Disclaimer: |Masashi Kishimoto|
Kalau aku yang punya, namanya bukan Naruto, tapi Nyai Dasimah
Cast:
|Uzumaki Naruto|
|Uchiha Sasuke|
|Uchiha Itachi|
|Other cast|
Author:
|doRKy aNgeL's aka Mei|
Rating:
Untuk keamanan, pasti aku beri M… so… Underage don't read this
WARNING: Explisit sex, rape, angst dan masih banyak lagi. Don't like don't read it. Warning was implosed that this fanfic had explicit sex, rape and Yaoi material
---oo000oo---
Kisah Sebelumnya:
"J-jangan menciumku…"
"Memangnya siapa yang memutuskan? Akulah yang berkuasa!"
"S-SASUKE!!!"
"Naruto! Ada apa!?"
"…gasp… Sakit… Perutku sakit sekali… Huu…"
"Secara kasus yang saya lihat sebelum-sebelumnya, ia mengalami Iskemik. Tapi setelah diteliti lebih lanjut,ia tidak mengalami hal Iskemik, Appendicitisataupun Hepatitis. Secara garis besar, mungkin ia mengalami Irritable Bowel Syndrome (IBS)."
"Jangan besar kepala… Setelah ini aku nggak akan menjamin tentang apa yang terjadi berikutnya padamu…"
"Soreha yoi… *smiles watashi no gawa noaru kagiri, watashi wa sonzoku suraru…"
---oo000oo---
CHAPTER 2: I Remember You
Kaze
wa mou tsumetai keredo
Natsukashii sora no nioi ga shitan da
Hoomu
kara umi ga mieru
Kono basho de kimi wo sagashiteru
Kisetsu
hazure no saafuboodo ni
Ano natsu wa kitto ikiteru
Taiyou
wa zutto oboete ita hazu sa
Nee kikoeteru?
Namida
wa misenai tte kimi wa sou itte
Bokutachi wa futari te wo
futta
Sayonara wa iwanai dakara te wo futta
Yuuyake ni kieta I
remember you
Sabita
gitaa kakaeru tabi ni
Ano uta ga mune no oku wo tsukamu kedo
Ima
mo mada saenai hibi
Kono basho de boku wa sugoshiteru
Dakedo
omoun da dareka no tame ni
Kitto bokura wa ikiteru
Taiyou
ga kitto oshiete kuretan da
Nee kikoeteru?
Namida
wa misenai tte kimi wa sou itte
Bokutachi wa futari te wo
futta
Sayonara wa iwanai dakara te wo futta
Yuuyake ni kieta I
remember you
Are
kara no boku wa aikawarazu dakedo
Hon no sukoshi jishin ga arun da
yeah...
Namida
wo koraeteru yakusoku dakara
Dare yori mo tsuyoku
naranakucha
Sayonara wa iranai datte me wo tojite
Sugu ni aeru
I remember you
-YUI [I Remember You]
SASUKE POV
Who
are you living for?
Aku mengendarai mobilku dan melesat menuju rumahku sesekali kupandangi wajah tidur wajah cantik disebelahku. Mata Sapphire-nya tertutup. Rambut pirangnya sedikit mencuat. Bibirnya terbuka sedikit. Dadanya naik turun menandakan bahwa ia masih hidup.
"Sasuke… Jangan terus memandangiku seperti itu…" Naruto mengejutkanku
"Tidak… Tidak apa 'kan??" kataku sambil sedikit tertunduk karena aku yakin wajahku memerah saat ini
"Tidak apa… Sasuke… Boleh aku bertanya?" Naruto memandangku. Aku mengangguk menandakan silehkan-kau-boleh-bertanya-apa-saja
"Didalam hidup ini, untuk apa kau bertahan hidup?" Naruto melemparkan pandangannya keluar jendela
"Kenapa kau menanyakan itu?" kataku sambil terus focus menyetir
"Tidak… Hanya ingin tahu…" katanya lalu menatap mata Onyx-ku
"Lalu… Kalau pertanyaan itu aku arahkan, apa yang akan kamu jawab?"
"Hm… Aku hidup ya… Aku selalu hidup untuk menolong ayahku. Aku tidak mau melihatnya menangis. Aku selalu mencoba tegar. Walaupun aku mungkin menangis. Pernah suatu hari aku menangis, tertunduk dalam perjalanan pulang. Aku dijahili teman sekelasku. Katanya aku ini anak haram. Selalu begitu. Walaupun aku selalu dekat dengan keputusasaan. Aku tidak bisa berkata apa-apa saat itu... tapi setiap kali aku memikirkan ayah yang akan sedih, aku mulai semangat kembali. Karena itu, aku akan selalu hidup untuk ayah…" katanya sambil tersenyum
"Untuk ayah… Untuk ayah…"
Apakah aku bisa seperti itu? Hidup untuk ayah dan Itachi-niisan? Bisakah aku? Hidup untuk ayah yang selalu memikirkan kekuasaan dan royaliti? Hidup untuk niisan yang selalu memikirkan statusnya dan selalu mengagung-agungkan dirinya? Bisakah aku hidup untuk orang-orang yang seperti itu?
"… Sasuke? Kau melamun??" tanyanya menghamburkan lamunanku
"A-ah… tidak… Bersiaplah… Sebentar lagi kita sampai…" Naruto mengangguk
As you spend these gloomy days
Seminggu setelah Naruto kembali, niisan melakukan hal-hal seperti biasanya. Bahkan kali ini lebih kejam. Ia sering sekali menendang bagian perut Naruto. Aku tidak bisa melakukan apapun. Setelah niisan puas, ia akan meninggalkan Naruto terbaring kesakitan disudut kamar.
"Naruto…" aku berjalan mendekatinya
"Saat aku berjalan, aku mengambil jalan pintas dengan menyeberangi taman. Aku sudah tahu ..."
"Naruto…" aku menyentuh bahunya, mambalik badannya dan menatap wajahnya. Mata birunya mengeluarkan air mata dengan banyak kesedihan
"…Bayangan membentang di atas tanah Bahkan aku tidak tahu bagaimana bentuk kebahagiaan. "Kita akan selalu bersama" Itu yang kau bilang ... "Bahkan ketika ada cinta, selalu ada Kesedihan di dekatnya, bersembunyi " kamu tertawa saat kamu berbicara."
"Naruto…" aku memeluknya sangat erat saat ia menyanyikan lagi itu. Apakah ini yang ia lakukan untuk menghabiskan hari-hari suramnya?
You said you wouldn't
show tears
And we waved to each other
We didn't say goodbye
so we waved
And you disappeared into the sunset, I remember you
"Sasuke, mengapa Itachi terlihat sangat membenciku?" tanyanya disela tangisnya
"Aku juga tidak tahu, Naruto…" jawabku lalu memeluknya
"Aku… Aku… Bisakah membuat Itachi tidak membenciku…?"
"Naruto…" aku memeluknya. Aku merasakan cairan hangat keluar dari kedua mata onyx-ku
"Sasuke, mengapa kau menangis?" tanyanya yang mulai terdiam dan menghapus air mataku
"Karena kau menangis…" jawabku singkat dan membenamkan kepalaku didadanya
"Jangan menangis… Aku tidak suka seseorang menangis karenaku…" katanya sambil tersenyum
"Naruto… Berjanji…"
"Eh? Apa kau bilang?" tanyanya sambil menaikkan satu alisnya
"Berjanjilah padaku… Jangan menangis… Jangan menangis lagi… Jangan memperlihatkan betapa rapuhnya dirimu…" kataku sambil terus memeluk dirinya. Ia menatapku dengan pandangan teduhnya. Matanya yang berwarna biru sangat indah saat terkena sinar senja sang mentari. Seperti laut senja saat ini.
"Aku berjanji… Aku tidak akan menangis… Tidak akan pernah sekalipun… walau siapapun membuatku sedih, aku akan terus bertahan… Aku berjanji… Dan aku akan selalu mengingatmu…"
Itu adalah janjinya padaku. Aku melepaskan rantainya dan menggendongnya. Membawanya ke dalam kamarku. Aku memeluknya dengan sangat erat. Dibawah matahari terbenam, kami berjanji tidak akan pernah menujukkan air mata. Dan dibawah matahari terbenam kami memadu kasih.
LEMON MODE ON ^.^
Notice: Not for Underage. If you don't like don't read it!
"Shhh… Sasuke…" Naruto terdengar sedikit mendesah memanggil namaku. Aku mencium bibir merahnya. Kumasuki setiap lorongnya melalui penjelajahan lidah. Beberapa saat kemudian, saliva mulai keluar.
"Naruto…" aku memanggil namanya dan mulai mencium lehernya. Menggigitnya kecil, membuat 'kiss-mark" sebagai tanda dia hanya milikku seorang.
"Sasuke… Uuh…" dia mendesah sebagai tanda bahwa ia menikmatinya. Aku mulai membuka kemejanya dan melihat kedua nipplenya yang memerah
"Apa yang kau pikirkan, Naruto? Apakah tentang 'apa yang akan aku lakukan selanjutnya'?" kataku sambilmenciumi lehernya
"T-tidak… Tidak ada…"
"Kau sangat seksi, Naruto… Suara desahanmu membuatku gila…"
"T-tidak… Aku tidak memikirkan apapun… AAKHH!" ia terkejut saat aku menyentuh nipple-nya yang merah
"Bohong… Kamu sudah mulai mengeras disini…" kataku sambit terus mencibit kecil nipple-nya
"A-AH! Jangan! Sakit!" teriaknya tercekat
"Berfantasi tentang jari-jariku yang mulai memasuki lubang kecilmu? Lalu memijat 'barang'-mu hingga kau klimaks?" kataku sambil mengigit lehernya dan membuatnya bergidik sedikit.
"nn-HYAAA!" teriaknya dengan nada yang menggoda telinga dan nafsuku saat aku memainkan jariku dilubangnya
"Kenapa? Merasa tergoda?" ia mengangguk
"HYAAA!" Naruto mendesah saat aku memasukkan satu jariku dilubangnya.
"Milikku ku benar-benar besar, sehingga kita harus membuat 'hal-kecil-yang-lucu' ini terbiasa dengan milikku yang besar. Dan dapat membuat jalan keluar. Seperti ini, keluar dan masuk. Berulang-ulang. Aku akan mendorong semua jalan di dalam dirimu. Huh? Sudah mulai mencapai klimaks?" kataku menggodanya. Ini mulai sangat seksi…
"S-sasu… Jangan menggodaku seperti itu… NNYAAHHH~ …" suaranya sangat-sangat menggoda imanku
"Ah~ lihat ini… Kau sangat menyukainya ataukah jariku harus keluar dari 'lubang kecilmu'?"
"O-oh… tapi…"
"Oh… Apakah kita masih di tahap 'persiapan'?"
"Ah~ AKU TIDAK MENGATAKAN UNTUK BERHENTI… Lakukan… Lakukan seperti fantasiku…" kata Naruto mulai tak sabar
"Ah… Ya… Lakukan seperti itu, Sasuke…"
"Aku mengerti. Jari-jariku tidak bisa membuatmu puas, bukan?"
"Nyaahh!! Sasuke… Benar… Jarimu tidak cukup, aku tidak puas… Cepat…"
"Cepat apa, Naruto-hime?"
"Cepat masukkan 'barang'-mu ke dalam…" katanya. Kali ini jari-jarinya bertindak melebarkan jalan masuk
"Baiklah kalau itu yang kau mau…" kataku kemudian membuka baju dan celana panjangku lalu mengeluarkan barangku dan mendekatkannya kearah lubangnya.
"S-Sasuke…" katanya sedikit mendesah
"A-ah… Masukkan lebih dalam… akh…"
"Ugh… Kau sangat sempit, Naruto-hime…" kataku sambil memejamkan mataku. Dan sekali hentakkan, kudorong dengan kuat agar masuk dengan cepat.
"AKH!!! T-Tuhan… O-Ooh…" matanya terbelalak. Sepertinya ia sangat terkejut dengan tindakanku yang barusan.
"Keras… Milikmu sangat keras, Sasuke… Aku merasa seperti ada sebuah batu yang menghantam dinding-dinding ususku…" katanya. Matanya sedikit berair menandakan bahwa ia kesakitan
"S-Sasuke… T-tunggu… D-disana uuntuk beberapa m-menit, ok? J-jangan bergerak dulu…" katanya sambil terbata. Dan disetiap kata, ia menyempitkan lubangnya dan itu membuatku gila.
"J-Jangan bergerak... Se-Sedikitpun…" katanya. Aku mengerti, jika aku mulai mendorong dia mungkin akan mati karena ini. Tapi aku sudah terlanjur mabuk olehnya. Aku sudah tidak tahan lagi.
"A-AH TUNGGU… B-BERHENTI! AKU BILANG TUNGGU DAN BERHENTI! NYAAAHHH!!!" teriaknya ketika aku mulai memaju-mundurkan pantatku
"A-aku bilang berhenti, bukan? Kamu memang brengsek… Sasuke Oh… Oh… Aahhh~…" katanya yang aku yakin itu adalah desahan
"Bukankah kau menyukai 'si brengsek' ini, Naru-hime…?" aku menggodanya lagi dan terus memompa dengan cepat dan dalam
"BERHENTI! BERHENTI! INI TERLALU DALAM! BERHENTI! PELAN SEDIKIT! SAKIT! SAKIT!" teriaknya
"A-AH~ …"
"ah… Ternyata ada disana…" kataku ketika aku mengetahui titik dimana Naruto benar-benar menjadi terangsang karenanya
"HENTIKAN! HENTIKAN! SAKIT!" katanya lagi
"Ini tidak sakit, benar? Kau menyukainya…"
"Disana… Ya… Disana! Dorong dengan kuat! A-Ah!!!"
"N-Naruto!!!"
"AKU DATANG! AKU DATANG! AKU DATANG!!"
"N-Naruto…" aku memanggil namanya untuk yang terakhir saat aku mengeluarkan sperma-ku di rektumnya. Aku menembakkan lebih dari 6 kali di dalam sana.
"S-Sasuke… nyaahhh …" teriaknya saat ia menyemburkan spermanya antara dadanya dan perutku. Aku terjatuh lemas didadanya.
"S-sasuke… Ya… Aku bisa merasakannya… Benihmu menyebar diseluruh tubuhku…" katanya disela nafasnya
"Tidak apakah aku mengeluarkannya disana?"
"Ya… tidak apa… Karena aku sudah sepenuhnya milikmu sejak awal…" katanya lalu mencium bibirku.
"Bolehkan aku keluarkan sekarang?" kataku pada Naruto
"Ya… Perlahan…" jawab Naruto. Aku mengeluarkan 'barang'-ku dengan perlahan. Kulihat Naruto meringis menahan sakit sesekali ia memegang perutnya yang sedikit membiru.
"Naruto… Biarkan didalam saja? Aku tidak tahan melihatmu seperti ini…" kataku lalu menatap mata sapphire-nya
"Keluarkan saja… Aku akan menahannya…" Naruto tersenyum sambil sedikit meringis
"Tahan ya… Aku akan menariknya dalam satu tarikan agar tidak sakit berkepanjangan…" kataku. Naruto mengangguk dan mempersiapkan dirinya.
"Siap? Aku mulai."
"NYAAHHH!!!" teriaknya saat aku menarik dengan sangat cepat. Sperma dan darah keluar dari sana saat aku berhasil mengeluarkannya dari lubang Naruto. Naruto akhirnya menangis karena tidak tahan. Aku memeluknya dengan sangat erat.
"Jangan lupakan ini, Naruto…" kataku sambil berbisik. Ia hanya mengangguk. Dan mulai memejamkan matanya.
"Tidurlah… Tidurlah yang nyenyak… Naruto…" kataku sambil memejamkan mataku. Akhirnya kami tertidur karena kelelahan.
NORMAL POV
Sasuke dan Naruto tertidur pulas. Mereka tidak menyadari seseorang mengawasi gerak-gerik mereka. Mengamati mereka dengan pandangan cemburu dan iri. Dan ndari pandangannya, terbesit suatu rencana. Rencana licik untuk memisahkan mereka berdua
TBC…………………….
REVIEW PLEASEEEEE!!!!!!!!!!!!!
For Review
Thanks ya udah baca panpik gw… review pleaseeee…
