CHAPTER 3
Disclaimer : Masih mau nanya? *DuakPlak
WARNING : SEMI-M, OOC, AU, Typo
-oo-
Ting Ting
Ponsel Sasuke berbunyi, dia melihat pesan dari Shikamaru. Wajahnya berubah menjadi seperti 'ingin makan', seringai tajamnya keluar.
"K-kenapa S-Sasuke-kun?" tanya Hinata sedikit takut lantaran Sasuke menatapnya tajam seperti ingin melahapnya.
"Ternyata kau berbakat jadi aktris, Hinata!" ucap Sasuke tanpa melepas seringai dari bibirnya, lalu mengunci pintu kamarnya.
"A-apa maksudmu?" tanya Hinata gugup. Sasuke semakin mendekat, hati Hinata berdebar kencang.
"Ternyata kaulah yang kami waspadai, para penyusup!" bisik Sasuke di depan wajah Hinata.
"A-aku b-bukan peny-" perkataan Hinata terpotong dengan ciuman yang diberikan Sasuke. Hinata ingin pingsan akibat ciuman maut Sasuke.
Pertahanan Hinata mulai lemah, sepenuhnya dia menyerah. Sasuke menyeringai puas, dia semakin tak tahan melihat tubuh Hinata yang menggoda. Mereka merasa kehilangan akal sehatnya. Hinata pun mulai berani mengeluarkan desahan yang semakin membuat Sasuke semakin menggila.
-oo-
Ting Ting
"Sebentar Sakura-chan," ucap Naruto pada Sakura mendengar ponselnya bunyi. Naruto tidak jadi mengantar Sakura pulang melainkan pergi menonton setelah Naruto memaksa Sakura.
"S-siapa Naruto?" tanya Sakura penasaran karena mimik wajah Naruto berubah.
"Salah satu anggota kami memberitahu bahwa kalian itu para penyusup!" Naruto menoleh datar pada Sakura
"A-apa yang kau bicarakan?" tanya Sakura sewot
"Kami tahu kalian itu penyusup di sekolah kami, karena aku juga salah satu anggota geng rahasia." jawab Naruto meringis.
"Kau tahu hukuman para penyusup?" tanya Naruto sedikit menyeringai. Sakura tak ingin tahu.
"Mereka harus menjadi kekasih yang menyergap mereka," bisik Naruto dan mendapat pukulan dari Sakura.
"Kau memang kuat tapi aku lebih kuat." Naruto mencengkeram tangan Sakura dan menciuminya. Sakura meronta tapi Naruto sangat kuat.
-oo-
Ting Ting
Neji langsung membuka ponselnya melihat pesan darurat dari salah satu anggota ROOT mereka. Mereka telah sepakat menyamakan nada dering khusus mereka berempat. Bahkan punya nomor khusus untuk anggota ROOT.
Tenten heran melihat Neji yang hanya diam saja setelah membuka ponselya.
"Tenten, entah kau menyukai atau tidak tapi aku akan tetap melakukannya!" ucap Neji menatap Tenten
"M-melakukan apa?" Tenten jadi sedikit takut
"Melakukan kesepakatan hukuman kami kepada para penyusup!" jawab Neji menampilkan sedikit seringai.
"Sekarang kau menjadi kekasihku!" bisik Neji. Sejurus dia sudah melumat bibir Tenten. Baru saja tangan Tenten mencari senjata, tangan Neji sudah terlebih dulu menguncinya. Neji bahkan lupa kalau Hinata sekarang pasti juga melakukannya dengan Sasuke, bahkan lebih dari sekedar ciuman.
-oo-
Flashback On
Anggota ROOT sedang berpikir serius di ruangannya. Semua menduga siapa keempat siswi yang secara kebetulan bisa berada di tempat yang sama.
"Mereka penyusup. Mendokusai!" ucap Shikamaru sambil memutar bola matanya.
"Aku menyukainya!" sahut Sasuke dingin. Neji menatapnya tidak suka.
"Hmm, kalian juga menyukainya, bukan?" tanya Naruto manggut-manggut. Semua tampak diam, sedikit memalingkan wajah mereka.
"Yosh! Kita buat hukuman buat mereka yang bisa menguntungkan kita!" tambah Naruto tak lupa dengan cengiran lebarnya.
"Tunggu! Kita pastikan jika mereka benar-benar penyusup!" sambung Shikamaru serius.
"Hn."
"Baiklah, hukumannya jika mereka benar penyusup maka kita akan meminta ramen!" teriak Naruto girang, sementara yang lain menatap Naruto aneh sebelum mendapat pukulan dari Sasuke.
"Baka dobe!" ujar Sasuke dengan suara berat.
"Kita jadikan pacar saja." kata Naruto asal. Mereka bertiga kembali menatap Naruto.
"Tak kusangka otakmu kadang normal!" tukas Neji.
"Jadi, ini kesepakatan kita? Memacari mereka?" tanya Shikamaru.
"Jika kau menyukai Ino~" Shikamaru mendecih saat Naruto menggodanya.
"Jangan lupa menciumnya!" kata Naruto dengan tampang mesumnya.
"Hn, aku setuju rencana ini!" ucap Sasuke dengan intonasi yang di anggap monoton bagi teman-temannya, lalu keluar dari ruang ROOT.
"Sepertinya sepupumu dijadikan mangsa, Neji." ujar Shikamaru sedikit menyeringai. Alis Neji hampir menyatu mendengar ucapan Shikamaru.
"Biarlah, jika dia bisa menjaga Hinata." sahut Neji sedikit tersenyum.
Flashback Off
-oo-
Itachi terkikik geli mendengar suara-suara lenguhan, desahan dari kamar di sampingnya. Kamarnya yang berdampingan dengan kamar Sasuke, pasti dapat mendengar suara meski sebatas desahan yang pelan.
"Bahkan mereka berani melakukannya di siang bolong begini." gumam Itachi terkekeh lalu pergi dari kamar.
.
.
.
"Hinata kenapa jalanmu begitu?" tanya Sakura heran.
"A-ano, t-tidak apa-apa. C-cuma s-sedikit capek s-saja," jawab Hinata gugup. Hinata terlalu malu menceritakan yang dia alami.
"Oh iya Ino, kemarin kamu ikut reuni keluarga ya? Cerita dong!" pinta Tenten
"E-eh rasanya membosankan, aku tidak suka!" jawab Ino sewot. Ino tidak mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Dia juga tidak ingin bilang bahwa mereka semua sudah ketahuan menjadi penyusup. Padahal mereka semua sama-sama sudah ketahuan.
"K-kemarin kau sudah latihan ninja ya Tenten?" tanya Hinata penasaran.
"A-aku belum mengambil peralatan ninjaku, mungkin nanti." jawab Tenten berbohong
"Hei, jidat, kenapa melamun?" giliran Ino bertanya pada Sakura
"U-urusai!" balas Sakura sewot. Sepertinya mereka tak ada yang mau bercerita kisah sesungguhnya.
Tiba-tiba ponsel Hinata berbunyi dan melihat Sasuke menelepon. Segera dia menjauh dari tiga temannya.
"Heh, aku lihat dari Sasuke, ayo kita nguping!" ajak Ino jahil. Ino dkk membuntuti Hinata. Mereka sadar ada yang aneh dengan cara jalannya Hinata. Rasa penasaran sudah mengganggu pikiran mereka bertiga.
"M-Moshi-moshi S-Sasuke-kun~" jawab Hinata setelah mengangkat teleponnya. Sayang sekali mereka bertiga tidak mendengar suara Sasuke
"Y-ya, meski masih agak perih dan sakit aku bisa jalan kok," Mereka mau berpikir positif tentang ini.
-oo-
"Kalian juga melakukannya?" tanya Shikamaru tiba-tiba
"Kan sudah perjanjian kita!" jawab mereka serempak. Seketika raut muka Neji berubah
"Sasuke kau juga mencumbui Hinata?" Neji tetap bertanya meski jawabannya sudah pasti dia ketahui
"Maaf Neji. Aku bahkan melebihi dari apa yang kita sepakati" gumam Sasuke menyeringai
"APAAA?" teriak mereka bertiga
"Saat Shikamaru mengirim pesan, kebetulan aku dan Hinata ada di kamarku!" kata Sasuke datar.
"J-jadi kau beneran melakukannya t-teme?" Naruto berteriak tak percaya. Shikamaru masih tak percaya, mungkin Sasuke bohong.
"Dasar pembohong. Mendokusai!" timpuk Shikamaru
"Aku buktikan!" Sasuke mengambil ponselnya dan menelepon Hinata dalam mode speaker.
"M-Moshi-moshi S-Sasuke-kun~" jawab Hinata di sambungan telepon
"Apa kau sudah bisa berjalan?"
"Y-ya, meski masih agak perih dan sakit aku bisa jalan kok," jawab Hinata kelihatannya malu-malu
"Kau mau mengulanginya lagi?" tanya Sasuke menyeringai dan di pukul Neji
"S-Sasuke-kun, a-aku malu membicarakannya. A-Awas s-saja,j-jangan sampai kau pergi dariku setelah kau mengambil keperawananku. A-Akan kuhajar kau!"Hinata mengancam Sasuke.
"Tidak, kau akan kupertahankan sepenuhnya. Aishiteru~" ucap Sasuke tersenyum tipis sekali dan menutup teleponnya. Naruto dan Shikamaru menatap Sasuke tak percaya. Neji tetap tenang.
"Jaga Hinata baik-baik, jika kau sampai menyakitinya, akan kubunuh kau!" ancam Neji. Sasuke langsung menciut tapi dia senang Neji tidak menghajarnya dan menyetujui hubungannya dengan Hinata.
-oo-
Sementara mereka bertiga langsung melotot dan mulutnya menganga lebar menguping Hinata telepon. Mereka sulit percaya bahwa Hinata sudah melakukan 'itu'. Sekarang terjawab sudah rasa penasaran mereka dengan keanehan cara berjalan Hinata. Nafas mereka memburu. Dan kembali ke kantin sebelum Hinata kembali.
"N-Nanti kita ke pergi ke kafe Madara ya?" ajak Hinata setelah berkumpul dengan mereka lagi. Teman-temannya mengangguk senang. Mereka pura-pura tak pernah menguping Hinata tadi.
"Iya, katanya ada menu baru loh!" pekik Tenten semangat
"Hm, kalau tidak salah namanya sih Tsukuyomi Cake," imbuh Sakura.
"Nanti sore jam 6 berangkat ya, kita ketemu di depan kampus Konoha." ujar Ino gembira.
Tiba-tiba mereka bertiga mendapat telepon bersamaan. Hinata hanya bengong ditinggal mereka.
-oo-
Naruto, Shikamaru dan Neji masih malu-malu membicarakan hubungannya dengan kekasih baru mereka. Namun, mereka juga tidak bisa mengabaikan perasaan sukanya. Shikamaru keluar dari ruang ROOT dan menjauh dari mereka bertiga, dia berencana melepon Ino
"Moshi-Moshi Shika!" suara cempreng Ino membuat Shikamaru memutar bola matanya
"Ck, mendokusai. Nanti kau ada acara?" tanya Shikamaru sambil menggaruk tengkuknya
"T-tidak, ada apa?" Ino berbohong dan balik bertanya
"Aku mengajakmu jalan, jam 6 tunggu di rumahmu ya," ajak Shikamaru malu-malu walau cuma di telepon.
"I-iya, aku tunggu!" jawab Ino gugup.
-oo-
"Nanti pakai baju yang aku belikan itu ya, aku mau mengajakmu kencan!" ucap Naruto terus terang tak lupa dengan cengirannya.
"Aku tidak mau, aku ada acara!" jawab Sakura ketus di telepon. Dia tak ingin meninggalkan teman-temannya. Tapi dia juga kecewa tidak bisa melakukan kencan pertamanya.
"Ayolah Sakura-chan, aku ingin dekat-dekat denganmu. Aku ingin menggandeng gadis pujaanku yang sekarang jadi pacarku." ujar Naruto. Entah kenapa akhir-akhir ini Naruto sering menggombal
"Baiklah, jam 6 aku tunggu di rumahku." Sakura menyetujui, sepertinya malu-malu.
-oo-
"Ada apa Neji?" tanya Tenten
"Nanti sore jam 6 aku jemput. Kita akan melakukan kencan pertama!" ajakan Neji datar tapi cukup membuat Tenten merona
"Tidak bisa, aku ada acara dengan teman-temanku~" ucap Tenten sedikit kecewa.
"Hari ini kencan. Jangan membantahku, Tenten!" perintah Neji di sambungan telepon.
-oo-
Tenten kembali duduk bersama Hinata di kantin. Ino menyusul satu menit setelahnya. Dan Sakura bergabung paling akhir.
"Ano gomen ne, nanti aku tidak bisa ikut. Aku mau mengambil peralatan ninja yang aku pesan," kata Tenten setelah semuanya berkumpul lagi. Dia terpaksa bohong demi bersama Neji.
"A-ah Tenten kenapa harus nanti?" sahut Hinata sedih
"Hinata, sebenarnya aku juga tidak bisa. Kebutuhanku habis, aku baru sadar sekarang." Sakura juga bohong dan memilih kencan dengan Naruto.
"I-Ino kau juga tidak bisa?" tanya Hinata. Ino menggeleng pelan.
"K-kenapa harus bersamaan?" Hinata mendengus kesal lalu mengambil ponselnya mendengar ada telepon masuk. Lagi-lagi mereka bertiga tidak dapat mendengar suara Sasuke
"I-iya Sasuke-kun. Aku mau kok. Nanti ke rumahku saja ya~" jawab Hinata senang dan pipinya merona.
'Apa mereka akan melakukannya lagi?' Entah kenapa Sakura, Ino dan Tenten mempunyai pemikiran yang sama.
"S-Sasuke-kun kakoi!" pekik Hinata memerah. Mereka bertiga tak kalah merahnya memikirkan 'itu'
.
.
.
Tepat jam enam Ino sudah selesai dandan, namun Shikamaru belum datang juga.
"Cantik sekali anakku~" puji Inoichi pada putrinya. Wajah Ino memerah dan tersenyum
"Kau mau jalan?" tanya Inoichi, Ino hanya mengangguk.
"Sama teman-temanmu atau sama Shikamaru?" goda Inoichi. Sukses buat Ino merasa panas di wajahnya. Inoichi selalu menggoda Ino semenjak kejadian reuni kemarin.
"Touchan!" Ino pergi dari hadapan ayahnya. Inoichi tersenyum melihat putrinya sudah tumbuh dewasa.
Tin Tin
Mendengar suara klakson mobil, Ino langsung merapikan rambutnya dan keluar menemui orang tersebut. Ino sangat anggun menggunakan dress diatas lutut berwarna ungu dengan rambut pirang panjang tergerai. Shikamaru bahkan sangat takjub dengan kekasihnya itu meski wajahnya tetap datar.
"Hai Shika~" sapa Ino membuyarkan lamunan Shikamaru
"Ck, mendokusai, ayo masuk!" ajak Shikamaru menggandeng tangan Ino. Rasa panas menyelimuti wajah Ino.
"Ino, aku ingin bertanya padamu." kata Shikamaru dalam perjalanan.
"Apa Shika?" Ino menatap kekasihnya itu
"Apakah kau benar-benar menyukaiku?" tanya Shikamaru menghentikan mobilnya. Ino tersentak
"Aku tidak menyukaimu!" Shikamaru membelalakkan matanya
"A-aku sudah menyukaimu sejak pertama bertemu. S-sekarang aku jadi mencintaimu~" Ino sangat malu mengatakan itu.
"Mendokusai. Aku pun begitu!" ucap Shikamaru mencium kening Ino. Keduanya sama-sama merona. Mobil Shikamaru melaju kembali.
-oo-
"Sakura-chan, cepatlah!" rengek Naruto di mobilnya. Sakura keluar dengan dress yang di belikan Naruto. Perasaan kesal Naruto berubah menjadi perasaan kagum. Naruto membukakan pintu mobilnya kepada Sakura.
"Biasanya kau sudah cantik, tapi kali ini sangat cantik lebih dari cantik biasanya," puji Naruto pada Sakura. Wajahnya sudah memerah seperti tomat kesukaan Sasuke pacar Hinata. Mobil Naruto melaju meninggalkan rumah Sakura.
"Naruto~" panggil Sakura pelan
"Hm, ada apa Sakura-chan?" Naruto masih fokus ke jalan
"A-apa kau pura-pura menyukaiku karena hukuman itu?" tanya Sakura. Naruto menghentikan mobilnya dan menatap Sakura.
"Aku memang bodoh tapi aku tidak pernah berpura-pura terutama perasaan!" jawab Naruto tegas, Sakura tersenyum.
"Aku juga menyukaimu~" ucap Sakura malu-malu. Wajahnya sudah mirip kepiting rebus begitu juga Naruto.
-oo-
"Tenten, jangan bawa senjata ya!" ujar Neji sambil menyetir. Tenten memutar bola matanya.
"Coba kau lepaskan rambut bercepolmu itu, aku ingin melihatmu dengan rambut tergerai" pinta Neji.
"Tidak, aku tidak pantas dengan rambut tergerai" Tenten menolak. Neji menghentikan mobilnya.
"Sini, aku yang melepasnya." tangan Neji melepas dua cepol Tenten.
"Wahh cantik seperti ini~" puji Neji. Tenten merona mendengar pujian Neji
"Eh, jadi ingat, Sasuke nanti pasti akan dicincang saat ada dirumahnya Hinata." ucap Neji tiba-tiba dan terkekeh
"Kenapa? Kok Bisa?" tanya Tenten penasaran
"Karena pasti Hiashi-jiisan tidak membolehkan Hinata kencan!" jawab Neji terkiki geli.
"E-eh, bukannya Sasuke cuma mau kerumah Hinata?" Tenten heran. Dia kepikiran apa yang mereka lakukan sebelumnya. Pikirannya sedikit 'ero' sejak menguping Hinata telepon tadi.
"Tidak, waktu aku kesana tadi Hinata cerita padaku agar ayahnya mengizinkan kencan." jawab Neji terkekeh.
-oo-
Sakura dan Naruto tiba di kafe Madara. Mereka langsung masuk dan mencari tempat duduk. Tak tahu jika mereka sedang di awasi.
"Hei itu Sakura dan Naruto~" bisik seorang gadis di rangkulan kekasihnya
"Sstt, diamlah!" perintah lelaki itu
Shikamaru dan Ino berpegangan tangan dari tempat parkir menuju kafe Madara. Naruto dan Sakura tidak sadar jika Shikamaru dan Ino baru memasuki kafe, begitu pula mereka tak sadar ada Naruto dan Sakura serta satu pasangan lagi.
"Hei ada Ino dan Shikamaru juga~" bisik gadis itu pelan dan tetap di rangkulan kekasihnya
"Sstt, nanti mereka tahu, nanti kalau waktunya pas baru kita menyapa mereka!" gadis itu hanya mengangguk
"Ne ne, lihat sekarang Tenten dan Neji-niisan memasuki kafe!"
"Hinata, diam. Sebentar lagi kita akan mengagetkan mereka,"
"I-iya Sasuke-kun." Sasuke pergi sebentar dengan masker menutupi wajahnya dan memberikan sesuatu pada pelayan di dapur. Sasuke kembali dengan seringai ganas namun tertutup masker.
"Kita lihat reaksi mereka Hinata!" ucap Sasuke setelah membuka maskernya.
-oo-
TBC
-oo-
Aaaaahhhh! Hampir aja nulis rate M yang parah, untung bisa saya tahan XD muahahaha.
Bisa aja sih buat rate M, umur saya juga udah 19th kok, tapi malu tauk !XD *duak
Chapnya pendek banget, gomen. Sibuk banget nih, di ajak ngurus data-data di kelurahan XD *curcol *abaikan
Ohiya, yang request dan juga yang ngasih KriSar, LOGIN dong! Biar bisa saya balas lewat PM, gratis kok ! XD *plakk
Arigatou buat yang udah baca ff gaje ini, sekalian review ya ! *lebayOn
REVIEW dong, jangan jadi 'gosong' XD
