Day In Love
+Pembuat: Chiya form Aozora Nichiya+
+Pair: GoldSilver, dan masih rahasia+
+Rated: T aja, jaga-jaga kalau Gold pervert *dikejar-kejar Gold*+
+Genre Romance & Drama+
.
.
Chapter 4: Lives Together
"Kalau kau ingin tinggal disini, kau harus mematuhi peraturan dulu! Pertama,kau tidur menggunakan futon, kedua, kau juga harus bantu-bantu urusan rumah tangga juga urusan pekerjaan, ketiga, jangan pernah membawa orang tidak dikenal kecuali memang aku yang menyuruhnya, keempat, kalau ada orang yang mengetuk pintu, Tanya siapa namanya!" Silver menerangkan peraturan-peraturan yang wajib kupatuhi supaya aku bisa tinggal disini.
"Baik!" ujarku sambil menghormat kepadanya.
"ya sudah, kalau begitu aku harus pergi sekolah dulu… sarapanmu ada dimeja" ia melangkah keluar kamar aperterment ini. Terdengar pintu tertutup, berarti ia sudah pergi.
"huah! Susah juga ya berakting, huh… tidak ada Silver… bosaaan…" aku menuju tempat makan, tapi ternyata ada suara pintu. "huh, aku sudah lapar nih! Dari tadi di ceramahi Silver terus sih! Iya, tunggu!" aku membuka pintu sedikit, yang kulihat adalah seorang lelaki dengan rambut putih atau malah bertopi putih? Ah sudahlah, aku tidak peduli…
"umm… silver nya ada?" tanyanya dengan sopan, sial… jangan-jangan saingan lagi.
"memangnya kau siapanya Silver?" tanyaku judes, wajahnya yang sopan sekarang berubah menjadi kesal.
"seharusnya aku yang bertanya seperti itu, kau siapanya Silver?" sekarang malah ia balik bertanya, membuatku makin kesal!
"kok malah balik Tanya? Jawab dulu pertanyaanku!"
"aku Ruby, rekan kerja sekaligus sahabat Silver! Kalau kau?" WTF? Sahabat? TING! Dapat ide…
"aku Gold, orang yang tinggal bersama Silver!" kulihat wajahnya sangat terkejut! Memangnya ia suka Silver? Gay juga?
"t-tinggal bersama… Silver? Kudengar Silver tidak punya pacar…" entah aku berpikir ia mengira Silver itu cewek? Tanya aah…
"hei, kau mengangap Silver itu cewek atau cowok?" tanyaku asal-asalan, mukkanya langsung jadi bingung.
"huh? Tentu saja cewek! Dia kan perempuan! Biarpun seleranya seperti laki-laki sih…" FUUUH! Ingin sekali aku tertawa terbahak-bahak sambil guling-guling, tapi aku masih menutup dengan wajah elegan.
"ooh… begitu ya… masa kau tidak tahu sih? Dia kan-"
"Ruby?"
Kami berdua menengok kearah suara itu, Oh My Goodness! Itu Silver! Kenapa ia kembali? "sedang apa kau disini?" Tanya Silver dengan wajah tersenyum super manis! Kenapa denganku tidak?
"uuh… aku ingin mengembalikan barangmu yang tertinggal di café, lagipula… kenapa kau memakai baju sekolah? Hari inikan libur?" tanyanya dengan wajah agak blushing, cih…
"aku lupa kalau ini hari sabtu! Terima kasih, Ruby! Mau masuk dulu?" weks? Kenapa ia bicara sesopan itu kepada Ruby?
"maaf Silver, aku harus langsung pergi ke café! Soalnya teman-temanku pergi ke sana semua! Kau jangan telat ya, Silver!" Ruby langsung lari meningalkan kami dengan terburu-buru.
"hati-hati dijalan!" teriak Silver, Ruby hanya melambaikan tangan sambil berlari.
"haah…" Silver melewatiku dan masuk ke kamar apertemantnya, aku mengikutinya dari belakang.
…
"Silver, Kenapa Ruby tidak tahu kalau kau laki-laki?" tanyaku sambil mengunyah sarapanku dengan lahap.
"hah?" Silver melihatku dengan wajah bingung, ia sedang mengerjakan tugasnya yang kemarin tertunda karena Blue pulang.
"lagipula apa pekerjaanmu? Ruby tadi bilang ada barangmu yang tertinggal di café, lalu ia bilang jangan terlambat, dan ia mengira kau perempuan, jadi kesimpulan yangku dapat… kau bekerja menjadi seorang… Maid café?" ujarku panjang lebar seperti detektif, kulihat wajah Silver memerah.
"a-apa maksudmu? Kau salah pengertian!" ia terlihat berusaha menyembunyikan sesuatu, hm? Apa ini? …TING!
"oh ya? Lalu ini apa?" aku memperlihatkan foto dimana karyawan-karyawan Café itu termasuk Silver sedang sibuk melayani pesanan orang, dan disana Silver memakai baju maid. Silver langsung menyambar foto itu,"D-DARIMANA KAU MENDAPATKAN INI?"
"Dibawah meja makan~" sahutku santai sambil menunjuk tasnya dibawah meja makan.
"! Su-sudahlah! A-ku mau pergi ke supermarket dulu!" Silver bengambil dompetnya dan berlari ke pintu keluar."Silver? aku ikut!" aku mengikuti Silver di belakang.
…
"Silver, malam ini makan apa?" tanyaku pada Silver yang sedang memegang keranjang.
"mm… mungkin yakiniku?" sahut Silver yang sedang memilih daging.
"iyee! Aku suka semua masakan Silver!" aku mencoba untuk memeluk Silver, tapi malah di tahan silver dengan tangannya. "b-bodoh! Jangan di sini dong!" aku hanya tertawa melihat tingkah laku Silver yang malu-malu.
Aku mendengar suara dua orang perempuan berbisik, "hey, pasangan itu cocok sekali ya? Imut!" kata seorang perempuan itu sambil menunjuk kami. "iya! Mana cowoknya keren, ceweknya juga manis!" sahut perempuan satunya lagi, cocok? Itu kata-kata yang sangat indah!
"Gold?"
"e-eh! Apa Silver?"
"Bisa ambilkan garam itu? Aku tidak bisa mengambilnya, terlalu tinggi" Silver menunjuk keatas, bagiku tidak terlalu tinggi sih…
"sesuai kehendakmu, Silver" aku tersenyum sebentar, yaah… aku mengikuti kata-kata Mitsuru sih… dan mengambil garam itu, kulihat wajah Silver merah sedikit, demam ya?
"Silver? Kenapa wajahmu merah? Demam ya?" aku memegang dahinya tapi langsung di tepis Silver.
"n-ngga kok! Se-sebaiknya kita pergi mencari makan siang!" Silver langsung pergi ketempat kasir, terdengar lagi suara 2 cewek itu, "waah… Ceweknya judes ya?" kata seorang cewek itu. "iya, tapi menurutku itu yang membuat mereka cocok! Ceweknya Cuma malu saja!" malu? Jangan-jangan…
"heheheh…" aku tertawa bahagia, yaah seperti yang kalin bayangkan… aku menyimpulkan hal bagus.
"kenapa Gold?"
"tidak, ayo Silver!"aku mengengam tangannya, terlihat wajahnya merah padam, sudah kuduga!
"jangan didepan umum, bego…" Silver menundukkan kepalanya, membiarkan aku mengengam tangannya.
To Be Continued
Wahahaha… Kok rasanya Chapter 4 sedikit ya? Habisnya saya ngga punya ide lagi sih! Saya akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk fanfic ini lebih rame!
Ah! Banyak pr! TIDAAAAAK! Yang terpenting disini adalah Review yang saaaaaaangat berarti bagi kucing saya- eh salah, bagi saya!
