"Title :

Damn !! I'm Pregnant !!

Main cast :

- Park Chanyeol

- Byun Baekhyun (gs)

- Kim Taeyeon as Byun Taeyeon as Baekhyun Father (gs)

- Tiffany Hwang as Chanyeol Mother

- On going

Warning !!!

Untuk yang anti gs-gs club, boleh meninggalkan story ini pintu keluar ada di sebelah kiri hehehe

Biasakan menjadi pembaca pintar

Happy Reading ..

"Apa kabar?" sapa seorang dari balik layar laptop di pangkuanan Baekhyun.

Ya, sekarang ia sedang video call dengan seorang pria yang sangat ia rindukan.

"Aku baik. Kau sendiri apa kabar?" tanya Baekhyun dengan wajah masam. Ia memang merindukan si pria di hadapannya tapi saat ini ia sedang kesal padanya.

"Aku tidak baik." jawab si pria dengan wajah lesu.

"Kau sakit?" tanya Baekhyun khawatir, bagaimana pun marahnya ia tetap saja ia khawatir.

"Kkkk~ apa harus aku sakit dulu agar kau khawatir padaku,Baek." ucap pria itu .

Dia adalah kekasih yang sudah menjalin hubungan selama 4 tahun dengan Baekhyun.

"Kau menyebalkan." dengus Baekhyun kesal, walau sebenarnya ada kelegaan saat ia tau jika kekasihnya hanya sedang menggodanya.

"Maafkan aku akhir-akhir ini sibuk dan mengabaikanmu." ucap sang pria dengan wajah bersalah .

"Aku tau." ucap Baekhyun datar.

"Honey~" panggilnya lembut.

"Oke, oke aku memaafkanmu. Ck, tapi tetap saja kau menyebalkan, ppffttt~" bagaimana pun kesalnya Baekhyun tetap saja ia tak bisa marah pada kekasih yang sudah di kencani nya selama 4 tahun nya itu.

Baekhyun sangat kesal karna akhir-akhir ini kekasihnya selalu mengabaikannya, seolah melupakan Baekhyun, padahal mereka hanya bisa saling bertemu lewat video call itu pun saat malam hari karna perbedaan waktu yang harus mereka alami. Serta kendala jarak Korea-Kanada.

Baekhyun bisa saja mencari kekasih yang satu negara atau bahkan satu kampus dengan nya mengingat kecantikan wajahnya banyak di gandrungi pria sejak ia Senior High School, akan sangat mudah untuknya mendapatkan pria dalam model apapun. Tapi ia sudah terlanjur menjatuhkan hati pada pria di layar laptopnya ini.

Dia adalah Oh Sehun pria keturunan Korea-Prancis-Kanada yang telah menaklukan hati seorang Byun Baekhyun.

Baekhyun tidak tau mengapa ia menyukai pria di hadapannya ini, mengingat kebersamaan mereka yang tak intens, sejak ia berkencan 4 tahun lalu, mereka baru 4 kali berkencan itu pun saat pria itu masih tinggal di Korea 4 tahun lalu.

Sehun memang sempat tinggal di Korea sampai akhirnya ia harus ikut orang tuannya tinggal di Kanada sampai sekarang. Bahkan setelah tinggal di sana Sehun tak pernah sekali pun kembali ke Korea, untuk sekedar bertemu Baekhyun pun Sehun tak pernah lakukan.

Walau begitu Baekhyun masih setia pada pria itu, karna Sehun adalah pria pertama yang berani menyatakan cintanya secara langsung pada Baekhyun saat itu. Itulah mungkin mengapa Baekhyun menyukai pria itu.

E)(O

"Baek, apa kau sudah tidur?" tanya Chanyeol dari balik pintu kamar Baekhyun.

"Belum Oppa." jawab Baekhyun.

Ia baru saja selesai video call bersama Sehun setelah 1 jam mereka mengobrol, Sehun yang memutuskan sambungan lebih dulu karna ia harus masuk kelasnya, mau tak mau Baekhyun harus terima walau pun ia masih sangat merindukan kekasihnya itu karna sudah 1 minggu mereka tak video call melepas rindu.

"Boleh aku masuk?" tanya Chanyeol lagi.

"Masuklah." jawab Baekhyun yang sekarang sudah duduk sambil bersandar di kepala kasurnya. Dengan segelas susu di tangannya Chanyeol masuk kedalam kamar Baekhyun.

"Kau tadi bicara dengan siapa?" tanya Chanyeol yang sudah duduk di kasur Baekhyun, berhadapan dengan adiknya itu sambil memberikan susu hangat yang ia bawa untuk Baekhyun.

"Ah itu, dengan Xiumin, Oppa." dusta Baekhyun. Entah mengapa ia justru berdusta.

"Benarkah? Apa dia seorang pria? Suaranya terdengar seperti pria?" tanya Chanyeol bingung.

"Ah kau salah dengar pasti." ucap Baekhyun gelagapan.

"Ah ya, mungkin aku salah dengar. Sudahlah. Kalau begitu cepatlah minum susumu, nanti keburu dingin." ucap Chanyeol sambil tersenyum.

Tanpa ba-bi-bu Baekhyun langsung menenggakanya. Tenggorokannya tiba-tiba mengering kala berbohong.

"Sudah!" seru Baekhyun setelah susu yang ia teguk habis. Chanyeol mengambil gelas dari tangan Baekhyun lalu menaruhnya di nakas samping tempat tidur Baekhyun.

Seperti biasa Chanyeol akan melakukan hal selalu ia lakukan satu bulan terakhir.

Yups, mencium Baekhyun.

Bibir mereka sudah menaut entah sejak kapan. Baekhyun sudah mampu mengimbangi ciuman panas Chanyeol walau pun tetap saja Chanyeol yang selalu mendominasi. Lidah mereka terus menaut, bibir bawah Baekhyun tak pernah Chanyeol biarkan untuk menganggur, bibir tebalnya terus saja melumatnya tanpa henti.

"Euummppphh~" erang Baekhyun saat Chanyeol menyedot kuat bibirnya, tengkuknya sudah di tahan tangan kekar Chanyeol, membuatnya tak bisa berkutik. Ia hanya mengalungkan tangannya di leher Chanyeol.

"Akh~" pekik Baekhyun karna gigitan Chanyeol gemas, hingga membuat sudut bibirnya sedikit berdarah.

Tautan mereka pun terlepas, benang-benang saliva masih menempel di bibir mereka berdua. Darah dari sudut bibir Baekhyun pun bercampur saliva mereka. Nafas mereka saling memburu, Baekhyun memejamkan matanya menetralkan nafasnya.

"Oppa~" rengek Baekhyun sambil memukul lengan kekar Chanyeol kala nafasnya kembali normal. Ia sudah mempoutkan bibir strawberry nya. Kakaknya menyebalkan menciumnya sampai berdarah.

"Hehehe, maafkan aku Baek, bibirmu terlalu manis." ucap Chanyeol sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Wajah Baekhyun sudah memerah karna malu.

"Sekarang tidurlah, selamat malam." ucap Chanyeol lalu mencium kening Baekhyun dan berlalu meninggalkan kamar Baekhyun. Wajah si puppy bertambah merah karna Chanyeol menciumnya di keningnya. Itu jauh lebih manis dari ciuman bibir mereka.

Sudah satu bulan lebih pernikahan orangtua Baekhyun dan Chanyeol dan selama itu pula Chanyeol terus mencium Baekhyun. Di setiap kesempatan yang Chanyeol bisa lakukan.

Saat mengantarnya sekolah, menjemputnya, mengantar Baekhyun berbelanja, menemaninya menonton, atau saat jalan-jalan ke taman hiburan. Atau saat Baekhyun pergi tidur seperti tadi. Chanyeol selalu melakukannya dan tak ada penolakan dari Baekhyun, dia menyukai dan menikmatinya.

Terlebih satu minggu terakhir Chanyeol sudah mulai masuk bekerja di kantor cabang ayahnya. Durasi ciuman Chanyeol pun terus bertambah lama. Sekali lagi, Baekhyun tak menolak. Selama ini juga kakak tirinya itu hanya menciumnya tanpa melakukan hal yang lebih.

Lagi pula itu hanya ciuman adik dan kakak jadi tak ada hal yang Baekhyun khawatirkan sama sekali kan?

E)(O

Pagi ini seperti biasa setelah sarapan bersama, Baekhyun akan berangkat dengan Chanyeol ke kampu . Chanyeol selalu mengantarnya, walau Baekhyun melarang karna arah kantor dan kampus nya berlawanan, tapi kakak nya itu tak keberatan sama sekali. Baekhyun bisa apa? Ia hanya mampu menuruti perkataan kakak tampannya saja. Lagi pula ia juga senang di antar kakaknya.

"Bibirmu kenapa?" tanya Xiumin saat Baekhyun duduk di bangku sebelahnya. Gadis penggila bakpao itu memperhatikan sudut bibir Baekhyun yang sedikit membengkak.

"Ah ini, aku tak sengaja menggigitnya." jawab Baekhyun berbohong. Jelas-jelas itu ulah kakaknya semalam. Tapi Baekhyun tak mungkin menceritakannya karna Xiumin kadang terlalu berlebihan setiap kali ia bercerita tentang kedekatannya dengan sang kakak yang ia anggap tak wajar.

Xiumin mengernyitkan dahinya, sedikit tidak percaya perkataan temannya itu. Pasalnya, luka di sudut bibir Baekhyun bukan luka yang wajar jika tergigit sendiri, kalau pun tergigit sendiri tak akan seperti itu. Wajarnya luka itu di sebabkan orang lain.

Xiumin pernah mengalaminya saat kekasihnya menggigit bibirnya saat berciuman dan lukanya persis seperti luka di bibir Baekhyun.

Tapi jika memang luka itu akibat ciuman, yang jadi pertanyaan Xiumin, dengan siapa Baekhyun berciuman?

Bukankah kekasihnya ada di luar negeri, mana mungkin mereka melakukannya kan?

Kecuali dengan kakak barunya itu, karna Xiumin pernah tak sengaja melihat mereka berciuman di dalam mobil. Tapi apa mungkin seorang kakak mencium adiknya sampai seperti itu jika hanya ciuman kasih sayang? Harusnya hanya sebuah kecupan kasih sayang kan wajarnya seorang kakak mencium adiknya?

"Iyakah?" tanya Xiumin dengan nada tak percaya.

"Memang kau pikir apa?" Baekhyun balik bertanya. Sudah ia duga pasti temannya itu tak akan mudah percaya.

"Ku pikir itu luka bekas ciuman." ucap Xiumin tepat sasaran.

"Jangan sok tau, memangnya aku berciuman dengan siapa?" dengus Baekhyun. Sekali lagi Baekhyun berbohong untuk sesuatu yang seharusnya ia tak lakukan.

"Oppamu?" terka Xiumin.

"Ah sudahlah, mengapa pagi-pagi kau membahas ciuman. Hari ini kau belum berciuman dengan Jongdae?!" ucap Baekhyun mengalihkan. Jika terus seperti ini Xiumin akan terus bertanya hingga jawaban sebenarnya Baekhyun ucapkan.

Sebenarnya Baekhyun tidak harus berbohong jika memang itu hanya ciuman seorang kakak pada adiknya kan? Tapi entahlah, Baekhyun juga tidak tau mengapa ia harus berbohong, ia hanya tidak ingin di komentari seperti yang Xiumin lakukan. Selalu berpikiran curiga, padahal semua itu Baekhyun pikir sangat wajar.

Baekhyun sangat bahagia punya kakak seperti impiannya, ia hanya tak ingin jika ada yang mengatakan hal yang membuatnya sedih.

"Kyaaa mengapa kau membawa-bawa Mr.Square ku!" kesal Xiumin saat Baekhyun mengatakan itu.

Mereka pun akhirnya hanya saling meledek sampai jam pelajaran di mulai.

E)(O

Pelajaran terakhir pun baru saja selesai. Baekhyun langsung meregangkan tubuh mungilnya yang sintal. Rasanya pegal sekali berjam-jam duduk mendengarkan penjelasan pelajaran yang sangat membosankan, di tambah lagi dosennya yang senaknya menambah jam pelajaran, Baekhyun benar-benar di buat bosan.

"Baekhyun, hari ini Joon Myeon dan aku akan merayakan satu tahun hubungan kami, apa kau mau ikut kami akan merayakannya di caffe, dia akan mentraktik siapa saja yang ikut." ucap Zhang Yixing si murid pertukaran dari China dengan dimple bersahaja di pipinya.

Dia sangat cantik dan ramah, pantas saja Kim Joon Myeon salah satu murid paling Populer di universitas tergila-gila padanya.

"Eum..." Baekhyun berpikir sejenak. Ia jarang sekali pergi sepulang kuliah. Ia jarang pulang terlambat. Kecuali akhir-akhir ini, itu pun dengan Chanyeol.

Bukan Baekhyun introvert atau anti sosial, hanya saja ia termasuk anak rumahan yang jarang sekali pergi. Tapi jika di pikir lagi ia memang jarang sekali berkumpul bersama teman-temannya. Ada baiknya jika ia ikut. Ia juga tak ingin kehilangan moment bersama teman-temannya.

"Sudahlah kau ikut saja. Joon Myeon akan mentraktir kita semua." ucap Xiumin mempropokatif.

"Tenang saja, aku dan Myeonnie akan mengantarmu pulang nanti." tambah Yixing ikut mempropokatif.

"Baiklah." akhirnya Baekhyun menyerah dan ikut bersama teman-temannya. Tidak ada salahnya sekali-kali berkumpul, dia juga jarang berkumpul. Ayahnya pasti akan mengizinkan.

Ayah, Ibu dan Chanyeol sedang makan malam tanpa Baekhyun. Baekhyun sudah meminta izin pulang telat pada Ayahnya jadi ibunya tak menyiapkan piring makan untuknya. Chanyeol terlihat tak berselera makan kala ayahnya mengatakan jika Baekhyun akan pulang terlambat.

"Baekhyun pergi kemana, Yah?" tanya Chanyeol sambil mengaduk-aduk makananya tak berselera.

"Dia tadi menghubungi Ayah jika ia akan mengerjakan tugas dengan teman-temannya." terang ayah tirinya itu.

"Ini sudah malam, Yah. Tapi Baekhyun masih di luar sana. Diakan wanita." ucap Chanyeol khawatir, ia jadi terlihat seperti seorang ibu-ibu sekarang.

"Tenanglah, nak. Baekhyun sudah besar dan dia bukan anak kecil lagi. Dan Ibu yakin ia akan baik-baik saja." ucap sang ibu menenangkan .

Tuan Byun hanya tersenyum melihat kekhawatiran Chanyeol. Ia sangat senang dengan kedekatan yang terjalin antara Baekhyun dan Chanyeol. Mereka layaknya kakak dan adik kandung.

Chanyeol tak menjawab ia melanjutkan kembali makannya, ada sedikit perasaan kesal kala Baekhyun pergi tanpa seizinny . Terlebih ini sudah malam.

Ada hukuman yang harus kau dapatkan, Baekhyun.

E)(O

Baekhyun mengendap-endap saat masuk kerumahnya yang sudah sepi. Sepertinya semua orang sudah tidur. Ini sudah pukul 11 malam. Sebenarnya ia tak bermaksud pulang terlambat. Hanya saja teman-temannya selalu saja menahannya setiap kali ia berpamitan pulang. Beruntung Joon Myeon dan Yixing mengantarnya pulang, jika tidak ia pasti akan lebih malam sampai ke rumah.

Baekhyun langsung meluncur ke dalam kamarnya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lengket. Tubuhnya juga sangat lelah. Temannya terus saja mengajaknya menari saat mereka berkumpul tadi, Baekhyun merasa pegal di sekujur tubuhnya. Tapi ia tidak tau jika itu menyenangkan. Walau ia harus berbohong pada ayahnya, mengatakan jika ia akan mengerjakan tugas jika tidak pasti ayahnya tak akan mengizinkan.

"Oppa!" kaget Baekhyun saat keluar dari kamar mandi, mendapati Chanyeol duduk di kasurnya dengan sepiring nasi dengan lauk-pauk serta segelas susu. Ia tadi lupa mengunci pintu, pantas saja kakak nya bisa masuk.

"Aku membawakan makanan, kau pasti belum makan. Ayah dan Ibu sudah tidur jadi aku mengantarnya ke kamarmu." ucap Chanyeol sambil tersenyum.

"Ah kau tak perlu repot-repot membawakannya, Oppa." ucap Baekhyun tak enak hati.

"Tak apa, makanlah dulu. Aku akan menyuapimu." ucap Chanyeol. Baekhyun tidak bisa menolak walau nyatanya ia sudah makan cukup banyak bersama teman-temannya. Ia tak enak hati dengan kebaikan Chanyeol yang repot-repot membawakannya makanan, bahkan Chanyeol belum tidur hanya untuk menunggunya.

"Aku bisa makan sendiri, Oppa. Nanti aku akan makan setelah aku berpakaian, letakan saja di nakas." ucap Baekhyun, ia sedikit risih karna saat ini ia hanya mengenakan handuk untuk melilit tubuhnya serta handuk kepala.

"Aku tidak akan pergi sebelum memastikan kau makan dengan benar." ucap Chanyeol lagi. Akhirnya Baekhyun menurut, ia duduk di samping Chanyeol walau ia risih tapi kakaknya sedikit keras kepala sama sepertinya.

Chanyeol mulai menyuapi makanan ke mulut Baekhyun dengan telaten. Baekhyun sedikit tidak nyaman dengan pandangan mata Chanyeol yang sesekali mencuri pandang ke bagian paha dan dadanya yang terexpos. Bukan apa-apa ia tak pernah seperti ini bahkan dengan ayahnya.

Suapan terakhir pun sudah masuk kedalam mulut Baekhyun, susunya pun sudah ia teguk sampai habis. Tapi Chanyeol tak berkutik dari tempatnya.

"Oppa, aku ingin berpakaian. Bisakah kau keluar?" ucap Baekhyun, tubuhnya sudah dingin karna tak memakai apapun selain handuk putihnya. Air sisa mandinya pun kering di tubuhnya. Tubuh Baekhyun menjadi dingin.

"Apa yang kau lakukan, Oppa !!" sentak Baekhyun kaget kala Chanyeol mendorong tubuhnya ke kasur . Tubuh besar Chanyeol sudah mengungkung tubuh kecil Baekhyun .

"Kau mulai pandai berbohong sekarang, Baek" ucap Chanyeol dengan wajah yang sulit Baekhyun artikan .

"Berbohong ? Aku tidak pernah berbohong Oppa" ucap Baekhyun sambil mendorong tubuh Chanyeol agar menjauh darinya . Tapi justru Chanyeol semakin merapatkan tubuhnya pada tubuh Baekhyun .

"Aku tau kau tadi pergi bukan untuk mengerjakan tugasmu, kau pergi ke club bersama teman-temanmu kan" ucap Chanyeol sambil menelusuri wajah cantik Baekhyun dengan tangannya .

"Ti-tidak" gugup Baekhyun . Bagaimana kakaknya tau jika ia pergi dengan teman-temannya ?

"Kau mulai berbohong pada ku Baek . Dan kau pulang dengan seorang pria, kau lancang !" ucap Chanyeol sambil menarik dagu Baekhyun ke atas sedikit kasar sampai Baekhyun meringis .

"Dia hanya temanku, Oppa" ucap Baekhyun menjelaskan .

"Kau tau Baek, akan selalu ada hukuman untuk anak nakal yang pandai berbohong sepertimu" ucap Chanyeol dan langsung meraup bibir Baekhyun dengan rakus . Ciumannya tak seperti biasa yang lembut dan menenangkan tapi ciumannya saat ini berubah kasar, bahkan Chanyeol dengan sengaja menggigiti bibir Baekhyun .

Baekhyun terus mendorong kuat tubuh Chanyeol yang terus merapatkan tubuhnya pada tubuh Baekhyun, namun nihil dorongan tubuh Chanyeol lebih kuat dari dorongannya . Baekhyun bisa merasakan jika dadanya benar-benar merapat dengan dada bidang Chanyeol .

Baekhyun menggigit bibir Chanyeol agar Chanyeol menghentikan ciumannya dan beruntung hal itu berhasil menghentikan ciuman Chanyeol .

"Apa yang kau lakukan !!" bentak Baekhyun marah dengan mata yang merah menahan amarah dan tangisan .

Chanyeol tak menggubris sama sekali justru ia kembali mencium bibir Baekhyun, lalu beralih menelusuri leher jenjang Baekhyun dengan lidahnya .

"Op-pa ku-mo-hon ber-hen-ti" ucap Baekhyun terbata menahan desahan sambil terus berusaha mendorong tubuh Chanyeol .

Chanyeol terus mengecupi leher Baekhyun tidak memperdulikan sama sekali ucapan atau pun pukulan yang mulai Baekhyun lontarkan pada tubuhnya .

"Tidak Oppa, tidak !!! Jangan Oppa, jangaann !!" teriak Baekhyun kala Chanyeol menarik paksa handuk benda satu-satunya yang melilit tubuh Baekhyun . Baekhyun berusaha mempertahankan handuknya .

Plak !

Baekhyun menampar pipi Chanyeol dengan kuat, agar Chanyeol menghentikan perbuatannya . Chanyeol terdiam, ia menghentikan aksinya . Dan kesempatan itu di ambil olehnya untuk kabur dan melaporkan perbuatan tak senonoh Chanyeol pada ayahnya .

Baekhyun berlari ke pintu kamarnya namun entah mengapa pintu kamarnya tak bisa terbuka, dan kuncinya pun tak ada disana .

"Kau mau kemana adik kecil ?" tanya Chanyeol yang terlihat santai seolah tak terjadi apa-apa . Ia duduk manis di pinggiran kasur Baekhyun . Baekhyun tak menjawab ia berlari kembali menuju meja riasnya mencari ponselnya untuk menghubungi siapa pun yang bisa menolong Baekhyun saat ini . Karna firasatnya jika Chanyeol akan melakukan hal yang tidak-tidak padanya .

"Kau mencari ini ?" tanya Chanyeol sambil mengangkat benda persegi empat di tangannya . Itu ponsel Baekhyun .

"Oppa apa yang kau inginkan ?" ucap Baekhyun dengan nada parau, ia ketakutan saat ini . Tubuhnya mulai bergetar .

"Kemarilah adik kecil, kau tak perlu takut, datanglah pada Oppa" ucap Chanyeol sambil melambaikan tangannya, Baekhyun menggeleng kuat, ia benar-benar takut pada sorot mata Chanyeol saat ini, sorot mata seorang penjahat berbeda dengan sorot hangat yang selalu ia tunjukan pada Baekhyun .

"Ayaaaaahhhhhhhh !!!!! Toloooongggggg Akkuuuuu !!!!" teriak Baekhyun kencang berharap ayahnya mendengar teriakan, walau pun kamar ayahnya berada di lantai bawah .

Chanyeol bangkit dari duduknya menuju lemari pakaian Baekhyun, ia mengambil scraf Baekhyun, lalu menghampiri Baekhyun yang berdiri di depan pintu sambil berteriak dan menggedor-gedor pintu kamarnya . Berharap siapa pun mendengarnya di lantai 2 .

"Berhentilah, tak ada yang mendengar teriakanmu . Kau hanya membuang-buang tenagamu" ucap Chanyeol lalu menyentak tangan Baekhyun .

Chanyeol menyeret kuat tubuh Baekhyun kuat dan membanting kasar tubuhnya kembali ke kasur . Baekhyun terus meronta-ronta dan menendang-nendang berharap Chanyeol menjauh . Chanyeol memang menjauh bukan untuk menyerah justru ia menangkap tangan Baekhyun lalu mengikatnya dengan scraf . Sedang kakinya ia biarkan .

"Tidak bisakah kau tenang, sayang" bisik Chanyeol seduktif tepat di telinga Baekhyun . Membuat Baekhyun bergidik mendengarnya .

Chanyeol kembali memposisikan tubuhnya menindih Baekhyun, ia kembali mencium bibir Baekhyun yang sudah membengkak akibat ulahnya . Menjilati setiap jengkal leher jenjang Baekhyun hingga ke dada yang masih tertutup handuk . Dengan sekali sentak handuk yang menjadi pertahanan Baekhyun pun sudah entah kemana .

"Tidaaakkkk oppaaa" teriak gadis mungil itu di iringi isakan yang mulai menghiasi kamarnya .

Chanyeol tak menggubris sama sekali, karna sekarang ia justru sedang di buat takjub dengan bentuk tubuh Baekhyun yang sangat indah dan sempurna . Breast yang di ciptakan seolah pas dengan tangan besar Chanyeol, perut mulus dan rata, serta bulu-bulu di sekeitar Miss V Baekhyun yang di cukur bersih tak menyisakan bulu sehelai pun, jangan lupakan kulit bersih dan mulus seperti susu membuat Chanyeol takjub bukan main .

"Kau indah sekali, Baek" puji Chanyeol dengan tatapan lapar yang berbinar . Baekhyun berusaha menutupi tubuhnya dengan tangannya yang terikat . Chanyeol menyingkirkan tangan Baekhyun kembali ke atas kepalanya .

"Kau indah Baek tak usah menutupinya" ucap Chanyeol semakin membuat Baekhyun ketakutan .

Chanyeol menangkupkan kedua tangan besarnya ke breast Baekhyun, ia memejamkan matanya merasakan tangannya menyentuh benda kenyal itu . Ah~ rasanya sangat pas sekali . Chanyeol mulai meremas breast Baekhyun dengan gerakan pelan . Baekhyun menggigit bibirnya merasakan sentuhan Chanyeol, air matanya tak berhenti mengalir . Ia tak pernah menyangka kakak yang selalu menjadi kakak impiannya selama ini tega melakukan hal ini padanya . Kakak yang selalu mengantarnya sekolah, kakak yang selalu menhemputnya, kakak yang selalu mengajaknya kemana pun yang ia mau, kakak yang selalu menjadi tameng untuknya saat ayahnya memarahinya, kakak yang selalu mendengarkan curhatannya, kakak yang selalu ada untuknya, kakak yang menjadi kakak sempurna untuk Baekhyun saat ini justru melakukan hal yang bahkan tak terlintas dalam benak Baekhyun .

"Ku mohon hiks~ berhenti Oppa hiks~" ucap Baekhyun dengan tangisannya, hatinya sakit sekali di perlakukan seperti ini oleh kakaknya sendiri .

Chanyeol tak memperdulikan sama sekali tangisan Baekhyun justru saat ini ia layaknya anak kecil yang sedang menyusu pada ibunya . Chanyeol mengulum nipple merah muda yang sudah menegang itu dengan sangat rakus, menjilat sesekali menggigitnya secara bergantian .

"Kau menikmatinya sayang ?" tanya Chanyeol dengan smirk andalannya . Baekhyun memalingkan wajahnya yang basah, ia muak sekali melihat wajah Chanyeol .

"Kau pasti sangat menikmatinya, iyakan adik kecil" ucap Chanyeol lagi . Dengan nakal tangannya menyusuri perut rata Baekhyun menggelitiknya sejenak hingga Baekhyun menggeliat geli . Hingga terhenti di belahan paha Baekhyun .

"Oppaaa ku mohon jangaaannn hiks~ Oppaaaa~" teriak Baekhyun saat tangan Chanyeol mulai berusaha membuka belahan pahanya, Baekhyun mati-matian menghimpinya agar Chanyeol tak dapat menyentuhnya .

Chanyeol bangkit lalu kembali melakukan aksinya, sekarang ia memposisikan tubuhnya tepat di depan tubuh telanjang Baekhyun, dengan kasar Chanyeol membuka kedua paha Baekhyun hingga terpampang hole Baekhyun yang tanpa bulu, dengan kedua tangannya ia menahan masing-masing paha Baekhyun yang terus berusaha merapatkannya, tapi nihil usaha Baekhyun hanya sia-sia karna tenaga Chanyeol lebih kuat dari Baekhyun .

Tangan kanannya beralih untuk mengusap belahan bibir hole Baekhyun, ia menggesek-gesekan jari telunjuknya naik turun, Baekhyun menggeliat tak nyaman .

"Kau menyukainya, eum ?" tanya Chanyeol, Baekhyun sama sekali tak fokus dengan pertanyaan Chanyeol karna saat ini ia berfokus bagaimana agar ia tak mendesah di hadapan Chanyeol .

Chanyeol terus menggesek-gesekan jadinya, hingga cairan kental milik Baekhyun perlahan keluar mengalir mengotori jarinya . Chanyeol semakin melancarkan aksinya, ia mulai memasukan jari tengannya pada Miss.V Baekhyun .

"Akh !!" pekik Baekhyun karna Chanyeol memasuki holenya secara kasar, terlebih ia belum pernah ada benda asing masuk ke hole nya . Baekhyun semakin terisak hebat karna rasa sakit yang berlipat-lipat, tak hanya hati tapi juga tubuhnya, merasakan sakit yang sama .

Chanyeol memaju mundurkan jarinya dengan tempo yang cepat, serta menambah dua jarinya sekaligus untuk mengobrak-abrik hole Baekhyun .

"Shiittt !!! Kau sempit sekali, Baek !!! Ini baru jariku, bagaimana jika Juniotku masuk kesana, pasti nikmat sekali" rancau Chanyeol karna jarinya seolah di pijat oleh dinding Miss V Baekhyun yang ketat .

"Nikmat bukan, eum ?" Baekhyun menggeleng sambil menangis, tak ada rasa nikmat sama sekali yang ada rasa sakit dan perih yang terasa .

"Kau bisa berbohong, tapi liat saja bagaimana reaksi tubuhmu nanti" ucap Chanyeol sambil memberikan smirk andalannya . Jarinya terus keluar masuk dengan kecepatan yang terus ia tambah .

Byur~

Baekhyun orgasme untuk pertama kalinya, cairan kental itu keluar sangat banyak serta tubuhnya yang bergetar hebat .

"Sudah ku katakan bukan, tubuhmu menikmatinya, sayang . Walau bibir manismu itu berbohong" ucap Chanyeol diiringi tawanya yang merasa puas . Baekhyun meruntuk pada dirinya sendiri mengapa ia bisa orgasme di saat tubuhnya merasa kesakitan . Dan dia sangat membenci tawa puas Chanyeol .

"Kau sudah merasa puas ? Sekarang giliran aku yang kau puaskan" Chanyeol membuka bajunya, lalu membuka celana nya, kini hanya tersisa celana dalamnya saja, Baekhyun bisa melihat jelas jika terdapat gundukan besar di antara selangkangan Chanyeol .

"Puaskan dia sayang" ucap Chanyeol saat melepas celana dalamnya, dan menampakan Junior yang berukuran jumbo nya . Baekhyun menelan ludahnya kasar, ini pertama kali dalam hidupnya ia melihat kemaluan pria dan ukuran yang tak biasa .

"Hisap dia !!" bentak Chanyeol saat Baekhyun menutup rapat mulutnya ketika ia menyodorkan Juniornya di depan mulutnya . Baekhyun tetap tak membuka mulutnya, hingga membuat Chanyeol kesal dan membuka mulut Baekhyun paksa dengan tangannya .

"Ohok" Baekhyun tersedak kala Chanyeol berhasil memasukan paksa Juniornya pada mulut kecil Baekhyun . Batang juniornya bahkan sampai mengenai pangkal tenggorokan Baekhyun .

"Shiiitttt, ini nikmat sekali" umpat Chanyeol kala bibir juniornya berhasil masuk kedalam mulut Chanyeol, mulut Baekhyun terlalu kecil untuk juniornya berukuran super itu . Mungkin saja bibir kecil itu robek saat junior itu masuk bahkan panjang juniornya pun tak masuk sepenuhnya di mulut Baekhyun, tapi Chanyeol seolah tak peduli ia terus melakukan aksinya tanpa peduli kesakitan Baekhyun .

Chanyeol menarik rambut Baekhyun ia mencengkaram kuat, juniornya maju mundur di mulut Baekhyun . Ada rasa jijik yang menghinggapi diri Baekhyun kala junior itu masuk kedalam mulutnya, bibirnya merasa sangat sakit karna junior Chanyeol yang sebenarnya tak bisa masuk ke dalam mulutnya tapi kakaknya seolah tak peduli terus saja memaksakannya masuk .

Crott~

Chanyeol orgasme di mulut Baekhyun, spermanya keluar sangat banyak hingga mulut Baekhyun tak sanggup untuk menampunnya, dan sperma itu pun berceceran di mulut Baekhyun .

"Telan !!!" bentak Chanyeol kala Baekhyun memuntahkannya . Baekhyun benar-benar merasa jijik, ia tak pernah sama sekali menelan cairan kental berwarna putih dengan bau anyir dan rasanya yang sangat asin itu .

"Kau benar-benar pembangkang Byun Baekhyun !" kesal Chanyeol karna Baekhyun tak mau menurutinya untuk menelan habis spermanya .

"Aku tidak mau !!!" teriak Baekhyun marah . Ia tak pernah mau menelan sperma menjijikan milik Chanyeol .

"Kau benar-benar membuat habis kesabaranku, Baekhyun !! Aku akan benar-benar menghukummu !! Tak ku biarkan kau besok berjalan dengan benar !!" Chanyeol murka, mukanya merah padam . Ditariklah paksa paha Baekhyun dan membukanya lebar-lebar, hingga Baekhyun merasa ngilu .

Chanyeol mengarahkan juniornya di bibir Miss.V Baekhyun dan mulai menggesek-gesekannya .

"Ku mohon, jangan lakukan Park Chanyeol !!" bahkan suara teriakan Baekhyun sudah tak bertenaga lagi, ia sudah lelah berteriak dan menangis .

Chanyeol tak memperdulikan sama sekali rancauan dan umpatan kemarahan Baekhyun yang sekarang sedang di lontarkan si gadis mungil itu . Chanyeol tidak memperdulikannya .

"Akh~ !! Sakiiittttt !!! Chanyeeeoooolllll sakiiitttt !!! Berhentiiii ku mohooonnnn berhentiiii !!" tangis Baekhyun benar-benar percah kala Chanyeol memasukan juniornya ke hole Baekhyun hanya dengan sekali hentak . Rasanya sangat sakit dan perih, belum lagi rasa ngilu yang bercampur, Baekhyun sesaat seperti mati rasa .

Darah keperawanan Baekhyun mengalir kala junior besar itu menerobos untuk merobeknya, bahkan darahnya mengotori junior Chanyeol dan sprainya .

"Oh Shiiitttt !!! You're virgin Baek ? Ah aku mendapat jacpot besar" puas Chanyeol kala melihat darah keperawanan Baekhyun yang terus mengalir .

"Hiks~ hiks~" isak Baekhyun .

Tanpa memberi jeda untuk meredam rasa sakit Baekhyun, Chanyeol justru langsung memompa juniornya dengan tempo cepat bahkan kasur Baekhyun ikut tersentak seiring tusukan Chanyeol .

"Chanyeol ku mohon ini sakit sekali, ku mohon berhenti Chanyeol, hiks~ hiks~" seolah tuli Chanyeol terus menusuk dengan kecepatan yang justru ia tambah .

"Nikmatilah saja, Baek" ucapnya sambil memajumundurkan juniornya . Dinding Miss.V Baekhyun seolah menjempit junior besar Chanyeol, hole nya yang sempit membuat Chanyeol merasa terbang ke awan saking nikmatnya .

"Mendesahlah, Baek . Jangan menahannya, aku tau kau menikmatinya bukan" ucap Chanyeol kala gadis mungil itu menggigit kuat bibirnya .

Baekhyun tetap menggigit bibirnya, tak sudi rasanya mendesah .

"Seberapa kuat kau menahannya, adik kecil kita lihat" smirk Chanyeol sambil terus menusuk hole Baekhyun .

"Ah ah Baeekkk kau nikmatt sekalii Baby, uuhh~" desah Chanyeol sambil memejamkan matanya merasakan pijatan pada juniornya . Kaki Baekhyun ia tekuk untuk di jadikan tumpuannya mempercepatan genjotannya .

Baekhyun masih bertahan untuk tidak mendesah, ia menggigit bibirnya kuat bahkan sampai berdarah hanya untuk menahan desahannya . Ia tak mengerti rasa sakit di selangkangannya memang masih terasa tapi entah mengapa bibirnya justru ingin mengeluarkan desahan itu .

"Jangan menyakiti dirimu, Baek" ucap Chanyeol saat melihat darah yang mengalir di sudut bibir si mungil .

Chanyeol memompa tanpa henti hole Baekhyun, tanpa rasa lelah sama sekali .

"Ah~" desah Baekhyun pada akhirnya . Ia kalah . Ia telah kalah . Saat otaknya menolak sama sekali tindakan radikal Chanyeol, justru tubuhnya menghianati pikirannya, ia menikmatinya . Menikmati di tengah rasa sakit, perih dan ngilu nya .

"Sudah ku katakan kau menikmatinya, sayang . Biar ku beri kau lebih" ucap Chanyeol sambil meremas kuat breast Baekhyun, serta memilin nipple itu dan menariknya kuat . Baekhyun sudah tak sanggup untuk mengatakan apapun hanya desahan sialan yang terus saja ia keluarkan dari mulutnya .

Chanyeol terus memompa Baekhyun tanpa jeda sama sekali bahkan hampir 3 jam lebih . Baekhyun sangat lelah tubuhnya seperti remuk .

"Aku lelah, ku mohon berhenti" ucap Baekhyun setelahnya kesadarannya pun menghilang .

TBC

Alloha~ :D

Don't forget to review ya gays :)

Acu bakal slow up banget di sini, karna acu emang lebih sering aktif di wattpad.

Tapi tenang acu tetep up kok :)

See ya~

And

Pyong~ :D

Salam Chanbaek is real 3