Warning : Typo bertebaran, Bahasa tidak sesuai EYD, jauh dari kata sempurna, tidak suka jangan dibaca ,nanti menyesal

Pairing : Sasuke – Sakura, Sai – Ino, Naruto – Hinata, Neji – Tenten , Shikamaru – Temari, Gaara – Matsuri and Other pairing

Rate M : For Language and other action

.Here

We

Go

Enjoy and Happy Reading

Special Mission for Us

"Ya halo, Kabuto-kun, iyaa, aku akan menemuimu besok, daaah " jawab Sakura sebelum memutuskan teleponnya.

"Kau ada hubungan dengan Kabuto Senpai, Sakura ?" introgasi Ino.

"hmm iya , Aku berpacaran dengannya, besok dia mengajakku ke Laboratoriumnya " jawab Sakura sambil tersenyum. Mereka semua terkejut, pasalnya Sakura berpacaran dengan Kabuto yang notabene-nya adalah ilmuan yang bekerja untuk Akatsuki.

' kau memang misterius Sakura, hal apalagi yang tak kami ketahui darimu ?' tanya Sasuke dalam hati.

Chapter 3 : Akatsuki !

Mereka semua yang ada diruangan itu bingung dan tak tahu harus bagaimana lagi. Mereka hanyut dalam pikiran mereka masing-masing.

'Sakura dan Kabuto ? apa-apaan ini !' pikir Gaara.

Mereka membahas persoalan lain agar suasana tidak canggung. Mereka membicarakan tentang misi tim yang mereka lakukan hari ini.

" kami sudah memasang alat pelacak di gedung Dewan, tapi kami tak tahu dimana markas Akatsuki, seperti yang kalian tahu, Hinata juga tak bisa melacak dimana markas itu berada " jelas Matsuri yang kemudian mendapat anggukan dari kedua rekannya, Neji dan Gaara.

"kami juga mendapat laporan kegiatan Dewan, dan mengenai Akatsuki sama nihilnya dengan Tim 4 " jelas Ino sekenanya, mereka tak mendapatkan banyak petunjuk tentang hal ini.

"apa maksudnya semua ini, kalau hanya menyelidiki tentang Dewan, kenapa harus serumit ini " keluh Neji

" Aku mendapat informasi bahwa Akatsuki dahulunya adalah Organisasi yang menampung remaja-remaja genius dari Universitas Of Konoha, tapi sekarang kabarnya sistem dalam Akatsuki sudah berubah total dan banyak dari mereka mengundurkan diri karena sudah tidak sesuai dengan misi yang seharusnya mereka lakukan, Organisasi itu sekarang terlalu rahasia. Hanya itu yang aku simpulkan dari semua yang aku dapat " jelas Temari yang tadi siang bergelut dengan dunia maya mencari informasi tentang Akatsuki.

" Dan kalian bocah, siapa sebenarnya kalian ?" tanya Naruto menghadap kedua bocah yang duduk dilantai tersebut.

" Kalau aku adalah anak angkat dari Walikota, adik angkat Karin Nee-chan , aku tak tahu siapa dan darimana Sora" jawab Konohamaru .

"Hah.. kenapa aku tidak tahu ?" tanya Naruto heran, pasalnya dia adalah keponakan tiri dari ayah Karin, tapi dia tak tahu apa-apa dalam masalah ini.

" Aku adalah cucu dari Prof. Tobirama yang dulunya bekerja untuk Akatsuki " jawab Sora serius, anak kecil ini dari tadi hanya diam saja dan menjawab pertanyaan seperlunya berbeda dengan Konohamaru yang aktif seperti Naruto.

" sekarang dimana Prof. Tobirama ?" tanya Tenten kepada Sora.

"kakek sudah meninggal 2 bulan yang lalu, orang-orang suruhan dari Akatsuki datang ke rumah dan membunuh kakek " jawab Sora lagi. Sora menundukkan kepala menandakan bahwa dia merasa sangat kesepian setelah ditinggalkan oleh kakeknya.

"Gomen nee, Sora " prihatin Tenten yang kemudian memeluk bocah 13 Tahun itu.

" Baiklah sepertinya cukup untuk malam ini, masalah ini akan kita bicarakan besok ,sekarang kalian bisa beristirahat " jelas Neji yang melihat wajah lusuh semua anggotanya, para wanita sudah pergi dari sana ditambah dengan Sora dan Konohamaru yang juga pergi ke kamar mereka.

==Special Mission for Us==

" Neji, apa Sakura bisa dipercaya ?" tanya Gaara menginterupsi keheningan diantara mereka. Mereka semua mengerti kemana arah pembicaraan ini, apalagi Sakura berpacaran dengan Kabuto.

" Aku tak tahu Gaara " jawab Neji seadanya, dia juga bingung dengan misteri yang belum terungkap, tak biasanya mereka menghadapi masalah yang susah sekali walau hanya untuk mencari sedikit celah.

'mereka meragukan Sakura' pandang Sasuke kepada para lelaki yang ada diruangan tersebut.

" tapi kita tak bisa menganggap Sakura musuh juga, setidaknya itu dibuktikan dengan dia membantu Sai dalam misi tadi " jelas Shikamaru yang kemudian menghisap rokok yang sudah ada di tangannya.

" iya, Sakura-chan sudah membantu Sai tadi " sambung Naruto yang pro dengan ulasan Shikamaru, sambil meyakinkan diri bahwa sahabat merah mudanya itu bukan seorang penghianat.

" Sasuke , besok ikuti kemana Sakura pergi " perintah Neji melihat ke arah Sasuke yang duduk di sebelah Sai.

"Aku juga ikut, aku bisa menjalankan misi ini, aku juga satu Tim dengan Sasuke, setidaknya sedikit tenaga dan otakku masih berfungsi dengan baik, mungkin bisa membantu Sasuke " bela Sai yang tidak diikutkan dalam pengintai terhadap Sakura.

" baiklah, terserah kau saja, tapi tolong lindungi dirimu sendiri, kau tak mau kan si pirang itu meraung seharian melihat kau terluka seperti tadi " sindir Neji yang ditujukan kepada Ino , orang yang dicintai Sai. Semua yang ada diruangan itu mendengus geli mengingat Ino yang sudah menangis melihat Sai turun dari mobil dengan darah yang sudah mengalir dari lengannya.

Jam sudah menunjukkan jam 2 Pagi, mereka sudah kembali ke kamar masing-masing menyisakan Neji dan Sasuke yang sudah beranjak duduk ke taman samping rumah itu. Mereka menikmati rokok yang dengan menyesap dan menghembuskan asap yang sudah diproses dalam paru-paru mereka.

" Sasuke, kenapa harus kita yang di pilih dalam menangani kasus ini ?" pertanyaan random yang diajukan oleh Neji kepada Sasuke yang berada di depannya.

" Ntah lah, mungkin ada kaitannya dengan keluarga kita ?"jawab asal Sasuke membuat Neji berpikir mengenai keluarga mereka. Keluarga mereka merupakan keluarga kaya raya dan terpandang di Konoha, mereka juga di didik atas dasar untuk melindungi keluarga mereka. Karena itulah mereka mendapat latihan dengan fasilitas yang memadai sehingga kekuatan mereka seperti saat ini. Orang tua mereka juga tidak mengambil pusing karena misi yang mereka jalani, mereka dapat di percaya melindungi diri mereka sendiri.

Keluarga dari mereka adalah keluarga yang memfasilitasi kebanyakan organisasi yang ada di Konoha, hal ini tidak menutup kemungkinan Akatsuki juga mendapat asupan dana dari mereka.

" Neji, bukankah lebih baik formasi dari tim diubah, waktu terus berjalan, sementara kita belum mengetahui titik terang dari kasus ini, bagaimana kalau kita fokus kepada penyelidikan untuk Akatsuki terlebih dahulu ? " Sasuke mematikan puntung rokoknya di bibir asbak yang ada di antara mereka.

"aku juga berpikir begitu, besok kita bicarakan dengan Shikamaru bagaimana baiknya " tanggap Neji.

Sasuke merasa ada yang mengawasi pembicaraan mereka, tapi tak tahu dari arah mana. Akhirnya Neji mengakhiri percakapan mereka pada dini hari tersebut.

" Sasuke, ayo istirahat " ajak Neji. Mereka pun kembali ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamar masing-masing.

==Special Mission for Us==

Pagi menjelang, kelakuan Sakura masih seperti sebelumnya, dengan senang hati Sasuke lagi-lagi melakukan hal yang sama untuk membangunkan Sakura,

"Hmmm..hmmm" geram Sakura ketika Sasuke masih enggan melepas kecupan yang seenaknya dia lakukan.

"Jangan salahkan aku " jawab Sasuke santai yang kemudian berdiri tanpa dosa sambil memasukkan tangan ke dalam saku celananya. Masih dengan kekesalan yang tak tertahankan Sakura menuju wastafelnya untuk membasuh muka. Dan lagi, Sakura meninggalkan Sasuke di kamarnya.

"Hei Jidat ! Morning ! " seru Ino sambil melebarkan senyumnya kearah Sakura.

"Morning, hah.. " Sakura dengan malas menarik kursi untuk dia duduk disebelah Sora.

" Kenapa Sakura ? Kau terlihat lesu ? padahal kau paling lama tidur " sindir Tenten yang duduk disebelah Ino.

"Sepertinya aku tak bisa menyamakan jam tidurku seperti di Jerman " keluh Sakura.

"Mungkin Sakura-chan belum terbiasa " bela Hinata.

"Terimakasih sudah membelaku Hinata-chan " ujar Sakura yang nyengir ke arah Hinata. Hinata hanya blushing dengan ucapan Sakura diikuti dengan kegelian dari mereka semua.

"aneh ! " bisik Sora yang berbicara entah pada siapa.

"Aku tidak aneh, adik kecil " jawab Sakura yang mendengar ucapan Sora, Sora tak mempedulikan dan melanjutkan kegiatan sarapannya. Setelah sarapan, mereka melanjutkan kegiatan mereka yang kali ini berpindah ke atap rumah mereka, disana terdapat ruang dengan berbagai perlengkapan alat untuk mereka latihan. Sakura membantu kedua bocah yang ada disana dengan mengajarkan bagaimana menembak objek tepat sasaran. Konohamaru sangat semangat dalam hal ini.

" Sakura, jam berapa kau akan pergi ?" Temari yang ada disamping Sakura memperhatikan kedua anak tersebut. " Hmm, jam 11 mungkin " jawab Sakura sambil memeriksa teknik Sora.

" Jidat, kenapa kau bisa mencintai Kabuto-senpai ?" Ino yang memegang double stick ikut dalam percakapan mereka . Sakura hanya melayangkan senyuman yang sulit diartikan. " ada beberapa hal di dunia ini yang tak perlu kau ketahui pig, belum saatnya " Sakura berjalan ke arah pintu. " Temari, tolong ajari mereka, aku mau mandi dulu " Sakura kemudian menghilang dari balik pintu.

" Dasar Sakura, kenapa dia jadi aneh begitu ? aku rasa dia mencintai Sasuke juga " Ino menjadi bingung sendiri. " Entahlah Ino, tapi benar kata Sakura, kita lihat saja kedepannya bagaimana, suatu saat kita akan mengerti maksud dari semua ini kan ?" tanya Temari balik. Saat itu juga Sora dan Konohamaru hampir mengenai target sasaran tembakan mereka.

" Wah, kalian hebat sekali.. Sakura memang tutor yang sangat baik buat kalian yaa..aku penasaran bagaimana dia mengajari kalian " Tenten yang melihat tembakan mereka menyatakan ke kaguman untuk mereka. "Secara tak langsung kau memuji Tutor kami, Nee-chan" Sora menanggapi Tenten dengan dingin. " Iya juga sih, tapi kau jangan seperti Sasuke, cukup Sasuke saja yang dingin disini, bocah " Tenten tersenyum kemudian mengacak rambut bocah 13 Tahun itu. Semua yang ada diruangan itu tersenyum melihat dimana target yang mereka lindungi bisa berbaur baik dengan anggota Squad.

==Special Mission for Us==

" Sasuke, kita jadi mengikuti Sakura ?" tanya Sai yang berada di ruangan informasi milik Shikamaru, diruangan itu sudah duduk Sasuke, Neji dan Shikamaru.

"Hn" Sasuke yang duduk di depan komputer Shikamaru menjawab pertanyaan Sai.

" Setidaknya dalam misi ini kita perlu mengetahui apa kaitan Sakura dengan Akatsuki, keterlibatan anggota Dewan, Sora dan Konohamaru , benarkan Shika ?" Neji menghadap ke arah Shikamaru yang duduk di depannya. " Iya, aku sudah melihat data Kabuto malam tadi, dia adalah Mahasiswa tingkat 2 di Konoha University dan menjabat sebagai Pemimpin Project di laboratorium itu, kalau Sakura memang Sekutu kita, setidaknya kita mendapatkan titik terang dari kasus ini " Shikamaru menjelaskan itu kepada mereka yang ada disana.

" Sai, bersiap-siaplah, kita harus keluar dari rumah ini terlebih dahulu sebelum Sakura " Sasuke menyuruh Sai yang ikut mengintai Sakura bersamanya.

Sakura telah siap dengan gaun putih yang dipadukan dengan sepatu kets yang kasual sesuai dengan gayanya. Rambut indahnya dibiarkan terurai tanpa diberi aksesoris apapun.

" Wah, kau cantik sekali Sakura-chan " Naruto yang duduk bersama anggota yang lain melihat Sakura yang akan pergi. " Kau bisa saja Naruto " Sakura berjalan kearah pintu luar, "Aku pergi dulu !" Seru Sakura. Sakura berjalan keluar dan masuk ke dalam taksi yang sudah dia pesan sebelum keluar dari rumah.

" Semoga kau tidak apa-apa Sakura-chan " bisik Hinata yang terlihat khawatir melihat kepergian Sakura.

==Special Mission for Us==

Berjarak 30 meter dari taksi yang Sakura tumpangi, terlihat sebuah mobil Sport keluaran terbaru sedang terparkir. Mereka di dalam mobil mengamati Sakura yang baru masuk ke dalam taksi itu.

" Wah, Sakura cantik juga, kenapa kau tidak kencan dengan dia saja Sasuke ? aku rasa dia lebih cocok untukmu daripada sepupu Naruto itu " Sai berucap seperti itu sambil melihat tatapan Sasuke tak pernah lepas dari Sakura sedari keluar dari pagar rumah itu.

" Diamlah Sai, atau kau akan tak ikut denganku "ancam Sasuke, sementara Sai yang mendengarnya hanya mendengus melihat kelakuan salah satu sahabatnya itu. Mereka mulai mengikuti taksi itu, dan mereka memasuki kawasan pusat kota. Taksi itu berhenti di salah satu Hotel termewah di Konoha, Konoha Royal Grand Hotel. Sementara mereka parkir agak jauh dari sana.

" kenapa Sakura berhenti disini ?" tanya Sai heran. Mereka terhubung dengan anggota lainnya yang ada di rumah karena mereka memakai Ear Monitor yang sudah di modifikasi oleh Temari dan Matsuri dengan bantuan Hinata. " Entahlah , coba kalian amati dulu " Gaara ikut dalam percakapan mereka. Tim 4 dan Tim 2 berada dirumah, sementara Tim 1 pergi melakukan penyelidikan lapangan.

Sakura masuk ke dalam Hotel selama 15 menit dan keluar menunggu Kabuto. Kabuto menjemput Sakura dengan mobil mewahnya. Sakura menyambut Kabuto dengan ciuman selamat datang, sebuah kecupan singkat di bibir pemuda yang memakai kacamata itu, Kabuto tampak senang terhadap perlakuan kekasihnya.

" Wah, kalian tahu apa terjadi disini ? Sakura kita yang polos mencium bibir Kabuto " Sai melaporkan apa yang dilihatnya kepada anggota lain.

" Sai, Sora dan Konohamaru juga memakai headsetnya, jadi jaga omonganmu " Gaara melirik kepada kedua bocah yang mendengarkan percakapan mereka. " Aku kan hanya melaporkan apa yang aku lihat " keluh Sai.

"Kau.. " belum sempat Gaara melampiaskan kekesalannya kepada Sai, sudah keburu dipotong oleh Neji.

" Kalian diamlah, jangan berdebat ! " singkat perkataan Neji membuat mereka bungkam.

" Sakura sepertinya sengaja berjumpa dengan Kabuto di Hotel, ini terlihat seolah-olah Sakura hanya sebentar di Konoha, dan Kabuto sepertinya tidak mengetahui bahwa Sakura adalah seorang agent " analisa singkat Shikamaru. " Ya bisa jadi seperti itu " kini suara Sasuke terdengar menanggapi Shikamaru, dan merasa analisa Shikamaru masuk akal. Melihat mobil Kabuto dan Sakura pergi, mereka mengikuti mobil itu. Setelah 15 menit melakukan perjalanan mereka berhenti di Konoha, mereka hanya mengamati Kabuto yang merangkul Sakura masuk ke dalam Kampus ternama di Konoha itu. Mereka hanya terdiam mengamati kampus itu, tak bisa bergerak.

" Hinata, bisakah kau mengambil alih CCTV kampus ini dan melihat dimana posisi mereka ?" tanya Sasuke ke seberang sana. " bisa Sasuke , tapi aku butuh waktu, pertahanan sistem mereka sangat kuat, beri aku waktu 15 menit " Hinata menanggapi dengan mata dan jari-jari lentik yang fokus pada laptop yang ada dipangkuannya.

Sebelum 15 menit menunggu, tepatnya pada menit ke 13 , mereka mendengar suara Sakura disisi lain. Sakura terhubung dengan mereka, dan semua yang memasang Ear Monitor ditelinga heran dan tidak percaya dengan apa yang terjadi. " Simpan rasa penasaran kalian semua, aku mendapatkan ear monitor ini dari Temari, aku sedang berada di toilet laboratorium, posisiku ada di lantai 9 kampus ini, ruangan ketiga sebelah kiri lift. Aku sudah melihat isi dari laboratorium Kabuto, diruangan ini aku melihat laporan daftar anggota Akatsuki sebelum dirombak, aku tak bisa melihat isi daftar tersebut. Aku tahu Sasuke dan Sai mengikutiku. Kalian bisa masuk kedalam ruangan ini dengan waktu 20 menit, karena sebentar lagi anggota laboratorium yang lain akan datang. Sebentar lagi aku akan keluar dengan Kabuto. Ingat ini, aku hanya akan memberitahu kalian sekali, six – one – tree – nine – zero – zero – one – seven, itu password ruangan ini " jelas Sakura dengan bisikan namun terdengar jelas oleh mereka semua.

" Sayang, aku sudah selesai mengisi absenku, bisa kita pergi sekarang, Cherry ?" Teriak Kabuto dari luar dan terdengar oleh mereka semua. " sepertinya aku harus pergi bersenang-senang dengan kekasihku, aku tak pulang malam ini Ketua, aku akan menginap di hotel. Aku serahkan semua ini kepada kalian, Sasuke , Sai " izin Sakura. " Iya sayang " jawab Sakura sebelum mematikan koneksi dengan mereka. Di sudut lain Sasuke mendengar ucapan Sakura tanpa ekspresi dengan pikiran yang tak bisa di defenisikan oleh siapapun.

" Aku sudah mengambil alih CCTV, akan memiliki waktu 18 menit untuk menuju kesana " Hinata memecahkan keheningan yang tercipta sejak Sakura memberikan informasi tadi. Sasuke memakai kacamata dan Topi yang entah dia dapat darimana, sementara Sai memasang Hoodie dan menutupi rambutnya. Mereka keluar dan masuk ke dalam kampus itu. Mereka menaiki lift dan menuju tempat yang sesuai diinstruksikan oleh Sakura tadi. Mereka tiba di depan ruangan itu tanpa halangan sedikit pun. Sasuke melihat sebuah keypad untuk password yang akan diinputkan agar pintu ruangan itu terbuka.

" kau ingat sandi yang dikatakan Sakura tadi Sasuke ?" tanya Sai yang berada di sebelah Sasuke, pasalnya Sasuke tidak menuliskan password tadi. " kau meragukan kemampuan mengingatku, Shimura?" tanya Sasuke balik. Sasuke mulai menginputkan sederet angka-angka ", six – one – tree – nine – zero – zero – one – seven " Sasuke mengeja angka-angka itu dan menekan enter. Terbuka pintu otomatis itu dan memperlihatkan ruangan putih yang dihuni oleh gelas-gelas dan zat-zat kimia lainnya.

" Wah, Sasuke-nii kau pintar sekali " puji Konohamaru. Sasuke hanya tersenyum singkat mendengar pujian yang dilontarkan bocah itu.

" kau membuatnya hampir melayang, bocah" sindir Sai sambil melihat Sasuke. Mereka mencari dimana letak berkas itu. Karena Sakura tidak memberitahu dimana letak keberadaannya. Kemungkinan Kabuto memindahkan posisinya. Mereka menelusuri setiap rak-rak yang berisikan berkas-berkas dan laporan praktikum yang dilakukan dalam ruangan itu. Mereka melakukan dengan cekatan dan berhati-hati, mereka pantang melakukan pekerjaan dua kali karena membuat berantakan tempat itu. Setelah 12 menit mencari, Sai akhirnya mendapatkan apa yang mereka butuhkan di sebuah laci meja dalam ruangan itu. Mereka mengopy berkas itu dengan alat photocopy yang ada diruangan itu.

" cepatlah Sai, sebentar lagi waktu kita habis " sesak Sasuke sambil melihat jam tangannya. Betul kata Sasuke, mereka mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke ruangan itu.

" Shiiit.. kenapa harus sekarang ?" tanya Sai ntah kepada siapa.

" bersiap-siaplah untuk keluar dari sana, mereka ada berlima berjarak 5 meter menuju ruangan" Neji memberitahu keadaan diluar ruangan itu. Sasuke membuka jendela di ruangan itu, jendela itu mengarah ke arah belakang kampus, sepi.

" mau tak mau kita harus keluar, Sai " ujar Sasuke yang menarik Sai menuju arah jendela.

" Kau gila ? kita akan melompat ke bawah ? percayalah sebelum menyentuk tanah kita sudah mati duluan " keluh Sai yang tidak setuju dengan pemikiran Sasuke.

" Aku juga belum rela mati, Sai. Kita akan melompat ke arah sana " Sasuke menunjuk ke arah seberang gedung itu yang berjarak 6 meter dari tempat mereka berada. Ketahuan atau Mati. Dua pilihan yang tidak bisa ditoleransi dan ditawar.

" Kau duluan, Sai " Sasuke mengambil berkas yang ada di tangan Sai, dan mendorong Sai menaiki jendela itu. Sai melompat dengan ragu sambil menutup mata.

GREB.

Sai mendarat di seberang sana dengan selamat, dia membuka mata dan menarik nafas. "huh aku selamat! " seru Sai bersyukur, dia merasa benar-benar harus menyayangi nyawanya dalam misi ini. Sudah dua kali dia hampir mati sia-sia. Kini giliran Sasuke yang bersiap melompat, dan diluar terdengar seorang menekan keypad menginpukan password. Sasuke sudah bersiap dan mengambil ancang-ancang akan melompat. Mereka yang melihat situasi itu terlihat tegang. Baik itu anggota Squad atau dua bocah itu.

GREB.

Sasuke melompat ke arah Sai, dan menundukkan kepala Sai agar tak terlihat.

Sreeek..

Selang satu detik setelah mereka menunduk, pintu terbuka. " hampir saja ketahuan " Sora kini menanggapi layar yang memperlihatkan Sai dan Sasuke.

"Kenapa jendelanya terbuka ?" tanya salah satu diantara mereka. " mungkin tadi Ketua sedang ingin menghirup udara segar " sahut yang lain. Untung saja mereka tidak curiga.

==Special Mission for Us==

Mereka pulang ke rumah. Sai dan Sasuke yang membawa informasi penting untuk mereka semua. Neji memberi perintah pada Tim 1 yang menjalankan misi untuk pulang. Setelah semuanya lengkap minus Sakura, mereka berkumpul dan membicarakan masalah ini. Sebelum mereka melihat daftar isi anggota Akatsuki tersebut, mereka melihat Record CCTV pada bagian orang-orang yang akan memasuki laboratorium tersebut. Mengamati target, mereka berlima. Hinata memperlihatkan video tersebut melalui proyektor yang terletak diruangan rekreasi agar semua anggota dapat melihat dengan jelas. Hinata memaju-mundurkan video tersebut sesuai perintah Shikamaru.

" Kalian lihat, di dalam video ini, mereka memiliki kesamaan pada lambang jas laboratorium mereka. Biasanya jas laboratorium tidak memakai lambang tersebut " Jelas Shikamaru.

" Awan merah itu ?" tanya Konohamaru yang melihat dengan seksama lambang kecil yang berada di dada kiri mereka. Shikamaru mengangguk tanda setuju dengan Konohamaru.

" Cincin mereka. Mereka memiliki cincin yang sama" kini Ino melihat dengan jelas bahwa mereka semua memiliki sebuah cincin di jari telunjuk mereka.

" Yap kau benar sekali , Ino " Ujar Shikamaru sambil menunjuk cincin mereka. " berarti bisa kita simpulkan, bahwa anggota Akatsuki memakai cincin yang sama dan berlambangkan awan merah" jelas Shika lagi. " Hinata, perlihatkan daftar anggota Akatsuki " perintah Neji, selaku kapten Squad itu. Hinata pun memperlihatkan dengan menampilkannya sama dengan video tadi. Mereka melihat data itu.

Anggota inti Akatsuki

Pain

Konan

Zetsu

Kisame Hoshigaki

Tobi

Deidara

Hidan

Kakuzu

Sasori

Itachi

Kabuto Yakushi

Yuura

Mereka mematung. Pasalnya, diantara mereka terdapat orang-orang penting untuk sebagian anggota Squad itu. Rahang Sasuke mengeras dan Ino terdiam, mereka tidak percaya bahwa kakak mereka merupakan anggota Akatsuki, yang diduga merencakan sesuatu. Mereka butuh konfirmasi dari kakak mereka. Tentang apa ini. Tentang hal yang membingungkan mereka semua. Neji yang merasakan aura tidak enak dari anggotanya pun mengambil suara.

"Tenanglah, kita belum mengerti maksud dari semua ini " terang Neji.

Dalam keheningan mereka, tampillah hologram yang menampilkan sosok Sensei mereka. Kakashi.

" Wah, kalian sudah berhasil sejauh ini, aku salut kepada kalian " puji Kakashi. " Oh ya, kalian lihat daftar itu, Pain , Konan , Deidara, Sasori, dan Itachi dikabarkan sudah tidak bekerja untuk Akatsuki lagi " jelas Kakashi. Ino dan Sasuke yang semula menunduk menegakkan kepalanya dan melihat ke arah hologram pria bermasker itu. " Tenanglah Ino, Deidara tidak sejahat yang kau kira. Kalian yang tidak bertugas buat tim untuk menemui kelima anggota tersebut. Aku mendengar kabar Deidara, Itachi dan Sasori menjalankan project di Suna, sementara Pain ada di Ame ".

"Terus Konan dimana ?" tanya Matsuri penasaran. " Tentu saja di Ame juga, Konan adalah istri Pain" lagi-lagi Kakashi menjelaskan. " Oh ya, untuk satu lagi informan, selidiki Danzo, kepala Kepolisian Konoha, dikabarkan dia terkait kasus ini " itu adalah pesan terakhir Kakashi sebelum menghilang. Tanpa salam pembuka tentu juga tanpa salam penutup.

" Ah membingungkan " frustasi Naruto.

" Aku akan membagi Tim yang akan pergi, karena sebagian adalah kakak dari anggota kita, Deidara kakak Ino, Itachi kakak Sasuke dan Sasori adalah kakak Sakura, kalian bertiga akan pergi ke Suna menemui mereka " perintah Neji. " Aku ikut ! " seru Sai yang tak mau ketinggalan, Sai menggenggam erat tangat Ino. Memberi ketenangan.

" Baiklah, kau boleh ikut Sai. Naruto, Gaara dan Matsuri kalian ke Ame, menemui Pain dan istrinya. Aku dan Tenten akan menyelidiki kepala kepolisian itu " jelas Neji yang mendapat anggukan dari anggota lainnya.

" Tak bisakah Hinata-chan ikut denganku, Neji ?" Naruto memelas pasalnya dia ingin sekali menjalankan misi dengan kekasihnya itu.

" Hinata harus berada disini Naruto, berhentilah memperumit keadaan, kalian masih bisa bercinta setelah kau pulang dari Ame " Temari mengambil alih keadaan.

Hinata memerah dan Naruto salah tingkah.

Sudah diputuskan mereka akan berangkat besok. Tim Naruto akan berangkat jam 7 pagi sementara Tim Sasuke berangkat setelah Sakura kembali ke rumah. Kedua bocah itu ikut dengan Tim Sasuke karena perlindungan mereka di bawah pengawasan Tim 3.

==Special Mission for Us==

Sungguh mereka tidak percaya dengan hal yang terjadi. Mereka tidak menyangka bahwa orang terdekat mereka terlibat dalam hal ini.

- Sejatinya, kau tak pernah mengetahui apa yang tersembunyi didunia ini. Ketika waktu memberi izin,kala itu kau sudah pantas untuk mengetahuinya –

...To Be Continued...

Disclaimer: Masashi Kishimoto ®

I do not own Naruto or any of its characters.

Tapi cerita ini Real milik saya..

Maaf kalau fic nya berantakan dan jauh dari kata bagus.

Sampai bertemu di Chapter berikutnya Teman...

Salam Hangat,

*Crazy Dreamer

-Ayumi-