Update!? Of course. This not a dream, guys!
Disclaimer: Not own Anything...
Nulis ni chapter, ya jika kalian lihat AN dari update-tan cerita yang lain, pasti tahu alasannya, mengapa saya mengupdate cerita berbasis Romance ini...
Ya Efek NTR masih menyelimuti gw! Dan kepengen banget ngilangin rasa sakitnya. Dan ini lah yang gw lakukan!
"Akitsu..."
"ah...Naruto-sama"
"Jangan katakan, kau begadang seharian!?" Naruto kemudian memegang kedua pundak Akitsu dan menatap matanya. Wajah Akitsu yang datar void dengan emosi, membuat dirinya susah untuk membaca apa yang dirasakan Akitsu.
"...Aku menjagamu.."
Menjaga? Menjaga dari apa!? Nyamuk!? Tidak, yang lebih penting, bukan itu yang dimasalahkan Naruto. Naruto menaruh jemarinya ke dagunya dan kemudian menatap Akitsu. "Akitsu, kurasa kau harus mempelajari tentang emosi.."
XXXXXXXXKRISTOPER21XXXXXXXXX
Dan Naruto berjalan dengan elegannya, menggunakan pakaian biasa bagaikan anak muda. Akitsu mengikuti dua langkah di belakangnya.
"Yosh! Akitsu, kita akan mencari semua hal yang kau suka. Bahkan jika perlu kita beli satu Mall, muahahahaha!"
Jika ada orang yang mengenal Naruto. Tentu mereka akan mengetahui bagaimana sifat eksentrik dari Pimpinan Perusahaan Senju tersebut. Jika ia melihat sesuatu yang ia sukai, maka ia akan langsung membelinya. Dari pakaian, mobil ataupun hiasan tangan yang biasa di jual orang di jalanan.
"selamat datang.." Seorang pelayan menyapa sesaat Naruto memasuki sebuah toko.
"ee..." Naruto sedikit gugup. Wajar saja. "bisakah kau mencarikan pakaian dalam maupun atau luar untuk gadis di sampingku ini. Tidak perlu melihat merk, namun yang penting ia merasa nyaman.."
Wanita pelayan itu melihat dengan seksama terhadap Akitsu.
"hmm...sebagai wanita, aku iri dengan bentuk tubuhnya. Mungkin ada..."
Naruto kemudian menatap Akitsu. Dan menyeringai..
"Akitsu, masuk."
"..hai."
XXXXXXXXX
Naruto bersenandung di setiap langkahnya. Supir yang menemaninya juga sedang kocar-kacir mencari di mana keberadaan tuannya.
Akitsu melihat Naruto dengan tatapan datarnya. Dan kemudian tas belanjaan yang berada di kedua tangannya. Terlihat berat, tentu saja. Karena ada belasan kantongan plastik yang dipegangnya sekaligus. Jika orang biasa, tentu saja hal itu akan membuat lelah yang amat sangat. Namun, ini adalah...Naruto.
"Naruto-sama, mengapa kau tidak memberikan barang itu padaku?"
"eeee! Mana mungkin aku membiarkan wanita mengangkat barang belanjaan. Seseorang pernah mengatakan padaku-" Naruto memasang muka bagaikan seorang pertapa "-Naruto, jangan pernah membuat wanita mengangkat barang belanjaannya. Hidup lah bagaikan Pria Gentleman sejati!"
"aku tidak mengerti.."
"tentu saja. Ini namanya adalah Harga diri seorang Pria." Naruto kemudian menggerakan satu kantogan belanja. Terdengar suara bunyi bagaiakan...besi. "Akitsu...katakan...mengapa kau membeli rantai besi segala!?"
"aku suka..."
Naruto kemudian menghentakkan kakinya seperti anak kecil. "karena kamu, aku di kira sebagai pria yang suka menyiksa kekasihnya. Kau lihat bagaimana penjaga toko itu saat melihatku. Dia. TAKUT!"
"..ah.."
"Reaksi macam apa itu. Akitsu coba tersenyum sedikit..."
Akitus menatap wajah tuannya sebentar.. ia tidak mengerti. Namun sesuatu di dalam dirinya terasa aneh.. entah mengapa Facial wajahnya tiba-tiba bergerak sedikit. Dan ia pun tersenyum...
Senyum yang membuat para pejalan kaki di sekitarnya terdiam, dan terpaku. Wajah mereka memerah merona..
"...Naruto-sama?" Akitsu berbicara menanyakan. Sesaat setelah melihat ekspresi Naruto..
"..ah...tidak apa-apa" Naruto mengalihkan pandangannya dari mata Akitsu, " Hanya saja...kau cantik sekali saat tersenyum..."
"..." Akitsu tidak bisa berkata apa-apa. Rasa itu muncul lagi, perasaan hangat dan dingin yang menyelimuti hattinya, serasa membuat jantungnya terhenti sesaat. Ia tidak mengerti. Namun...dirinya ingin mengerti. Ia ingin mengetahui apa perasaan yang berada di dalam dadanya ini.
"a-ayo kita pergi. Noa pasti sibuk mencari kita..."
Daisuke Noa. Seorang supir pribadi Naruto sejak kecil. Yang merupakan supir Ayahnya dulu...saat hidup. Namun meskipun seorang supir. Namun, lebih tepatnya Noa merupakan paman, merupakan keluarga dekat. Yang membesarkan Naruto sebelum ia menerima semua ingatan masa lalunya.
XXXXXXXXXXXXX
"Naruto-sama, saya sudah mencarikan Pemukiman yang anda maksud. Dan sudah membelinya dengan harga yang sudah dijanjikan. Barang-barang juga sudah di pindahkan ke Kediaman baru anda."
"oh... bagus, bagus. Sekarang saatnya pindah."
"tuan?"
"ya?"
"jika saya boleh bertanya...mengapa anda memilih pemukiman di tempat tersebut? Jika anda mau, saya bisa mencarikan perumahan yang lebih mewah dan lebih tentram untuk aktifitas anda."
"meh... aku nggak peduli hal seperti itu, hanya saja...sesuatu yang menarik akan terjadi dalam dekat ini." Naruto kemudian menghela nafasnya. Lagipula...aku masih mempunyai perusahaan yang harus di jalankan. Noa...bagaimana dengan uang donatur yang ku kirimkan ke yayasan itu? Apa mereka menggunakannya dengan benar?"
Noa tersenyum "tentu, Tuan. Mereka telah menggunakannya sebagaimana anda menginginkannya. Para lansia, yatim piatu dan juga pengiriman bantuan ke Negara lain sudah di sampai pada berupa peralatan medi s dari Perusahaan juga di sebarkan ke daerah terpencil yang saat ini dalam kondisi bekas peperangan."
"lakukan lah yang kau bisa Noa. Selagi aku masih hidup. Dan juga perusahaan ini... kita akan melakukan apa yang kita bisa untuk memberikan bantuan."
"baik, Naruto-sama."
"dan Noa. Tolong siapkan Akitsu untuk pergi."
"baik, tuan.":
Noa pun beranjak pergi, meninggalkan Naruto dengan kumpulan dokumen yang berada di depan menunggu Noa keluar dan kemudian melihat lembaran dokumen yang sepertinya berubah menjadi ...gunung...
"nah...sekarang mana korek api itu?"
XXXXXX
Seorang Pria dengan rambut putih berdiri dengan tegaknya. Menatap kota dan bangunan yang berada di bawahnya.
"mereka akan terbang! Klaim dan bebaskan mereka dari kurungan yang menahan mereka. Lepaskan seluruh 108 sekirei... dan Game para Dewa akan segera kita mulai! Muahahahahaahahaha!—gakh!"
Pria itu langsung terkapar dengan seketika. Darah segar mengalir dari kepalanya. Namun meskipun begitu, ia tetap bangkit bagaikan tidak ada yang terjadi.
"takami-kun...itu sangat berbahaya. Berbahaya."
"Minaka...kau sungguh sudah gila."
"Nop. Untuk menjadi seseorang yang gila, pertama aku harus menjadi orang yang waras untuk menjadi gila dan sayangnya...aku tidak. Jadi, YOUR ARGUMENT IS INVALID!"
Minaka menunjukan tawa menyeringai-nya.
"aku tidak mengerti, mengapa aku masih mengikuti orang seperti dirimu."
"tentu saja. Karena kau mencintaiku."
Tentu saja itu tidak berpengaruh pada raut wajah Takami.
"selain itu, aku ingin memberitahukanmu tentang gerak gerik Katsuragi Naruto... "
Minaka membalikan badannya dan menatap Takami dengan tatapan menarik. "oh... anak muda genius itu? Hm...ya dia memang hebat. Di saat keluarganya jatuh akibat kemiskinan, namun anak itu dapat membangkitkan kembali derajat keluarga mereka dan juga membuat perusahaan dengan peralatan medis terbaik...tentu saja setelah kita. Dalam dunia kedokteran, kebanyakan Dokter menggunakan Obat-obatan yang diciptakan olehnya."
"dan termasuk kau memberitahukan rencana Sekirei kepadanya..."
"aku lupa itu. Oh ya aku ingat! Begini...sebuah permainan tidak akan menarik jika tidak ada lawan yang seimbang. Karena itulah aku membiarkan Naruto dan satu lagi...siapa itu? Oh ya Izumi Higa untuk berpikir dan merencanakan apa yang mereka inginkan." Minaka menganggukan kepalanya dengan jeniusnya.
Takami membaca note yang ia pegang.
"Higa terlebih dahulu melakukan pergerakan dan telah mendapatkan beberapa Sekirei. Dan Naruto...ia telah mengambil nomor yang rusak, baru-baru ini."
"heeheheheh...menarik-menarik." Raut wajah Minaka berubah menjadi serius dan menatap kejauhan, raut wajah yang tidak terlihat oleh Takami.'mari kita lihat...siapa yang akan menang... Naruto...'
XXXXXXXXXXXX
Asama Miya merupakan salah satu Wanita yang ingin tahu akan keadaan sekitarnya. Ia telah melakukan apa yang dikatakan mendiang Suaminya, selalu menerima orang yang sedang kesusahan meskipun apapun masalahnya. Jadi tidak heran jika seorang pemuda dengan gadis lugu yang jatuh dari langit dan berada di depannya pada saat ini.
Dirinya tahu bahwa dari sepintas lihat, gadis itu merupakan seorang Sekirei. Dan pemuda yang bernama Minato itu seorang Ashikabi. Dan fakta bahwa mereka merupakan pasangan yang jujur, membuatnya lega. Melihat 'adiknya' mendapatkan belahan jiwa yang baik.
Dan ketika mendengar mereka di usir dari apartemenya sendiri membuatnya tidak tega. Dan dengan senang hati, ia menerima kedua orang tersebut. Dan tentu saja dengan bayaran. Jika tidak, mungkin dirinya tidak akan mampu menanggung beban makanan dan lainnya.
Miya melihat dari ruang tamunya. Melihat Truk pengantar barang yang terkadang bolak-balik. Dan juga suara teriakan para pengangkut tersebut. Melihat betapa banyaknya orang yang memindahkan barang. Terlihat seperti orang penting, bisa dikatakan dari perabotan dan juga barang-barang yang dipindahkan. Yang sepertinya serba mahal...
"sepertinya kita akan mempunyai tetangga baru..." Miya membuka pembicaraan. Ia menatap dengan senyum terhadap Minato. Terlihat pemuda itu sangat gugup. Mungkin itu sifat aslinya, namun terkadang bercanda membuatnya terlalu tersipu merah.
"s-sepertinya begitu.."
"Bagus!" seorang gadis cantik dengan tubuh yang...bisa di bilang tumbuh sekali, menaikan tangannya ke atas. "Kalau begitu, Musubi akan menunjukan kebaikan kita sebagai tetangga baru, bukan begitu, Minato-sama!?"
"ah...ha..ha" Minato tertawa gugup, "aku tidak tahu Musubi-chan, tapi sebaiknya kita tidak melakukan apa yang engkau katakan..."
Mengingat Musubi yang terlalu lugu dan juga terkadang melupakan kapasitasnya sebagai seorang Sekire. Ya... Minato takut akan hal itu. Ia tidak ingin membuat Musubi menjadi bahan perhatian. Dirinya juga harus bisa mengajari Musubi agar tidak terlalu menunjukan kekuatan supernya. Mengingat Wanita yang baik yang mau menerimanya... ia tidak ingin di usir dan tidur di jalan.
"oh.. iya Miya-san.."
"hm?" Miya memutar lehernya untuk berhadapan dengan Minato.
"..Kagari-san, dan Uzume-san, di mana?"
"ara-ara, apakah kau tertarik dengan Kagari-san? Meskipun terlarang, namun aku tidak akan membahas jenis yang kamu suka kok. nfufufufu..."
"tidak-tidak!" Minato dengan cepat langsung menolak. Meskipun terlihat terlalu panik. Mudah sekali terbawa suasana..
"Kagari saat ini sedang bekerja...sebagai Host Klub. Sedangkan Uzume sedang pergi menemui seseorang.."
"oh...begitukah."
Minato mengingat Uzume dan hanya bisa mengambil kesimpulan yang bisa ia buat dari hidupnya. Biasanya wanita cantik seperti itu sudah memiliki seorang pasangan. Mungkin saja ia bertemu dengan pacarnya? Siapa tahu. Kagari-san? Hmm...ia merasa hal itu pas-pas saja. Mengingat wajah tampannya, tentu saja banyak yang tertarik.
"Permisi, saya tetangga baru!"
Terdengar suara ceria dari kejauhan. Lebih tepatnya dari pintu luar. Miya hanya menghela nafas pendek dan tersenyum. Terdengar dari nada yang memanggil itu, ia bisa mengira seorang Pria muda. Miya kemudian beranjak dari tempatnya. Begitu juga Minato, yang ikut karena merasa penasaran dengan tetangga yang akan tinggal di penginapan saat ini dirinya berada.
Miya pun membuka pintu, dan memasang wajah ramah.
"Selamat malam. Maaf mengganggu, saya dari Agen penjualan Make-up..."
"..."
"..."
"hahahahahaha...gomen-gomen. Hanya bercanda. Perkenalkan, nama saya adalah Katsuragi Naruto! "Naruto memperkenalkan dirinya dengan tersenyum. Disampingnya, Akitsu membungkuk memberikan salam. Berbeda dengan tuannya, yang memperkenalkan diri dengan sedikit...tidak sopan. Akitsu telah mempelajari bagaimana melakukan dan memberikan hormat yang benar kepada orang yang baru ia temui.
"ah...salam kenal, Nama saya Asama Miya." Miya memberikan senyum ramah. Menghiraukan candaan yang tadinya di buat oleh Pria muda di depannya. Yang terlihat sedikit lebih tua dari Minato.
Miya melihat kembali Naruto, mengambil penampilan dan wajahnya. Ia melihat itu, meskipun tidak terlalu terlihat. Pria di depannya memasang postur siaga. Seperti di lakukan layaknya orang terlatih, atau orang yang mengatahui bela diri. Miya menggelengkan kepalanya, tidak baik untuk curiga setiap orang yang sedikit bertingkah aneh. Lagipula, dirinya tidak merasakan maksud lain dari Pria di depannya. Jadi setidaknya, ia harus bersikap ramah..
Mata Miya melirik ke samping Pria itu, seorang wanita...tidak salah lagi, Sekirei. Dan tanda yang berada di dahinya...ia hanya tersenyum sedih. Nomor yang rusak. Namun dirinya juga melihat pancaran kebahagian dari wanita berambut cokelat itu, meskipun hal itu tidak terlihat oleh raut wajahnya yang datar bagaikan papan. Dan ia menyimpulkan Pria di depannya tidak begitu buruk.
Naruto kemudian memegang dagunya...
"oh...ya. Sebagai Tetangga baru, aku harus melakukan hal yang sopan...dan taraaa!" Naruto keluar dari halaman luar dan mengambil...
Berbagai jenis makanan yang telah di bungkus plastik dengan indah. Dari buahan, jenis makanan cemilan, roti...
Dan dalam bentuk yang besar. Bahkan bingkisan itu terlihat menutupi seluruh tubuhnya.
"eee ha... yosh! Untuk Nona cantik tetangga baruku." Naruto tersenyum dengan lebar dan menaruhnya di samping pintu.
"oh..Katsuragi-san... bukankah ini terlalu berlebihan? Saya tidak ingin merepotkan anda.." Miya menatap dengan sedikit melebarkan matanya akan bingkisan yang Naruto bawa.
"Tidak apa-apa, Miya-san. Oh ya, tolong jangan panggil saya Katsuragi. Cukup Naruto saja. Maaf, kurang suka formalitas..."
"ara-ara... Pria yang jujur kamu Naruto-san. Aku tersanjung.." Miya tertawa halus.
"oh...hahaha... aku senang kalau begitu, aku jadi tersipu malu-auchh Akitsu! Sakit tau!"
Sedangkan Akitsu hanya menyembunyikan tangannya kebelakang. Tatapannya tetap datar tanpa emosi. Namun dari aura yang di pancarkan...
"ah, Akitsu-chan aku tidak tahu kamu berpikir seperti itu tentang aku~ tenang saja, cintaku hanya padamu!" Naruto dengan gombal dan memeluk Akitsu, tanpa tahu malu. Sedangkan orang yang di sebutkan wajahnya memerah. Meskipun tidak menolak kontak fisik tersebut.
"..pasangan yang aneh..." Minato tiba-tiba berbicara, mengintip dari selah pintu. Dan ia kemudian melihat lebih baik wajah Pria tersebut.
"k,kau!" Minato tiba-tiba berteriak.
Naruto melepas pelukan tersebut dan melirik-kan matanya ke arah asal suara itu
.Dan...
"ee...apa kita pernah bertemu?"
"grrr tentu saja!" Ini pertama kalinya Minato marah...
Tentu saja ada masa lalu yang terpendam antara ke dua orang itu.
And CUT!
Iyap, Naruto pindah ke samping penginapan Izumo. Bagaimana bisa? Apakah kebetulan? Atau memang...direncanakan? siapa yang tahu... yang tahu hanya sang Author...
Romance in development. Jadi cukup lama untuk menaklukan seorang wanita. Hm..hm memang susah dan ribet. Namun inilah tantangan buat Author seperti saya, yang suka membuat dari abjad a-z.
Pairing masih di buka. Berikan sugesti dan akan gw pikirkan. Maks 4... termasuk Akitsu. Dan boleh mengambil satu dari canon Harem Minato...di pilih di pilih.
Da n tentu saja...Reviewssss!
Katakan apa yang ada di pikiranmu. Berpikir, berpikir! Berpikir!
