title: Baby Criminal
pair: Kaisoo
warning: yaoi, nc, pedo!
.
exo
.
Jongin tersenyum simpul melihat bocah yang sedang tidur diatas kasur keras dalam selnya tersebut. Ia berbaring diatas kasur keras penjara itu sambil menutupi kedua telingan bocah berumur lima tahun tersebut. Kenapa? Karena keadaan penjara sedang sangat berisik saat ini, berisik dengan suara tawa, pekikan orang- orang yang disiksa dalam selnya, dan juga suara desahan- desahan erotis setiap penghuni penjara yang sedang melakukan hubungan seks dengan teman satu selnya.
Jongin menahan napsunya dengan susah payah mengingat teman satu selnya adalah anak berumur lima tahun yang masih sangat polos dan Jongin bahkan sudah menyetubuhinya sebanyak dua kali padahal bocah itu belum genap sehari menjadi teman satu sel Jongin.
Jongin menatap lekat wajah Kyungsoo, jujur saja ia terpesona dengan kecantikan yang terpancar dari wajah Kyungsoo yang putih bersih. Jongin kagum, bisa-bisanya ia terpesona dengan namja yang berusia 14 tahun lebih muda darinya. Jongin mendekatkan wajahnya ke wajah Kyungsoo, mengecup pipi putih Kyungsoo yang berbau sabun aneh khas penjara. Tapi Jongin suka, bau sabun aneh itu bercampur dengan aroma asli dari tubuh Kyungsoo yang membuat Jongin mabuk dan ingin selalu menempelkan hidungnya di leher sempit Kyungsoo.
Jongin menatap wajah Kyungsoo lagi. Mencari- cari bagian manakah yang bisa ia nikmati tanpa membuat bocah itu terbangun. Pandangan Jongin berhenti di bibir penuh Kyungsoo. Jongin menempelkan bibirnya dengan milik Kyungsoo. Ia sudah tak peduli dengan acara tidur Kyungsoo yang terusik. Salahkan saja bibir Kyungsoo yang sangat menggoda Jongin. Jongin sudah tak peduli dengan Kyungsoo yang terusik waktu istirahatnya karena wajah polos Kyungsoo ditambah suara desahan Yifan yang pasti sedang menunggangi Tao (teman satu selnya) membuat Jongin benar- benar lapar.
Kyungsoo membuka matanya perlahan karena merasakan sesuatu yang aneh di bibirnya. Bocah itu membelalakan matanya melihat Jongin yang sedang melumat bibirnya. Ia merasakan rasa manis yang sangat ketara dan juga rasa geli saat lidah Jongin menyampu permukaan bibirnya. Kyungsoo mengikuti insting kecilnya, ia ikut menyesap- nyesap bibir tebal Jongin. Terkadang gigi susunya menggigit lidah Jongin yang menerobos masuk dan menggelitik langit- langit mulutnya. Jongin menyeringai dibalik ciuman panas mereka karena merasa bocah yang baru sehari tinggal bersamanya didalam satu sel itu bisa membalas permainan Jongin dengan sangat cepat.
Jongin mengaitkan kaki Kyungsoo di pinggangnya lalu segera duduk dari tempatnya berbaring dan memangku Kyungsoo dengan posisi Kyungsoo berhadapan dengannya. Bibir mereka masih bertaut, bahkan sekarang Kyungsoo sudah mengalungkan tangannya di leher Jongin dan tangan Jongin aktif meremas- remas bokong Kyungsoo.
Kyungsoo mendesah tertahan karena bibirnya dibekap oleh bibir Jongin, tanpa ia sadari, tiba- tiba salah satu tangan Jongin telah menyusup kedalam bajunya lalu mengelus- elus punggung halusnya.
Merasa sudah terlalu lama berpagut dan membutuhkan oksigen, Kyungsoo menjambak rambut Jongin keras menariknya kebelakang bermaksud agar Jongin melepaskan pagutan mereka dan membiarkan Kyungsoo bernapas.
"Haaahh haaahhh hyuungghhhh ahhhh" desah Kyungsoo setelah mengambil nafas banyak- banyak. Tubuhnya sudah terkulai lemas di pangkuan Jongin dengan wajahnya yang merah bertumpu di pundak Jongin sementara gigi dan lidah Jongin bekerja menciptakan kissmark di seluruh leher putih sempit Kyungsoo.
"Jongin hyuungghh lelaahh Kyungcoo lelahh hyuunggg ahhh ahhh haaahhh" bocah itu tak berhenti mendesah karena tangan kanan Jongin memainkan nipplenya dan tangan kirinya menggoda lubang holenya dengan mengelus- elusnya. Tangan Jongin ingin sekali menerobos lubang itu, hanya berada di bibirnya saja sudah membuat tangan Jongin merasa hangat.
"Kau lelah tapi desahanmu memintaku memasukimu Kyung" ucap Jongin sambil masih mengelus dan sekali meremas bokong Kyungsoo
"Hyuungghh geeliihhh ahhh hyuungghhh" Kyungsoo melingkarkan tangannya di badan Jongin untuk menumpu tubuhnya karena Jongin menundukkan kepalanya untuk menghisap nipple Kyungsoo dari luar bajunya. "Ahhhh hyuuungghhhh ccaakkiitthhh" Jongin sedang berusaha memasukkan satu jarinya
"Kau harus merasakan ini Kyungsoo, lubangmu menyedot jari telunjukku sangat dalam" ucap Jongin. Tangan yang satunya ia gunakan untuk melepaskan atasan Kyungsoo
"Ccaaakkiiittthhhh ahhhh dicituuh enak hyuungghh, telussshhhh Jongiin hyuunggghhh" ternyata tangan Jongin telah menemukan titik kenikmatan dilubang Kyungsoo. Jongin terus menerus menumbuk lubang itu dengan ujung jarinya membuat Kyungsoo terus mendesah tak karuan.
Baru saja Jongin hendak melepaskan celana bocah mungil itu, tiba-tiba -
"PARA TAHANAN DIPERINTAHKAN UNTUK MENUJU RUANG MAKAN DENGAN TERTIB UNTUK MAKAN!" pengeras suara penjara berbunyi nyaring mengalahkan suara desahan yang menggema di sel Jongin dan Kyungsoo. Pintu sel pun terbuka,
"Hey Jongin, makan sarapanmu dulu baru makan anak itu" ucap penjaga penjara yang membukakan pintu sel Jongin. Jongin mengeluarkan jarinya dari lubang Kyungsoo dengan malas. Adiknya sudah mulai bangun karena suara desahan Kyungsoo tadi.
"Baiklah aku mengerti" Jongin memutar bola matanya malas lalu menggendong Kyungsoo mengingat anak itu tak bisa berjalan berkat permainan Jongin yang sangat berat untuk anak seusianya.
.
.
Jongin duduk disalah satu meja kayu lapuk yang disediakan di ruang makan penjara bersama Kyungsoo di pangkuannya. Jongin bahkan mengabaikan makanannya dan lebih memilih menggigit- gigit leher putih Kyungsoo dan tak jarang memonopoli makanan yang sudah Kyungsoo kunyah. Ia melumat bibir Kyungsoo saat Kyungsoo sedang makan dan mengambil makanan yang berada dalam mulut bocah polos tersebut. Kyungsoo hanya menurut karena Jongin mengatakan bahwa itu adalah cara menyuapi seorang hyung yang baik. Yifan duduk bersama Tao didepan Jongin. Mereka hanya menggeleng- geleng tak percaya melihat kelakuan Jongin yang sangat pervert. Dan juga terkadang mengagumi betapa lucunya wajah bocah yang sedang beradu lidah bersama Jongin dihadapan mereka itu.
"Kau sudah kenyang Kyung?" tanya Jongin sambil menenggelamkan wajahnya di rambut lembut Kyungsoo. Bahkan ia baru sekali merasakan bahwa bau shampoo penjara bisa seharum ini.
"Cudah hyung. Kyungcoo kenyang cekali" jawabnya polos sambil memainkan tangan Jongin yang memeluk pinggang kecilnya
"Berarti kalau hyung mengajakmu bermain seperti kemarin, kau bisa bertahan lebih lama?" tanya Jongin. Dagunya ia letakkan diatas kepala Kyungsoo. Jongin seolah- olah sedang memeluk sebuah boneka sekarang
"Kau gila Jongin" cibir Yifan
"Dia sangat ketat Yifan. Itu yang membuatku gila" jawab Jongin. Yifan dan Tao hanya bisa bersmirk ria sambil menggeleng selama Kyungsoo menatap bingung tiga orang dihadapannya.
"Jadi bagaimana Kyungsoo?" tanya Jongin lagi
"Belmain gajah- gajahan?" tanya Kyungsoo polos
"Tentu saja. Memang hyung pernah mengajakmu bermain apa lagi?" jawab Jongin. Telapak tangannya masuk ke baju Kyungsoo dan mengelus- elus perut rata Kyungsoo
"Cakit hyung. Kyungcoo takut" jawab Kyungsoo
"Kau takut? Tapi kau menikmatinya kan?" Jongin memindahkan dagunya ke perpotongan leher Kyungsoo
"Tapi awalnya cakit cekali. Kyungcoo celalu menangis. Kalau ail mata Kyungcoo habic bagaimana?" ucapnya polos
"Tenang saja. Hyung bisa bermain dengan lebih lembut kalau Kyungsoo mau" balas Jongin sambil memiringkan kepalanya mencium bau harum milik Kyungsoo.
"Benalkah? Apakah akan cakit?"
"Sakit, tapi hanya sedikit dan tak sesakit biasanya. Tanyakan saja pada Tao hyung. Dia juga sering bermain gajah- gajahan dengan Yifan hyung" Kyungsoo mengalihkan pandangannya ke dua orang yang sedang makan dihadapannya.
"Benalkah hyung? Kalau belmain gajah- gajahannya lembut tidak akan cakit?" Kyungsoo memiringkan kepalanya dan menatap Tao dengan mata bulat, Tao hendak menjawab bahwa itu akan sakit sekali. Namun menyadari Jongin yang menatapnya dengan tatapan seram, Tao hanya bisa mengangguk.
"Tidak sakit kok Kyungsoo sayang" Tao tersenyum sambil menepuk- nepuk kepala Kyungsoo pelan
"Baiklah Kyungcoo mau belmain kalau begitu!" jawabnya dengan semangat
"Ayo pergi kekamar sayang" bisik Jongin lalu membalikkan tubuh Kyungsoo dan menggendongnya kedalam sel mereka
.
.
Jongin segera menidurkan Kyungsoo diatas tempat tidur keras mereka. Ia akan mengajari Kyungsoo bagaimana cara bercinta agar bisa memuaskan pasangannya. Entah pikiran buruk darimana, tapi Jongin ingin merawat Kyungsoo hingga teman satu selnya itu bisa menjadi seorang sex machine yang siap memuaskan hasratnya kapanpun bahkan disaat mereka berdua bebas nantinya.
Katakan saja Jongin sudah gila dan tak memiliki hati lagi, salahkan saja nafsunya yang terlalu mudah menaik dan juga tubuh mungil Kyungsoo yang sangat menggoda. Mungkin orang tua Kyungsoo hanya bisa berdoa untuk buah hati mungil mereka agar ia bisa terbebas dari genggaman Jongin sebelum ia benar- benar merubah Kyungsoo menjadi seorang sex machine nya. Berdoa dari atas langit tentunya.
Jongin menyuruh Kyungsoo memasukkan junior big sizenya kedalam mulut hangat Kyungsoo. Kyungsoo hanya menurut saja. Bocah itu mengikuti seluruh instruksi Jongin. Kyungsoo dengan cekaran bermain dengan adik Jongin. Menggigit- gigit batangnya lalu memainkan lidahnya di lubangnya. Bocah polos itu menyedot lubang junior Jongin dengan keras membuat Jongin memekik kenikmatan karenanya. Jongin menjambak rambut Kyungsoo saat anak itu mengulum juniornya. Kyungsoo sangat pintar walaupun Jongin baru mengajarinya sekali.
Jongin memindahkan tubuh mungil Kyungsoo hingga anak itu berada dibawahnya sekarang. Jongin menarik dagu Kyungsoo dan menyambar bibirnya dengan ganas. Mengait, menjilat dan menghisap bibir bocah itu dengan ganas.
"Jika kau merasa keenakan, jambak rambut hyung dan mendesahlah. Arraseo?" Jongin mengajari Kyungsoo. Kyungsoo hanya mengangguk polos.
Jongin segera melahap nipple pink kecoklatan Kyungsoo. menyedot- nyedotnya seolah berharap akan ada sesuatu keluar dari sana. Kyungsoo menjambak rambut Jongin dan mendesah kenikmatan karena Jongin menyentuhnya dengan sangat lembut. Kyungsoo membuka kakinya lebar dan menggesekkan paha dalamnya ke kaki Jongin,
"Jonginn hyuunggg ahhh ahhhhh hyuungghhh" desahnya tak karuan. Jongin tersenyum puas karena Kyungsoo bisa sangat cepat mengerti. Namja berkulit tan eksotis itu segera memasukkan juniornya yang sudah sangat keras kedalam lubang mungil Kyungsoo yang berkedut tanpa pemanasan. Ia merasa pemanasan pun tak berguna sekarang karena lubang Kyungsoo akan tetap sama. Sempit, mungil dan hangat. "KYAAAA!" teriaknya saat merasa Jongin memasukkan juniornya secara perlahan. Matanya mengeluarkan air mata saking sakitnya. Tangannya meremas punggung Jongin dengan sangat erat. Jongin segera membekap Kyungsoo dengan sebuah ciuman panas dan menuntut. Namja berkulit tan itu sudah terbiasa dengan gigitan keras yang Kyungsoo berikan di mulutnya karena rasa sakit yang Kyungsoo rasakan.
Merasa Kyungsoo sudah cukup nyaman, Jongin mulai bergerak dan melepaskan pagutannya dengan Kyungsoo. Tangannya ia kepalkan erat dan matanya menutup rapat merasakan remasan keras yang terasa sangat nikmat di bagian bawahnya. Kyungsoo juga menutup matanya rapat- rapat dengan mulut menganga lebar mengambil oksigen yang sempat habis di paru- parunya. Juga merasakan nikmat yang memenuhinya dibawah sana.
Keringat bercucuran di tubuh polos keduanya. Suara desahan berperang didalam sel yang terekspos oleh penghuni dan penjaga penjara. Hanya beberapa tiang yang tak terlalu besar menutupi mereka. Namun mereka tak peduli, yang mereka pedulikan sekarang hanyalah mendapat dan mencari kenikmatan dari tubuh sang lawan.
Penghuni penjara lain hanya menatap kegiatan panas mereka dengan penuh napsu. Melihat tubuh telanjang Jongin yang dibasahi oleh keringat dan sedang bergetar menusuk- nusuk lubang anak kecil dibawahnya membuat milik mereka menegang. Tak sedikit juga yang merasa ingin memasuki Kyungsoo melihat ekspresi Jongin yang seolah mengatakan bahwa lubang itu sangat aman sempit dan menggairahkan.
"Hyuunggghhh teyussshhhh aahhhh ahhhh hyuuungghhh" desah Kyungsoo
"Namaku sayang, sebut namakuu aahhhhh ohhhhh so fuckin tiighhttt" Jongin mengadahkan kepalanya saat hole Kyungsoo menyedot penisnya.
"Joonggiinn hyyuuunggghhh" jawab Kyungsoo. Jongin merasakan penisnya mulai berkedut. Ia meremas rambut Kyungsoo dibawahnya dengan sangat keras
"So closeee" bisiknya.
"KYUNGSOO!" dan Jongin mencapai orgasme ketiganya di permainannya saat itu.
.
.
.
TBC
Makin lama NC ku makin ga karu karuan. Ga hot sama sekali pasti-_-
Maaf Kyungie sayang maaf T^T
Review yaa/bow
