#BoOOooffff..!
Howa : *tampil di cermin* Haaaaaaiiiii...! XD
Audience : *tiba tiba muncul dan diri di depan cermin* koG LoE KliAthAnna' 9iRAnKk B3uttHHzz..?
Howa : hahahahaahahaha XDD~ Akhirnya UN selesaiiii, yahuuuuuuuii..! Author paling *beepp* sedunia ini balik lagi dari hiatus! Okay, let us cekidawt! #nggak memperdulikan Audience yang jadi alay.
Yoken nampak girang sedikit melihat anime tersebut. Haha, apa lagi, saat Gray muncul. Tapi, dia tidak tau, kalau Gray sebenernya dix-overin di ff ini dan berperan sebagai Kuji, Juvia yang biasanya ada juga turut ambil peran. Dengan catatan kepribadiannya drastis berubah, author mau perubahan, daan ngasih kejutan gitu, ceritanya..
Hontonigomenasai
Biasanya ngeliat Juvia yang tergila gila sama Gray, yang cool XD. Tapi disini beda banget DX #naheluyangbikin!
Kalo yang pernah baca fic ini sebelumnya, maaf jadi X-Over, karena, ada tokoh fandom lain yang howa satu padukan :] itung itung... Mengurangi jumlah OC yang udah menggunung U_U, dan sekaligus menjelajah *troll face. Terima kasih juga masih ngikutin sampe saat ini.
Dan buat yang baru baca karena di X-Overin ini, ngg.. Baca cerita sebelumnya aja, deh.. Pokoknya, menceritakan kehidupan anak sekolah a la Killua. Nanti dia bakal ada urusan sama Gray, tapi, Gray dibikin DOC, jarena dia jadi manusia kalem dan nggak banyak tingkah. Maaf, dan terimakasih.
Warn : Jia = Juvia, Kuji = Gray. Pembuktiannya ada di atas, ya
Thank's dari hyung, Ditaa..! Udah ngedukung pembuatan ff ini ;)
Disclimera -Yoshiro Togaishi-sensei (HxH). Hiro Mashima-sensei (Fairy Tail). Dengan karyanya masing masing.
Rated - T. Prodak ini memuat konten konten 9 tahun ke atas (menurut lembaga survei Adel), yang masih 9 tahun dianjurkan untuk tidak baca. Harap bimbing anak anda yangmasih di bawah umur dalam membaca fic ini.
Genre - Mystery (sumpah, GaJe banget! #iklan eskrim err.. sebenarnye nggak berani ngasih genre ini) & Hurt (nggak comfort)
Summary - Urusan soal Gray jadi merembet panjang dan bikin Killua muter otak, tingkahnya jadi aneh! Belom lagi KillEr dituduh sebagai pelaku kassus Jia yang sedang gempar. Tapi akhirnya semua itu membawa pada chara death.. Honto ni gomennnasai! Jadi X-over! Set:kehidupan anak sekolahan yang kriminil. GruVia sad case
Kode Merah ( sabda Skipper : "Berharaplah kau hidup tidak untuk melihatnya..") - OOC-DOC, CCD, cerita membingungkan anda pasti sulit menyerap isi dari fic ini. New : CHARA DEATH, Mystery gaje dan membingungkan, Hurt banget buat para FG dan Gray, dan lagi misstype serangkai bersarang disini. Semua itu karena authornya pelarian Saarne Institute. Bagi anda yang hanya membaca fic fic kece badai harap tutup tab ini atau kembalike x-over archive, karena fic ini bukan yang macam itu. Penting buat anda bahwa perusahaan yang menghandle fic ini — alias PT ADEL MEMANG KEPO— tidak memberikan asuransi jiwa buat anda jika otak anda terbakar saat membaca seperti Patrick. Produk ini tidak disarankan untuk orang orang normal. Terakhir yang anda harus tau jika menyukai fic ini harap bacakan di kelasmu besok pagi jika tidak suka, silahkan lindas gadget anda dengan truk sampah ehm— ralat, lindas aja authornya dengan tronton (Audience : HOREEee..!).
Killua di GunYat Untuk 1 Semester Terakhir, Cuk!
Halaman ketiga :: Bingung dan Penyesalan Belakangan itu Berhubungan
Diproduksi Oleh
PT ADEL MEMANG KEPO INVESTAMA .Tbk. Jl. Perum 4 No. 196 Sabi City-Indahnesia.
Ide Produk
Howa (Mourice : dan seterusnya, hore semua..)
Dalam lubuk hati yang terdalam dan sangat dalam, aw! Killua udah sangat males akan ngomongin topik ini, tapi, sebenernya dia AGAK tertarik juga. Sekalian mengingatkan pembaca yang budiman, Killua sebenarnya baru sadar, bukan baru, sih, sering, kalo kenapa gue jadi sesat dan ngikutin jalan dia, begini?!. Dengan catatan dia = Tadjudin Soepardjo alias Leader, alias Kinyun. Apa lagi bekas pembicaraan saat pulang sekolah kemarin, Killua belum sempat menjabarkan rencana edisi ajigile Agresi Militernya pada Leader tapi udah diremehin sama itu kalong satu!
Killua risih melihat kepala Leader yang terus terusan nengok ke belakang, alias nengok ke dia, Nikka yang duduk di sebelah Killua udah males komen. Masalahnya, Kinyun nggak bisa sakit leher, gitu? "Kalo gitu, apa rencana lo?" muke Leader PA' makin serius, sok sok serius tepatnya. Mengaharapkan ide kriminil dari otak seorang Zaoldeyeck bernama Killua, yang menatapnya sangat sangat malas. Karena capek ngeliatin muka dia.
"Agresi Militer, maksud loh..?" saya rasa Killua tidak perlu balik bertanya tentang apa yang Leader tanyakan.
"Iya, yang kemaren.."
"Hahhh.. Gue nggak tau," jawaban yang kelewat jujur tanpa ada improvisasi. Leader pun kehabisan pion untuk dijalankan.
"Cuman, gue lagi ada feel aja buat mengupas Kuji lebih dalam dan dalam.." Killua mulai hilaf dan menunjukan kekepoannya untuk kembali bejat lewat berurusan dengan Kuji. Tapi, dia segera diperingatkan howa untuk kembali ke jalan yang lurus. "Ah, nggak jadi, deh! Padahal gue kan netral, kenapa gue jadi ngikutin elu, ya..?" dengan nada yang jengkel dan dongkol Killua melampiaskan semuanya pada Kinyun.
"Berarti, menjadi salah satu pengikut setia gue merupakan jalan terbaik yang author berikan buat lo!"
Setelah berWTF-face mendengar perkataan Leader, Killua menjawab"Gue rasa, sebejad apapun author, dia ga bakal ngasih jalan yang paling sesat kaya gitu.." akhirnya howa mendapatkan kembali kepercayaan dari seseorang. "Mendingan gue nyelesein tugas utama gue dulu di sini, Kuji bukan urusan gue!"
'Nih orang dua berisik banget!' padahal, Nikka udeh ngeMaxx in volume ipodnya.
Gan ti setting..
Saat istirahat, Leader kembali nongkrong di tempat asalnya ikutan Killua melakukan observasinya yang tak kunjung usai. Lalu seorang perempuan berwajah terang yang keliatan kaya nyonya besar atau anak orkay tiba tiba lewat, Leader pun memberitau Killua bahwa perempuan berambut biru tua yang bagian bawahnya ngegulung banget itu merupakan pacarnya Kuji. Katanya di sebuah jejaring sosial, Kuji begitu memuja muja dan mengagumi perempuan itu, dia bilang pacarnya ini, lah, itu, lah, pokoknya apa apa saja yang membuat Kinyun muak —di samping karena dia jomblo sejati—.
Sementara di rumah, keadaan Yoken yang mulai membaik memperburuk bad mood Kinyun yang membara selalu karena Kuji, Kuji, dan Kuji. Suatu saat, Yoken bertanya kenapa dengan kakak tersayangnya itu? Kenapa kalo pulang sekolah dia suka teriak teriak ngamuk gaje dan malu maluin tetangga sebelah. Mendengar keluhan Kinyun, Yoken berkata, "Oh, Kuji, tuh anak nggak ada abis abisnya.." karena, seperti yang sudah diceritakan, Yoken juga tau, siapa sebenarnya Kuji, justru dialah yang membeberkan keBEGOan Kuji di masa SD. Yoken juga belum sembuh banget, jadi dia komennya dikit aja. Melihat kondisi baik adek maupun Killua —yang seenggaknya bisa bantu bantu— lelah dengan Kuji, Kinyun pasrah, lagian tuh anak kaya nggak ada kerjaan aja ngurusin orang!
Hari hari tenangnya (?) di GunYat kembali, meskipun Yoken masih dirundung muram durja karena sakit.
3 hari penuh misteri..
Tapi, suatu saat, Gray meninggalkan jejak jejak..
Hari pertama
Dengan bangga, Leader menunjukan WindowsPhone 8nya ーatau kalo anda liat sebenernya, softwarenya 7.8 di hadapan Killua, meskipun nggak diliat Killua (?). "Liat nih, ngapain dia ngetag foto foto kaya gini..? Dia kira gue ortunya apa, buat minta direstuin?!" nggak usah dijelasin, kalo soal Kuji dendam Leader selalu membara.
Seperti biasa, ini berlokasi di tempat tongkrongan Kinyoon yang udah dikontrak 3 tahun yang berupa koridor yang ada tempat duduknya, yang formasi korsinya kaya ruang tunggu di klinik klinik sehat, setelah masuk GunYat, Killua jadi ikut ikutan. Biasanya koridor yang ada tempat duduknya ini jadi tongkrongan Leader dan adeknya, atau kalo lagi 'gerah' adeknya malakin orang. Bukannya orang orang takut dengan duo kembar macam mereka, hanya saja, karena suatu alasan, orang orang yang masih merasa dirinya normal enggan mendekat, mungkin di lain waktu akan howa ceritakan.
Killua yang menunduk ngeliat sepatunya yang mulai worn out enggan menoleh, dia hanya bertanya "Foto apaan..?"
"Foto dia sama pacarnya itu!"
"Lo cemburu dia bisa ngedeketin cewek cakep, sedangkan lo nggak..?" kalau howa jadi Leader, pasti Leader sudah dilarikan ke kantong mayat karena dirajam seribu tombak. Tapi ogah, ah, jadi orang kaya gitu!
"Yahh.. Urusan cewek, mah kalo gue mau itu gampang!" soknya keluar, dengan modus mode is on or always enable.
"Terus apa yang bikin lo spaneng..?"
"Aneh, aja, meskipun udah berteman di fesbuk, kan gue nggak kenal, atau akrab sekalipun sama dia. Sejak Serangan Umum itu kenapa dia jadi sok akrab banget ya.. Taggin, nanti ngetwitt, atau di skype.." meskipun ngomong, Leader masih asek natap layar display 4.5" Puremotion HD+ WXGA 1280 x 768, ClearBlack, Super Sensitive Touch for nail & glove use. Eh, kenapa author jadi ngiklanin hp Lumia 920 ini?! #pertanyaanbodohyangharusdiabaikan.
"Responnya terbalik dari yang gue bayangkan. Tapi, kalo buat orang kaya dia yang kayanya mau aja ngasih kepalanya buat orang nggak dikenal di jalanan, mungkin mungkin aja. Maksud lo, kenapa dia nggak benci kita dan malah jadi sok akrab, gini..?" Killua detective mode is on now.
"Iya, aneh. Tapi, emang buat ukuran orang kaya dia, emang kaya gini kali, responnya.." , "Tapi gue agak ngerasa juga sebenernya dia ngeledek kita. Kaya dia tau motif serangan umum ini buat nguji iman dia! Jadi bersikap kaya gini tuh seolah olah dia bilang weeekk! Nguji iman lo nggak mempan!" Leader antusias banget mencibirnya.
Setelah Kinyun berhenti bicara, Killua yang masih menatap, atau meratap sepatunya membathin dalam hati. 'Kayanya tumben, sejauh ini gue bisa ngobrol dengan lu dengan lempeng..'.
"Kalo sebel diledek, ya nggak usah merasa diledek.."
Jejak jejak yang sengaja dia pamerkan di depan Killua dan Leader agar 2 orang itu tau,
Hari ke2
"Wah, nih anak kenapa bukan cuma jadi ngetag foto doang dan bikin sampah! Ngapain dia kalo gue ngobrol sama temen gue jadi ikut ikutan..?!"
".."
"Ah, gue rasa tuh orang bales dendem ya, sama gue dan mau gangguin gue dengan panas panasin pake foto dia sama pacarnya.."
".."
Nyatanya, Leader berasa empet juga kalo ngomong dikacangin. Killua diemm aja , diem aja. "Woi, lu jawab kek, kalo orang ngomong..?!"
Suara Leader yang kenceng langsung membuat Killua bersuar, "Bukan begitu, gue lagi mikir!"
"Yaelah..!" selepas meratapi nasibnya, Leader sempat menoleh sebentar ke pemandangan anak anak kelas cowok yang lagi nggak tau tuh ngapain dipojokan, kaya asik sama sesuatu yang sedang ditonton pada sebuah layar laptop. Kalo nggak ada guru, emang wayahnya kelas ribut.
Awalnya, Killua mau tenang belajar tentang materi Pergolakan Bangsa Pasca Kemerdekaan yang ceritanya ribet. Karena ada ulangannya lusa, Killua kan 'baru' sekolah, sebenernya meskipun kata baru itu dikasih tanda kutip, Killua juga males belajar kalo nggak ada ulangan. Bukunya sih udah dipengang, tapi dibaca nggak. Sementara, Leader belakangan ini semangat bener nengok nengok ke dia di belakang. "Perkiraan lu sama gue beda, gue rasa ada yang lain.. Makin kesini gue memprediksi kalo ada motif tersembunyi di balik semuanya!"
"Ya apa? Dia mau manas manasin gue gitu..?!"
"Sebenernya sih, bisa bisa aja. Tapi, gue lagi membuat beberapa kemungkinan.." bener bener, dah, tatapan Killua udah singit bener kaya tokoh tokoh jenius di film yang banyak mikir. hayhay.
"Kenapa rasanya serius banget lo nanganinnya.." memang Killua nampak serius banjet, tapi, dia serius juga karena seorang bernama Kinyoon 9.4 yang berkomen demikian, yang nanya mulu sama doski tantang Kuji akhir akhir ini.
Bahwa sebenarnya ada yang memang Kuji ingin perlihatkan..
Hari ke3
"Ada yang pengen Kuji tunjukin dari apa yang dia tunjukin!" Killua tiba tiba bersemangat dan berteriak penuh ambisi. Woy, ini jalanan, kalo ada yang liat gimana, Leader sesegera mungkin celingak celinguk untuk memastikan nggak ada orang yang ngedenger bacot Killua dan menganggap mereka aneh.
Seenggaknya jalanan di daerah pinggiran seperti itu nggak rame lage saat sore. Selese liat kiri kanan, Leader nengok ke Killua yang tatapannya kembali cool lagi #azek, setelah gaje tadi "Teori kaya gitu gue ngerti, tapi apa..?!"
Tapi, apa..?
"Pertama, bisa bisa aja Kuji emang punya motif bales dendem, kaya yang lu pikir sekarang ini. Karena, belum tentu Serangan Umum kemarin bener bener ngebuktiin sosok dia sebenernya. Tapi, apa lu nggak mikir lagi kalo elu cuma termakan asumsi lo sendiri..?" Killua mulai melanjutkan jalan dan menaruh kedua tangannya ke dalam saku. "Gue rasa.. Lu terlalu emosional sama dia. Apa lu nggak kepikiran kalo Kuji ini sebenernya nggak punya motif apa apa..?" nggak mau tertinggal, Kinyun pun segera mengikuti Killua, sekaligus ngedengerin apa yang dia omongin.
"Hmm.. Ya iya, sih. Apa dia cuma iseng, ya..?" Leader mencoba mengira ngira.
"Gue juga males sebenernya kalo udah mikir mikir panjang begini, ternyata dia cuma iseng!" , "Tapi, kemungkinan kedua yang paling gue yakini, sebenernya adalah Kuji mau ngasih tau kita soal pacarnya.." di bagian terakhirnya, Killua nampak begitu yakin.
"Pacarnya apa, sih..? Kalo soal mereka pacaran, dari jaman paleolit gue juga udah tau!"
"Bukan, kalo menurut gue, dia juga udah tau kalo orang orang itu tau dia pacaran sama pacarnya. Gue pikir ada sesuatu yang pengen dia tunjukin ke kita, sesuatu itu dari pacarnya. Tapi gue belom bisa nangkep maksudnya apa.." meskipun Killua nampak serius dengan topik yang diperbincangkan, Killua tetap menatap lurus ke depan saat jalan.
"Hmm.. Oiya, kemaren gue ketemu orangnya tapi biasa aja, nggak sksd, sekedar bilang woy!, juga nggak.." Leader ingat, saat Kuji berjalan melewatinya begitu saja sepwerti tak ada apa apa.
Review
Kejanggalan di akun Twitternya dengan status status pujian yang makin bikin Leader senep malah sengaja di RequestPrintSystem, beredar Gosip pula kalau pacarnya Kuji justru lebih pinter dari Kuji, Kuji sengaja taggin' foto pacarnya saat festifal musim ujan tahun lalu, dia pun rutin bikin status yang menandakan seolah hatinya berbungabunga, dan ditandain ke akun fb The Leader milik seorang Tajudin Supadjo pribadi, seenggaknya huruf hurufnya nggak alay.
Killua ikut curiga dengan hal ini, sebenarnya ada apa dengan Kuji? Kenapa dia seperti sengaja memamerkan sesuatu, padahal, berkat Serangan Umum 1 maret 1949 yang diluncurkan padanya, dia tidak harus seperti itu. Mungkin Kuji TIDAK memiliki niat khusus, tapi mata Killua tidak menafsirkannya seperti itu, dia menafsirkan bahwa memang ada sesuatu dibalik wajah Kuji. Killua pun memberitau Leader tentang hal ini, dia memberi tau bahwa apa yang selama ini Kuji pamerkan adalah sesuatu yang janggal. Katanya kemarin, dia tidak sebening air hujan tapi juga bukan manusia bertopeng. Dilihat dari kehidupannya, dia punya segalanya, populer, pinter, dan punya pacar yang seenggaknya nggak jelek jelek banget. Apa ada yang bersembunyi di balik itu? Killua mengumumkan inisiatifnya untuk menyelidiki Kuji, sekaligus menyelidiki apa yang dia pamerkan akhir akhir ini. Meskipun, sebenernya dia nggak mau terlibat terlalu jauh.
Lambat laun, setelah menganalisis berbagai petunjuk, Leader menarik kesimpulan bahwa 'siapa saja sebenarnya bisa lolos dari Serangan Umumnya, dan juga bisa berbohong pada dirinya sendiri, apa lagi orang lain', Leader kembali ke opininya semula yang menganggap Kuji adalah manusia bertopeng yang sebenarnya fana melebihi dia, apa yang selama ini diatujukan adalah untuk mengompori Kinyun, mungkin juga ini bisa dikaitkan dengan motif balas dendam..
Tapi, Killua menarik kesimpulan lain bahwa semuanya mengarah pada satu objek, yaitu, pacar Kuji sendiri. Sebelum sebelumnya, Killua tidak pernah mengikuti perkembangan gosip di GunYat, tapi dia menuduh bahwa ada yang aneh dengan Jia, kekasih pertama hingga sekarang Kuji. Karena, di setiap jejak yang ditinggalkan Kuji, pasti subjeknya ada seorang cewek, yaitu, Jia. Sebenarnya apa yang Kuji tunjukan tidak selalu mereka berdua, kadang kadang hanya Jia sendiri, tapi tidak pernah Kuji sendiri. Dari sksd dengan Kinyun di internet, pun, Kuji selalu mengaitkan Jia. Dari sini Killua menyimpulkan kalau Kuji seperti ingin memberi tau tentang pacarnya soal sesuatu. Tapi, Killua masih tidak mengerti apa maksud Kuji, apa itu entah Kuji yang memang bermaksud mengekspos pacarnya, atau hanya karena hubungan mereka berdua makin lengket satu sama lain, belakangan.
Berbagai asumsi pun bermunculan, mulai dari yang paling ngeblame Kuji, sampe asumsi yang nggak masuk di otak. Baik Killua dan Leader tidak mau menyimpulkan dulu maksud Kuji, apalagi kalau Agresi Militer benar benar terealisasi sebelum ada kepastian tentang Kuji, ancur aja sekalian! Bashing chara itu, author bisa diseret ke meja makan!(?). Oh, bashing sebenarnya udah sering terjadi. Asal tau aja, kalo ditanya langsung atau KillEr berhadapan dengan Kuji langsung, respon Kuji masih sangat biasa, seperti wajah teduh yang selalu dipamerkannya, kaya nggak ada apa apa aja. Ini kan memberi pengaruh juga, untuk menghapuskan semua asumsi yang ada, orang orang jadi berpikir, 'jangan jangan emang nggak ada apa apa, semua ini.. Dia cuma iseng!', wah rumit deh ceritanya, pengen maju dengan berbagai asumsi yang ini, yang itu, tapi takut salah! Akhirnya, meskipun di awal baik Killua maupun Leader terlihat serius menanggapi ini dan mulai beropini macam macam, akhirnya mereka nggak maju juga. Dan lebih baik memilih diam dan menunggu situasinya bagaimana.
"Oh, udeh denger berita baru..?"
"Udah, nggak nyangka, gue! Padahal keliatannya baik banget tuh orang!"
"Penampilan, mah bisa menipu, brew.."
Pagi ini Niika dikejutkan dengan dua orang yang MUNGKIN masih merasa dirinya laki laki yang tengah bergosip dengan riang gembiranya, entah apa yang mereka bicarakan. Niika tetap mengerjakan buku Detiknya seperti biasa, anak yang rajin. Mencoba menepis gangguan iman diantara kelas berisik ini. Dari sudut pandang Niika, Niika nggak pernah dikasih tau ataupun bertanya, so, dia nggak tau apa yang sebenernya KillEr bicarakan. Tapi keliatannya seru.
"Lu berdua hedo, ya..?" Niika tiba tiba bersoar.
"Hah, hedo apaan..?" Killua mulai pelo.
"Hedo, dih, DEMI TUHAAAN, GUE BUKAN HEDOO..!" tapi, punya seorang adek yang anak warnet membuat Laeder tau hedo itu apa, meskipun nggak ada hubungannya dengan hedo yang dimaksud Niika. Eh, tapi dia kena demam si Eyang, pukul pukul meja 3 kali.
"Hedo itu yang di Ragnarok.." Niika menjelaskan dengan sok tau, dari sorotang matanya yang mulai songong, tapi emang bener sih apa yang dia bilang!
"Gue nggak pernah maen Ragnarok, nggak tau. Emang apaan..?" Killua masih tetap saja, KEPO.
"Hmmm.. Ini, loh.." Niika mikir mikir nyari bahan kibulan buat ngibulin Killua, dia nggak nyari jawaban yang bener!
"Hedonisme.. Tau, nggak..?"
"Ngg.. Apa ya, kemaren gue baca? Tapi kayaknya nggak ada hubungannya sama lu ngatain gue hedonisme?" 'Meskipun lu nggak tau apa hedo yang dimaksud Niika, yang penting dikit dikit lu tau hedonisme itu nggak ada hubungannya sama hedo, lahh..' Leader pun mulai lelah dengan Killua yang jadi pilon.
"Udahlah, ga usah dibahas.. Abaikan" begitu juga dengan Niika.
"Lagian, kayaknya nyimpang banget dari topik yang dibicarain tadi," Mendengar Leader mengungkit ngungkit apa yang dia bicarakan tadi dengan Killua membuat rasa penasaran Niika mencuat.
"Oh, emangnya apa, sih, yang lu bicarain tadi..?"
Sebenarnya, konsep yang ingin ditawarkan author dalam fic ini bukanlah percintaan yang nantinya main rebut rebutan, labrak labrakan, lalu penggencetan, dan buli. Begitu juga dengan Killua yang makin heran dengan situasi ini, tapi, dia bukan dilabrak, buli, atau gencet gencetan. Dari pada Leader yang masih semangat meladeni perempuan tersebut, yang nggak ada habis habisnya. Killua lebih memilih diam dan menonton hingga istirahat makan siang ini berakhir dan bubar, mungkin? Karena, dia nggak mau dicap cowok yang mulutnya kayak cewek.
Lagi pula, sejauh ini Killua tidak mengerti dengan apa maksud penggencetan alias labrak yang dilakukan Jia ini, Jia kan cewek, terus pacacarnya cowok. Killua pikir se-besar apapun jiwa uke Leader, dia nggak bakal jadi yaoi beneran dan malah ngerebut pacar seorang perempuan. Bener bener, situasi yang sulit dipahami! Killua juga merasa, sebesar apapun jiwa fujoshi seorang fg, pasti di ff ff, dia bakal dijadiin seme, dan bukan uke.
Begini ceritanya, sekaligus menunggu cekcok, adu mulut, adu bacot yang terkesan ganjil ini selesai, author ceritakan. Seperti jam istirahat yang biasa, nggak mungkin, dong seorang Killua mau belajar, lebih baik nongkrong dan ngalor ngidul nggak jelas di tempat tongkrongan. Biasanya, sih begitu, yap, tak lama KillEr ngoceh ngoceh soal Agresi Militer yang masih baru rancangan, sekaligus ngomongin hot news hari itu. Sampai seorang Jia datang dan menghancurkan suasana. Mereka terheran heran dengan perempuan itu, kok, ada apa tiba tiba mereka diajak bicara secara tertutup?
Dan sekarang inikah, tadinya mau ngajak ngomong baik baik, malah adu mulut. Killua bukannya takut, tapi dia hanya nggak mau terlibat dengan 'sinetron' ini, ya ampunn. Tapi.. Bagaimanapun juga, dia terlibat dengan apa yang dialami Leader sekarang, apa lagi, saat Jia mengatakan "Heh, emangnya gue nggak tau apa, yang ngerjain Kuji habis habisan itu lo berdua..?"
Killua yang berdiri agak jauh dari Leader dan Jia dapat mendengarnya, sangat jelas. "Terus, kalo.." ocehan Leader dengan nada tinggi langsung terputus saat Killua menarik bahunya ke belakang.
"Jia, gue udah capek denger lu berdua! Bisa nggak berenti..?" Killua yang dari tadi nggak ikut tiba tiba turun, Jia pun terdiam.
"Niika.." ucap Killua dengan tampang serius pada Jia, eh, Niika? Bawa bawa nama Niika? Author typo lagi, nih..?
"Ehm, eh, Jia, maksud gue.." dan itu ternyata adalah kesalahan, intrupsi di situasi yang panas ini, oh may gawdh.. Ganggu situasi aja! "Gini aja, sebenernya apa tujuan lu manggil gue sama dia..?"
"Apa lu berdua yang ngerjain gue..?!" tanpa jeda dari ucapan Killua tadi, Jia langsung nyamber.
"Nggak," nggak usah mikir mikir, Killua nggak pernah sekalipun berurusan atau niat setidaknya dengan Jia. Siapa itu? Killua bukan tipe yang suka sksd. "Lu nggak usah nanya gue, tadi gue ngomong 'NGGAK' panjang lebar sama lu, apa lupa..?" Leader katauan banget senepnya. Padahal dia nggak ditanya, lhoo~
"Bitch please, apa sih bukti lu nuduh gue..?" bitch please itu, ketauan suka baca Meme.
"Aduh, Kill, yang kaya gituan juga udah gue tanyain sama dia puanjangggg lebar! Gue bilang NGGAK, juga, masih aja diperpanjang. Cewek keGRan, siapa juga yang ngerjain dia..?!" setidaknya Leader masih ingat, apa yang memperpanjang adu bacotnya dengan Jia adalah karena Leader minta bukti kayak Killua. "Lagian ngapain, sih, ngladenin nih cewek satu?! Gue juga udah nanyain pertanyaan yang sama berulang kali!" kalo Leader ngomong terus begini, yang memperpanjang bukan Jia, tapi dia sendiri!
"NGINGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG GGGGGGGGGGGG... NGGGGGGIIIIIIIIIIIIINNNGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG GGGGGGGGGGGGGGGGG... NGGGGGIIINGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG...! NGGIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNGGGGGGGGGGGGGG GGGGGGGGGGGGGGGGGG...!" lalu bel GunYat yang lebay tiba tiba berdering nyaring.
"Gue bersyukur tadi bell, udah terlanjur capek gue, denger bacotan tuh cewek!" datang datang ke kelas, Leader nampak tergopoh gopoh. Lah, yang terakhir ngomong kan elu.
"Kalo gue bersyukur noh cewek nggak bawa rombongannya! Nanti tambah kaya sinetron aja!" tapi beda hal dengan apa yang Killua syukuri. Niika hanya diam dan masih sibuk mengerjakan buku, dan tak memperdulikan Killua yang datang.
"Nggak nyangka gue sama tuh cewek! Heh, penampilan emang bisa nipu!"
".." Killua lebih memilih diam dengan apa yang diutarakan Leader sambil mengambil nafas, menghela untuk lebih tepatnya, itung itung peregangan stress.
"Masa' dia nuduh nuduh kita? Ngegilain!" tapi, untuk apa yang Leader katakan ini Niika agak melirik sedikit pada anak tersebut. "Tapi.. Apa emang bener ya, selama ini.. Dia jahat sama Kuji?" dengan bicara demikian, Leader MUNGKIN mulai menaruh kasihan pada Kuji? Leader mulai bermonolog karena nggak ada yang membalas kata katanya.
"Jangan tanya gue, lah. Mungkin aja, bener, karena selama ini yang terlihat kan hanya hubungan mereka berdua yang baik, yang long last, harmonis.." kata Killua tajam. "Siapa yang tau hubungan mereka sebenernya..?"
Juvia namanya tak sebersih dulu lagi, sekarang. Dan karenanya, baik Killua maupun Leader dituduh sebagai pelakunya, pelaku pencemaran nama baik ini. Pagi ini, nama seorang Juvia dicemarkan dengan isu bahwa dirinya sebenarnya.. Bukan tuan putri baik hati seperti yang terlihat selama ini. Berita yang disebarkan oleh orang tak diketahui di internet ini langsung menjadi trending topic GunYat.
Memangnya apa, sih yang disebarkan orang ini? Dia mengatakan Gray alias pacar yang sudah diakui Juvia hanyalah jadi bahan perbudakan, manusia hina dina yang kepalanya selalu diinjak injak, oleh Juvia sendiri. Padahal, orang orang yang melihat mereka selama ini, seperti yang sudah dikatakan Killua, mereka merupakan pasangan harmonis, long last, baik. Dan baik Gray maupun Juvia, selama inipun bertindak demikian di depan publik.
Juvia dipandang sebagai tuan putri baik hati yang berintelejensi tinggi, punya tata krama yang baik, begitupun Gray yang punya reputasi tinggi.. Sehingga orang orang menilai mereka sebagai pasangan yang sempurna. Hingga suatu hari seperti saat ini mencuat berita bahwa Juvia sebenarnya bukanlah orang yang seperti itu, dia hanyalah seorang penjahat yang menyakiti hati pasangannya sendiri. Juvia selama ini tidak seperti apa yang kita lihat, di balik layar, sebenarnya dia selalu menginjak nginjak bathin kekasihnya sendiri, memperbudak, dan menjadikan bahan tertawaan dengan teman temannya. Itulah hubungan sebenarnya antara Juvia dengan Gray.
Sepertinya orang yang menyebarkan berita ini tidak bisa dibilang hoax juga, karena tak ada yang tau sebenarnya bagaimana hubungan mereka di belakang. Tapi, orang ini bisa aja hoax, bisa aja karena terdorong masalah emosional dengan baik Juvia maupun Gray, bisa aja ni orang bikin berita berita yang nggak nggak untuk menghancurkan mereka. Lagian, orang ini asal ngomong aja tanpa bukti. Tapi.. Entah kenapa orang orang tidak mencari tau siapa sebenarnya si Mr. X ini dan menudingnya sebagai penjahat yang mencemarkan nama Juvia. Kebanyakan orang lebih memilih percaya. Sekalipun ada beberapa pengikut setianya atau masyarakat labil yang beranggapan orang yang membuat berita ini hanya iri atau sekedar punya masalah emosional lainnya dengan Juvia. Bila ditanya, Juvia menolah mentah mentah sambil membentak orang yang menanyakan hal ini, dari sini pula..
Orang orang berfikir, mungkin selama ini sebenarnya.. Inilah yang terjadi.
Memang, sih si pencemar nama baik ini nggak punya bukti, tapi, kok berani beraninya dia bikin berita kaya gini? Pasti ada sebabnya! Bagaimanapun juga, orang orang pun jadi berubah pandang terhadapnya, biasanya dia yang dianggap 'putri baik hati' dan punya harga diri tinggi, runtuh. Sebenarnya, tak satupun orang di Gunung Yati yang tau siapa Jia sebenarnya, yang mereka tau hanyalah apa Jia yang terlihat, dan sekarang, walaupun itu sahabat dekat Jia. Di saat ini, orang orang so pasti ingin mendengar kesaksian Gray sendiri. Bagaimana sebenarnya hubungan mereka berdua? Tapi.. Kemana anak itu? Hari ini, tak ada seorang pun yang melihatnya.
Yah.. Sepertinya imej tuan putri baik hati itu memang harus dibuang jauh jauh untuk Juvia. Karena.. Kalau memang sebenarnya hubungan dia dan Gray tidak seperti itu, kenapa dia harus menuduh Leader dan menuding Killua? Dan caranya untuk mengintrogasi KillEr ini, benar benar kasar dan jauh dari sikap seorang tuan putri baik hati. Dan yang lebih konyol lagi
"Masa' atas dasar kita ngerjain Kuji..?! Gila tuh anak!"
Sebejat apapun author dia nggak akan membuat Killua atau Leader yang sudah terlanjur bejad jadi crusher couple..
"Baru mau ngelaksanain Agresi Militer, muter otak dengan tingkah Kuji yang aneh, eh, sekarang kassus Jia.." tak seorangpun membalas Laeder yang nampak, emang iye, sih berapi api, walau Killua sekalipun. "Percaya nggak percaya, sih, ya.."
"Oi!" tapi Leader kali ini memanggil Killua dengan serius.
Dan mau nggak mau, Killua ngejawab "Apa..?"
"Lu tadi liat Kuji, nggak..?"
"Hmmm.. Enggak," Killua juga jadi baru menyadari kalu satu hari penuh ini dia tidak melihat anak tersebut walau hanya batang hidungnya.
"Kok aneh ya, nggak masuk. Padahal, sekolah pasti pengen denger pengakuan dia.. Jadi curiga gue"
"Mungkin dia nggak masuk karena sakit atau izin. Nggak ada yang tau dan nggak ada yang nanya.." sambil beralasan Kuji nggak masuk karena apa, Killua mikir juga. Kayaknya model model orang kaya Kuji itu rajin masuk sekolah, deh.
"Heh, ya.. Mungkin ini karena dia udah nggak ngegangguin gue lagi, ya..?" dan Leader nampak senang memberitaunya. Dengan ini, Killua jadi serius mendengarnya. "Perkembangan yang luar bisa loh, tuh anak! Dari kemaren malem nggak ngeganggu gue"
"Emang biasanya dia aktif di jam berapa aja..?"
"Abis jam sekolah selesai sampe pagi buta," Kuji aktif ngeganggu Laeder dengan sksdnya, atau sekedar mensyen mensyen nggak gunah.
"Gue rasa.. Dia nggak masuk hari ini dan bertepatan dengan berita besar ini bukan suatu kebetulan.."
Niika berencana untuk keluar agak larut saat ini, sebenarnya, kalau kakanya tidak rewel dan menyuruhnya membeli ini itu, dia juga tidak mau keluar. Yang paling rese, sih..
"Ih, lu ngapain ikut ikut segala, sih..?! Ngeresein, tauk!" dengan sekuat tenaga Niika mencoba menyingkirkan tangan rese yang narik bajunya.
"Udeh, biarin, lah.. Emangnya kenapa, sih?!" seorang laki laki bener bener keliatan memandang Niika, hina dari atas balkon.
"Gue males, adek lu ini suka minta jajan sama gue!" teriakan Niika keras sekali pada kakaknya.
"Yah, lu kan kakaknya, ini.." , "Udah cepeet, pergi, sono!" niat banget, kakaknya mengusir adiknya pergi.
Yaudah, dengan berat hati, Niika keluar rumah sambil nenteng nenteng adeknya. Tapi.. Niika tentunya nggak diem aja dalam hati, Dan ngedumel mulu selama di jalan. Sementara adeknya yang pilon itu hanya planga plongo ngeliatin kakaknya yang jalan makin jauh sementara dirinya ditinggal. Niika, woi, itu adek lu! Jangan ditinggal!
"Eh, Niika.." apa lagi, pas Niika ngeliat ada temennya. Niika yang merasa masih setia kawan dan kenal langsung mendekat.
"Lu udah tau belom, dia meninggal.." kata perempuan itu dengan nada yang kecil banget.
"Hah, siapa..?!"
"Heh, sakit gue ngeliat pacar mati di depan mata sendiri!"
Suara Leader terdengar begitu licik, penuh dengan kebencian, dan terasa 'senang', mendengarnya membuat Yoken membuka mata dari tidurnya. Padahal, demi membuat kondisi lebih cepat pulih dia harus tidur sebelum larut, tapi, saat melirik jam di kamarnya dia tau, ini sudah lewat dari larut. Karena sudah punya tenaga, dikit dikit, dia mengajak badannya keluar kamar dan mencari sosok abangnya yang.. Mungkin ngomong sendiri itu? Dan pas dicari, dalam kesunyian, Leader ternyata sedang duduk di teras rumah sambil membelakangi Yoken. Ya.. Nampaknya dia tidak tau kehadiran Yoken. Yoken membuat sedikit kesimpulan, kalau mungkin si Leader ini lagi pesugihan. Tapi, dari sini, dapat disimpulkan dengan pasti, pendengaran Yoken benar benar diluar jangkauan! Luar biasa! #lebay.
"Siapa yang lu maksud mati itu..?" Leader yang masih bisa mendengarnya, spontan langsung menoleh.
"Ngagetin gue aja lu!"
"Eh, Kuji emangnya udah nggak ada..?!"
Pagi itu Killua tertegun dengan ribut ribut di sekolah, akhirnya dia sadar akan sesuatu lalu bertanya kepada sumber yang nggak terlalu bisa dipercaya.
"Iye, liat aja, tuh, temen lu.. Kayaknya girang banget.." sambil duduk di kursinya, Niika menunjuk nunjuk Leader sebagai subjek dalam kalimatnya. Ya yang bener aja, nggak pernah Niika atau siapapun melihat Leader girang banget seperti pagi ini. Meskipun tingkahnya agak ganjil dengan mondar mandir nggak jelas di depan kelas.
"Perkembangan yang tak terduga.. Iya, kan..?" lagi lagi, suara Leader kembali licik. Dengan jalan yang agak dilaga lagain kaya penjahat penjahat di laga Raden Kian Nyantung, Leader menghentikan muter muternya itu lalu merapat untuk ambil jarak lebih dekat pada Killua dan Niika, biar makin asik ngobrol.
"Heh, apa yang lu maksud dengan perkembangan..?" kebetulan kelas kosong, Killua ambil ancang ancang yang tadinya berdiri untuk mengambil tempat di atas meja dan duduk.
"Lucu aja, awalnya tingkah Kuji yang menganehkan, hari pembuktian, dan sekarang.. Yahhh.." Leader memandang ke luar kelas yang ramai sementara di dalam sepi. Kayaknya juga hari ini nggak belajar karena sekolah sedang repot repotnya ngurusin kematian Kuji.
"Hmm.. Padahal Agresi Militer belum terlaksana, ya.. Orangnya keburu nggak ada.."
"Berarti gue emang nggak dibolehin untuk melakukannya!" akhirnya.. Mata Killua benar benar terbuka, sekarang!
Walaupun Killua atau Leader mikir mikir tentang kejadian baru baru ini, mereka tidak pernah menyangka kalau akhirnya adalah kematian Kuji. Apa lagi orang orang yang mengenalnya selama ini, fg fg yang kata Laeder hina karena mengagumi Kuji itu. Mana tau, mereka? Ah, bilang aja lo sirik!
Tapi, karena situasi ramai dengan kematian Kuji yang mendadak, sementara, Jia baru kena kasus, kemarin, yang pasti bikin heboh dengan perempuan itu, eh, sekarang.. Hari ini, tak ada seorang pun yang melihat Jia, atau menyadari ketidakhadirannya, entah kemana dia pergi. Eratkah kaitannya dengan kematian Kuji? Kuji memang pergi saat kemarin sore sebelum gelap, itulah kenapa seorang kawan Niika bisa tau malamnya, Gray pergi di hadapan Juvia, itulah kenapa tengah malam buta Leader nampak senang.
Kemarin petang katanya, menurut kabar yang beredar, saat Juvia pulang dia mengumpat sepanjang jalan dan mengira ngira siapa sebenarnya pelaku pencemaran nama ini? Atau sekedar ngedumel dalam hati tentang Leader yang nggak mau ngaku dan mengelak terus.. Tapi, Juvia sama sekali tidak mengintrospeksi diri, sekedar merasa bersalah.. Atau kassus ini adalah gebrakan untuknya. Yang pasti dia hanya mengutuk ngutuk siapa yang melakukan itu semua dengan amarah yang meletup letup dalam darah.
Ehm, mungkin memang dramatis memang, sebelum kematiannya..
Sambil berjalan dengan pikiran bercabang..
Gray bertemu dengan Juvia, Tiba tiba Gray muncul di ujung jalan dengan seragam sekolah (penjelasan kayak mana di chapter sebelumnya). Sebenernya Juvia sih, sempet nggak negenalin karena jaraknya yang lumayan jauh, tapi akhirnya dia itu tau, itu Gray..
Lagi lagi ini memang sudah dalam perencanaan Gray sore itu, Keanehan yang biasa adalah Gray tidak masuk sekolah pagi hari itu, seperti yang sudah author tulis, tak ada kabar. Sekligus.. Masyarakat heboh saat itu, Juvia yang kena kassus, orang orang pun bertanya tanya di mana Kuji. Bagaimana tanggapannya dengan kasus yang ikut membawa namanya ini? Tapi, tak ada yang tau dia ke mana, dihubungi tidak ada kabar, dan tak ada jejak yang ditinggalkannya. Entah kenapa, padahal dikelasnya dia dikenal sebagai orang yang rajin masuk.
Emang nih fiction jadi rada rada dramatis, deh, tapi..
Entah dorongan dari mana, begitu menyadari yang di ujung sana itu Gray, Juvia langsung berlari sekencang mungkin ke arah laki laki tersebut.
Sesampainya
Gray yang DOC di sini pun tersenyum tulus di depan Juvia, sambil agak ngos-ngosan Juvia mengangkat kepalanya dan menatap wajah Gray. Sebenernya, Juvia bingung di situ mau ngapain sama Gray. Kalo gitu ngapain lu nyamperin dia, tadi?!
Juvia pun bingung apa yang harus dilakukan seaampainya di depan Gray.
Lalu.. Hening sejenak. Bukannya apa apa, sih, biasanya 'di belakang layar kaca' kan Juvia jahat sama Gray, nggak usah diceritain panjang lebar kaya gimana, dah..
Entah kenapa, dengan jarak yang hadep hadepan begitu, dengan tangan, Juvia langsung nonjok bahu Gray. Gray sih biasa aja, hanya senyumnya saja yang tadi sejenak terpancar terhapus.
Tapi, tak lama setelah tinju pertama dilancarkan, Juvia meyenderkan kepalanya pada dada Gray. Sekaligus menyenderkan dirinya pada Gray. Dengan perlahan dan langkah yang sangat pelan, Juvia merangkul punggung Gray. Gray nggak perlu gelagaban menanggapinya, dia lalu mengusap pucuk rambut Juvia yang biru itu. Juvia, jangan pake topi dulu, ya, sekarang..
Setelah itu, Juvia menangis..
Deres banget..
Menumpahkan segala dukanya. Meskipun sekarang dia ini kesal, tapi tidak tau harus marah pada siapa. Entah, kenapa dia tidak mencaci Gray saja seperti biasa, melampiaskan?
Banjirr..
Dan sebenarnya..
Sekaligus..
Penyesalannya terhadap Gray juga..
Kok, sekarang baru nyadar?
Namun, ini tak berlangsung lama,
Karena Gray tiba tiba melepaskan diri dari Juvia. Gray menatap deresnya air mata yang mengalir dari mata bola itu, tanpa ekspressi, lalu dia berkata
"Maaf, ya.."
Dan itu langsung mengacaukan suasana, karena membuat Juvia bingung, apa maksudnya, gitu? Kok maaf?
Setelahnya, Gray langsung pergi berlari menjahuinya, berlari semakin menjauh ke jalan. Karena terbawa perasaan, Juvia mengejarnya.
"Tunggu! Maaf kenapa..?"
.
.
.
.
Ini seperti adegan di FD 1. Adegan kekerasan..
.
.
Yang penting, SFXnya bunyi hantaman yang SANGAAT keras, banget.
Tiba tiba Juvia langsung berhenti melangkah, padahal kalau masih dikejar, pasti sampai. Tapi.. Memangnya, apa yang mau dikejar sekarang? Sehabis tubuhnya terpental lalu menghantam konblok jalanan, Gray hanya tinggal tergeletak dalam posisinya yang berdarah darah.
Massa yang heboh tanpa tedengaling aling lagi langsung mengejar truk tersebut atau mencoba untuk melemparnya dengan gear motor yang biasa dipake untuk tawuran, atau dengan bata. Sementara howa yang 'bertanggung jawab' di sini terlihat sangat heboh memanggil manggil nama PMR sekolahnya. Bukan hanya melangkah, Juvia tak dapat berkata kata lagi, setelah melihat kekasihnya? Itu jadi korban.
(adegan ini didukung dengan efek slow motion yang lebay oleh PT ADEL)
"Gue rasa.. Gue tau kesimpulannya dari semua yang terjadi selama ini.." kata Killua sok sok serius sambil meyilangkan tangan di depan dada.
"Apa lagi..?!" Leader pun sudah menaruh was was kalau nati dia akan jadi korban kibulan Killua.
Biar kesannya kerenan dikit, Killua nggak mau langsung menjawab dan hanya menatap Leader tajem setajem tajemnya, Niika langsung muak dibuatnya. "Mungkin.. Tingkahnya yang menganehkan itu pertanda sebentar lagi dia mau 'pergi'..?"
Heningg..
.
.
.
.
Ternyata howa masih sayang sama Gray dan masih ngasih dia kesempatan untuk tetap hidup dan mematahkan tudingan bahwa dia telah tewas. Juvia yang ada di TKP tentunya merasa kepo dan ingin ikut dengan iring iringan orang yang membawa Gray ke rumah sehat. Sebenarnya ini bukan iring iringan dan hanya terdiri dari seorang sukarelawan, Juvia, Gray, dan howa yang jadi supir taksi.
Juvia bukan dokter atau Eyang Subur, yang dia hanya tau kepala Gray terlanjur berdarah darah, bikin separo mukanya merah, dan tak sadar diri. Belum jelas apa, yang dia ingin hanya Gray selamat, itulah doanya dalam air mata. Baru kali ini, Juvia menangisi Gray dan kasihan padanya. Baru kali ini..
"Ngg... Gue rasa analisa lu agak ngefreak.." Leader sweatdroop. "Tapi, emangnya bener, lu udah tau maksud dari semuanya, nih..?" ternyata Leader masih kepo aja.
"Gue sih.. Udah bikin berbagai kesimpulan. Tapi, jangan dipercaya, lah.. Nanti salah, gue juga yang disalahin!"
Awalnya dokter jaga sempat keluar dan menginformasikan bahwa saudara Gray masih hidup, dan selamat.
Juvia pun kegirangan saat diizinkan boleh masuk ke ruangan Gray. Tapi, Gray di sana sudah tidak membuka matanya, bukan mati, tapi. Oksigen dialirkan lewat selang. Ada beberapa alat yang sangat asing bagi Juvia, untuk apa itu? Sepertinya itu untuk menyokong kehidupannya. Soal kepalanya diperban, itu sudah pasti. Ada monitor yang biasanya ada di sinetron, itu monitor yang menampilkan berapa kecepatan paru, jumlah oksigen, denyut jantung, tensi, mungkin? Tapi entahlah, Juvia masuk ke ruangan itu sendirian.
Juvia menahan air matanya untuk keluar sekeras mungkin, berharap tidak ada yang melihat matanya berkaca kaca.
Tapi dia tidak bisa, makin dia dekat melangkah pada Gray, makin berat, makin dia berpikir soal Gray sekarang, makin berat, berpikir tentang dirinya yang sekarang tak berdaya itu.
Juvia pun menangis kembali.. Sambil menunduk dan meremas tangan Gray.. Tapi, entah apa yang harus Juvia lakukan untuk membuat Gray merespon tindakannya, dan sadar. Gray masih tetap diam dan tertidur? Dia hanya bingung dengan apa yang terjadi dan hanya bisa menangis..
Berawal dari iseng, Juvia pun menengok pada monitor aneh yang sudah disebutkan tadi. Untuk menghibur diri juga karena Gray ngebosenin nggak bangun bangun. Lalu ada yang aneh, meskipun nggak tau arti simbol simbol di monitor tersebut, entah kenapa ada sebuah angka yang terus menurun dan turun. Feelingnya tiba tiba nggak enak, mendorongnya untuk gelagaban mencari dokter jaga lalu setelahnya bertanya, kenapa angkanya turun terus? Itu angka apa?
Dengan males malesan, si dokter jaga yang lagi BBMan pun bangkit dari kursi di resepsionis dan menuju kamar Gray, bersama asisten tercintanya. Juvia agak cemas sebenarnya sekaligus kesel karena dokternya lelet bener! Setelah si dokter jaga(l) ini melihat monitor, dengan agak terkejut, dan tanpa lama lama lagi "Ambil pacu jantung sekarang!" asisten pun langsung melancarkan aksi untuk pergi.
Juvia tambah panik aja, inikah..
Inikahh..?!
"Oh, ya, gue denger 'dia' katanya sempet dibawa ke rumah sakit, ya..?" Killua mengecek info yang didapatnya dari orang orang pada Niika.
Nampaknya si dokter jaga bener bener lelet, Juvia padahal udah geregetan banget. Asisten datang datang pun malah membawa alat yang seperti pompa dengan kantong udara dan bukan alat pacu jantung yang pake listrik itu. Asisten pun berkata pada dokter, nggak ada. Alat itu pun kemudian dipasang..
Sementara Juvia langsung menjauh bersama air mata berderai miliknya, menjauh dan membelakangi Gray, sementara dokter sedang bersama urusannya. Sementara alat pompa .tsb dipasang di mulutnya, dada Gray yang sudah telanjang ditekan tekan, teruss..
Entah, kenapa Juvia tidak mau melihatnya dan dia malah mengumpat di pojok ruangan, menekuk lututnya dan menyembunyikannya di sana. Dia tidak mau mendengar apa apa, atau melihat situasi seperti ini. Membayangkan kalau orang yang di sana adalah Gray adalah sangat sakit dan perih.
"Ya, tapi nggak selamet. Dia cuma numpang mati doang di sana.." 'Sarkatis banget si Niika ngomong MATInya..' Leader sweatdroop.
Ini seperti teriakan dalam film film horror, teriakan Juvia begitu melengking dan menusuk kuping, dia meneriakan nama Gray berulang ulang dan berkata jangan tinggalkan dia. Histeris sekali perempuan itu..
"Yang parahnya, sih, pacarnya itu juga ada di tempat, menyaksikan.." kata Leader dengan sedikit seringaian.
"Kayaknya lu seneng banget, ye? Kagum gue" komentar Niika pada orang yang masih dipertanyakan kemanusiaannya itu. Tapi kayaknya diantara dua orang .tsb nggak ada yang manusia atau manusiawi.
Melihat kondisi ini menghasut Killua untuk berkomentar pula "Kalo gue.. Malah bakal seneng kaya gitu, soalnya di saat terakhir, masih bisa ngeliat dia.."
Juvia jatuh hati pada seorang Gray saat mereka masih kelas satu dan di kelas yang sama. Saat itu, Juvia bener bener tergila gila dan ngegilain dalam waktu yang bersamaan, bahkan dia terkesan seperti tengah berlari lari mengejar Gray. Gray di mana, Juvia pasti mau tau, Gray sedang apa, Juvia lebih mau tau lagi, ngomongin Gray, lebih asik lagi.
Suatu hari Juvia mencoba untuk mengutarakan perasaannya yang sudah terlanjur mendidih dalam darah dan meresap ke tulang tulang tersebut. Okay, awalnya dia cuma menyatakan perasaan, tapi ujung ujungnya nembak juga!
Tapi, author nggak setuju dengan hal ini..
"Maaf.."
.
.
.
.
"Tissue mana?! Tissue mana, tissue..?!" howa tiba tiba muncul dengan tangisan di matanya yang bener bener deres.
Bagusnya, Juvia nggak patah hati dengan penolakan tersebut, karena.. Gray di sini dibikin OOC banget dan jadi cowok yang lembut gitu? Bukan! Karena, sebenernya bukan patah hati, tapi mulai dari situ, Juvia menaruh dendam pada Gray...
Akhirnya, dengan paksaan yang berat, Gray mau menerima Juvia. Gray masih (dan ampe sekarang) polos banget saat itu dan dia pikir, oke, fine, mungkin dia lama lama bakalan suka juga sama Juvia. Tapi, pacaran dengan Juvia tidak seperti yang Gray pikirkan di sini, ternyata, bukan hanya jadi pacar saja, atau lebih cenderung..
Gray diperbudak oleh Juvia.
Juvia terlanjur populer dari dulu, berita dia pacaran sama Gray pun menyebar luas. Tapi tidak dengan berita perbudakan Gray. Orang orang hanya melihat mereka long last tanpa tau yang sebenarnya. Tatkala Gray hanyalah mumi yang diberi kain, diawetkan, dan dipajang di musium untuk menghibur orang orang.
Seorang yang kita sebut atau, dirinya sendiri yang menyebutnya Leader merasa Gray a.k.a Kuji hanyalah pemain drama yang aslinya tak begitu. Laeder merasa Gray adalah figur yang sebenarnya penuh kebusukan. Maka dari itu, jadilah Serangan Umum untuk menguji imannya. Gray tau tujuan Leader sebenarnya, Leader ingin tau dan membuktikan siapa dirinya sebenarnya. Siapa seorang Gray .F sebenarnya.
Selepas Serangan Umum, Gray malah jadi sok sok akrab diri pada Leader. Sebenarnya, sih, bukan sok akrab yang kaya gimana gimana. Gray jadi suka sok sok akrab nyampurin urusan orang, ngeshare banyak hal dengan Leader, ngetwitt Leader atau hal hal yang akan bikin orang bilang ih, sokeynal banget nih orang! Itu membuat Leader muak, gangguan yang tercipta karena dendam Gray, yang tercipta karena dikerjain habis abisan. Tapi, Killua rasa, maksud Gray bukanlah untuk sokenal diri, ngeganggu, sekalipun bales dendem tapi.. Untuk menunjukan sesuatu, yaitu Juvia. Killua tau, karena di setiap apa yang Gray share, pasti ada Juvia. Cara mengganggu ini sebenarnya seperti Gray sedang memanggil manggil Laeder.
Itulah cara Gray menjawab tingkah Leader yang ingin membuktikan tentang dirinya yang sebenarnya. Meskipun Killua masih belum bisa menangkap apa yang dimaksud Gray sebenarnya dengan bersikap demikian, tapi, memang benar, Gray memang ingin menunjukan sesuatu soal Juvia. Gray pikir keingintahuan Leader yang kepo ini, akan dia jawab. Dia beri tau semuanya. Dan inilah cara dia menjawab.
Akhirnya, kasus Jia pun muncul ke permukaan, semuanya heboh. KillEr pun makin dipusingi dengan urusan yang satu ini, apa lagi dengan dituding sebagai pelaku penyebaran aib ini oleh Juvia. Yang penting, Gray sudah senang, rencananya berhasil dengan menjawab keingintahuan Leader, dengan menguak bagaimana sebenarnya Juvia memperlakukannya.
Kenapa Gray malah menyebarkan rahasia Juvia tentang perlakuannya selama ini, dan bukan soal dirinya? Karena, sudah tidak ada lagi yang bisa Gray kuak, ini lah dirinya yang sesungguhnya sekarang, tak ada trik trik atau manupulasi, tingkah tingkah palsu yang penuh kebusukan. Tapi.. Semenjak Juvia datang, itu merubahnya. Juvia jadi sering memperbudaknya, nerendahkannya, menginjak injak kepalanya. Meskipun.. Dalam pembuktian kasus Juvia, Gray tidak membongkar secara langsung kalau Juvia lah yang selama ini yang membohongi mata semua orang.
Padahal, Juvia sudah sering kali merenungi tentang perlakuan dirinya yang menjadikan Gray sebagai anjing. Direndahkan di depan orang orang, dijadikan bahan, diinjak kepalanya, itu bukan hanya memperbudak. Dia ingat pertama kali, dia tergila gila pada seorang Gray..
Kenapa dia harus seperti ini, sekarang..?
Padahal, hati kecilnya juga..
Masih tergila gila pada Gray..
Kalau Gray tidak tewas sore itu, sepulang sekolah.
Sebenarnya, Juvia ingin minta maaf pada Gray..
Dan ingin mengulang semuanya.
Juvia pikir, minta maaf itu urusan nanti lain kali juga bisa. Kassus pembuktian ini juga menyadarkan dia, betapa jahatnya dia selama ini.
Minta maaf.. Kita tidak punya waktu..
Gray memang tidak pernah protes, mengadu pada orang, atau bahkan.. Membenci Jia. Tapi dia langsung menguak semuanya. Ini salah siapa..?
"Gue, tau, sekarang! Ini itu, salah lu semua!" Killua tiba tiba bangkit dan menuding nuding Leader.
"Dih, kok, gue..?!"
"Ya elu yang pertama kali bikin Serangan Umum!"
"Yang punya ide tapi 'kan elu!" akhirnya nggak ada yang mau ngalah.
"Yelah.. Sebagai lelaki sejati gue nengakiunya! Itu ide gue.." Killua pun jadi narssis.
Dan Niika yang kebetulan mendengar, "Kantong muntah, kantong muntah mana..?!" dan hal ini membuat jiwa troll Leader bangkit.
Dengan antusias dia berkata pada Killua, "Wah, parah lu, Kill! Anak orang dibikin ha.."
"Lu diem, deh..!" tapi gaplokan dari Niika langsung menghentikan kalimat Leader yang annoying banget buat Killua.
Bukan hanya Juvia sebenarnya yang merenungi perbuatannya. Kenapa Gray muncul sore itu, Adalah.. Karena dia pikir, selama ini, sebagai seorang kekasih, tidak ada yang pernah dia lakukan untuk Juvia..
Yang berarti, dia tidak pernah menghitug pebgorbanan waktu, keringat, dan darah untuk diperbudak, dikucilkan, dan diinjak kepalanya selama ini untuk Juvia ...
Benar benar sangat sunyi tempat itu, makam. Ya nggak mungkin kuburan rame, dong?! Emang acara musik yang alay itu?! Langit mulai gelap dan kalong bermunculan, sebenarnya masih petang. Cahaya matahari yang mulai nyelep ke barat ini menghantam seseorang dan jadi kelihatannya gelap dan membuatnya gelap. Seseorang itu nampak agak ngefreak walaupun hanya dari siluetnya saja. Kalau Gray dibangkitkan saat ini juga dan ditanya, apa dia kenal orang ini? Pasti tidak. Tapi, kenapa, yah, orang ini berdiri meratapi kuburan Gray dengan khidmat, walaupun dari jauh.
"Ada satu hal yang semua manusia bisa lakukan tanpa usaha, yaitu kematian.." katanya sengan sfx yang gloomy banget. Angin mamiri pun berhembus dan menerbangkan daun daun pohon ginko yang gugur di jalanan, hingga "Aw!" kena muka orang yang lagi kita bicarain ini.
"How.. Kata kata lu kaya tokoh dari fandom Naruto, deh. Siapa, ya, gue lupa..!" suara itu bener bener nggak asing bagi howa. Itulah dia, Audience tiba tiba muncul dari bawah tanah(?) "Tapi, lu nggak usah ngasih wejangan pas ada yang mati kayak gini, kaya Undertaker aja!"
"Terserah, dong!" howa pikir inilah momen yang bagus untuk tebar pesona biar nggak rendah rendah amat.
"Bukannya begitu, tuh ada yang dateng, cepet bersiin rumputnya sana! Mau dapet duit nggak, lo..?!" Audience menunjuk nunjuk rombongan berbaju hitam yang datang. Howa langsung terdiam lalu berlari dari tempatnya ke 'tempat' Gray dan segera nabur nabur kembang. Biar keliatan baik dan dapet duit dari yang ngelayat! ...
Gray : *gebrak meja 3x* howa! Mana tuh author gila?! *injak injak bumi* kenapa gue dibikin DOC dan MATI di senee..?! *mulai ngluarin kekuatan*
Mendengarnya, author kita pun bersembunyi di balik batu kali
Juvia : kenapa gue diceritain bejat bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetttzzzz.. Hah..?! Authoooooooooorrrrrrrrrrrr!
Mendengarnya, membuat howa hirashin
Maaf, saudara sekalian, karena cerita ini jadinya lama (mending bagus), alay, dan panjang banget! Udah dibikin sejak lama tapi pengeditan bener bener mengubah banyak hal dan bikin tambah lama dan panjang. Hhhmmm.. Ada yang req. Killua dipairingin?
GB-U
