Chapter sebelumnya...
Itachi tersenyum sinis lalu mundur, saat sejajar dengan Sasuke, ia hanya melirik Sasuke lalu mengangkat bahunya lelah.
Hanya memberi si pirang kartu merah saja kan?
Apa susahnya?
Kenapa adik kesayangannya itu harus marah-marah?
Tugasnya pun kini selesai sudah...
Sasuke yang sempat sweatdrop menemukan kembali keangkuhannya, ia mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi memberi aba-aba pada semua orang di sekitarnya, tersenyum mengejek saat si pirang itu mencabut kertas di keningnya kasar lalu kemudian meremas dan melemparnya.
"Game..." kata Sasuke mendesis. "DIMULAI!"
"KYAAAAAAAAA!"
Disclaimer
Mashashi Kishimoto sensei have Chara. Yang lainnya asli dari pemikiran otak bebal Nay. Nyontek drama korea dikit sih. hehehe
Rating
T
Pairing
SasuNaru – ItaKyuu
Slight
SasoDei, GaaNaru, ShukaGaa
F4 : Sasuke Uchiha, Itachi Uchiha, Sabaku Gaara, Akasuna Sasori
Warning
OOC, YAOI, miss typos, sedikit lime mungkin?
Peringatan!
Fanfic ini hanya mengambil sedikit alur dari drama super keren BBF. Alur cerita, setting tempat, karakter, penokohan, semuanya murni dari pemikiran Nay. Jadi jangan aneh kalo nih fic beda jauh sama drama aslinya.
NO LIKE DON'T READ
Chapter 2
Bully
Secepat kilat Naruto berbalik lalu menyeret Deidara kabur. Kini hampir semua murid di KHSI mengejar-ngejar ia bak seorang superstar. Bedanya... jika seorang superstar dikejar gila-gilaan untuk diminta tanda tangan atau sekedar foto bersama, Naruto kabur alias melarikan diri karena hendak dibully.
Naruto menyeret Deidara yang masih shock itu berbelok, semua orang yang mengejarnya terus berteriak memperkeruh suasana. Membuat dua pirang itu mengalami sport jantung parah karena khawatir dengan keselamatan nyawa mereka.
"Tangkap dia!"
"Cepat! Tangkap dan bully sampai mati!"
"Bakar-bakar!"
Mendengar segala teriakan menginterupsi di belakangnya membuat Naruto dan Deidara melotot horror. Kejam sekali, siapa pun yang meneriakinya seperti itu, Naruto bersumpah akan menyumpal mulutnya jika kemudian hari mereka bertemu.
Well... itu pun jika ia bisa lepas dan tetap bertahan hidup saat itu.
Napas mereka semakin terengah, keringat dingin mengucur deras dari pelipisnya. Baik Naruto atau pun Deidara sudah tidak sanggup untuk berlari, hampir satu jam mereka berlari mengelilingi gedung sekolah menghindari kejaran masa yang semakin banyak. Dan jika mereka berpikir untuk melarikan diri melewati gerbang, itu adalah suatu hal yang percuma.
Sasuke pasti sudah merencanakan hal licik yang membuat mereka tidak bisa kabur terlalu jauh.
"Hoh-hoh-hoh!" Deidara berusaha mengatur napasnya yang semakin memburu. Dadanya sesak sekali. Saat ini mereka sudah terpojok, mereka ada di depan lab ipa yang menjadi sudut mati gedung sekolah. Membuat kedua blonde itu mengerang frustasi.
Naruto yang melirik sepupunya itu menyayukan matanya tak tega. Ia menyeka keringat di pelipisnya lalu berusaha mengatur napas. Memikirkan rencana terbaik apa yang harus dilakukannya agar bisa menyelamatkan nyawa mereka. Setidaknya salah satu lah.
"Kau masuk lah, Dei!" Naruto membuka pintu lab. Ia tersenyum lima jari berusaha meyakinkan sepupunya. Deidara mengangguk setuju, ia menggenggam pergelangan tangan kanan Naruto mengajaknya masuk, tapi langkahnya langsung terhenti dengan kepala memutar saat melihat Naruto tampak tidak akan beranjak dari tempatnya berdiri.
"Ada apa, Nar?"
"Kau masuklah, aku akan menahan mereka semua." Naruto mengangguk pasti. Setidaknya Deidara harus pulang dengan utuh. Mendengar itu mata Deidara terbelalak tak percaya, ia menggelengkan kepalanya cepat.
"Mana mungkin aku meninggalkanmu di sini sendiri, bodoh?" Deidara terlihat semakin setress mendengar kegilaan sepupunya. Ia akan melawan puluhan murid di KHSI itu sendiri? Gila! Sekuat apa pun Naruto, ia bisa mati. "Ayo masuk!"
Deidara berusaha menarik tangan Naruto masuk. Naruto tetap bergeming, ia hanya menatap Deidara sayu. Hal itu kontan saja membuat Deidara semakin panik, terlebih saat mendengar suara teriakan dan langkah kaki orang-orang yang hendak membullynya itu semakin dekat.
"NARUTO!"
"Maaf!"
Naruto menarik tangannya membuat Deidara ikut tertarik menubruk tubuhnya, memelintir tangan Deidara sehingga sepupunya itu mengerang sakit dan berputar.
Buk!
Naruto menghantam tengkuk Deidara cukup keras, membuat sepupunya itu menjerit sakit dan pingsan di tempat. Buru-buru Naruto memangku tubuh Deidara dan memasukannya ke dalam lab, menutup pintu lab lalu segera melepas jas sekolahnya. Ia berbalik menatap puluhan murid yang kini berdiri tepat di depannya.
"Kau akan mati, pirang!" dengus seorang pemuda berambut violet. Semua giginya runcing bak ikan hiu. Sebenarnya ia adalah teman sekelas Naruto, hanya tidak terlalu suka pada si blonde yang memiliki jumlah fans cukup banyak dikalangan para gadis.
"A-aku tak-kut, tak-kut!" Naruto pura-pura gagap dan ketakutan. Tapi senyuman mengejeknya tampak tidak menunjukkan hal demikian. Ia hanya mendengus saat melihat beberapa temannya itu bahkan ada yang membawa tongkat basball, tepung terigu, telur mentah, balon yang sepertinya diisi air, dan perlengakapan lain yang pasti akan berguna untuk menyiksanya.
"Kau! SERAAAAAANG!" komando Suigetsu. Salah satu pemuda yang paling tergila-gila pada f4, ia sangat berharap suatu hari nanti bisa bergabung dengan anggota gank fenomenal di KHSI itu.
Semua orang langsung berlari menyerang Naruto, membuat Naruto sedikit menelan ludah ngeri tapi sama sekali tidak berpikir untuk disiksa sukarela. Ia memasang kuda-kuda hendak melawan semua orang yang sedang menyerangnya.
Sret! Buk!
Naruto berhasil menangkis pukulan Suigetsu lalu meninju wajahnya telak. Membuat Suigetsu terdorong mundur di tahan oleh beberapa teman-temannya.
Seseorang menyerang dari samping kanan Naruto, dengan cepat ia menggeser sedikit kepalanya, lalu menendang tulang kering orang itu sedikit bertenaga. Ia menghindar saat sebuah tinjuan dari sisinya yang lain hampir mengenai pipinya, Naruto melompat memutar menghantamkan punggung kakinya ke beberapa orang yang paling dekat dengannya.
Kini giliran Juugo yang menyerang, tubuh besarnya dengan mudah menyergap kedua tangan Naruto dari belakang, mengunci pergerakan si blonde yang sudah mulai kehabisan stamina tubuhnya.
Naruto semakin terengah, ia menatap semua orang di sekelilingnya nyalang saat sadar sepenuhnya sudah terdesak.
"Wow-wow-wow!" kata Sui dengan cengiran mengejeknya, ia menggelengkan kepalanya pelan lalu menghela napas. "Kenapa? Kau tidak bisa bergerak?"
Naruto berusaha meronta, menggerakkan tubuhnya ke kanan-kiri sekuat tenaga. Tapi ternyata Juugo memang sangat kuat, sama sekali tidak berniat untuk melepaskannya.
"Oke, teman-teman!" Sui berteriak girang. Pipinya yang lebam itu sedikit membuatnya mengernyit saat berteriak riang. "Ayo... KITA HAJAR DIA SAMA-SAMA!"
Dan teriakkan Sui itu disambut antusias teman-temannya. Secara bergiliran mereka memukuli tubuh Naruto, membuat sekujur tubuhnya lebam dengan tulang-tulang yang terasa remuk. Naruto hanya bisa mengerang sakit saat satu demi satu pukulan dan tendangan menghantam telak tubuhnya, membuat matanya berat karena lelah.
Setelah yakin Naruto tidak bisa melawan, Juugo melepaskan kunciannya, ia membiarkan Naruto yang tergolek lemah dengan napas terengah. Kini teman-temannya itu sibuk melempari Naruto dengan telur dan balon yang diisi cairan kental warna biru. Lalu tubuh yang sudah tidak bisa melawan itu ditaburi terigu.
Semua orang tertawa girang saat melihat si blonde sok kuat di depan mereka kini hanya bisa menyipitkan matanya yang menyayu, menahan segala rasa sakit dan perih serta ngilu.
Hampir saja Sui mengayunkan pentungan yang dibawanya ke punggung Naruto, sampai akhirnya ada suara berwibawa yang menginterupsi kegiatan mereka.
"Hentikan!" perintah orang itu khawatir. Ia berjalan tergesa membuat orang-orang yang melihatnya langsung menyingkir memberi jalan. Pemuda itu menatap sosok berantakkan di depannya dengan cemas, ia menunduk lalu mendekatkan telunjuknya ke hidung si blonde.
"Huh... syukurlah... masih bernapas." Katanya lega. Membuat orang-orang di sekitarnya menatap ia aneh.
"Kalian mau membunuhnya?" teriak pemuda itu nyalang. Membuat semua orang yang ada di sana mundur dan bergidik ketakutan, apalagi saat melihat orang yang mereka segani itu untuk pertama kalinya memasang wajah marah. Ralat! Sangat-sangat marah.
"Bu-bukan begitu, Gaara-sama..." kata Kiba pelan, pemuda yang sejak tadi tampak antusias menyiksa si blonde itu mulai berani bicara. "Ta-tapi Sasuk-"
"Persetan dengan Sasuke!" desis Gaara semakin murka. Batu emerald-nya menatap Kiba dengan sorot menusuk. Seolah hendak menguliti si pemuda bertato segitiga terbalik di kedua pipinya itu dalam satu detik. "Tindakkan kalian sudah sangat keterlaluan."
"DIA BISA MATI!"
Dan sama sekali tidak ada yang berani membantah Gaara, mereka menatap Naruto yang masih tidak bergerak itu dengan beraneka ekspresi.
"Pergi!" usir Gaara ketus. Melihat tidak ada seorang pun yang beranjak dari tempatnya, membuat Gaara semakin emosi. "AKU BILANG PERGI IDIOT!"
Dan dengan perintah terakhirnya itu, kini semua murid lari kocar-kacir menjauh pergi. Tidak mau membuat sang Sabaku semakin mengamuk dan benar-benar mencincang tubuh mereka.
Gaara menggertakkan giginya kesal, ia menoleh kembali menatap Naruto dengan sorotnya yang berbeda. Rasa cemas dan panik mulai menguasai dirinya, ia harus segera membawa Naruto ke rumah sakit. Ia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada si blonde.
Tapi saat akan membungkuk menolong Naruto, pergerakkan tubuh Gaara mendadak terhenti. Ia merasakan hawa seseorang yang tengah menatapnya dengan sorot mencibir. Gaara kembali menegakkan tubuhnya dan berbalik, ia memasang wajah datarnya kembali saat tahu siapa orang di depannya kini?
"Kenapa kau menolongnya?" tanya Sasuke yang kini hanya memakai singlet tipis hitam. Memamerkan otot-otot bisepnya. Sasuke sejak tadi hanya bersandar ke dinding dengan kedua tangan masuk ke saku celana jeans hitamnya. Kaki kirinya ia tekuk menapak dinding.
"Ini keterlaluan."
"Apanya yang keterlaluan?" Sasuke semakin memicingkan matanya, tidak suka dengan tingkah Gaara.
"Kau menyiksanya keterlaluan Sasuke!" Gaara kembali bicara, nadanya sedikit meninggi. "Ini sangat keterlaluan."
"Bukan kah kita sudah biasa?" Sasuke mendengus geli. Heran pada Gaara yang untuk pertama kalinya berani ikut campur urusannya, peduli pada seseorang yang ia bully. Padahal biasanya Gaara tidak pernah mau ambil pusing, apalagi bagi Sasuke hal itu sudah biasa. "Ada apa denganmu?"
Diam
"Kau peduli padanya, Gaara?"
Hening.
Gaara sama sekali tidak menjawab pertanyaan Sasuke. Ia mulai kembali dibingungkan perasaannya sendiri.
Yah!
Kenapa ia harus peduli?
Kenapa ia harus susah payah menolong seseorang yang bahkan ia sama sekali tidak mengenal siapa dia?
Kenapa Gaara harus sangat mengkhawatirkannya?
Kenapa Gaara takut si blonde itu mati?
"Aku tidak bicara dengan tembok." Sasuke mengangkat bahunya lelah. Ia menghampiri Gaara dan menepuk bahu si merah itu pelan. "Sudahlah, aku pikir kau sedang tidak sehat."
Sasuke yang menyangka otak Gaara sedikit terganggu itu mulai menatap si merah itu khawatir. Walau bagaimana pun Gaara itu sahabatnya dari kecil bukan?
"Ayo, kita cari makan." Sasuke merangkul bahu Gaara dan menyeret si Sabaku yang sejak tadi mematung itu pergi. Meninggalkan Naruto yang perlahan mulai membuka kedua kelopak matanya kembali.
Naruto menelan ludah lalu berusaha mengatur napas, tubuhnya yang bau anyir itu menguarkan aroma yang bahkan tidak layak dihirup oleh indera penciumannya sendiri.
"Te-terima kasih..." kata Naruto parau. Ia sangat berterima kasih karena kedatangan Gaara sudah mengakhiri penyiksaannya hari ini. Tapi beberapa detik kemudian, pandangannya kembali menggelap.
.
Naysaruchikyuu
.
.
"Apa ini?" pekik seorang pemuda berambut merah saat melihat sebuah rekaman video yang baru saja di dapatnya, di dapatnya dari seseorang berambut coklat yang beberapa hari ini dengan seenak jidatnya ia perintahkan menjadi stalker. Ia yang sedang ada di ruang belajarnya menyipitkan matanya lalu menggertakkan giginya kesal.
Saat ini, ia sedang menggenggam sebuah handycam, layar kecilnya sedang memutarkan sebuah kejadian yang sama sekali tidak pernah dibayangkannya. Melihat seseorang yang amat penting baginya dibully dan disiksa banyak orang.
"Yah!" kata Shukaku, si rambut coklat yang kini mendudukkan diri di kasur Kyuubi. Ia yang lebih dulu datang ke Konoha itu memang sejak dua hari lalu ditugaskan sahabat merahnya mengawasi adiknya di sekolah. Shukaku membaringkan tubuhnya di kasur lalu menghela napas.
"Adikmu berurusan dengan F4!" Shukaku menjelaskan. Sahabatnya yang baru pulang dari Inggris itu tentu belum banyak tahu.
"F4?" beo Kyuubi. Ia meletakkan handycamnya di atas meja lalu berdiri, berjalan menghampiri Shukaku.
"Yah, mereka adalah gank yang dipimpin Uchiha bersaudara." Shukaku menjelaskan. "Penguasa KHSI bahkan bisa juga dibilang Konoha ada dalam genggaman tangan mereka."
"Uchiha terutama si bungsu itu sangat-sangat mengerikan." Shukaku menghela napas berat. "Ia bahkan sanggup membuat perusahaan orangtuamu bangkrut dalam sekejap."
Kyuubi menggeram jengkel. Kesal karena orang yang menjadi musuhnya kini itu sudah seperti seorang raja. Yang tidak mungkin bisa dikalahkannya secara terang-terangan. Kyuubi harus memakai taktik jika ingin mengalahkan Uchiha, taktik yang tidak perlu menyeret nama kedua orangtuanya dan keluarganya yang lain.
Kenapa Naruto harus berurusan dengan orang seperti itu, sih?
"Kudengar, Naruto bahkan tidak bisa keluar dari sekolah." Shukaku melanjutkan ceritanya, "Sebelum, ia bersujud dan mencium kaki Uchiha Sasuke."
"Bersujud?" Kyuubi membeo, setelah berpikir beberapa saat kemudian ia menyeringai dan menjilat bibir bawahnya. "Baiklah... akan kuperlihatkan bagaimana cara para Namikaze untuk bersujud."
Dan kata-kata terakhir Kyuubi, membuat Shukaku bersemangat karena sudah tahu hal apa yang akan terjadi.
Permainan... baru dimulai.
Tebese
THE BIG THANKS FOR MY REVIEWERS : Namikaze Husin, Someone, uchiwani, alvida the dark knight, diosasuna, No Identite, Yu, SilentPark Vindyra, niyalaw, Nami21, Guest(1), QuaRta Hitsu SapphireSEA, , LaChoco Latte, Guest(2), citra nanodayo, Jesslyn Rikaharu , Anisa Phantomhive, Namikaze Lawliet, Amach cie cerry blossom, Astri407, NiMin Shippers, Karin Vulpecula Bluesky, Devilblood, , Indahyeojasparkyuelfsaranghae Kim Hyun Joong, lian cassiopeia, kkhukhukhukhudattebayo, , Arum Junnie, RichiMichi, Subaru Abe, sea07, ceve, yunaucii, kinana, Uzumaki Prince Dobe-Nii, Sung soo joon, devilojoshi, Vermthy, dame dame no ko dame ku chan, ichirukilover30, Icha Clalu Bhgia, Achiez, ana . karina . 12576, tsamadzah, Oncean FOX, Azure'czar, miszshanty05, Guest(3), Guest(4), Sasunaruchan, yuki amino, Namikaze Ryuuki Ananta, anis . ladyroseuchiha, Naozumi-kun, Dee chan – tik.
REPLY REVIEW:
apakah nanti naruto akan mengasih makanan kayak gak tau namanya ke sasuke yang mirip dengan mukanya? Jujur aja Nay gak ngerti sama pertanyaanmu Namikaze Husin. Jadi bingung mau jawab apa? Hiks
Salam kenal juga alvida the dark knight, kenapa gak pernah berani review? Nay kan gak makan orang. Hehehe.
Kenapa Sasuke OOC? Ngh… emang kentara banget ya? Padahal Nay udah berusaha biar gak terlalu keliatan loh.
Gaara itu saingan Sasuke kah? Tentu saja tidak! #gampared. Maksud Nay iya. Hehe
Kapan Kyuubi muncul? Di sini udah kan? Hehe
Apa Dei kena imbasnya pembullian Naruto? yah! Semua yg deket ma Naru mungkin nantinya kena juga. Engh… mungkin? Huahahahaha
Bisakah update cepet? Aduh… belakangan ini Nay lagi males nulis. Ini aja curi2 waktu loh.
Apa di sini Kyuubi jadi kakaknya Naruto? Yah! Kyuubi itu kakaknya Naruto, suaminya Nay. #dirajamItachi
Kata Amach cie cerry blossom yang bintang bokep itu bukannya Miyabi? Kok Nay nulis Mikabi? Itu karena emang Nay sengaja. Dalam story kan gak boleh nyebutin nama actress secara blak-blakkan. Apalagi kalo isinya itu tentang hal2 jelek.
Kapan nih Sasuke mulai suka ma Naru? Masih beberapa chap mungkin. Hehe
Kenapa ShukaGaa bukan NejiGaa? Sebenarnya Nay kurang suka sama suka NejiGaa, Nay Cuma suka GaaNaruGaa, tapi berhubung di sini Naru ma Sasu. Nay jadinya bikin ShukaGaa. Shukaku kan ada dalam tubuhnya Gaara. Hahaha
Aduh, Arum Junnie pertanyaannya banyak banget. itachi masih straight karena belom ketemu Kyuu emang iya, kalo udah ketemu Kyuubi juga sebenarnya gak langsung jadi gay kok. Hahaha. Sasori di sini juga belum ngelirik Dei. Nanti mungkin, jelasnya Nay juga kurang tau. Shukaku di sini jadi sohibnya Kyuubi, kan pasangan dia itu Gaara.
Gaanarunya banyakin dong. Sip! Tapi tetep gak sebanyak SasuNaru. Kan mereka pair utamanya.
Kalo bisa konfliknya jangan terlalu kayak BBF dong. Missal ibunya Sasuke gak setuju ma hubungan SasuNaru. Tenang aja. Nay udah punya alur sendiri buat mereka. Hehe
Kinana nanya, apa ini bakalan naik rate? Dengan tegas Nay jawab TIDAK! Huahahahaha. Nay bangga banget bisa bikin multichip rated T. jangan paksa akuh. Huhuhu
Ini fic bakalan happy ending atau sad ending? Biasanya… Nay tergantung mood. Hehehe
Kata Devilojoshi, adegan pemukulan Sasu di BBF korea juga ada. Pas Nay nonton ulang dvdnya, ternyata emang ada. Hahaha. Gomen…
Ini bakalan jadi berapa chapter? Ngh… entahlah. Nay itu belakangan lagi keserang WB mulu.
Umur and kelas mereka berapa? Apa Nay belum ngasih tau? SasuNaruGaaDei itu 17 dan duduk kelas 11. ItaKyuuSasoShuka hampir 19 kelas 12. Jadi Mikoto ma Kushina itu lahirannya tuntu alias setahun satu. Wkwkwkwkwk
Panjangin dong! Aish… Nay bingung mau nulis apa lagi?
Yosh! Semua review udah kebales kan. Kalo yg disebutin namanya di review artinya yg nanyain hal itu Cuma 1 orang. Tp kalo yg namanya gak dicantum dibalesan review itu artinya pertanyaan kalian juga banyak ditanyain sama minna yg lain.
Maka dari itu, kreatiflah dalam bertanya agar tidak sesat dijalan. #loh?
Oke, minna… speechless sama jumlah reviewnya di chap 2. Nay seneng banget. Maaf juga soalnya ngelanjutnya agak ngaret. Maklum, Nay belakangan ini sok sibuk banget.
Ayoooo… kasih Nay review yg banyak lagi. Biar bisa cepetan update. Hahaha
RnR pliiis?
