Title : Buttterfly
Author : Kim Yurii
Length : Seriaes
Rating : all ages
Genre : Romance aja ahh
Cast :
-Kwon Ji yong as GD
-Sandara Park as Dara
- Lee Seung Hyun as Seungri
- TOP as Choi Seung Hyun
-Chae Lee as CL
-Park Bom as Bom
- ### -
Saat mereka tepat berada didepan pintu rumah dara entah mengapa gd berhenti dan menatap dalam dara, tanggannya tiba-tiba saja menyusuri leher dara dan menyibakkan rambut indah dara, degg degg detak jantung dara mulai tak beraturan,
Semakin lama wajah gd terus mendekat, semakin dekat
Entah mengapa dara yang mulai kelimpungan justru menutup matanya ia terlihat hanya berdiri pasrah ia mungkin berfikir ini akan jadi ciuman pertamyanya, lalu tiba-tiba
"hey dara di lehermu ada bekas noda darah. Mungkin saat kau mengobati seunghyun tadi, kurasa sebaiknya ini dibersihkan dulu, jangan sampai eommamu tahu hal ini." Bisik gd pelan tepat diamping telinga mungil dara
Tentu saja dara yang salah menduga dalam sekejap *boom* memerah padamkan wajahnya, dengan segera ia usap noda itu dan msih dengan degup jantung tak beraturannya ia pergi meninggalkan gd
Gd hanya terheran melihat sikap aneh dara ia angkat kedua bahunya begitupun dengan sebelah alis matanya. Lalu beranjak pulang kerumahnya.
- Dara p.o.v -
" Eotteohke? Gara-gara aku nggak bisa tidur semalaman aku bangun kesiangan," pelajaran pertama hari ini kan pelajaran yunho songsaenim dan aku nggak mau terpaksa di drop out lagi dari kelasku.
Aku segera berbenah dan bersiap kesekolah, sepertinya sarapanpun aku nggak akan sempat.
"eomma dara berangkat, annyeong" aku beranjak keluar pintu rumah dengan tergesa segera berlari ke halte bus, di saat seperti inilah aku berharap aku bisa menggunakan mobilku sendiri.
Saat bus yang sudah kutunggu datang aku segera menaikinya, tapi rasannya ada yang janggal seperti ada yang kurang, apa karena hari ini aku nggak 1 bis dengan gd oppa ya,.. dalam bis aku baru menyadari 1 hal yang jauh lebih mengerikan, jam pertama adalah kelas yunho songsaenim dan aku belum mengerjakan tugasnya,. Ya ampun bagaimana ini.
Dalam bis itu aku sama sekali tak bisa merasa tenang, dan lagi tanpa gd oppa aku tak bisa mengatasi rasa mual karena gncangan aneh ini, sepertinya aku mulai ketergantungan pada gd oppa dan hidupku akan hancur kalau aku berada dalam situasi seperti ini terus.
Akhirnya bis ku mendarat tepat di depan gerbang sekolah. Aku yang sudah tak tahan dengan rasa mual ini apalagi aku masih harus memikirkan tgasku berlari dari bangku belakang bis sempoyongan menuju 1 pintu keluar, saat aku berlari kencang aku bahkan tanpa sengaja menabrak seorang yeoja yang hendak turun juga, alhasil buku dan sweater yang ia tenteng ditangannya terjatuh semua. Aku mendengarnya marah-marah, aku menoleh dan hanya sempat melihatnya sedang memunguti barangnya,
Aishh mian tapi aku harus segera kekelas batinku dalam hati dan berlalu meninggalkan yeoja itu.
Baru saja aku duduk di bangkuku, bahkan menghela nafaspun ku belum sempat tapi bel sudah berbuni, sepertinya tamatlah riwayatku kali ini
"Hey sandy ku kenapa? Kau sakit? Wajahmu pucat, ayo kita kerumah sakit " ini lagi si anak bawel seungri
"aigoo seungri jangan berlebihan deh, aku hanya khawatir aku belum mengerjakan tugas yunho songsaenim." Jawabku lemas
"Annyeong haseyo murid-murid , " mati aku, songsaenim datang dan aku bahkan belum sempat nyontek.
"annyeong dara, bagaimana piknikmu diluar kelas kemarin? Menyenangkan? Tapi kau nggak lupa mengerjakan tugasku kan?" oh my god sepertinya guru yang satu ini punya dendam kesumat padaku,..
"aa,.. itu,…"
"ini tugas dara songsaenim, mianhamnida tapi aku belum mengerjakan jadi aku nyontek tugas dara, jebal jangan marahi dia." Belum sempat aku menjawab seungri memberikan pernyataan yang pastinya membuat mataku terbelalak bahkan mulutku ikut menganga.
"Ya~ seungri~ahh,.. kau tahu kan prinsip kelasku! Lebih baik tidak usah mengerjakan sekalian daripada mencontek, kau ini anak baru tapi sudah berani melanggar larangan kelasku, jeongmal mianhae tapi aku harus memintamu mengerjakan 200 soal ini di perpus sekarang juga." Etteohke seungri dihukum? Dia kan nggak salah, tapi dengan cengengesan dia malah beranjak dan meninggalkanku dikelas ini sambil mengerlingkan matanya,. *maksudnya apa tuh?* yang pasti aku merasa bersalah, tapi untunglah yunho sngsaenim percaya ini pekerjaanku.
Kelas yunho s ongsaenim sudah usai tapi kenpa anak itu belum kembali ya? Padahal ini sudah jam istirahat, aku yang merasa bersalah pergi untuk melihat keadaan seungri
Dan sungguh unbelievable, reader tau nggak ? *lhah bisa cominicasi ma reader juga yah?*
Saat aku benar-benar dalam keadaan khawatir, si bodoh itu justru sedang etrtidur pulas di slah satu bangku di perpus sementara aku melihat beberapa pengawalnya yang entah sejak kapan berada disekolah ini sedang sibuk mengerjakan soal kimia yang bear-benr sulit adri yunho songsaenim.
"hei pabo,.. bangunlah! Ini sudah jam istirahat!" aku mencoba mengguncangkan badannya berharap kesadaran jiwanya segera pulih
"Mwo? Sandy? Kenapa kau kemari? Kelas yunho songsaenim sudah selesai yah?" setengah sadar mengucek matanya dan menatapku heran
"aishh,.. aku menyesal sudah mengkhawatirkanmu , bodohnya aku, udah ah aku lapar" aku menjitak kepala seungri dan segera meninggalkannya.
"Mwo? Kau mengkhawatirkanku? Benarkah? Hey sandy tunggu aku,.. aishh mana buku-bukuku"
"dasar michyeo" aku terus berjalan tanpa menoleh kearah seungri yang sedang sibuk mengejarku.
- Sementara itu di kantin sekolah -
"hey gd dengarkan aku dong, aku lagi sebel banget nih, tadipagi aku bertemu cewek gila yang sumpah nyebelin banget, kau tahu kan sweater baruku? Gara-gara dia semuanya jadi kotor" ucap seorang yeoja yang sedang duduk dipojok café berdua dengan namja
"geurae?" jawab namja itu datar dan malas
"pokoknya nyebelin banget deh, aku nggak liad mukanya sih, yang aku tahu rambutnya panjang , warnanya coklat gelap, pakai kaos kaki panjang dan sepatunya berwarna coklat tua,… nah seperti gadis iitu,…"
"hey kau tunggu sebentar,.." tiba-tiba saja seorang yeoja meraih bahuku dari belakang , membuat posisi tubuhku sedikit bergeser, aku berbalik arah kepadanya dan
"Mwo? Chae lee eonnie? Waeyo?" jawabku sumpah dengan nada muales banget
"owh,.. jadi yang tadi pagi menabrakku itu kau? Kau tahu gara-gara kau sweater mahalku jadi kotor kan!" ucap CL eonnie dengan nada sedikit membentak
"owh, jadi yeoja yang tadi pagi itu eonnie? Kalo begitu mian, oh ya sweatermu itu palsu kan? Aku tahu barang yang asli atau bukan jadi nggak usah sombong" ceplosku asal
"Aigoo! Dasar gadis bodoh kau itu ya,.."
"sudahlah Chae Lee, jangan ribut karena hal sepele seperti itu,." Gd oppa mendekat dan mencoba menenangkan CL eonnie
"nggak bisa gitu dong gd, kenapa sih kau membelanya,. Anak kurang ajar dan nggak tahu sopan santun seperti ini harusnya tuh di…" aku sempat kaget karena Chaelee eonnei hampir melayangkan tangannya kewajahku, tapi untunglah seungri segera datang dan menahan laju tangan itu
"Heii nenek sihir, tidak ada yang boleh menyakiti tuan putriku sedikitpun" seungri sedikit memberika penekanan nada
"Heh bocah tengik, kau itu siapa nggak usah ikut campur deh, aku cuman mau ngasih pelajaran sama gadis bodoh ini." Jawab chaelee eonnie
"hey sudahlah kalian jangan seperti anak kecil dong," sela gd oppa
"mwo? Kau lagi? Kenapa sih kau selalu berada didekat tuan putriku?" seungri terlihat kaget menyadari keberadaan gd
"karena aku ingin," gd justru menjawab asal menggoda seungri,..
Karena suasana makin tidak kondusif, si Seungri mulai ribut sama Chae lee, ditambah gd oppa terus menggodanya sedang chaelee sibuk marah-marah, dan sepertinya mereka bertiga sedang terlarut dalam dunia yang berbeda jadi aku tinggalkan saja mereka yang sedang ribut, bahkan sepertinya tak satupun menyadari kepergianku, hha
aKu terus berjalan meninggalkan kantin hingga tiba-tiba,..lagi dan lagi aku menabrak seorang namja,.
"kau,.. bukankah kau gadis aneh yang kemarin memaki-makiku kan? Kau itu nggak bisa jalan yang bener ya?" ucap namja yang tak lain dan tak bukan adalah seunghyun oppa
"aishh, kenapa hari ini aku harus bertemu dengan orang-orang menyebalkan,!" balasku
"YA~~,.. kau tak tahu siapa aku? Kau tak takut padaku?" bentak namja itu dihadapanku
"aku tahu, kau seunghyun kan, teman gd oppa,. Aku ngggak perlu takut pada namja cengeng yang menghadapi masalahnya dengan alcohol dan melukai dirinya sendiri bahkan merepotkan temannya juga" jawabku mantap
"heii,.. apa maksudmu?" namja ini mulai mencengkram lenganku lagi,
Tanpa perlu instruksi aku hempas tangan namja ini dari lenganku, tapi kemudian ia mengerang kesakitan, aku baru ingat tangannya kan terluka, dan kenapa perban yang aku pasang semalam sudah tak ada.
"ah jeongmal mianhae oppa, gwenchanayo?" aku merasa sedikit khawatir, sepertinya lukannya belum benar-benar sembuh dan ia justru mengerang lebih keras,. Jadi kuputuskan untuk mengantarnya ke ruang kesehatan
Sepertinya tak ada seorangpun disana, akhirnya aku terpaksa harus mengobati tangan seunghyun oppa sendirian.
"kenapa oppa melepas perban yang kupasang semalam?" tnyaku pada seunghyun oppa
"mwo? Maksudmu apa?" balasnya bingung
"semalam waktu kau mabuk didepan rumah gd oppa aku dan oppa yang menolongmu, lagi pula aku yang sudah mengobatimu, oppa tak ingat?"ucapku
"geurae? aku nggak ingat apapun, yang aku tahu aku peri kerumah gd dan ada seorang peri yang menolongku." Jawabnya asal
"hah, konyol sekali, berhentilah berpura-pura oppa,."
"apa maksudmu berpura-pura?" seunghyun oppa terlihat bingung.
"aku tahu ka bukan tipe orang yang pantas menjadi orang jahat, alcohol yang kau minum semalam dari bunya saja aku bisa tahu itu bukan alcohol keras, tapi oppa bisa mabuk separah itu, kurasa karena oppa tak terbiasa dengan minuman keras. Lalu oppa mengganggu banyak orang kurasa karena oppa merasa kesepian kan? ,kudengar oppa ini putra tunggal pengusaha besar, sudah pasti hidupmu akan jauh lebih diatur daripada orang lain kan?" jelasku pada seunghyun oppa
"cih, apa yang aku tahu tentang aku, dasar yeoja aneh" sepertinya ia berusaha meyakinkan bahwa asumsiku salah
"sudahlah oppa, aku juga pernah berada dalam situasi yang sama. Jangan bodoh, kalau oppa tak ingin dikuasai maka berkuasalah pada dirimu sendiri,. Sudah ah, aku harus kembali ke kelasku." Setelah selesai mengobati luka seunghyun oppa kuputuskan untuk segera kembali ke kelas.
"ya~ sandy kau darimana saja? Kenapa meninggalkanku ?" baru jug nyampe kelas harus ketemu makhluk ini
"bukan urusanmu seungri,,…'
Akhrinya sekolahku usai juga dan beruntunglah kali ini seungri harus pulang duluan karena ada les piano, itu artinya sore ini aku bisa pulang dengan tenang.
Kakiku terus menyusuri tiap lorong disekolahku, dikejauhan aku melihat ruang kels gd oppa, entah mengpa aku berhenti dan malh memperhatikan ruangan itu, terlihat seorng namja yang taka sing bagiku sedang berkemas, ia memasang sebuah headset putih ketelinganya yang juga terhubung dengan sebuah gadget mungil yang kusebut ipod. Aku tersenyum melihat namja itu menutup mtanya dan mulai bernyanyi girang,
Gd oppa benar-benar lucu, aku ingin menghampirinya siapa tahu kami bisa pulang bersama lagi, beberapa langkah lagi aku tepat berada dibelakang namja itu tiba-tiba seorang yeoja yang memang primadona sekolah dan juga yeojayang kubenci mendekat dan langsung mendekap erat lengan gd oppa.
"gd , teganya meninggalkan chaelee, padahal hariini aku sengaja nggak bawa mobil biar bisa pulang bareng gd." Ucap yeoja itu,.
Dari belakang mereka aku bisa melihat gd oppa mengusap lembut kepala CL eonnie, entah mengapa tanganku reflek enyentuh keplaku, dan htiku seperti terguncang, benar-benar aneh, aku jadi merasa malas berjalan dibelakang mereka.
Jadi kubiarkan mereka berjalan berdua terlebih dahulu, bahkan hingga mereka memasuki bis aku masih berjalan perlahan, bi situ berlalu, kulihat gd oppa dan CL eonnie duduk berdua di bangku belakang,
Haeh,… tapi sesaat aku baru menyadari, tadi itu kan bis kerah rumahku, kenapa aku nggak naik, jadi kuputuskan untuk menunggu bis berikutnya.
30 menit berlalu, aku membuka tas dan muli mengambil sebuah permen strawberry yang kubeli dikantin,..
45 menit berlalu,.. aku masih berdiri dan mentap jam tanganku,
1 jam berlalu dan belum ada bis yang lewat lagi,..? aku mulai kesal,.. masa' iya sih aku harus berjalan lagi 5km lebih, oh noway,..
Dalam keadaan kebingungan seperti ini, aku bahkan tak menyadari didekatkku ada sebuah mobil mewah yang sedari tadi membunyikan klaksonnya,saat aku menoleh, kaca mobilpun turun perlahan seolah mengizinkanku untuk melihat siapa orang yang sedaritadi membunyikan klakson itu
"hei gadis aneh, daritadi hanya berdiri menatap jam tangan, rumahmu dekat rumah gd kan,.? Pulanglah bersamaku?" nih orang aneh banget ngajak pulang bareng aja kaya mau ngajak kawinan,.
Karena aku benar-benar kelimpungan, otakku bahkan sudah tumpul jadi aku mengiyakan saja ajakan namja aneh bernama seunghyun itu.
Wua,.. mobilnya benar-benar nyaman, bahkan mobil ini jauh lebih bagus dari yang kupunya sebelumnya, namja ini sama sekali tak bicara sepatah katapun, membuatku memiliki kesempatan untuk memperhatikan tiap detil wajahnya,.
Namja yang terlihat tegar diluar tapi aku tahu hatinya tak begitu, mungkin karena dia jarang tersenyum orang-orang bahkan chingudeulku menganggap orang ini orang yang sadis dan jahat.
Saat aku benar-benar sedang menikmati memandang wajah itu *CCCiiiiiiiiiittttttttt mobilnya berhenti mendadak membuat goncangan keras ,…..
TBC yah,.. hehe,..
