Ohparkkimbyun,

present;

That Good Kisser Is My Daddy.

Rate:

T-M and genderswitch

Main casted by:

Park Chanyeol

Park (Byun) Baekhyun

Supports casted by:

Oh Sehun

Kim Jongin

Do Kyungsoo,

And other maybe.

Summary;

Untuk putriku apapun kulakukan, satu-satunya wanita yang kucintai di sisa hidupku. Permintaannya akan selalu kukabulkan, termasuk-

-memuaskannya..

come to me, Baekhyun-ah.

3. Share The Sickness

"Baekkie mau susu tidak?" Ku langkahkan kaki jenjangku ke arah kulkas. Mencari sekotak susu strawberry dan coklat.

"Mau!"

"Habiskan dulu sarapanmu ya."

Aku duduk dihadapan Baekhyun dengan bibirku yang menghisap sekotak susu coklat ditanganku sambil memperhatikan bagaimanacara ia makan. Memang masih terlihat berantakan tapi tak apa, selagi aku masih mampu untuk membereskannya.

"Sarapannya sudah habis 'yah, mana susu Baekkie?" Ia menggeser piringnya dan menengadahkan kedua tangannya memohon untuk kuberikan susu kotak tadi

"Sebentar." Tanganku beralih meraih selembar tissue dan kusapukan di daerah bibirnya

"Ayah..."

Fokusku teralih menatap maniknya. Baekhyun tampak bersemu dengan kedua tangan yang bertautan erat.

Astaga, apa dia jauh cinta padaku?

"Kenapa sayang?"

"Ah ti-tidak! Mana susu Baekkie?" Baekhyun meraih susu di tanganku dan cepat-cepat dihabiskan

Melihatnya yang malu-malu seperti ini membuat hatiku menghangat. Baekhyun melompat dari kursi dan membuang kotak susu tadi pada kotak sampah di dapur.

"Ayo kita berangkat!" Ajakku yang dibalas anggukkan ringan. Apa Baekhyun masih malu?

"Mau ayah gendong tidak?" Dapat kulihat ia tersenyum dan mengangguk samar.

Kuraih tas sekolahnya dan kudekap ia dalam gendonganku. Ditengah perjalanan Baekhyun hanya diam menatap cerminan dirinya pada kaca mobil. Mengetuk-ngetukkan jemarinya pada kaca sesekali mencuri pandang melalui cerminan diriku yang juga tampak.

Seperti biasa. Sampai di sekolah Baekhyun, ia akan kutarik menuju pangkuanku. Ku sandarkan tubuhnya pada kemudi mobil dan kutangkupkan pipinya.

"Mau jalan-jalan pulang sekolah nanti?" Ku usap pipi lembutnya ia pun tersenyum

"Kita akan kemana 'yah?" Ia tampak bersemangat dengan mata yang berbinar

"Entahlah. Mungkin mencoba restoran yang memiliki olahan strawberry dan coklat?"

"Kalau begitu setuju!"

"Sekarang Baekkie sekolah dulu yang pintar oke? Nanti pulang sekolah ayah jemput dan kita langsung pergi." Ia mengangguk semangat dan mengeluarkan eye smile andalannya

Kukecup keningnya.

"Kenapa ayah tidak cium bibir Baekkie?" Pertanyaannya membuatku tersenyum. Apa aku membuatnya candu?

"Kemari sayang~"

Kuraih pinggangnya agar tegak menyesuikan. Ia melingkarkan lengannya di leherku dan terkekeh. Ia juga memejamkan mata menunggu bibirku menyapanya. Semakin lama aku mampu merasakan deru nafasnya yang hangat di wajahku--

Hatchu!

Beruntung aku sempat memalingkan wajahku. Baekhyun tampak bingung sambil menunggu.

"Ayah sakit?" Ia bertanya dengan nada yang terdengar khawatir. Ku usap hidungku dan kembali ke posisi sebelumnya

"Ayah tidak apa-apa sayang."

"Oh baiklah."

"Kalau begitu lebih baik Baekkie kedalam sebelum bel nya berbunyi, oke?"

"Oke.." ia melepaskan kontak fisik denganku dan aku pun membawanya keluar seperti biasa

"Ayah istirahat ya, jangan lupa jemput Baekkie. Bye ayah!" Aku hanya tersenyum dan melambaikan tangan pada Baekhyun yang mulai hilang ditelan kerumunan murid lain

Begitu sampai di rumah, aku langsung menuju ke kamarku. Menatap pantulan diriku pada cermin besar di hadapanku. Kupandangi wajahku sendiri yang tampak pucat dengan hidung yang memerah.

Apa aku flu?

Flu karena hujan-hujanan kemarin?

Tapi kenapa Baekhyun tidak sakit? Padahal Baekhyun tidak berdo'a sedangkan aku berdo'a dengan sungguh-sungguh.

Benar kata Baekhyun lebih baik aku istirahat sampai waktu jemput Baekhyun. Kuraih ponsel ku untuk menelepon Dara--sekretaris ku agar ia kembali menyelesaikan laporan kantor.

Cukup lama aku terlelap dan saat aku mencoba bangkit tubuhku justru terasa tidak bertenaga dan menggigil. Jadi aku demam?

Dengan sisa tenaga yang kupunya 'aku mendial nomor telepon sahabatku. Terdengar nada sambung, dan--

"Yobeoseyo?"

"Hm?"

"Boleh aku minta bantuanmu?"

"Katakan."

"Bisakah kau menjemput Baekhyun? Aku benar-benar tidak bertenaga sekarang. Aku mohon."

"Akan kulakukan. Kalau begitu cepat membaik."

"Terima kasih, Oh Sehun."

14.00 waktu setempat.

Baekhyun tiba di rumah sambil menggandeng jemari Sehun. Baekhyun terlihat berlari menghampiriku dengan raut wajah sendu.

"Ayah sakit apa?" Tanyanya yang ikut naik bergabung denganku diranjang

"Demam, mungkin." Jawabku mengabaikan keberadaan Sehun diambang pintu dengan ekspresi datarnya seperti biasa

Sebelah tangan Baekhyun mengusap kening hingga suraiku, kuraih sebelah tangannya yang terasa begitu dingin di kulitku. Baekhyun menunduk dan mengecup bibirku.

"Kenapa tidak Baekkie saja yang sakit?" Tanya nya dengan nada suara yang bergetar, apa Baekhyun ingin menangis?

"Hey tidak apa, ayah hanya pusing."

Baekhyun merunduk untuk memelukku, kualihkan tatapanku pada Sehun sambil berucap terima kasih tanpa suara.

Dapat kurasakan tubuh Baekhyun yang sesenggukan. Ku genggam erat jemarinya, kukecup dengan penuh kasih sayang. Kemudian berusaha untuk bangkit dan menyandarkan tubuhku pada kepala ranjang.

Kubawa ia untuk duduk dipangkuanku dan berhadapan denganku. Ku cengkram bahunya yang bergetar.

"Sshh jangan menangis, sayangku~" kubelai wajahnya sambil sesekali merapihkan helaian rambut yang terjuntai bebas

"Tapi ayah sakit..."

Kutenggelamkan tubuhnya dalam dadaku hingga ia memalingkan wajahnya, nafasnya pun mulai terdengar tenang.

"Lebih baik kita tidur siang bersama, oke?" Ia mengangguk dan membenarkan posisi hingga kami saling terlentang bersebelahan.

Kumiringkan tubuhku untuk menarik pinggulnya agar lebih dekat kepadaku. Kepeluk tubuh mungilnya, kubelai surainya, kuusap punggungnya, berbagi selimut dengannya, dan kukecup bibirnya.

Perlahan, kami pun terbawa suasana dalam sunyi.

"Selamat tidur putriku, Park Baekhyun."

Kami pun larut.

Dengan bibirku yang senantiasa menyapa keningnya.

Hatchu!

Tidak ada yang lebih baik dibanding mendapatkan kasih sayang dari orang yang juga kita sayangi.

Terima kasih.