Promise You
.
.
.
Cast : Yesung, Kyuhyun, Siwon And Other Cast
Genre : Romance, Drama
Pairing : YeWon/ KyuSung
Rate : T
Disc : Semua Cast Milik Tuhan, Ye Milik Kyu, Begitu Juga Sebaliknya, But, Siwon Kasih Ke Aku Aja Please *Muka Melas*
Warning : Gaje, Aneh, Pokoknya Fic Ini Aneh Karena Yang Buat Orangnya Juga Aneh XD ...
.
.
.
~Happy Reading~
.
.
.
"Amnesia yang Siwon derita sejenis dengan prosopagnesia," Ucap perempuan itu. "Dimana dia tidak dapat mengingat wajah, dan nama benda-"
"Lalu? Apa dia juga tidak mengingat aku?" Potong si lelaki, wajahnya nampak panik. "Ya, kata Dokter Cho, kemungkinan bisa terjadi. Donghae-ssi, bisa kau bantu kami?" Lelaki bernama Donghae itu memfokuskan tatapannya kepada si perempuan yang merupakan, Ibu seorang Choi Siwon.
"Ye!?" Tanyanya agak bingung. "Carikan perempuan untuk Siwon, sekarang waktu yang pas, Siwon juga pasti sudah tidak ingat pada namja sialan yang membuat anakku hampir gila itu!"
"Maksud anda siapa?" Meski tampak kaget, tapi Donghae berusaha terlihat tenang. "KIM YESUNG! Aku benci anak itu! Cepat carikan seorang yeoja untuk Siwon!"
Dan Donghae pun hanya bisa mengangguk menuruti perintah sang nyonya besar.
.
.
~All My Heart~
.
.
"Daritadi Siwon-ssi terus memanggil nama Yesung. Sebenarnya siapa itu Yesung? Dan, apa hubungan mereka?" Seohyun bertanya pada Kyuhyun yang duduk disampingnya, mereka berdua sama-sama sedang mengamati lelaki bernama Choi Siwon, namja yang tak kunjung sadarkan diri.
"Yesung, kau tahu? Yesung itu, tunanganku." Kyuhyun tersenyum, senyumannya terlihat hambar, ditambah raut wajahnya yang muram. "Apa? Sejak kapan kalian bertunangan? Kenapa tidak ada satupun warga rumah sakit yang mengatahui ini? Kapan kalian akan menikah? Ah, kenapa juga kau tidak membawanya kesini?" Tanya Seohyun antusias ditambah rasa marah karena baru mengetahui kenyataan ini sekarang, sungguh disayangkan.
"Yesung pasti akan marah jika ada yang mengetahuinya. Disini, hanya aku yang mencintai dia. Kami bertunangan 2 tahun yang lalu, dan akan menikah beberapa bulan lagi." Seohyun yang meyadari mood Kyuhyun berubah membicarakan ini memilih diam sejenak, memikirkan akan membahas hal apa. "Oh ya! Siwon-ssi, memang dia amnesia?"
"Yeah!" Helaan napas terdengar. "Bukan amnesia dalam maksud tidak mengingat semuanya sebelum dia kecelakaan. Biasanya amnesia masih bisa menulis, membaca dan sebagainya seperti orang normal. Tapi, amnesia Siwon ini sejenis prosopagnesia. Dia harus mengulang semuanya dari awal, dari belajar menulis, membaca, berhitung, mengahapalkan nama benda, dan juga, Siwon-ssi kehilangan ingatannya tentang wajah, sekalipun itu wajah orang yang dia cintai."
"Ini seperti kasus disleksia ditampah alzheimer? Tapi bedanya bisa disembuhkan?" Kyuhyun mengangguk. "Ya, dia bisa sembuh jika tinggal beberapa bulan ditempat masa kecilnya, bersama orang yang dia cintai. Tapi- Hey! Seo Jo Hyun! Kau juga dokter! Kenapa kau bertanya? Padahal kau sendiri sudah tahu!?" Perempuan itu terkekeh kecil.
"Ya! Aku memang tahu. Kau sepertinya bersemangat sekali menjelaskan tentang penyakit Siwon, jadi aku hanya diam, dan tak mau mengacaukan mood Kyuhyun!" Si pria tampan menekuk wajahnya kesal, dia memutuskan berjalan menuju jendela, membuka tirainya membiarkan udara pertengahan musim semi masuk kedalam ruang rawat.
.
.
~All My Heart~
.
.
Yesung duduk ditengah ranjang, menekuk kedua lututnya dan menangis. Kamar Kyuhyun terlihat berantakan, kaca pecah, pakaian berserakan dilantai. Kondisi disana sangat mengenaskan.
"Bodoh!" Bisiknya pada diri sendiri. Keadaan Yesung tak kalah mengerikan dibanding isi kamar, wajah manisnya nampak pucat, rambut hitamnya acak-acakan, ditambah airmata yang mengaliri pipi mulusnya. "Cho Kyuhyun bodoh!" Desisnya sekali lagi.
Satu jam lalu dia mencari ditong sampah disetiap lantai, hasilnya percuma, dia tidak mendapatkan apapun. Kemana lagi dia harus mencari? Yesung tak tahu. Jam itu tentu sangat berharga untuknya, bagaimana mungkin dia menghilangkannya? Jam pemberian cinta pertama, cinta masalalu. Dan, apa yang akan terjadi jika suatu waktu nanti dia bertemu Siwon, tapi tidak bisa membuktikan jika dia adalah Yesung.
"Ini semua salahmu! Brengsek!" Dia kembali mengumpat dalam kekesalan. Memikirkan semua ini malah membuatnya membenci Kyuhyun yang merupakan tunangannya, dan yang lebih parah mereka akan menikah dalam waktu dekat.
Mau bagaimanapun pernikahan ini akan berlangsung, tanpa memikirkan perasaannya. Yesung memejamkan kedua matanya, menarik napas sedalam yang ia bisa, kemudian menghembuskannya, mencoba berpikir sehat. Tidak lama kemudian kedua sudut bibirnya tertarik keatas, membentuk sebuah senyuman, tipis nan miris.
Tuut~ Tuut~
Yesung menempelkan ponselnya ketelinga, mencoba menghubungi seseorang, yang ia yakini bisa membuat moodnya kembali baik. Seseorang yang selalu bisa mendengarkan semua keluh kesahnya dikala yang lain tak peduli.
"Jessica-ya! Apa kau sibuk?" Jawaban dari orang yang bernama Jessica membuat Yesung puas, ia tersenyum lebar, yang diyakini Jessica punya waktu untuk bertemu Yesung.
"Okay! Kita ke caffee biasa. Tunggu ne," Yesung melemparkan begitu saja ponselnya lalu berlari kekamar mandi. Mana bisa ia menemui Jessica dengan keadaan seperti itu.
.
.
~All My Heart~
.
.
Seorang perempuan cantik berdarah campuan Korea-Amerika sedang menikmati oreomilkshake kesukaannya dibangku dekat kaca pemisah antara luar dan dalam caffe, dari sini ia bisa melihat banyaknya manusia yang berlalu-lalang kesana kemari, tanpa sadar ia tersenyum sambil menyesap minumannya.
Drrt~ Drrt~
Kegiatannya terhenti, alunan instrumental piano berjudul Greensleve mengalun indah. Ia membeku sejenak melihat siapa sang penelphone, orang yang sudah lama tak bertemu dengannya.
"Tidak! Aku free sekarang." Jawabnya semangat. "Yup! Jangan lama," Jessica memasukan kembali ponselnya kedalam tas kecil, jantungnya berdebar tak karuan. Ia sudah berada di caffee ini jauh sebelum Yesung menelpone.
Yesung adalah cinta pertamanya, mereka bertemu ketika SMP, saat itu Jessica tengah mencari kalung miliknya yang hilang ditumpukan salju, tiba-tiba Yesung datang lalu membantunya. Setelah dapat, mereka malah sering bertemu dibelakang gedung sekolah, jika Jessica kesana karena tidak ingin bersosialisasi, Yesung kesana justru karena ingin mencari kesepian, dalam artian lain, mereka kebelakang sekolah karena sama-sama tidak ingin berteman dalam keramaian.
Jessica memang sudah mencintai Yesung selama ini. Bahkan ia tahu Yesung sudah bertunangan dengan Kyuhyun, tapi sejak ia mencoba berpaling dari Yesung dan berharap bisa melupakan namja manis itu, malah sejak saat itu juga ia malah tidak pernah bisa berhenti memikirkannya.
Hanya cukup menjadi orang pertama ketika Yesung membutuhkan saja sudah membuatnya senang, ia merasa sudah cukup menjadi pendengar yang baik untuk Yesung, mencoba memberikan saran terbaik untuk orang yang ia cintai. Jessica sama sekali tidak berharap lebih, hanya menjadi sahabat Yesung.
Yesung sendiri tidak mengetahui tentang perasaan Jessica. Jessica berpikir, Yesung berada disampingnya dengan status teman saja sudah membuatnya merasa beruntung.
"Cinta terpendam adalah cinta yang paling sulit untuk dipadamkan." Jessica tersenyum. Satu kalimat yang masih tergiang diotaknya adalah itu, ia sangat tahu dan sangat mengerti arti kalimat tersebut, karena itu terjadi padanya.
"Apa aku terlalu lama?" Jessica menggelengkan kepalanya, suara berat yang masih ia ingat menyapa indra pendengarannya, ia mendongak lalu tersenyum. "Tidak, hanya dua jam." Yesung mengambil tempat duduk diseberang Jessica. Ia menunjuk gelas berisikan setengah oreomilkshake .
"Masih suka minum itu?" Tanya Yesung sambil menatap Jessica penuh kecurigaan. "Tentu saja, ini adalah minuman paling enak didunia!" Seru Jessica lalu menyesap habis minumannya. "Aih! Sudahlah. Apa benar kau menunggu selama itu?"
"Ya, sebelum kau menelpone aku sudah berada disini. Bagaimana kabarmu?" Yesung menghela napas. "Ah! Jadi Jessica noona selalu pergi ketempat ini? Apa kecintaanmu pada milkshake itu sangat dalam? Ck, ck! Keadaanku selalu baik, Mrs. Jung, kau sendiri?"
"Tidak juga. Aku hanya suka, dan pergi ketika kerjaanku sudah beres. Aku? Hm, sangat baik Mr. Kim," Tekannya pada kalimat terakhir yang membuat Yesung mendengus.
"Baiklah! Ada masalah apa? Wajahmu terlihat muram," Dan. Jessica juga tentu mengetahui jika Yesung menunggu Choi Siwon. Apa yang tidak Jessica tahu? Yeoja itu sudah mengenal Yesung baik luar maupun dalam.
"Jam pemberian Siwon, dibuang Kyuhyun."
"Apa? Apa maksudmu Kyuhyun sudah mengetahui tentang Siwon dan masalalumu? Kenapa dia sejahat itu?" Meledak-ledak, itulah sikapnya. Jika Yesung marah maka Jessica akan merasakan kemarahan Yesung dan bersikap lebih, sebaliknya, kesenangan Yesung adalah kesenangannya juga, bahkan ia akan lebih senang.
"Tidak! Bukan seperti itu maksudku. Tak sengaja aku meninggalkan jam itu didalam mobil Kyuhyun. Dan Kyuhyun kira aku sudah tidak menyukai jam itu karena sudah jelek, dan kekecilan, makanya, tanpa sengaja dia membuangnya." Jessica memejamkan mata, lalu membukanya kembali dan menemukan kedua mata Yesung menatap langsung matanya. Getaran itu masih terasa sangat nyata.
"Aku hanya takut. Jika aku sudah bertemu dengan Siwon, dan Siwon tak mengenaliku, apa yang bisa aku tunjukkan untuk membuktikan jika aku adalah Yesung? Teman masa kecilnya," Yesung mengusap wajahnya. "Kekuatan perasaan kalian. Aku rasa, jika benar Siwon masih mencintaimu, masih memikirkanmu, maka hanya dalam pandangan pertama, entah itu dimanapun, Siwon maupun kau akan langsung saling mengenali. Dan kalian akan merasakan getaran itu,"
"Bagaimana bisa aku mengenali Siwon? Kau, kan sudah tahu jika ingatanku sangat buruk. Aku bahkan hampir lupa bagaimana wajah Siwon ketika masih kecil." Jessica tersenyum. "Tentu kau masih ingat namanya bukan?"
"Ya! Choi Siwon?" Kepala Yesung memiring karena bingung. "Diwilayah ini tentu banyak yang bernama Choi Siwon! Aku harus apa?" Tanyanya gusar setelah mengerti maksud Jessica.
"Jika kau bertemu dengan orang bernama Choi Siwon, tinggal tanyakan saja tanggal lahirnya, apa dia bernah kedesa tempat masa kecil kalian, dan tanyakan, 'Apa kau kenal Kim Yesung?'"
"Jessica-ya!" Panggil Yesung lemah. "Ne?"
"Aku merasa bersalah pada Kyuhyun. Setelah aku tahu dia membuang jamnya, aku malah menampar Kyuhyun, padahal dia tidak tahu apa-apa. Aku merasa bersalah,"
"Kalau begitu, kenapa kau tidak mengajaknya makan siang bersama? Dan meminta maaf atas perbuatanmu," Jessica menyangga dagunya menggunakan tangan kanan. "Tidak, aku terlalu egois dalam hal itu, ah, aku malas meminta maaf. Lagian itu juga refleks, seharusnya yang merasa bersalah itu dia, bukan aku!"
Jessica sangat tahu hal ini, sebenarnya ia gemas dengan kekeras kepalaan dan keegoisan Yesung. "Pergi ketempat kerja Kyuhyun, lalu makan siang bersamanya, mengaku jika itu adalah refleks karena kau kesal!" Tukas Jessica setengah kesal.
"Baiklah! Baiklah! Mrs. Jung, aku menuruti perintahmu. Setelah itu bagaimana?" Jessica menepuk jidatnya. "Pulang dan bereskan kamar abstrakmu!"
"Huh!? Kenapa kau tahu?"
"Oh! Ayolah Kim Yesung, aku sudah sangat tahu jika kau kesal, dan marah. Kka~" Yesung mengangkat jari tengah dan telunjuknya membentuk tanda 'peace'.
"Ssh~ Datang-pergi begitu saja. Kau kira ini tempat apa Kim Yesung?" Jessica menggeleng-gelengkan kepalanya.
.
.
~All My Heart~
.
.
"Maaf, anda tahu dimana Cho Kyuhyun sekarang?" Yesung bertanya ramah pada salah seorang perawat yang lewat didepannya. "Dokter Cho, sedang memeriksa pasiennya dikamar itu," Perawat tersebut menunjuk pintu yang terletak diujung koridor.
"Ah! Kamsahamnida." Yesung membungkuk sopan, setelah itu ia menuju ketempat yang dimaksud. Klek. Pintu itu terbuka, ruangan putih dengan jendela terbuka lebar, angin yang masuk menerbangkan tirainya.
Ruangan itu, kosong, yang ada hanya seorang pasien diatas ranjang. "Apa Kyuhyun pergi secepat itu? Atau perawat tadi salah menunjuk, yang benar diruangan itu?" Yesung menoleh kepintu diseberang. "Sebaiknya aku tunggu dulu, sebentar."
Yesung berjalan-jalan ketengah ruangan, matanya menatap seluruh ruangan, sampai tubuhnya membeku tepat didepan ranjang sang pasien.
Diidentitas pasien jelas tertulis, nama sang pasien adalah Choi Siwon, lahir pada tanggal 05-Oktober. "Si-Siwon? Benarkah itu Siwon? Bukannya dia, orang yang kecelakaan waktu itu?" Jutaan pertanyaan memenuhi kepala Yesung. Yang jelas, apakah itu benar Siwonnya?
"Siwon? Choi Siwon?" Yesung mendekati Siwon, tangannya terulur meraba wajah tampan itu, matanya berair menahan tangis haru. "Siwon! Bangun! Siwon-ah~" Kemudian mengguncang kecil tubuh Siwon.
"Jebal ireona~" Mohonnya sekali lagi. "Apa kau Siwonnie? Cepat bangun dan jawab pertanyaanku!" Yesung terduduk dikursi belakangnya, airmata yang sedaritadi ia tahan tumpah begitu saja.
Jari Siwon bergerak pelan, matanya perlahan terbuka. "A.." Ucapannya terhenti. "Siwon! Apa kau Choi Siwon? Apa kau ingat aku?" Serang Yesung dengan pertanyaan.
"Air," Pinta Siwon. Yesung bergegas menuangkan segelas air untuk Siwon, cepat-cepat mendudukan Siwon kemudian memberikan air. Siwon meminumnya setengah, lalu meletakkan kembali diatas meja.
"Aku dimana?" Tanyanya sambil meneliti setiap sudut ruangan. "Kau dirumah sakit Siwon-ah!" Yesung menggenggam tangan Siwon, tangan yang sudah lama tak ia pegang. "Kau siapa?" Genggaman tangan Yesung terlepas.
"Apa? Kau tidak mengingatku?" Hanya gelengan yang Siwon berikan. "Aku tidak mengenalmu." Yesung ingin tertawa, dipikirannya Siwon hanya bercanda, ingin mengelabuinya.
"Tidak! Kau pasti bohong! Kau Choi Siwon bukan? Teman masa kecilku?" Siwon menggeleng untuk kesekian kalinya. "Panggilkan aku Dokter," Yesung terduduk lemas. Rasanya ia ingin berteriak jika Siwon bohong! Jika memang benar Siwon ingin mengerjainya, ini bukan waktu yang pas.
"Mungkin kau haru-" Seseorang itu mematung diambang pintu, ponsel digenggamannya terlepas begitu saja, tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. Kabar baik, juga buruk.
Choi Siwon sadar, Kim Yesung menangis.
"Yesung?" Kyuhyun berlari membantu tunangannya berdiri. "Apa yang terjadi?" Yesung hanya diam, airmatanya mengalir begitu deras tak terkendali.
"Yesung? Rasanya aku pernah mendengar nama itu. Kau Dokter? Bisa jelaskan aku kenapa?" Siwon menyamankan posisinya. "Kau bisa pulang dalam beberapa jam. Orang tuamu akan menjelaskan semuanya,"
"Jangan! Aku ingin Siwon disini, dia belum menjawab pertanyaanku." Kyuhyun menyipitkan matanya kearah Siwon. "Apa? Aku tidak mengenalnya. Bisa aku pulang sekarang?"
"Tentu saja. Akan aku hubungi orang tuamu," Yesung tak dapat berkata apapun, mencegahnya saja tak bisa, yang bisa ia lakukan hanya diam dan menangis. "Yesung!?" Kyuhyun memapah Yesung menuju ruangannya.
"Yesung? Kau kenal dia? Sepertinya kau salah orang," Diam. Yesung memilih diam, duduk dikursi Kyuhyun dan diam. "Aku akan kembali dalam beberapa menit, tunggu, jangan kemana-mana."
Kyuhyun kembali keruangan Siwon, menemukan namja itu dalam kebingungan, berdiri didepan cermin, mengamati refleksi dirinya. "Hm! Apa kau ingat? Siapa namamu?"
Siwon berbalik, tersenyum ramah sebelum menjawab. "Choi Siwon bukan? Pria barusan memanggilku begitu, memangnya siapa dia?"
"Bukan siapa-siapa."
"Tapi, kau bilang namanya Yesung? Aku merasa deja vu dengan nama itu."
"Tidak! Kau tidak mengenalnya sama sekali, sebaiknya kau pergi, aku sudah menghubungi orang tuamu." Tanpa bertanya lebih lanjut Siwon mengangguk.
"Kenapa aku tidak tahu, benda ini namanya apa? Dan, aku tidak mengerti tulisan ini?" Siwon menunjuk cermin didepannya, dan sebuah tulisan dikalender. "Itu cermin. Tulisan itu, Tanggal, Hari, dan Bulan. Sebaiknya kau belajar menulis, dan membaca lagi. Otakmu belum pulih,"
"Belajar? Siapa yang akan mengajariku?" Kyuhyun menggigit bibirnya kesal. "Orang tuamu. Setiap satu bulan sekali kau harus rutin berkonsultasi denganku, apakah kau ada perkembangan atau tidak. Arraseo?"
"Hmm."
.
.
~All My Heart~
.
.
Setelah menjelaskan pada kedua orang tua Siwon tentang semuanya, Kyuhyun segera menuju ruang kerjanya, dan menemukan Yesung masih duduk disana sambil menangis tanpa suara.
"Uljima~ apa yang membuat namjaku menangis hum?" Kyuhyun membawa Yesung kedalam dekapannya. "Kau benar, mungkin aku salah orang."
"Aku menangis karena aku begitu bodoh, dia bukan orang yang aku cari." Yesung terkekeh sekaligus terisak. "Aku lapar, aku mau makan," Ucap Yesung kemudian.
Kyuhyun merasakan jantungnya berdegub keras mendengar suara Yesung, kalimat itu berarti Yesung mengajaknya makan siang bersama. Kyuhyun sungguh tak menyangka, setelah sekian lama, akhirnya Yesung mau makan bersamanya.
"Baik, kau mau makan apa?" Kyuhyun mengelus kepala Yesung. "Apa yang Kyuhyun suka," Dia serasa melayang kelangit ke 7 saking bahagianya. Mungkin setelah pulang nanti ia akan melingkari kalender dan mencatat dibukunya jika hari ini adalah pertama kalinya mereka makan bersama setelah sekian lama.
"Okay! Kajja," Yesung tetap diam dengan pandangan kosong meskipun Kyuhyun sudah menarik tangannya. "Aku tidak bisa jalan," Kyuhyun yang mengerti segera berjongkok didepan Yesung, menggendong namjanya menuju kedai yang berada 'sedikit' jauh dari rumah sakit.
Kalaupun demi cintamu aku harus berkorban, akan aku lakukan karena aku sangat mencintaimu
To Be Continue
AN : Woho~ Apakah diriku kelamaan? XD Mian, mian. Lagi banyak tugas, hapalan, Pe-er, dan bentar lagi ulangan, kan? Hufh~ TwT
Gimana Eonnie? Apa gaje? Gak ngerti? Makin absurd? Mian kalau gak sesuai keinginan dan harapan. Diriku memang penuh dengan mengecewakan *?*
