Rou: Rou kembali~
Luna: Emang ada yang nungguin?
Soleil: Luna... Jangan gitu.. = ="
Lucy: Nyaaaaa!
Rou: Lucy-nee-san kenapa?
Lucy: Abis ngerjain beberapa gambar.. = ="
Luna: Berjuang ya.. *nepok pundak Lucy*
Lucy: Nyaa... Fanfic saya jadi ke tunda... *mojok*
Soleil: Umm... Author, daripada kita bengong, aku bacain disclaimer, ya?
Rou: Ya udah..
Soleil: Ehm... Discalimer, Katekyo Hitman Reborn bukan punya kita. KHR punya Amano Akira-sensei. Kita Cuma punya Fanfic ini. Kalau kita yang punya, Dino, Hibari sama Mukuro bakal lebih sering muncul~
Luna: Selanjutnya... Warning, OC, typo, dan gajhe. Er... dan mungkin dengan otak sang author bakal ada hint-hint antar OC entah itu straight ataupun yaoi /plak/
Rou: Oh, ya, untuk pertanyaan Rio- maksud saya, ciocarlie, kenapa ada reborn? Karena sifat arcobaleno itu hanya menghilang (baca: mati) sebentar, dan mereka bisa hidup lagi selama ada arcobaleno yang sky~
Soleil: Bukannya Yuni udah mati?
Rou: Ah.. anggep aja Aria punya anak dua.. /plak/
Lucy: Nyaaa~ Selamat membaca!
Rou: Jangan lupa review nya~!
All: Yosh! Ayo mulai!
Vongola Ventesimo
Chapter 3: Sei And Nove
"Ho.. Sepertinya ada pertarungan disini"
Ichigo menoleh ke belakang. Ia pun perlahan turun ke tanah, "Kau... Yang tadi ada di Namimori chuu"
"Ingat juga kau" Yuya tersenyum kecil
"Memangnya tadi ada orang di Namimori chuu?" tanya Rei
"Aku melihatnya di salah satu ruangan di Namimori chuu," Ichigo memandang orang itu "Ada apa?" lanjut Ichigo
"Aku hanya ingin mencoba bertarung dengan mu" balas Yuya
"Maaf, tapi kami tidak ada urusan dengan mu!" kata Kuroichi dengan nada kasar. Yuya hanya membalasnya dengan death glare
"Lagi pula,," Yuya memandangi Fred yang tidak sadarkan diri
"Aku tidak suka ada 'mayat' ini di dekat wilayah ku. Ini salahmu. Kau yang harus membereskannya. Atau,," Yuya mengeluarkan dark aura. Memang, mereka saat itu sedang berada di dekat Namimori chuu
"Kami korosu" Yuya mengeluarkan sepasang tonfa
Yuya dan Ichigo saling bertukar pandangan. Dalam hitungan detik, Yuya sudah berada di depan Ichigo
"A-!" Ichigo dengan refleks mengarahkan gauntletnya ke bawah dan terbang ke atas menggunakan flame di tangannya
"Kau tidak akan bisa lari" Yuya melompat ke atas dan berusaha menyerang Ichigo. Ichigo menahan serangan tersebut
"Uh.." Ichigo merintih pelan. Ia tidak bisa menahan serangan Yuya. Dengan menggunakan flame di tangannya, Ichigo mendorong Yuya ke bawah
"Akhirnya dia jatuh juga" Kuroichi tersenyum kecil. Yuya melihat ke bawah, walaupun samar-samar, ia bisa melihat tali-tali tipis dengan flame merah yang juga tipis di bawah. Yuya mendarat di tanah dengan mulus tanpa menyentuh tail tersebut. Bersamaan dengan itu, Rei menyerang Yuya dengan tendangannya. Dengan refleks, Yuya menahan serangan itu, kemudian, Rei menggunakan tonfa Yuya sebagai pijakan untuk melompat kebelakang
"Wah.. Wah... Kita agak mirip, ya" Rei memperhatikan warna rambut dan mata Yuya yang sama dengan miliknya
"Aku tidak mau di samakan dengan Herbivore" Yuya melompat untuk menyerang Rei, tapi, Ichigo menyerang Yuya saat ia melompat di udara dengan siku nya. Yuya terlempar ke bawah
"Hmph... Dasar herbivore..." gumam Yuya
"Hei, manusia itu omnivore. Bukan herbivore!" komentar Rei
"Aku tidak membutuhkan komentar mu" Yuya mulai menyerang lagi, tapi saat ia ingin menyerang Rei (yang kebetulan paling dekat dengannya) muncul kabut di sekitar mereka. Yuya berhenti menyerang karena kabut yang cukup tebal.
"Kufufu.." mereka mendengar suara tawa kecil
"Suara ini kan..." Ichigo dengan perlahan turun ke tanah
"Orang yang memberikan mu sarung tangan itu" Kuroichi melanjutkan kata-kata Ichigo
"Tch.. Orang itu.." Gumam Yuya kesal
"Oya oya... Kau tidak pernah berubah dari dulu, Yu-kun~" Yuya merasakan ada nafas di belakang lehernya. Ia pun langsung mengayunkan tonfanya ke belakang. Tapi di sana tidak ada apa-apa
"Selalu mengalahkan orang yang membuat mu kesal, selalu melindungi Namimori mu tercinta, Se-" suara itu terputus karena ayunan tonfa Yuya, tapi lagi-lagi tidak ada siapa-siapa disana
"Keluar kau bodoh! Aku sudah muak dengan ilusi murahan mu ini!" seru Yuya
"Kufufu.. Dan selalu cepat marah,," kata suara itu lagi "Dari dulu, kau memang tidak suka dengan ilusi, kan?" lanjut suara itu
"Hmph..."
Selang beberapa detik kemudian, kabutnya menghilang, tetapi, Yuya tidak menemukan si mafia sekarat(?) yang tergeletak tadi, perempuan dengan api di kepala dan di tangannya, laki-laki dengan crossbow, maupun perempuan yang memiliki warna rambut dan mata yang sama dengannya
"..." Yuya yang sudah tidak peduli itu akhirnya pergi
"A-ah... Terima kasih" kata Ichigo sambil kembali ke normal mode (dari hyper dying will mode)
"Ahah... Aku tidak yakin kita bertiga bisa mengalahkan orang itu tadi..." Rei sedikit sweatdrop
"Ngomong-ngomong, kau siapa?" Kuroichi sepertinya curiga dengan orang berambut nanas itu
"Kufufu.. Kalian bisa memanggil ku Sei" kata orang itu
"Aku merasakan ada yang berbeda..." pikir Ichigo
"Ah.. Terima kasih telah menolong kami, Sei-ku- Ukh..." Ichigo tiba-tiba terjatuh, dengan sigap, Kuroichi menangkap Ichigo.
"I-Ichigo! Kau tidak apa-apa?" Kuroichi mulai panik.
"Dia tidak apa-apa. Dia hanya kelelahan, karena baru sekali memakai menerima rebuke bullet" tiba-tiba seorang bayi melompat ke bahu Sei. Seorang bayi dengan baju hitam ala mafia plus fedora di kepalanya.
"Ciaossu" sapa bayi itu
"Siapa kau?" Kuroichi menatap tajam bayi yang baru saja muncul itu
"Perkenalkan, namaku Reborn" bayi itu memperkenalkan diri
"Kalian pasti lelah. Bagaimana kalau kau ikut dengan kami?" tawar Sei
Kuroichi menimbang-nimbang. Haruskah ia ikut? Atau haruskah ia pulang?
"Tidak perlu takut. Kami tidak akan mencelakai kalian" Sei tersenyum
"Lagipula kami butuh bantuan kalian." Lanjut Reborn
Kuroichi menundukkan kepalanya. Ia mengambil nafas dalam, "Baiklah. Aku akan ikut kalian"
"Semoga ichi-tan tidak apa-apa..." gumam Rei
Mereka belum terlalu lama berjalan, tetapi, Kuroichi merasa sedikit curiga dengan Sei. Ia bingung, mereka mau dibawa kemana? Apa yang akan terjadi nanti? Apakah Ichigo baik-baik saja?
Begitu pula dengan Rei. Ia sudah merasa lelah, ditambah dengan pertanyaan serupa dengan Kuroichi yang menghantui kepalanya.
Tiba-tiba, Kuroichi merasakan keberadaan orang di belakang nya, ia pun dengan cepat menoleh kebelakang, tetapi tidak ada siapa-siapa disana.
"Ada apa?" tanya Sei
"Tidak, aku merasakan keberadaan seseorang tadi" jelas Kuroichi
Sei terdiam sesaat, "Tunggu disini" Ia berjalan kebelakang, memperhatikan setiap sudut jalan
"Sepertinya tidak a-" Sei tiba-tiba tersentak, ia langsung menoleh kebelakang dan mengeluarkan senjatanya, sebuah tongkat, untuk menahan serangan seseorang
"!" Kuroichi kaget
"Kufufu... Sepertinya aku sudah ketahuan" Sei tersenyum, tiba-tiba, di depan Sei muncul kabut berwarna ungu, saat kabut nya menipis, Kuroichi dan Rei bisa melihat seseorang muncul dari kabut itu
Kuroichi menyipitkan matanya, tidak percaya apa yang dilihatnya, ada 2 Sei (?) disana
"Mana Reborn?" tanya Rei
"A-aku juga tidak tahu" Kuroichi sekarang benar-benar bingung
"Oya oya... Aku sangat tidak suka dengan sikap mu yang suka meniruku" kata orang yang muncul dari kabut itu
"Ahaha... Padahal sedikit lagi aku bisa mendapatkan vongola ring. Kau tahu? Ia tidak pantas menjadi vongola ventesimo..." Sei(?) tersenyum kecil
"Kufufu... Aku tidak peduli, Nove... Kalau memang dia belum cocok, aku akan membantunya untuk menjadi pemimpin vongola"
"Tunggu dulu, sebenarnya kalian siapa?" Kuroichi yang bingung mulai marah
"Kufufu... Kau hampir di celakai oleh dia..." orang yang muncul dari kabut tadi menunjuk ke arah Sei palsu
"Namanya Nove. Saudara kembar ku. Dan... Namaku Sei" lanjut orang itu
"Ah... Kalau begitu, mari kita mulai permainannya... Yang mana Sei yang asli~?" Nove menoleh kebelakang dan menyeringai, mata nya sama dengan Sei, berbeda warna, tetapi, matanya yang berwarna merah adalah mata sebelah kirinya. Sedangkan Sei di sebelah kanan. Tiba-tiba di sekitar mereka muncul kabut tebal
"Ada apa to the max?" Rei kaget
"Tetap di belakang ku..." Kuroichi meperhatikan sekitar. Sebenarnya ia sudah tidak kuat menggendong Ichigo terlalu lama
"Kalian harus menebak Sei yang asli. Kalau betul, aku akan mundur... Kalau salah.. Kau harus ikut aku..." Kuroichi dan Rei mendengar suara dari dalam kabut
Tak lama kemudian, kabut nya menipis, Kuroichi menyipitkan matanya, di depannya berdiri dua orang serupa
"Oya oya.. Permainan ini lagi..." kata Sei(?) yang di sebelah kanan
"Kufufu... Ini kan permainan yang kau buat" balas Sei yang satu lagi
Kali ini Kuroichi benar-benar bingung. Keduanya mirip, pasti tadi Nove telah memakai ilusi untuk menyembunyikan warna matanya
"Dia akan mencelakakan mu! Ayo ikut aku!"orang di sebelah kanan mengulurkan tangannya
"Kuroichi! Lebih baik kita pulang sendiri!" Rei berlari kebelakang, tetapi, ada sesuatu menghalanginya. Seperti penghalang yang tidak terlihat
"Akh! Kepala ku sakit to the max!" Rei memegangi kepalanya
"Hei, Nove! Apa yang kau lakukan?" orang yang sebelah kiri mengangkat kerah saudara kembarnya
"Siapa yang kau sebut Nove? Aku Sei!" orang itu melepaskan tangan saudara kembarnya yang mencengkram kerah bajunya
"Jadi.. Kita harus menebak, ya?" Kuroichi menghela nafas
"Tapi mereka sangat mirip to the max!" tambah Rei
Dua orang itu sedang bertengkar, sedangkan Kuroichi dan Rei berpikir keras
"Kuro... Ichi..." Ichigo perlahan-lahan membuka matanya
"Ichigo! Kau tidak apa-apa?" Kuroichi kelihatan sangat cemas
"Rasanya badan ku sakit semua,," keluh Ichigo "Sekarang kita ada dimana?" Ichigo melihat keadaan sekitar.
"Ceritanya panjang. Sekarang, kita harus menebak, yang mana Sei, yang mana saudara kembarnya, Nove" jelas Kuroichi. Ichigo menoleh ke arah Sei dan Nove yang sedang menyamar sebagai Sei. Ichigo memperhatikan keduanya, keduanya memang mirip
"Sei..." panggil Ichigo
"Apa?" dua-duanya menoleh ke arah Ichigo
"Bukan kau, Nove, tapi Sei..." Ichigo menunjuk ke arah Sei yang di sebelah kiri
Sei (yang sebelah kanan) terbelalak, lalu tertawa lebar
"Hahahaha! Kau memang hebat!"
Sei hanya bisa tersenyum, "Tentu saja dia tahu. Dia punya hyper intuition"
"Kalau begitu, aku mundur dulu sekarang..." Kabut mulai menyelimuti tubuh Nove. "Sampai bertemu lagi..." Nove pun menghilang bersama kabut tersebut
"Maaf sudah menyulitkan kalian.." Sei merasa bersalah
"Ciaossu" Reborn tiba-tiba muncul
"Kau..." Ichigo terlihat cukup kaget
"Re-Reborn-san!" seru Kuroichi
"Tadi Reborn pergi kemana?" tanya Rei
"Aku baru saja kesini. Mungkin tadi itu ilusi" jelas Reborn
"Jadi... Aku- Bukan.. Kami ingin membawa mu ke rumah kenalan kami yang bisa kau percaya" raut muka Sei berubah menjadi serius
"Maaf, tapi, aku tidak ingin terlibat lebih jauh lagi. Aku tidak mau teman ku terluka..." kata Ichigo pelan
"Tapi kau sudah terlibat cukup jauh" kata-kata Reborn cukup untuk membuat Ichigo kaget
"Memangnya sebenarnya apa yang terjadi?" Kuroichi meninggikan suaranya
"Kau pernah mendengar keluarga mafia bernama vongola?" tanya Reborn
"Tid—" Ichigo memotong kata-kata Kuroichi "Aku baru ingat! Ibuku pernah menyebut soal vongola!"
"Bagus kalau ingat" Reborn tersenyum kecil
"Vongola dulu adalah keluarga mafia yang cukup kuat. Tapi beberapa pemimpin vongola sangat bodoh sehingga mudah ditipu. Kemudian, keluarga vongola mulai hancur. Tadinya Vongola menanggung hutang yang cukup banyak, tetapi ayahmu, Vongola Diciannovesimo, berhasil mengatasi hutang tersebut" jelas Reborn
"Yah, sekarang Vongola sudah mulai berkembang walaupun sedikit demi sedikit" lanjut Sei
"Tapi.. Ayah mu menghilang beberapa hari lalu" kata Reborn. Ia memperhatikan wajah Ichigo yang tidak terlihat kaget
"Aku tidak perduli pada ayahku. Dia sudah meninggalkan aku dan ibuku"
"Kau yang memegang cincin itu. Lagi pula, ayahmu meninggalkan surat untuk mencarimu" suasana makin menegang.
"Aku tidak ingin menjadi bos mafia" jawab Ichigo tegas. Ia sama sekali tidak ingin menjadi bos mafia
"Kalau kau menjadi Vongola ventesimo dan menjadikan vongola sebagai keluarga mafia terkuat, kau bisa memperbaiki dunia ini" Reborn turun dari pundak Sei
"Yah.. Memang benar" kata Ichigo pelan
"Tapi tetap saja, aku benci mafia" lanjut Ichigo
"Sekarang sudah hampir pagi. Beberapa orang pasti sudah bangun. Dan biasanya, menjelang pagi, ada dua penjaga di pintu masuk Namimori corridor." Jelas Sei
"Lebih baik kalian istirahat dulu" kata Reborn
"Aku lelah to the max!" seru Rei
"Aku juga sudah lelah" sambung Kuroichi
"*sigh* Baiklah.. Kita istirahat dulu saja" Ichigo menutup matanya. Ia merasa sangat lelah
"Baiklah, ikut kami.." Kuroichi dan Rei pun mengikuti Sei dan juga Reborn
Sedangkan Ichigo tetidur di gendongan Kuroichi
~to be continued~
Rou: Whew... Selesai~
Lucy: Hmm... Akhirnya...
Luna: Cuma 1873 words kok..
Soleil: Yah...
Rou: Baiklah, bagi para readers... Guardian vongola ventesimo sebentar lagi lengkap~ *tumpengan*
Lucy: Para readers sekalian~ Mulai chapter ini, kami akan menerima request pairing-pairing OC...
Luna: Tapi kayaknya yang baca fanfic ini dikit, ya..
Rou & Lucy: *mojok*
Rou: Oh, ya buat pairingnya, kami menerima straight dan Yaoi. Tapi ga menerima yuri!
Luna: Kayak ada yang mau request aja
Lucy: Hei, Rou... Boleh saya bunuh orang itu?
Rou: Ah! Jangan, Lucy-nee-san!
(oke, sebagai tambahan, kami akan menjelaskan asal nama-nama OC(yang ngurusin nama Lucy))
1. Shigeyoshi Ichigo (15)
Yah.. pasti tau kan, Ichigo itu artinya strawberry? Shigeyoshi saya ambil random dari marga mangaka tumpukan komik kakak saya /plak/ Yah, abisnya udah bingung... Kalau Ichigonya sih sebenarnya juga random pick. Saya milih nama itu biar gampang bikin kode angkanya gampang.. Ichi=1; go=5. Kalau yang mau lihat silahkan; http:/www(dot)facebook(dot)com/profile(dot)php?id=1708399265&v=wall&story_fbid=1156605971171&ref=notif¬if_t=feed_comment#!/photo(dot)php?pid=287621&id=1708399265 (silahkan ganti '(dot)' nya dengan tanda titik~)
2. Akira Kuroichi (96)
Nama Kuroichi saya dapet dari temen facebook saya. Karena saya udah buntu nama, saya minta izin dia buat masukin namanya, dan dia ngebolehin. Yah.. saya lupa artinya... = =" yang jelas bukan Kuro dan Ichi, tapi, Kuroi dan Chi. Kuroi saya lupa artinya... Chi= darah. Kalau Marganya itu total random pick... /plak/.
3. Akarui Rei (0)
Nama yang satu ini ga terlalu random pick. Akarui artinya... Bright kalau ga salah... = =". Nah, lagi-lagi kita pilih nama biar ga susah bikin kode angkanya... Rei itu kata temen saya bisa 0...
4. Sei & Nove (6 & 9)
Silahkan buka kamus! /plak/ Karena kita udah bingung cari nama, akhirnya kita buka google translate dan nyari bahasa itali nya 6 sama 9. Kenapa kita cari angka itu? *grin* nanti juga tau~ /plak/
Lucy: Yak! Oke! Segitu dulu!
Rou: Tentu saja akan di update seiring perkembangan... Terutama gambarnya.
Luna: Yang selesai baru Ichigo?
Lucy: Kuroichi tinggal di warnain, Rei sama Yuya masih mau di betulin... = ="
Soleil: Kalau begitu, ditunggu reviewnya, Minna!
