Read me…

Etto… mungkin ini sudah terlambat sebagai perkenalan, ada beberapa kemampuan chara di manga dan anime Naruto saya bawa kesini, tapi dengan style atau versi yang berbeda.

Misal, Kagutsuchi. Kita tahu Kagutsuchi adalah jutsu yang dihasilkan dari Mangekyou Sharingan, tapi di sini dihasilkan melalui sabetan pedang.

Ada juga yang ditambah-tambahin, misalnya Neji memiliki Jutsu petir.

Gomen ne.. sengaja sebagai keterangan tambahan, biar nanti bacanya nggak merasa gimanaa.. gitu. Siapa tahu…

Eeerr… ada lagi, fict ini terinspirasi dari akhir era keshogunan di jepang, tapi sengaja tidak mengambil latar tempat di jepang, ane tetap memakai tempat fiksi dari dunia naruto dan nama tempat dari ide sendiri.

.

.

.

.

.

Fakta

.

.

.

Sebuah potongan kayu besar yang masih lengkap dengan dahan dan daun, tampak hanyut di sungai. Tapi siapa yang bisa duga kalau sebenarnya potongan pohon itu adalah bentuk pengalihan dari Naruto dan Sakura.

Naruto yakin, jika mereka adalah orang yang sangat waspada. Dan siapa pun jika orang yang memiliki kewaspadaan tinggi pasti sepotong batang pohon seperti yang dihanyutkan Naruto, bisa mereka curigai.

Sementara Naruto dan Sakura bersembunyi di atas dahan pohon di tepian sungai sambil mengawasi batang pohon yang sengaja di hanyutkan.

Dengan nanar, mata Sakura dan Naruto terus mengawasi sekitar. Target mereka adalah memata-matai sekitar yang di curigai salah satu sarang para ninja kegelapan.

"Hati-hatilah Sakura, aku merasakan keberadaan mereka disekitar sini" suara Naruto berbisik.

Sakura mengangguk membenarkan. Matanya terus mengawasi sekitar.

Dari tebing sisi sungai, tampak Neji dan beberapa orang sedang mengawasi sungai.

"Aku yakin, para mata-mata itu sedang berada di sekitar sini. Bagaimana hasil pencarianmu Shino?" Neji menoleh pada pria di sampingnya.

"Aku telah memerintahkan serangga-seranggaku untuk mencari. Tapi para seranggaku tidak mendapati mereka" jawab pria yang di panggil Shino.

"Kalau mereka tidak berada di daratan, itu artinya mereka berada di air" jawab seorang pria blonde berponi tail di sampingnya.

"Kalau begitu, kau tahu apa yang harus kau lakukan Deidara" sahut Shino menanggapi.

Deidara mendengus, "Aku tidak butuh petunjuk. Karena ini adalah pertunjukan"

Deidara mengibaskan tangannya, sehingga dari kibasan tangannya itu, berhamburanlah benda-benda seperti kerikil tapi berwarna putih.

Saat masih diudara, benda-benda putih tadi kembali memecah dan berpencar kemana-mana. Sehingga tampak seperti hujan kerikil putih.

Hujan benda seperti kerikil yang di hamburkan oleh Deidara menuju aliran sungai tepat menuju ke potongan batang pohon yang di sungai, sebagian lain menuju ke tempat Sakura dan Naruto bersembunyi.

"Sial! Segeralah menghindar" Naruto setengah berseru pada Sakura.

Duar! Duar!

Suara ledakan cukup besar bersahutan dari benda yang di lemparkan oleh deidara di atas permukaan dan sekitar sungai.

Karena ledakan yang begitu hebat dan banyak, maka mengakibatkan riak gelombang yang cukup tinggi di atas permukaan sungai yang tadinya mengalir dengan tenang.

Neji juga tidak tinggal diam, ia melempar kunai yang ujungnya di ikat serat bajah tipis kedasar sungai, setelahnya ia menggunakan jutsu petirnya dan di alirkan melalui serat baja tipis tadi.

Di permukaan sungai tampaklah aliran-aliran dari energi listrik yang menjalar di atas permukaan sungai. Melihat hal itu, bisa di pastikan, siapa pun yang bersembunyi di bawah aliran dan di sekitar sungai sudah pasti terkena sengatan listrik.

"Kemampuanmu, masih hebat seperti biasa, Neji" puji Deidara menanggapi atas serangan Neji.

"Tidak hanya itu, dia bisa membunuh ninja hebat seperti Naruto" Shino menanggapi.

"Tidak segampang itu" Sahut neji tenang, "Ia bisa saja lolos. Tugas kalian adalah menemukan mereka"

"Bukankah ini hal mudah bagimu Shino" Deidara menoleh pada Shino, "Kau dan serangga jelekmu itu bisa mendeteksi musuh bukan?"

"Benar sekali, karena ledakan kembang api sama sekali tidak berguna dalam pencarian" balas Shino yang tersinggung atas ucapan Deidara.

"Sudah cukup, tugas kita adalah melakukan tindakan pencegahan terhadap mata-mata pemerintahan. Berhentilah bertengkar dan temukan mereka" meski kedengaran tenang tapi ada nada ancaman dari Neji.

Deidara dan Shino yang mau bertengkar tadi jadi diam. Berikutnya mereka pergi berlawanan arah meninggalka Neji.

"Neji, Kematian Tenten sangat menguntungkan bagimu" suara seorang wanita berambut blonde tiba-tiba muncul dan menggantung dengan kepala di bawah, tepat di depan mata Neji. Setelah berkata demikian, wanita blonde tadi mengangkat tubuhnya naik dan menghilang.

Mendengar ucapan wanita blonde barusan, sangat terlihat kalau Neji sangat sedih dan marah. Tenten adalah kekasihnya telah terbunuh.

"Ino, kau juga akan ku habisi setelah mengahabisi orang itu" geramnya di tujukan pada wanita blonde, Ino.

'Aku akan membalasmu, keparat' geramnya lagi. Ia sudah tahu siapa yang telah membunuh Tenten.

.

.

.

Sepeninggal Naruto dan Sakura, Sasuke yang sebenarnya tidak benar-benar pergi meninggalkan Sakura dan Naruto. Ia hanya menyingkir sebentar dan menyembunyikan keberadaannya.

Ada hal yang menarik dari diri Sakura di mata Sasuke. Untuk kali pertama selama dalam pengembaraanya, ia bertemu wanita yang berbeda seperti Sakura. Maka diam-diam Sasuke mengikuti langkah kemana Sakura dan Naruto pergi. Tapi mungkin karena kebanyakan memikirkan Sakura, Sasuke menjadi kehilangan jejak.

Biar bagaimana pun ia bukanlah ahli pencari jejak, Sasuke hanya bisa mengikuti yang real, salah satunya mengikuti jejak kaki yang samar-samar di atas rerumputan.

Sasuke makin mempercepat larinya saat dari jauh terdengar suara ledakan yang terdengar berkali-kali.

Sasuke bisa pastikan kalau itu adalah serangan yang di tujukan pada Sakura dan Naruto. Sasuke memaki Naruto dalam hati. Seberapa berharganyakah misinya, sehingga Naruto tega melibatkan gadis seperti Sakura.

Sasuke memang tidak menafikan kalau Sakura juga seorang ninja yang bisa dikatakan hebat, tapi bagi Sasuke, Sakura hanyalah gadis biasa yang berusaha tegar menghadapi permasalahannya.

Mengingat ucapan Sakura ketika menyatakan diri mau bergabung dengan Naruto, Sasuke bisa menyimpulkan kalau nasib mereka sama, yakni pernah kehilangan. Jika Sakura kehilangan teman-temannya yang pasti ia sayangi, Sasuke kehilangan anggota keluarga dan klannya.

Alasan Sasuke sebenarnya menolak ajakan Naruto tadi, agar Sakura tidak mempercayai Naruto. Dan dengan demikian, Sakura tidak perlu ikut-ikutan menjadi orang yang di manfaatkan Naruto.

Tapi harapan Sasuke tidak sesuai. Sakura justeru menyetujui untuk ikut dengan Naruto.

'Sialan' Maki Sasuke lagi.

.

.

.

Di atas jembatan penghubung antara dua tebing yang bersebrangan dengan sungai, berdirilah empat orang yang seperti tengah menunggu sesuatu.

Mereka berempat mengamati ke bawah aliran sungai. Dan tampaklah ikan-ikan yang sudah mengambang karena sudah mati.

"Sepertinya Neji hanya membunuh ikan-ikan kecil. Tapi target kita belum. Dan sangat beruntung jika kita yang mendapatkan" ucap salah satu diantaranya..

"Semakin menarik bukan?" sahutan dari seorang wanita yang berada di antara mereka berempat.

.

.

.

Sakura dan Naruto tampak sedang berlari, mereka memanfaatkan kebisingan ledakan di sungai yang di sebabkan oleh Deidara.

Sakura dan Naruto sudah merencanakan kalau mereka akan memulai penyidikan di Desa Yue, yang konon penduduknya mati karena suatu wabah.

"Kalian?"

Suara baru menghentikan lari Sakura dan Naruto, sedetik kemudian mereka menoleh ke sumber suara. Tadinya yang sempat tegang karena mengira kalau suara itu berasal dari kelompok Ninja Hitam. Keduanya kini bernafas lega setelah tahu siapa pemilik suara itu.

"Sasuke, kenapa bisa kau ada di sini?" Sakuralah yang pertama kali bertanya.

"Kukira kau sudah jauh karena tidak ingin bersama kami" Sambung Naruto.

Sasuke diam, selanjutnya ia menoleh pada Sakura, "Aku mendengar suara ledakan, dan aku yakin itu berasal dari anak buah Yahiko" sahut Sasuke masih menatap Sakura.

Naruto tersenyum melihat Sasuke dan Sakura yang saling tatap, secara bergantian.

"Kami memulai penyidikan kami dari sini" Sakura merona sambil menoleh ke arah lain. Ia tak mampu berlama-lama bertatapan dengan tatapan tajam nan menawan milik Sasuke.

"Kenapa?"

"Karena gara-gara ingin mencari tahu tentang tempat ini, banyak dari saudara-saudaraku yang tewas terbunuh" jawab Sakura.

"Ayo" Naruto segera mengajak kedua orang yang saling tatap itu ke tempat tujuan.

Ketiganya mulai memasuki Desa Yue sudah menjadi desa mati. Mayat bergelimpangan di mana-mana. Burung-burung pemakan bangkai juga sudah mulai banyak berpesta memakan mayat-mayat.

Sakura mulai memeriksa mayat, yang nampak masih utuh di salah satu rumah. Ia menautkan alisnya seperti kalau ia menemukan ada keganjalan. Sementara Sasuke lebih memilih duduk dijendela mengamati kegiatan Sakura.

Naruto lebih memilih duduk di depan pintu masuk, sambil mengawasi sekitar.

"Ada yang aneh, sangat jelas kalau mereka tidak mati karena wabah penyakit" jelas Sakura sambil menatap Sasuke.

Sasuke lebih memilih diam karena ia memang tidak tahu menahu soal wabah penyakit atau endemik lainnya.

Sakura kembali meninggalkan mayat yang tadi di periksanya. Ia melangkah menuju tong penampungan air. Sakura mencicipi air yang berada dalam wadah penampungan air tadi.

"Bagaimana?" tanya Sasuke perlahan, saat melihat ekspresi Sakura yang berubah.

"Seperti yang kuduga, mereka memang mati karena racun" jawab Sakura mengamati beberapa mayat di dalam rumah itu. Bisa di pastikan kalau mayat-mayat itu satu keluarga.

"Mereka meracuni dan membunuh mereka" Sahut Naruto perlahan.

"Dan membuat rumor tentang wabah dan menjaga para penduduk untuk tetap menjauh" Sasuke ikut mengambil kesimpulan.

"Mereka seperti sedang merencanakan sesuatu yang luar biasa" Sahut Sakura menambahkan.

Sasuke menatap tajam pada Naruto, "Aku ingin tahu apa yang mereka rencanakan".

"Terserah, tapi jangan terlalu jauh terlibat" Naruto mengerti maksud Sasuke kalau Sasuke ingin bergabung dengan mereka.

Tidak berapa lama kemudian, beberapa serangga terbang, tiba-tiba mengerubungi mereka bertiga.

"Ada yang aneh dari serangga-serangga ini" Sahut Sasuke sambil mengibas-ngibaskan tangannya.

Kaakk! Kaak!

Suara burung pemakan bangkai, berbunyi saling bersahutan dan beterbangan. Seperti merasa kalau akan ada yang menjadi gangguan akan datang.

Sasuke mengamati keluar. Sasuke menggeram melihat dari jauh seperti sekumpulan awan berwarna hitam bergulung menuju mereka. Suara dengungan yang sangat nyaring menandakan kalau itu bukan awan melainkan serangga yang sangat banyak.

"Ayo lari selamatkan diri" teriak Naruto sambil mendahului yang lain. Ia sadar kalau serangga itu seperti di kendalikan. Sasuke dan Sakura mengikuti arah Naruto berlari.

"Serangga itu milik salah seorang dari Ninja Kegelapan, mereka sangat beracun dan mampu mencabik-cabik tubuhmu" seru Naruto sambil tetap berlari.

Dan benarlah kata Naruto kalau serangga-serangga itu di kendalikan. Seranga-serangga itu terus beterbangan mengikuti arah mereka berlari. Mereka bertiga terpaksa lari keatas bukit yang ada di desa tersebut.

Melihat kalau tidak mungkin lagi untuk terus berlari menghindari para serangga itu, Sakura berhenti dan menghadap pada kerumunan Serangga yang mengejar mereka.

"Hey.. apa yang kau lakukan" Teriak Sasuke pada Sakura,

Wuss! Wuss!

Tebasan jarak jauh Sasuke yang menghasilkan api hitam, membela kerumunan para serangga terbang. Dan sama sekali tidak memberi pengaruh terhadap jumlah serangga-serangga itu.

"Jutsumu itu, tidak mempan" seru Naruto.

"Sakura, lari.." kembali Sasuke yang meneriaki Sakura.

"Cepatlah sembunyi, aku bisa mengulur waktu untuk kalian" balas Sakura. ia mulai menjulurkan tangannya ke depan, dari balik bajunya beterbangannlah kelopak bunga sakura. Kelopak-kelopak yang di ciptakan oleh Sakura mulai menggulung dan mengitari tubuh Sakura.

Terjadilah keanehan pada serangga-serangga itu. Setiap kali para serangga itu berusaha menyerang Sakura dan menembus pusaran kelopak bunga sakura. Maka para serangga itu akan berjatuhan.

"Sakura" mata Sasuke membulat melihat bagaimana usaha Sakura menyingkirkan para serangga-serangga itu.

"Larilah Sasuke, selamatkan dirimu" teriak Sakura saat melihat Sasuke masih berada di tempatnya.

"Hm.. kelopak yang di sertai dengan racun.. tapi itu tidak akan menghentikan serangga-seranggaku" gumam seseorang yang bersembunyi di balik batu yang jaraknya beberapa puluh meter dari tempat Sasuke berada.

Pendengaran Sasuke yang tajam dan terlatih, tentu saja bisa mendengar gumaman tersebut.

"Rupanya kau" Sasuke bergerak mengejar oang yang bersembunyi di balik batu, dia tak lain adalah Shino.

Shino yang sudah ketahuan, segera pergi menjauh dan di kejar oleh Sasuke.

"Sakura" teriak Naruto yang bersembunyi di balik semak-semak.

"Bertahanlah sampai Sasuke berhasil membunuh pengendalinya"

Sementara Sakura yang di teriaki sudah mulai kewalahan mengatasi jumlah serangga yang sepertinya tidak ada habis-habisnya.

Sasuke terus mengejar Shino. Cukup jauh Sasuke mengejar Shino.

"Sial" Maki Sasuke saat kehilangan buruannya. Sasuke kembali menoleh kebelakang, dan terlihatlah Sakura yang masih bertahan menghadapi para serangga kiriman orang yang sedang di kejarnya.

Sasuke mengamati jauh kedepannya, dan tampaklah sebuah rumah dengan sebuah kincir besar di sampingnya.

Sasuke melanjutkan pengejarannya. Sampailah Sassuke di rumah yang sempat ia amati sebelumnya.

Sasuke masuk kebangunan yang tenyata adalah penggilingan padi. Ia sempat mengamati sekitar.

Wuss!

Sebuah serangan tiba-tiba mengarah pada Sasuke. Dengan tenang Sasuke melompat ke samping menghindari serangan gelap tadi.

Tapi baru saja Sasuke menjejakan kaki,

Wuung!

Suara mengaung dari samping menuju Sasuke. Sasuke sempat melihat bentuk serangan yang mengarah padanya. Dan Sasuke bisa menduga kalau itu adalah sekumpulan serangga beracun. Sasuke tak ingin gegabah, maka ia kembali bersalto dua kali di udara. Di udara Sasuke sempat memperbaiki posisi dan menyabetkan pedangnya.

Wuts!

Seths! Blash!

Serangan Sasuke di arahkan pada asal datangnya sekumpulan serangga itu.

Sertrr!

Serangga-serangga bercerai sebentar lalu kembali berkumpul. Setelahnya, segerombolan serangga tadi kembali menyerang Sasuke.

Sasuke terpaksa melarikan diri menghindari terjangan serangga-serangga itu. Ia melarikan diri ke sungai terdekat dan berlindung di bawah air.

Shino tidak tinggal diam, ia memburu arah kaburnya Sasuke.

"Ha..ha..ha.. aku ingin tahu, berapa lama kau bisa bertahan menahan nafas dalam air!" seru Shino.

Sembari Shino menertawakan Sasuke yang bersembunyi di bawah sungai. Tiga orang tiba-tiba berdiri di belakang Shino.

"Hey.. dia mangsaku, dan kalian jangan menggangguku. Terutama kau Deidara!" serunya tanpa menoleh pada tiga orang yang berada di belakangnya.

"Yah, terserahlah. Kuharap kau masih hidup setelah ini" sahut Deidara, "Ino ayo pergi dari sini".

"Tunggu, bagaimana dengan Ninja wanita dan mata-mata itu?" tanya Deidara pada Shino.

Shino hanya mendengus menanggapi pertanyaan Deidara, "Para seranggaku pasti sudah menghabisi mereka".

"Huh, percaya diri sekali"

"Shikamaru, bukankah kau ingin pergi juga?" tanya Ino pada pria berambut nanas, memakai senjata seperti cakar harimau yang menempel pada lengannya.

"Merepotkan" hanya itulah tanggapan dari orang yang di panggil Shikamaru, setelahnya ia pergi dari tempatnya.

Setelah ketiga rekannya pergi, Shino kembali menatap ke aliran sungai yang ada di depannya.

"Sampai kapan kau terus bersembunyi pecundang" teriak Shino.

Shino menarik sudut bibirnya, ia sangat yakin, begitu Sasuke muncul maka serangganya langsung menyerang dan menyengat lawannya. Sementara serangganya masih berkerumun di atas permukaan sungai menunggu sasarannya muncul.

Sementara Sasuke yang masih di bawah dasar air sungai, masih tenang dan tampak memegangi gagang pedangnya.

Swosh!

Shino di kagetkan oleh Sasuke yang tiba-tiba muncul dan melayang di atas permukaan air. Gerakan Sasuke yang begitu cepat, membuat para serangga yang menunggu untuk menyerang Sasuke tidak memiliki kesempatan lagi.

Wuss!

"Aakh!"

Shino menjerit seketika ketika sabetan pedangnya yang menghasilkan api hitam dan merupakan jutsu Kagutsuchi milik Sasuke, telah memotong tubuhnya.

Tap!

Sasuke mendaratkan kakinya di atas pohon tempat Shino mengawasinya tadi. Sementara para serangga nampak kebingungan setelah tuannya, Shino telah tewas.

Perlahan, para serangga itu pergi, karena kini mereka bebas setelah mereka terbebas dari jutsu Shino.

Ditempat lain.

Sakura nampak semakin tidak berdaya mengahadapi kerumunan para serangga. Tubuhnya sudah mulai kelihatan melemah, ia nampak akan menyerah karena kehabisan energi menggunakan jutsu kelopak sakura beracunnya tadi.

Tapi, di saat Sakura mulai putus asa, para serangga itu perlahan berkurang dan pergi menjauh. Melihat hal itu, Sakura benafas lega.

"Meski sedikit lama, Tapi Sasuke sepertinya sudah berhasil membunuh pengendali serangga-serangga itu" suara Naruto yang sudah keluar dari tempat persembunyiaannya.

Sakura menatap jengkel pada Naruto yang cuma mengeluh dan seperti menyalahkan, padahal dia sendiri tidak berbuat apa-apa.

Sasuke menarik nafas dalam-dalam pasca pertarungannya dengan Shino.

Sasuke tiba-tiba teringat ucapan Naruto kalau Yahiko masih hidup.

'Jutsu apa yang di gunakan oleh Yahiko?' batin Sasuke. Sepintas dalam ingatannya kalau ia pernah membunuh Yahiko. Tapi apa benar kalau Yahiko masih hidup. Atau adakah jutsu yang membuat orang bisa hidup kembali? Itulah beberapa tanda tanya yang melintas di pikiran Sasuke.

Sasuke kembali mempecepat langkahnya. Ia ingin segera mengetahui keadaan Sakura.

.

.

.

"Hey, Naruto, apa kau benar-benar yakin kalau Yahiko masih hidup. Ku beri tahu kau sekali lagi, aku pernah memenggal kepalanya"

"Jutsu Abadi" jawaban Naruto singkat.

Sasuke menatap Naruto lekat-lekat, tidak mengerti tentang nama Jutsu yang Naruto ucapkan. Mendengar nama jutsu Abadi, Sakura juga seperti tertarik, seperti apa jutsu Abadi itu.

"Sama seperti Jutsumu, jutsu Abadi adalah jutsu yang sangat langka. Jutsu yang mungkin hanya di miliki oleh satu dua orang. Jutsu abadi adalah jutsu di mana kau bisa mengendalikan anggota tubuhmu, bahkan ketika sudah terpotong dan kembali menyatukannya" terang Naruto.

"Bagaimana denganmu?" Sasuke menoleh pada Sakura.

Sakura hanya menatap Sasuke sekilas dan mengangguk perlahan, kemudian beralih pandang ke tempat lain.

"Bagai mana membunuh orang pengguna Jutsu Abadi ini?" tanya Sakura beralih pada Naruto.

Naruto hanya bisa menjawab dengan gelengan kepala.

Sasuke mendengus melihat tanggapan Naruto, "Kalau tidak bisa membunuhnya. Lalu kenapa kau masih begitu bodoh mau memburu para ninja kegelapan?" Sasuke mulai curiga dengan tendensi lain yang membuat Naruto mau memburu mereka.

Naruto tidak menanggapi ucapan Sasuke.

"Ngomong-ngomong, melihat tekhnik dan kemampuanmu, bahkan kau sudah membunuh anggota mereka. Para Ninja kegelapan sepertinya sedang mengincarmu. Yah! sangat menguntungkan bagiku, dengan demikian aku akan semakin mudah bergerak" Usai bekata demikian, Naruto pergi meninggalkan Sasuke dan Sakura.

Sambil mendengus perlahan, Sasuke menarik sedikit sudut bibirnya, "Sudah ku duga, orang ini memang sangat licik"

"Kalau kau sudah tahu, kenapa kau mau ikut bergabung dan melibatkan diri dengannya" tanya Sakura.

"Dia mempekerjakanku dengan seratus keping emas"

"Kau ninja yang bayaran? Kau mau melakukan apapun demi uang?" Nada Sakura meninggi. Entah apa yang membuat ia sangant kecewa dengan Sasuke. Dia pikir, Sasuke menolong mereka karena peduli, ternyata semua demi uang.

"Kau bisa berkata seperti itu" Sasuke menatap Sakura. "Dia mengelabuiku. Dia telah menjebakku" Sasuke menyingsingkan bajunya dan memperlihatkan bahunya.

Sakura bingung dengan luka seprti di gores yang tampak tidak mengering.

Sasuke menghembuskan nafas kuat-kuat, "Alih-alih menolongku, dia justeru meracuniku. Dan dia bilang kalau waktuku tinggal satu minggu. Dia akan memberiku penawarnya, sekaligus uangnya jika aku membantunya menyelesaikan misinya"

Sakura menundukan kepalanya mendengar keterangan Sasuke. Entah apa lagi yang ada di pikirannya. Yang pasti raut penyesalan dan prihatin sangat nampak di wajahnya.

"Sebaiknya kau pergi sekarang, aku akan mengalihkan mereka. Sebaiknya kau hentikan saja misimu ini".

"Aku tidak bisa melakukan itu. Aku masih berutang padamu" jawab Sakura memandangi Sasuke.

"Lupakan tentang utang"

"Dan aku pernah bilang, aku tidak mengikuti perintah siapapun. Aku melakukan sesuai kehendakku sendiri"

"Berhentilah berpura-pura, seolah-olah kau adalah wanita tegar" Sasuke masih bernada datar.

"Apa?" ekspresi Sakura berubah, mendengar ucapan Sasuke.

Ucapan Sasuke yang mengatainya berpura-pura tegar seakan menohok hatinya.

Sasuke bangkit dari tempat duduknya mengabaikan Sakura yang sedang menatap marah padanya.

"Sepertinya cuaca ini membuat isi kepalamu bermasalah" ia melangkah. Tapi baru beberapa langkah, Sasuke tiba-tiba oleng.

"Uhuk!" Sasuke terbatuk dan secara refleks menutup mulutnya. Dari celah-celah jarinya tampak mengalir darah segar. Sasuke memperhatikan telapak tangannya yang sudah mengalir darah.

"Keadaanmu menunjukan kalau kau tidak berada dalam posisi yang menghawatirkanku" Sahut Sakura menatap Sasuke.

"Sepertinya racunnya kembali bekerja", Sasuke sedikit menggumam.

Sasuke menatap jauh kedepannya, mengabaikan kondisinya sendiri, "Hey, di mana aku bisa melihat daerah ini dengan jelas!" serunya pada Sakura.

"Hm.. ikut aku" Sasuke segera mengikuti langkah Sakura yang menuju salah satu tebing curam.

"Bagaimana disana!" Seru Sasuke pada Sakura yang sudah mulai berada di atas puncak.

"Tidak ada"

"Teruslah mengawasi"

Sakura yang terlebih dahulu tiba di atas puncak tebing, Sakura berlari bersembunyi di balik batu. Ia melihat ada seseorang yang tengah melangkah tidak jauh di depannya. Sasuke pun sudah tiba dan berada di samping Sakura.

Sakura memicingkan mata menatap lekat-lekat pada sosok yang berjalan di depannya.

"Sai!" Sakura kaget setelah mengetahui siapa yang sedang berjalan tidak jauh dari depannya.

"Sakura tunggu!" Sasuke hendak menghentikan Sakura yang berlari menuju Sai.

Sasuke menemukan keganjalan, melihat langkah orang yang di panggil Sai melangkah dengan gontai. Sasuke curiga kalau orang yang tengah melangkah itu berada dalam pengaruh Genjutsu.

"Sai berhenti!" teriak Sakura yang kini berada di depan Sai.

Sai dengan tatapan kosong terus berjalan tanpa mempedulikan Sakura yang tengah berusaha menghentikan dirinya.

"Sai, apa yang terjadi padamu?" suara Sakura menjadi serak karena memprihatinkan sahabatnya yang sama-sama bawahan penguasa Dan Kato.

Tidak jauh dari tempat mereka seseorang berambut pirang, Deidara, sedang mengawasi. Sasuke meyadari ini.

"Sial, Sakura!" teriak Sasuke. Ia berlari menuju Sakura. gerakan tangannya sedikit terlihat melakukan sesuatu.

"Matilah kau!" gumam Deidara, "Kaatsu!" usai melapalkan manteranya,

Duaar!

Sai yang masih di peluk Sakura meledak.

"Hm, sudah selesai, sekarang tinggal mata-mata pemerintah itu" dengus Deidara sambil mengamati kepulan asap dari jutsu ledakannya tadi.

Usai berkata demikian ia meninggalkan tempatnya setelah yakin telah membunuh musuhnya.

.

.

Seseorang pria berambut merah tiba-tiba muncul, entah dari mana, ia berdiri di tempat yang sudah di tinggalkan olehDeidara.

'Kau terlalu percaya diri, Deidara' batin pria berambut merah yang baru muncul.

"Kepercayaan dirimu itu akan mempercepat kematianmu" Pria berambut merah mengalihkan pandangannya pada kepulan asap tempat Sai meledak.

Ia menarik sudut bibirnya, "Kita akan bertarung lagi, Sasuke. Aku akan menentukan siapa yang lebih baik di antara kita. Ketepatan dalam bertahan melawan kecepatan dalam menyerang, Pasir melawan Api. Aku makin tidak sabar Sasuke"

Selesai berucap muncullah pusaran pasir dan menyelubungi pria berambut merah, dan setelah pusaran pasir menghilang, pria berambut merahpun turut menghilang.

.

.

.

Mendengar ledakan besar dari puncak tebing tadi, Naruto Cuma bisa menggumam, "Tidak kusangka akan secepat ini, padahal aku berharap lebih pada kalian"

Naruto cuma bisa menujukan seringai dan pergi begitu saja.

.

.

.

TO BE CONTINUE