Azura kyosuke present
.
.
.
.
.
.
.
'cukup aku kehilangan kau! Aku tak mau jioka harus kehilangan dia. Demi apapun, aku berjanji akan menjaga kim monbin untukmu kim jaejoong'
.
.
.
.
.
.
.
LIVING LIKE A DREAM
.
.
.
.
.
.
.
+_flashback chap two_+
wanita itu berteriak keras saat aku menusuk holenya dengan pisau lipatku lalu menggerakannya dengan pola memutar,darah segar mengalir deras dari holenya.
"argh,hhh sak-hit"rintihnya yang terdengar seperti melodi yang indah ditelingaku. Kukeluarkan pisau itu dari kemaluannya lalu menancapkanya terus menerus
hingga wanita jalang itu tak bernafas.
Next...my lovely
+_flashback chap two_+
.
.
.
.
.
.
.
.
chapter 3
.
.
.
.
.
pair:yunhoXjaejoong, others
genre:hurt,sad, family, little psycho, death cast
rated:M
warning:EYD brantakan!, kecepetan, blab la bla#digeplak, typoh,dll. Mian u.u
ost: ill protect you
white love story
no gain
don't say good bye
etc
(lagu yang author dengerin waktu making ff?)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
'teruslah bermimpi. Berharap semua keinginanmu menjadi kenyataan selagi kau bisa menikmatinya. Dan pada saat hujan turun nantinya maka bersiaplah karna hujan itu akan melunturkan semua fatamorganaku yang begitu nyata untukmu!'
-azura kyosuke-
.
.
.
.
.
.
.
Douz0
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
+yunho pov+
"kim monbin, kim jaejoong huft" gumamku sedari tadi sambil sesekali melirik jarum jam yang menunjukan pukul delapan kurang sepuluh menit.
"hhhaish, kenapa sepuluh menit terasa setahun?" aku mendecih lalu meraih dua kotak berisikan kado yang akan kuberikan untuk monbin dan jaejoong. kado yang hampir meludeskan sebagaian uang hasil kerjaku selama sepuluh bulan tinggal di negeri gingseng ini, tapi tak apa toh ini perayaan satu tahun sekali bukan?
"better three hours too soon than a minute too late eoh? Yeah datang lebih awal."putusku sambil melangkahkan kakiku menuju rumah tetanggaku tercinta~
+yunho pov end+
_AUTHOR POV_
yunho tersenyum kecil menatap mobil merah dengan logo kuda jingkrak juga sebuah spanduk yang terselampir di badan kanan mobil itu. Hadiah untuk jaejoong rupanya.
Ferari merah itu terparkir manis di halaman rumah jaejoong, bersanding dengan mobil Honda jazz pemilik rumah dan mobil bermerek lotus berwarna hitam yang sangat mewah. Jika saja ekonominya masihlah seperti dulu bukan hal yang sulit untuk memberikan kado yang lebih mewah dari ini.
Raut wajah yunho sedikit berubah ketika sebuah pertanyaan yang tiba-tiba muncul di otaknya.
'apakah ini hadiah dari mantan istrimu jaejoong ahh?'.
Yunho terdiam memandang suasana dalam rumah jaejoong yang baru saja ia masuki . sepi. tak ada pesta yang meriah seperti yang ia bayangkan, harusnya ia sudah bisa menduga dari sikap sang pemilik rumah yang tidak mengajaknya untuk mempersiapkan apapun untuk acara itu. Pandanganya beralih menatap monbin yang tengah sibuk memainkan ipad di
sofa lalu ke sosok jaejoong yang tengah sibuk menyusun beberapa botol wine membuat dahi yunho mengerut 'wine? '
"oppa apa tuan jung sudah datang?" teriak sebuah suara wanita dari arah dapur.
"yeah dia sudah datang Jessica ahh" jawab jaejoong sambil menyunggingkan senyum lebarnya kearah yunho membuat yunho makin bingung juga berdebar(melihat senyum jaejoong:3)
DEG!
mata musang itu melebar seketika saat melihat sang pemilik suara dari dapur tadi mulai menampakan sosoknya dengan balutan pakaian kerja membuat yunho tak mungkin salah lihat dengan wanita yang tengah berdiri disebelah jaejoong kini. jessica. jung pekerjaan umum waktu itu. kenapa ia bisa ada disini?, batin yunho.
"annyeong tuan jung, senang bisa bertemu anda lagi ^^" sapa Jessica sambil membungkukan tubuhnya membuat yunho refleks membungkukan tubuhnya juga.
"saya juga Jessica ssi, trimakasih atas saran anda beberapa waktu lalu, hahaha kalian sudah saling kenal rupanya" yunho menatap Jessica dan jaejoong bergantian. jessica tersenyum tipis lalu menatap pria bermarga kim disebelahnya memberikan suatu isyarat kepada jaejoong
"arraso" gumam jaejoong sambil menghela nafasnya.
"yunho aah, Jessica…adalah mantan istriku" seru jaejoong membuat yunho terkejut sesaat lalu tersenyum kecil
"ah, benarkah? Huh sayanng sekali ya kalian sudah berpisah padahal kalian sangat serasi sekali" yunho mengepalkan tangan kanannya erat Menahan seluruh perasaan sesak di dadanya ia cukup tau diri dan mengingat sopan santun, ia juga bukanlah wanita yang -mungkin- dengan mudahnya mengungkapkan rasa tidak sukanya. Jung yunho adalah seorang pria yang mencintai pria(jaejoong) dan tak semua orang bisa menerima perasaan seperti itu bukan? Dan yunho memilih untuk tetap bersandiwara seperti ini.
"appa~ umma~ ajjushi~ apa kuenya sudah boleh monbin habiskan?" pekik monbin membuat ketiga orang dewasa itu menatapnya."yeah, tampaknya uri monbin sudah tidak sabar. Kita mulai acaranya~"
.
.
.
.
.
skip time
.
.
.
.
.
"hahahah…lu-chu hahaha appa~ hahaha" tampak monbin tengah menungging disofa ruang tv yang sangaja dibuat seperti ruang karoke malam itu, dengan yunho disampingnya yang sedang mati-matian menahan tawanya. anak laki laki yang baru saja genap berusia 6 tahun itu membenamkan wajahnya yang memerah lalu menatap kedepan lagi dan tertawa lagi melihat appa dan ummanya yang tengah melakukan tarian lucu dari lagu yang diputar.
menurutnya sangat lucu melihat kedua orang tuanya berpenampilan seperti itu dengan kostum badan beruang yang entah appanya dapatkan dari mana, juga ummanya yang tengah menggunakan bando telinga beruang jangan lupakan ujung hidungnya yang dihiasi bulatan merah yang entah terbuat dari spidol barangkali. Duo jj(?) itu menempelkan pundak kanan kiri mereka lalu menaik turunkannya seirama intro dan terus menarikan tarian yang mengundang tawa moonbin dan ringisan yunho(karna menahan tawanya) itu
appa geomun dung dunghe(jaejoong menggembungkan pipinya)
eoma geomun nal sinhe(jessica menarik pipinya)
aegi geomun nabegiawo(beraegyo)
hishuk hishuk charangda(membentuk symbol cinta)
dan tarian itu ditutup dengan octopus dance dari yesung super junior( abaikan yang ini- -')
"satu kali lagi~~"
"MWO?"
"appa, perut monbin sakit appa~"
'gom semariga'
"APPA/JAEJOONG/OPPA!"
_AUTHOR POV END_
+junsu pov+
"eungh"kurenggangkan tubuhku yang benar-benar terasa baru kali ini aku merasakan kemarahan park yoochun sampai seperti ini,membuatku harus tersiksa dengan barang-barang buatannya yang berjenis sex toys itu selama berjam-jam. hah~ andai saja aku tak terlalu mabuk malam itu pastilah tak semudah itu aku terkena bujuk rayu para penjaja diri di club . Aku yakin yoochun tak akan membiarkan wanita itu hidup, tapi apa peduliku? Aku pun cukup bukan?
'maaf untuk selama ini…aku sangat mencintaimu, aku tak mau kau meninggalkanku suie,maaf aku tak bisa menunjukan perasaanku seperti kebanyakan para pria diluar sana'
aku tersenyum kecil mengingat ucapannya sesudah kami bercinta , ucapan yang hanya berani ia keluarkan saat aku tidur. jika sudah seperti itu entahlah perasaan jengkel, sakit hati atau lelah bersamanya maupun kelakuannya itu menguap entah kemana. Dia park yoochun keasihku,seorang Bandar narkoba juga kepala agen penjualan organ dalam manusia yang masih hidup tentu saja secara ilegal meski ia bukanlah orang nomor satu dalam bisnis kotor seperti ini, namun tak ayal membuat para pihak berwenang kelimpungan melacak kami.
Kuputuskan untuk membersihkan tubuhku yang terasa sangat lengket terutama dibagian selangkahanku. setelah mengganti seprai dan membereskan kamarku tentunya. "junho hyung"gumamku pelan sambil mengeratkan bathrobe yang membalut tubuhku dan melirik jam yang menunjukan pukul empat pagi.
tiba-tiba aku merasa khawatir dengan keadaan saudara kembarku itu yang makin hari makin buruk karna kerusakan hampir seluruh organ dalamnya seperti jantung, hati, maupun ginjal akibat kebiasaannya yang sering mengkonsumsi obat-obat terlarang selama bertahun-tahun.
yoochun pun sudah angkat tangan untuk menyembuhkan beresiko untuk melakukan operasi dengan keadaan yang sebenarnya sudah tak bisa tertolong lagi. Pernah terfikir olehku untuk menyuntik mati hyungku sendiri tapi yoochun memarahiku dan mengurungku tanpa makan dan minum selama 2 hari, membuatku sadar bahwa bukankah saat-saat seperti ini rasa persaudaraan dan berbaktiku kepada junho hyung diuji?.
" selamat pagi tuan kim" sapa beberapa anak buah yoochun yang berpapasan denganku membuatku mau tak mau membalas sapaan mereka "ya, selamat pagi" hingga aku memasuki ruangan yang sejuk dengan aroma obat yang sangat tajam menusuk penciumanku namun perlahan-lahan aku mulai terbiasa dan kembali melangkahkan kakiku mendekati junho hyung yang tengah terbaring di ranjangnya dengan kabel kabel dan peralatan kedokteran yang membuat ia bisa hidup sampai saat ini, Aku tak tahu apa yang terjadi jika semua itu terlepas dari tubuhnya.
sungguh aku bertrimakasih atas semua bantuan yang yoochun berikan untuk kehidupan kami. berawal dari kami yang menjadi gelandangan yang direkrut menjadi anggota dari bisnis kotornya sampai seperti ini tentu kalian tahu maksudku bukan?.
"hyungie" lirihku membelai pipimya yang begitu tirus, pipi yang dulu sering kucubiti hingga memerah jika aku kesal dengannya.
"hhhng.." junho hyung membuka mata sayunya dengan bagian putih matanya yang kuning, mata yang sebenarnya hampir sama denganku, tapi sekarang berbeda jauh sekali.
"hyung,apa yang kau rasakan saat ini?" tanyaku menarik kursi dan duduk di samping ranjangya, perlahan ia mengarahkan tangannya menyentuh dada, perut, dan selangkahannya membuatku teringat akan penyakit kelamin yang baru beberapa minggu ini ikut menggrogoti tubuh ringkih itu,ohh tuhan.
"sabar nde?aku takin kau pasti kuat" lirihku lagi dengan suara bergetar lalu mengusap mataku cepat sebelum air mataku jatuh. Aku tak bisa terus-menerus menangis, aku harus siap atas kemungkinan-kemungkinan terburuk yang bisa saja melenyapkan sosok hyungku dari dunia ini bukan?
"andai saja kau menuruti laranganku untuk berhenti mengkomsumsi barang haram itu hyung, pastilah kau sudah menikah dan mempunyai banyak dan aku akan menjadi ajjushi dari mereka hyung. ikut memandikan mereka, bermain bola bersama atau menggoda istrimu hahaha" tawa miris keluar dari bibirku mengingat cita-cita dan mimpi kami ketika masih kanak-kanak yang sekarang tak mungkin lagi tercapai mengingat keadaan junho hyung yang seperti ini. Sebuah senyum kecil terukir dibibirnya membuatku sedikit merasa bahagia.
"aku pergi ya hyung jisseyo" salamku sambil mengembalikan letak kursi ke tempat semula dan beranjak keluar dari ruangan itu, namun belum sampai aku memegang gagang pintu rintihan cukup keras junho hyung membuatku panic dan kembali mendekatinya
"EARNGH" tubuh junho hyung bergetar hebat, bibirnya terus bergerak mengucapkan kata tanpa suara.
"hyung, apa yang sakit eoh?apa?" tanyaku sambil memeluk tubuhnya yang tiba-tiba terasa dingin, alisku berkerut saat melihat bercak darah segar di selimutnya, dengan sigap aku menyibak selimut itu kini terpampanglah celana yang junho hyung kenakan sudah basah dengan cairan merah pekat itu membuatku semakin panic.
DEG!
Aku merasa semua tulangku lepas dari . melihat darah yang dengan derasnya keluar dari telinga, hidung, mulut bahkan dubur junho hyung tak lama setelah aku melepaskan celananya tadi.
"yoochun!" gumamku menekan tombol darurat yang letaknya tak jauh dari ranjang junho hyung dan tak lama semua penghuni datang ke ruangan itu termasuk tim medis yang bertugas merawat junho hyung , namun tak nampak sosok yang kucari diantara krumunan itu tapi tak apa.
Deg,deg,deg
Kuharap ini bukanlah kemungkinan yang tak kuinginkan, namun aku salah, kemungkinan itu kini menjadi nyata!
"chussihamnida tuan"
"m-mwo?"
"tuan kim junho…hh kami sudah sangat berusaha saya harap anda dapat merelakannya" ucap salah satu tim medis membuat tubuhku seketika bergetar menahan tangis. tidak aku tidak boleh menangis, aku siap menerima ini semua.
"nd-nde" jawabku pelan lalu melangkah mendekati jasad junho hyung.
"apa cita-citamu hyung?"
"punya istri cantik dan anak yang banyak hahahaha…"
"aku juga, ah aku akan jadi ajushi. Mengajak anakmu bermain bola dan menggoda istrimu hyung"
"yakh berani kau?"
"belajarlah yang giat kim junsu! Aku tidak apa-apa"
"tapi ginjalmu hyung hiks"
"aku masih punya satu! Hei kau tahu? Ginjal itu seperti pohon dia akan tumbuh lagi jadi kau tak perlu khawatir nde?"
"nde, gomawoyo hyung"
"hyung, kenapa kau jadi pecandu seperti ini?"
"hidup harus dinikmati junsu ah..aku hanya ingin bahagia! Dukunglah hyungmu ini!"
"mendukungmu dan membuatmu cepat mati? PABO!"
"hahahaha"
"kerusakan organ dalam hyungmu sudah sangat parah tidak mungkin untuk mengoprasi ata melakukan transplant, minhae"
" DASAR JUNHO HYUNG PABO! Hiks hyung"
"chussihamnida tuan"
"m-mwo?"
"tuan kim junho…hh kami sudah sangat berusaha saya harap anda dapat merelakannya"
"you see things that are and say'why'? but I dream things that never were and say 'why not?" kusejajarkan bibirku ditelinganya dan membisikan kata-kata yang menjadi word of wisdom kami berdua membuat semua yang mendengarnya mengenyit heran sedangkan aku hanya tersenyum tipis lalu melangkah keluar membelah barisan orang-orang yang masih menatapku heran
"urus pemakaman, dan kosongkan semua jadwal kalian hari ini"
+junsu pov end+
_YUNHO POV _
"bastard" gumamku sambil mengadah ke langit yang dihiasi bintang dan bulan sabit yang tampak samar membuat kekesalanku karna mengetahui mantan istri jaejoong adalah Jessica, orang yang menyarankanku untuk berkenalan dengan jaejoong. Melihat pemandangan langit malam itu membuat perasaan kesalku sedikit demi sedikit lenyap.
PUK!
Sebuah tepukan pelan dipundakku membuatku terkejut, kutolehkan pandanganku ke belakang
"oh jessica ssi, kau mengagetkanku" seruku dengan senyum yang kupaksakan sungguh aku sedang tak ingin melihat wajahnya sekarang.
"hihih mian…" kekehnya lalu duduk disebelahku
"kau cemburu yunho ahh? Hei tak apakan aku memanggilmu yunho ahh?" ucapnya tiba-tiba membuatku mendecih pelan
cemburu? Terlalu banyak alasan untuk aku menjawab tidak. Pertama aku baru bertemu dua kali dengannya, kedua aku ini GAY ! bagaimana aku bisa suka dan cemburu dengannya coba?
"hahahaha kita baru dua kali bertemu jess, bagaimana aku bias suka dan cemburu padamu?" jawabku jujur yang dibalas tawa menyebalkannya
"bukan denganku tapi dengan kim jaejoong! Kau menyukai dia kan jung gay?" ujarnya membuatku terhenyak, nafasku tak beraturan.
"m-mwo?"
"dulu kau cukup terkenal di tokyo international university bukan? Tentu aku mengenalmu karna dulu kita pernah satu universitas yeah berbeda jurusan"
"benarkah?" tanyaku menatapnya tak percaya
"eumh, dan aku tahu kau gay saat kau sedang bercumbu dengan hamao kun" Jessica menyeringai menatapku membuatku cepat-cepat mengalihkan tatapanku ke langit. Sial kenapa aku tidak tahu kalau wanita ini satu universitas denganku padahal seingatku aku sangat hapal dengan nama maupun wajah gadis-gadis yang menuntut ilmu disana?.
"aku dengan jaejoong oppa sudah tak ada hubungan apa-apa lagi kini aku sudah memiliki calon suami yang aku cintai dan berencan—"
"yeah… jaejoong sudah menceritakannya padaku dari kelakuanmu saat kalian masih bersama sampai rencanamu pindah ke AS dan menjadi warga Negara disana bersama calon suamimu" potongku dengan nada ketus bermaksud agar perbincangan ini selesai, namun tampaknya tak membuat wanita itu berhenti,sial!
'jaejoong ahh kenapa kau lama sekali di dapur?', batinku akhirnya kuputuskan bersenadung kecil, acuh tak acuh mendengarkan omongan wanita disebelahku ini
.
.
.
.
.
"yeah sampai aku pindah dan meneruskan kuliahku disini, tapi ternyata tak berbeda jauh dengan jepang hubungan gay juga marak di universitas dan kejadian di club 7 tahun lalu membuat kehidupanku berubah"
DEG!
" aku bersama beberapa temanku mengadakan taruhan siapa yang bisa membuat naked pria gay dari universitasku yang ada di club itu akan mendapatkan voucer operasi plastic dan yeah aku berhasil tapi tak kusangka akan menjadi begitu serius dan membuatku terpaksa menikah di usia yang menurutku masih bukan saat yang tepat menjadi seorang wanita dengan status seorang istri dan calon ibu" ucapan Jessica membuatku terpaku. Perasaan kesal dan bahagia bercampur menjadi satu ah apakah pria gay yang sedang ia bicarakan jaejoong?
"jaejoong maksudmu?"tanyaku ragu-ragu membuat ia tertawa
"yah kau pikir aku sudah menikah berapa kali eoh? Tentu saja ia" jawabnya membuatku tanpa sadar tersenyum. Apakah ini pertanda ada harapan untukku untuk mendapatkan jaejoong?
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
.
mian chap ini mengecewakan karma ngebut buat nyelesain chap ini T_T
aku mau uts huwaaaa doain ya? Huks dan jadwalku makin padet mohon maklumlah aku kan smk trus sistemnya jg kyak anak kuliahan gthu u.u
aku ambil teknik arsitek lhu xD {gx ada yg Tanya-_-} kekekek
ditunggu kritiknya n_n karna aku yakin bnyak yg mau ngritik daripada muji huhahahaha{gigit bantal}
yoyoi mianhe an gomawo
see ya
