Disclaimer: Lost Saga dan Hero-nya bukan milik Lazzier | © IO Entertaiment
Dini hari, pukul 5 pagi, aku berjalan menelusuri hutan untuk kembali ke rumah Smith. Namun siapa sangka kalau di jalan aku menuju rumahnya, aku bertemu dengan Smith disini.
" Ah ... Hei Liz, kurasa ini adalah perpisahan kita, bukan begitu? " Tanya Smith
" Hei! Darimana kau tahu itu? " Jawabku tanpa berhasil menyembunyikan expresi kagetku
" Semua itu sudah jelas dari wajahmu, kau tampak berbeda dari kemarin. "
" Cukup banyak yang terjadi semalam dan aku masih belum tidur, ketika ini terjadi, itu terjadi... Ah, pikiranku cukup berantakan. " Ocehku ..
" Jika kau mau, kau masih dapat tidur di rumahku. " Tawar Smith
" Terimakasih ... Smith. " Aku membungkuk 45 derajat untuk mengungkapkan rasa terimakasihku
" Oh iya, Jangan terlalu jatuh kedalam kegelapan. " Ucap Smith sambil meneruskan Rutinitas paginya, namun walaupun samar, tangan kirinya agak terlihat sedikit gelap, namun itu bukanlah warna gelap yang biasa
Aku tertidur di rumah Smith sampai sore hari dan Smith masih belum pulang dari pekerjaannya, dan aku memutuskan untuk menaruh uang sebanyak 2 bulan biaya hidupnya dan sebuah kertas bertuliskan " Anggap saja ini bayaran untuk latihan yang telah kau ajarkan, Terimakasih. " dan tanda tanganku dibawahnya, Lalu pergi dari rumah ini.
" Hei Akuma, apakah kau disana? " Aku berusaha memanggil Iblis yang sementara tinggal di Ransel yang kubawa ini, Aku menggoyangkan Ransel ini cukup keras
" Iya aku disini, cukup panggil aku dalam hatimu dan aku akan menjawabnya, rasanya akan aneh bila kau berbicara dengan sebuah Ransel. " Jawabnya dengan nada sedikit marah
" Hehehe, kau cukup baik, Akuma .. Ngomong ngomong, Apakah aku boleh mengetahui lokasi targetku? Aku sama sekali tidak punya ide dimana dia sekarang. " Aku berbicara dengannya didalam hatiku
" Kau berniat menyelesaikannya hari ini? " Tanya iblis itu
" Aku akan menyelesaikannya besok, Sekarang sudah sore dan lebih baik aku mencari penginapan didekat targetku. " Jawabku
" Ah, Kalau begitu akan kuberitahu karena ini akan mempercepat kontrak kita, aku terlalu malas untuk berlama lama di dunia atas. "
Entah mengapa, Iblis itu memberitahu lokasi targetku, butuh waktu 3 jam untuk pergi kesana menggunakan transportasi umum, seingatku, targetku adalah Boss dari Mafia di daerah sana, jadi kurasa, membunuh orang itu akan membutuhkan rencana yang sempurna, atau tidak, mungkin aku akan berakhir menjadi buronan dengan harga kepala yang tinggi.
" Ah, Akuma, kau yakin orang itu ada disini? " Tanyaku setelah melihat sebuah gedung restoran makanan untuk kelas menengah keatas itu
" Hei! Jadi kau meragukanku? Orang itu berada di lantai 4 di gedung ini. " Jawab iblis itu
" Jadi restoran ini hanya sebagai penyamaran agar tidak dicurigai ya. "
Aku melihat sekitar gedung ini, di bagian depannya ada sebuah pintu kayu untuk masuk kedalam restoran dan pintu besi untuk menutup restoran pada malam hari, restoran ini juga memiliki pintu belakang untuk membuang sampah dan tidak ada pintu besi seperti di depan, dan kebetulan aku mencuri kunci serep yang entah mengapa digantung didekat pintu belakang itu. Maaf untuk yang bertanggung jawab atas kunci karena mungkin hari ini kau akan dimarahi oleh bosmu.
Aku mencari penginapan disekitar sini, kebetulan ada penginapan yang harganya kurasa cukup murah dan aku hanya memesan kamar untuk satu malam, lalu pergi tidur pada jam setengah 8 malam. Kenapa? Karena aku akan menyerangnya tengah malam.
23:30 malam hari, aku mencoba memanggil kembali Iblis itu.
" Hei Akuma, apakah orang itu ada disana? " Tanyaku
" Orang itu masih berada disana dan tidak bergerak dari tempatnya. " Jawabnya
" Akuma ... Kurasa kau terlalu baik untuk menjadi seorang Iblis. " Gumam kecilku
" Aku hanya mengetahui lokasi targetmu saja, aku tidak tahu apakah dia tertidur, atau masih terjaga, atau malah bersiap siap untuk serangan yang akan kau lancarkan malam ini, bisa jadi malah kau yang terbunuh malam ini. "
Aku pergi meninggalkan penginapan ini dan pergi menuju gedung targetku berada, namun ketika aku masuk kedalam gedung itu rasanya ada yang aneh, tidak ada orang sama sekali disini dan bahkan tidak ada tanda tanda kehidupan disini. Semua lampu di lantai 1 dimatikan, namun semenjak aku memulai kontrak dengan Iblis ini aku seperti dapat melihat dengan gelap, sebuah bonus kecil mungkin.
Perjalanan menuju lantai 4 ini bisa dibilang... Aneh, terlalu aneh untuk sekelas Bos Mafia, terlebih lagi melihat cukup banyak anak buah yang mengejarku pada hari itu.
" Orang itu ada dibalik pintu ini. " Itulah yang dibilang oleh Iblis itu.
Pintu itu tidak dikunci, ketika aku membuka pintu itu, terlihat seseorang yang duduk disebuah kursi, orang itu nampak membelakangiku, didepannya terdapat sebuah meja dan sebuah kursi kosong seolah olah orang itu sudah mengetahui kedatanganku.
" Akhirnya kau datang juga, kedatanganmu sudah cukup lama kunanti, masuklah, aku ingin berbicara denganmu. " Ternyata orang itu memang sudah mengetahui kedatanganku, namun entah mengapa aku ingin mendengar apa yang ingin dibicarakan olehnya, aku masuk kedalam ruangan itu dan mengunci pintunya.
" Apa yang ingin kau bicarakan? " Tanyaku setelah aku duduk di kursi yang disediakan olehnya
" Sepertinya kau telah menggunakan buku itu, benar bukan? " Ia bertanya kepadaku
" Ya, begitulah. " Aku mengendalikan bayangan tangan kiriku untuk mencekik lehernya
" Hei, sabar dulu sebentar. " Pintanya kepadaku
" Apakah aku harus bersabar terhadap orang yang telah membunuh kedua orang tuaku?! " Aku membentaknya
" Aku juga menginginkan buku itu, Jika kau memberikan buku itu sekarang maka aku akan menjamin keselamatanmu. " Kata kata yang ia ucapkan membuat aku bingung
" Haruka, aku merasakan kedatangan orang lain. " Iblis itu tiba tiba bilang kepadaku
" Cih! Walaupun kuberi buku itu, kau juga akan tetap membunuhku bukan?!" Entah mengapa, tanpa pikir panjang aku menusukkan tangan kananku tepat di jantungnya dengan bantuan kekuatan yang kudapatkan, darah mengalir cukup deras pada saat aku mencabut jantungnya dengan paksa, lalu aku membuka Ransel yang kubawa dan kumasukkan jantungnya kedalam ranselku. Setelah aku memasukkan jantung orang itu, terlihat sebuah bayangan yang cukup besar dibelakang targetku, tangannya terlihat seperti mengambil sesuatu yang tidak dapat dilihat olehku.
Kenapa iblis itu sampai mau melakukan itu? Dari yang kutahu, kebanyakan Iblis akan memakan jiwa pemanggilnya, Kenapa ia menginginkan jiwa target sang pemanggilnya? Apakah orang ini juga menginginkan buku itu karena itu?
" Karena aku hanya ingin, tidak lebih. " Jawab bayangan besar yang berada dibelakang orang itu
" Tapi mengapa? Jika kau mau, kau dapat mengambil dua jiwa bukan? "
" Walaupun waktu itu kubilang terdapat kegelapan di jiwamu, namun jiwamu tidak pantas kuambil, Cahaya di jiwamu masih sanggup untuk mengalahkan kegelapan jiwamu itu. "
" Hei Akuma, terimakasih ya. " Ucap kecilku kepadanya
" Bila kau memiliki teman yang ingin membalaskan dendamnya, bilang kepadanya untuk jangan melakukan itu, karena rasa setelah balas dendam itu hanya sementara saja. "
" Baiklah, akan kuingat apa yang kau katakan. "
Bayangan itu menghilang, seperti yang ia bilang, kepuasanku setelah balas dendam itu hanya sementara saja.
Bam Bam ... Terdengar suara seseorang yang sedang menggedor pintu yang sudah aku kunci
" Hei! Keluar dan menyerahlah atau tidak hidupmu akan berakhir disini! " Ancam seseorang dengan suara yang sama seperti orang yang mengejarku waktu itu.
Aku merasa cukup bersemangat untuk keluar dari gedung ini dan terus hidup.
" Coba saja kalau bisa! " Aku memprovokasi orang itu.
Orang itu menembak pintu ruangan ini dan menendangnya, Namun ia tidak siap dengan pukulanku yang mengarah tepat di wajahnya dan jatuh pingsan.
" Masih ada 4 orang lagi di gedung ini, Haruka " Suara iblis itu mengagetkanku
" Eh ... Terimakasih Akuma "
===Timeskip===
Seorang pemilik restoran untuk kelas menengah keatas ditemukan tewas diakibatkan oleh kehabisan darah karena luka yang cukup besar dan jantungnya tidak dapat ditemukan, CCTV tidak dapat menemukan bukti rekaman pembunuhan dikarenakan CCTV tidak dinyalakan, Polisi masih menyelidiki siapa pembunuhnya dan apa motif pembunuhannya. Saya pamit undur diri, terimakasih dan hati hati diperjalanan.
" Hei Akuma, apakah kau masih disana? " Tanyaku dalam hati
" Iya aku masih disini, kenapa? " Ia kembali bertanya
" Semalam kau mencuci ingatan mereka semua bukan? " Tanyaku lagi
" Iya, Dan juga ... Aku akan pergi sekarang. "
" Terimakasih sekali lagi. "
Setelah iblis itu pergi, sepanjang hari aku memikirkan apa yang akan kulakukan kedepannya, haruskah aku mencari pekerjaan seperti orang orang normal, atau melakukan hal lain?
Ah ... Bagaimana kalau aku menjadi seorang pencuri harta karun? Maksudku mencuri benda yang dimiliki orang lain maupun benda yang dipajang di Museum ... Sepertinya itu akan menarik.
END
