"ADA APA KALIAN KEMARI!" ucap seseorang yang kini berdiri tepat di samping Taeil.

"uh? Yesung hyung.. apa kabar?" ucap Sehun yang langsung saja berdiri lalu membungkuk hormat padanya, namun yang diberi hormat hanya diam, tersenyum pun tidak. "ada keperluan apa? apa yang kalian inginkan? huh? ingin bertemu Taeil hanya untuk menanyakan soal Minseok? begitu?" ucap Yesung.

"tidak hyung, aku hanya mengantar adikku saja. Dia bilang ingin bertemu dengan adikmu"

"lalu apa aku harus mempercayainya? ujung-ujungnya sama saja seperti yang sudah-sudah, membuat Taeil kesakitan. Lebih baik kalian pergi saja!"

"baiklah, jika memang hyung tidak suka kami berada disini, kami akan pergi"

"tidak, hyung!" ucap Taeil tiba-tiba, "jangan usir mereka"

"jangan membantahku, Taeil!"

"hyung kenapa membentakku? lagi pula aku ingin tahu tentang Minseok hyung yang kau bilang sudah mati. Setiap kali aku bertanya, kau selalu enggan untuk menjawabnya. Apa tidak boleh aku mengingat tentang masalaluku, hyung?!"

"Minseok sudah mati dan kau tidak boleh mengingatnya lagi!! jika aku menceritakan tentangnya, hatiku semakin sakit!! kau tahu, kehilangannya sama saja kehilangan nyawaku! aku sangat menyayanginya" ucap Yesung yang sedikit terisak, ia kemudian menjatuhkan tubuhnya ke lantai, memegang dadanya yang terasa sangat sakit.

Sehun kemudian perlahan mendekati Yesung, tak tega melihat keadaannya. "hyung.." ucapnya, tangannya ia sentuhkan pada bahu Yesung mencoba menenangkan, "aku tahu ini sangat menyakitkan"

"sangat menyakitkan, Sehun! bahkan sangat perih!! dan ini semua karena kau!! andai saja saat itu kau datang menjemput kedua adikku, hal ini tidak akan terjadi!!"

"aku mohon maaf, hyung. Ini semua salahku, sudah ku katakan sejak dulu jika aku harus mati untuk membayar semuanya, aku akan melakukannya"

"MATI? KAU BILANG MATI?? TAPI BUKAN ITU YANG AKU INGINKAN! AKU HANYA INGIN MINSEOK KEMBALI!! APA KAU BISA MELAKUKANNYA, HUH? KATAKAN SEHUN!!"

"aku pun sama denganmu, hyung. Aku ingin Minseok kembali, tapi dia-"

"MATI! CUKUP SEHUN, AKU MUAK DENGAN SEMUA INI. LEBIH BAIK KAU DAN ADIKMU PERGI!"

tanpa menjawab, Sehun kemudian berdiri lalu menarik tangan Taeyong untuk segera meninggalkan tempat itu, "aku permisi, Taeil-ah maafkan hyung"

Taeil hanya diam, tak berucap apapun. Pandangannya kini ia arahkan pada pria di bawahnya yang masih terduduk sambil terisak, "hyung.."

Yesung mengusap air matanya kasar, ia kemudian berdiri lalu memeluk Taeil dengan sangat erat, "maafkan aku.. maafkan aku.. ini semua salahku. Ini salahku!!"

"hyung.. apa boleh aku tahu tentang masa laluku sekarang, aku ingin mengingat semuanya kembali"

Yesung menarik tubuhnya, memegang kedua pundak adiknya penuh sayang, "tidak sekarang, tapi hyung janji suatu saat hyung akan mengabulkan permintaanmu"

'maafkan aku, Taeil-ah. Kau tidak akan pernah mendapatkan semua itu, kau tidak boleh mengingat semuanya. Jika itu terjadi, maka aku akan hancur'

-o0o-

"hyung.. maaf" ucap Taeyong sesaat mereka tiba di dalam mobil

"maaf untuk apa?"

"karena aku telah mengajakmu kemari"

"tidak masalah"

"tapi kan hyung"

"aku tidak ingin membahasnya lagi, lebih sekarang kita pulang"

"ah tidak mau, bagaimana jika kita membeli kopi? atau yang lain mungkin?"

"pulang saja"

"ayolah, hyung.. sesekali pergi denganku tidak masalah bukan" ucap Taeyong sambil mengeluarkan puppy eye nya

"ah baiklah! jangan membentuk matamu seperti itu! jelek sekali!"

"haha.. baiklah"

Tak lama mereka pun tiba di salah satu kafe yang tak pernah mereka kunjungi sebelumnya, ini permintaan Taeyong, ingin mencoba tempat baru katanya

"kenapa mesti tempat jauh seperti ini sih, Taeyong!"

"tidak apa, hyung. Jalan-jalan"

"hh.. tahu begini aku memilih untuk pulang saja! merepotkan!"

"sudahlah, ayo masuk"

Tak sabar, Taeyong dengan cepat menarik Sehun untuk segera masuk, karena sejak tadi mereka berdebat di depan kafe, di bawah terik matahari, panas.

"selamat siang, bisa dibantu?" sapa salah satu pelayan di sana

Seketika Sehun maupun Taeyong membatu, menatap sang pelayan tak percaya, "mi-minseok.."

"selamat siang.." ucap pelayan itu lagi.

"minseok? apa ini kau?"

"benar, tuan. Namaku Minseok"

"kemana saja kau selama ini?? aku mencarimu? aku gila karena telah menganggapmu sudah mati!"

"astaga Minseok hyung, aku senang akhirnya kau kembali"

Sang pelayan hanya tersenyum sekaligus tidak mengerti apa maksud dari perbicaraan dua pria di depannya, "maaf, tapi rasanya aku bukan Minseok yang kalian maksud"

"apa maksudmu, Min? ini aku Sehun, kekasihmu"

"aku belum pernah bertemu denganmu sebelumnya"

"kau bohong!!"

"maaf, tuan"

"Minseok kumohon.."

"maaf, tuan. Bisa bergeser? antrian di belakangmu sudah panjang"

"tidak! kau-" ucapan Sehun terpotong karena lengannya di tarik Taeyong, "hyung!"

"lepaskan aku! aku yakin dia Minseok! Minseokku belum mati"

"aku tahu, hyung. Tapi kita tidak bisa memaksanya seperti itu"

"tidak bisa, Tae!"

"kau tenang! aku akan membantumu mencari tahu siapa orang itu"

TBC.