.

Sumary : Dia salah satu diantara yang terakhir, Dia akan membangun Exsistensi Clanya, Dia dan sang Adik akan pergi dari Desa yang telah menghina Clan mereka, dan akan kembali untuk MERATAKANYA.

.

.

*Uchiha Naruto : Power of Eye*

.

.

Disclaimer : yang jelas bukan punya saya.

.

Genres : Adventure, Action, Romance.

.

Pair : ... x ...

.

Warning : Intinya ancur, oc, ooc, Smart! Naru, Strong! Naru, Godlike(?). MS/EMS Naru. Death chara(?).

.

A/N : yo minna-san(?), ketemu dengan Shinta. maaf beribu maaf karena update yang sungguh ngadat ini. saya benar-benar sibuk didunia nyata, itu jujur dan bukan alasan. dan untuk Fic adventure duo, sebenarnya saya sangat malas untuk nerusin itu, karena data fic itu sepenuhnya hilang dari Flashdisk saya, sebenarnya itu fic sudah rampung kerangkanya, tinggal nambahin wordnya saja. tapi karena masih ada yang minta dilanjut, akan saya ketik kembali. sekali lagi author minta Gomen untuk hal itu. dan ini dia chapter dua dari Uchiha Naruto. selamat membaca,

.

.

.

''talk''.

'mind'.

''Biju and people''.

'Mindscape'.

''Jutsu''.

Chapter 2 : Chunin Exam part ll.

.

.

.

.

Stab

''Peserya No 23 bersama timnya kel

uar''

''No 12 & timnya keluar''

''No 17 & timnya keluar''

.

Jantung berdebar cepat, keringat dingin bercucuran dengan derasnya, kali ini tubuh mereka yang mengikuti Ujian Chunin tahap satu benar-benar dipaksa memompa paksa Adrenalin masing-masing, takut, gugup, khawatir benar-benar terlihat jelas dari raut wajah para peserta. Ditambah lagi dengan bunyi kunai yg selalu akan menancap di atas meja peserta yang dipastikan gagal. soal Ujian Chunin ini begitu sukar untuk dipecahkan, bahkan beberapa siswa yang merasa memiliki Kapasitas 'Otak' diatas rata-rata pun sampai dibuat Uring-uringan dengan Soal Ujian tahap pertama ini, tak sedikit dari mereka terpaksa mencontek dengan cara yang bodoh yang tentu langsung mendapat hadiah sebuah Kunai menancap diatas meja mereka. Alis Ebisu terangkat sebelah manakala melihat beberapa-ah tidak, lebih tepatnya Dua orang peserta masih terdiam sedari tadi, salah satu dari peserta itu tengah melipat tangan di depan dada sambil memejamkan Mata, sementara satunya lagi benar-benar membuat daras Ebisu mendidih, bagaimana mungkin disaat Ujian seperti ini ada Perserta yang dengan asiknya menyelami Alam sana(?). beberapa saat kemudian pengawas Ujian tahap satu bernama Ebisu ini mengambil buku daftar para peserta Ujian ini, seringai bengis langsung terpajang di bibir Ebisu, Dirinya mengharapkan lebih 'tantangan' dari kedua bocah yang sedari tadi Dia perhatikan setelah tau siapa kedua bocah tersebut, 'seorang Nara dan Uchiha, mari kita lihat' Batinya.

.

Pikiranya masih melayang kemana-mana, berbagai kesimpulan muncul dibenaknya, apa ini sebuah lelucon?, bagaimana soal Untuk Ujian chunin sesulit ini, Bahkan bagi dirinya soal-soal ini terlihat menakutkan, Dia memang jenius, tentu dengan mudah Dia dapat menjawab semua soal dihadapanya. tetapi ada sesuatu hal yang membuat dirinya tidak menyentuh alat tulisnya barang sedikitpun, membuka perlahan kelopak Mata yg sedari tadi Dia tutup lalu mengedarkan pandangan kesemua penjuru ruangan, Pemuda Uchiha ini mendapatkan suatu hal yang sungguh menarik, Dia dapat melihat beberapa peserta begitu lancar menjawab soal-soal Ujian ini, 'begitu rupanya' batinya menyeringai. menolehkan kepala kepada sang adik yang duduk tak jauh darinya, Sasuke pun melakukan hal yang sama, tanpa diketahui pengawas Uchiha Naruto mengaktifkan Sharingganya dengan satu 'Tomoe' dikedua bola mata Onyx miliknya lantas segera mengirim beberapa cuil ingatan kepada sanga adik sebelum diketahui oleh para Pengawas,. Beberapa detik kemudian, Naruto telah selesai mengerim ingatan kepada sang adik, Sasuke tersenyum sumringah setelah mendapat Info dari sang Kaka'. lalu Sasuke mengikuti apa yang Kaka'nya lakukan tadi, menutup mata lalu bersidekap. Naruto bernafas lega setelah berhasil memberi tahu Sasuke tanpa diketahui oleh Pengawas. namun, harapanya pupus saat Ebisu melempar sebuah Kunai kearah dirinya.

Stab.

Semua peserta yang tengah dipusingkan dengan kertas Ujian didepan mereka, segera mengalihkan pandangan mereka kearah suara yang selalu membuat mereka was-was, 'jangan di mejaku' batin beberapa Peserta yg tengah mencontek dengan keahlian mereka sendiri-sendiri, mereka terlalu berkonsentrasi mencontek sampai tidak memperhatikan meja mereka. Hela'an nafas lega keluar para peserta yang fix tidak mendapati Kunai menancap diatas meja mereka.

''Uchiha Naruto, apa yang kau lakukan, hmm?"

''Hn, bukan apa-apa'' Balas Naruto Datar plus dingin.

''jadi, kenapa kau aktifkan Mata itu, dan kau bilang kau tidak melakukan apa-apa.'' Ebisu menyeringai saat Naruto mulai sedikit gelagapan, Naruto tidak menyangka akan ketahuan seperti ini. seorang Ebisu memang tidak bisa dianggap remeh, Dia harus mencari cara untuk mengelak, ya harus.

''Hn.'' Ebisu menggeram manakala sebuah jawaban terkesan ambiugu nan datar selalau di lontarkan salah satu pesertanya itu, ' apa katanya? maksudnya apa 'hn' itu?', batinya menahan amarah. Segera melangkahkan Kakinya kearah Naruto, lalu mengambil kertas Ujian Sang Uchiha, seringai kembali muncul diwajah Ebisu.

''Kau tidak meliha waktu pada jam itu, Uchiha-san?" Tanya Ebisu sambil menunjuk Jam yang menunjukan waktu Ujian ini tinggal beberapa Menit.

''Aku melihatnya'' Lagi dan lagi, hanya kalimat datar yang Naruto keluarkan sebagai jawaban! membuat Ebisu tambah naik pitam dibuatnya. tetapi, sebagai seorang Jounin Ebisu harus dapat mengontrol Emosinya, menghela nafas pelan lalu Ebisu kembali bertanya.

''Jadi, kenapa kertas Ujianmu masih kosong, UCHIHA?". Tetapi, sesuatu yang diharapkan Ebisu tak kunjung muncul dari Naruto. Sungguh, bila yang kini tengah Ebisu gertak adalah seorang Genin biasa, tentu sang Genin akan langsung bersujud minta ampun padanya, hmm oke mungkin terlalu berlebihan, hehe. lain halnya dengan Naruto, Nama Clan yang disandangnya memang bukan omong kosong belaka, Uchiha memang terkenal akan sifat tenang, berwibawanya serta jeli dalam berbagai hal. yah, walaupun terkadang juga arogan dan ceroboh di saat merasa di remehkan. jadi walapun tengah dalam keadan 'terpojok' mungkin(?), Naruto masih dapat menjaga kadar Emosi ataupun kegugupan miliknya.

''Perlukah Ebisu-san?". Tetap setia dengan intonasi datarnya, Naruto menjawab sekaligus bertanya tidak lupa mengalihkan pandangan datarnya kearah sang pengawas.

"Tentu saja, apa gunanya Ujian ini kalau Kau tak menjawabnya?".

''Bukankah Ujian ini hanya untuk mengetes seberapa baiknya Kami mencari informasi, hmm?". Ebisu mangap-mangap mendengar jawaban salah satu pesertanya ini, walaupun terkesan mengejek tapi jawaban Naruto memanglah tepat sasaran. Otaknya berfikir keras guna mencari cara menggoyahkan persepsi pemuda Uchiha didepanya itu, walau persepsi itu benar adanya. mana mungkin Dia ingin dipermalukan didepan para juniornya, Ebisu tau bahwa perkataan Naruto tadi seperti setengah mengejek dirinya. menghela nafas sesaat, Ebisu kembali memuntahkan argumenya. ''jadi, darimana kau mendapat Asumsi tersebut?". Bibir sang Uchiha beberapa detik lagi akan mengeluarkan isinya, namun harus dihentikan dengan sebuah suara seperti manusia yang tidak bersemangat hidup.

''hoammzz~~, sudahlah Sensei, dari beberapa Chunin yang kau modifikasi menjadi peserta itu sudah ketahuan bahwa ujian ini hanya untuk menguji cara berfikir kami dalam mencari informasi atau menghadapi hal-hal genting, hoamzz-merepotkan''.Sweedrop masal, itulah yang dialami semua Shinobi yang berada di dalam ruangan dalam tersebut, tak terkecuali Duo Uchiha kita, 'Apa dia benar-benar ingin menjadi Ninja' batin hampir semua Shinobi diruangan itu, yang pada dasarnya intinya sama. pulih dari swedropnya, Ebisu memijat keningnya pelan, barukali ini dia di kalahkan oleh dua bocah ingusan selama Karir Ninjanya, memang dia mengakui kegeniusan Clan Nara, tapi disini seorang Uchiha juga ikut-ikutan dalam ajang penaklukan dirinya. dan akhirnya Rating Ebisu tentang kebengisan dalam mengawasi Sebuah Ujianpun terpatahkan oleh dua orang Anak tersebut.

''hah, biklah, kalian semua LULUS''.berbagai teriakan kegembiraan menggema didalam ruangan tersebut, bahkan sampai ada beberapa siswa yang menangis terharu, sepertinya mereka harus berterimakasih pada Rusa pemalas dan Simuka tembok.

.

Pyar.

.

Bunyi Kaca jendela pecah mengalihkan perhatian mereka, seorang Kunoichi berpakaian ketat bersurai ungu muncul dari balik kaca jendela yang terpecah itu. Gila, satu kata yang melambangkan ketidak warasan, aneh, dan sebagainya. mungkin satu kata itu memang cocok disandang Kunoichi berambut Ungu yang kini tengah berdecak pingang disamping Ebisu.

''ufufufu, ternyata masih banyak juga yang lulus ya, Ebisu-kun?". Kunoichi itu melontarkan sebuah pernyataan dengan nada menggoda namun menusuk tepat di uluh hati pria bernama Ebisu tersebut, membuat sang Lelaki menggeram. yah kini tersisah 36 peserta atau 12 Tim dari 60 peserta. tentu 12 tim bukan peserta yang sedikit bukan.

''Uchiha serta Nara'' mendengar beberapa patah Kata dari Teman Shinobinya itu, Wanita berambut ungu ini sudah paham, Sorang Nara memang merepotkan jika berurusan dengan Ujian tertulis, tentu sama halnya dengan Uchiha, mereka jauh lebih merepotkan bila berhubungan dengan Ujian fisik, walupun tidak dipungkiri bahwa Beberapa Uchiha juga dapat menyaingi Seorang Nara dalam hal kecerdasan, terbukti dalam Ujian ini. Sepertinya Kunoichi itu diwajibkan untuk extra berhati-hati. kenapa begitu?, tentu karena Dia akan menjadi Ketua pengawas Ujian babak kedua yang pada intinya adalah ujian pertarungan, tentu Dia harus berhati-hati atau lebih mencondongkan pengawasanya pada Uchiha, bisa merepotkan Jika seorang Uchiha tidak diperlakukan istimewa dalam hal pengawasan di bidang ini bisa-bisa dirinya ikut dipermalukan juga nantinya, seperti Ebisu kawanya.

''Baiklah, Aku Anko matarashi, pengawas Ujian babak kedua yang akan dijalankan di Shi no Mori. Aku tunggu kalian di gerbang Utama Shi no Mori''

Poft

Menghilang meninggalkan kepulan asap, sosok Kunoichi berambut ngu tersebut telah menuju tempat Ujian babak kedua. Para peserta yang tersisa bergegas keluar dari ruangan tersebut menuju Hutan kematian.

.

Hutan kematian.

Mendengar namanya saja dapat membuat Orang-orang enggan mendekati kawasan hutan tersebut apalagi memasukinya, hutan ciptaan Hokage pertama dengan 'Kekkei genkai' khas miliknya itu memang menyeramkan, Hutan yang begitu lebat sampai cahaya Mentaripun sangat susah menembusnya, para peserta ini tentu tahu akan hal itu tak terkecuali Naruto, tetapi Naruto tidak seperti peserta lainya yang takut untuk memasukinya, Dia sudah terbisa dengan lokasi tersebut, karena lokasi itu adalah tempat latihan favoritnya.

.

Power Of Eye.

.

krek

Tiga orang didepanya mengalihkan pandangan mereka pada dirinya yang tidak sengaja menginjak ranting kering, bersamaan pula ketiganya memandangnya tajam seperti mengatakan dirinya agar hati-hati dalam melangkah, dirinya hanya mengangguk saja meng'iya' kan tatapan dari anggota timnya itu, perasaan kesal hinggap di otaknya. kenapa harus mengendap-endap seperti ini, batinya. sebenarnya mereka tengah mengintai sebuah pertarungan tak jauh dari posisi mereka, pertarungan antara Tim dari Konoha melawan tim dari Sunagakure. kenapa pula mereka harus mengintai pertarungan itu(?), pertanyaan bodoh hinggap di pikiran Anak yang menginjak ranting tadi, beberapa saat setelah itu dia baru ingat kenapa mereka harus melakukan hal memalukan ini atau dalam istilah 'kerenya' menguntit, hal itu dikarenakan sebelum mereka melaksanakan ujian tahap kedua itu, Anko Matarasi selaku Ketua pengawas ujian ini mengumumkan sebuah peraturan yang dapat membuat siapa saja shok mendengarnya.

.

Flash back.

.

''Baiklah, Seperti yang aku bilang tadi, disini Aku bertugas sebagai pengawas Ujian babak kedua, dan disini aku akan menjelaskan sedikit peraturan mengenai ujian babak kedua''. Terkejut, itulah kata yang cocok untuk menggambarkan expresi dari para peserta Ujian chunin tahap kedua itu, setelah Jounin bernama Anko tersebut menjelaskan mengenai peraturan Ujian tahap kedua ini yang ia bilang 'sedikit' namun begitu panjang menurut para peserta, mereka dipaksa menelan ludah getir saat mendengar beberapa peraturan yang terdengar cukup atau bahkan sungguh mengerikan bagi mereka, bagaimanapun diperbolehkan menghabisi Tim lain untuk memperebutkan sebuah gulungan adalah hal yang sungguh mengerikan. yah, dalam Ujian ini mereka diharuskan mengumpulkan Dua gulungan berbeda jenis, atau lebih tepatnya sepasang gulungan untuk dibawa kesebuah Tower yang berada ditengah-tengah hutan kematian, mengumpulkan disini bukan dalam artian 'mencari'. namun, mereka mengumpulkan gulungan itu dengan cara merebut dari kelompok lain, kabar baiknya mereka telah dibekali sebuah gulungan terlebih dahulu, tentu gulungan tersebut berbeda-beda jenis dengan tim lain.

Nah, tentu saja mereka akan dipaksa mengeluarkan segala kemampuan terbaik mereka, masing-masing Tim harus menyusun sebuah Strategi jitu, guna mendapatkan hasil yang diinginkan tentunya.

Seorang pemuda yang tengah bersandar di sebuah pohon mulai membuka matanya, karena merasa tertarik dengan penjelasan pengawas kali ini, tentu Dia tak akan segan-segan mengeluarkan kemampuan yang sudah dia asah selama ini. Pikiran jeniusnya mulai menyerukan pendapat, sepertinya dia memang harus melakukan apa yang Otaknya serukan, dia harus mencari titik lemah dari setiap tim terlebih dahulu, segera memanggil ketiga anggota timnya, pemuda tersebut segera membisikan apa yang ia pikirkan barusan. Tidak jauh darinya, ada seorang peserta tengah memandang kelompok pemuda tadi dengan seringai bengis nan menakutkan, entah apa yang membuat peserta tadi menunjukan seringai yang dapat membuat ibu-ibu (anak-anak udh maenstream :D) lari terbirit-birit tersebut.

.

Flask back off.

.

Dan disinilah mereka, mengintai dua tim yang tengah berseteru saling adu kemampuan masing-masing. Naruto mengarahkan pandanganya kepada salah satu Tim Berhitai atte dengan lambang Desa Konoha, senyuman tipis terukir dibibirnya lalu mengajak ketiga rekanya meninggalkan area tersebut.

'' Kita mau kemana Nii-san?, bukanya kita akan merebut gulungan mereka saat mereka lelah''. Suara sang adik menghentikan langkahnya, ditolehkan kepalanya kebelakang lalu mengeluarkan suara yang tidak begitu keras namun masih terdengar oleh ketiga anggota timnnya.

Tidak ada balasan dari ketiganya, terutama si penanya pertama-pun diam seribu bahasa. tak mengira Saudaranya itu akan mengatakan hal tadi.'apa dia melupakan dendamnya?, ada apa dengan Aniki?', Berbagai pertanyaan hinggap di pikiran Sasuke setelah mendengar penyataan sang kaka. apa sang Kaka sudah memaafkan Desa terkutuk itu, kalau mungkin hal itu terjadi, lantas bagaimana dengan rencana mereka, apa Naruto sudah melupakanya. namun saat melihat kedua teman Wanitanya di Timnya telah berjalan pelan mengejar Naruto, segera Dia buang jauh-jauh pikiran tersebut, menolehkan kepala sesaat kearah pertarungan lalu Sasuke segera melakukan hal yang sama dengan dua Anggota timnya, mengikuti Naruto.

'Mereka dari Konoha, kita tidak akan menyerang kawan sendiri'

.

Sandaime Hokage, Hiruzen S.

Seorang Shinobi dari Clan Sarutobi yang dijuluki The profesor, kini tengah memandang kerumunan warga yang tengah menjalankan aktifitas mereka masing-masing dengan senyuman dari atas gedung Hokage, sungguh suasana yang begitu damai persis seperti apa yang Ia harapkan. namun, tiba-tiba senyuman itu luntur lalu tergantikan dengan raut wajah sendu sang Profesor. perasaan buruk yang tempo hari yang Beliau rasakan kini datang kembali, entah hal buruk apa yang akan menimpa Desa tercinta warisan Senseinya ini. Pikiranya langsung tertuju pada salah satu Tim yang tengah mengikuti Ujian Chunin, entah kenapa pikiran buruknya tertuju pada mereka. Tidak, Dia sudah mengutus Naruto untuk melindungi Tim itu, Dia yakin anak yang telah ia anggap sebagai Cucunya sendiri itu pasti dapat melindungi mereka. tapi, bila Naruto gagal. apa yang akan Dia katakan pada mereka, walaupun Sandaime yakin tidak akan bertmu dengan salah satu dari mereka, namun apakah Beliau akan mengingkari janji yang telah Ia buat, tidak-tidak. menggelengkan kepalanya pelan, lantas beliau langsung menyingkirkan pikiran buruknya, memanggil salah satu Jounin andalanya guna memastikan keadaan ketiga cucunya. taklama setelah menyuruh serang Anbu memanggil jounin tersebut, Sandaime segera menyuruhnya mengawasi Tim itu. merasa telah menerima titah, sang Jounin langsung meninggalkan TKP menggunakan Shushin.

Mengalikan pandangnya kearah para warga, Ia tersenyum simpul kembali, mengingat bagaimana seorang Kaka yang mengorbankan derajat, pangkat, Wanitanya, bahkan keluarganya demi dua orang yang sangat berharga baginya. bahkan menurut Sandaime, Orang itu sudah melebihi dirinya saat itu dalam hal kasih sayang tentunya, ya, Dia yakin itu.

.

UCHIHA NARUTO.

.

'' Khuku, Akhirnya kutemukan Kalian''. Naruto dan Timnya dikagetkan dengan sebuah suara dari arah depan. tidak lama setelah itu, muncul seorang laki-laki, 'sepertinya(?)'. Naruto ragu jika sosok didepanya ini laki-laki, dilihat dengan seksama Orang itu seperti seorang wanita, Dia memiliki rambut panjang sepunggung seperti wanita, menggunakan perban di sebelah mata dengan Hittai ate berlambang 'bunyi' bertengger miring di dahinya. tapi dari suaranya tadi, sepertinya sosok didepanya ini memang laki-laki. Naruto beserta ketiga anggota timnya langsung memasang Kuda-kuda siaga. mereka atau terutama Naruto yakin jika Sosok didepanya ini Orang yang kuat, bahkan dirinya tidak dapat merasakan hawa kehadiranya sebelum kemunculuan orang itu, Naruto yang sebenarnya sudah bisa dikatakan masuk level Jounin pastilah dapat dengan mudah merasakan hawa kehadiran seseorang yg masih selevel atau sedikit diatas level Kekuatanya, tapi beda dengan sosok didepanya ini, Naruto tidak dapat merasakan secuilpun hawa kehadiran orang itu. hal itu menjadi acuan baginya bahwa orang didepanya ini pasti jauh diatas level kekuatanya.

''Siapa kau?"

''Maa Maa, santailah sedikit Naruto-kun, aku kesini hanya untuk menemui kau dan adikmu itu, ufufu'' jawab sosok didepanya yang sukses membuat Naruto Cs kaget, 'Bagaimana Dia bisa tau nama Naruto-kun/Naruto/Aniki dan sasuke-kun' batin ketiga anggota Tim 7, Naruto tentu bertanya hal yang sama di pikiranya.

''Siapa yang tidak tau Dua Uchiha terakhir yang sama-sama punya title Prodigy ini, hmm?'' Seolah mengerti raut wajah Naruto Cs, sosok itu langsung mengeluarkan suaranya kembali dan membuat Naruto cs kembali terkejut.

'' Lantas, Ada keperluan apa kau menemui kami?" Setelah pulih dari rasa terkejutnya, Naruto kembali melontarkan sebuah pertanyaan.

''Hemm?, aku hanya mau bertarung dengan kalian, bukankah itu sudah jelas, kalian punya gulungan Bumi bukan?, dan aku punya pasanganya" Alis mata Naruto bergerak sebelah, benarkah Orang didepanya ini hanya ingin bertarung, ah masa bodoh. yang penting Naruto harus berjaga-jaga, karena dia tidak melihat kedua nggota tim orang tersebut. mungkin Anggota Timnya tengah bersembunyi menunggu kesempatan.

''Hn, akan kami layani'' balas datar Naruto. Sasuke langsung menyeringai, sudah lama Dia ingin mengetes sejauh mana kemampuan dirinya. ''Aku tau apa yang kau pikirkan Sasuke, jangan gegabah!, kalian juga" Suara Naruto terdengar dikedua telinganya, menganggukan kepala sebagai jawaban, Sasuke menolehkan kepalanya kebelakang, Dua Kunoichi di timnyapun menganggukan kepala sekilas sebagai tanda mengerti perintah dari Naruto.

"'khuku, persiapkan diri kalian''.

.

Bertarung ataupun berkelahi untuk menyelesaikan permasalahan, menurutku itu adalah hal yang termasuk primitif bagi manusia. Manusia telah dibekali akal-serta fikiran oleh sang pencipta, tapi kenapa tidak sedikit manusia masih saja menggunakan cara primitif ketimbang menggunakan akal mereka guna menyelesaikan suatu persoalan. namun, bagi seorang Ninja, Bertarung memang sudah menjadi hal wajar dalam menyelesaikan sebuah permasalahan ataupun persoalan, seperti saat ini. saat dimana berbagai kelompok tengah saling adu kekuatan hanya untuk sebuah gulungan(?). sebenarnya berisi apa gulungan-gulungan tersebut, sampai kelompok-kelompok tersebut sampai harus saling 'bunuh'? mingkin itu yang ada di benak para peserta. Entahlah, yang pasti mereka harus segera mungkin mendapatkan gulungan tersebut, jika berkeinginan untuk Lulus dari Ujian yang tengah mereka jalani kini. Tidak jauh beda dengan Tim lain, Tim seorang pemuda yang kita panggil Naruto ini, kini tengah berhadapan dengan seorang Ninja dari Desa lain, tentu untuk memperebutkan gulungan, yah, hanya gulungan.

.

Naruto cepat-cepat mengambil sebuah Kunai dari kantong Ninja miliknya, ketiga anggota kelompoknya pun melakukan hal sama. mereka segera memasang Kuda-kuda masing-masing untuk bersiap menghadapi sesosok Ninja dari Desa Ottogakure.''Sasuke dan Aku didepan kalian dibelakang, siapa tau anggota Tim orang itu tengah bersembunyi, awasi bagian belakang!". Seperti biasa, Naruto langsung bertindak sebagai Kapten Tim, memberi perintah kepada Kedua Kunoichi dibelakangnya, Naruto tidak mau mengambil resiko, dia meminta Sakura dan Naruko untuk berjaga dibelakang. lalu Naruo menoleh pada Sasuke, Sasuke pun melakukan hal sama, keduanya mengangguk bersamaan lantas seakan mengerti keinginan masing-masing. kemudian Sasuke melesat maju kearah Ninja Otot yang kini nampak tersenyum lebar, seakan mendapat mangsa empuk didepan mata.

''Majulah Sasuke!", teriak Ninja otto itu. Sasuke bersiap menghunuskan Kunainya kearah Dada Ninja Otto tadi.

Trank

Bunyi benturan logam terdengar jelas, manakala Ninja Otto menangkis Kunai yang diarahkan ke dadanya menggunakan sebilah Katana tipis. Kemudian Katana itu Ia aliri Chakra miliknya membuat Kunai Sasuke mulai retak. 'ctak', segera mungkin Sasuke melompat kebelakang, dirinya tidak mau terkena Katana musuhnya itu. menapakan kakinya beberapa meter didepan sang musuh, Sasuke langsung membuat Heandsel pendek lalu mengeluarkan sebuah Bola api dari mulutnya,

''Doton : Doryuheki''. Tepat seperti Duga'anya, kini Ninja otto itu talah melindungi dirinya dengan sebuah dinding terbuat dari tanah tepat didepnya. Sasuke menyeringai, kali ini dia mengambil sebuah Kunai peledak, melemparkan Kunai itu kearah musuh lalu Sasuke membuat beberapa Heandseel.

''Kunai : Bunshin no jutsu''

splash splash

Satu Kunai Sasuke berganda menjadi ratusan melesat kearah sang target bersamaan, lagi-lagi Ninja otto tersebut membuat sebuah Dinding tanah didepanya, ratusan Kunai Sasuke tadi sebagian langsung terhalang oleh dinding tersebut, lalu sebagian lagi menancap disekitar Ninja otto itu.

''Kai!". Mata sang musuh membola sempurna saat mendengar sebuah ucapan, ia tahu betul ucapann itu, itu adalah ucapan dimana Ninja melepas Jutsunya, kepalanya menengok kesekitarnya. pikiranya langsung terkoneksi dengan kedua Bola matanya saat melihat Ratusan Kunai berserakan disekitar dirinya.

Duar duar daarrr blarrr

Ledakan beruntun terjadi disekitar Ninja otto tersebut, Naruto yang tengah mengamati Musuhnya sementara Adiknya yang maju terlebih dahulu tersenyum tipis, Adiknya sudah berkembang pesat. namun, dirinya yakin jikalau musuhnya belumlah tumbang, lalu Naruto kembali mengamati jalanya pertarungan, dengan Kunai yang masih Ia pegang untuk berjaga-jaga.

''khuku, Tak ku sangka kau menipuku eh,Sasuke-kun''.

'Deg'

Perasaan tak mengenakan itu hinggap kembali dibenak Naruto saat mendengar suara berat dari dalam kumpulan debu bekas ledakan tadi. Kali ini giliran Mata sang Uchiha yang dipaksa membola saat melihat seseorang keluar dari kepulan debu tak jauh darinya. Dia tidak salah lihat, dia tau betul siapa orang itu, dirinya pernah melihat sosok tersebut dirumah Sandaime. tepatnya disebuah bingaki Foto di atas meja ruang Tamu, lalu dirinya bertanya pada Sandaime siapa gerangan orang-orang yang ada dibingkai Foto tersebut. walau yang berada didalam bingkai foto itu orang didepanya ini masih bisa dibilang anak-anak, namun tak banyak perbedaan dalam segi wajah dengan sekarang. jadi dengan mudah Naruto dapat mengenali wajah orang tersebut.

jadi inikah firasat buruk yang Hokage-sama rasakan tempo hari. Sementara Dengan Sasuke, Ia masih santai saat melihat sesosok laki-laki dewasa berkulit pucat keluar dari tumpukan debu didepanya. namun, kesantaianya hilang seketika saat pria didepanya itu mengeluarkan ratusan Ular dari dalam lengan kanan bajunya, secepat kilat Sasuke mengambil sebuah Kunai kembali untuk menangkis ribuan Ular yang tengah menargetkan dirinya sembari perlahan mundur kebelakang ketempat sang Kaka'. Sementara dengan Naruto, Dirinya langsung tersadar dari Keterkejutanya saat melihat ratusan Ular tengah menyeran Adiknya.

Srinkk

Mata kutukan langsung Naruto aktifkan, dirinya tidak bisa beramain-main bila berhadapan dengan orang itu, jangankan bermain-main. bersungguh-sungguh pun pasti akan sangat sulit mengalagkan sorang Sannin. Sannin?, ya. Dihadapanya kini tepatnya orang yang tengah menyerang Sasuke dengan ratusan Ular adalah seorang Sanin, jadi mana mungkin dia akan bermain-main melawan orang tersebut. Tiga tomoe itu berputar cepat bersamaan sang empu merangkai Insou, memberi komado kepada si Adik. Naruto menyemburkan Api berintensitas sedang, perlahan api tersebut membentuk seekor Naga lumayan beras. dengan ganasnya Naga api itu mennggilas puluhan Ular milik si Sannin.

Blarr

Puluhan Ular milik sang Sannin habis tak tersisa, mereka hangus terbakar oleh Naga Api milik Naruto. sedikit puas akan jutsunya, Naruto tersenyum tipis, bukan karena berhasil mengalahkan Sang Sannin, Ia yakin jika sang Sannin takakan kalah semudah itu, Ia tersenyum karena Control chakra miliknya sudah jauh berkembang, Ia hanya mengeluarkan sedikit Chakra untuk membuat Naga api tadi.

Deg!

Lagi-lagi perasaan buruk hinggap dibenak Naruto, dengan segera Ia menambah aliran Chakra kedua Bola matanya. tiga Tomoe itu berputar cepat searah jarum jam. lalu ekor ketiga Tomoe itu memanjang dan saling menyambung dengan kepala Tomoe lainya, Pupil matanya berubah menjadi bentuk Shuriken tiga kaki dengan ketiga ujungnya memotong ekor tomoe yang saling memanjang dan menyambung tadi. itulah bentuk Ms Naruto. jika dilihat sekilas, bentuknya mirip Ms milik sang Hantu Uchiha, perbedaanya terletak pada pupil yang berbentuk shuriken tersebut. bayangkan jika Ms Madara di tambah pola Shuriken Ms Kakashi, dan jadilah Ms Naruto.

Dari dalam kepulan asap perlahan sesosok tubuh yang Naruto yakini adalah Orochimaru sang Dansetsu sannin. namun, ada hal yang lebih mengagetkan kini dibelakang sosok itu terdapat sesosok yang lebih besar dari sang sannin.

TBC.

.

.

.

yo minna-san. gomen e baru bisa update. sebenarnya saya tengah sibuk didunia nyata tapo saya sempatkan update. apabila terdapat julukan, nama jutsu dll yg tidaklah tepat, mohon kesudian para reader-san sekalian guna mngingatkan saya. ok jaa minna.

.

.

.

Shinta cao cao.