Chapter 3…
Semuanya siaaaapppp?
Terimakasih untuk para reader yang terus mengikuti cerita ini dan memberi masukan melalui review, ri sangaattt menghargai semuanya…
Di chapter 3 ini, semua cerita adalah flashback masa lalu, jadi chapter ini benar-benar FULL of FLASHBACK..
Baiklah, silahkan membaca Prince of Snow chapter 3..
CHAPTER sebelumnya..
"Kakashi.. kumohon! Jangan buat aku semakin tak bisa melepasmu, aku.. mohon.."
''Pertunanganmu sudah diputuskan!"
"Aku akan bertunangan dengan gadis itu.."
"Kubilang, KAU LANCANG! Kau tidak dengar mereka memanggilku apa? Aku ini UCHIHA SASUKE! Pangeran Konoha, dan ini KONOHA bukan PERANCIS!"
"Sasuke yang kukenal, di Perancis…"
##############
Naruto © Masashi Kishimoto
Prince of Snow © rizukauchiha29
Warning : OOC, gaje, abal, typo,
dan segala macam kekurangannya
Review please ?
##############
CHAPTER 3
3 hari lalu di Konohagakure
Nuansa putih terlihat di ruang pertemuan istana Uchiha. Sang raja tersenyum cukup hangat saat menyambut calon besan yang berasal dari kerajaan Sunagakure.
"Selamat datang di Konohagakure, Raja Pein Akatsuki dan Putri Konan Akatsuki" ucap Fugaku, nada ramah coba ditunjukkan oleh pria bangsawan itu. Mereka bertiga didampingi butler dan pengawal melangkah menuju gazebo istana.
Perbincangan ringan terucap dari bibir kedua raja beda negara itu, sementara seorang gadis berambut biru dengan bunga yang menghias rambut indahnya berdiri mematung dihadapan lukisan besar yang dipajang di belakang gazebo. Lukisan berisi 2 pria yang cukup mirip, satunya berambut panjang yang diikat dengan senyuman manis, onyx cerah dan aura dewasa yang hangat, serta satunya lagi berambut raven, onyx pekat yang terkesan tajam dan sinis dan seringai seksinya. Gadis bernama Konan Akatsuki itu tersenyum, matanya terpejam sebentar, lalu terbuka kembali dan fokus pada pria berambut panjang diikat.
"Hm.. ini yang namanya Prince Uchiha Itachi? Tampan.." gumamnya pelan.
"Konan.." suara berat mengalihkan imajinasinya, ia berbalik dan kembali ke gazebo depan, tempat dimana sang ayah dan calon mertuanya duduk berbincang.
"Pertunanganmu dengan prince Uchiha Itachi telah diputuskan, minggu depan saat festival kembang api." Akatsuki Pein –nama sang ayah- tersenyum pada putrid semata wayangnya. Konan terdiam selama beberapa detik, mata indahnya kembali tertuju pada lukisan tadi. Ia menatap sekilas sebelum tersenyum dan mengangguk patuh.
"Baik, saya akan mempersiapkan diri." Ucapnya lembut.
"Dengan pertunangan ini, hubungan kekerabatan Konoha dan suna akan semakin terbina erat.; ucap Fugaku. Pein dan Konan mengangguk pelan, 3 gelas champagne terangkat, Konan menatap hampa gelas miliknya.
"Mari bersulang untuk pertunangan Prince uchiha Itachi dan Princess Akatsuki konan serta untuk kemakmuran konoha dan Suna, Bersulang…."
^^^Prince of Snow^^^
4 tahun lalu di Paris, Perancis
"Sasuke!" suara lembut milik seorang gadis bernama Hyuuga hinata berhasil membangunkan sosok tampan dibalik selimut. Sosok yang dikenal sebagai Pangeran negeri Konoha, Uchiha Sasuke.
"Mm.. Hoaaamm… Hinata?" Sasuke bangkit dari posisi berbaringnya. Disingkapnya selimut tebal berwarna biru donker yang tadi membalut tubuh perfect itu. Hinata terkesiap dengan pemandangan dihadapannya, seorang Uchiha sasuke yang bertelanjang dada dan hanya memakai jeans putih panjang. Rona kemerahan menjalar di sekujur tubuhnya, ia menunduk tersipu.
"Hinata.. kau kenapa?' ucap Uchiha bungsu itu, ia mendekat kearah Hinata. Tangan kanannya memegang kening gadis di hadapannya. Ia menaikkan sebelah alis.
"Hinata, kamu sakit? Badanmu tidak panas tapi wajahmu merah sekali.." Sasuke terdiam menanti jawaban dari nona Hyuuga itu. Hinata menggigit bibirnya, ragu apa ia harus menatap sosok dihadapannya yang entah bodoh atau tidak sadar bahwa orang itulah penyebab wajahnya memerah.
"Anu.. itu.. Sasuke… kau, ti..tidak.. huft.. Kau tidak pakai baju!" ucap Hinata gelagapan, sasuke tersentak. Matanya beralih pada tubuhnya sendiri, 5 detik kemudian ia menyeringai. Hinta menatap heran.
"Ooh.. Hinata! Kau itu calon istriku, masa baru begini saja sudah tersipu dan speechless, atau mungkin perlu kubuka semuanyaa?" ucap Sasuke nyeleneh. Hinata tersentak wajahnya lebih merah dari sebelumnya entah mengapa bayangan rated m merasuk ke fikirannya. Ia lemparkan bantal empuk yang tergeletak diatas kursinya, lemparan sempurna yang tepat mengenai wajah sang putra mahkota.
"Sasuke mesum!" ucap Hinata. Ia berusaha mengendalikan pernapasannya.
"Haha.. tapi kau suka kan?Jika tidak mana mungkin kau mau menerimaku sebagai kekasihmu? Tidak ada yang mampu menampik pesona seorang Uchiha!" ujar Sasuke narsis. Ia tersenyum menyeringai. Hinata tersenyum dalam hati, ia menyetujui semuanya. Semua hal yang diucap oleh kekasihnya itu.
"Bukan begitu, permaisuriku?"
^^^Prince of snow^^^
3 bulan lalu di Konohagakure
"maaf, nona Haruno! Anda harus menjauh dari tuan muda Hatake, karena beliau akan segera bertunangan dengan nona muda Mitarashi. Maafkan tuan besar, beliau hanya bisa menyampaikan ini melalui saya." Seorang pria berjas menunduk dihadapan gadis cantik berambut pink. Ucapannya membuat gadis bernama Haruno Sakura itu terdiam. Sebersit rasa salah terpatri didada pria itu, namun ia tak bisa berbuat apapun, ia tak mungkin melanggar majikannya.
"Ya, terimakasih, kau bisa pergi !" Sakura menunduk sesaat setelah kepergian pria berjas tadi, ia terduduk lemas di kursi taman milik clan Hatake.
"My pixie.." suara berat milik Hatake Kakashi terdengar. Suara derap langkah yang semakin mendekat memaksa Sakura menengadhkan kepalanya, mentap lawan bicaranya. Pria tampan yang akan segera menjadi mantan kekasihnya.
"Kakashi, kau tak pernah bilang akan bertunangan dengan nona muda Mitarashi." Sakura berujar pelan, pandangfannya terus mengekor gerak-gerik Kakashi. Gurat wajah keheranan terpeta di sosok Kakashi.
"Apa maksudmu?my pixie?" Kakashi berujar, sedikit meninggi nada suaranya. Belum sempat Sakura menjawab, 2 orang pria dan 1 orang wanita berjalan cepat kearah mereka. 3 orang itu berhenti tepat didepan Kakashi. Sebuah helaan nafas dan senyum miris tergurat dari bibir Sakura, emeraldnya mampu menangkap pria paruh baya bernama Hatake Miyano, seorang penasihat kerajaan yang dikenalnya sebagai ayah dari kekasih tercintanya, lalu pria berjas tadi, dan seorang gadis berambut hitam yang tersenyum manis kearah Kakashi.
"Kakashi! Apa yang kau lakukan disini?Seharusnya kau minum the dengan kami!" ucap Miyano pada putra tunggalnya itu. Mata sayunya beralih pada sosok Sakura yang tertunduk, pria paruh baya itu menghela nafas sejenak sebelum berkata :
"Rupanya ada nona muda Haruno, lama tak jumpa, mm… perkenalkan ini nona Mitarashi Anko, calon tunangan…. Kakashi!" Kakashi membelalak mendengar pernyataan ayahnya, ia melangkah maju namun gerakannya itu terkunci oleh tatapan sinis dari sang ayah.
"Haruno? Anda Haruno Sakura? Vice manager Vogue?Oh Gad.. benarkah ini Anda? Perkenalkan, aku Mitarashi Anko, aku fans berat mu dan aku gemar sekali membaca Vogue." Ucap gadis cantik itu.
"Aaa… yap! Terimakasih, slaam kenal juga, aku Haruno Sakura." Ucap Sakura lembut, ia mencoba berbicara setenang mungkin meski hati memanas dan siap meledak.
"Ngomong-ngomong, kau siapanya Kakashi? Dan.. sedang apa kau dan Kakashi berdua disini?" Anko kembali bertanya. Sakura dan Kakashi saling memandang seolah bertelepati dan meminta jawaban.
"Dia pac-" Belum selesai Kakashi berkata, ucapannya diintrupsi oleh Sakura.
"Aku sahabatnya sedari kecil, aku dating kesini untuk meminta pendapat Kakashi tentang Vogue edisi bulan depan.." ucap Sakura sambil memperlihatkan majalah fashion dengan cover dirinya sendiri itu. Anko tersenyum. Kakashi memandang tak percaya, ia heran mengapa Sakura tak berkata yang sebenarnya?
"Tuan besar Hatake, Anko, dan kakashi, saya pamit pulang. Jangan lupa mengundangku di pesta pertunangan kalian ya.. saya permisi, semuanya!" Sakura tersenyum dan menundukkan kepalanya, member hormat. Ia berbalik dan berjalan menuju gerbang utama kediaman Hatake. Langkah demi langkah yang ia ambil terasa berat dan menyakitkan, ia tak pernah menyangka hubungan yang baru 2 tahun dijalani9 harus selesai dengan cara seperti ini.
"Saku.." ucap Kakashi lirih, ia mencoba mengejar Sakura. Namun tangan kirinya digenggam erat oleh sang ayah. Memaksanya untuk membiarkan kepergian gadis yang paling dicintainya.
"Kau dan dia sudah berakhir, Kakashi.."
^^^Prince of Snow^^^
3 tahun lalu di Roma, Italy
"Beri hormat pada calon mertuamu, Hinata!
Seorang gadis berambut indigo dengan pupil lavender yang membelalak baru saja masuk ke salah satu ruangan di Hyuuga mansion. Ia terkejut mendengar ucapan sang ayah. Pupil lavendernya menelaah seisi ruangan dan ia dapat melihat 3 orang yang cukup asing duduk di salah satu sofa.
"Hinata!" teguran dari sang ayah membuat Hinata tersentak, dengan cepat ia tersenyum dan menunduk, member hormat. Hinata dan sang aayh duduk di sofa yang berada tepat di seberang 3 tamu asing itu.
"Hinata, ini adalah Namikaze naruto, calon tunanganmu. Dan itu Namikaze Minato serta Namikaze Kushina, calon mertuamu. Pertunangan kalian akan dilaksanakan besok malam." Tuan besar Hyuuga itu berujar datar, ia tersenyum pada calon besannya.
"Calon tunangan?" suara Hinata terdengar lirih, ia menatap heran wajah sang ayah. Selama ini yang Hinata tahu, ayahnya dan ayah Sasuke cukup dekat sebagai mitra kerja. Meskipun sang ayah tidak tau jika ia dan Sasuke menjalin sebuah hubungan special selama 1 tahun ini.
-SKIP TIME-
Setelah keluarga Namikaze kembali dari mansion Hyuuga, Hinata meminta sang ayah untuk mendengarkan penjelasannya.
"Ayah, aku tidak bisa bertunangan dengan NAmikaze Naruto. Aku menyukai orang lain, aku dan Sasuke sedang berpacaran. Tolong batalkan pertunangan ini."hinata berujar lirih, tetes demi tetes air matanya mengalir, bahunya bergetar menahan beban berat seorang Hyuuga. Sang ayah menghela nafas berat lalu mengusap puncak kepala anak gadisnya itu sambil berkata :
"Maaf Hinata, pertunangan ini tidak akan dibatalkan, bagaimanapun, kau dan Namikaze Naruto akan tetap bertunangan besok malam disini, di Roma" Hinata terkesiap mendengar penuturan sang ayah.
"Ayah.. aku menykai ah bukan.. aku mencintai Sasuke! UCHIHA SASUKE bukan NAMIKAZE NARUTO!"ucap Hinata frustasi. Sang ayah berujar datar :
"Aku tau, tapi Pangeran Sasuke bukan untukmu! Dia akan bertunangan dengan gadis dari strata social yang sedikit lebih tinggi dari clan Hyuuga, dan tentu saja itu buka kau.."
Ribuan bahkan jutaan panah tajam melesat dan berhasil menancap sempurna dihati bungsu Hyuuga itu, merobek perasaannya. Hyuuga Hinata terdiam membeku menatap kepergian sang ayah, ia speechless.
"Hinata.."ucap sang kakak Htyuuga Neji. Ia rengguh sang adik dalam dekapannya, mencoba sedikit menenangkan badai hebat yang tenagh menerjang adik kecilnya itu.
"Nii-san.. aku mencintainya.. aku sangat mencintai Sasuke.. hanya Sasuke.."ucapan lirih nan menyakitkan kembali terurai di bibir gadis manis itu.
"Hinata dengarkan nii-san.."ucap Neji lembut.
"Kau HARUS menghapusnya, menghapus Uchiha dihatimu…"
***To be continue***
Haloo readers yang baik hati.. ri balik lagi setelah hibernasi yang amat panjang, adakah yang menunggu saya dan fict saya (readers : nggaaakkk!) #sedih.
Maafkan ri belum sempat membalas review dari readers semua.. insya allah chapter depan ri bales review yaa.. terimakasih untuk para readers yang telah membaca semua fict ri, terimakasih juga buat semua yang udah review fict ri, para reviewer(bahasanya apa pisan) adalah orang – orang yang paling berharga bagi semua author, termasuk author ngga berbakat seperti saya.. ri juga minta maaf kalau selama ini ri dan fict yang ri tulis jelek, ngga bermutu, sampah, alay, gaje dan sebagainya. Ri hanya seorang murid yang baru aja masuk SMA dan terobsesi pada sastra serta sangat senang menulis cerita fiksi..
Review lagi yaa? Kasih tau kesalahan ri.. oke?
Karena review sangat berharga untukku, Terimakasih
