa jika Itachi menyangkut-paut kan masalah ini dengan cinta. Dia tentu tidak punya pengalaman akan itu. Diusia yang seperti ini, seharusnya dia sudah menikah bahkan sudah mempunyai anak. Seperti Itachi, istrinya, Konan tengah mengandung saat ini. Maka dari itu, dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Ah ya, Sasuke menitipkan ini padaku, untuk mu," Sasori menatap bungkusan yang diberikan Itachi padanya, "Dia mengatakan, kau harus memberikan ini kepada seseorang yang mirip dengan mu."
"Seseorang yang menyerupai ku Itachi-sama?"
"Benar." Itachi mengangguk.
Sasori bangkit, sambil ber-ojigi didepan Itachi. "Baiklah, aku pamit, Itachi-sama."
"Ya, hati-hati."
Itachi masih memerhatikan Sasori yang perlahan berjalan mulai menjauh dari kediaman nya.
'Kau benar Sasori, aku memang keterlaluan terhadap Sasuke. Tapi, aku yakin. Sasuke akan melakukan hal yang sama jika dia di posisi ku saat itu. Mencintai seseorang bukan hanya tentang perasaan saja, tapi kau harus siap dengan segala keadaan setelah itu.'
"Ah tuan muda, selamat datang kembali tuan muda." Karin melepaskan sapu yang ada ditangan nya dan menunduk didepan Sasori, dan Sasori hanya tersenyum dan mulai melangkah memasuki rumah.
"Terima kasih Karin, dan dimana Sakura?"
"Nona Sakura sedang berada diruangan nya, tuan muda."
Sasori mengangguk dan kembali berjalan memasuki pintu utama, tapi... masih ada sesuatu yang mengganggu nya. Dia berbalik dan menatap Karin lagi.
"Karin, boleh aku bertanya sesuatu pada mu?"
"Tentu saja tuan muda, silahkan."
"Menurut mu, siapa seseorang yang mirip dengan ku?"
"Tentu saja Nona Sakura, tuan muda."
'Sakura?' dari cara Karin menjawabnya, tentu Sasori tau bahwa Sakura adalah jawaban yang tepat. Tapi, yang ada dipikiran nya saat ini, jika benar orang yang dimaksud Putra Mahkota adalah Sakura, lalu...
'Kapan mereka bertemu? Dan, bagaimana bisa?'
"Baiklah Karin, terima kasih."
Sasori langsung memasuki rumah dan segera menuju ruangan Sakura, hasil yang didapatnya tadi masih mengganjal dibenak nya.
"Sakura, ini aku. Bolehkah aku masuk?" Sasori mengetuk pintu itu perlahan.
"Ya, silahkan Nii-san."
Sasori menutup pintu itu, dan duduk didepan adiknya. Dia mengeluarkan kiriman yang diberikan Itachi padanya tadi.
"Ini untuk mu," ucap Sasori sambil menyerahkan kiriman itu.
"Surat?"
Sasori mengangguk.
"Itu dari Yang Mulia Putra Mahkota, Sakura. Aku tidak habis pikir, kapan kalian bertemu? Sampai Yang Mulia harus mengirim surat untuk mu, dan sejak kapan kalian saling kenal?"
Sakura menyimpan surat itu didalam lemari kecil nya, dan menatap Sasori kembali. "Kami bertemu beberapa hari yang lalu Nii-san. Di pasar, saat tersebarnya kabar bahwa Putra Mahkota kabur dari Istana."
"Aa, saat itu," Sasori mengangguk sekali lagi, "Baiklah, aku akan ke ruangan ku. Kurasa, kau butuh waktu untuk sendiri." Dia bangkit berdiri dari duduk nya, dengan Sakura yang bangkit berdiri dari duduk nya juga.
"Terima kasih Nii-san."
Sasori tersenyum, "Sama-sama Imouto."
Dia menutup pintu itu pelan sambil berpikir. Dia merasa kalau hubungan Putra Mahkota dengan adik nya bukanlah hubungan biasa. Kenapa Putra Mahkota harus repot-repot memberikan surat segala, dan apa sebenarnya yang ingin disampaikan Yang Mulia pada suratnya itu.
Tentu Sasori tidak dapat bertanya pada Sakura, karena itu adalah urusan pribadi adik nya. Dia hanya dapat berharap yang terbaik untuk adik nya saat ini.
Setelah kakak nya pergi, Sakura segera mengeluarkan surat itu. Dan sampai saat ini dia masih menatap nya.
Dia berpikir, untuk apa Putra Mahkota mengirim surat ini padanya? Bukankah mereka baru saja bertemu tadi? Dia mulai membuka surat tersebut, dan membacanya perlahan.
Sakura,
Jika kau telah membaca surat ini, berarti Itachi Nii-sama sudah berhasil memberikan surat ini padamu dengan aman.
Kau tau? Aku adalah orang yang tidak pandai berkata-kata, dan hanya surat ini satu-satunya jalan untuk aku mengatakan sesuatu padamu.
Saat pertama bertemu dengan mu, aku berpikir. Menawan sekali gadis ini. Dengan usianya itu, dia dapat berpikiran begitu luasnya. Itu adalah hal pertama yang membuat ku terus mengingat mu.
Larangan Pernikahan telah disebar Sakura, dan pemilihan putri mahkota akan diadakan sebentar lagi. Yang ingin aku katakan sebenarnya adalah, satu permintaan ku.
Ikutilah pemilihan putri mahkota, dan jadilah Putri Mahkota-ku.
Uchiha Sasuke.
Sakura tidak berkata-kata, perasaan yang dirasakan nya saat ini tidak dapat digambarkan. Jantungnya bedetak kencang dan senyumnya tak lepas dari wajahnya. Dia senang, sangat senang dan bahagia sampai tidak tau jika ayah nya telah berdiri dihadapan nya.
"Surat? Putri Tou-san mendapat sebuah surat?"
"Tou-san? Sejak kapan Tou-san disini?"
Dia buru-buru melipat surat tersebut, menyimpannya di lemari tadi. Dan langsung menatap Kizashi yang perlahan mulai duduk didepan Sakura.
"Sejak kau sangat senang membaca surat itu," ucap Kizashi sambil mengelus rambut Sakura dan tersenyum pada anak perempuan nya.
"Aa, itu. Lalu, hal apa yang membuat Tou-san menemui ku? Tou-san tidak perlu repot seperti ini, aku bisa saja langsung menemui Tou-san."
Kizashi tersenyum sekali lagi menatap putrinya. Sakura selalu punya berbagai cara untuk menenangkan hatinya. Karena, sudah beberapa hari ini hatinya tidak tenang. Permintaan Yang Mulia terlalu membebani dirinya.
Bahkan, setelah bicara dengan sang istri, Mebuki, tetap saja dia tidak menemukan titik terang. Karena, Mebuki sangat menolak keinginan Baginda, sebab dia tidak ingin putrinya dalam bahaya. Dia tidak ingin Sakura berada diantara orang-orang yang haus akan kekuasaan.
"Sebenarnya, ada yang harus Tou-san sampaikan kepada mu, Sakura. Ini... permintaan khusus Baginda Kaisar pada ayah, dan pada dirimu juga."
"Katakan saja ayah, ini pasti sangat penting."
Kizashi menarik napas perlahan, walau bagaimana pun juga, Sakura harus tau hal ini. Terlepas dia setuju atau tidak.
"Baginda Kaisar meminta mu secara khusus, untuk mengikuti pemilihan Putri Mahkota."
"A-apa?"
Tokyo, 2010
Tokyo International Junior School.
Ino hanya memandang Sakura aneh sejak tadi. Ntah kenapa, hari ini Sakura terlihat sangat bahagia. Apa yang membuat nya sebahagia itu? Biasanya, ritual Sakura setiap pagi itu mengeluh, mengeluh tentang Sasuke pada dirinya. Tapi sekarang? Dia tidak melihat raut kesal sedikitpun pada wajah Sakura.
"Oi, Jidat! Ada apa dengan hari ini?" ucap Ino sambil melempar bola kertas pada Sakura.
Sakura lansung melempar balik bola kertas itu pada Ino, sekarang Ino lah yang membuat nya kesal. Apa Yamanaka itu tidak dapat melihat sahabat nya sangat bahagia? Benar-benar membuat nya kesal.
"Ck, dasar Pig! Sepertinya kau tidak bisa membiarkan ku hidup tenang ya? Bahkan, Sasuke saja tidak mengganggu ku lagi, tapi malah kau yang membuat ku kesal!"
'Sasuke tidak mengganggu Sakura lagi? Apa artinya ini?'
Tentu saja ini semua membuat Ino bingung. Pantas saja Sakura terlihat bahagia seharian ini, dan ini sungguh sangat aneh.
"Sasuke tidak menganggu mu lagi? Apa yang terjadi? Ini sangat tidak seperti biasanya Sakura."
Sebenarnya, Sakura juga menyetujui perkataan Ino, ini memang tidak seperti biasanya.
Dia juga tidak tau kenapa, saat dirinya berpas-pasan dengan Sasuke dikoridor, Sasuke melalui nya begitu saja. Seolah, eksistensi nya tidak ada ditempat itu. Ini memang aneh, tapi cukup untuk membuatnya bahagia untuk sekarang.
"Benar, ini memang- Hei! Kau mau kemana Ino?" Sakura terkejut melihat Ino yang bangkit dari duduk nya dengan tiba-tiba.
"Atap, aku akan menemui Sasuke." Ino mulai berjalan menjauhi kelas. Tujuan nya adalah atap, semua keanehan ini harus terjawab dibenak nya.
"Sasuke!"
Mendengar teriakan Ino membuat Sasuke bangkit dari tidurnya, dan menatap kesal Ino yang berdiri beberapa langkah darinya.
"Ck, sopanlah sedikit padaku Ino. Kau memanggu tidur ku."
"Apa yang terjadi antara dirimu dan Sakura?!" Ino berjalan mendekati Sasuke sambil menatapnya tajam.
Sasuke menghela napas, "Apalagi yang harus terjadi, bukankah yang terjadi sekarang adalah seharusnya?"
Tampak jelas bagi Ino jika Sasuke menjauhi Sakura itu adalah terpaksa. Tapi kenapa? Itu yang tidak dimengerti oleh dirinya sampai saat ini.
"Jangan bodoh Sasuke, aku tau kau menyukai Sakura. Tapi, kenapa sekarang kau menjauhi nya? Ini terasa sangat aneh."
Ino benar, Sasuke memang merasa aneh dengan semua ini, bahkan seharian mengacuhkan Sakura membuat dia merasa tercekik. Tapi, semua akan dilakukan nya jika Sakura bahagia, walaupun ini yang terakhir kali.
"Tapi, Sakura terlihat bahagia sekali dengan ini. Setidaknya, aku dapat membuat nya bahagia untuk terakhir kalinya Ino."
Ino semakin memandang Sasuke tidak mengerti, terakhir kalinya apa? Apa Sasuke seputus asa itu dengan mengakhiri hidupnya? Oh, yang benar saja!
"Kau?! Akan mengakhiri hidup mu?! Oh, ayolah Sasuke, apa kau seputus asa itu dengan memilih cara bunuh diri?!"
Sasuke hanya terkekeh pelan, bisa-bisa nya Ino membuat lelucon disaat seperti ini. "Mana mungkin aku akan bunuh diri, imajinasi mu itu terlalu tinggi Yamanaka."
"Perkataan mu sendiri yang membuat ku berpikir seperti itu, Uchiha!" Ino melipat tangannya didada sambil menatap Sasuke kesal.
"Baiklah, akan aku katakan yang sebenarnya. Aku akan pindah Ino, ke Sydney tiga hari lagi."
"P-pindah?!"
Sasuke meangguk, "Benar, maka dari itu. Aku ingin membuat Sakura bahagia walaupun sekali. Dan mulai sekarang, aku meminta mu... menjaga Sakura untuk ku."
Ino tidak dapat berkata apa-apa lagi, masalah ini sudah diluar kemampuan nya. Dia sudah tidak bisa membantu Sasuke dan menyadarkan Sakura. Mereka berdua sudah memilih jalan nya sendiri.
Ino mengarahkan pandangannya pada sesuatu yang Sasuke pandang sejak tadi, dan itu adalah Sakura. Melihat ini, membuat Ino merasa bahwa, seorang sahabat pun tidak dapat membantu.
"Dan, sebagai sahabat ku juga, tolong rahasiakan ini dari Sakura Ino."
"Baiklah."
Dia adalah sahabat bagi Sakura maupun Sasuke, tapi hal terakhir yang dilakukan nya hanyalah diam. Dia hanya berharap, semoga Sasuke maupun Sakura tidak menyesali tindakan yang mereka ambil.
.
.
.
.
.
*To Be Continue*
A/N: Happy reading^^
Finally update jugaa^^ disini saya akan jelaskan beberapa hal yang tidak akan dijelaskan di story, yaitu:
1. Larangan pernikahan itu adalah ketika suatu istana akan mengumumkan pemilihan putri mahkota alias pengantin putra mahkota, maka perempuan yang berumur 13-16 tahun (karena distory ini ketentuan umurnya itu) dilarang menikah sampai larangan itu dicabut. (biasanya yang suka drakor kolosal pasti tau nih ya ;;) )
2. Kenapa Fugaku-sama mau aja menuruti permintaan Sasuke karena... Sasuke selalu mengancam ayahnya dengan mengundurkan diri dari putra mahkota, karena dia emang terpaksa juga mengambil gelar itu, dan dengan tidak ada nya penerus stabilitas kerajaan akan terancam (ini di story saya yaa, tuntuan cerita^^)
3. Itachi dan Sasuke seibu dan seayah, dan dulu Itachi lah yang menjadi putra mahkota, tapi karena si Itachi ini jatuh cinta sama rakyat biasa dan kerajaan juga menentang, makanya gelar nya sebagai putra mahkota dicabut dan perpindah kepada Sasuke^^
Nah, diatas adalah penjelasan beberapa hal tolong dibaca yaa :), bagi pembaca yang kurang mengerti atau tidak dapat memahami silahkan PM saya^^ nanti akan dijelaskan kok. big thanks to yang udah RnR, FavnFoll, dan sider jugaa karena sudah mampir, dan maaf jika typo masih bermunculan^^
Now, balasan review:
Dark Sakura: udah update kok, silahkan di cek^^
ElzaMarquez: Yeay benar^^ ini memang setting nya dua dunia gituu, ini udah next^^
wowwoh geegee: terima kasih banyak^^ ini kelanjutan nya :D
ceexia: untuk lebih jelasnya silahkan baca penjelasn beberapa hal diatas yaa^^ semoga bisa dipahami, dan kalo masih ada yg belum paham boleh ditanya lagii ;)
LavChelte: mungkin karena sasu salah pakai taktik pdkt makanya saku gak ngerti XD kalo penasaran ikutin terus yaa^^
DeShadyLady: Danzo itu penuh misteri XD ayahnya karin bukan danzo, karena karin sebatang kara #peacekarin ini udah lanjut^^
hanazono yuri: ini udah lanjut^^
PantatAyam BerJidatLebar: terima kasih karena sudah dimengerti^^ ini udah lanjut^^
wiliewilydoo: terima kasih banyak sudah menyukai story ini^^
Arisha Kyou: terima kasih^^ ini udah lanjutt ;;)
Enigmalios Lotus: wahhh terima kasih banyakk, ini udah next^^ dan disini ayah kizashi udah gak ragu lagi lohh, tinggal tunggu saku nya ajaa :D
Mademoisellenna: ini udah next dan terima kasih sudah mau menunggu cerita nya ngaret banget up-nya ini XD
Yosh, balasan review selesai^^ mind to review?
Sign, TaySky1998
Ps:
Soundtrack Of Today
Lee Sun Hee - Fox Rain (OST My Girlfriend Is Gumiho)
