TITLE : Trying to Get You

AUTHOR : Kittyjihoon

CAST : Kwon Soonyoung, Lee Jihoon, Lee Seokmin, Jeon Wonwoo dan Kim Mingyu

OTHER CAST : Lee chan, Choi Seungcheol, Hong Jisoo, Yoon Jeonghan

GENRE : Romance, Angst, Friendship, Hurt/Comfort

LENGHT : Chaptered

Word Count : 2,158 words

Disclaim : Cast utama dalam cerita bukanlah milik saya melainkan punya ayah dan ibu mereka namun cerita di dalam adalah pure buatan saya.

Warning : Please don't ever you are copy-paste this fanfiction without my permission.

Leave review after read please.

FF ini dapat menyebabkan kebosanan, mengantuk dan bahkan tak mau membacanya lagi.
Typo bertebaran dimana-mana, bahasa terlalu baku tak sesuai dengan anda, judul tak sesuai dengan isi. Mohon di maafkan.

.

.

.

HAPPY READING!

++++++++++++++++++++Trying To Get You CHAPTER 2++++++++++++++++++++++

.

.

.

Lelaki bertubuh mungil sedang asyik duduk sendirian di sebuah taman yang tak jauh dari rumahnya. Sesekali ia memejamkan kedua mata indahnya, merasakan angin menghembus ke wajahnya dan rambut nya terbang karena tertiup oleh angin di sore hari.

Lelaki itu tak sadar sama sekali, seseorang di ujung sana sedang memperhatikannya, mata sipitnya tak berkedip sama sekali. Mungkin dalam pikirannya, ia tak percaya seseorang yang diujung sana adalah manusia bukan malaikat yang turun dari langit.

Jihoon membuka matanya dan pertama kali yang ia lihat adalah seseorang yang sangat ia kenal sedang memandangnya dengan penuh arti.

Soonyoung?

Mereka berdua saling menatap satu sama lain, Jihoon tersenyum dan begitu pula dengan Soonyoung.

"Soonyoung? Sedang apa kau disana? Kemarilah"

Soonyoung tersadar dan mengkedipkan matanya berkali-kali, wajahnya sudah dipastikan memerah karena ia ketahuan sedang memperhatikan lelaki mungil itu.

"Iya Jihoon"

Tanpa sadar kakinya melangkah menuju Jihoon dengan cepat, ia tersenyum saat Jihoon mendongak keatas untuknya. Ingin sekali ia mengecup pipi bulat miliknya tapi ia sadar bahwa dirinya bukan siapa-siapa.

"Tadi kenapa kau menatapku?"

Deg!

Jantung Soonyoung berdetak cepat, ia menyengir sambil menggaruk tengkuk lehernya yang sama sekali tidak gatal.

"S-s-siapa yang menatapmu Jihoon-ah? Aku kebetulan lewat dan melihatmu berada disini"

Bohong kalau Soonyoung hanya kebetulan lewat dan melihat Jihoon di taman. Sebenarnya ia selalu menguntit Jihoon kemana pun ia pergi, dasarnya Jihoon tidak peka, ia tak sadar selama ini ia sudah diikuti oleh Soonyoung. Semenjak putus dari Chan, inilah kegiatan terbaru Soonyoung, mencari tahu semua tentang Jihoon.

"Begitukah? Ya sudah, duduklah disini. Kau tidak buru-buru kan Soon?"

Tanpa disuruh Soonyoung sudah duduk dan tersenyum memandang Jihoon. Beberapa hari ia menguntit Jihoon, ia sudah tahu sifat lelaki yang berada di sampingnya ini.

Jihoon itu sungguh tidak peka, suka menyendiri, dan omongannya kadang pedas dan to the point. Walaupun begitu, hatinya sangat baik, hanya saja ia tak bisa mengekspresikan atau menunjukkan sisi baiknya itu ke semua orang. Orang pasti beranggapan ia kepribadian dingin karena wajahnya, tapi itu semua tidak benar. Jika ia tersenyum, sadar atau tidak kau akan ikut tersenyum ketika melihat Lee Jihoon tersenyum.

"Kemana temanmu? Kenapa kau sendirian disini Jihoon-ah?"

"Aku tak ingin"

"Kau suka menyendiri?"

"Iya"

"Tidak baik seperti itu, kau akan merasa kesepian Jihoon-ah"

Jihoon melirik kearah sampingnya "ya kau benar" dan tersenyum. Soonyoung terdiam, dengan jarak sedekat ini, ia bisa melihat senyuman itu.

"Wah wah akhirnya kau bisa mendapatkan penggantiku Jihoon-ie?"

Mendengar kalimat sindiran itu, Jihoon langsung berdiri dan menatap sinis. "Kau!" Tak lupa ia mengancungkan jari telunjuknya. Emang tidak sopan, tapi seseorang yang berada dihadapannya pantas mendapatkan ini.

"Wahhhh sekarang Lee Jihoon sudah berani kepadaku"

Jihoon mengatupkan bibirnya rapat, ia sudah geram. "Haruskah aku memanggilmu mantan kekasihku Jihoon-ie?" Seseorang itu tersenyum penuh kemenangan melihat Jihoon seperti ini.

"Jangan pernah memanggilku dengan sebutan itu"

"Kau emang mantan kekasihmu Lee Jihoon"

"Diam kau Choi Seungcheol!" Bentaknya dan tidak memperdulikan status tua ataupun muda saat ini. Ya Seungcheol satu tahun lebih tua dari Jihoon.

"Kau berani membentakku ya?-" Seungcheol menyunggingkan senyumnya. "-sudah banyak kemajuan dalam dirimu semenjak kita berpisah" dan lagi Seungcheol menatap mantan kekasihnya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.

"Untuk apa kau muncul di hadapanku lagi! Lebih baik kau pergi dan berkencanlah dengan kekasih barumu!"

"Sifatmu yang satu ini masih sama seperti yang dulu. Apa kau cemburu?"

Jihoon menutup matanya kesal, nafasnya naik turun tidak bisa terkontrol lagi, emosinya sudah diambang batas kemampuannya. Soonyoung bisa melihat itu semua, kalau seseorang di hadapan Jihoon berkata lagi. Dia sudah tidak tahu nasib lelaki bernama Seungcheol itu.

"Untuk apa aku cemburu? Manusia seperti dirimu tidak pantas ku cemburukan"

Mata Soonyoung menatap Jihoon tak percaya, nada suaranya sangat dingin dan raut wajahnya juga, ia bersungguh-sungguh dengan ucapannya.

"Kau sangat berbeda Jihoon-ah, aku menyesal sudah menyiakan dirimu"

"Diam dan pergilah"

"Ku pastikan kau akan masuk kedalam pelukkanku lagi"

"Dan kau akan melakukan hal yang sama ke Jeonghan hyung?"

"Dan itu artinya kau menerimaku lagi?"

Jihoon memutar kedua bola matanya, mantannya sama seperti dulu. "Bodoh" ucapnya dingin.

"Jangan lagi kau mengucapkan nama lelaki itu"

"Kenapa?"

"Dia berselingkuh dengan Jisoo"

Mendengar jawaban Seungcheol, refleks Jihoon tertawa lebar "hahaha dia selingkuh? Akhirnya kau mendapatkan karma"

"Kau senang?"

Jihoon tak dapat menghentikan tawanya, ya dia sangat senang mendengar pengakuan dari mantannya. Akhirnya karma itu datang menghampiri Seungcheol. Tapi ia yakin, Seungcheol tak merasa menyesal dan itu tidak menjamin membuat dirinya berubah.

"Ya aku sangat senang! Soonyoung mari kita tinggalkan pemuda malang ini"

Jihoon meraih pergelangan tangan Soonyoung dan membawanya jauh dari tempat yang hina ini. Di sisi lain, Seungcheol hanya menatap kedua orang itu yang semakin jauh dari pandangannya.

Lee Jihoon kau sangat menarik

.

.

.

"Eommo-nim dimana Jihoon hyung sekarang? Tugasnya dikumpul besok dan ini hampir petang"

Wonwoo mencubit pinggang Seokmin "awwww sakit hyung!" Bukannya menjawab, Wonwoo malah melotot kearah Seokmin dan itu membuat nyalinya menciut.

"Jaga ucapanmu itu Lee Seokmin! Dimana sopan santunmu?"

"Tidak usah bersikap seperti itu Wonwoo-ie"

Refleks Wonwoo menatap ibunya Jihoon dan tersenyum kecut. Apa suaranya tadi terlalu keras sehingga ibunya Jihoon mendengarnya? Sungguh ia malu sekali.

"Ne eommo-nim"

"Tunggulah sebentar lagi Jihoon pasti akan pulang"

Wonwoo dan Seokmin mengangguk sambil tersenyum sementara ibunya Jihoon pergi ke dapur untuk mengambil beberapa cemilan.

"Kau sudah menghubungi Jihoon hyung Mingyu-ah?"

Mingyu mengalihkan pandangannya ke arah Seokmin "Belum" dan menjawab dengan sangat polos. Seokmin hanya bisa menatapnya kesal.

"Jadi dari tadi kau sedang melakukan apa dengan ponselmu?

"Aku sedang mencari pokemon"

Baik Seokmin dan Wonwoo masing-masing dari mereka menepuk jidatnya sendiri. Lelaki bertubuh tinggi itu sangatlah tampan tapi tidak dengan jalan pikirannya.

"Kau bodoh, kau sangat bodoh Kim Mingyu"

.

.

.

"Yang tadi itu mantanmu Ji?" Tanya Soonyoung dengan penuh hati-hati. Jihoon meliriknya tajam seakan ingin membunuh dirinya.

Kau bodoh soon, sudah jelas-jelas lelaki tadi mantan kekasihnya. Kenapa kau tanyakan lagi kepadanya? Dasar payah. Batin Soonyoung

"M-maaf aku hanya bertanya"

"Iya dia mantanku, mantan pertamaku dan mantan yang membuat diriku tidak percaya lagi apa itu artinya cinta"

Soonyoung menatap kearah sampingnya, ia bisa merasakan kepedihan mendalam yang ada pada diri Jihoon. Siapa lelaki itu? Kenapa sosoknya bisa membuat Jihoon seperti ini? Apa Jihoon sangat mencintai lelaki itu sampai membuatnya tidak mempercayai cinta lagi?

"Kami baru saja putus beberapa bulan yang lalu karena ia selingkuh dan bersyukur saja hubungan kami masih berjalan 2 bulan-"

Jihoon menghela nafas sebentar "-dan kau tahu? Selingkuhannya itu teman dekatku" ia tersenyum sambil menatap lurus kedepan. Pandangannya kosong dan pikirannya juga entah kemana.

"Kau masih mencintainya?" Ucapan itu lolos dari bibir Kwon Soonyoung. Mendengar cerita Jihoon membuatnya sangat geram dan bahkan ingin meninju lelaki yang sudah membuatnya seperti ini.

"Tidak" ucapnya lantang sambil memandang Soonyoung.

Soonyoung mencoba mencari kebenaran dari kedua mata Jihoon. Ia bisa melihat apa yang diucapkan Jihoon benar, ia tidak mencintai lelaki itu namun kecewa terhadap Seungcheol sangatlah besar. Perselingkuhan Seungcheol dan teman baiknya Yoon Jeonghan yang menjadi selingkuhannya membuat luka gores yang terlalu dalam di hatinya.

"Gara-gara lelaki itu kau tidak mempercayai cinta lagi?"

"Tidak, baik pria maupun wanita terlihat sama di mataku"

"Apa yang akan kau lakukan jika ada seseorang yang mencintaimu?"

"..."

"Jawab aku Jihoon-ie?"

Jihoon mengalihkan pandangannya, pertanyaan dari Soonyoung sangat sulit untuk ia jawab.

"Tidak semua pria jahat Jihoon, tidak semua pria seperti mantanmu. Pasti ada seseorang yang sangat mencintaimu dan ingin memilikimu"

"..."

"Percayalah suatu saat nanti kau akan mendapatkannya"

Jihoon berdiri dari tempat duduk sedangkan Soonyoung memandangnya "aku harus pulang, sampai jumpa besok" kemudian Jihoon berlari meninggalkan Soonyoung sendirian yang masih betah memandang pujaan hatinya.

Soonyoung termenung sendiri mengingat kejadian tadi, ia tak menyangka Lee Jihoon sudah memiliki seorang mantan kekasih. Namun sayang, hubungan itu tidak membuat Jihoon bahagia malah membuatnya harus merasakan kepedihan di dalam hatinya.

Seandainya dirinya orang pertama, kekasih pertama dan cinta pertama Lee Jihoon. Ia takkan menyiakan sosok mungil itu, ia akan mencintai Jihoon dengan setulus hatinya. Tanpa embel-ember perselingkuhan.

Jihoon, aku akan mengajarkanmu apa itu artinya cinta

.

.

.

"Aku pulang"

"Ya tuhan hyung! Baru jam segini kau pulang?! Kau lupa, kita ada tugas untuk besok!"

Baru beberapa langkah Jihoon masuk ke dalam rumah, seseorang sudah mengomel tak jelas kepadanya. Ingin rasanya ia melemparkan sepatu converse ini ke wajah lelaki tiang itu.

"Mingyu? Kalau ada tugas kenapa harus menungguku? Kalian bisa mengerjakannya terlebih dahulu!"

"Itu-"

"Cukup! Aku lelah ming, biarkan aku istirahat"

Mingyu bungkam, tak sanggup untuk memarahi hyung mungilnya lagi. Ia membiarkan Jihoon pergi dari hadapannya, mungkin hyungnya benar, ia harus istirahat terlebih dahulu.

"Jihoon kau sudah pulang?"

Jihoon memutarkan kedua bola matanya malas, tidak bisakah ia diberi waktu untuk beristirahat dulu? Kalau tidak mengingat seseorang itu Jeon Wonwoo, sudah ia plesterkan mulutnya agar tidak bisa berbicara lagi.

"Kau tidak bisa melihat ha?!"

Wonwoo yang berada di sebelah Jihoon hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi seperti biasanya. "Apa terjadi sesuatu tadi?" Tanyanya dingin.

"Ya, setelah sekian lama akhirnya aku bertemu dengannya lagi"

"Kau bertemu dengannya lagi hyung?! Oh my god"

Sekarang datang satu bocah pengganggu lagi, Jihoon hanya bisa menggelengkan kepalanya dan memijit keningnya pelan. Kapan hidupnya bisa tenang dan damai.

"Choi seungcheol?" Yang ditanya hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Siapa dia?"

Ucapan Mingyu mengalihkan pandangan semua orang disana. "Apa aku salah bicara hyung?" Tanyanya tiba-tiba begitu melihat semua orang menoleh padanya.

"Dia hanya masa lalu ku yang kejam"

"Dia tidak berkata macam-macam kepadamu kan hyung?"

"Tenang Seokmin, aku sudah memberinya pelajaran dan kau tahu akhirnya dia mendapatkan karma itu"

"Maksudmu?"

"Jeonghan hyung selingkuh dari nya-" mendengar ucapan Jihoon, refleks semua melotot dan tak percaya dengan ucapannya "-tapi aku yakin, karma ini tidak berlaku untuknya"

"Kau benar Jihoon, lelaki seperti dia tidak akan pernah jera"

"Lalu bagaimana caramu bisa lepas dari orang itu? Aku tahu, dia takkan mudah melepasmu begitu saja hyung"

Senyuman manis akhirnya terbit kembali ke wajah Jihoon "aku bertemu Soonyoung dan dia mengira Soonyoung pacarku hahaha dia sangat bodoh sekali"

"S-S-Soonyoung hyung?" Ucap Seokmin lirih

"Berarti Soonyoung mengetahui ini semua?"

"Ya Wonwoo-ie"

Wonwoo tak percaya dengan apa yang ia dengar sekarang. Matanya menatap Jihoon dalam, ada beribu pertanyaan yang siap ia lontarkan untuk Jihoon.

"Kau berhutang cerita kepadaku Jihoon-ie"

"Tak masalah"

"Jihoon hyung sejak kapan kau dan Soonyoung hyung menjadi dekat?"

Jihoon terdiam sedangkan yang lain menunggu jawaban darinya.

"Jihoon?-" tanpa ada yang sadari, Jihoon menghela nafas lega. Waktunya sangat tepat sekali, dalam hatinya ingin sekali ia ucapkan beribu terima kasih dan pelukkan yang hangat untuk ibunya karena sudah menolong dari suasana tegang ini.

"-Kau sudah pulang? Cepatlah mandi, temanmu sudah lama menunggu dan kerjakan tugas kalian"

"Iya eomma" jawab Jihoon dan melesat pergi dari sana.

"Sepertinya ada yang disembunyikan Jihoon dari kita"

Mingyu mengangguk "ya kau benar Wonwoo hyung. Apa jangan-jangan mereka sudah berkencan?"

PLAK

Wonwoo memukul kepala Mingyu dengan kotak pensil di atas meja, "Ommo! Apooo! Apoo!" ucap Mingyu yang kini mengusap kepalanya yang terasa sakit.

"Dimana otakmu Kim Mingyu?"

"Disini" sambil menunjuk kepalanya sendiri. Wonwoo kembali menolehkan kepalanya kearah Mingyu dan bersiap-siap memukul lelaki tiang listrik itu sekali lagi.

"Wae? Wae? Sekarang apa salahku Wonwoo hyung?" Tanyanya dengan nada tinggi, ia sudah jengkel kepada Wonwoo.

"Kau memang bodoh! Sangat bodoh!"

Mendengar hinaan itu, Mingyu mempout bibirnya "di matamu aku selalu salah hyung" jawabnya kesal.

Wonwoo tak perduli dan melirik ke arah Seokmin yang sedari tadi diam di tempat.

"Seokmin-ah? Gwenchana?"

"Seokmin?"

"Seokmin-ah?"

"LEE SEOKMIN?"

Teriakan Wonwoo berhasil membuat Seokmim tersadar dari lamunannya. "Ehh i-i-iya hyung, ada apa?" Dan membuat Wonwoo menggelengkan kepalanya melihat tingkah lelaki di hadapannya ini.

"Kau ada masalah?"

Sangat banyak, bagaimana bisa Jihoon hyung dan Soonyoung hyung menjadi dekat? Batin Seokmin bertanya-tanya

"Seokmin? Kau melamun lagi?"

"Tidak hyung aku baik-baik saja, jangan mengkhawatirkanmu"

Tanpa diketahui siapa pun, Seokmin mengepalkan tangannya ke bawah, menahan perasaan yang ... entahlah, ia juga tidak tahu perasaan apa ini.

Apapun yang terjadi, aku harus mencari tahu semua.

TBC

Copyright © 2016 KittyJihoon. All rights reserved

Akhirnya setelah fanmeet baru bisa nyelesein ff ini hahaha. Maklum efek sebong, sampai skrg saya blum bsa move on hahaha ToT dan IMPIAN SAYA TERWUJUD NGOMONG "UJI SARANGHAE" KE UJI NYA LANGSUNG. HIKSSSSS ITU KEJADIAN GK BSA TERLUPAKAN DALAM HIDUP YA HAHAHA.

Ini kenapa bahas fanmeet? == maaf kalau chapter ini ngebosenin ToT saya lg gk dpt bayangan tuk chapter ini /? Saya harap kalian mau memberikan kritik dan saran tuk chapter ini ^^

Terima kasih untuk yang sudah mereview chap sebelumnya ^^ AKU MENCINTAI KALIAN CARAT-DEUL *KECUP SATU SATU*

Lastly Mind to review?