Tittle

Just Me!

{Chapter 2: Ice Prince!}

Author :

Movlexo Presents

(Park Min Ah)

Main Cast:

Park Chanyeol, Byun Seoul, Kris Wu

Other Cast:

• Kim Joon Myeon/Suho (BankStar manager)

• (Find it by yourself)

Genre:

Romance, Family, Fluff

(Genderswitch)

Rate:

T

Length:

Chapter

Disclaimer : This story is pure MINE. Don't plagiat or copy paste without my permission. Semua cast yang thor pakai adalah milik Tuhan dan agensi mereka masing-masing. Author cuma pinjem bentaran :) Dan jika ada kesamaan cerita saya mohon maaf, tapi ff ini pure buatan saya sendiri. Kamsahamnida.

Attention!

– don't copy this article

– don't claim as Yours

– don't plagiat

– typos everywhere

– if you want to share this post, please report to me first

– thankyou for your attention

Summary : Seoul seorang yeoja biasa, yang dipertemukan dengan dua artis terkenal nan tampan mengalami dilema pada perasaannya. Jatuh hati pada dua namja yang memiliki kepribadian yang sangat bertolak belakang. Namun pada akhirnya hanya satu yang bisa ia miliki, dan orang itu adalah yang sebenarnya ia cintaiattentio

Chapt 1 End:

Seoul menunduk menatap tangannya yang tengah digenggam oleh Daehyun. Namja itu mengusap punggung tangan putrinya dengan ibu jarinya, "appa menukung keutuan mu (*appa mendukung keputusanmu)" ucap Daehyun susah payah. Seulas senyuman manis muncul diwajah Seoul, "gomawo appa"

Jaera hanya bisa menghembuskan nafasnya pasrah. Ia hanya berharap jika Seoul akan baik-baik saja.

.

.

.

Chapter 2

~Happy Reading~

Seoul membaringkan tubuhnya diatas single bed-nya sambil membuka situs internet menggunakan ponselnya. Sebelum bekerja ia tentu harus mengenal kedua majikan tampannya itu.

Laman web-pun mulai terbuka dan memampang foto terbaru kedua namja tampan yang baru ia temui, 'aku masih tidak percaya bisa bertemu dengan artis setampan mereka' batinnya.

Setelah puas memandangi foto kedua namja tampan itu, Seoul menggeser layarnya keatas agar ia dapat membaca artikel yang tercantum dibawahnya.

Profil yang pertama adalah milik Kris, lagi-lagi Seoul terdiam mengamati foto Kris seorang diri, "tampan sekali.." matanya kemudian beralih pada tulisan dibawah.

Nama : Kris Wu

Nama Asli : Wu Fan

Julukan : White Knight

Profesi : Penyanyi, rapper, penari

Group : BankStar

Tanggal Lahir : 6 November 1994

Tempat Lahir : Guangzhou, China

Kewarganegaraan : China dan Kanada

Tinggi : 190 cm

Golongan Darah : O

Hobi : basket

Zodiak : Scorpio

Agensi : JK Entertainment

Setelah puas membaca seluruh biodata lengkap dan fakta Kris, yeoja itu kembali menscroll layarnya dan kini memandang foto namja berambut merah. Ekspresi yang namja itu tunjukkan terlihat begitu dingin. Tiba-tiba ia teringat ucapan Kris tadi siang.

"Apa hidupmu semalang itu?" gumam Seoul. Yeoja itu menggelengkan kepalanya dan membaca biodata Chanyeol.

Nama : Chan Yeol

Nama Asli : Park Chan Yeol

Julukan : Ice Prince

Profesi : Penyanyi, Rapper, Penari

Tanggal Lahir : 27 November 1996

Tempat Lahir : Seoul, Korea Selatan

Kewarganegaraan : Republik Korea Jaya

Tinggi : 185 cm

Golongan Darah : A

Hobi : bermain berbagai alat musik

Zodiak : Sagitarius

Agensi : JK Entertainment

Seoul sempat terkikik membaca julukan Chanyeol sebagai pangeran es. Sepertinya itu julukan yang sangat tepat untuk namja itu.

Seoul mencoba menscroll layar ponselnya siapa tahu ia bisa menemukan fakta atau profil lain milik Chanyeol seperti yang ia baca pada bagian Kris tadi. Namun keningnya berkerut samar ketika ia hanya menemukan tulisan 'tidak banyak yang mengetahui soal pribadi pangeran es'

"Apa dia benar-benar setertutup itu?" gumam Seoul penasaran, "sebenarnya apa yang terjadi padanya?" Seoul terus menebak-nebak kemungkinan yang terjadi pada Chanyeol hingga akhirnya ia terlelap.

Just Me•

Ini adalah hari pertama Seoul bekerja. Pukul 7 pagi ia sudah tiba dikediaman dua artis tampan itu dan langsung membereskan rumah yang cukup berantakan. Sementara Kris dan Suho terlihat sibuk bersiap-siap akan pergi.

"Nona Byun, aku dan Kris akan pergi untuk menandatangani kontrak iklan, aku titip rumah ini dan juga Chanyeol nde?"

"Ah baik" sahut Seoul patuh.

"Kamsahamnida" ucap Youngdo, "Ya! Kris cepatlah!"

Seorang namja berambut coklat keemasan berlari menghampiri manajernya dengan keadaan rapi, "mian hyung, kajja"

"Ck..kau ini selalu saja"

Kedua namja itu bersiap berangkat. Kris melirik Seoul yang mengantar mereka kedepan rumah. Saat pandangan mereka bertemu Kris mengedipkan salah satu matanya dan membuat pipi Seoul merona, "jaga rumah dengan baik eoh? Oh iya jangan lupa beri makan singa diatas" pesan Kris membuat kening Seoul berkerut.

'Singa?' pikirnya bingung.

"Pabbo! Cepat masuk kita sudah terlambat" gerutu Youngdo seraya menarik kemeja namja itu hingga membuatnya terduduk didalam mobil. Mobil audi hitam itu melesat keluar dari halaman rumah mewah tersebut dan pintu gerbangpun tertutup secara otomatis.

Seoul masih berdiri ditempatnya memikirkan ucapan Kris, 'singa apa yang dia maksud?'

.Tap..

Seoul mendengar langkah kaki menuruni anak tangga, yeoja itu segera berbalik dan masuk kedalam. Ia langsung terpanah melihat seorang namja yang menuruni tangga dengan kaos V-neck berwarna kelabu dan celana 3/4 berwarna krem. Padahal menggunakan pakaian biasa tetapi kenapa dia bisa terlihat begitu tampan. Dan melihat rambut kemerahan Chanyeol membuatnya sadar siapa yang dimaksud Kris dengan sebutan singa. Sementara Seoul masih terpanah menatap Chanyeol.

Namja itu agak terkejut melihat kehadiran yeoja itu. Ia baru ingat kalau yeoja yang tengah menatapnya itu adalah asisten baru mereka.

"Berhenti menatapku"

Seoul tersentak dan segera mengalihkan pandangannya, "jeosonghamnida"

Chanyeol tak menghiraukannya dan berjalan menuju ke ruang musik. Seoul yang penasaran memberanikan dirinya mengikuti namja tersebut.

Chanyeol yang merasa diikuti membalikkan badannya tiba-tiba hingga membuat Seoul terkejut.

"Bwoya? Kenapa mengikutiku?"

"Ah? Keuggae..apa anda sudah makan? Mau saya siapkan makanan?"

"Memangnya kau bisa masak?" jawab Chanyeol ketus.

"Te-tentu saja, saya bisa memasak banyak makanan. Sejak 2 tahun lalu eomma meninggalkan rumah dan mau tidak mau keadaan mengharuskan saya untuk bisa memasak."

Chanyeol sempat terdiam mendengar ucapan yeoja itu, "kenapa kau jadi curhat padaku?"

"Ah..aniya, saya hanya-"

"Kau mau terus mengoceh atau membuatkan aku sarapan?"

"Nde?" sahut Seoul linglung, syaraf diotaknya seakan terputus sejenak, "ah? Jeosonghamnida, akan saya buatkan sarapan"

Seoul segera berlari menuju dapur. Sementara Chanyeol menghela nafasnya, "bagaimana kalian bisa mempekerjakan yeoja seperti itu" gerutu Chanyeol, 'aku harap dia tidak membakar rumah ini' tambahnya dalam hati.

Just Me•

Seoul memasak dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia didapur. Sekarang ia baru saja meletakkan hasil karyanya di meja dan hanya tinggal memanggil Chanyeol untuk mencicipi masakannya. Ia hanya bisa berharap Chanyeol akan menyukainya.

Seoul berjalan menuju sebuah ruang yang hendak di masuki Chanyeol tadi. Perlahan ia mendengar suara petikan gitar dari dalam ruangan itu. Seoul menyembulkan kepalanya dari balik pintu untuk mengintip kegiatan Chanyeol. Namja itu terlihat sibuk dengan gitar dipangkuannya.

"Mikael boda neon naege nunbusin jonjae

Gamhi, nuga neoreul geoyeokhae, naega yongseoreul an hae

Eden geu gose bareul deurin taechoui geu cheoreom maeil

Neo hanaman hyanghamyeo maeumeuro mideumyeo

Aju jageun geoshirado neol himdeulge haji motage

Hangsang jikigo shipeo I'm eternally love"

Bukannya memanggil Chanyeol untuk makan, Seoul justru terpaku mendengar suara berat Chanyeol yang sedang menyanyikan sebuah lagu lembut. Tanpa ia sadari sebuah senyum menghiasi wajahnya.

"Neoui suhojaro, jeo geosen barameul makgo

Ne pyeoneuro, modu da deungeul dollyeodo

Hime gyeoun eoneu nal ne nunmureul dakka jul

Geureon han saram doel su itdamyeon

Eodideun cheongugilteni" (EXO - Angel)

Chanyeol menghentikan nyanyiannya dan menghela nafasnya berat, "hhh..apa kau tidak pernah diajari kalau mengintip itu tidak sopan?"

Seoul terpekik dan segera menampakkan sosoknya, "jeo-jeosonghamnida Chanyeol-ssi, sebenarnya saya ingin memanggil anda makan, tapi Chanyeol-ssi sedang sibuk jadi saya tidak berani mengganggu"

"Dengan kau mengintip disitu kau cukup menggangguku" celoteh Chanyeol.

"Jeosonghamnida"

Chanyeol meletakkan gitarnya dan bangkit berdiri. Namja itu keluar dari ruang musik menuju ke ruang makan.

Seoul mengetuk-ngetuk kepalanya kemudian mengikuti langkah Chanyeol. Yeoja itu berdiri beberapa meter dari Chanyeol dan mengamati namja yang hendak menyuapkan makanan kemulutnya.

Chanyeol mengunyah suapan pertamanya secara perlahan membuat yeoja yang mengamatinya merasa gugup, 'eotthe-eotthe? Kenapa wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apapun?' batin Seoul.

"Kenapa kau masih melihatku seperti itu? Kalau kau lapar makan saja" gerutu Chanyeol yang mulai risih.

"Ah aniya, tapi apakah masakan saya enak? Emm?" tanya Seoul ingin tahu. Karena ini pertama kalinya ia memasak untuk orang lain yang tidak ia kenal.

Chanyeol terdiam dan kembali menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya, "ani"

Kedua mata sipit Seoul membulat mendengarnya, "ji-jinjja? Sungguh tidak enak?"

"Mmm.." gumam Chanyeol melahap suapan terakhirnya. Namja itu meminum segelas air putih yang sudah Seoul siapkan dan segera beranjak menaiki tangga. Sementara Seoul terdiam ditempatnya. Dengam wajah cemberut Seoul bermaksud mengangkat piring bekas Chanyeol, keningnya berkerut melihat piring yang sudah kosong tersebut, "katanya tidak enak, kenapa habis" gerutunya jengkel.

Seoul terdiam ketika mendengar suara mobil memasuki pekarangan rumah. Tidak lama kemudian dua orang namja memasuki rumah. Sosok itu tidak lain adalah Kris dan Suho.

"Ah kalian sudah pulang?"

"Seoul-a, wahh! Ini kau yang membuatnya?" pekik Kris yang berlari menghampiri meja makan.

"Ah nde, tapi sebaiknya tidak usah dimakan" gumam Seoul.

"Wae?" tanya Suho sementara Kris sudah mengambil piring dan menyiduk nasi beserta beberapa lauk.

"Chanyeol bilang masakanku tidak enak"

"Wah! Masitta!" pekik Kris mengalihkan pembicaraan.

"Ya! Kaukan belum cuci tangan, jorok sekali" gerutu Suho seraya menampol kepala Kris.

"Hyung jangan banyak bicara, ayo duduk dan makan" oceh Kris. Melihat manajernya hendak mengomel lagi Kris langsung bangkit dan menyuapkan sesendok nasi dan lauk ke mulut manajernya. Mau tidak mau Suho mengunyah makanan yang mendarat kedalam mulutnya.

"Bagaimana? Enakkan?"

Seoul-pun turut menunggu tanggapan dari Suho. Namja itu terlihat menelan makanannya dengan wajah berbinar, "wah ini benar masakanmu?"

"N-nde"

"Enak sekali nona Byun"

"Ah? Jinjja?"

Suho tersenyum seraya menganggukkan kepalanya. Kris turut tersenyum kearah Seoul. Pandangannya turun pada piring kotor ditangan Seoul, "itu piring Chanyeol?"

"Ah nde"

"Dia bilang masakanmu tidak enak?" tanya Kris lagi membuat yeoja itu mengangguk. Kedua namja dihadapannya bertukar pandang kemudian tertawa bersama membuat Seoul semakin kebingungan.

"Seoul-a kau percaya kalau Chanyeol bilang masakanmu tidak enak?"

"Tentu saja, wajahhya bahkan tak menunjukkan ekspresi apapun" oceh Seoul.

"Ya! Ekspresinya memang begitu, itu sebabnya dia mendapat julukan pangeran es." cetus Kris, "sekarang kau pikir lagi, mana ada orang yang menghabiskan makanan hingga tak bersisa kalau makanan itu tidak enak?"

Seoul sempat memikirkan ucapan Kris kemudian memandangi piring milik Chanyeol. Benar juga ucapan Kris, "...jadi..apa masakanku enak?"

"Tentu saja nona Byun, Chanyeol hanya mempermainkanmu, jangan patah semangat begitu" kali ini Suho yang berbicara. Senyuman-pun mengembang diwajah cantiknya, "kamsahamnida"

Kedua namja itu tersenyum kearah yeoja yang terlihat kegirangan itu. Seoul benar-benar senang karena mereka menyukai masakannya.

Just Me•

Chanyeol sedang membaringkan tubuhnya di tempat tidur berukuran Queen-size dalam ruangan yang di dominasi dengan warna hitam dan putih. Pintu kamar itu tiba-tiba saja terbuka membuat Chanyeol menoleh kearah pintu.

"Woah adikku sedang apa?"

Chanyeol menghela nafasnya ketika melihat sosok yang memasuki kamarnya, "mau apa kemari?"

"Ya! Apa begitu sikapmu pada kakakmu sendiri?" gerutu namja itu.

"Kris sudahlah, aku sedang malas berdebat denganmu" balas Chanyeol.

"Baiklah"

Bukannya keluar Kris malah mendudukkan dirinya di sofa putih yang ada dikamar itu kemudian mengotak-atik rubik yang terletak dimeja.

"Bagaimana tanda tangan kontraknya?" tanya Chanyeol.

"Lancar, mereka juga bertanya kenapa kau tidak ikut"

"Oh"

"Ohiya.. Kata Seoul kau bilang masakannya tidak enak?"

"Memang."

"Kalau begitu kenapa kau menghabiskannya?"

Chanyeol terdiam dan pura-pura menyibukkan diri dengan ponselnya. Kris terkekeh melihat sikap Chanyeol. "Kau ini.. Aku tahu kau terlalu gengsi memuji masakannya."

"Sudahlah, jangan berisik"

Kris bangkit menghampiri Chanyeol seraya mengacak rambut namja itu, "terbukalah sedikit pada orang lain Yeollie"

Chanyeol membeku mendengar ucapan Kris. Sementara namja jangkung itu berjalan keluar dari kamarnya.

'Apa aku bisa melakukannya?' pikir Chanyeol was-was. Kekecewaan sudah terlalu membekas dihatinya dan sangat sulit membuka dirinya untuk menerima dan mempercayai orang asing. Luka dari masa lalu itu bahkan belum mengering hingga saat ini.

.

.

.

TBC