HIDDEN ANGEL

CHAPTER 3


Cast:
Cho Kyuhyun - Marcus Cho - between Ice and Fire - Gold-Platinum Dragon
Lee Donghae - Aiden Lee - Water holder - Bronze DragonLee Hyukjae/Eunhyuk - Spencer Lee - Wind holder - (Spirit)Blue Dragon

Byun Baekhyun - ? - Ice holder - White Dragon
Kim Jongdae/Chen - Donald Kim - Healer - Black Unicorn
Park Jungsoo/Leeteuk - Dennish Park - ? - Red Griffin


.

Hutan Nyx, beberapa mil dari asrama

'Ireona Kyunnie, jalanmu masih panjang. Eomma, minta maaf padamu, nak. Berjalanlah dimana hatimu ingin menuntunmu. Kau akan sampai di ujung harapan. Ireona, tugasmu masih banyak. Dengarlah nada-nada indah yang selalu kau nyanyikan. Eomma, Appa, dan Hyung-mu masih menunggu selama yang kami bisa.'

"Eomma... Eomma... Eommaaa..." Marcus meneteskan air matanya sebelum akhirnya dia terbangun dari dunia bawah sadarnya.

.

.

Bagaimana keadaanmu? Marcus tersentak, seekor naga dengan sayap terlipat rapi meniupkan napas api ke tumpukan kayu disebelah Marcus.

"A.. Aku? Kenapa kau tidak menyerangku?" Marcus memasang sikap waspada. Walau dia sama sekali tidak merasa terancam dengan kehadiran naga itu.

Aku bertanya padamu Kyuhyun, 5 tahun sejak kau dihidupkan kembali kemudian menghilang, dan pada akhirnya aku menemukanmu, dan sikapmu masih saja menyebalkan. Naga merah berbola mata biru terang itu bergerak gelisah. Kau benar-benar tidak tahu apa-apa?

"kenapa aku bisa berada disini?"

Dan ditambah, tidak sabaran. Aku hanya menemukanmu disini begitu saja, yah, kau tahu, sambungan empati. Aku sedang berada di pegunungan Tam tadi, aku sampai melakukan 'perjalanan cepat' yang melelahkan. Maksudku teleportasi.

"Lagi-lagi sambungan empati .. Siapa saja yang memiliki sambungan empati denganku? Aku terlalu pusing untuk sekedar mereka berbicara didalam pikiranku."

Oho! Apa ada yang lain selain aku Kyu? Wah kau benar-benar telah dibajak oleh seseorang. Hati-hatilah, kau cukup kuat dan 'langka'. Mungkin karena itulah mereka memanfaatkanmu, aku masih tidak tahu apa itu baik untukmu atau sebaliknya.

"Dan siapa kau, err maksudku, siapa namamu? Dan juga pemilikmu? Kau mengenalku? Kenapa kau begitu peduli padaku?" Marcus kebingungan. Dia menyerap elemen api yang dipancarkan naga itu.

Bodoh, aku selalu membencimu karena ini Kyuhyun-a. Kau bahkan hanya bisa menyerap energi dari aku. Lihatlah luka di punggung tangan kirimu. Ingatlah sesuatu dari situ.

Marcus mengernyit bingung, dia baru sadar jika mempunyai segores luka di punggung tangan kirinya. Seingatnya ia tidak pernah melukai tangannya. Luka. Marcus pikir itu bukan luka jika dilihat sekilas, tapi naga itu bilang bahwa ini luka. Luka ini sedikit aneh, memiliki pola rumit yang detil, tidak begitu besar, mungkin sebesar cap ibu jarimu.

...

...

Apa kau mengingat sesuatu? Katakan Kyuhyun.

"Tidak. Aku tidak mengingat apa-apa"

Tutup matamu...


.

.

Vaduz, Liechtenstein

14 tahun yang lalu

Sebuah kastil berdiri megah ditepi laut mediteran. Tepat diujung benua Eropa yang bahkan sudah dilupakan. Kastil yang berdiri angkuh tapi terasa begitu hangat serta hutan yang menyelimuti dataran tinggi Vaduz membuat kastil ini terlihat tidak begitu bersahabat. Menara-menara tinggi dibangun untuk pertahanan tingkat tinggi, bendera-bendera klan yang berkibar disetiap ujung menara membuat takut klan lain yang akan datang tanpa permisi.

Dua orang bocah kecil dengan asyik bermain dibagian tengah kastil. Seorang bocah dengan warna mata hitam onyx sedang bermain pedang-pedangan dengan penuh antusias. Bocah yang lainnya yang bermantel putih hanya tersenyum penuh gembira melihat aksi si bocah berwarna mata hhitam onyx.

"Kyuhyunni, kemarilah. Istirahat sebentar, aku yang hanya melihat saja sudah sangat lelah, apa kau tidak lelah?"

"Apa? Lelah? Tidak, aku ingin menguasai pedang-pedang ini."

"Kau yakin? Itu kan hanya pedang mainan.." si bocah kecil bermantel putih itu menyeringai polos pada Kyuhyun.

"Sebenarnya hari ini aku ingin pergi ke hutan."

"Untuk apa? Appa selalu melarang kita memasuki hutan."

"Ketika aku diperpustakaan, tiba-tiba aku menemukan buku yang disana tertulis jika kita ingin bisa bernapas didalam laut ganas mediterania, maka kita harus mengambil beberapa tangkai bunga valerian sprigs dan mencampurnya dengan darah kita kemudian diminum."

"jadi maksudmu..."

"ya.. ya.. itu maksudku.. "

"Kyu, kumohon. Aku akan menurutimu sepanjang hari hanya jika kau tak jadi menjalankan rencana konyolmu itu."

"tidak tidak. Kau selalu tahu, aku tak mungkin membatalkannya. Ini demi eomma. Aku ingin menemuinya. Jadi hari ini kumohon dengan sangat padamu, tolong jangan menangis ya?" Kyuhyun sudah bertekad, bocah kecil bermantel putih itu tidak mungkin bisa menahannya.

"baiklah, apa yang harus kukatakan pada appa jika beliau bertanya?"

"keunyang... berlarilah. Kau kan jago lari. Pokoknya jangan katakan apapun kepada appa. Jika nanti aku berhasil, kau akan kuberi separuhnya."

"Tapi tetap saja..."

"Jangan khawatirkan aku, aku ini putra penguasa api kan? Siapa yang akan berani menyentuhku?" Si mata onyx itu kembali membanggakan dirinya sendiri.

"aku akan menunggu di pintu utara. Kau tahu jalan pulang kan?"

"wah, jadi kau menyetujuinya kan? Keutji?"

"Lagipula kau tak butuh persetujuanku. Pada akhirnya kau akan tetap pergi..." si bocah kecil bermantel putih menundukkan kepalanya, matanya berkaca-kaca.

"Andwae! Jangan menangis, nanti aku tak bisa pergi... aku kan hanya ke hutan, bukan untuk pergi berperang melawan dunia."

"aku merasa ada hal buruk, Kyu. Tak bisakah kau tetap tinggal?"

"Dasar cengeng! Kubilang aku baik-baik saja, baiklah persiapannya sudah aku siapkan sejak semalam, kau mau antar aku sampai gerbang?"

Bocah kecil bermantel putih itu melepas kepergian Kyuhyun dengan berat hati. Dia tak bisa menahannya lebih lama. Ini adalah mimpi Kyuhyun untuk bisa menyelami laut mediterania. Eomma, dia ingin bertemu eomma.


.

"Appaaa! Kyuhyunni bermain kedalam hutan! Katanya dia ingin mencari beberapa pucuk valelian spligh atau apalah itu agar dia bisa bernapas didalam air dan akan mengunjungi eomma, dia bilang aku harus tetap diam, tapi sejak 2 jam lalu dia belum kembali! Appa, bagaimana ini?" seorang bocah kecil mengadu tentang sesuatu kepada ayahnya dengan sekali tarikan napas. Matanya berkaca-kaca, bocah kecil itu ingin sekali menangis, tapi dengan susah payah ia menahannya agar terlihat kuat di depan ayahnya.

Ayahnya tersenyum, ayahnya mendekatinya kemudian memeluknya hangat. Tidak ada satupun kata yang terucap dari mulut ayahnya. Bocah itu akhirnya tidak bisa menahan air matanya dipelukan ayahnya. Dia sangat takut, dia menar-benar takut kehilangan Kyuhyun. Hujan gerimis turun sesaat setelah butir pertama air mata bocah kecil itu menyentuh permukaan tanah.

"Seharusnya aku tidak menangis.. Kyuhyunni benci air hujan.. Appa.. dimana Kyuhyun?" dia ingin menangis lebih keras, tetapi dia tahu, hujan akan semakin deras, Kyuhyun yang pergi tidak akan bisa menemukan jalan pulang.

"Kyuhyun adalah anak yang kuat, nak. Dia mampu menjaga dirinya sendiri. Appa pastikan dia akan baik-baik saja." Ayahnya menenangkan bocah itu.

"Apakah appa sudah tidak peduli pada Kyuhyun? Aku akan mencarinya sendiri." Bocah itu dengan suara penuh tekad dan mata yang berkilat tajam pergi meninggalkan ayahnya.

Dia menghapus air matanya, berharap hujan segera berhenti. Bocah kecil itu mengambil mantelnya dan mantel milik Kyuhyun. Dia berlari menuju jantung hutan, tempat dimana valerian sprig tumbuh dan dijaga oleh seekor pegasus. Bocah kecil itu bahkan tersandung dan terguling di tanah becek, tetapi tekadnya sudah bulat. Ia tak akan pulang sebelum menemukan Kyuhyun.

"Kyuhyunniii!"

"Kyuhyunniii!"

Berkali-kali bocah itu memanggil nama Kyuhyun hingga suaranya hampir hilang. Kali ini ia tidak menangis. Ia harus menemukan Kyuhyun. Apapun resikonya, ia tak bisa jika tidak bersama Kyuhyun.

Seekor unicorn hitam mengikutinya tanpa suara, seakan turut menjaga bocah kecil itu menemukan Kyuhyun. Dari atas, naga api tua terbang tepat di atas kepala bocah itu. Dia adalah naga ayahnya. Tapi unicorn hitam itu... entah milik siapa.

Satu jam berlalu, bocah itu lelah. Ia berhenti didekat pohon oak besar, duduk sambil menelungkupkan mukanya diantara kedua lututnya. Ia sangat lelah, suaranya pun sudah lama hilang. Bocah kecil itu hampir menyerah.

"Kyuhyunni, jigeum eodiya?" suaranya melemah.

Kyuhyunni, jigeum eodiya? Neo gwaenchana? Aku tak bisa menemukanmu. Pulanglah Kyuhyunni, aku tidak ingin bermain dengan siapapun kecuali denganmu. Kyuhyunni... Kyuhyunni.. Kyuhyunni... Kyuhyunni...

Flasback end


Gelap.

Bagaimana? Kau ingat?

"Apa baru saja kau telah masuk kedalam ingatanku?" Marcus bingung.

Well, iya. Seseorang memblokir ingatanmu dari situ, aku tak bisa membantu lebih banyak. Itu agak membuatku tertekan, sambungan empatiku bahkan terputus oleh sesuatu entah apa. Tapi kurasa sebentar lagi kau akan mengingatku.

"Kenapa tidak kau saja yang memberitahuku langsung?" Marcus mulai nyaman berada di dekat naga ini.

Oh tidak, itu melukai harga diriku. Tunggu, aku bisa kehilangan satu elemenku jika kau tidak mengingatku. Aku kan dirimu. Kau itu aku. Oh, aku bicara apa?

"Kau naga pertama yang bicara padaku sedemikian banyak, tapi bicaramu terlalu banyak, pikiranku seolah akan meledak oleh suaramu."

Yah begitulah, kau juga dulu selalu banyak bicara. Membuatku pusing, tapi kita sudah terikat janji abadi, mana mungkin aku meninggalkanmu, iya kan? Setelah itu pun kau tetap banyak bicara, tak pedulikan aku yang begitu tidak menyukaimu. Tapi pada akhirnya kau membuatku terpesona, dengan seluruh ambisi dan kecerdasanmu. Aku mulai berubah menjadi dirimu. Sekarang kau menjadi lebih pendiam, kau membuatku merasa sedih .. .. .. Kyuhyun-a? Hei... oh ya ampun dia tertidur.. .. .. aku malah belum sempat mengatakannya .. ..

Maafkan aku Kyuhyun-a, aku tidak bisa memberitahumu... kau harus mengingatnya sendiri ..

Naga itu membesarkan api di dekat kaki Marcus, menyentuhkan ujung tajam kukunya pada luka dipunggung tangan kiri Marcus. Merasakan aliran darah Marcus, dan napas Marcus yang semakin teratur. Kyuhyun masih seperti 14 tahun yang lalu jika ia terlelap, aku selalu yang paling banyak merindukannya.

.


HIDDEN ANGEL


.

Tepi Danau Nyx, belakang asrama

"Tunggu, Eunhyuk-a kenapa auramu sekarang menjadi lebih kuat? Ada apa? Apa ada yang mengancammu. Tenanglah, kalau begini kau tidak akan merasakan apa-apa. Yak!" Aiden berharap saat itu dia memiliki kemampuan charmspeak seperti milik Spencer. Mereka sedang memanggil spirit masing-masing, tetapi Spencer malah bertingkah aneh.

"Selatan Donghae-ya, dari arah selatan... aku bisa merasakannya, ancaman besar dari arah selatan, lebih besar dari sekedar aura Ice Dragon ini. Tapi..." Spencer menghentikan ucapannya, hanya untuk menahan napas sebentar sebelum ia dengan berat hati memberitahu Aiden.

"Tapi apa Hyuk-a? Jangan membuatku semakin gugup!" Aiden mengguncangkan bahu Spencer.

"... ... ... Disana juga aku merasakan aura Kyuhyun"

Deg!

Keduanya berharap tidak terjadi apa-apa dengan Marcus. Aiden akan menyalahkan dirinya sendiri jika Marcus terluka, begitu pula dengan Spencer.

"Kita harus segera mencarinya Hyuk-a" Aiden sudah tidak mempedulikan ice dragon yang sejak lama mereka perhatikan.

Matahari hampir tenggelam ketika mereka mulai mencari Marcus. Hutan Nyx adalah hutan terlarang bagi semua siswa Angel's House. Semua makhluk buas berada disana, spirit dan kekuatan yang menakutkan selalu menjadi ancaman yang sewaktu-waktu bisa menerkam siapapun. Klan-klan barbar yang tidak diakui dimanapun bermukim disana.

Dan yang lebih mengerikan, Marcus ada disana. Marcus Cho, yang selama ini telah dititipkan pada mereka berdua sedang dalam bahaya –setidaknya begitulah insting Spencer. Mereka harus tetap mencari Marcus, atau mereka akan mati ditangan sang penguasa api. Ayah Marcus Cho.

"Ya .. ya. Kita harus mencari secepatnya. Sebelum terjadi apa-apa dengan Marcus."

"Kau menyebut nama abadinya lagi, Spencer. Hati-hatilah dalam berbicara.." Aiden memperingatkan Spencer.

Mereka memasuki seperempat hutan, sepanjang perjalanan mereka belum menemukan halangan yang berarti, semuanya dapat mereka singkirkan dengan ilmu yang telah mereka pelajari. Ini tidak membuat kedua orang ini menghilangkan kewaspadaannya, justru mereka semakin waspada karena aura kuat yang dirasakan Spencer semakin terasa, kini Aiden juga bisa merasakannya. Hawa dingin yang tadi mereka rasakan sebelum masuk lebih jauh kedalam hutan, kini berganti dengan hawa panas yang sedikit menyengat dan meruntuhkan semua pertahanan aura yang mereka buat untuk menahan serangan-serangan ringan.

"Kenapa aura ini begitu kuat Donghae-ya?" Spencer mulai khawatir dengan Aiden, ini lebih karena Aiden tidak tahan panas, karena dia pengendali air.

"Entahlah, mulai sekarang hanya bisa berjalan dibelakangmu Hyuk-a, aku tak bisa mengeluarkan kekuatan apa-apa lagi, kecuali ada air disekitar sini.." Aiden terlihat sangat susah payah berjalan dibelakang Spencer.

"Akan kucarikan sumber air nanti, tetaplah berjalan disampingku." Aiden mengangguk.

"Kita sudah berjalan terlalu lama Eunhyuk-a" Aiden mulai merasa lelah.

"Sebentar lagi Donghae-ya, kita harus membawa pulang Kyuhyun, bertahanlah sebentar lagi.."


.

.

SRRRAAAKKKK!

Aiden dan Spencer mematung, suara itu berasal tak jauh dari tempat mereka berdiri. Seiring dengan suara itu, seluruh aura menakutkan dan hawa panas yang mereka rasakan menghilang. Sesuatu yang besar dan mengerikan baru saja pergi dari tempatnya.

Aneh. Pikir Spencer. Baru saja hawa panas tadi menghilang, kenapa aku malah menemukan salju disekitar sini?

"Donghae-ya, ada salju." Spencer memberitahu. Aiden kemudian melihat salju itu dan menyentuhnya, murni, ini salju murni pikirnya.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" Aiden lebih kepada berbicara dengan dirinya sendiri.

"O! Kyuhyun-aa!"

To Be Continue...

makasih sudah mau baca dan review~~
tetep ditunggu kelanjutannya yaaa...

special thanks to :

Park Zahra, jihyuelf, ShinJoo24, Rezy.K, pcyckh

thank for you review^^
~Love from wonderland~