When Oh Sehun Meet The Kim's Twins

by willis.8894

Casts: Oh Sehun, Kim Jongin, Kim Kai

Pairing: JongHun, KaiHun

RATE: M.

Warning: Short-fic, DP, Voyeurism, Toys.

•••

FINALE 02 – ETA TERANGKANLAH~

"Kai, minggir, aku yang akan memasuki Sehunnie duluan," kata Jongin mulai membuka kancing kemejanya satu per satu.

Kai melongo menatap Hyungnya itu. "Kau bercanda, kan Hyung?"

"Apa aku terlihat bercanda?" tanya Jongin datar membuka kemejanya.

"Aku yang sejak tadi mempersiapkan Sehun! Seharusnya aku yang memasukinya duluan!" protes Kai tak terima dan mulai membuka kemejanya dengan kasar.

"Kau sudah terlalu sering mengambil keperawanan orang, yang satu ini milikku," balas Jongin mulai tak sabar, menatap tajam adik kembarnya itu.

"Karena Sehun itu perawan, aku yang harusnya memasuki pertama kali. Aku akan memberikannya kenikmatan. Hyungkan belum pernah melakukannya, nanti Hyung malah menyakiti Sehunnie."

"Kai, aku takkan mendengar alasan bodohmu itu. Minggir sekarang."

"Tidak! Aku yang akan memasuki Sehun duluan!"

"Kau tahu aku bisa memanggil keamanan dan menendangmu keluar dari sini, kan? Dan jika itu terjadi, kupastikan kau takkan bisa menyentuh Sehun lagi. Jadi menyingkir, Kai."

Kai menatap tajam kakaknya itu dan berdecak. "Biarkan Sehun yang menentukan kalau begitu," kata Kai pada akhirnya.

Kedua kembar itu menatap pada Sehun yang masih terbaring telanjang di sofa dengan kaki mengangkang lebar. Matanya menatap liar dari Jongin ke Kai dan sebaliknya, menyimak argumen si kembar itu.

"Jo-jongin-sshi belum pernah melakukannya?" tanya Sehun pelan, malu-malu.

Kai menyeringai mendengar itu, ia yakin Sehun pasti akan memilihnya.

Jongin sendiri mengabaikan seringaian Kai dan mendekat pada pria cantik itu, mengelus pipinya dengan lembut. "Aku memang belum pernah melakukannya, tapi aku tahu benar caranya memberikanmu kenikmatan dan aku takkan menyakitimu."

Sehun menatapnya malu-malu dengan senyum kecil nan cantik, membuatnya terlihat begitu imut padahal posisinya begitu membangkitkan gairah. "Ka-kalau begitu a-aku juga ingin menjadi yang pertama bu-buat Jongin-sshi," bisiknya begitu polos dan naif.

Jongin tak bisa menahan senyumnya mendengar itu dan langsung mengecup bibir mungil pink itu, melumatnya dengan pelan dan sensual, tidak liar seperti sebelumnya. "Kau sangat cantik, Sehunnie," kata Jongin menatap ke dalam mata pria cantik itu sedangkan jempolnya mengelus bibir yang baru saja dicumbunya itu.

Sehun kembali merona malu mendengarnya, tampak terlihat begitu imut. Terlihat begitu polos dan naif.

Kai hanya bisa mengamati interaksi kakaknya dan Sehun dengan menganga. Ia tak percaya ini, Sehun memilih Jongin dari padanya! Kai selalu menjadi pilihan orang-orang jika menyangkut aktifitas seksual! Kenapa Sehun dengan polosnya memilih Jongin, hanya karena Hyungnya itu perjaka!

"Kau dengar Sehunnie, kan? Minggir, Kai," suruh Jongin menyeringai sambil melepaskan celananya, menyisakannya dengan boxer.

Kai menggeram pada kakaknya dan menyingkir dari sofa itu, terpaksa membiarkan Jongin mengklaim tempat diantara kaki Sehun. Ia mengelap tangannya yang terkena sperma Sehun dan setelah bersih, ia mengambil kamera yang Jongin pegang.

"Ini pelumasnya, Hyung," kata Kai melemparkan botol pelumas rasa stroberi pada Jongin yang ditangkap dengan baik meski sedang menandai perut Sehun sepertinya tadi. Tsk, kenapa Hyungnya juga harus ikut menandai Sehunnya.

"Sehunnie, aku takkan melebarkan lubangmu, aku ingin penisku langsung yang masuk," kata Jongin memberitahu menatap Sehun yang pasrah itu, sementara ia melepas boxernya dan melumuri kejantanannya dengan pelumas.

Sehun, yang sama sekali apa maksud tidak melebarkan lubang atau apapun itu, hanya mengangguk dengan polosnya. Jongin menyeringai dan Kai hanya menggeleng, membuat Sehun heran. Apa jawabannya salah?

"Ini akan sakit awalnya, tapi tahan ok?" Kata Jongin lembut, sebelum mengecup bibir mungil itu.

Sehun hanya mengangguk-angguk dengan matanya yang menatap polos dan penasaran pada Jongin.

Kai hanya menatap dengan cemburu. Sehun tak pernah menatapnya seperti itu karena Jongin selalu membuat perhatian Sehun teralih. Kai bahkan belum mencium bibir Sehun! Mungkin setelah Jongin memasuki Sehun, Kai juga akan mengalihkan perhatiannya dari Jongin.

Jongin mengarahkan kejantanannya pada lubang perawan Sehun dan memasukkannya pelan-pelan.

"AAAHH! ANDWAEEE! KELUARKAN! THAKIT!" jerit Sehun meronta merasakan sesuatu ingin memasukinya. Matanya kembali berair kali ini karena merasakan sakit.

"Tahan sedikit, Sehunnie," kata Jongin menyentak pinggulnya, memaksa seluruh penisnya masuk ke dalam lubang Sehun.

"AAAAAHHHHHMMMPPPHH!" jeritan Sehun terbungkam karena Kai menciumnya dengan beringas. Menggigit bibir bawahnya dan melesakkan lidahnya ke dalam mulut Sehun. Satu tangannya memvideokan mereka sedangkan satunya memainkan puting Sehun dengan kasar.

Jongin, yang merasakan dinding Sehun sudah mulai terbiasa dengan kehadirannya, mulai memaju-mundurkan pinggulnya dengan pelan namun dalam.

"Kau sangat sempit dan panas, Sehunnie," bisik Jongin serak, menutup matanya dan mendongakan kepalanya, terlalu menikmati jepitan dinding Sehun pada penisnya.

Sehun hanya bisa menjawab dengan desahan tertahan karena Kai masih menciumnya dengan brutal. Tubuhnya tersentak-sentak karena gerakan Jongin dan kedua tangannya mencengkram erat dasi yang mengikat tangannya.

"Haaaannggghhhhh~~" desah Sehun keras begitu Kai melepaskan bibirnya.

Jongin mempercepat gerakannya dan mengarahkan tusukannya mencari titik kenikmatan Sehun, tak butuh waktu lama untuk itu karena Sehun tiba-tiba mendesah dan memekik keras.

"Disana, huh?" Gumam Jongin menyeringai.

Kai hanya memutar bola matanya melihat Hyungnya itu sebelum kembali memainkan puting Sehun dengan mulutnya.

Jongin menarik pinggulnya hingga hanya kepala kejantanannya yang didalam sebelum kembali menyentak keras pada titik kenikmatan Sehun. Ia terus mengulang gerakannya dengan cepat dan keras membuat Sehun tersentak kasar dengan badan melengkung.

"AAAAHHH! AHHHHNNGGHHH!" jerit Sehun kenikmatan, menggeleng kuat, terlalu kewalahan untuk mengikuti permainan Jongin ini. "JANGGGANHHHH HAANHHHHH DISANAHHHHHHH HUNHH HUNNIE ANEHNNHHH."

Kai dan Jongin tak bisa menahan seringai mereka melihat kepolosan Sehun itu. Mereka jelas mengerti Sehun ingin bilang berhenti menumbuk prostatnya karena kenikmatan yang diterima tubuhnya terasa begitu aneh dan tak terkendali. Benar-benar polos.

Jongin sendiri mengabaikan itu dan malah menumbuk prostat Sehun dengan semakin kasar, ia mengerang karena kenikmatan lubang Sehun itu. Ia yakin setelah ini ia akan berubah menjadi seks maniak seperti Kai.

Si Sulung Kim itu mendorong Kai menjauh dari Sehun dan mengukung tubuh kurus itu, satu tangannya mencengkram pinggang ramping Sehun sedikit menaikannya dan menghujam lubang itu semakin keras. Tangan satunya menggenggam erat tangan Sehun, menjalinkan jari-jari mereka.

"AAAANGGGGGHH! JONGHHHH JONGINNIEEHHHH!" jerit Sehun keras merasakan kenikmatan yang berlebihan itu, dengan posisi seperti ini penis Jongin masuk semakin dalam dan menumbuknya dengan keras. Benar-benar membuatnya tak bisa berpikir jernih.

"Lubangmu berkedut hebat, Sehunnie. Memijat penisku dengan baik. Kau menyukainya, huh? Apa kau sudah ingin keluar, Sehunnie?" tanya Jongin tepat di depan wajah Sehun sambil mengerang keenakan.

"HHNNGGGHHHHH~~~ THEHUNHHH~ HUNNHHH~~" Sehun mendesah keras sambil tubuhnya tersentak kasar, perutnya kembali berkontraksi seperti sebelumnya, ia tahu sebentar lagi ia akan keluar.

"Keluarkan sayang, keluar untuk Jonginnie," suruh Jongin menghentak-hentakan panggulnya dengan brutal namun juga menahan orgasmenya sendiri.

"JONGINNIEEEE!" jerit Sehun begitu mencapai klimaksnya dengan tubuh yang melengkung indah, spermanya menyembur mengotori dadanya dan dada Jongin.

"Shit," erang Jongin merasakan dinding Sehun bergetar hebat semakin memberikan kenikmatan di penisnya yang masih menegang.

Jongin mengeluarkan penisnya pelan-pelan membuat Sehun mendesah pelan dengan nafas yang terengah-engah. Si Sulung Kim itu membuka ikatan tangan Sehun dan mengecupi wajahnya.

"Hyung, ini belum selesai, kan? Karena aku masih tegang dan kau juga belum keluar," komentar Kai dengan tak sopannya menginterupsi momen itu.

Sehun menatap Kai, bola matanya bergerak liar. "Be-belum selesai?" tanya Sehun horor.

"Tentu belum, Sehunnie sayang," jawab Kai menyeringai dan mengusap rambut pria cantik itu.

"Kita akan masuk pada intinya sekarang, Sehunnie," kata Jongin mengangkat tubuh Sehun dan mendudukannya di pangkuannya dengan punggung Sehun bersandar pada dada Jongin.

"Haaaannnggghh~" desah Sehun merasaka penis Jongin kembali memasukinya.

Jongin mengecupi bahu Sehun dan kedua tangannya memegang paha Sehun, melebarkannya agar Kai bisa melihat jelas bagaimana lubang Sehun memakan penisnya.

"Hun~ Hunh~ sensinghh~ tif~ haaaa~" Sehun merasa kewalahan karena prostatnya begitu sensitif dan Jongin terus menghujamnya.

Jongin menatap Kai sambil menjilat bibir bawahnya, menyeringai pada adik kembarnya itu. Kai tampak menangkap maksud tersembunyi Hyungnya itu dan ikut menyeringai sambil melumasi penis tegangnya.

Kai berdiri di depan Sehun, mengusap pipi pria cantik itu dengan tangannya yang bersih tanpa pelumas. "Kau sangat cantik, Hunnie," bisik Kai sebelum melumat bibir manis itu.

Sementara Sehun teralihkan dengan ciumannya, Kai memasukkan penisnya ke lubang Sehun yang telah terisi dengan penis Hyungnya itu.

"AAAHHH! JANHH! THAKIT! KELUARKAN!" jerit Sehun meronta diantara apitan tubuh Jongin dan Kai itu. Air matanya mengalir karena tak bisa menahan sakit ketika lubangnya dipaksa semakin melebar, tubuhnya terasa seperti terbelah dua dan Sehun tak bisa menahan sakitnya.

"Sshhh~ tahan sedikit sayang," bisik Kai mengecupi seluruh wajah Sehun sedangkan kedua tangannya memainkan puting Sehun, mengalihkannya dari rasa sakit.

Kai dan Jongin bergerak pelan, berusaha menemukan prostat Sehun agar pria cantik itu tak lagi sakit. Tapi sialan! Wajah menangis Sehun yang memohonnya berhenti malah membakar gairah Kai! Kai sangat ingin menghujam kasar lubang Sehun itu.

Dan lubang Sehun benar-benar terasa sempit dan panas. Begitu nikmat dan ilegal karena membuatnya menjadi kecanduan!

"AHHH~" desah Sehun keras ketika titik kenikmatannya tersentuh.

Kai dan Jongin bertukar lirikan sambil menyeringai sebelum mempercepat tempo hujaman mereka tepat pada prostat Sehun, membuat tubuh ramping itu tersentak-sentak keras dan mendesah keras.

"AAHHH! AAHHHH! KAIHHH JONGINHHHH!" desah Sehun keras, tubuhnya mulai bergetar hebat karena seluruh hujaman brutal si kembar kim itu.

"Lubangmu luar biasa sayang," geram Kai rendah di telinga Sehun menghujam liar. "Lubangmu bergetar hebat dan mencengkram penis kami dengan keras, kau sangat menikmatinya, huh Hunnie?"

"Aanggghhhh~" Sehun menggeleng kuat, omongan kotor Kai semakin membakar tubuhnya, belum lagi ia bisa merasakan bibir Jongin yang mengecupi punggung atasnya, menandainya.

"Apa kau sudah ingin keluar lagi, Sehunnie? Sensitif, huh?" bisik Jongin sesekali mengerang dengan bibir yang menempel pada tengkuk Sehun, panggulnya begerak liar menghujam lubang pria cantik itu.

Lubangnya dihujam kasar, prostatnya semakin sensitif, dan ia takkan bisa menahan lebih lama lagi.

"NGGHHH~ JONGINHH! KAIIIHHH!" Sehun menyemburkan spermanya untuk ketiga kalinya hari itu, membasahi perut Kai dan perutnya.

Si Kembar tak berhenti. Oh tidak, justru Jongin dan Kai menghujam lubang Sehun semakin liar mencoba mengejar klimaks mereka. Lubang Sehun bergetar menjempit mereka dan terasa semakin panas. Keduanya mengerang keras dan menghujam keras dan dalam, membuat tubuh Sehun semakin tersentak-sentak kasar.

"ANIIIHHH~ BERHENTIIIHHH~~ HUNHH HUNNIEEHH~~" Sehun mencoba bicara dalam desahannya sementara tersentak-sentak brutal. Seluruh tubuhnya sensitif dan ia sangat lemas karena sudah tiga kali orgasme.

"Sedikt lagi, Hunnie," erang Kai ditelinga Sehun menghujam brutal lubang penuh kenikmatan itu, ia bisa merasakan klimaksnya sudah mendekat.

Sehun menggeleng kuat, memberi dorongan lemah pada bahu Kai. Tubuhnya lelah dan tak mampu lagi melanjutkan permainan ini, tapi hujaman kedua penis di dalam lubangnya kembali membuat penisnya menegang.

"ANGGHHHH~~ NGGHH~~" Tubuh Sehun bersadar lemas di dada Jongin. Tangan Jongin mencengkram kedua pahanya erat sedangkan tangan Kai mencengkram pinggangnya, ia yakin itu akan menimbulkan bekas nantinya.

"Kau anak baik, Sehunnie. Memuaskan kami seperti ini. Sangat ketat dan panas," erang Jongin menghujam semakin keras erusaha mengejar klimaksnya.

"AHH! AHH! AHH!" jerit Sehun begitu hujaman keduanya semakin menggila dan tak berirama.

"Keluarkan bersama kami, sayang. Keluarkan bersama," erang Jongin dan Kai di telinga Sehun.

"KAIIHH! JONGINHHH! KAIIHHH! JONGINHH!" Sehun kembali menyemprotkan spermanya, membuat dinding lubangnya semakin mengetat.

"SEHUN!" erang si kembar menyemburkan sperma mereka di dalam lubang Sehun.

Sehun hanya bisa bersandar lemah di dada Jongin merasakan cairan panas yang memenuhi lubangnya itu. Ia mendesah pelan ketika Kai mencabut penisnya pelan-pelan.

"Terima kasih, Hunnie," bisik Kai mencium Sehun lembut, membuat jantung Sehun berdetak begitu keras dan wajahnya semakin merona.

Jongin juga mengeluarkan penisnya dari lubang Sehun namun segera memasukkan butt plug yang menyumbat sperma mereka keluar dari lubangnya.

"Angghhh~~ a-apa itu Jonginnie?" Tanya Sehun polos, mendesah pelan.

"Sshhh, tidur saja, Sehunnie," bisik Jongin mengecupi leher Sehun dengan lembut.

Tenaga Sehun benar-benar terkuras habis dan ia tak bisa membantah, ia memejamkan matanya dan kantuk menjemputnya setelah itu.

Jongin membaringkan tubuh Sehun dengan perlahan di sofa itu, Kai kembali dari kamar mandi dengan sebuah baskom dan beberapa handuk, meletakkannya di meja terdekat dengan sofa.

"Aku mandi duluan, Hyung," kata Kai lalu kembali lagi masuk ke kamar mandi.

Jongin tak protes dan mematikan semua kamera yang merekam adegan panas mereka sejak tadi. Setelah itu ia mulai membasahi handuk yang Kai bawakan itu dan membersihkan tubuh Sehun dengan lembut, tak ingin membangunkan pria cantik itu.

JongHun – KaiHun•

Sehun mengerjapkan matanya tubuhnya telah dipakaikan kaos tipis warna putih dan boxernya lalu dibalut dengan selimut halus dan tipis. Sesuatu memenuhi lubangnya, membuat lubangnya tetap melebar. Rasanya sangat aneh, apalagi lubangnya terasa basah dan berisi cairan. Matanya mebelalak lebar begitu menyadari bahwa cairan dilubangnya itu adalah sperma Jongin dan Kai.

"Kau sudah bangun, Hunnie sayang," kata Kai menyeringai dan duduk di sofa sebrang tempat Sehun berbaring.

Wajah Sehun memerah malu begitu memori tentang kegiatan panas mereka mulai memenuhi otaknya. Ia menarik selimut itu hingga menutupi hidungnya, tampak begitu malu.

Si Kembar justru tertawa melihat tingkah malu-malu Sehun itu. Tampak begitu menikmati reaksi Sehun itu.

"Ngomong-ngomong, kami takkan menerimamu sebagai bintang porno," kata Jongin dengan senyum tipis di wajah tampannya, duduk disamping Kai.

"A-apa?" tanya Sehun terkejut dan langsung duduk, tapi tubuh bagian bawahnya terasa nyeri membuatnya meringis dan matanya mulai berair. Setelah mengambil hal yang berharga baginya, kini mereka akan membuangnya begitu saja?

"Hei, dengar dulu, ok. Jangan menangis," kata Jongin segera pindah ke samping Sehun dan mengusap air mata Sehun.

Sehun bahkan tak sadar ia menangis. "Ka-kalian a-akan membuangku," kata Sehun terisak.

"Tidak, Hunnie. Kami menolakmu menjadi bintang porno karena kami memiliki penawaran lain untukmu," kata Kai segera meluruskan, tak ingin melihat Sehun menangis seperti itu.

"Pe-penawaran lain?" bisik Sehun masih sedikit terisak.

"Menjadi pelayan seksual kami," jawab Kai cepat yang dihadiahi tatapan tajam dari Jongin. Hey, apa salahnya? Bukankah itu yang tadi mereka bicarakan saat Sehun tertidur?

"Pe-pelayan seksual," ulang Sehun, merasa begitu rendah dengan jabatan itu.

"Hei, ini tak seburuk yang kau pikirkan. Jika kau menjadi bintang porno, maka reputasimu sebagai anak baik-baik akan langsung rusak. Tapi menjadi Pelayan Pribadi kami, takkan merusak reputasimu. Privasimu terjaga, Sehun," kata Jongin menjelaskan pelan-pelan, meyakinkan Sehun bahwa ini bukan hal yang buruk.

"Dan kami akan membayar di muka. Ibumu akan mendapatkan pelayanan yang terbaik di rumah sakit dan kami akan menanggung semuanya," kata Kai ikut coba membujuk namun matanya berkilat tak sabar, seakan ia siap melakukan apapun asal Sehun menyetujui ini.

"Kau hanya perlu melayani keperluan kami sehari-hari dan berhenti bekerja paruh waktu. Kau bisa fokus dengan kuliahmu dan kami takkan mengganggu jadwal kuliahmu sama sekali," kata Jongin lagi-lagi terdengar begitu meyakinkan.

Sehun berpikir keras, mempertimbangkan semuanya. Jika dipikir omongan Jongin benar juga. Reputasinya tetap bersih di mata masyarakat —kampusnya mungkin mengeluarkannya dan mencabut beasiswanya jika ia ketahuan menjadi artis porno—.

"Ba-baiklah," kata Sehun pelan tampak ragu dengan keputusannya sendiri. "A-aku setuju," katanya lagi dengan suara bergetar.

Jongin dan Kai tak bisa menyembunyikan seringaian mereka mendengar itu. Oh, mereka sangat tak sabar menikmati hari-hari ke depannya di apartemen mereka bersama Sehunnie mereka.

"Kalau begitu, bagaimana kita makan malam dulu sebelum melanjutkan ronde berikutnya di apartemen?" tanya Kai menyeringai bagai predator, menatap Sehun dengan penuh nafsu yang intens.

Mata Sehun membelalak lebar mendengar itu terlebih ia merasakan getaran pelan dari benda di dalam lubangnya. Ia menatap Jongin dengan horor begitu menyadari remote kecil di genggaman tangan pria itu. Terlebih Jongin menyeringai seperti ia akan memakan Sehun sampai habis.

Sehun tahu ia takkan tidur malam ini karena harus melayani kedua masternya.

END

NO EDIT. Maafkan jika ada typo T^T

ETA TERANGKANLAH~ BANYAK AMAT YG YADONG xD tapi makasih banyaaaaak reviewnya ya :D

Semoga chap ini gak mengecewakan yadongers xD Sehunnie abis disesatin ama Krystal sekarang disesatin ama si Kembar. Tabah ya, Hun xD #SAVESEHUNNIE

Oh iya, ada yang bilang jangan bikin ff jonghun-kaihun lagi karena aneh. Tapi aku mau bilang, aku udah ada plot dan deskripsi karakter masing-masing antara Jongin dan Kai. Mungkin di ff ini gak terlalu keliatan karena terlalu singkat, tapi di ff yang lain bakal keliatan banget beda karakter Jongin dan Kai hehehe semoga kalian nanti tertarik membaca ya^^

Tapi itu masih nanti seteah aku namatin AR T^T kalo aku pos duluan utang ffku jadi nambah satu T^T

Intinya, Terima kasih banyak sudah membaca dan jangan lupa reviewnya :D

-willis.8894