Maaf ya atas cerita kemarin, kalau kurang memuaskan maklum lah saya disini sebagai pendatang baru mungkin membutuhkan masukan dari parah Senpai disini...
Ok, semoga cerita ini dapat menghibur teman-teman disini walaupun banyak gajenya
.
.
.
.
Disclaimer : Bukan punya saya pastinya
Rating : T
(mungkin M buat jaga-jaga)
Pairing : ?
Warning :
Mungkin aneh, terkesan amatiran dan gaje
Selamat membaca !
Setiap manusia memiliki titik lelah dalam hidupnya, adakalanya kau berhenti dan sadar bahwa yang kau kejar adalah Matahari
#
#
"uwaaaa,.." "KYAAA,..." teriak kedua mahluk yang berbeda gender itu, dan membuat burung yang lagi bergosip di atas kabel listrik pada pagi hari kalang kabut karena teriakan kedua mahluk ini.
"KYAAAA,... MESUMMMM" teriakan itu berasal dari perempuan bersurai merah yang tanpa menggunakan pakain sehelai benangpun.
'BRAKK'
'BRUUK'
'TRANKK'
'GEDEBUNG'
'MEOONG'
(oke, lupakan yang terakhir itu)
Dan kegiatan di pagi hari itu diawali dengan hujan darah dimana-mana yang memenuhi ruangan itu, terlihat yang paling dirugikan adalah pihak laki-laki.
"si-a-ap-a k-a-u uhukk...uhukk...d-da-n-n ap-p-a yang uhuk..uhukk.. k-a-u la-ku-kan di ka-mar ma-ndi-ku ?" tanya menyelidik dari pemuda bersurai kuning itu sambil berdiri dari acara yang bisa mengundang Shinigami di pagi hari itu.
Wanita itu langsung terkejut dan mengambil handuk yang dibawa oleh Naruto lalu melilitkannya ketubuhnya.
"A-Aku ... aku tidak tahu?" jawab perempuan itu dengan cepat sambil menundukan kepala.
"BRAAKK" Akhirnya Naruto pun terkapar lagi dari usaha berdirinya yang susah-susah ia lakukan karena mendapat jawaban yang terlalu menusuk hati.
"lalu kenapa kau sampai disini nona?" tanya naruto lagi "entahlah" jawab perempuan itu dengan tampang watadosnya, jawaban itu membuat Naruto sweeatdrop
"baiklah kalau begitu kita bahas ini di meja makan, apa kau punya pakaian ?" pertanyaan dari Naruto hanya mendapat gelengan dari perempuan itu. "baiklah akan ku ambilkan pakaian dan tunggulah di meja makan karena aku akan mandi dulu"
Time skip
.
.
.
.
.
.
.
Sekarang Naruto berjalan duduk menuju ke meja makan dan memakai seragam akademi kuoh yang baju atasnya masih belum di kancing dan memperlihatkan kaos dalaman berwarna biru dan tidak meninggalkan padangan mata yang menyipit, tidak lupa dendam yang membara atas insiden nista pagi tadi yang hampir merengut nyawanya kalau saja fisiknya belum terlatih pasti Shinigami akan mengetok apartemen Naruto pagi-pagi.
Tak selang beberapa langkah Naruto menuju meja makan, hal Yang tidak diinginkan pun terjadi darah keluar dengan derasnya dari hidung Naruto dengan kecepatn kira-kira 60 km/ jam (oke, lupakan yang terakhir itu) CROOT',..CROTTT',...CROTTT' tak perlu menuggu lama akhirnya suara benda jatuh pun terdengar "BRUKK" . oh Kami-sama apa kau ingin membunuhku secara perlahan dengan penyakit anemia karena kekurangan darah 'batin Naruto' dan juga merutuki nasibnya karena melihat pandangan yang dapat membuat novel icha-icha tidak laku lagi karena sudah ada yang asli.
"Oi,... pemuda-san ada apa denganmu kenapa hidungmu mengeluarkan darah, apa kau sakit?" tanya bertubi-tubi perempuan itu kepada Naruto .
Apa dia tidak sadar bahwa penyebab aku begini adalah dia karena memakai bajuku yang kebesaran sehingga menampakkan lekukan tubuhnya karena baju itu tidak menutup sempurna , oh Kami-sama kenapa kau titipkan sifat mesum ini 'batin Naruto'.
Penderitaan Naruto pun tidak sampai disitu saat dia dihampiri perempuan bersurai merah itu dia malah mengeluarkan darah semakin banyak dari hidungnya karena saat wanita itu merunduk untuk mengecek keadaan Naruto, Karena pada dasarnya sifat mesum Naruto kabuh pada saat itu dia tanpa sengaja melihat dua benda astral yang sering dibicarakan kaum laki-laki dengan jelasnya menggantung di dalam kaos yang terlihat kebesaran itu, mata Naruto pun membulat seperti ingin copot dan...
"SERRRR"
"CROOTT"
"ARGHHH"
"BRUKK"
Akhirnya Naruto pun pingsan dengan senyum yang tak hilang diwajahnya...
"Nani ?" ucap perempuan itu.
Time skip .
.
.
.
"Ughh,... dimana aku ?" gumam Naruto.
"Oh,... kau sudah sadar rupanya, gimana keadaanmu ? kau tadi pingsan dan banyak mengeluarkan darah dari hidungmu" ucap perempuan itu sambil mengambil sapu tangan untuk membersihkan sisa darah di hidung Naruto.
"A-arigato" ucap Naruto sambil memalingkan wajahnya yang memerah untuk menghindari pandangan yang tidak di inginkan.
"tapi, bolehkah aku membuka topeng yang menutupi wajahmu ini untuk membersihkan darahmu ?" ucap perempuan itu sambil mendekati topeng itu untuk membukanya.
5 cm
3 cm
1 cm
"TIDAAAKKK,... jangan kau buka, ini sangat rahasia" teriak Naruto sambil berlari kekamar mandi untuk membersihkan darahnya sendiri.
Wanita itu hanya bisa memandang punggung pemuda itu yang berlari menjauhinya, aneh ! tapi aku penasaran bagaimana wajah di balik masker itu 'batin perempuan' itu.
Setelah Naruto keluar dari kamar mandinya diapun menuju meja makan yang sudah ditunggu perempuan tadi, aku pasti sudah telat untuk masuk sekolah, ini semua gara-gara wanita itu tiba-tiba saja datang kerumahku tapi ada yang aneh dari perempuan itu aku tidak merasakan aura iblis,malaikat dan malaikata jatuh ataupun mahluk supranatural lainnya tapi ada sesuatu dalam diri perempuan itu walaupun dia hanya manusia biasa 'batin Naruto' .
Akhirnya Naruto pun duduk "hmm... baiklah perkenalkan namaku Naruto,..Namikaze Naruto dan siapa namamu ?" tanya Naruto sambil memeperkenalkan dirinya
"entahlah,..aku tidak ingat apa-apa, dan aku hanya mengingat 'Erza', ya Namaku Erza hanya itu yang bisa kuingat" ucap perempuan itu sambil mengingat namanya.
"ehmm,.. jadi kau kehilangan ingatan, tapi bagaimana kau bisa sampai kesini ?"
"entahlah yang kutahu aku bangun sudah sampai disini" jawbnya
Argghh,... ini pasti akan merepotkan, dia pasti tidak punya rumah atau keluarga mengingat dia hilang ingatan dan apa aku harus mengizinkan dia tinggal disini 'batin Naruto' lamunan itu pun buyar saat Erza mengucapkan sesuatu pada Naruto.
"Ano,.. Naruto-san aku minta ma'af atas insiden tadi pagi, kukira kau mau memeperkosaku karena kau memakai masker seperti penjahat jadi aku reflek langsung memukulmu"
"oh.. tidak apa-apa kok, hanya salah paham saja kan" jawab Naruto sambil memeperlihatkan senyum matanya , padahal dalam hati pemuda itu merutuki nasibnya. Coba kalau laki-laki sudah aku rasenggan dari tadi 'batin Naruto'
"Arigato,.."
"Naruto-san ?" tanya Erza dengan gugup sambil menundukkan kapalanya.
"Apa ?"
"apa aku boleh tinggal disini, aku janji aku tidak akan menyusahkanmu" gumam Erza dengan sangat cepat.
Apa aku harus mengizinkan dia tinggal disini lagi pula aku kan tinggal sendiri sehingga tidak ada yang mebersihkan apartemen ini dan juga mungkin dia bisa memasakkan ku 'batin Naruto' sambil berpikir.
"baiklah kau boleh tinggal disini, tapi kau jangan menyusahkanku" ucap Naruto
"Arigato !" teriak Erza sambil lompat-lompat karena dia bisa tinggal disini dan tidak tinggal di jalanan.
"iya sama-sama, baiklah aku akan pergi sekolah tolong jaga rumah ya selama aku pergi" ucap Naruto sambil mengambil tasnya dan nyelonong pergi.
"iya,.. sekali lagi Arigato karena sudah mengizinkanku tinggal disini" gumam Erza sambil melihat Naruto pergi.
Lebih baik aku masuk sekolah lewat atap menggunakan Hiraishin untung saja aku memasang segel Hiraishin di sana kalau tidak aku bisa berurusan dengan ketua osis yang cerewet itu 'batin Naruto' sambil membuat segel tangan
Sring,.. muncullah kilatan kuning bserta manusia bersuarai kuning yang muncul dari ketiadaan. Akhirnya sampai juga lebih baik aku masuk kelas pada waktu istirahat pertama saja, tapi apa yang harus kulakukan untuk mengisi waktu kosong ini. Ahh...(munculah bola lampu diatas kepala Naruto yang menyala terang) lebih baik aku membaca novelku di perpustakaan saja 'batin Naruto'.
.
.
.
kenpa aku bisa sebosan ini, tidak biasnya aku bosan dengan pelajaran di kelas, apa karena aku sudah menguasai materi itu...biarlah lebih baik aku pergi ke perpustakaan untuk membaca sesuatu 'batin ketua osis di Akademi Kuoh a.k.a Shitori Sona'.
"ehmm...ini bukan, ahh..ini akhirnya ketemu juga buku yang belum selesai ku baca" ucap sona sambil mencari tempat untuk membaca buku. Saat akan membuka buku ekor matanya tak sengaja melihat sosok mahluk misterius di pojok ruangan perpustakaan sambil membaca buku.
Sona pun berjalan dengan cepatnya Tap...Tap...Tap "eh...maling sedang apa kau disini? Apa kau ingin mencuri buku disini" tanya sona dengan sarkatis sambil mendekat ke pemuda itu .
Pemuda itu pun hanya bisa merutuki nasibnya yang pagi ini kenapa sial terus . kenapa orang yang baru bertemu aku selalu mendikte aku dengan sebutan Maling sih? Apa salahku Kami-sam sehingga kau buat aku seperti ini 'batin Naruto'.
"eh...maafkan aku nona aku disini hanya ingin membaca, jaga omonganmu lagi pula aku disini juga seorang murid seperti dirimu" sambar Naruto dengan ketus, sebenarnya dia sudah tau nama orang yang sedang berdiri didepannya tapi dia hanya pura-pura agar masalahnya cepat selesai .
"tapi kenapa kau memakai masker yang menutupi separuh wajahmu ? itu membuat orang berpersepsi bahwa kau seorang pencuri" tanya Sona tak kalah ketus.
"kalau pertanyaan itu tidak bisa kujawab, sudah pergi sana kau mengganggu waktuku untuk membaca sebuah karya yang sangat berharaga (baca: novel icha-icha paradise)" jawab Naruto tak kalah ketus
Twitch'
Perempatan dan pertiga'an pun muncul di dahi sona (sayang tidak ada lampu merahnya #pllak Author tepok jidat)
Kenapa orang didepanku ini sangat menyebalkan, dasar orang aneh kalau saja dia bukan manusia sudah kupukul dia 'batin Sona' sambil mengepalkan kedua tangannya dengan erat.
"kenapa kau ada disini? Dan kenapa kau tidak masuk ke kelasmu ? dan juga kau kelas berapa karena aku tidak pernah melihat kau selam ini ?" tanya Sona secara bertubi-tubi.
"oi..oi.. kau ini ingin mengintrogasiku atau bertanya, satu-satu kenapa ?" ucap Naruto sambil memutar bosan bola matanya.
"oke. Baiklah dengarkan baik-baik nona yang banyak tanya karena aku tidak mau mengulangi untuk kedua kalinya... Bukan urusanmu" ucap Naruto sambil melenggang pergi menjauh tanpa menghiraukan teriakan dari Sona.
Dasar orang aneh menyebalkan kalua bertemu lagi akan kubawa ke ruang osis dan aku interogasi disana 'batin soan' sambil menyeringai dibalik wajah datarnya.
Wuhh... untung aku bisa kabur dari dia kalau tidak entah apa aku bisa menghirup udara bebas besok karena menurut kabar dia merupakan ketua osis yang sangat kejam membayangkannya saja bisa merinding 'batin Naruto'
Skip time.
.
.
.
Istirahat pertama, hampir semua murid keluar kelas ada yang menuju kantin,duduk di lorong dan kegiatan lainnya seperti dua teman Issei yang bergelut dengan kegiatan Nistanya. akhirnya Naruto pun masuk ke kelas disana dia mendapat tatapan tajam dari para siswa karena jam pertama tidak ada di kelas sampai...
"oi.. Naruro-san kenapa kau tidak masuk tadi ?" tanya issei penuh tanda tanya karena Naruto tadi tidak masuk
"ehmm...aku tadi ada sedikit masalah Issei-san di ruang guru" jawab Naruto bohong.
Issei hanya ber oh-ria saja dan tidak mempermasalahkan jawaban Naruto.
"mau ikut aku Naruto-san" tanya Issei kepada Naruto.
"gomen aku tidak bisa, aku sedanga sibuk mungkin lain kali" huh mungkin dia akan melakukan kegiatan nistannya itu lebih baik kutolak 'batin Naruto'.
"oh..ya sudah jaa Naruto-san" jawab Issei sambil larih menjauhi Naruto.
Lebih baik aku jalan-jalan keluar dari pada disini aku bisa mati kebosanan . Naruto pun keluar kelas sambil membaca buku orangenya tanpa memperhatikan jalan walaupun begitu ia tetap bisa konsentrasi tanpa menabrak karena berjalan sambil membaca. Sampai pada akhirnya ada dua orang yang pertama rambut bersuarai hitam kebiruan dan diikat ponytail yang bernama Himejime Akeno yang kedua rambut bersurai merah bernama Gremory Rias, iya mereka adala duo Great one-sama Akademi kuoh, Rias yang menuruni tangga dan langsung berbelok tanpa melihat karena diajak bicara oleh Akeno.
Akhirnya insidenpun terjadi "Brukk..." "ittai" teriak oarang bersurai yang bernana Rias karena menabrak orang, dan orang itu adalah Naruto. Naruto yang ditabrak pun hanya diam dan langsung melanjutkan perjalanan tanpa melihat orang menabraknya.
Rias yang merasa diacuhkan karena yang menabarak tidak meminta maaf atau menanyakan keada'anya akhirnya merasa jengkel . tunggu diakan orang yang tidur di taman itu 'batin Rias' sambil mengingat pertemuan pertama itu.
"Oi,... duren bego aneh kenapa kau menabrakku?" teriak Rias sambil menunjuk Naruto.
Twitch'
Perempatan pun mucul di kepala Naruto. Sepertinya panggilan tadi tidak asing bagiku tapi dimana ya aku pernah mendengarnya 'batin Naruto'. Tak selang berapa lama oh aku ingat oarang yang menjengkelkan di taman yang mengganguku acara istirahatku.
Karena suadah tahu siapa yang memanggilnya, Naruto pun berhenti berjalan dan berbalik menghadap orang yang menghinanya tadi .
"kau...tomat penggangu apa maumu hah?" sambar Naruto kepada Rias
Rias yang dipanggil Tomat pun tak kalah garang "apa mauku tanyamu, kau yang menabrakku Duren bego. Seharusnya kau minta maaf!" sembur Rias sambil menunjuk Naruto .
Naruto yang mendengar itupun memutar bola matanya karena bosan dan berbalik . Rias yang merasa ucapnnya (ralat: Hinaannya) diacuhkan pun melempar sepatunya kearah Naruto, karena bawasannya Rias adalah seorang Iblis lemparannyapun tidak bisa dianggap remeh.
'SWING'
'SWING'
'SWING'
'BRUKK'
"ittai" Akhirya Naruto pun terjatuh dengan tidak elitnya, dengan muka dulu yang menancap di lantai.
Rias yang melihat itupun tertawa dengan sangat kerasnya sampai-sampai memegang kedua perutnya.
Apa dia benar seoarang iblis kelas atas dan memegang gelar perempuan tercantik di Akademi Kuoh aku sedikit meragukannya 'batin akeno' yang melihat tertawa lepas Rias dan tidak menunjukan sifat kebangsawanannya.
Naruto yang ditertawakan seperti itu sangat geram dan men Death glare Rias .
"awas kau nenek lampir, ini belum selesai aku akan buat perhitungan ingat itu . kali ini kubiarkan kau menang setelah ini jangan harap kau selamat" teriak Naruto sambil menunjuk Rias
"hwahwahwa..., kutunggu itu Duren Bego" teriak Rias sambil menjulurkan lidahnya dan menekankan kata di Duren Bego'
"fufufufufu...Boucho kenapa kau seperti ini, tidak biasnya kau seperti ini. kemana sifat wibawamu itu sebagai pemimpin klub" ucap akeno kepada Rias
Rias yang mendengar penuturan akeno pun menghentikan tertawanya. "baiklah Akeno ayo kita pergi" ucap Rias sambil menahan malu karena memeperlihatkan sifatnya yang menurutnya bukan sifat biasanya.
Awas kau tomat kau tidak tahu berurusan dengan siapa, aku yang dari kecil dijuluki raja jahil karena sifatku yang suka menjahili orang fufufufu... kau akan bertemu hari pembalasanmu. Akan kujanjikan hal yang tak pernah kau duga 'batin Naruto' sambil menyeringai dan mengambil bukunya untuk melnjutkan kegiatan nistanya (baca: membaca icha-icha paradies)
Time skip.
.
.
.
Sore harinya di taman kita bisa melihat dua muda- mudi sedang bersenda gurau terlihat mereka seperti kelelahan walaupun lelah tetapi dalam wajah kedua insan itu terukir secorak kebahagiaan .
"Issei-san Arigato karena kau sudah mau menemaniku untuk jalan-jalan, walaupun tidak ada yang mau menginginkanku" ucap perempuan bersurai pirang sambil menunduk a.k.a Asia Argento
Issei yang mendengar ucapan itupun tersentak . kenapa dengan orang-orang yang ada disekitar Asia, dia sangat baik mau membantu siapa saja tapi hanya karena dia mengobati seorang iblis yang notabennya Asia tidak tahu karena kepolosannya yang hanya ingin menolong orang lain harus merasakan pahitnya hidup dengan diasingkan di Gereja yang sudah tidak terawat, itu sangat kejam 'batin Issei'.
"eh...kau bicara apa Asia-chan kita sebagai teman kan harus saling membantu" ucap Issei dengan semangatnya.
Teman ya , entah kenapa kata itu seperti bom waktu yang sewaktu-waktu dapat menghancurkan hatiku 'batin Asia'.
"arigato Isse-san" jawab Asia sambil menunjukkan senyum manisnya kepada Issei.
Issei yang melihat itupun merona , kawaii 'batin Issei' .
"fufufufufu... ternyata kau sudah menjadi iblis rendahan Issei-kun, tak kusangka keluarga Gremory mau merengkernasimu menjadi budak mereka" ucap perempuan sambil menunjujkan sayap malaikat jatuhnya a.k.a Reynalle.
"Reynalle-sama" gumam Asia, hal itupun dapat didengar oleh Issei
"kau mengenalnya Asia-chan " ucap Isse. "iyaa" jawab lirih Asia
"Yumaa...awas kau akan kubunuh sekarang juga" teriak Issei dengan geramnya , sambil maju untuk meninju Reynalle
Sebelum Issei mendekati Reynalle dia sudah mendapat tusukan dari tombak yang dilemparkan Reynalle dari ketiadak'an .
"Arghh..." teriak Issei karena menerima tusukan dikakinya.
"Issei-san Rynalle –sama kenapa kau melakukan itu Isse-san kan tidak salah apa-apa?" tanya Asia kepada Reynalle dengan linangan air mata.
"kenapa kau membelnya Asia dia adalah seorang iblis yang harus dibunuh" jawab Reynalle
Iblis ,jadi Issei-san Iblisya 'batin Asia'sambil menundukkan kepalanya.
Di suatu tempat
Akhirnya aku bisa pulang dari tempat menyebalkan itu (baca : akademi kuoh)aku akan santai di apartemen sambil memakan cup ramen yang kemarin aku beli sebelum berangkat kerja. Kenapa ini aku merasakan ada mahluk yang sama seperti Azazel tapi lebih kecil dan juga aku merasakan hawa iblis disitu lebih baik aku memeriksanya 'batin Naruto' .
Naruto pun berlari sambil merapal segel Fuinjutsu : Kai dengan itu naruto berubah sekarang memakai pakaian khas ANBU dengan topeng Taka.
.
.
.
"aku disini hanya untuk menjemputmu Asia karena aku menginginkan sesuatu yang ada dalam dirimu" ucap Reynalle
Issei yang mendengar penuturan itu pun langsung berteriak "jangan Asia dia hanya ingin memanfaatkanmu" teriak Issei
"bagaiman Asia ? jika kau melawan aku akan membunuh pacarmu ini fufufu.." ucap Reynalle dengan sadisnya
Asia pun menundukkan kepalanya pertanda dia bingngung...
Taka yang melihat dari kejauhan kejadian itu hanya bisa diam karena tidak tau permasalahan sesngguhnya karena bagaimanapun dia tidak ada urusannya dengan mereka.
"baiklah Reynalle-sama aku akan ikut dengannmu asal kau jangan menyakiti Issei-san" jawab Asia
"jangan Asia aku tidak akan memaafkan diriku jika kau ikut dengannya , cih dasar kenapa diriku sangat lemah" teriak Issei
"bagus kalau begitu ayo pergi" ucap Reynalle.
Gomen Issei-san aku tidak mau menyusahkanmu lagi 'batin Asia'
Dan Issei pun hanya bisa merutki dirinya sendiri karena tidak bisa apa-apa "cih dasar lemah hanya melindungi Asia saja tidak bisa" gumam Issei sambil berlari
Cih dasar iblis begitu saja tidak bisa mereka hanya bisa menyakiti manusia , aku harus menyelidiki keterlibatan anak buah Azazel dengan biarawati itu kenapa mereka mengincar manusia aku tidak bisa tinggal diam . akan aku tanyakan hal ini dulu pada Azazel nanti.
Akhirnya Taka pun meninggalkan tempat itu dengan kilatan kuning menuju apartemennya .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Tadaima" teriak Naruto
"okaeri"
Eh kenapa adayang menjawab tidak biasanya lagi pula akukan tinggal sendiri 'batin Naruto' sambil berjalan menuju ruang makan. Disan terlihatwanita besurai merah yang dikuncir kuda dengan memakai baju memasak.
Kaa-san, apa ini mimpi? Apa aku sedang tertidur pertanyaan itu berniang dikepala Naruto
Naruto tanpa pikir panjang langsung berlari menuju orang itu untuk memeluknya sambil berteriak Kaa-san...
Eh,... kenapa Naruto-san memelukku dan juga kenapa dia meneriaki ku Kaa-san 'batin Erza'
"kaa-san kemana saja selama ini Naru kesepian Hiks,...Hiks,...Hiks,... Naru kangen sama Kaa-san" ucap Naruto sambil berlinag air mata dan menggeratkan pelukannya kepada Erza.
Tu-Tunggu dulu dia memelukku awas kau akan ku puk-... eh kenapa dia menangis sepertinya Naruto-san melihat aku seperti melihat Kaa-sannya, apa karena aku memakai baju yang kutemukan di lemarinya tadi. Aku jadi tak tega untuk memukulnya tapi kenapa pelukannya sangat nyaman 'batin Erza' sambil merona wajahnya.
"Naruto-san kenapa kau memelukku, bisakah kau melepaskanku lagi pula aku bukan Kaa-san mu aku adalah Erza" ucap Erza takut-takut
Naruto yang mendengar itu hanya bisa membulatkan matanya, dan langsung melepaskan pelukannya " oh maaf Erza-chan kupikir kau adalah Kaa-san ku dan dariman kau mendapat baju ini setahuku kau tidak punya pakaian" ucap Naruto sambil membasuh airmatanya.
"Gomen Naruto-kun aku tadi menemukan pakain ini di lemari mu jadi aku pakai saja karena aku tidak punya pakaian" ucap Erza tanpa sadar menambahkan suffix –kun.
"iya tidak apa-apa sudah ya" dengan itu Naruto pergi meniggalkan Erza menuju kamarnya sambil tertuduk lesu karna teringat Kaa-sannya diapun menutup kamarnya.
TBC
Review untuk member masukan dari parapembaca sangat mebantu.
Mohon bantuannya,…
Dan saya ucapkan selamat Hari Riyaya Idul Fitri
1435 H
Bagi yang menjalankan...
