Disclaimer: Naruto hanya milik Masashi Kishimoto semata
Tetangga baru
Chapter 3
.
.
.
"Ayo ikut aku!"
Sai hanya bisa mengikuti Sasuke yang terus menarik tangannya. Hingga akhirnya mereka berhenti di sebuah photo box (?) yang terletak agak jauh dari arah sekolah mereka. Sasuke segera mencari 'sang penjaga' yang merupakan kenalannya.
Dan yang Sai tahu sekarang adalah Sasuke yang menyalakan AC yang berada di atas photo box. Setelah berjuang dengan seluruh tenaga, akhirnya Sasuke berhasil menyalakan AC yang berada di dalam box itu sambil berjinjit-jinjit di atas kursi yang memang telah disediakan.
Maklum, remote-nya hilang…
Dan Sasuke yakin sekali kalau saat ini Sai sedang berbinar-binar entah karena apa?
Apakah pose seperti ini dibilang seksi di mata seorang Omyouji bernama Shimura Sai?
"Apa liat-liat?" Tanya Sasuke dengan pandangan mengintimidasi. Sai memandang matanya lalu kembali focus dengan apa yang dilihatnya tadi. Sepercik senyum merekah.
"Kaki Sasuke-kun bagus sekali… seperti pemain basket favoritku…."
He?
Sasuke segera turun dan memperhatikan kakinya. Memang apa bedanya kaki yang beginian? Teman-teman se-tim basketnya (sebenarnya itu Cuma ekskul sampingan tapi Sasuke benar-benar dianggap berharga di ekskul itu) juga banyak yang punya kaki beginian….
Entah kenapa Sasuke berencana untuk mencegah Sai ikut nonton pertandingan basket…
Bisa saja obsesinya dengan kaki yang begituan bisa menjadi marabahaya….
Eh?
Sasuke mendekat ke arah Sai. sebuah tangan menompa tubuhnya yang condong di depan Sai yang masih memandangnya dengan tatapan innocent. Ukuran box yang cukup sempit membuat Sai mampu merasakan napas yang keluar dari hidung Sasuke. Sasuke sendiri berharap jika apa yang dilakukannya mampu….
"Ada apa? Sebentar lagi masuk…."
Dan Sasuke hanya bisa menghela napas panjang ketika apa yang dia harapkan tidak muncul juga…
Debaran jantung dari Sai masih tidak terdengar. Wajah Sai masih datar.
Apakah karena keseringan bertarung membuatnya dingin? Ataukah ada cowok (makhluk mungkin?) yang lebih ganteng dari dirinya. Oke, tingkat kenarsisan Sasuke memang sudah diambang batas hingga membuatnya begitu ingin membuat cewek 'tanpa rasa' di depannya untuk jatuh cinta padanya.
Memangnya kalau sudah jatuh cinta mau diapain Sas? Tinggal buang gitu?
"Ayo Sasuke-kun! Sudah mau masuk nanti dimarahin sama Pak satpam… terus disuruh nunggu dua jam pelajaran!" ucap Sai seraya menarik-narik tangan Sasuke. Sasuke sendiri hanya bisa menurut sambil mengikuti laju lari Sai yang memang diatas rata-rata. Yah, namanya juga (mantan) Omyouji…
"Bukankah enak kalo enggak ikut pelajaran?" komen Sasuke sambil terus berlari jika tidak ingin terseret oleh Sai yang masih menarik-narik tangannya.
"Iya kalo pelajaran di jam kesatu sama kedua itu TIK! Nah ini malah seni!" ucap Sai histeris. Sekarang orang-orang yang berada di sekitar mereka mulai memandang aneh 'pasangan' yang baru terbentuk itu.
Hm, sekarang Sasuke tahu sedikit tentang Sai yang berada di depannya. Cewek yang berpenampilan tomboy namun hatinya feminim plus menyukai pelajaran seni. Oh ya, dia tidak menyukai pelajaran TIK yang justru merupakan pelajaran yang membuat Sasuke bosan.
Bayangkan saja, setiap pelajaran TIK yang berupa praktek pasti Sasuke menjadi guru dadakan di depan teman-temannya. Apalagi jika praktek di ruang computer satu. Pasti namanya bakalan disebut-sebut dengan alasan PC yang lemot.
Memangnya dia itu penjinak computer apa? Namanya computer yang berkali-kali dicolokin flash disk bervirus ya begini jadinya.
Jadi jangan salahkan Sasuke yang bertitle sebagai raja computer di kelasnya…
.
.
.
"PUAH! Akhirnya sampe juga!" ucap Sai antusias sambil dikelilingi bunga-bunga imajiner pada background di belakangnya. Membuat Sasuke untuk mundur sedikit sambil melihat-lihat ke arah lain. Takut wajahnya tercoreng mungkin?
Sasuke yang masih saja terengah-engah mulai merasakan kejanggalan pada diri Sai. sai yang juga berlari bersamanya tidak pernah merasakan capek sedikitpun di matanya. Bahkan, wajahnya tetap ceria dan semangat. Entah kenapa…
"Ayo Sasuke-kun….."
Gggrrrr
'Siapa tuh cewek…'
'Sasuke-ku….'
'Awas!'
'Shimura Sai ya?'
'Oh.. si anak baru?'
Sasuke yang menyadari forum di belakangnya segera masuk ke areal sekolah dan mengacuhkan Sai yang mengekor di belakangnya. Sebenarnya dia berniat untuk meninggalkan Sai agar forum di belakangnya tadi berhenti. Dia hanya tidak ingin jika Sai dalam bahaya hanya karena fans-nya yang menggila.
Eh?
Ternyata Sasuke perhatian juga ya?
"Tidak apa-apa kok Sasuke-kun….. mereka tidak akan melakukan apa-apa untukku. Mereka hanya bergosip ria kok…" ucap Sai sambil mengaitkan lengannya di lengan Sasuke membuat yang 'dikait' menoleh ke arah lain dengan tujuan menyembunyikan perasaan senang dalam hatinya.
"Kau membaca pikiran mereka dan aku lagi?" Tanya Sasuke yang membuat Sai tersenyum dan mengangguk.
"Itu tidak boleh Sai. ingat pasal tentang HAM? Itu privasi mereka…. Oh ya, jangan lupakan aku…." Ucap Sasuke. Sai hanya cemberut.
"Lalu! Lalu! Mereka sendiri gimana?" ucap Sai seraya menunjuk-nunjuk forum di depan gerbang masuk SMA. Sasuke hanya memalingkan wajahnya dan sedetik kemudian dia sudah jatuh tersungkur akibat 'sesuatu'. Dia berusaha bangun dengan niat mencari-cari benda yang barusan disandungnya.
Namun benda yang dia cari tidak ada disana…..
Entah kenapa Sasuke merasa agak ngeri…..
.
.
.
"Yah! Sekarang siapkan object yang akan dibuat iklan. Semisalnya warung ataupun rumah makan. Lalu buatlah desain posternya dengan menggunakan software-software di computer kalian. Setelah itu minggu depan serahkan print out-nya pada saya. Saya menerima minimal tiga desain….."
Sasuke hanya bisa berpangku tangan sambil sibuk menulis apa yang barusan dikatakan oleh Kurenai-sensei, sang Guru seni. Dalam hati dia sudah menggerutu mengenai poster yang dipilih oleh sang sensei harus digambar manual di atas kertas A3 plus diwarnai dengan cat poster.
Alamak!
Mendingan dia ikutan olimpiade membuat game horror (?) ataupun survival daripada beginian.
Kalau masalah desain di computer sih dia mau-mau aja. Tapi gambarnya itu bo! (Sasuke kok mulai lebay ya?).
"Oh ya,dilarang meminta bantuan orang lain dalam proses menggambar. Lalu minggu depan harus jadi print ut dari desain posternya. Minimal tiga buah print out berbeda. Titik!"
Terdengar suara siswa dan siswi yang mengeluh. Sasuke sendiri hanya bertopang dagu sambil memandang ke arah jendela. Terlihat para siswa dan siswi dari kelas tetangga yang sedang mengikuti pelajaran olah raga.
Dan terlihat juga Sai….
Kali ini Sasuke menajamkan matanya dan terlihatlah sosok Sai yang sedang melompat dengan gaya gunting. Hm, kalau sedang memakai seragam olah raga Sai terlihat lebih ram-
Oh tidak, Sai terlihat lebih cungkring (?)…..
Sasuke hampir saja jantungan ketika melihat sang batang lidi berjalan (?) melayang setelah melompati palang setinggi 50 cm. Yang Sasuke takutkan hanyalah gimana kalau tubuh kecil itu tidak bsa menyentuh tanah setelah melayang?
Baka! Pikiran macam apa itu? Gravitasi di bumi rata-rata 9,8 dan apakah itu belum cukup untuk membuat Sai kembali ke bumi?
"Kakkoi….."
Dan yang terlihat sekarang adalah Sasuke yang tersenyum sendiri (senyumnya elit lho!) ke arah luar alias ke arah lapangan tempat kelas tetangga sedang praktek lompat tinggi gaya gunting. Seketika seisi kelas buru-buru melihat ke arah jendela. Kebetulan yang terlihat sekarang adalah Chouji yang sedang berusah melompat namun akhirnya bergelinding ria di atas tanah.
Yang lebih mencengangkan lagi, dua orang yang membantunya berdiri akhirnya terjatuh juga akibat digunakan sebagai 'penyangga' oleh Chouji. =_=!
Dan muncullah gelak tawa dari kelas sepuluh satu. Seluruh siswa kelas sepuluh tiga hanya bisa menoleh lalu berusaha focus untuk palang yang lebih tinggi. Dalam hati Sasuke hanya bisa berharap agar Sai bisa lulus dalam tes itu.
"Yang bisa 80 cm bahkan lebih akan mendapatkan nilai A+!" ucap sang sensei. Dengan segera para siswa berbaris sambil menyebutkan absen. Namun akhirnya mereka hanya bisa gigit jari karena peraturan itu hanya untuk para siswi. Para siswa hanya bisa dapat A+ jika lebih dari 85 cm.
Dan muncullah Sai sebagai pemula disana. semuanya menunggu dengan berdebar-debar. Sasuke sendiri sampai meremas telapak tangan Naruto. Sedangkan yang diremas mulai was-was dengan orientasi sang peremas (?).
Dan dengan mudahnya Sai melompat. Bak tubuhnya terbuat dari plastic yang melayang jauh (?). sasuke menghela napas lega. Namun disisi terdapat Naruto yang mulai menjaga jarak ketika tangannya tidak diremas lagi. Membayangkan Sasuke yang maho cukup membuatnya ketakutan untuk duduk sebangku dengannya.
Seusai olahraga, para siswa segera berganti pakaian di dalam kelas. sedangkan para siswi bergegas menuju ke kelas lebih dulu untuk mengambil pakaian alias seragam sebelum melihat 'pemandangan' para siswa yang berganti baju.
"Sai… kemarilah."
Ucapan dari sang sensei membuatnya berbalik dan menghampirinya. Sang Sensei merogoh kantongnya dan mengambil selembar uang kertas. Sai yang mulai berharap akhirnya keturutan juga.
"Untuk 80 cm. selamat ya!" ucap Jiraiya-sensei dengan senyum lebarnya. Mengingatkan Sai pada Naruto yang merupakan teman sekelas Sasuke.
Ketika melewati kamar mandi (kelasnya terletak searah dengan kamar mandi), Sai melihat teman-temannya sudah selesai berganti baju. Dan faktanya adalah seluruh siswa dan siswi sudah pada berganti baju. Dengan secepat kilat Sai berlari menuju ke kelas. ketika membuka pintu…
"Woe….Sai…. tunggu dulu napa sih?"
"Sai! jangan lihat belakang!"
"Jangan lihat kesini!"
Dan ujung-ujungnya Sai hanya bisa membungkuk-bungkuk minta maaf sambil mundur-mundur menuju ke pintu keluar. Dan ketika keluar didapatinya para siswi sekelasnya yang sudah selesai berganti baju.
"Kalian udah ganti baju semua ya?" Tanya Sai seraya clingak-clinguk dengan tujuan mengabsen (?) para siswi. Yang ditanya hanya mengangguk.
"UWa! Gawat…" ujar Sai seraya berlari ke kamar mandi. Setelah sampai, dia segera berganti baju secara kilat.
Tanpa tahu kalau ada makhluk yang sedang mengawasinya….
Namun jangan bilang kalau Sai tidak merasakannya. Dengan erat digenggamnya sebuah kertas pemanggil shikigami. Namun yang dia rasakan adalah keberadaan shikigami yang lain…
"Kau masih bisa bersikap waspada ya? Sai….."
Sai yang mendengar suara yang begitu familiar segera mendekat ke arah tembok di dalam kamar mandi. Karena dia yakin suara itu berasal dari kamar sebelah. Dengan bersandar di tembok, Sai memasukkan kertasnya.
"Lama tidak bertemu…. Shimura-san…"
Hanya ada satu orang yang memanggilnya seperti itu. Dan suara yang familiar itu menambahkan kesimpulan yang kuat untuk Sai.
"Senpai…."
.
.
.
Tbc
.
.
Author's note:
Uwa….. gomen ne reader-sama akibat ketelatan (?)-nya. Gara-gara tugas guedhe yang numpuk juga (reader : dasar author pemales) Kasumi harus kelupaan sama fanfic-fanfic Kasumi. Waktu buka computer di bagian fanfiction akhirnya Kasumi nyadar (?) kalo udah lama enggak maen-maen ke .
Sekali lagi gomen ne…
Oh ya,seperti biasanya…..
Review please ^_^
