Taeyong terus berlari sambil sesekali menengok kebelakangnya, memastikan apakah ia dikejar atau tidak. Setelah merasa bahwa dirinya aman, ia segera memelankan langkahnya sebelum berhenti untuk mengambil napas. Keringat bercucuran di sekitar pelipis dan wajahnya, tubuhnya membungkuk sambil memegangi lututnya, air matanya mulai berlomba-lomba keluar dari mata indahnya. Tak lama suara isakkan pun terdengar.

"aku ingin pulang.. hiks."

Lelaki manis itu terus menggumam sambil menangis, tubuhnya ia jatuhkan keatas tanah. Taeyong tidak kuat lagi, kakinya sudah mati rasa. Tubuhnya bergetar hebat saat mendengar suara itu lagi.

SRAK

Ya Tuhan, Taeyong benar-benar pasrah sekarang. Tubuhnya benar-benar tidak bisa bergerak lagi. Kemudian matanya membulat melihat seekor serigala besar berbulu abu-abu. Ia beringsut mundur saat dirasanya serigala itu berjalan mendekat kearahnya

GGRRR

Tidak.. itu bukan Jaehyun. Ia sangat ingat warna dan besar tubuh Jaehyun. Serigala dihadapannya ini ukurannya lebih kecil daripada tubuh serigala Jaehyun. Ia terus menyeret tubuhnya mundur, air matanya mengalir semakin deras. Ia menutup matanya, dalam hati ia meminta maaf kepada ayah ibu dan kakak perempuannya, juga kepada teman-temannya. Dan tak lupa ia juga meminta maaf pada Jaehyun, ia sungguh menyesal karena tidak mendengarkan ucapan lelaki itu. Saat ini ia sudah diambang kematiannya, serigala itu sudah berada tepat didepannya, siap mengoyak dan memakan tubuhnya.

...'selamat tinggal.'

BRUKK

.

.

.

Running 2 U

Pairing:

Jung Jaehyun x Lee Taeyong

And other members

Warning: Boys Love, Fantasy, Werewolf fiction, typo(s) everywhere, tidak sesuai EYD, OOC!

.

.

.

"Bagaimana?"

Doyoung dan Ten segera berdiri saat teman-temannya kembali. Ia menggigit bibirnya, firasatnya buruk. Dan benar saja, Johnny menggelengkan kepalanya lemas. Tubuhnya ambruk begitu saja jika Ten dan Taeil tidak menahannya.

"Kenapa kalian tidak bisa menemukannya?! Astaga sahabatku yang malang. Taeyong.. hiks." Lelaki kelinci itu kembali histeris. "ini semua salahku. Ini semua salah kita!" sambungnya. Kepalanya pusing, ia tidak tau lagi bagaimana caranya agar sahabatnya itu ditemukan dalam keadaan baik-baik saja ditengah hutan seperti ini.

"Apa kita harus melapor polisi?" ujar Ten. Mereka semua terdiam, berpikir. Namun setelahnya Ten menggeleng tidak setuju, "tidak-tidak. Kalau kita lapor polisi otomatis orang tua Taeyong hyung akan tau. Dan bagaimana jika orang tua Taeyong hyung meminta pertanggung jawaban kita?!"

Yuta tidak setuju dengan ucapan temannya itu, "aku tidak peduli, aku tidak peduli jika orang tua Taeyong nantinya akan memasukkan aku ke dalam penjara. Ini salahku, salah kita semua karena lengah menjaga Taeyong! Tapi sebelum itu, aku harus menemukan Taeyong. Hidupku tidak akan tenang jika Taeyong belum ditemukan!"

"Jangan gila, Yuta hyung! Ini bukan sepenuhnya salah kita. Pokoknya kita harus bisa menemukan Taeyong hyung, waktu kita masih 2 hari lagi."

"Tidak bis—"

"HENTIKAN!" Johnny berteriak, membuat kedua orang yang sedang berdebat itu menghentikan ucapannya, "ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat! Begini saja, kita masih akan mencari Taeyong sampai 2 hari kedepan. Jika dia masih belum bisa kita temukan dengan amat terpaksa kita harus jujur kepada keluarga Taeyong dan melaporkannya kepada polisi. Semakin banyak bantuan semakin cepat pula Taeyong ditemukan. Kalian mengerti?"

Semua hanya mengangguk kaku. Doyoung masih menangis, ia bersikeras tidak mau pulang sebelum sahabatnya ditemukan. Untungnya lelaki kelinci itu segera mengerti ketika kekasih dan teman-temannya mencoba memberi pengertian untuknya. Malam ini mereka bergegas untuk istirahat, besok pagi mereka semua termasuk Doyoung dan Ten akan mencari Taeyong lagi. Doyong melihat menyalakan ponselnya, disana tertera foto dirinya dan Taeyong yang sedang tersenyum sambil menunjukan 'v sign' andalan mereka. Air mata Doyoun lagi-lagi meluncur tanpa sadar. 'seandainya disini ada sinyal.. seandainya mereka tidak ke hutan.'

.

.

.

Running 2 U

Taeyong menatap makanan dihadapannya dengan tidak berselera. Yaiyalah, bagaimana mau berselera jika makanannya adalah daging rusa mentah dan masih terdapat banyak darahnya! Taeyong mendengus antara miris dan merutuki kebodohan serigala itu. taeyong itu manusia asli, bukan setengah manusia setengah serigala! Masa dirinya dikasih makan makanan seperti ini? Yang benar saja!

Setelah insiden Jaehyun mencium bibir Taeyong dan pernyataan telak dari sang werewolf, Jaehyun berkata jika dirinya tidak akan melepaskan Taeyong, walapun ia menangis meraung-raung dan memohon kepada werewolf itu. Taeyong tidak tau lagi harus bagaimana, ia terus berpikir untuk menemukan jalan keluar dan itu membuat dirinya lapar. Kemudian dengan pengertian Jaehyun bilang ia akan membawakan makanan untuk Taeyong. Dan sekarang apa yang Taeyong dapat? Taeyong tertawa mengasihani hidupnya yang berubah 360 derajat.

"Kenapa? Kau tidak suka?"

Taeyong menggeleng, ia menunduk tidak berani menatap Jaehyun yang sedang berdiri didepannya dengan wajah datarnya sambil menyilangkan kedua tanganya. Ia terus berpikir, dan tak lama ia mendapatkan ide.

Dengan ragu ia mengangkat kepalanya dan menatap Jaehyun dengan pandangan memelas, bibir bawahnya ia gigit antara takut sekaligus gugup. Taeyong menarik napasnya dalam-dalam dan sebelum mengeluarkan suaranya.

"Mmm begini, Jaehyun. Kau tau bukan jika manusia tidak memakan makanan seperti.. ini?" Taeyong mengecilkan suaranya diakhir kalimat saat merasa Jaehyun menyipitkan kedua matanya.

"Ahh," Jaehyun menganggukan kepalanya. "Jadi maksudmu, kau tidak bisa memakan daging ini?"

"B-bukan begitu!" Taeyong spontan menaikkan suaranya, saat sadar ia cepat-cepat menundukkan kepalanya lagi. "Maksudnya—aku bisa memakan daging ini, tapi tidak dalam keadaan mentah." Taeyong mengambil napasnya sebelum melanjutkan ucapannya, "jadi, bisakah aku memasak daging ini dulu?"

Jaehyun mengerutkan keningnya, lalu berjalan kearah tempat tidur dan duduk tepat disamping lelaki manis calon mate nya itu, "tapi kami tidak memiliki alat masak."

"Tidak masalah! Kau hanya cukup menyiapkan kayu bakar dan nyalakan api, sisanya biar aku yang urus."

Werewolf itu terlihat berpikir sejenak, sebelum kemudian menagnggukan kepala. Taeyong bersorak dalam hati, tak lupa ia menyunggingkan senyum manisnya membuat Jaehyun mau tidak mau ikut tersenyum juga. Ia pikir, Taeyong tersenyum senang karena sebentar lagi ia bisa memakan makanannya, padahal sebenarnya Taeyong punya maksud lain!

Jaehyun pergi keluar terlebih dahulu, sedangkan Taeyong akan menyusul saat apinya sudah siap. Sekarang ini ia sedang mondar-mandir didalam kamar memikirkan rencana kaburnya. Ia takut, tentu saja. Bagaimanapun juga ini adalah pengalaman yang tidak pernah ia duga didalam hidupnya, jadi ia harus benar-benar merencanakan rencananya dengan mulus tanpa harus ketahuan oleh komplotan Jaehyun.

Ia ingat, tadi saat Jaehyun bercerita ia berkata bahwa Haechan, salah satu temannya baru saja sadar dari maut karena terkena serang oleh serigala dari pack musuhnya. Dan itu mengharuskan Mark, lelaki yang pertama mengunjungi Taeyong sekaligus kekasih dari Haechan untuk menjaga kekasihnya. Itu berarti Mark dan Haechan tidak akan mengawasi Taeyong, kemungkinan hanya akan ada Jaehyun dan adiknya, Jeno yang berkeliaran disekitar Taeyong saat ini. Dan ia harus bisa mengelabui keduanya agar rencanya berjalan sesuai perkiraannya.

Akhirnya Tayong keluar dari kamarnya dan menyusul Jaehyun yang berada di halaman rumahnya. Untungnya rumah ini tidak memiliki pagar! Jadi sangat memudahkan dirinya untuk lari dari sini. Ia berjalan menghampiri lelaki yang sedang sibuk dengan api unggunnya, bisa ia liat punggung kekar milik Jaehyun, terlihat ada bekas memar dipunggung itu tapi itu tidak mengurangi kadar kesexyan Jaehyun. Astaga apa yang kau pikirkan, Lee Taeyong!

"Apakah sudah siap?"

Jaehyun menoleh, tepat dibelakangnya Taeyong sedang berdiri sambil membawa piring berisikan daging mentah. Ia tersenyum kecil betapa imutnya lelaki manis itu dengan wajah polosnya.

"Sudah, ada lagi yang kau butuhkan?"

"Bolehkah?" Taeyong bertanya ragu, dan werewolf itu mengangguk sambil tersenyum kecil. "aku butuh beberapa kayu kecil untuk menusuk daging ini. Dan hmm, apakah kau memiliki kertas atau semacamnya?"

"Sebentar, biar aku carikan. Sekalian aku akan memanggil adikku untuk menemanimu disini."

"Tidak—Maksudku aku tidak perlu ditemani. Carilah berdua dengan adikmu agar lebih cepat karena aku sudah amat sangat lapar. Aku mohon." Taeyong mengeluarkan jurus aegyo nya agar werewolf itu luluh. Dan benar saja, seolah tersihir dengan mudahnya Jaehyun mengangguk lalu melesat pergi meninggalkan dirinya sendiri. Taeyong tersenyum puas, ia menunggu selama 5menit, memastikan apakah Jaehyun dan adiknya sudah benar-benar pergi atau belum.

"Mereka sudah pergi." Gumamnya. Dengan cepat ia menaruh daging itu di bawah dan segera berlari ke dalam hutan.

..

Jaehyun dan adiknya Jeno saat ini sedang mencari pesanan lelaki manis berambut pink itu dibelakang rumahnya. Sebenarnya ia sedikit bingung, bukannya Taeyong itu penakut? Tapi kenapa manusia itu tidak mau ditemani? Namun memang dasarnya Jaehyun yang tidak peduli ia membiarkannya begitu saja tanpa berpikir panjang.

Butuh waktu 10 menit untuk menemukan barang yang dibutuhkan Taeyong. Mereka segera kembali ke halaman depan dengan santai.

"Taeyong aku sudah—"

Wereeolf itu berdiri mematung didepan pintu, mata tajamnya melihat ke sekelilingnya mencari keadaan lelaki manisnya. Namun nihil, tidak ada siapapun disana. Hanya ada makanan Taeyong diatas tanah yang dibiarkan begitu saja.

"Ada apa hyung?" tanya Jeno yang baru saja sampai dihalaman depan. Ia bingung melihat kakaknya hanya berdiri kaku didepan pintu.

Jaehyun menggeram, ia mengepalkan tanganya. Tidak, Taeyong tidak boleh pergi! Ia menoleh kearah Jeno yang menatapnya dengan pandangan bingung, "Jeno, ikuti aku." setelah mengatakan itu Jaehyun langsung berubah ke wujud serigalanya dan segera berlari de dalam hutan. Jeno yang melihat kakaknya sudah berubah akhirnya mau tidak mau juga berubah dan mengikuti jejak kakaknya.

Serigala berbulu cokelat itu terus berlari ke dalam hutan, ia bisa mencium aroma Taeyong jadi tidak akan susah menemukannya. Jaehyun mempercepat larinya disaat ia bisa mencium aroma lain selain Taeyong.

Saat ia hampir dekat, aroma itu semakin tercium. Ia tau benar milik siapa aroma ini. Sial, Taeyongnya dalam bahaya! Ia mengehentikan langkahnya ketika melihat Taeyong tengah menangis dan didepannya ada seekor serigala yang siap menikamnya. Sial dua kali! Tanpa aba-aba Jaehyun segera berlari kearah serigala itu dan menubruknya.

BRUKK

Tanpa berpikir 2 kali Jaehyun segera menggigit leher serigala itu. tak mau kalah, serigala berbulu abu-abu berbalik menyerang Jaehyun. Ia mencakar perut Jaehyun, membuat serigala berbulu cokelat itu terjatuh. Ketika serigala itu hendak menyerang Jaehyun, Jeno segera datang dan menyerang balik. Jaehyun yang melihat itu langsung bangun dan segera ikut menyerang serigala berbulu abu-abu itu.

AAAUUUW~

Jaehyun melolong. Dua lawan satu, tentu saja yang lebih banyak menang. Sebenarnya Jaehyun yang lebih banyak menyerang serigala itu, namun ada disaat-saat tertentu adiknya ikut menyerang disaat kakaknya sedang lengah. Sekarang keadaan serigala itu sangat mengenaskan, dengan perut yang terkoyak membuat darahnya mengalir deras dan beberapa isi tubuhnya berceceran keluar.

Nampaknya ada seseorang yang tidak terbiasa menyaksikan hal itu, Jaehyun mengalihkan pandanganya kearah lelaki yang sedang terduduk dengan pandangan kosong. Didekatinya Taeyong, saat sudah berada dihadapan lelaki manis itu, Jaehyun kembali merubah wujudnya menjadi manusia.

..

Taeyong terus berlari sambil sesekali menengok kebelakangnya, memastikan apakah ia dikejar atau tidak. Setelah merasa bahwa dirinya aman, ia segera memelankan langkahnya sebelum berhenti untuk mengambil napas. Keringat bercucuran di sekitar pelipis dan wajahnya, tubuhnya membungkuk sambil memegangi lututnya, air matanya mulai berlomba-lomba keluar dari mata indahnya. Tak lama suara isakkan pun terdengar.

"aku ingin pulang.. hiks."

Ia terus menangis, disatu sisi ia meangis karena senang bisa kabur dari sang werewolf. Tapi disisi lain ia juga bingung kemana lagi dirinya setelah ini? Tidak mungkin kan ia bisa langsung menemukan keadaan teman temannya? Hutan ini sangat luas, belum lagi jika nanti dirinya bertemu binantang buas lainnya. Ia lemas, sungguh yang diinginkannya saat ini ialah bertemu dengan teman-temannya, berharap saat ini mereka sedang mencari dirinya dan menemukanya sekarang seperti di drama-drama yang ia tonton. Tapi ini bukan drama! Ini adalah kehidupan nyata yang sangat pahit yang sedang menimpa hidupnya.

Taeyong menjatuhkan tubuhnya keatas tanah. Ia tidak kuat lagi, kakinya sudah mati rasa. Tubuhnya bergetar hebat saat mendengar suara itu lagi.

SRAK

Ya Tuhan, Taeyong benar-benar pasrah sekarang. Tubuhnya benar-benar tidak bisa bergerak lagi. Kemudian matanya membulat melihat seekor serigala besar berbulu abu-abu. Ia beringsut mundur saat dirasanya serigala itu berjalan mendekat kearahnya.

GGRRR

Serigala itu menggeram, dan dirinya tau bahwa itu bukanlah hal yang bagus. Ia sedikit menyesal karena sudah kabur dari Jaehyun padahal jelas-jelas werewolf itu sangat baik kepadanya, meskipun ia belum bisa memepercayainya sepenuhnya. Tapi kalau sudah seperti ini Taeyong hanya bisa berdoa dalam hati agar Jaehyun datang untuk menyelamatkannya walaupun ia harus kembali disekap oleh werewolf itu. setidaknya Taeyong bisa aman berada disana.

Serigala itu bukanlah Jaehyun. Ia sangat ingat warna dan besar tubuh Jaehyun. Serigala dihadapannya ini ukurannya lebih kecil daripada tubuh serigala Jaehyun. Ia terus menyeret tubuhnya mundur, air matanya mengalir semakin deras. Ia menutup matanya, dalam hati ia meminta maaf kepada ayah ibu dan kakak perempuannya, juga kepada teman-temannya. Dan tak lupa ia juga meminta maaf pada Jaehyun, ia sungguh menyesal karena tidak mendengarkan ucapan lelaki itu. Saat ini ia sudah diambang kematiannya, serigala itu sudah berada tepat didepannya, siap mengoyak dan memakan tubuhnya.

...'selamat tinggal.'

BRUKK

Taeyong segera membuka kedua matanya. Itu dia, serigala Jaehyun berada disana! Doanya dikabulkan oleh Tuhan. Berkali-kali ia mengucap syukir kepada Tuhan karena sudah mau mengabulkan doanya. Tetapi tak lama ia melihat pertarungan sengit itu, ia melihat bagaimana serigala Jaehyun menyerang musuhnya dengan ganas. Taeyong shock berat. Untuk menonton film bergenre thriller saja dirinya tidak berani. Dan saat ini dihadapannya adalah adegan yang amat sangat ditakuti olehnya. Tubuhnya semakin melemas. Ia tidak bisa berpikir apapun lagi karena semuanya terasa seperti mimpi buruk. Pandangannya menjadi kosong, pikiranya pun masih blank. Tak lama kesadarannya kembali saat dirasanya ada sebuah tangan hangat yang menyentuh permukaan wajahnya,

"Taeyong?" suara berat itu mengalun di telinganya, membuat pandangan Taeyong beralih kepada sosok lelaki dihadapannya ini. Matanya perlahan menghitam, sebelum kesadarannya menghilang ia sempat menggumamkan satu nama yang terus terngiang dipikirannya.

"Jae-hyun."

.

.

.

TBC

A/N: haaai, gimana chap 3 ini? Masih ada yg bingungkah? Kalo iya kalian bisa tanya oke?dan buat rated nanti bakal aku pindah ke M, but not now ya guise wkwkwk.

Mau jawab beberapa pertanyaan dulu biar kalian gakk bingung,

A: nanti jae yg ikut ke kota or tae yg stay di hutan?

Q: itu masih menjadi rahasia wkwk, tetep ikutin terus ff abal ini ya!

A: ty bakal berubah jadi serigala? Ff ini mpreg or not?

Q: ini juga gabisa aku spoiler hehe, pokoknya tetep tungguin kelanjutan ff ini ya! Mpreg? Yess bcs i really love mpreg muehehe.

A: manusia bisa berubah jadi werewolf kah?

Q: hehehehehe gak mau spoiler yg ini jugak:') btw terimakasih banyak udah suka sama ff abal ini:')

And big thanks to:

Jaeyong Princess 2, nomunini, Chao Guang Ru, Jaeyong Sweety, cottoncandgii, gitakanya, nunim, sffnnaaa07, yuta ikemen, Park RinHyun-Uchiha, Jilly Choi, LDHLTY151, Guest, maxchiatto.

Thanks to yg udah fav dan follow ff abal-abal ini, for last review please? Butuh sekali masukkan dari kaliannn! See y'all on next chap!