Should I confess

Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Kim Neul (Eomma), Kim Ryeowook, etc..

Genre : Romance, Hurt, Drama

Gender : Yaoi

WARNING! ABAL, AMATIR. DON'T LIKE, EXIT PLEASE!


°•°sitapumpkinelf (SELF137)°•°


CHAPTER 3

.

.

.

semilir angin pagi yang berhembus lembut menyapa siapa saja yang tengah berada diluar rumah.

Sebuah tanah membentang dengan rerumputan hijau nan segar terhampar begitu rapi dan indah disebuah lahan luas yang hanya diisi dengan beberapa bangku panjang berwarna putih dan banyak pohon yang menghiasinya.

Disalah satu pohon terduduklah seorang pemuda berambut hitam legam dengan poni manis menutupi dahi mulusnya.

Dengan lutut tertekuk ia menyembunyikan wajah manisnya disana.

Srakk

Sraakk

"Eh?"

Suara pekikan kaget seorang namja itu membuat Sungmin, namja yang tadinya tengah merenung itu mengangkat wajahnya dan melihat sesosok namja bertubuh kekar dengan kemeja hitam kotak-kotak yang tak dikancingkan dengan benar memperlihatkan tubuh indahnya yang dibalut kaos putih polos yang melekat ketat ditubuh idealnya.

"Eh, kau?" suara kecil Sungmin membuat namja bernama Choi Siwon itu tersenyum dan menggosokkan tangannya pada kupluk warna abu-abu yang dikenakannya.

Sembari menggigit bibirnya ia hanya tersenyum kearah Sungmin yang mengerjabkan matanya polos.

"A-apa yang kau lakukan disini?" tanya Siwon dengan melihat sekelilingnya lalu mengalihkan fokus matanya kearah Sungmin lalu menatap mata rubah berkilau itu.

Tunggu. Mata rubah? Berkilau? Tanpa penghalang?

Oh tuhan sepertinya Siwon baru menyadari jika namja dihadapannya tak mengenakan kacamata tebal seperti biasanya.

"Kacamatamu.." tunjuknya kearah mata Sungmin.

Namja bertubuh mungil itu mengalihkan pandangannya pada hamparan rerumputan yang terbentang luas sepanjang mata memandang. Helaan nafas kembali terdengar dimulut mungilnya.

Siwon menatapnya sendu. Ia menebak, pasti pemuda manis dihadapannya tengah mengalamu sebah masalah hingga pemuda manis itu menyendiri ditempat yang jauh dari tempat tongkrongan para mahasiswa.

"Boleh aku duduk disini?"

Sebuah pertanyaan yang Membuat Sungmin mengalihkan pandangannya dan menatap Siwon penuh tanya.

Niatan Siwon kesini memang untuk menyendiri dan menikmati waktu luangnya sebelum kuliahnya dimulai.

Namun, tak sengaja ia malah berjumpa dengan namja berwajah yeoja yang tengah merenung ditempat yang biasanya ia gunakan.

"Boleh" jawaban singkat Sungmin Membuat Siwon tersenyum manis.

Didudukkannya tubuh atletisnya dan menekuk lututnya persis seperti apa yang dilakukan oleh Sungmin.

Sesekali mencuri pandang kearah Sungmin yang masih menatap kosong rerumputan luas. dan sesekali pula ia meremas kumpulan kertas yang ia klip rapi, mungkin sekarang sudah tak rapi lagi, kkkk~

Jantung namja tampan itu berpacu lebih kencang melihat wajah manis nan mulus namja di sampingnya.

"Kacamataku pecah" ucapan Sungmin Membuat Siwon melihat kearah Sungmin dan menatapnya penuh tanya.

"Wae? Kenapa bisa pecah?" tanya Siwon hati-hati.

Sungmin tersenyum lembut dan melihat kearah Siwon tulus.

"Karena kecerobohanku hehee... Aku menjatuhkannya dikamar mandi" sambil terkikik padahal tak ada sesuatu yang lucu namun tingkah polos itu lah yang Membuat Siwon tak dapat mengalihkan pandangannya dari sosok manis itu.

"Kau sangat manis" ucap Siwon tanpa sadar.

Sungmin menatap Siwon lugu. Sumpah demi apa, mata foxy kemilauan itu Membuat Siwon terperangkap disana, hingga ia susak untuk menarik dirinya keluar dari magnet itu.

"Apa?" tanya Sungmin memastikan.

"Ah, aku belum berkenalan denganmu. Kenalkan namaku Choi Siwon, aku mengambil jurusan bisnis. Senang bertemu denganmu"

Sungmin terperangah, namun dengan segeta ia menyunggingkan senyuman manisnya dan menggapai tangan kekar Siwon dan menjabatnya sopan.

"Namaku Lee Sungmin, aku mahasiswa jurusan seni di universitas ini. Senang juga berkenalan denganmu Siwon-ssi"

"Panggil saja aku Siwon"

"Baiklah Siwon"

Senyuman namja bernama Choi Siwon itu tak terlepas sedari tadi mengingat betapa senangnya ia bisa menjabat tangan halus Sungmin.

.

.

.

Dan mereka pun saling berkenalan dan bertukar pengalaman maupun cerita yang sangat seru dan menyenangkan, setidaknya namja mungil itu bisa melupakan sedikir rasa sakitnya tadi pagi.

.

.

.

"Eomma mian Sungmin terlambat" seorang namja manis dengan girang datang ke sebuah tempat yang mulai ramaia dengan pengunjung. Kantin.

Sang yeoja paruh baya itu menyerngit melihat wajah sang anak yang tanpa mengenakan kacamatanya.

"Kacamatamu kemana min?" meski tengah sibuk dengan blender yang tengah bergetar dihadapannya sang yeoja itu menatap Sungmin penuh selidik.

Sungmin terdiam tak berani menjawab.

"Ah, Eomma sedang sibuk kan? Sini Sungmin bantu" dengan lincah Sungmin mengambil apron pinknya dan mengenakannya cepat, sebelum Pelanggan semakin ramai. tanpa memperdulikan pertanyaan sang Eomma.

"Aku pesan 1 apple juice" suara yang terdengar angkuh membuat Sungmin mengalihkan pandangannya dan melihat seorang yeoja cantik dengan dress yang terlihat sangat glamour berwarna merah marun dengan rambut coklat emas yang terurai panjang sangat menawan.

"Kau tuli? Aku bilang aku pesan apple juice 1 dan cepat bawakan ke meja ku" tanpa memperdulikan tatapan aneh, kagum serta iri dari para pengunjung kantin, yeoja itu melangkahkan kaki jenjangnya dan mengangkat dagunya angkuh.

Sungmin menghela nafasnya dan bergerak dengan cepat mengambil satu buah apel dan mulai mengerjakan apa yang seharusnya ia lakukan.

"Cepatlah!" suara teriakan yeoja cantik itu membuat Sungmin dengan tergesa-gesa menuangkan jus hasil blenderannya kedalam gelas panjang dan bergegas memberikan jus tersebut.

Brukk

Pyarr

"Oh tuhan!"

"O ow"

Suara-suara pekikan kaget terdengar saat namja bertubuh mungil itu menabrak seseorang bertubuh jangkung yang nampaknya sangat kaget mendapat perlakuan seperti itu belum lagi rasa dingin yang menjalar didada sebelah kanannya Membuat emosinya meluap begitu cepat.

"BODOH! APA YANG KAU LAKUKAN EOH?! SEPERTINYA KAU MEMANG TAK MEMPUNYAI MATA!"

semua penghuni kantin berjengkit mendengarnya. Belum nyonya kim yang sedari tadi sedang sibuk melayani para Pelanggannya terdiam seketika.

"K-kyuhyun-ssi a-aku minta maaf, sungguh aku tak sengaja" dengan cepat tangan kanannya merogoh sebuah benda dibalik saku celana skiny jeansnya.

Dengan gerakan kaku tangan mungil itu bergerak ingin membersihkan kotoran jus di dada sebelah kanan Kyuhyun.

Brakk

"Tak usah kau sentuh aku!" dengan kasar Kyuhyun menyentak tangan mungil Sungmin Membuat sang empu mundur dua langkah dari tempatnya semula.

Ditatapnya wajah namja tampan yang sedang terbakar amarah itu. Ditundukkannya kepalanya dalam.

"Maafkan dia tuan, dia tak sengaja. Sekali lagi kami minta maaf" suara nyonya kim terdengar saat melihat begitu terpukulnya sang putra mendapat prilaku tak menyenangkan dari sang pangeran sekolah.

Ia tahu putranya itu mempunyai hati yang sangat lembut. Dan ia pastikan hati putranya saat ini tengah tergores.

Dengan memandang sekilas nyonya kim, Kyuhyun berlalu sampai sebuah suara menghentikannya.

"Oppa~"

Tepat saat itu pula lah Sungmin mengangkat wajah nya dan menoleh kearah wanita cantik berdress merah marun itu.

"Seohyun?" gumamnya melihat wanita bernama Seohyun itu melangkahkan kakinya mendekati dirinya dengan gaya anggun nan menawan.

Chup

"Ya, aku disini menunggumu oppa"

Shock! Seluruh penghuni kantin membulatkan mata mereka dan sebagian ada yang memegangi dadanya.

Bagaimana tidak, sang pangeran kampus tengah di cium oleh seorang yeoja yang sama sekali tak mereka kenal.

namja manis bertubuh mungil itu mengalihkan kepalanya dari pandangan menyayat hati itu.

Meremas kedua tangannya mencoba mencoba mengabaikan rasa sakit yang mendera hatinya. Namun demi apa, hatinya bertambah ngilu.

Tanpa pikir panjang ia meninggalkan tempat tersebut dan memilih mengosongkan pikirannya terlebih dahulu.

Kyuhyun menoleh mendapati namja mungil itu telah berjalan atau lebih tepatnya berlari meninggalkan kantin.

"Lepaskan! Mau apa kau kesini?" tanya Kyuhyun dengan mencegat lengan Seohyun.

Yeoja itu dapat menangkap nada tak suka dari Kyuhyun.

"Wae? Aku ini tunanganmu" ucapnya dengan nada lantang, membuat seluruh penghuni kantin terkena penyakit jantung seketika.

Kyuhyun memejamkan matanya mendapati sikap bodoh Seohyun.

.

.

.

"Kau tidak boleh menangis min.. Kau- harus kuat. Kau itu namja! Namja tak boleh menangis" tangan terkepal itu memukul-mukul lututnya.

Dimanakah ia sekarang? Toilet. Namja bermuka polos itu sedang mengerutuki dirinya yang tadi dengan beraninya melarikan diri ditengah keramaian kantin.

Mengingat kebodohannya, ya kebodohanya mencintai namja terkeren di Kyuhyun.

Lelehan cairan bening itu menuruni pipi chubbynya dan menetes ketangan terkepalnya.

"Bodoh, mengapa aku menangis!" dengan kasar ia mengusap airmatanya dan dan membersihkanya kasar.

.

.

.

"Kenapa hari ini aku sial sekali!"

Dua namja tampan yang sedang duduk santai sambil salah satu memilah buku dan salah satunya lagi memainkan gadgetnya.

Menatap penuh tanya satu sama lain melihat tingkah magnae mereka yang tengah uring-uringan.

"Ada apa memangnya?" tanya Donghae tanpa mengalihkan pandangannya dari gadget miliknya.

"Pria culun itu membuatku sial dua kali"

Eunhyuk mengalihkan pandangannya.

"Siapa? Lee Sungmin maksudmu?"

"Yeah, siapa lagi"

"Hahahaaa... Lalu apa yang kau perbuat?"

"Aku membanting kacamatanya" ucap Kyuhyun cuek dengan mendudukkan pantatnya pada single sofa dirumah mewahnya.

"Mwo? Kau terlalu kejam Kyu" ucap Donghae menatapnya horor.

Sedangkan Eunhyuk hanya tertawa terbahak-bahak mendengarnya.

"Lalu dia bilang apa?"

"Dia tak mengatakan apa-apa, aku hanya melihat ia memerah. Mungkin ia menangis"

Mengingat beberapa waktu lalu saat berada di kantin membuatnya sedikit bersalah.

"Hahaaa... Ingin sekali aku melihatnya, pasti sangat manis" ucap Donghae dengan polosnya.

Kyuhyun terdiam.

.

.

.

To be continue

Big thanks for

Pinkyming, abilhikmah, anieJOYer, Cho Adah Joyers, ajeng kumala, Na love ming, PRISNA SPARKYU, Princess JOYELF137, Ndaa, dheninieMvp joyer, reiasia95, Kim Yong Neul, 5351, okaLiia Joy, Indahkyumin137, Ristinok137, chu, gyumin4ever, sissy

Mian kalo pendek, dan untuk chap selanjutnya mungkin rada lama dr biasanya. Soalnya sita mau UKK. Do'ain sita semoga bsa naik kelas ya amiiin. Mumumuuu...;*