Yaa~~! Chapter 3 HERE hohoho.

Gomen, kalo ceritanya aneh atau gimana, maklum ini fic pertama saya n_n

Sekarang balesan untuk yang sudah review, makasih banyak yang udah read or review!

-69byakuchan69-: maaf klo kpendekan -_- abisnya ga tau klo pendek gimana panjang gimana hehe masih baru sih. Gomen

Black-Cat-Yoruichi: waaah~~ terimakasiiih banyak yoruichi-san! :3

HinamoriMomo1909: hehe makasih momo-chan. Hitsuhina fans juga? Saya juga suka fic momo-chan yg My Promise Will Never Change, bagus banget :)

Orange Brush: wah, bagus juga idenya! Hahaha *dihajar momo*

Happy Read Chapter 3!

The Best Gift For You

Chapter 3

Kembang api yang sangat indah, bertuliskan 'Happy Birthday Momo' menghiasi langit. Juga hiasan-hiasan lainnya yang semakin membuat malam di kota Karakura begitu cantik. Momo terkejut, rasa bahagia bercampur haru semua menyatu dalam dirinya saat ini. Perbuatan siapa ini sebenarnya?

"Beruntung sekali dirimu, Momo-chan. Bisa mendapatkan hadiah ulang tahun seindah ini menjelang berakhirnya hari ini."

Rukia yang seakan sudah tahu siapa yang membuat semua ini dan apa yang sebenarnya yang terjadi, mucul dan berkata seperti itu pada Momo. Di belakangnya sudah ada Ichigo, Chad, Orihime dan Uryuu. Serta Urahara Kisuke dan Yoruichi Shihoin.

"Rukia-san! Apa yang sebenarnya terjadi? Apa kalian yang membuat ini semua?" tanya Momo penuh rasa penasaran.

"Tidak, tidak. Kami hanya membantu sedikit saja. Yang membuat semua ini adalah...."

Dari belakang muncul seseorang yang sudah sangat ia kenal, sudah lama ia bersamanya, sudah lama ia mengenalnya, sudah lama pula hubungan mereka berjalan dengan sangat baik.

"Happy birthday, Momo. Ma-maaf aku telat mengucapkannya." nafasnya terengah-engah. Sepertinya dia sangat lelah. Ya, dialah Hitsugaya Toushirou.

"Shiro-chan?? A-apakah ini semua kau yang membuatnya?" Momo berlari mendekati Toushirou.

"A-apakah hadiah ini cukup untuk membalas kesalahanku?"

"Ini sudah lebih dari cukup Shiro-chan. Terima kasih, terima kasih banyak Shiro-chan!" Momo menoba menahan tubuh Toushirou yang sangat lelah. Ia menyentuh kening Toushirou dan ternyata...

"Shiro-chan! Badanmu panas sekali, apa saja yang lakukan sejak tadi pagi?"

"I-ini bukan apa-apa kalau aku bisa mamberi hadiah terbaik untukmu, Momo." Toushirou memejamkan matanya..

"Shiro-chan! Bangun! Apa yang terjadi padamu? Shiro-chan?!" Momo mencoba membuat Toushirou sadar. Yang lainnya pun sudah mengelilingi mereka.

"Kurosaki-san, apa yang sebenarnya yang sudah dilakukan Shiro-chan hingga ia seperti ini?" tanya Momo.

"Setelah kami semua pulang dari pesta ulang tahunmu, ia meminta bantuan kami semua untuk mempersiapkan semua ini yang mustahil untuk dilakukan dalam satu hari saja. Tapi, Toushirou terus mendesak dan akhirnya kami membantu. Tapi hampir 65% nya Toushirou yang mengerjakan sendiri." Jawab Ichigo.

"Bahkan pada saat meminta bantuan kami, ia kelihatan cukup lelah. Karena alasan itu kami sempat menolaknya. Tapi ia tetap bersikeras untuk mempersembahkan ini semua, hanya untukmu Momo-chan..." tambah Rukia

Momo mulai menitikkan air mata. Kenapa? Kenapa ia sampai melakukan ini semua hanya untukku?

"Sekarang cepat kita bawa Hitsugaya-san ke rumah Kurosaki!" usul Uryuu.

Tanpa buang waktu lagi, mereka berangkat ke klinik Kurosaki. Sesampainya disana, Isshin Kurosaki dengan cepatnya memeriksa keadaan Toushirou. Momo terus berdoa dan menangis. Ia harap Toushirou tidak apa-apa.

1 jam telah berlalu dan Isshin memberi tahu keadaan Toushirou sekarang.

"Ia mengalami demam yang sangat tinggi. Butuh waktu yang lama untuk sembuh total. Oh ya, jangan menjenguknya sekarang. Kira-kira 2 atau 3 jam lagi kalian boleh melihat keadaannya." jelas Isshin.

"Baiklah kalau begitu kami akan melihat kedaannya besok. Kami pulang dulu, Kurosaki." Uryuu dan yang lainnya pulang ke rumah.

"Oh ya, Momo-chan. Sejak tadi Hitsugaya-san mengiggau memanggil namamu, Momo Hinamori." Tambah Isshin.

Momo kaget, dan ia memutuskan untuk menginap di rumah Ichigo sampai Toushiro sadar. 2 jam kemudian Momo meminta izin pada Isshin.

"Emm, Isshin-san apa sekarang aku boleh menunggu Shiro-chan di kamarnya?" tanya Momo.

"Yah kalau sekarang boleh saja. Tolong jaga dia ya, Momo-chan"

"Baiklah, terima kasih banyak."

"Nggh. Di mana ini? Kenapa aku bisa tertidur di tempat seperti ini?"

Toushirou sadar dari tidur panjangnya selama ratusan tahun *di shikai toushirou (tidaaaaak!!)* maksud author selama satu hari! Dan ia melihat seseorang tengah tidur di sofa yang tak jauh dari tempat tidurnya sekarang. Terlihat jelas kalau orang itu menunggui Toushirou semalaman. Tak lama, orang itu pun bangun dari tidurnya dan terkejut melihat Toushirou yang sudah sadarkan diri.

"Shiro-chan! Kau sudah sadar? Kau tidak apa-apa kan Shiro-chan? Apa kau masih demam? Apa kau merasa pusing?" sejuta pertanyaan langsung dilemparkan begitu saja oleh Momo.

"Kalau bertanya satu-satu dong. Aku kan tidak bisa langsung menjawab semuanya begitu saja dalam keadaan seperti ini."

"Ah, go-gomen Shiro-chan. Gomen.." dengan wajah sedih campur khawatir Momo meminta maaf berkali-kali. Akhirnya ia sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.

"Hei, kenapa kau menangis? Apa perkataanku terlalu kejam untukmu?" tanya Toushirou dengan perasaan cemas.

"Ti-tidak. A-aku hanya sangat senang. Sekarang kau sudah sadar, aku kira kau akan..." sebelum menyelesaikan kata-katanya itu, Toushirou menutup mulut Momo dengan tangannya.

"Ssht, jangan berkata seperti itu. Sudah kubilang kan, aku akan terus melindungimu. Aku tidak akan segan membunuh orang yang akan melukaimu. Mana mungkin aku mengingkari janjiku hanya dengan mati konyol seperti itu?"

"I-iya, gomen Shiro-chan dan...terima kasih banyak."