"LOVE, LIFE AND LUCK"
Pairings: HAEHYUK dan CHANBAEK
Warning: Genderswitch. Not their real age.
Disclaimer: All casts are not mine. I just own the plot. Thanks
[!] If you don't like the pairings then don't read. I put the warning already, so please respect me. Critics are welcome as long as it's not bashing. Reviews and Favorites are lovessss
Casts:
Main Casts:
Lee Donghae (Male): 21 Years Old. Son of the owner of HYUNLEE Group. Popular, cold to other people except his families and friends. Childish. Hyukjae's boyfriend
Choi Hyukjae (Female): 20 Years Old. Daughter of the owner of Hana Hotel and her mother is a famous designer who owns a brand name "Beauty Clique". Came from a broken family, her parents divorced. Popular. Kind and motherly. Donghae's girlfriend.
Byun Baekhyun (Female): 18 Years Old. Donghae's cousin. Her mother is Donghae's father's sister. Act so diva, but very sweet and loyal to those who close to her. Chanyeol's girlfriend
Park Chanyeol (Male): 18 Years Old. Not as rich as the others. His father works as a secretary of HYUNLEE Group, so kind and cheerful. Baekhyun's boyfriend.
Supporting Casts:
Yook Sungjae (Male): 17 Years Old. A freshman. Having a crush on Hyukjae.
Choi Minho (Male): 17 Years Old. Hyukjae's brother. Lived with his father after their parents divorced, while Hyukjae decided to live alone since her mother travelling a lot
Lee Taemin (Female): 17 Years Old. Minho's crush. Hyukjae's junior in dance club.
Tiffany Hwang (Female): 20 Years Old. Hyukjae's bestfriend.
Choi Siwon (Male): Hyukjae's father
Cho Kyuhyun (Female): Hyukjae's step mother
Kim Kibum (Female): Hyukjae's mother
Lee Heechul (Female): Donghae's mother
Lee Hangeng (Male): Donghae's father
Byun Taeyeon (Female): Baekhyun's mother
More casts to come as the story progressing….
CHAPTER 3: JEALOUSY
Donghae merasakan benda didalam saku jaketnya bergetar, ia merogoh dan menemukan handphone Hyukjae yang dititipkan padanya bergetar tanda panggilan yang masuk, ia melirik sekilas ke layar yang terus berkedip, tenyata itu Ibu kandung Hyukjae yang menelepon.
"Ibumu menelepon" ia menyodorkan ponsel tipis itu pada gadis yang sedari tadi masih mendiamkannya
Hyukjae menoleh sebentar, ia mengambil ponselnya dari genggaman Donghae. Namun ia tak mengangkat panggilan itu. Gadis itu tahu bahwa Kibum pasti akan membicarakan tentang perjodohan itu lagi.
"Kenapa tak diangkat?" Tanya Donghae. Melupakan sedikit rasa kesal karena gadis yang terus mendiamkannya itu.
Hyukjae hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, ponsel yang semula berhenti bergetar itu mulai bergetar lagi.
"Ada masalah dengan Ibumu?" hanya dijawab dengan gelengan lagi
Donghae menghela nafas. "Bukan karena kau marah padaku, kau jadi enggan berbicara dengan ibumu kan?"
Hyukjae menggeleng lagi,
"Ayolah Hyukkiee~ bicara padaku…" Pria itu merengek, ia juga kesal terus didiamkan, tapi ia tak tahan seperti ini lama-lama. Ia memilih duduk bersama dengan kekasihnya agar ia bisa bermesraan, ia akan sangat sibuk di tempat camping nanti. Selain itu, mungkin memang ia juga yang harus mengalah, ia harusnya senang kalau Hyukjae cemburu, gadis itu jarang sekali menunjukkan kalau ia cemburu.
"Hyukkie~" rajuknya mencoba menarik perhatian Hyukjae.
"Donghae diamlah"
Ponsel itu lagi-lagi bergetar, helaan nafas terdengar sebelum Hyukjae akhirnya memutuskan untuk me-nonaktifkan ponsel itu.
Donghae merenggut, ia melipat kedua tangannya didada lalu melihat kearah depan.
"Kau me—" "AAAAAAAAAAH!" Donghae baru saja akan mengatakan sesuatu begitu terdengar jeritan perempuan dari deretan bangku belakang, semua siswa sontak menoleh ke belakang. Sang ketua pun berdiri untuk melihat situasi dibelakang
"Ya Irene! Kenapa kau tiba-tiba berteriak" terdengar dari salah satu staf BEM bernama Myungsoo.
"Ini ada lebah, bantu aku" jerit gadis itu, sambil mengusir lebah yang mendekatinya dengan kipas hello kitty yang ia pegang. "Duuuh menjauh menjauh!" gadis itu menjerit lagi. Entah berasal dari mana tapi tiba-tiba ada tiga lebah berkeliaran didalam bus panitia itu.
Donghae merasakan kaosnya digenggam erat oleh Hyukjae. Ia menoleh dan menemukan kekasihnya itu menggigit bibirnya takut sekaligus malu karena gengsi. Ia tentu tahu kalo kekasihnya itu sangat takut pada serangga, tapi bukannya kekasihnya itu sedang marah padanya?
"Donghae…" Hyukjae bersuara saat ia melihat salah satu lebah itu bergerak terbang kearahnya.
Tapi pria itu hanya diam sama sekali tak melakukan sesuatu.
"Aish Donghae, lakukan sesuatu" Gadis itu menarik narik kaos hitam Donghae. "Donghae, lebah itu terbang kearahku"
Donghae tetap diam.
"Donghae~!"
Sebelah alis ketua BEM itu terangkat sempurna. "Bukannya kau menyuruhku untuk diam, Hyukkie" Ujarnya
Hyukjae menyembunyikan kepalanya dibelakang punggung Donghae begitu merasa lebah itu terbang diatas kepalanya. Bunyi dengungannya terdengar begitu menyeramkan ditelinga gadis itu.
"Donghae, aku takut"
"Janji dulu tak akan mendiamkanku lagi" pintanya usil.
"Ya! Lee Donghae!"
"Tak mau?"
Hyukjae memukul keras punggung pria itu, "Iya, iya aku tak akan mendiamkanmu lagi, cepat usir lebah itu ia mau menyengatku"
Cengiran Donghae langsung muncul diwajahnya, dengan sigap ia langsung mengusir lebah lebah itu dengan papan absen yang ia pegang. "Ya lebah jelek, Aku tahu Hyukkie itu manis tapi jangan harap kau bisa menyengat Hyukkie-ku. Hanya aku yang bisa melakukan itu, mengerti?!"
Gelak tawa dan siulan langsung menggema didalam bis itu, Hyukjae yang merasa malu langsung memukul punggung Donghae lagi. Chanyeol yang terbangun dan Baekhyun juga ikut tertawa.
"Wow ketua, kau sungguh romantis!" Goda salah satu staf logistik di bangku belakang yang kemudian disusul dengan siulan-siulan usil dari staf lainnya.
"Ya! Jackson ini pasti lebah-lebah peliharaanmu kan? Cepat tangkap mereka!" Titah Donghae tegas, sang pelaku yang merupakan anggota divisi acara malah tertawa sambil mengambil jaring lebah dan dengan mudah memasukkan lebah-lebah itu ke dalam toples.
Donghae menepuk bahu Jackson dan berbisik 'Jackson-ah gomawo' saat si pelaku kehebohan ini melewati kursinya. Jackson memasang wajah bingung, tapi ia tetap mengangguk dan mengacungkan jempolnya.
"Ma, aku kira phobia serangga mu sudah sembuh?" Tanya Baekhyun dari kursinya, Hyukjae yang semula duduk didekat jendela bertukar posisi dengan Donghae.
"Serangga sama sekali bukan temanku" Ujarnya sambil cemberut.
"Setelah ini Donghae hyung pasti akan menyiapkan banyak serangga, untuk jaga-jaga kalau kau sedang marah Ma" Ceplos Chanyeol yang langsung dibalas dengan lemparan sebungkus roti kewajahnya dari Hyukjae.
Setelah menempuh kurang lebih 3 jam akhirnya rombongan mereka sampai di tempat camping. Para siswa dan staf berbondong-bondong mengeluarkan barang mereka dan berkumpul di tanah luas bukit itu.
"Hyukkie…" Donghae menepuk pelan pipi Hyukjae, kekasihnya itu tertidur selama sisa perjalanan, menggagalkan rencana sang ketua yang ingin bermesraan dengannya
Hyukjae mengerjapkan matanya pelan, ia meregangkan tangannya dan duduk tegap.
"Hmm… Sudah sampai Hae?" Tanyanya sambil menggosok-gosokan matanya yang membuat Donghae gemas setengah mati.
"Eung… Ayo, yang lain sudah turun dari bis"
Gadis itu mengangguk sambil merapikan poni rambutnya yang berantakan, ia mengambil ransel biru mudanya dan berjalan keluar dari bis dengan Donghae.
.
.
"Ma!" Baekhyun melambaikan tangannya begitu melihat Hyukjae keluar dari bis, sang 'Mama' tersenyum, beberapa staf acara berdiri didepan barisan para siswa baru untuk memberikan instruksi tentang acara apa yang akan berlangsung selama kegiatan camping yang berlangsung dua malam ini, ia menoleh ke arah Donghae,
"Hae aku akan bergabung dengan staf acara ya"
Donghae mengangguk, ia mengecup kedua pipi kekasihnya dan mengelus kepalanya sayang. "Oke, aku juga harus bergabung dengan staf lapangan. Kau jaga diri ya, ingat jangan berkeliaran di hutan sendirian"
"Iya, kau juga harus hati-hati oke ketua tersayang"
.
.
"Chanyeol-ah, peralatan untuk games air nanti sudah kau siapkan?" Tanya Hyukjae begitu dia bergabung dengan team acara.
"Sudah beres Ma" jawab Chanyeol sambil mengacungkan kedua jempol tangannya. Si duo ChanBaek ini kemudian saling melirik satu sama lain dengan penuh arti.
"Ma, coba lihat deh. Aku dan Channie memakai sepatu couple loh~" Baekhyun merangkul lengan Chanyeol sambil memamerkan sepatunya. Chanyeol yang juga iseng ingin menggoda 'Mama' nya ikut mengayunkan kakinya.
Hyukjae melipat tangannya didada dan memanyunkan bibirnya, "Aigoo, anak muda. Kalian membuatku iri"
Sepasang kekasih itu terkikik, "Minta sana pada Papa"
"Si pria kaku itu mana mungkin mau melakukan hal-hal seperti ini" Hyukjae mencebik dan sambil berjalan menghentak-hentak kakinya ke tenda dan dua 'anaknya' mengikuti sang 'Mama' dibelakangnya sambil tertawa tak berdosa.
Barisan siswa baru dibubarkan karena mereka harus memasang tenda mereka masing-masing sesuai dengan pembagian kelompok yang sudah dilakukan sebelumnya. Hyukjae keluar dari tenda panitia setelah menyimpan semua barangnya, ia berjalan berkeliling untuk ikut mengecek siswa-siswi baru itu.
"Sunbae!" Seorang siswa tiba-tiba muncul dihadapannya ketika ia sedang mengecek tenda-tenda putri. Siswa itu tersenyum sambil mengulurkan tangannya. Hyukjae yang sedikit bingung menjabat tangannya.
"Hai" sapa gadis itu ramah,
"Sunbae, kau ingat aku?" Siswa itu tersenyum lebar sambil memamerkan deretan giginya yang putih dan rapi, sungguh tampan sampai Hyukjae berpikir bahwa siswa ini pasti akan langsung lolos audisi artis jika ia mendaftar.
"Maaf?"
"Aku Sungjae! Dua tahun lalu kita pernah bertemu di acara peresmian butik milik ibumu" Jawabnya sambil memamerkan senyumnya lagi yang membuat Hyukjae gemas, idenya untuk menambah siswa ini untuk menjadi 'anaknya' langsung muncul di otak gadis itu.
"Ah benarkah?" Hyukjae berusaha mengingat-ngingat, sedikit tak enak begitu melihat Sungjae yang sedikit kecewa karena gadis itu tak mengingatnya.
Sungjae mengangguk, ia langsung menghapus rasa kecewanya dan memamerkan senyum cerianya lagi. "Eung, tak apa jika sunbae tidak mengingatku. Kita bisa berkenalan lagi"
Sungjae langsung merapikan rambutnya dan berdiri tegap, ia membungkukkan badannya sambil lagi lagi menebar senyumnya.
"Halo, namaku Yook Sungjae. Aku mahasiswa baru di HyunLee University. Senang bertemu denganmu"
"Aigoo, kenapa kau manis sekali. Halo Sungjae-ah, Aku Choi Hyukjae, senang juga bertemu dengan mu" Hyukjae mengusak rambut Sungjae gemas. "Maukah kau menjadi 'anakku'?"
Sungjae tersenyum, ia menggenggam tangan Hyukjae yang sedang mengusak kepalanya seraya berkata. "Aku maunya jadi ayah dari anak-anakmu, bagaimana?"
"Psst Baekkie..."
"Hmm?"
"Kau yakin tidak akan ada perang dunia ketiga kan dengan Mama dan Papa karena ulah kita tadi?" Bisik Chanyeol, mereka berdua sedang bersama beberapa staf acara yang akan memulai acara Api Unggun.
Baekhyun terkikik, "Tenang saja Channie, Mama mungkin hanya akan merajuk pada Papa nanti"
"Aku sedikit merasa bersalah pada Donghae hyung, you know ketika cewek-cewek merajuk rasanya seperti neraka" ujarnya tak sadar.
"Ya Park Chanyeol!" Chanyeol menggaruk kepalanya dan mendekatkan diri ke kekasihnya itu
"Hehe Baekkie, kau manis ko saat merajuk" Chanyeol mencubit pipi Baekhyun gemas,
"Oh pasangan ini manis sekali~ si gadis dari strata 1 dan si pria dari strata 3~ kalian sungguh pasangan seperti yang didrama-drama ituloh"
Baekhyun mencebik, kenapa sih selalu ada yang mengganggu quality timenya dengan Chanyeol. Dan yang lebih menyebalkan kenapa si nenek sihir pengganggu rumah tangga orang ini lagi-lagi harus mengacaukan harinya.
"Channie, sepertinya penunggu hutan ini gatal kalau tidak menganggu kita" sindirnya, Chanyeol yang mendengarnya tertawa. Irene yang disebut-sebut sebagai 'pengganggu hutan' oleh Baekhyun ini melotot.
"Mungkin kita harus mendoakannya agar ia kembali ke tempat asalnya" Chanyeol ikut-ikutan usil. Irene mengepalkan tangannya, tapi belum sempat ia menggertak lagi Donghae tiba-tiba datang yang membuat gadis itu tak berani berkata apapun sebelum ia pergi meninggalkan 'keluarga' itu.
Donghae berjalan diikuti Hyukjae, mereka menghampiri 'anaknya' untuk duduk didekat api unggun. Petikan getar yang mengalun mengiringi jalannya acara ini, para peserta ikut bernyanyi mengikuti alunan gitar. Hyukjae menyandarkan kepalanya dibahu Donghae sambil bernyanyi lagu 'I'm yours' yang kebetulan sedang dimainkan oleh salah satu peserta camping.
"I'm yours Hyukkie and you are Mine" bisik Donghae ditelinga Hyukjae, yang membuat gadis itu langsung merona hebat.
"Pa, Ma. Ini bukan bulan madu" si pasangan ChanBaek ini lagi-lagi usil, mereka sama sekali tidak menghiraukan pelototan Donghae.
"Oh baby, sweater itu cocok sekali dipakai olehmu"
Pasangan usil itu dengan sengaja ingin memamerkan sweater couple mereka, Baekhyun dan Chanyeol sama-sama memakai sweater berwarna navy dengan gambar kartun matahari ditengahnya.
Donghae memutar bola matanya pada tingkah kekanakan mereka, berbeda dengan Hyukjae yang cemberut disebelahnya.
"Hae, kita juga punya sweater couple tapi kenapa kau tak pernah mau memakainya?"
Donghae menelan ludahnya, mengingat sweater berwarna mint yang pernah mereka beli dua tahun yang lalu, pria itu hanya pernah menggunakannya sekali saat mereka melakukan kencan ke Namsan Tower, itupun karena Hyukjae yang merengek terus-terusan.
Jujur saja, Donghae tidak terlalu menyukai hal-hal seperti itu.
Hyukjae cemberut dan si pasangan usil berhigh five sambil tergelak
"Kita tak perlu melakukan hal-hal seperti itu untuk terlihat mesra sayang" Donghae menyentil hidung Hyukjae, sebelum menoleh dan bergumam 'Awas kalian' pada kedua 'anaknya' itu.
.
.
"Sunbae!" Sungjae berlari kearah Hyukjae yang sedang duduk didepan api unggun bersama Donghae.
"Oh Sungjae-ah kemari" Hyukjae menepuk tempat kosong disebelahnya. Pria yang lebih muda darinya itu langsung duduk sambil menyodorkan satu jagung bakar yang sudah matang. "Ini untuk sunbae"
"Ah gomawo, Sungjae-ah" Ia mengambil jagung itu, dan menggigitnya, tak peduli pada Donghae yang mengerutkan keningnya pada interaksi mereka berdua. Hyukjae sendiri merasa gemas setiap kali melihat Sungjae, anak itu manis sekali. Salahkan sifat keibuannya, ia tidak terlalu memikirkan pernyataan Sungjae tadi, ia malah tertawa begitu mendengarnya.
"Hyukkie…" Donghae memanggilnya dengan nada yang rendah.
"Oh Donghae, ini Sungjae, salah satu siswa baru disini"
"Aku tahu" jawab Donghae sambil menatap Sungjae dengan tajam, ia ketua BEM tentunya ia selalu mengecek siswa-siswa baru di HyunLee University.
"Halo Sunbae, Aku Yook Sungjae" Sungjae membungkuk sopan, sambil memperkenalkan diri.
Donghae menggangguk, "Lee Donghae." Jawabnya singkat.
Hyukjae mengalungkan lengannya pada Donghae, "Hae, bagaimana kalau kita menjadikan dia anak ketiga kita?"
"Ah sunbae, bukankah aku sudah bilang aku ingin menjadi ay—" Hyukjae langsung membungkam mulut Sungjae sebelum ia melontarkan pernyataan yang bisa memicu perang dunia ketiga itu. Donghae bisa saja langsung mengamuk jika mendengarnya.
"Ahaha Sungjae-ah. Aku rasa kau harus kembali ke kelompokmu. Acara api unggun sebentar lagi berakhir dan kau harus bersiap-siap untuk tracking malam nanti" Gadis itu berusaha mengalihkan pembicaraan, dan Sungjae menyadari itu. Dia tersenyum, Hyukjae yang gugup sungguh sangat imut. Sungjae sebenarnya tahu jika Hyukjae adalah kekasih Donghae, siapa yang tak tahu pasangan popular itu. Kabar berhembus cepat di kalangan siswa baru, tapi selama janur kuning belum berkibar tak ada salahnya mencoba kan? Ah anak muda sungguh penuh semangat.
"Baiklah… umm, tapi sunbae…"
"Ada apa?"
"Bolehkah aku memanggilmu Noona?" Cengiran khas Sungjae kembali tercetak diwajahnya begitu Hyukjae mengangguk tanda setuju. "Tentu saja, Sungjae-ah"
Tracking malam berjalan dengan lancar. Sepanjang perjalanan di hutan, Hyukjae terus mengenggam tangan Donghae erat. Bunyi-bunyian serangga malam sungguh membuatnya takut dan hutan yang gelap benar-benar menyeramkan. Donghae sendiri tidak mengijikan Hyukjae ditemani orang lain selain dirinya, jujur ia sedikit cemburu pada siswa baru bernama Sungjae nanti. Daun muda sungguh berbahaya.
.
.
.
"Baekkie, kau kedinginan?" Baekhyun mengangguk sambil mendekatkan dirinya ketubuh Chanyeol, mereka berdua sedang berjaga disalah satu pos tracking malam bersama dua staf lainnya.
"Eung dingin sekali, tau gitu aku tidak akan merengek minta ikut camping. Aku rindu kamarku"
Chanyeol mengapit hidung Baekhyun gemas, "Salah sendiri merengek-rengek. Tapi kau pasti rindu padaku kalau kau tak ikut"
"Tsk, kau percaya diri sekali tuan Park" Chanyeol tertawa, ia merangkul kekasihnya dan mengusap-ngusap lengan gadis itu agar lebih hangat.
Chanyeol mendongakan kepalanya, memandang bintang-bintang indah yang muncul di langit. "Tentu aku harus percaya diri, jika tidak… aku tak akan punya keberanian untuk menjadi kekasihmu."
"Channie…" gadis itu menatap Chanyeol nanar.
Bunyi nyaring terdengar bagai alarm dipagi hari, nyatanya itu ulah Jackson yang memukul-mukul wajan dengan spatula. Entah itu ide darimana namun nyatanya itu cukup efektif dalam membangunkan para peserta camping. Ini masih sangat pagi, dan udara di bukit sungguh sangat sejuk, masih ada kabut yang mengelilingi mereka.
Beberapa siswa mulai keluar dari tenda mereka, berjalan berbondong-bondong ke sumber air terdekat untuk sekedar mencuci muka dan menggosok gigi. Para staf acara sudah mengumumkan bahwa akan ada olahraga pagi sebelum staf konsumsi membagikan sarapan.
Baekhyun dan Hyukjae berjalan keluar dari tenda acara, mereka meregangkan tangannya sebelum berjalan kearah sungai.
"Waah udaranya sejuk sekali! Fyuuh~" Baekhyun menghembuskan nafas dari mulutnya yang mengeluarkan uap karena udara pagi yang dingin.
"Selamat pagi sunbae!" Beberapa siswi baru yang berpapasan dengan mereka menyapa mereka sambil membungkukan badannya.
"Selamat pagi" Hyukjae tersenyum sambil melambaikan tangannya, "Bagaimana tidur kalian?" tanyanya. Sedangkan Baekhyun hanya meneriakan 'semangat pagi' sambil meninju langit dengan kepalan tangannya.
Siswi-siswi itu terkikik melihat tingkah Baekhyun, "Aku masih mengantuk sunbae" jawab salah satu siswi. Hyukjae mengangguk, tentu saja mereka masih mengantuk. Acara tracking malam selesai jam 2 dini hari dan mereka harus bangun jam 6 pagi.
"Tetap semangat ya!" seru Baekhyun lagi, yang disambut anggukan kedua siswi itu sebelum mereka berjalan ke tenda.
.
.
.
Hyukjae membasuh mukanya dengan air sungai, pagi ini ia belum melihat Donghae sama sekali, entah berkeliling kemana si ketua itu. Air sungai sungguh jernih, ia menangkup sejumlah air dikedua tangannya dan membasuh mukanya lagi.
"Ah segar sekali!"
"Tapi airnya dingin, Ma" Baekhyun merengek.
"Ini kan masih pagi Baekkie, ini segar sekali"
Hyukjae mulai menggosok giginya, diikuti Baekhyun. Beberapa siswa mulai beranjak kembali ke tenda.
"Noona!" Hyukjae menoleh dan menemukan Sungjae lagi dengan senyuman khasnya. "Selamat pagi~"
"Oh pagi Sungjae-ah" sapanya balik setelah berkumur. Baekhyun yang berada disebelahnya memperhatikan siswa baru yang terlihat akrab dengan sang 'Mama' itu. 'Oh jadi ini bocah yang membuat papa cemberut tadi malam' ujarnya didalam hati. Ia terkikik pelan membayangkan Donghae 'Papanya' yang sedikit uring-uringan setelah api unggun kemarin.
"Sungjae-ah, kenalkan ini Baekkie"
Baekhyun tersadar dari dunianya begitu mendengar Hyukjae yang mengenalkannya pada siswa baru itu, ia memandang uluran tangan Sungjae sebelum menjabatnya.
"Hai, Sungjae. Aku Byun Baekhyun"
Bocah itu mengangguk dan sedikit membungkuk. "Senang berkenalan dengan mu, Baekhyun sunbae" ujarnya sopan.
"Oh sungjae-ah" panggil gadis itu lagi,
"Aku tak terima Papa baru"
.
.
.
To be continue…
A/N: Halo readers! Sebelumnya maaf banget kalo chapter ini telat dipublish, keburu sibuk sama urusan penjualan album. dan maaf kalo chapter ini boring atau tidak sesuai harapan. masih newbie disini huhu.
Tapi berharap banget semoga suka ya^^ Makasih buat yang udah follow, favourite dan review cerita ini, makasih bangeeet! *Kisses* terus kasih kritik dan sarannya yaaa~ mau kasih surat cinta juga boleh :) Apalagi kalo dikasih HaeHyuk atau ChanBaek kkk
waktunya balas review~
popipo: Hai sayang, udah dilanjut ya!^^ Hihi engga ko, Chanyeol pasti selalu ngerusuh haha belum muncul aja sifat aslinya XD thank you!
xiuxian13: kecepetan ya alurnya? Nanti diperbaiki ya, thank you udah baca :)
YhaJewel: Belum tau endingnya bakal gimana kkk masih rahasia, thank you udah baca :)
fishyhae: siap siap buat konflik ya kkk, thank you!
HAEHYUK IS REAL: iya papa Donghae nakal ya hehe, aku juga ngebayangin waktu aku lagi camping kk, thank you!
unyuk: Ini udah dilanjut ya syg! thank you
.1: Hai, maaf ya kalo updatenya lama. bergelut dengan real life nih hehe. thank you!
hyukkitty: Iya papa Donghae ga peka huhu, thank you!
malaikranuddin: udah dilanjut ya, thank you!
hyukieraa : aku juga gamau haehyuk pisah huhuhu, thank you!
rizka0419: Halo salam kenal juga :) Aduh terharu banget syg, makasih ya buat masukannya dan kritik saran nya. Aku bakal lebih teliti lagi hihi. semoga suka ya sama chapter ini. thank you!
Polarise437: Belum muncul nih pengganggu ChanBaek kkk, ditunggu aja ya. Thank you!
kakimulusheenim: Hehe kiss scenenya lumayan lah ya, thank you!
HHSminah: Thank you! Iya ayo tetep stay buat HaeHyuk! Masih belajar nulis sih tapi semoga suka yaaa unnie?. thank you!
Makasih juga buat yang follow dan favourite, maaf ga bisa disebutin satu-satu. tapi makasih bangeeet! :***
Terakhir aku mau promosi kkk, kalo biasanya aku suka bantuin PO album-album Korea. Akhirnya aku mutusin buat buka olshop khusus Kpop. jadi yang punya waktu dan minat yuk cek sweetinkshop di twitter. Trusted from a fan! Aku jual sebagai fans, jadi mencoba menyesuaikan olshop ku dengan belajar dari keluhan-keluhan aku dulu waktu aku masih jadi fan yang beli dari orang lain hehe.
Oh iya, buat yang suka baca di AFF, boleh visit account AFF aku: ayamonkey. aku udah publish sekitar 12 cerita disana, HaeHyuk semua dan dalam bahasa inggris hehe! sekali lagi makasih buat supportnya! Love you :*
